Persiapan Krisma 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Minggu, 31 Agustus 2025 menjadi momentum penting bagi para calon penerima Sakramen Krisma di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Sebagai bagian dari perjalanan rohani, mereka mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan yang menguatkan iman sekaligus memantapkan hati untuk menerima kepenuhan rahmat Roh Kudus.

Agenda pertama adalah Peneguhan oleh Romo Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan Pr, yang berlangsung pukul 10.00 – 11.30 WIB. Dalam suasana penuh doa dan keheningan, Romo menyapa para calon krismawan dan krismawati dengan kata-kata penguatan. Romo menegaskan kembali makna mendalam Sakramen Krisma, yakni anugerah Roh Kudus yang meneguhkan iman dan mengutus setiap orang untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat. Melalui pengajaran, doa, dan berkat, para calon Krisma diteguhkan agar semakin siap membuka hati bagi karya Roh Kudus yang hidup dan berkarya.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Ujian Tulis pada pukul 11.30 – 12.30 WIB. Ujian ini bukan sekadar evaluasi pengetahuan, melainkan juga kesempatan bagi para calon Krisma untuk merefleksikan pemahaman iman Katolik, ajaran Gereja, serta komitmen mereka dalam menghayati kehidupan Kristiani. Dengan demikian, mereka tidak hanya diperlengkapi secara intelektual, tetapi juga ditantang untuk menghidupi imannya dalam keseharian.

Melalui kedua agenda ini, para calon Krisma diajak untuk semakin menyadari bahwa penerimaan Sakramen Krisma bukan hanya sebuah ritual seremonial, melainkan sebuah panggilan untuk bertumbuh dewasa dalam iman, hidup dalam kasih, dan mewartakan Injil Kristus dengan kata serta perbuatan. Semoga Roh Kudus yang akan mereka terima kelak menjadi sumber kekuatan, peneguhan, dan sukacita dalam perjalanan hidup mereka sebagai bagian dari Gereja.

Bakti Liturgi JBS Joanes Bosco School di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Pada hari Minggu, 31 Agustus 2025, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo mendapat berkat istimewa melalui pelayanan bakti liturgi dari Joanes Bosco School (JBS). Dalam perayaan Ekaristi pagi ini, para siswa bersama para pendidik mempersembahkan talenta terbaik mereka untuk memuliakan Tuhan dan mendukung umat dalam doa serta pujian.

Koor yang dipimpin oleh Ibu Maria Verawati Alvares mengalun indah, mengangkat hati umat untuk semakin menghayati misteri Ekaristi Kudus. Suara nyanyian yang jernih dan penuh semangat iman berpadu dengan iringan musik ansambel yang dibimbing oleh Miss Desy, menghadirkan harmoni yang syahdu dan mendalam. Liturgi menjadi semakin hidup, khidmat, dan membawa umat masuk dalam suasana doa yang lebih dekat dengan Sang Sabda dan Tubuh Kristus.

Kehadiran JBS dalam bakti liturgi ini bukan hanya sebuah persembahan musik, melainkan juga ungkapan syukur dan kesaksian iman. Melalui nyanyian dan lantunan nada, mereka mewartakan kasih Allah serta mengajak umat untuk memuji dan memuliakan nama-Nya.

Semoga semangat pelayanan dari keluarga besar Joanes Bosco School ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mengabdikan talenta dan karya kita demi kemuliaan Tuhan dan pelayanan Gereja-Nya.


Tim Pendamping Iman Keluarga Stasi Maguwo Ikuti Seminar Keluarga Katolik dan Apostolik

Sleman, Yogyakarta – Tim Pendamping Iman Keluarga (PIK) dari Stasi Maguwo yang berjumlah 10 orang turut ambil bagian dalam seminar keluarga yang diselenggarakan oleh Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aveon Jogja dengan tema “Keluarga yang Katolik dan Apostolik”, menghadirkan Romo Erwin Santoso, MSF sebagai narasumber utama.

