Dua Berkat, Satu Sukacita: Baptis dan Peneguhan di GMBA Maguwo

Minggu 6 April 2025, suasana di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo terasa sedikit lebih manis dan penuh senyum dari biasanya. Bukan karena pendinginnya nyala maksimal atau karena koor-nya nyanyi lagu favorit umat, tapi karena kita semua ikut menyaksikan dua momen sakral dan membahagiakan: pembaptisan satu anak dan peneguhan satu anak remaja.

Satu anak resmi “masuk anggota” penuh keluarga besar umat Allah lewat sakramen baptis. anak itu tersenyum waktu disiram air baptis bisa jadi karena kaget airnya agak dingin, tapi kami percaya itu adalah air sukacita yang membasuh dan menyegarkan jiwa. Selamat datang dalam kehidupan iman, dek! Satu langkah kecil bagimu, tapi langkah besar menuju surga

Di saat yang hampir bersamaan, seorang anak remaja kita juga menerima sakramen peneguhan tanda bahwa ia siap jadi pribadi yang lebih kokoh dalam iman. Kalau sebelumnya dibimbing, sekarang mulai siap membimbing. Walau mungkin masih suka lupa naruh kunci rumah, semoga tidak pernah lupa kalau dirinya sudah dipenuhi Roh Kudus

Kedua peristiwa ini adalah pengingat kecil bahwa Gereja bukan cuma bangunan, tapi keluarga yang terus bertumbuh. Ada yang baru bergabung, ada yang diteguhkan, dan ada kita semua yang selalu diingatkan: iman itu hidup, dan harus terus ditumbuhkan bersama.

Selamat untuk kedua anak dan keluarganya! Terima kasih juga untuk semua umat yang hadir, ikut tersenyum, dan tentu saja—ikut berdoa (meski sambil ngelirik jam, takut terlambat sarapan kedua)

 

terima kasih romo Dadang

 

 

 



“Ketika Tuhan Adalah Pilot Hidup Kita”

Pernah nggak sih kamu naik pesawat, duduk manis di kursi, padahal kamu nggak lihat langsung siapa pilotnya? Tapi tetap aja kamu percaya bahwa dia tahu cara menerbangkan dan mendaratkan pesawat dengan aman.

Begitulah juga hidup kita bersama Tuhan.

Kadang kita nggak tahu ke mana arah hidup kita. Kadang turbulensi datang—masalah, sakit, kehilangan, tekanan. Tapi sama seperti kita percaya pada kemampuan pilot, kita juga diajak percaya bahwa Tuhan tahu jalur terbaik hidup kita.

Pilot tidak akan menjelaskan setiap detil perjalanan, tapi dia tetap mengantar kita sampai tujuan. Tuhan juga begitu. Kita mungkin nggak paham setiap proses, tapi kita tahu siapa yang memegang kendali.

3 Hal yang Bisa Kita Pelajari dari Dunia Penerbangan:

  1. Percaya pada yang Tak Terlihat
    Kita nggak lihat pilot, tapi tetap percaya. Iman itu serupa—percaya tanpa harus melihat langsung.
  2. Turbulensi Itu Normal
    Setiap penerbangan pasti ada goncangan. Tapi bukan berarti pesawat rusak. Masalah dalam hidup pun nggak selalu berarti kita salah jalan.
  3. Ikuti Petunjuk & Prosedur
    Di pesawat, kita dengerin petunjuk pramugari. Dalam hidup, mari dengarkan suara Tuhan melalui doa, firman, dan komunitas.

Penutup:

Hidup ini seperti perjalanan udara. Ada naik-turun, ada awan tebal. Tapi selama Tuhan yang jadi pilotnya, kita akan sampai di tujuan dengan selamat.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri.” — Amsal 3:5

https://youtube.com/shorts/2uOGvDVY_ic?si=30xMf9MpphIU7Cbr

 

 



Bersama Menyukseskan Pekan Suci 2025: Sinergi Dewan Harian, Panitia Paskah, dan Umat Stasi Maguwo

Pekan Suci merupakan puncak dari perjalanan iman umat Katolik dalam masa Prapaskah. Di tahun 2025 ini, semangat persiapan dan pelayanan untuk menyambut kebangkitan Tuhan sungguh terasa di tengah umat Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Segala kegiatan dan persiapan tidak lepas dari kerja sama yang solid antara Dewan Harian Stasi dan Panitia Paskah 2025, serta dukungan luas dari berbagai elemen umat.

