Operasional Aman, Saatnya Cek mic cadangan

Setelah semua kabel dicolok, speaker tes tes 1-2 lancar, dan gladi bersih tinggal nunggu rundown, tim soundsystem GMBA pun membelah diri ke ruangan sebelah. Bukan buat rapat…………Bukan juga buat briefing. Tapi buat………………….. karaoke….wkwkwkwkwkw

Iya, bener. Di ruangan lain, yang biasanya buat istirahat, mendadak berubah jadi panggung dadakan. Mic dipegang erat, playlist dibuka, dan lagu nostalgia pun menggema. Katanya sih buat “ngetes mic cadangan”, tapi kenapa jadi ada yang nyanyi pakai hati sampe nutup mata ya…

Lagu berganti, suara bergema, dan suara-suara “unik” mulai terdengar,……….. dari yang kayak Ariel sampe yang lebih cocok jadi efek suara film horor.

Mas Felix langsung nyamber mic, katanya, “Cek sound mic cadangan,” tapi kok lagunya Sandiwara cinta……wkwkwkw
Mas Probo duduk santai, si penyanyi dengan suara paling lantang dengan lagu lagu golden memory nya………
Mas Darwanto si paling anteng tapi diam diam ikut bernyanyi……….
Dan Mas Danang Stef………………….Dia penyanyi paling niat, bawa playlist sendiri dan nyanyi sambil tutup mata, seolah konser tunggal.

sayang satu personil gak join karna katanya lagi ………mmm…..mmm……( lupa…….)

Ruangan karaoke mendadak lebih rame dari area panggung. Speaker kecil, tapi semangat besar. Di luar, orang kira mereka lagi istirahat. Padahal ini… ritual recharge energi spiritual dan vokal.

Begitulah tim soundsistem GMBA: kerja rapih, suara bening, tapi jeda tetap jenaka. Dan di balik kabel rapi itu, tersimpan hasrat jadi bintang karaoke……hahahaha


udah sama kan dengan video di bawah…….wkwkwkwkw….


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tahun Berjalan dan Harapan ke Depan

Tim Litbang GMBA Maguwo terus berkomitmen dalam pelayanan melalui pendataan dan perencanaan yang berfokus pada kebutuhan umat. Sepanjang periode kepengurusan ini, berbagai kegiatan telah dilakukan sebagai upaya untuk mendukung pengembangan pelayanan pastoral yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama tim adalah melakukan evaluasi dan pemutakhiran data umat, yang menjadi dasar penting dalam perencanaan program-program gerejawi. Dari hasil evaluasi, ditemukan beberapa dinamika, termasuk perubahan jumlah kepala keluarga, migrasi umat, serta kebutuhan khusus dari beberapa kelompok usia. Data ini menjadi acuan untuk memperkuat pelayanan yang lebih menyentuh kehidupan umat sehari-hari.

Selain itu, evaluasi data sakramen juga menjadi agenda penting tahun ini. Melalui pencatatan dan refleksi terhadap pelaksanaan sakramen, baik baptisan, komuni pertama, krisma, maupun pernikahan tim Litbang berupaya melihat sejauh mana pelayanan sakramental menjangkau umat, serta mengevaluasi kendala-kendala yang terjadi. Hasil evaluasi ini akan menjadi bekal untuk peningkatan koordinasi dengan tim terkait.

Melihat hasil evaluasi tersebut, tim Litbang GMBA Maguwo telah merumuskan beberapa rencana strategis untuk tahun berikutnya, antara lain:

  • Mengembangkan pendataan umat berbasis digital untuk memudahkan pemantauan dan komunikasi
  • Mengembangkan peta kebutuhan umat berdasarkan kategori usia dan kondisi sosial ekonomi, agar pelayanan lebih merata dan relevan.
  • Membuat forum refleksi dan masukan umat yang dilaksanakan rutin sebagai wadah aspirasi dan pembelajaran bersama.
  • Meningkatkan kerja sama lintas wilayah dan lingkungan dalam hal pemutakhiran data dan sinkronisasi program.