Seminar yang diikuti sekitar 200 peserta ini menghadirkan suasana hangat dan penuh antusiasme. Romo Erwin dikenal memiliki gaya penyampaian yang cerdas, ringan, serta diselingi humor segar sehingga peserta mudah menangkap inti pesan yang dibawakan.

Dalam paparannya, Romo Erwin menekankan delapan poin penting yang perlu dijalankan oleh keluarga Katolik, yakni:

  1. Keluarga sebagai Gereja Kecil
  2. Pendidikan iman yang berkelanjutan
  3. Kesetiaan dan Sakramen Perkawinan
  4. Menghidupi nilai apostolik
  5. Komunikasi dan kerja sama dalam keluarga
  6. Partisipasi aktif dalam keuskupan dan paroki
  7. Meneladani hidup para santo, santa, dan rasul
  8. Memahami iman dan memberi kesaksian

Selain itu, Romo Erwin juga mengingatkan pentingnya pendidikan iman bagi anak-anak. Menurutnya, orang tua memiliki kewajiban mendampingi serta menanamkan iman Katolik secara berkesinambungan, baik di lingkungan rumah tangga maupun dalam hidup menggereja.

“Pendidikan iman bukanlah tugas sekali jadi, melainkan perjalanan yang terus-menerus. Anak-anak perlu melihat teladan nyata dari orang tuanya, agar iman itu benar-benar hidup dalam keseharian,” ujar Romo Erwin dalam sesi seminar.

Seminar ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menjadi ajang penguatan bagi Tim Pendamping Iman Keluarga Stasi Maguwo. Dengan bekal materi yang diterima, mereka diharapkan semakin siap dalam mendampingi keluarga-keluarga Katolik agar semakin setia pada panggilan hidup beriman dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.

Pemilihan Ketua Dewan Pastoral Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam kehidupan Gereja Katolik, keterlibatan umat beriman menjadi bagian penting dalam membangun dan menghidupkan komunitas iman. Salah satu wujud nyata partisipasi tersebut tampak dalam struktur kepengurusan stasi, yaitu komunitas umat di tingkat lingkungan atau wilayah yang berada di bawah naungan paroki.

Pada hari minggu 24 Agustus 2025, umat Stasi Maguwo menggelar pemilihan Ketua Dewan Pastoral Stasi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan dan penggembalaan umat. Acara ini menjadi momen penting sekaligus sakral bagi seluruh umat karena tidak hanya memilih seorang pemimpin, tetapi juga seorang pelayan dan teladan iman.

Proses pemilihan diawali dengan doa bersama, memohon bimbingan Roh Kudus agar umat mampu menentukan pilihan yang bijak sesuai kehendak Tuhan. Suasana penuh persaudaraan semakin terasa ketika umat mendengarkan arahan dari Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr, selaku Pastor Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Dalam arahannya, Romo Dadang menegaskan bahwa seorang pemimpin Kristiani hendaknya rendah hati, mau bekerja sama, siap sakit hati, penuh kasih, serta berkomitmen pada tugas Gereja.

Pada pemilihan kali ini, umat stasi maguwo sudah mengantongi 3 nama kandidat Ketua Dewan Stasi, yaitu pada kandidat pertama ada Bapak Fransiskus Xaverius Dwi Istiya Rusiawan, kemudian yang kedua ada Bapak Yohanes Agung Prasetya Putra (sekaligus adalah Petahana), dan yang ketiga ada Bapak Yohanes Saptanto Sarwo Basuki. Merekalah orang-orang yang terpilih dan dipilih oleh umat stasi maguwo.

Setelah dilakukan penghitungan suara, ketua dewan stasi terpilih adalah Bapak Yohanes Agung Prasetya Putra, sebagai Ketua Dewan Pastoral Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo periode 2026 – 2028. Jabatan Ketua Stasi bukan hanya menjadi “pemimpin”, tetapi terutama seorang gembala kecil di tengah umat, yang membantu pastor paroki dalam mengkoordinasi kegiatan rohani maupun sosial, seperti perayaan liturgi, kunjungan pastoral, pelayanan kepada kaum miskin, dan pembinaan iman umat, kaum muda dan anak-anak. Tugas ini tentu tidak ringan, namun mulia, karena semuanya dijalankan demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan umat-Nya.