Dalam semangat sinodalitas—berjalan bersama dalam iman dan pelayanan—Panitia Paskah 2025 bekerja bahu-membahu dengan Dewan Harian Stasi untuk merancang, mengoordinasikan, dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan liturgi selama Pekan Suci, mulai dari Minggu Palma hingga Perayaan Paskah.

Tahun ini, Wilayah Don Bosco dan Wilayah Loyola mendapat kepercayaan sebagai panitia utama, dan telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menggerakkan umat dan membangun koordinasi lintas wilayah. Dukungan penuh juga datang dari 17 Ketua Lingkungan (Kaling) di Stasi Maguwo, yang turut mengorganisir partisipasi umat di setiap perayaan dan mendukung kelancaran teknis maupun liturgis.

Tidak ketinggalan, tim-tim pendukung lainnya seperti liturgi, dekorasi, koor, prodiakon, tim keamanan, konsumsi, tim kesehatan dan soundsystem juga memainkan peran penting dalam menciptakan suasana ibadat yang khusyuk dan tertib. Seluruh tim bekerja dalam satu semangat: pelayanan yang tulus untuk memuliakan Tuhan dan membangun kebersamaan umat.

Dengan kerja sama yang erat ini, Pekan Suci 2025 bukan hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa ketika umat saling mendukung dan bersatu dalam pelayanan, kehadiran Tuhan sungguh nyata di tengah komunitas.

Semoga seluruh rangkaian ibadat dan kegiatan dalam Pekan Suci 2025 berjalan lancar dan menjadi berkat bagi seluruh umat di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Proses Menuju Masa Depan Pembuatan dan Pengajuan Masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Membangun bukan sekadar soal mendirikan fisik, tetapi menata harapan, merancang masa depan, dan menyusun ruang-ruang yang akan menjadi tempat perjumpaan umat dengan Tuhan dan sesama. Itulah semangat yang mengiringi seluruh proses penyusunan masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo—sebuah proses panjang yang dilandasi doa, dialog, dan kerinduan akan ruang ibadah yang semakin hidup dan mendukung dinamika iman umat.

Proses ini dimulai dari pertemuan-pertemuan awal, ketika umat bersama tim pastoral dan tokoh-tokoh lingkungan mulai menggagas perlunya pengembangan sarana dan prasarana gereja. Dalam diskusi yang terbuka, berbagai harapan dikumpulkan: ruang ibadat yang lebih representatif, fasilitas pastoral yang mendukung kegiatan kategorial, hingga area parkir dan ruang terbuka yang nyaman untuk beraktivitas dan bersosialisasi.

Berangkat dari semangat sinodalitas—berjalan bersama dalam mendengarkan dan merancang—dibentuklah tim perumus yang bekerja sama dengan tenaga ahli untuk mulai menyusun masterplan yang menyeluruh. Tahapan demi tahapan dijalani: mulai dari survei kondisi eksisting, studi kebutuhan umat, penyusunan konsep awal, hingga pematangan desain arsitektural dan fungsional. Seluruh proses ini tidak lepas dari berbagai revisi dan penyesuaian, yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab demi menghadirkan rencana pembangunan yang realistis, berkelanjutan, dan selaras dengan semangat liturgi serta pastoral Gereja Katolik.

Setiap masukan dari umat, dewan Stasi GMBA, hingga arahan dari pihak romo paroki menjadi bagian penting yang membentuk dan memperkaya rencana ini. Dengan semangat gotong royong, niat baik, dan kerja keras banyak pihak, masterplan akhirnya rampung dan secara resmi telah diajukan ke Keuskupan Agung Semarang untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuan.

Tahap pengajuan ini menjadi langkah besar yang menandai awal dari perjalanan berikutnya—sebuah proses yang tentu masih panjang, tetapi penuh harapan. Pengajuan ini adalah buah dari kerja kolektif seluruh komunitas stasi, dan menjadi ungkapan iman bahwa pembangunan gereja bukan semata-mata membangun bangunan, melainkan membangun hidup bersama yang semakin kuat dalam kasih dan pelayanan.

