Misa Requiem untuk Bapa Paus Fransiskus: Doa dan Cinta dari Maguwo

 

Dalam suasana duka yang penuh haru dan rasa syukur, umat Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo berkumpul dalam Misa Requiem untuk Paus Fransiskus, pada hari ini, Rabu, 23 April 2025, yang disiarkan langsung dari Katedral Semarang dan dipimpin oleh Bapa Uskup Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko.

Misa live streaming ini dimulai pukul 18.00 WIB dan berlangsung hingga selesai, diikuti dengan penuh khidmat oleh 415 umat yang hadir secara langsung di gereja. Dalam keheningan dan doa, umat mengenang sosok gembala agung yang telah memberi hidupnya sepenuhnya bagi Gereja dan dunia.

 

Malam ini, dari Maguwo yang kecil, kami mengirimkan cinta yang besar kepada surga.

Selamat jalan Bapa Suci kami, Paus Fransiskus.

Engkau telah mengajarkan kami arti belas kasih,
menunjukkan bagaimana Gereja bisa menjadi rumah yang ramah,
dan meyakinkan bahwa Tuhan senantiasa lebih besar dari segala dosa dan kelemahan kami.

Engkau kini telah kembali ke pelukan Sang Bapa,
namun inspirasimu tetap hidup dalam hati kami—
dalam doa, dalam pelayanan, dan dalam cara kami mencintai sesama.

Terima kasih, Bapa Paus. Sampai jumpa di surga.

Misa ini bukan hanya menjadi penghormatan, tetapi juga sebuah pengingat bahwa kasih dan keteladanan Bapa Paus Fransiskus akan terus hidup di hati kita.


Selamat jalan, Bapa Paus.
Engkau telah menunjukkan kepada kami bahwa menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan, bahwa kasih Tuhan itu nyata dalam tindakan kecil yang penuh makna. Doakan kami dari surga, agar kami pun setia berjalan dalam terang Kristus seperti engkau telah melakukannya.



terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras demi kelancaran misa ini:

Tim Tata Bunga yang sigap dan penuh kreativitas menghias altar dengan indah dan elegan,
Tim Paramenta yang mempersiapkan perlengkapan liturgi dengan penuh ketelitian,
Tim Video Monitor dan Tim Soundsystem yang memastikan kelancaran visual dan audio selama misa berlangsung,
Prodiakon yang setia melayani umat di altar,
Dan seluruh umat serta para petugas yang terlibat dari balik layar—tanpa sorotan, tapi berjasa besar dalam menghadirkan suasana yang layak bagi penghormatan terakhir untuk Paus tercinta.



 

Silaturahmi Lintas Iman: Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Kunjungi Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo

Maguwo, Sabtu 19 April 2025 — Suasana halaman gereja pagi ini terasa berbeda. Senyum hangat, sapaan akrab, dan semangat kebersamaan lintas keyakinan memenuhi udara saat mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta datang bersilaturahmi ke Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh para pengurus stasi, antara lain: Ketua Stasi Bapak Agung Prasetyo, Kabid Kemasyarakatan Bapak Al Bagio. M, Koordinator PAMDAL Bapak Antonius Sumaryono, Bendahara Stasi sekaligus Ketua KWT Ibu Sri Harnani, Sekretaris Stasi Ibu Elisabet Amy, serta Ibu Nurul, yang juga merupakan dosen di UIN Sunan Kalijaga.

Dalam suasana santai dan penuh rasa ingin tahu, para mahasiswa berbincang dengan para pengurus stasi, mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehidupan umat Katolik, ajaran dasar Gereja Katolik, praktik toleransi, serta hubungan erat antara gereja dan masyarakat sekitar. Salah satu yang menarik perhatian adalah kisah tentang “PARJO” (Parkir Gerejo)—sebuah kolaborasi nyata antara gereja dan warga sekitar dalam pengelolaan parkir yang menjadi model hidup berdampingan yang harmonis.