Kami percaya bahwa pelayanan yang kuat dimulai dari data yang akurat dan niat yang tulus. Dengan semangat kolaboratif, Litbang GMBA Maguwo siap melangkah lebih jauh untuk menjadi jembatan antara kebutuhan umat dan arah gerak Gereja.


Semangat Kebersamaan dalam Outbound Tim Litbang GMBA

Dalam upaya mempererat hubungan antar anggota serta memperkuat semangat pelayanan yang tulus dan kolaboratif, tim litbang Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo mengadakan kegiatan outbound yang berlangsung di Banyu Sumilir, Pakem, Sleman, pada Kamis, 1 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan refleksi bersama bagi para anggota, sekaligus sarana penyegaran rohani dan jasmani di tengah dinamika tugas pelayanan gerejawi.

Acara dimulai pada pagi hari dengan suasana cerah dan semangat yang menggebu. Pembukaan dilakukan oleh Bapak Agung selaku Ketua Stasi Maguwo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim litbang atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendampingi program-program pengembangan stasi. Ia juga menegaskan pentingnya membangun kebersamaan dan kekompakan dalam pelayanan, karena tim yang solid akan menjadi tulang punggung gereja yang hidup dan bertumbuh.

Sambutan berikutnya diberikan oleh Bapak Andre Muda, perwakilan dari tim litbang, yang menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momen untuk membangun kembali semangat melayani dengan hati yang jujur dan terbuka. “Tim litbang bukan hanya tim teknis yang mengurus data dan perencanaan,” ujar Bapak Andre, “tetapi juga mitra strategis pastoral yang harus mampu mendengar suara umat, menanggapi kebutuhan mereka, dan menjembatani gagasan menuju aksi nyata.” Ia juga menekankan bahwa kejujuran dan komunikasi yang baik adalah fondasi utama dalam setiap bentuk kerja sama, baik dalam lingkungan tim maupun dalam pelayanan umat.

Kegiatan kemudian dipandu oleh Bapak Frans, selaku pengelola Banyu Sumilir, yang dengan ramah menyambut seluruh peserta dan memperkenalkan konsep kegiatan yang akan dijalani hari itu. Setelah sesi pengarahan singkat, peserta diarahkan ke lapangan untuk memulai sesi permainan outbound yang telah dirancang secara khusus.

Dengan dipandu oleh tim fasilitator yang berpengalaman—Pak Ari, Mbak Murni, dan Mbak Ari—seluruh peserta diajak mengikuti serangkaian permainan yang menantang namun penuh kegembiraan. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk menguji kemampuan konsentrasi, melatih koordinasi, serta membangun kepercayaan dan kekompakan antaranggota. Tawa, semangat, dan sorak-sorai terdengar bergema di antara pepohonan dan aliran air alami, menciptakan suasana akrab dan menyegarkan.

Sebanyak 32 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni Kelompok Ganjil dan Kelompok Genap yang menamakan diri “Amazon”. Pembagian ini tidak hanya menambah unsur kompetitif, tetapi juga memunculkan dinamika unik yang mendorong semua peserta untuk saling mendukung, menyusun strategi bersama, dan tetap menjaga semangat sportivitas.

Di sela permainan, beberapa peserta menyampaikan kesan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai bentuk pemulihan spiritual dan emosional dalam pelayanan yang seringkali menuntut ketahanan dan kesabaran tinggi. "Saya merasa lebih dekat dengan teman-teman satu tim. Ternyata di balik kesibukan rapat dan diskusi, ada wajah-wajah hangat yang saling menopang," ungkap salah satu peserta.