Momen pemilihan ketua dewan pastoral stasi ini juga menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin menyadari panggilan mereka sebagai Gereja yang hidup, di mana setiap orang mengambil bagian dalam perutusan Kristus. Dengan semangat kebersamaan, mereka percaya bahwa siapa pun yang dipilih adalah alat Tuhan yang diutus untuk membimbing dan menguatkan iman komunitas. Akhirnya, seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa dan harapan agar pemimpin baru mampu menjalankan tugasnya dengan rendah hati, penuh kasih, serta selalu mengandalkan kekuatan dari Tuhan.


https://www.instagram.com/komsosgmba?igsh=MTV0cmtoOHcwdHVucw==

Sehat Jiwa, Sehat Raga: Cek Kesehatan GMBA


24 Agustus 2025, di bawah naungan langit biru yang cerah, halaman Gereja Maria Bunda Allah pagi itu tidak hanya dipenuhi oleh doa dan puji-pujian, tetapi juga semangat pelayanan yang nyata. Pemandangan puluhan umat yang antusias berbaris rapi mengikuti cek kesehatan gratis. Ini adalah wujud nyata dari iman yang tidak hanya berdiam dalam hati, tetapi juga bergerak melayani sesama. Inisiatif ini digagas oleh  timpel kesehatan stasi maguwo dan didukung penuh oleh para tenaga medis dari rumah sakit Panti Rini yang bersedia menyumbangkan waktu dan keahlian mereka demi kesehatan umat maguwo.

Udara di sekitar gazebo terasa hangat, bukan hanya karena mentari, tetapi juga karena interaksi penuh keakraban. Umat dengan sabar menanti giliran untuk diperiksa tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Di sudut lain setelah pemeriksaan ada umat yang bertanya tentang kondisi kesehatannya. Kegiatan ini menciptakan suasana kekeluargaan yang erat, di mana setiap orang merasa dihargai dan diperhatikan. Lebih dari sekadar pemeriksaan medis, momen ini menjadi ajang silaturahmi, berbagi cerita, dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai anugerah Tuhan. Tidak lupa juga untuk berterimakasih kepada Panti Rini yang telah membantu cek kesehatan yang dihadiri 100 umat GMBA. Cek kesehatan gratis merupakan program unggulan yang diadakan rutin oleh tim kesehatan maguwo

Cek kesehatan gratis ini ditutup dengan senyum dan rasa syukur yang terpancar dari wajah setiap orang. Gereja Maria Bunda Allah sekali lagi membuktikan perannya sebagai pusat spiritual dan sosial yang peduli. Melalui kegiatan ini, pesan iman diterjemahkan menjadi tindakan nyata: bahwa cinta kepada Tuhan dan sesama adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus diadakan, menjadi jembatan antara kebutuhan fisik dan spiritual, serta menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi kasih dalam bentuk yang paling sederhana namun bermakna.

 

 

Sosialisasi BKSN 2025 di Stasi Maguwo


Jumat, 22 Agustus 2025, umat Stasi Maguwo berkumpul dalam suasana penuh sukacita untuk mengikuti sosialisasi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan umat agar semakin siap menyambut bulan yang secara khusus didedikasikan untuk mendalami dan menghidupi Sabda Tuhan.