Tak hanya berbincang, para mahasiswa juga diajak berkeliling kompleks gereja, melihat secara langsung ruang-ruang pelayanan dan persiapan perayaan Paskah 2025 yang sedang dilakukan. Mereka menyaksikan altar yang dihias, petugas liturgi yang berlatih, dan berbagai aktivitas lain yang menyiapkan gereja menyambut puncak sukacita iman.

Kunjungan ini menjadi bagian dari tugas akademik mereka, sekaligus pengalaman berharga dalam membangun pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan umat beragama di Indonesia. Dialog lintas iman yang terjadi hari ini membuktikan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling belajar, menghargai, dan membangun kedamaian bersama.

Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta atas kunjungan dan semangat belajarnya. Semoga momen ini menjadi benih persaudaraan sejati dalam keberagaman bangsa kita.


PAMDAL Stasi Maguwo: Di Balik Layar, Mereka Selalu Siaga

 

 

Ketika umat datang ke gereja dengan hati tenang dan nyaman, sering kali ada sekelompok orang orang yang diam-diam sudah lebih dulu bersiap. Mereka bukan imam, bukan petugas liturgi, dan bukan pula koor. Namun tanpa kehadiran mereka, rasa aman bisa jadi hilang, dan kekhidmatan misa bisa terganggu. Mereka adalah PAMDAL Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo—para penjaga ketertiban yang bekerja dalam diam, tapi berdampak besar.

Di bawah komando Bapak Antonius Sumaryono, tim PAMDAL terdiri dari para pria tangguh dan berdedikasi tinggi yang berasal dari berbagai lingkungan di Stasi. Mereka adalah umat biasa yang terpanggil untuk mengambil peran luar biasa: menjaga keamanan dan kelancaran setiap kegiatan gereja, dari misa harian hingga perayaan besar seperti Natal dan Pekan Suci.

Namun, tugas mereka tidak hanya berhenti di pengamanan saat ibadat berlangsung. Tahun 2025 ini, Tim PAMDAL aktif dalam berbagai kegiatan strategis yang menunjukkan bahwa peran mereka semakin luas dan penuh semangat kolaboratif.

Beberapa kegiatan penting yang dijalani Tim PAMDAL sepanjang tahun ini antara lain:

  1. Ikut serta dalam gladi bersih Pekan Suci 2025, memastikan alur acara berjalan tertib dan aman dari awal hingga akhir. Mereka bukan hanya hadir di hari-H, tapi juga terlibat aktif dalam persiapan.

  2. Menghadiri rapat koordinasi dengan Panitia Pekan Suci 2025, demi menyatukan persepsi, membahas potensi risiko, serta menyusun strategi teknis demi kelancaran ibadat yang melibatkan ribuan umat.

  3. Berperan dalam kolaborasi bersama BANSER DIY di Posko Mudik Kalasan 2025, sebagai bentuk solidaritas dan pengabdian lintas organisasi untuk pelayanan masyarakat yang lebih luas.

  4. Bersinergi dengan elemen aparat keamanan dan masyarakat sekitar gereja, menunjukkan bahwa PAMDAL tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari jalinan kerja sama yang lebih besar demi menciptakan suasana ibadah yang aman, nyaman, dan tertib.

Dengan semangat pelayanan dan loyalitas yang tinggi, Tim PAMDAL tidak hanya menjadi penjaga fisik gereja, tetapi juga simbol kedewasaan iman umat, yang siap melayani secara nyata di balik layar. Mereka tidak selalu terlihat, tapi kehadiran dan peran mereka sungguh terasa.

Terima kasih, Tim PAMDAL  Stasi Maguwo. Karena kalian, umat bisa beribadah dengan tenang. Karena kalian, suasana gereja tetap kondusif dan bersahabat.

 

Mari Ambil Bagian: Bersama Mewujudkan Rumah Tuhan di Maguwo

Setelah disahkannya Masterplan Kawasan Gereja Santa Maria Bunda Allah – Stasi Maguwo oleh Tim Pembangunan Keuskupan Agung Semarang, kini kita memasuki babak baru dalam perjalanan iman kita bersama: penggalangan dana untuk pembangunan.