Semoga proses yang telah dilalui ini menjadi dasar yang kokoh untuk tahap selanjutnya. Dan kiranya, segala niat baik umat stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mendapat berkat dan penyertaan Tuhan, hingga pada waktunya, masterplan ini bisa diwujudkan demi pelayanan dan pertumbuhan iman umat yang semakin hidup dan dinamis.

terima kasih untuk Tim pembangunan GMBA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Keikut sertaan Tim Soundsystem GMBA dalam Gladi Paskah 2025 Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Menjelang perayaan Paskah 2025, berbagai tim pelayanan di lingkungan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) mulai mempersiapkan diri untuk menyambut momen puncak dalam tahun liturgi dengan penuh kesungguhan dan sukacita. Salah satu tim yang turut ambil bagian secara aktif adalah tim soundsystem GMBA, yang hadir dan terlibat penuh dalam gladi bersih persiapan Paskah yang diselenggarakan di gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Keterlibatan tim soundsystem bukan sekadar urusan teknis semata, tetapi menjadi bagian penting dari keseluruhan atmosfer liturgi. Dalam gladi ini, tim bekerja sama erat dengan tim liturgi, tim koor, prodiakon, lektor, serta petugas-petugas ibadat lainnya, guna memastikan setiap rangkaian perayaan berjalan harmonis dan tanpa hambatan, khususnya dalam hal pendukung suara dan audio.

Selama gladi, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh perangkat soundsystem, termasuk mixer, speaker, mikrofon kabel maupun wireless, serta memastikan posisi dan volume alat telah diatur dengan baik sesuai kebutuhan liturgi. Gladi ini juga menjadi ajang simulasi—bagaimana suara pemimpin ibadat, pembaca, serta koor bisa terdengar jelas dan merata di seluruh penjuru gereja. Tak jarang, beberapa penyesuaian teknis dilakukan di tempat demi mendapatkan hasil yang optimal.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, keikutsertaan tim dalam gladi ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan dan pelayanan lintas tim. Suasana latihan yang penuh semangat, didukung oleh komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, menciptakan keharmonisan yang sangat diperlukan dalam pelayanan gerejawi. Tim soundsystem GMBA pun menunjukkan semangat siap melayani, siap berkolaborasi, dan siap memberikan yang terbaik demi mendukung kelancaran perayaan Paskah.

Gladi ini menjadi cerminan dari semangat Paskah itu sendiri: kerja sama, pengorbanan waktu dan tenaga, serta kerinduan untuk menghadirkan suasana ibadat yang sungguh mendalam dan menyentuh hati umat. Melalui pelayanan teknis yang mungkin tak selalu terlihat oleh umat secara langsung, tim soundsystem percaya bahwa setiap suara yang terdengar dengan jernih dan setiap kata yang tersampaikan dengan baik adalah bagian dari pewartaan kabar sukacita kebangkitan Tuhan.

Dengan penuh syukur dan antusiasme, tim soundsystem GMBA siap menyambut perayaan Paskah 2025. Semoga setiap hal kecil yang dipersiapkan dalam gladi ini menjadi bagian dari kemuliaan Tuhan, dan umat dapat merasakan kehadiran-Nya secara nyata dalam setiap detik ibadat yang akan dijalani.



Ziarah Suara dan Doa – Sebuah Perjalanan Iman

Dalam semangat kebersamaan dan iman yang terus menyala, 5 april 2025 tim soundsystem GMBA memulai perjalanan ziarah rohani ke sembilan tempat suci, menapaki jejak-jejak kasih Tuhan dalam keheningan dan doa. Ziarah ini bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan batin, menyatu dalam syukur, harapan, dan pembaruan diri.