Acara ini dihadiri oleh Bapak/Ibu Ketua Lingkungan (Kaling), para Pewarta Lingkungan, serta turut hadir pula Suster, yang memberikan dukungan penuh dan meneguhkan semangat kebersamaan. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan dan keseriusan umat dalam memahami pesan serta arah dasar pelaksanaan BKSN tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan tema besar BKSN 2025 beserta bahan pendalaman yang akan digunakan di lingkungan. Para pewarta juga mendapat pengarahan bagaimana menyampaikan bahan bacaan secara sederhana namun mendalam, sehingga umat dapat lebih mudah memahami isi Kitab Suci dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi ini bukan sekadar teknis penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan, dialog, dan pembekalan rohani bersama. Semua yang hadir diajak untuk menyadari bahwa Bulan Kitab Suci adalah kesempatan emas untuk menimba inspirasi hidup dari Sabda Allah, baik di tengah keluarga, lingkungan, maupun masyarakat luas.

Suasana pertemuan terasa hangat, akrab, dan penuh semangat sinodalitas—semangat berjalan bersama sebagai umat beriman. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh lingkungan di Stasi Maguwo siap melaksanakan rangkaian kegiatan BKSN 2025 dengan penuh antusias, sehingga Sabda Allah sungguh hidup dan bertumbuh di tengah umat.

Visitasi Stasi Maguwo: Tonggak Iman Menuju Paroki Administratif


Hari Rabu, 20 Agustus 2025, akan selalu tercatat sebagai momen istimewa bagi umat Stasi Maguwo. Bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, umat menyambut dengan sukacita Visitasi dari Keuskupan Agung Semarang (KAS), sebuah proses penting yang menjadi pintu gerbang menuju status baru sebagai Paroki Administratif.

Tim visitasi dari Keuskupan Agung Semarang dipimpin oleh Vikaris Jenderal KAS, Romo FX. Sugiono Pr, yang hadir bersama Romo Kevikepan Jogja Timur Romo Andrianus Maradiyo Pr serta Romo Paroki Kalasan Romo Antonius Dadang Hermawan Pr. Kehadiran para gembala Gereja ini tidak sekadar memenuhi agenda administratif, melainkan menjadi tanda kasih dan perhatian Gereja induk kepada umat Maguwo yang terus bertumbuh dalam iman.

Turut hadir pula Dewan Harian Paroki Kalasan, para Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan, perwakilan Katekis, perwakilan Suster Kongregasi, dan kaum muda. Kehadiran mereka menjadi cerminan indah bahwa perjalanan menuju paroki administratif bukanlah jalan yang ditempuh sendirian, melainkan langkah bersama dalam semangat sinodalitas: berjalan bersama, mendengarkan, dan saling meneguhkan.

Rangkaian acara berlangsung penuh khidmat. Pembukaan dipandu oleh Saudara Danang Afriadi, dilanjutkan dengan presentasi profil Stasi Maguwo oleh Bapak Andreas Keso Muda, yang menampilkan wajah Gereja yang hidup: umat yang aktif, pelayanan yang berjalan, dan iman yang terus bertumbuh. Tim visitasi kemudian memberikan tanggapan dengan menyoroti tiga bidang utama: tata penggembalaan, tata kelola harta benda dan keuangan, serta tata kelola administrasi. Semua catatan yang diberikan ibarat lentera, yang menerangi jalan Stasi Maguwo menuju kedewasaan dalam menggereja.

Acara visitasi ditutup dengan room tour serta makan malam bersama. Lebih dari sekadar melihat gedung dan fasilitas, momen ini menghadirkan keakraban, persaudaraan, dan sukacita yang sederhana namun penuh makna.

Harapan Iman Umat Maguwo

Visitasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru perjalanan iman. Umat Stasi Maguwo diajak untuk semakin tekun, setia, dan terbuka dalam membangun Gereja yang melayani. Harapan kami, semoga catatan dan arahan dari tim visitasi menjadi dasar kuat untuk pembenahan dan pertumbuhan, sehingga seluruh bidang pelayanan dapat semakin kokoh.

Dengan tuntunan Roh Kudus, pendampingan para Romo, serta dukungan penuh Keuskupan Agung Semarang, umat Stasi Maguwo percaya bahwa status Paroki Administratif bukan sekadar gelar, melainkan panggilan untuk semakin menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia.