Saudara-saudariku terkasih,
Pembangunan kawasan gereja ini bukanlah proyek duniawi semata. Ini adalah karya iman. Ini adalah bentuk nyata cinta kita kepada Tuhan dan kepada Gereja-Nya. Kita sedang tidak hanya membangun gedung — kita sedang meletakkan dasar bagi generasi mendatang untuk berdoa, bertumbuh dalam iman, dan melayani sesama.

Melalui kawasan ini, akan hadir:
– Tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman
– Pusat pelayanan pastoral untuk anak-anak, OMK, keluarga, lansia, dan seluruh umat
– Ruang perjumpaan sosial yang terbuka bagi masyarakat luas

Namun, semua itu tidak mungkin terwujud tanpa dukungan nyata dari seluruh umat.

Kami mengajak Anda untuk turut ambil bagian dalam gerakan kasih ini.
Dukung pembangunan ini dengan:
Doa yang tulus
Partisipasi aktif dalam kegiatan umat
Kontribusi dana sesuai kemampuan

Besarnya sumbangan bukan yang utama — yang terpenting adalah hati yang mau memberi, dan semangat yang percaya bahwa bersama, kita bisa mewujudkan sesuatu yang besar.

Kami percaya:
Berkat Tuhan tidak pernah kurang bagi orang yang murah hati.
Apa yang kita tanam hari ini, akan menjadi berkat bagi banyak jiwa esok hari.
Gereja ini akan berdiri bukan karena kekuatan satu dua orang, tetapi karena cinta dan kerja sama seluruh umat.

Mari kita buktikan bahwa Gereja ini milik kita semua, dan tanggung jawab kita bersama.
Berikan yang terbaik. Doakan yang terbaik. Dan percayalah, Tuhan akan melipatgandakan setiap kebaikan yang kita tabur.

Untuk informasi penggalangan dana, cara berdonasi, atau berpartisipasi dalam tim pembangunan, silakan hubungi panitia atau pengurus lingkungan setempat. Kami akan segera menyampaikan detail dan tata cara penyaluran bantuan secara transparan dan akuntabel.

Bersama kita bangun. Bersama kita wujudkan.
Bersama kita persembahkan karya ini untuk kemuliaan Tuhan.

Ad maiorem Dei gloriam.

 

 

 

 



 

Tonggak Sejarah Baru: Masterplan Kawasan Gereja Santa Maria Bunda Allah Resmi Disetujui oleh Tim Pembangunan KAS

 

Hari ini, Kamis, 10 April 2025, menjadi momen yang tak terlupakan dalam perjalanan umat Stasi Maguwo. Di tengah harapan dan kerja keras yang telah dirintis sejak lama, satu langkah besar telah tercapai: Masterplan Kawasan Gereja Santa Maria Bunda Allah – Stasi Maguwo telah resmi disahkan dan disetujui oleh Tim Pembangunan Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Momen ini adalah buah dari proses yang penuh ketekunan, refleksi, dan kolaborasi. Sebuah visi besar tentang bagaimana Gereja seharusnya hadir di tengah umat dan masyarakat telah dituangkan secara konkret ke dalam rencana yang matang dan menyeluruh—bukan sekadar menggambar bangunan, tapi merancang masa depan.

Proses pemaparan dilakukan dengan penuh semangat dan keyakinan oleh Tim Pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah, di bawah kepemimpinan Bapak Al. Bagio M., dan didampingi oleh Saudara Martinus Ervin selaku perancang masterplan. Bersama para anggota tim lainnya, mereka mempersembahkan lebih dari sekadar presentasi. Mereka mempersembahkan sebuah mimpi umat, sebuah cita-cita bersama yang lahir dari doa, diskusi, dan kerinduan untuk menjadikan Gereja sebagai rumah yang hidup.

Setelah pemaparan mendalam dan sesi tanya jawab, rombongan Tim Pembangunan KAS melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Udara pagi Maguwo menyambut langkah-langkah penuh harapan itu. Dan di tengah gereja ini yang akan menjadi pusat perjumpaan ilahi dan manusia itu, sebuah keputusan penting diambil………………………….