  1. Ibu Maria Damparing Kawicaksanan (Turi Sleman)
    Perjalanan dimulai dengan menapaki jalan sejuk di lereng Merapi, menuju tempat yang penuh damai: Ibu Maria Damparing Kawicaksanan. Di tengah hijaunya alam, kami memulai doa, menyerahkan niat dan permohonan di bawah naungan Bunda yang penuh kebijaksanaan.
  2. Sendang Sono (Kalibawang Kulonprogo)
    Lalu kami melangkah ke “Lourdes-nya Indonesia”, Sendang Sono. Di tempat ini, kami merefleksikan sejarah iman dan ketekunan misionaris, seraya membasuh hati dengan air sendang yang menyegarkan jiwa.
  3. Bunda Maria Penolong Abadi (Minggir Sleman)
    Dalam keheningan yang teduh, kami tiba di tempat ziarah Bunda Maria Penolong Abadi. Di sini, kami membawa segala beban hidup untuk dititipkan pada Bunda yang tak pernah lelah menolong anak-anaknya.
  4. Jatiningsih (Klepu Sleman)
    Suasana syahdu menyambut di Jatiningsih. Deretan pohon jati menjadi saksi keheningan doa-doa yang kami panjatkan. Kami memohon keteguhan iman dalam menjalani panggilan hidup sehari-hari.
  5. Jurang Metes (Sedayu Bantul)
    Jurang Metes memberikan nuansa alam yang memukau. Di tengah denting air dan udara sejuk, kami merenungkan makna pertobatan dan kesetiaan dalam mengikuti Kristus, Sang Jalan, Kebenaran, dan Hidup.
  6. Candi Maria (Sedayu Bantul)
    Tak jauh dari sana, Candi Maria menawarkan keheningan khas tempat ziarah. Dalam balutan arsitektur yang unik, kami merasakan kehadiran Maria sebagai Ibu Gereja yang selalu menyertai perjalanan umatnya.
  7. Gua Maria Semanggi (Kasongan Bantul)
    Di tengah kehidupan seni Kasongan, Gua Maria Semanggi menjadi tempat hening yang membumi. Kami bersyukur atas karya-karya kami dan memohon agar setiap pelayanan kami—termasuk dalam bidang soundsystem—senantiasa menjadi berkat.
  8. Wajah Yesus (Pajangan Bantul)
    Kami kemudian menghadap Wajah Yesus di Pajangan, tempat kontemplatif yang menghadirkan kedekatan pribadi dengan Sang Penebus. Tatapan-Nya mengajak kami merenung dan memperbarui diri dalam kasih dan pengampunan.
  9. Ganjuran (Bambanglipuro Bantul)
    Ziarah ditutup di Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, simbol perjumpaan antara iman dan budaya. Di altar Jawa yang agung, kami menutup perjalanan dengan misa syukur, memohon berkat untuk karya, keluarga, dan seluruh kehidupan kami.

Ziarah ini menjadi pengalaman spiritual yang mendalam. Lewat setiap langkah, doa, dan perhentian, kami disegarkan dalam iman dan persaudaraan. Semoga kasih Tuhan yang kami alami sepanjang perjalanan ini terus memancar lewat pelayanan kami, tak hanya dalam suara yang terdengar, tapi juga dalam hati yang tersentuh.



Pertemuan Tim Soundsystem GMBA,Evaluasi & Persiapan Paskah 2025

Pada hari Senin, 10 Februari 2025, tim soundsystem GMBA mengadakan pertemuan santai di rumah Mas Felix. Agenda utama dalam pertemuan ini adalah melakukan evaluasi pelayanan sebelum memasuki masa Pra-Paskah dan menyusun langkah-langkah persiapan untuk mendukung perayaan Paskah 2025.

Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, pertemuan diawali dengan sharing pengalaman pelayanan, di mana masing-masing anggota menyampaikan masukan dan evaluasi. Beberapa hal yang menjadi perhatian bersama antara lain:

  • Pentingnya pengecekan alat secara menyeluruh sebelum ibadat
  • Kendala teknis seperti gangguan mikrofon atau posisi speaker
  • Perlunya koordinasi lebih intens dengan tim liturgi dan koor

Setelah sesi diskusi utama, tim juga menyepakati beberapa rencana persiapan Paskah:

  1. Menjadwalkan gladi bersih bersama tim liturgi dan koor
  2. Menyesuaikan konfigurasi soundsystem sesuai kebutuhan ibadat
  3. Menyusun jadwal piket teknisi dan backup perangkat

Menambah kehangatan suasana, pertemuan ini diselingi dengan acara santai berupa nyanyi bareng lagu-lagu jadul, yang makin mempererat keakraban antar anggota. Suasana kekeluargaan terasa kental, menjadi penyemangat bagi seluruh tim untuk terus melayani dengan sepenuh hati.