Tim litbang sendiri memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan menggereja, khususnya di lingkungan Stasi. Mereka bertugas menggali informasi, menganalisis kebutuhan umat, merancang program pengembangan, serta menjadi motor penggerak dalam penyusunan kebijakan dan agenda pastoral. Dalam konteks sinodalitas, litbang menjadi pelopor dalam mendengarkan dan merumuskan arah gerak bersama sesuai kehendak Roh Kudus.

Kejujuran menjadi napas utama dalam kerja tim ini. Kejelasan data, keterbukaan terhadap masukan, serta integritas dalam menyampaikan laporan menjadi ciri khas yang dipegang teguh. Komunikasi yang baik pun menjadi kunci keberhasilan setiap langkah, terutama dalam menjembatani ide-ide antara tim kerja dan umat secara luas.

Kegiatan outbound ini pun diakhiri dengan sesi refleksi singkat, di mana masing-masing peserta diminta membagikan satu hal yang mereka pelajari dari pengalaman hari itu. Banyak yang menyoroti pentingnya saling percaya, mendengar dengan hati, dan tidak takut untuk berproses bersama meskipun penuh tantangan.

Outbound tim litbang Stasi Maguwo ini bukan sekadar kegiatan luar ruangan, tetapi merupakan perwujudan nyata dari semangat pelayanan yang dilandasi oleh kebersamaan, kejujuran, dan komunikasi yang terbuka. Harapannya, semangat ini tidak berhenti di Banyu Sumilir, tetapi terus menyala dalam setiap rapat, kegiatan, dan aksi nyata demi gereja yang semakin hidup, tanggap, dan bersinar bagi umat.

Array

Pembukaan Bulan Maria – Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo

Saudara-saudari umat Allah yang terkasih,

Hari ini, Kamis 1 Mei 2025, Bersama seluruh Gereja, kita memasuki Bulan Maria, masa penuh rahmat, ketika hati umat Katolik diarahkan secara khusus kepada Santa Perawan Maria, Bunda Tuhan kita. Dalam bulan ini, kita diajak untuk merenungkan kehadiran Bunda Maria dalam hidup kita, meneladani imannya yang total, dan membuka hati bagi karya keselamatan yang diwartakan melalui hidup dan tindakannya.

Dalam semangat iman dan devosi yang mendalam, Stasi Maria Bunda Allah memulai Bulan Maria dengan sebuah peristiwa rohani yang sungguh indah dan menyentuh: doa Rosario serentak oleh seluruh lingkungan, dilaksanakan di waktu yang sama, namun di tempat yang tersebar di tiap lingkungan masing-masing. Walau secara fisik terpisah, tetapi umat dipersatukan dalam satu semangat, satu intensi, dan satu hati di hadapan Allah, melalui perantaraan Bunda Maria.

Masing-masing lingkungan menyalakan terang devosi dari tempatnya sendiri, namun bersama-sama membentuk satu untaian doa yang harum di hadapan Tuhan. Satu demi satu, butir-butir Rosario dinaikkan sebagai persembahan cinta dan harapan, sebagai bentuk syukur dan permohonan, sebagai tanda kesetiaan umat kepada Allah melalui hati seorang ibu Maria, yang senantiasa mendoakan dan mendampingi anak-anaknya.

Inilah kekuatan Gereja: bersatu dalam doa, meskipun tak berada dalam satu ruangan. Seperti cahaya lilin di malam hari, yang terpisah namun menyatu dalam terang, demikian pula umat Stasi Maria Bunda Allah malam ini menghadirkan kehangatan iman dalam lingkup masing-masing, namun menggemakan satu suara kepada Surga.

Semoga rangkaian doa Rosario yang kita mulai malam ini menjadi sumber berkat bagi setiap keluarga, lingkungan, dan stasi kita. Semoga melalui perantaraan Bunda Maria, hidup kita pun makin dibentuk menjadi pribadi yang rendah hati, taat pada kehendak Allah, dan penuh kasih terhadap sesama.

putar audio di bawah ini, kemudian pejamkan mata anda………..

Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berlindung kepadamu.
Amin
.


Paskah PIA St. Angelus 2025: Bangkit, Bersama, dan Bersukacita

Paskah merupakan momen penuh sukacita bagi kita, termasuk bagi anak-anak. Sukacita paskah menggambarkan kemenangan perjuangan atas maut & dosa yang perlu dirayakan dengan syukur dan pengharapan. Paskah PIA St. Angelus 2025 yang diadakan pada Minggu, 27 April 2025 dengan tajuk Bangkit, Bersama, dan Bersukacita, Tim Pelayanan PIA mengajak anak-anak untuk menikmati momen Paskah sebagai suatu rangkaian perjuangan menuju kemenangan. Kegiatan Paskah bersama dikemas dalam tiga kegiatan utama, yakni Fun Games, Egg Hunt, hingga Easter Activity. Tidak hanya dikemas agar menarik dan menyenangkan bagi anak, teman-teman Pendamping PIA turut berupaya mengenalkan makna setiap perayaan dalam menyongsong Paskah, seperti Minggu Palma, Kamis Putih, hingga Jumat Agung.

Kegiatan yang dipandu oleh duo atta sebagai MC, yakni Kak Dominicus Artha (Atta) dan Kak Maria Stella Vita Maharani (Ata), secara meriah dibuka dengan menyanyikan lagu “Ikutlah PIA” dan “Adalah Sukacita”. Kak Putra dan Kak Rachel sebagai animator membangkitkan semangat anak-anak dalam bernyanyi dan mengikuti gerakan tarian. Setelah dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Rendra, MC memberikan pengantar singkat dan kuis untuk memberikan gambaran umum mengenai kegiatan dan makna paskah yang dirayakan bersama ini. Dinamika kegiatan terbagi dalam dua kelompok peserta, yakni kelas kecil untuk anak-anak usia Pra-TK & TK sedangkan kelas besar untuk anak-anak yang sudah memasuki bangku Sekolah Dasar.

Fun Games: Semangat Kebersamaan & Makna Perjuangan

Kegiatan pertama yakni Fun Games, baik bagi peserta kelas kecil maupun kelas besar. Anak-anak diajak untuk memaknai nilai-nilai dalam rangkaian pekan suci paskah mulai dari minggu palma, kamis putih, hingga jumat agung.
Permainan pertama merupakan implementasi nilai-nilai minggu palma yang mencirikan kebersamaan, kerja sama, dan harmoni selayaknya seluruh elemen gotong royong menyambut Yesus di Yerusalem. Pada permainan pertama, peserta kelas kecil diajak untuk bersama-sama menuangkan idenya dengan menggambar menggunakan kapur dengan media berupa paving block yang ada di parkiran belakang GMBA, sedangkan peserta kelas besar memainkan permainan “Jembatan Palma” di Pos 1, yakni Pos Minggu Palma bersama dengan Kak Kian. Aktivitas tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dalam diri anak-anak bahwa tujuan maupun hal baik dapat dicapai bersama-sama.

Permainan kedua mengadopsi makna perayaan Kamis Putih, yakni Kesetiaan & Melayani melalui permainan estafet lingkaran bergandengan dan Pos 2 berupa “Jalan Kemenangan” bersama Kak Vano. Anak-anak diajak untuk setia mendukung teman dan melayani agar dapat mencapai tujuan dan menghalau rintangan. Perayaan Jumat Agung yang menunjukkan semangat rela berkorban dan perjuangan dikemas melalui Pos 3 bersama Kak Nadia berupa “Menara Air” dan permainan memasukkan ring. Anak-anak diajak untuk berani ambil bagian dalam mewujudkan kemenangan, meskipun harus berkorban dengan menjadi basah di Pos Menara Air. “Basah? Siapa takut!” Mungkin itulah yang terbersit dalam pikiran Jaszon. Meskipun berperan pemain yang bertugas mengisikan air, Jaszon tetap basah kuyup karena membasahi dirinya sendiri agar kompak dengan teman-temannya yang berperan menahan air agar tidak tumpah.