“Kami menyetujui masterplan ini.”

Kalimat singkat itu bukan hanya persetujuan administratif. ini adalah pengesahan atas harapan. Ini adalah jawaban atas doa. Dan ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk melangkah ke tahap selanjutnya — bersama.

Masterplan ini memuat lebih dari sekadar gedung atau batas tanah. Ia merancang rumah Tuhan yang menumbuhkan iman, menyediakan ruang pelayanan pastoral yang membentuk karakter, dan membuka pintu sosial Gereja bagi siapa pun yang mengetuk.

Kini, saatnya kita bergerak maju. Dengan restu Keuskupan, kita diundang untuk melanjutkan proses ini dengan penuh semangat dan komitmen: mempersiapkan penggalangan dana, perencanaan teknis lanjutan, dan pelaksanaan pembangunan secara bertahap.


Perjalanan ini adalah perjalanan kita bersama.
Bukan tentang membangun dinding dan atap, tetapi membangun warisan iman bagi anak cucu kita. Bukan semata menyusun bata demi bata, tapi menyusun kasih, pengharapan, dan pelayanan dalam wajah Gereja yang nyata.

Mari kita tanggapi anugerah hari ini dengan hati yang bersyukur dan tangan yang siap terulur. Sebab dengan bersama, kita bisa menghadirkan sesuatu yang besar, indah, dan bermakna—demi kemuliaan Tuhan dan pelayanan kepada sesama.

Ad maiorem Dei gloriam – Demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.


 

terima kasih kepada :
bapak Al. Bagio. M ketua tim pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah
Martinus Ervin, desainer masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah
Tim pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah



Mengenal Lebih Dekat Tugas Pengurus Dewan Stasi Maria Bunda Allah Maguwo periode 2023 – 2025

Gereja yang hidup dan bertumbuh tidak lepas dari peran banyak tangan yang bekerja dalam diam namun penuh semangat. Di balik setiap kegiatan liturgi, pelayanan sosial, pembinaan umat, hingga urusan rumah tangga gereja—ada sekelompok orang yang dengan rendah hati memberi waktu, tenaga, dan hati mereka untuk melayani.

Mari kita mengenal jajaran Pengurus Dewan Stasi Maria Bunda Allah Maguwo periode 2023 – 2025, yang siap berjalan bersama umat dan mendampingi setiap langkah pertumbuhan iman di stasi kita tercinta:



Pelayan Bukan Bos, Tapi Sahabat Iman

Yang perlu diingat, para pengurus ini bukanlah “atasan” umat, tapi sahabat seperjalanan dalam peziarahan iman. Mereka adalah pribadi-pribadi biasa yang juga bekerja, mengurus keluarga, menghadapi kesulitan… tapi memilih untuk tetap melayani.

Tugas mereka tidak selalu mudah, bahkan sering kali melelahkan. Namun dengan dukungan umat, semangat doa, dan kerja sama yang erat, kita percaya bahwa bersama-sama kita bisa menjadikan Stasi Maria Bunda Allah Maguwo sebagai gereja kecil yang hidup, hangat, dan penuh harapan.

 

 

 



 

Profil Ibu Hebat Stasi Maguwo: Menabur Cinta, Menuai Kehidupan Lewat Laudato Si’

Di tengah kesibukan mengurus rumah, memasak, menemani anak belajar, bahkan mengurus kegiatan lingkungan… para ibu-ibu Stasi Maria Bunda Allah Maguwo tetap punya satu hal yang tidak pernah ketinggalan: cinta pada bumi dan ciptaan Tuhan.

Bukan hanya lewat kata-kata, mereka membuktikan kasih itu lewat tindakan nyata, terinspirasi dari ajaran Laudato Si’ karya Paus Fransiskus. Ensiklik ini mengajak seluruh umat Katolik untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama, dan para ibu hebat ini sudah lama melakukannya—dengan semangat, sukacita, dan tentunya… banyak cerita lucu di baliknya.