Dengan semangat sukacita dan kebersamaan, tim soundsystem GMBA siap mendukung kelancaran teknis dalam perayaan Paskah 2025 agar umat dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk.




PENYEGARAN JANJI PERKAWINAN

Salah satu program Tim Pendampingan Keluarga, Bidang Paguyuban dan Persaudaraan Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo adalah Penyegaran Janji Perkawinan bagi pasangan suami-istri umat Stasi Maguwo. Program ini dilaksanakan setiap tiga bulan sebagai bentuk pendampingan dan penguatan kehidupan berkeluarga.

Dalam Misa Hari Minggu, 23 Maret 2025, yang dipimpin oleh Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., dilaksanakan penyegaran janji perkawinan bagi pasangan suami-istri yang telah saling menerimakan Sakramen Perkawinan pada bulan Januari hingga Maret. Dari total 69 pasangan yang diundang, sebanyak 45 pasangan hadir dan mengucapkan penyegaran janji perkawinan mereka setelah homili.

Setelah perayaan Misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. Acara ini diisi dengan sambutan serta lantunan lagu kenangan yang dibawakan oleh beberapa pasangan. Dalam sesi berbagi pengalaman, beberapa pasangan menyampaikan kesan yang sama, bahwa keterbukaan, komunikasi yang baik, kesabaran, dan sikap tidak egois merupakan kunci dalam memelihara keharmonisan serta kebahagiaan dalam keluarga.

Dalam peneguhannya, Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., menyampaikan tahapan proses dalam kehidupan manusia. Beliau menjelaskan bahwa usia, proses, serta tanggung jawab manusia dapat dibagi ke dalam tiga tahap:

  1. 0 – 25 tahun: Tahap anak bertumbuh dan berproses menjadi dewasa.
  2. 26 – 50 tahun: Usia produktif dalam karya, membangun keluarga dengan penuh tanggung jawab, termasuk bekerja, membesarkan, dan mendidik anak.
  3. 60 – 100 tahun: Masa di mana seseorang mengalami penurunan, sebagaimana yang digambarkan dalam tahap sebelumnya.

Menutup peneguhannya, Rm. Yohanes Ngatmo, Pr., berpesan agar setiap pasangan suami-istri tetap menjaga perkawinan mereka, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.

Selamat berbahagia bagi pasangan suami-istri yang telah melaksanakan Penyegaran Janji Perkawinan hari ini. Semoga selalu diberkati Tuhan.

NOVENA KERAHIMAN ILAHI

Hari Minggu pertama setelah Minggu Paskah dirayakan sebagai Pesta Kerahiman Ilahi. Perayaan ini mengajak seluruh umat manusia untuk kembali menyadari dan merenungkan belas kasih Allah yang tiada batasnya. Belas kasih Allah adalah anugerah yang senantiasa dibutuhkan oleh manusia dalam berbagai kondisi hidup, terutama ketika manusia terjebak dalam tirani kuasa dosa, tirani kematian, dan tirani Hukum Taurat yang mengandalkan keselamatan semata-mata dari usaha manusia sendiri.

Sebagaimana yang diwahyukan oleh Yesus Kristus kepada Santa Faustina pada 22 Februari 1931:

“Aku mau supaya gambar itu diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paskah. Hari Minggu ini harus menjadi Pesta Kerahiman.”

Permintaan Yesus ini akhirnya diwujudkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2000 dengan menetapkan Hari Minggu setelah Paskah sebagai Pesta Kerahiman Ilahi.

Sebagai persiapan menyambut Pesta Kerahiman Ilahi, umat diajak untuk berdoa dan bersekutu dalam Novena Kerahiman Ilahi selama sembilan hari. Novena ini dimulai pada Hari Jumat, 18 April 2025, dan berlangsung hingga Hari Sabtu, 26 April 2025. Novena ini merupakan kesempatan bagi umat beriman untuk memperdalam iman serta memohon rahmat dan belas kasih Allah bagi diri sendiri, keluarga, dan seluruh dunia.

Semoga melalui Novena Kerahiman Ilahi ini, kita semakin diteguhkan dalam iman dan semakin percaya akan kasih dan kerahiman Tuhan yang senantiasa menyertai kehidupan kita. Amin.