Egg Hunt! Petualangan Mencari Telur

Setelah puas bermain, saatnya berpetualang dengan mencari telur paskah! Peserta kelas besar mencari telur di area lorong hingga teras depan, sedangkan peserta kelas kecil mencari telur di area parkiran belakang. Telur yang melambangkan kehidupan baru, menjadi pengingat bagi anak-anak bahwa harapan akan selalu ada setelah masa-masa sulit, seperti kebangkitan Yesus setelah wafat-Nya di salib.

Easter Creativity: Sukacita Merayakan Kebangkitan Yesus

Kegiatan terakhir, yakni merayakan kebangkitan Yesus dengan menghias ‘telur’ sebagai simbol kehidupan baru dengan media berbeda. Media berupa puzzle kertas untuk peserta kelas besar dan roti untuk peserta kelas kecil, jangan dimakan dulu yaa adik-adik! Seluruh rangkaian yang telah dilalui, tidak lengkap tanpa adanya apresiasi kepada para peserta. Setelah melalui berbagai rintangan, tantangan, dan upaya, tak lupa dilakukan pemberian hadiah kepada Tim Terbaik untuk peserta kelas besar dan Kreasi Terbaik untuk peserta kelas kecil. Semoga melalui kegiatan Paskah PIA St. Angelus 2025 ini, anak-anak dapat semakin mengenal dan memahami makna Paskah yang selalu dinantikan dan dirayakan setiap tahunnya. Sebagai ‘ritual’ wajib, kegiatan ditutup dengan foto bersama untuk mengabadikan momen indah ini.

Terima kasih banyak kepada para Pendamping PIA, Sahabat PIA, Orang Tua dan segenap Dewan Pastoral Stasi yang sudah mempersiapkan dan mendukung kegiatan Paskah PIA St. Angelus 2025 sehingga dapat berjalan dengan lancar dan asyik!

[DOKUMENTASI KEGIATAN]

Dokumentasi kegiatan dapat diakses melalui tautan berikut ini:

“Prodiakon: Tangan Kecil, Misi Besar”

Di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo, para Prodiakon bergerak tanpa banyak kata. Mereka menghidangkan sakramen bukan dengan tangan kosong, tapi dengan hati penuh pelayanan.
Ada yang tampak serius, ada juga yang senyumnya tak pernah lepas — tapi satu hal yang sama: ketulusan.

Selama Pekan Suci 2025 ini, Prodiakon GMBA benar-benar menunjukkan kelasnya.
Mulai dari mendampingi misa Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah, sampai Paskah — mereka hadir di setiap momen, seperti lilin kecil yang terus menyala.

Persiapan mereka?
Latihan, briefing, bahkan kadang diselingi becandaan kecil biar nggak tegang.
Karena mereka tahu, pelayanan yang besar selalu dimulai dari hati yang riang.

Dan jangan salah, lho. Saat umat lain mungkin gugup di depan altar, para Prodiakon ini tenang kayak air sungai yang mengalir.
Ada yang gaya jalannya santuy, ada yang super rapi seperti komandan upacara!

Lewat tangan mereka, kita semua belajar:

“Pelayanan bukan soal dilihat orang, tapi soal menyentuh hati Tuhan.”

Terima kasih, Prodiakon GMBA.
Terima kasih sudah menjadi jembatan antara cinta Allah dan kami umat-Nya.

Semoga langkah-langkah kecil kalian di altar, dicatat besar di Surga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kisah Para Pahlawan Bersuara: Tim Koor Pekan Suci 2025 GMBA

Pekan Suci 2025 di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo terasa makin megah dan menggema… semua karena ada para pahlawan bersuara emas: tim koor wilayah dan komunitas GMBA!
Mereka bukan cuma sekadar bernyanyi, bro. Mereka membungkus seluruh liturgi dengan harmoni surga, walau kadang dibalik senyum manisnya, ada suara nahan batuk atau ketegangan karena kunci nada yang mendadak naik tak terduga.