Bank Sampah Bukan Tempat Horor, Tapi Harapan

Salah satu program unggulan yang mereka jalankan adalah bank sampah, tempat di mana sampah bukan lagi jadi masalah, tapi jadi berkah.

Setiap bulan, para ibu mengumpulkan sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan kaleng—lalu disortir dan ditukar dengan dana kas lingkungan, bahkan sebagian dialokasikan untuk aksi sosial.

“Daripada nyampah, mending bantu sesama,” ujar salah satu ibu sambil senyum, tangannya tetap sibuk merapikan botol plastik.

Kerja Sama dengan Lingkungan, Semangatnya Luar Biasa

Yang paling keren, para ibu ini nggak jalan sendiri. Mereka menggandeng tim lingkungan, ketua lingkungan, dan bahkan generasi muda untuk ikut serta.

Dalam acara lingkungan atau pertemuan warga, mereka sering mengisi sesi edukasi kecil-kecilan:
bagaimana bikin kompos, cara mudah mengurangi plastik, bahkan demo membuat sabun dari minyak jelantah!

Mereka tidak hanya mengajak, tapi menulari semangat cinta bumi dengan kasih dan keceriaan.

Iman yang Hidup Lewat Aksi Nyata

Apa yang dilakukan para ibu ini sejatinya bukan sekadar program lingkungan. Tapi bentuk iman yang hidup dan bekerja lewat kasih, seperti yang diajarkan dalam Laudato Si’.

Dengan tangan-tangan penuh cinta dan semangat pelayanan, mereka merawat bumi ini seperti merawat keluarga sendiri—karena bagi mereka, merawat bumi = merawat masa depan anak cucu.

 

 

Terima Kasih, Ibu-Ibu Hebat Stasi Maguwo

Kisah mereka menginspirasi kita semua untuk tidak menunda kebaikan, memulai dari hal kecil, dan melakukannya dengan sukacita.

Karena bumi ini bukan milik kita sendiri—tapi warisan untuk generasi selanjutnya, yang Tuhan titipkan untuk kita pelihara bersama.

 

 



Dua Berkat, Satu Sukacita: Baptis dan Peneguhan di GMBA Maguwo

Minggu 6 April 2025, suasana di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo terasa sedikit lebih manis dan penuh senyum dari biasanya. Bukan karena pendinginnya nyala maksimal atau karena koor-nya nyanyi lagu favorit umat, tapi karena kita semua ikut menyaksikan dua momen sakral dan membahagiakan: pembaptisan satu anak dan peneguhan satu anak remaja.

Satu anak resmi “masuk anggota” penuh keluarga besar umat Allah lewat sakramen baptis. anak itu tersenyum waktu disiram air baptis bisa jadi karena kaget airnya agak dingin, tapi kami percaya itu adalah air sukacita yang membasuh dan menyegarkan jiwa. Selamat datang dalam kehidupan iman, dek! Satu langkah kecil bagimu, tapi langkah besar menuju surga

Di saat yang hampir bersamaan, seorang anak remaja kita juga menerima sakramen peneguhan tanda bahwa ia siap jadi pribadi yang lebih kokoh dalam iman. Kalau sebelumnya dibimbing, sekarang mulai siap membimbing. Walau mungkin masih suka lupa naruh kunci rumah, semoga tidak pernah lupa kalau dirinya sudah dipenuhi Roh Kudus

Kedua peristiwa ini adalah pengingat kecil bahwa Gereja bukan cuma bangunan, tapi keluarga yang terus bertumbuh. Ada yang baru bergabung, ada yang diteguhkan, dan ada kita semua yang selalu diingatkan: iman itu hidup, dan harus terus ditumbuhkan bersama.

Selamat untuk kedua anak dan keluarganya! Terima kasih juga untuk semua umat yang hadir, ikut tersenyum, dan tentu saja—ikut berdoa (meski sambil ngelirik jam, takut terlambat sarapan kedua)

 

terima kasih romo Dadang

 

 

 



“Ketika Tuhan Adalah Pilot Hidup Kita”

Pernah nggak sih kamu naik pesawat, duduk manis di kursi, padahal kamu nggak lihat langsung siapa pilotnya? Tapi tetap aja kamu percaya bahwa dia tahu cara menerbangkan dan mendaratkan pesawat dengan aman.