Semoga Tuhan yang telah memulai karya baik ini, menyempurnakan dan memberkati perjalanan umat Stasi Maguwo, agar semakin menjadi Gereja yang hidup, bersaudara, dan misioner.


https://www.instagram.com/stories/komsosgmba/3703284618985132985?igsh=eHQ4djdtejFsdGsz

Stasi Maguwo Semarakkan Karnaval 17-an di Sambilegi


Padukuhan Sambilegi benar-benar ramai dan penuh warna dalam perayaan karnaval HUT ke-80 Republik Indonesia. Semangat kebersamaan tampak nyata saat umat Katolik Stasi Maguwo ikut berbaur dengan masyarakat, menampilkan kekompakan dari berbagai kelompok dengan gaya khas masing-masing.

Yang paling mencuri perhatian tentu saja ibu-ibu Stasi Maguwo. Mereka tampil anggun sekaligus gagah dengan busana lurik merah yang dipadukan dengan caping di kepala. Suasana jadi meriah sekaligus penuh nuansa tradisional Jawa yang hangat.

Tak kalah bersemangat, RBM (Remaja Bunda Maria) dan OMK (Orang Muda Katolik) hadir dengan pakaian perjuangan. Wajah mereka memancarkan semangat juang 45, membawa energi muda yang penuh semangat dan keceriaan. Ada yang berperan layaknya pejuang, ada pula yang tampil atraktif dengan gaya khas anak muda, membuat barisan karnaval semakin hidup dan penuh sorak-sorai.

Lebih dari sekadar tampil, keikutsertaan umat Stasi Maguwo dalam karnaval ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan program garapan kebangsaan, sinergi, dan kerja sama. Tidak hanya bergabung sebagai peserta, umat Katolik juga ikut berpartisipasi aktif dengan menyumbang minuman untuk para rombongan karnaval, sehingga menambah suasana kebersamaan dan solidaritas.

Kehadiran Stasi Maguwo di tengah karnaval ini membuktikan bahwa umat Katolik bukan hanya hadir sebagai bagian dari masyarakat, tetapi juga ikut memberi warna, berkontribusi, dan mempererat persaudaraan. Dengan senyum, tawa, dan langkah penuh semangat, mereka membawa pesan bahwa cinta tanah air bisa dirayakan lewat kebersamaan sederhana namun penuh makna.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan untuk Ibu-Ibu Stasi Maguwo, OMK, dan RBM yang sudah rela meluangkan waktu, tenaga, dan semangat untuk terlibat aktif dalam acara ini. Keterlibatan dan partisipasi kalian sungguh menjadi berkat, sekaligus teladan nyata bagaimana umat berkontribusi bagi bangsa dan gereja.

Karnaval Sambilegi tahun ini pun menjadi bukti nyata: umat Katolik Stasi Maguwo hadir, terlibat, bersinergi, dan meneguhkan semangat kebangsaan bersama seluruh warga

Ibu-Ibu Maguwo On Fire di Misa HUT RI ke-80


Perayaan Ekaristi syukur HUT RI ke-80 di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kali ini benar-benar beda vibes-nya. Soalnya, ada yang super spesial: ibu-ibu Stasi Maguwo kompak banget jadi petugas misa.

Dengan dresscode kebaya merah yang anggun dan penuh semangat, ditambah stiker merah putih di pipi yang bikin penampilan makin nasionalis, ibu-ibu tampil percaya diri melayani altar Tuhan. Aura kemerdekaan langsung kerasa sejak awal misa.

Mereka all out di berbagai tugas: koor yang bikin suasana meriah dengan nyanyian penuh semangat, among tamu yang menyambut umat dengan senyum hangat, kolekte dan persembahan yang berjalan rapi dan penuh syukur, sampai lektor yang membacakan sabda Tuhan dengan suara lantang dan penuh penghayatan. Nggak ada yang setengah-setengah, semuanya total demi pelayanan terbaik.