Begitulah juga hidup kita bersama Tuhan.

Kadang kita nggak tahu ke mana arah hidup kita. Kadang turbulensi datang—masalah, sakit, kehilangan, tekanan. Tapi sama seperti kita percaya pada kemampuan pilot, kita juga diajak percaya bahwa Tuhan tahu jalur terbaik hidup kita.

Pilot tidak akan menjelaskan setiap detil perjalanan, tapi dia tetap mengantar kita sampai tujuan. Tuhan juga begitu. Kita mungkin nggak paham setiap proses, tapi kita tahu siapa yang memegang kendali.

3 Hal yang Bisa Kita Pelajari dari Dunia Penerbangan:

  1. Percaya pada yang Tak Terlihat
    Kita nggak lihat pilot, tapi tetap percaya. Iman itu serupa—percaya tanpa harus melihat langsung.
  2. Turbulensi Itu Normal
    Setiap penerbangan pasti ada goncangan. Tapi bukan berarti pesawat rusak. Masalah dalam hidup pun nggak selalu berarti kita salah jalan.
  3. Ikuti Petunjuk & Prosedur
    Di pesawat, kita dengerin petunjuk pramugari. Dalam hidup, mari dengarkan suara Tuhan melalui doa, firman, dan komunitas.

Penutup:

Hidup ini seperti perjalanan udara. Ada naik-turun, ada awan tebal. Tapi selama Tuhan yang jadi pilotnya, kita akan sampai di tujuan dengan selamat.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri.” — Amsal 3:5

https://youtube.com/shorts/2uOGvDVY_ic?si=30xMf9MpphIU7Cbr

 

 



Bersama Menyukseskan Pekan Suci 2025: Sinergi Dewan Harian, Panitia Paskah, dan Umat Stasi Maguwo

Pekan Suci merupakan puncak dari perjalanan iman umat Katolik dalam masa Prapaskah. Di tahun 2025 ini, semangat persiapan dan pelayanan untuk menyambut kebangkitan Tuhan sungguh terasa di tengah umat Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Segala kegiatan dan persiapan tidak lepas dari kerja sama yang solid antara Dewan Harian Stasi dan Panitia Paskah 2025, serta dukungan luas dari berbagai elemen umat.

Dalam semangat sinodalitas—berjalan bersama dalam iman dan pelayanan—Panitia Paskah 2025 bekerja bahu-membahu dengan Dewan Harian Stasi untuk merancang, mengoordinasikan, dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan liturgi selama Pekan Suci, mulai dari Minggu Palma hingga Perayaan Paskah.

Tahun ini, Wilayah Don Bosco dan Wilayah Loyola mendapat kepercayaan sebagai panitia utama, dan telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menggerakkan umat dan membangun koordinasi lintas wilayah. Dukungan penuh juga datang dari 17 Ketua Lingkungan (Kaling) di Stasi Maguwo, yang turut mengorganisir partisipasi umat di setiap perayaan dan mendukung kelancaran teknis maupun liturgis.

Tidak ketinggalan, tim-tim pendukung lainnya seperti liturgi, dekorasi, koor, prodiakon, tim keamanan, konsumsi, tim kesehatan dan soundsystem juga memainkan peran penting dalam menciptakan suasana ibadat yang khusyuk dan tertib. Seluruh tim bekerja dalam satu semangat: pelayanan yang tulus untuk memuliakan Tuhan dan membangun kebersamaan umat.

Dengan kerja sama yang erat ini, Pekan Suci 2025 bukan hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa ketika umat saling mendukung dan bersatu dalam pelayanan, kehadiran Tuhan sungguh nyata di tengah komunitas.

Semoga seluruh rangkaian ibadat dan kegiatan dalam Pekan Suci 2025 berjalan lancar dan menjadi berkat bagi seluruh umat di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.