Yang bikin makin berkesan, pelayanan ini bukan cuma sekadar jadwal liturgi, tapi juga jadi wujud nyata semangat kemerdekaan. Lewat doa, lagu, dan kebersamaan, ibu-ibu Stasi Maguwo menunjukkan bahwa cinta tanah air bisa dihidupi dalam pelayanan sederhana, namun penuh makna.

Misa syukur pun jadi terasa khidmat sekaligus meriah. Ada nuansa syukur kepada Tuhan yang berpadu manis dengan semangat nasionalisme. Singkatnya, ibu-ibu Stasi Maguwo berhasil bikin misa ini nggak cuma jadi perayaan liturgi, tapi juga jadi pesta iman dan pesta kemerdekaan yang penuh warna

“Semangat Merdeka dalam Kebersamaan: Umat Katolik Stasi Maguwo Berbaur dalam Tirakatan 17 Agustus”


Malam tirakatan 17 Agustus menjadi salah satu tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat Indonesia sebagai wujud syukur atas kemerdekaan bangsa. Tirakatan bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan untuk mendoakan para pahlawan, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, umat Katolik Stasi Maguwo turut serta mengambil bagian dalam acara tirakatan yang digelar di berbagai wilayah sekitar. Kehadiran umat Katolik kali ini bukan hanya sebagai tamu, tetapi juga berperan aktif dalam memeriahkan dan menyukseskan jalannya acara.

Acara tirakatan tersebar di berbagai titik wilayah, antara lain:

  • Ringinsari RW 49: umat Katolik hadir berbaur bersama warga dalam doa bersama dan acara kebersamaan.
  • Kradenan RT 011 RW 69: umat Katolik terlibat aktif sebagai dirigen paduan suara yang mengiringi jalannya acara, sekaligus bertugas di seksi dokumentasi untuk mengabadikan momen penting tirakatan.
  • Sambilegi Lor RT 01 dan 02 RW 53: umat Katolik GMBA dipercaya menjadi MC dan juga mengisi acara pesan dan kesan dari sesepuh, yang menambah kekhidmatan dan kehangatan suasana tirakatan.

  • Sambilegi Kidul RW 54: umat Katolik Stasi Maguwo mengisi acara dengan paduan suara umat Katolik, menghadirkan nuansa syukur yang indah dan menggugah semangat kebersamaan.
  • Sambilegi Lor RT 05 RW 55: umat Katolik berbaur bersama warga setempat, ikut mendukung jalannya acara dan mendoakan bangsa dengan penuh khidmat.
  • RW 40 Pasekan, Maguwoharjo: umat Katolik bersama warga berkumpul dalam suasana kekeluargaan, menyalakan semangat kebersamaan demi menjaga persatuan.
  • RW 33 RT 08, 09, dan 10 Tegalrejo Tapanrejo – Tajem – Maguwoharjo: umat Katolik berperan aktif dalam acara tirakatan, ikut menjaga semangat nasionalisme di tengah masyarakat.

  • Karang Ploso RT 04 RW 60: umat Katolik hadir mendukung jalannya acara, berbaur dengan masyarakat dalam doa dan kebersamaan.

Keterlibatan umat Katolik Stasi Maguwo dalam tirakatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan program garapan kebangsaan, kerjasama, dan sinergi Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Melalui program ini, umat diajak untuk menghadirkan Gereja yang terbuka, bersinergi dengan masyarakat, serta terlibat langsung dalam membangun persaudaraan kebangsaan.

Suasana tirakatan tahun ini sungguh menghadirkan rasa persatuan tanpa sekat. Doa dan renungan bersama, kesaksian para sesepuh, serta lantunan lagu-lagu kebangsaan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika benar-benar terasa hidup di tengah warga.

Dengan hati penuh syukur dan semangat kebersamaan, umat Katolik Stasi Maguwo bersama masyarakat sekitar meneguhkan kembali bahwa kemerdekaan bukan sekadar untuk dikenang, tetapi untuk terus diperjuangkan dan dihayati. Persatuan, gotong royong, serta cinta tanah air menjadi roh yang menyertai perjalanan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.