Mari kita kasih standing ovation buat mereka semua!

Minggu Palma dibuka dengan gagah berani oleh tim Koor Wilayah Don Bosco.
Suara mereka bikin prosesi daun palma serasa red carpet di surga!
Meski ada daun yang kadang nyerempet mic, mereka tetap tegar dan sopan.

Kamis Putih, giliran Wilayah Sang Timur yang turun panggung.
Mereka sukses mengubah suasana jadi syahdu dan haru.
Katanya sih, latihan mereka intens, sampai ada yang ngelantur nyanyi Ave Maria pas makan siang. (Saking terhanyutnya…)

Jumat Agung diisi dengan sangat khusyuk oleh Cantorez.
Waduh bro… harmoni suara mereka bikin merinding!
Bahkan kayu salib yang berat pun serasa lebih ringan karena diiringi lagu penuh penghayatan dari mereka.

Sabtu Vigili, malam paling sakral, dipercayakan ke Wilayah De Britto.
Tugas berat nih, dari suasana gelap sampai gegap gempita Gloria…
Tapi Wilayah De Britto menaklukkan semuanya, dengan stamina yang katanya dijaga pakai ramuan khusus: teh manis dan doa sepenuh hati!

Minggu Paskah, pentas kemuliaan, dipegang sama Wilayah Loyola.
Mereka tampil penuh semangat dan sukacita, bahkan ada umat yang bilang, “Lagu pembukaan aja udah bikin pengen joget syukur!”

Salut setinggi-tingginya untuk seluruh tim koor GMBA!
Kalianlah yang membuat Pekan Suci ini terasa hidup, megah, dan penuh getaran rohani.
Latihan tanpa lelah, koordinasi tanpa drama, suara yang naik-turun (dan kadang napas yang nyaris habis), semua jadi bagian dari pelayanan yang luar biasa indah.

Terima kasih karena sudah mempersembahkan bukan cuma suara… tapi hati.
Semoga setiap nada yang kalian lantunkan menjadi doa indah yang terbang langsung ke surga!
Kalau boleh, kita bilang:
“Koor GMBA, bukan sekadar bernyanyi, tapi mengubah misa jadi konser ilahi”

3M Buat semua….Makasih… Makasih…. Makasih…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KOMSOS GMBA di Pekan Suci 2025: Diam-diam Sibuk, Diam-diam Berdampak

Di balik megahnya perayaan Pekan Suci 2025 di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo, ada satu tim yang diam-diam sibuk, diam-diam berdampak besar: tim Komunikasi Sosial (KOMSOS).
Mereka adalah “pasukan senyap” yang memastikan setiap momen suci tidak hanya berlangsung khusyuk di tempat, tapi juga bisa dinikmati umat yang berhalangan hadir melalui tayangan, dokumentasi, dan media sosial.

Saat umat berarak di Minggu Palma, saat altar bersinar di Kamis Putih, saat lilin-lilin kecil bersinar di Vigili Paskah, hingga saat sukacita Paskah bergema—tim KOMSOS selalu ada, mengabadikan setiap detik penuh makna itu.

Mereka bekerja di balik layar, tapi hasilnya nyata. Mulai dari foto-foto penuh haru, video dokumentasi yang menyentuh hati, hingga update berita kegiatan yang menghangatkan dunia maya umat GMBA. Semua dilakukan dengan semangat pelayanan, penuh sukacita, meski kadang harus rela skip duduk nyaman di bangku gereja, demi pegang kamera

Tak jarang, saat umat sedang khusyuk berdoa, tim KOMSOS malah sibuk cari sudut terbaik—kadang jongkok, kadang berdiri di ujung tangga—demi satu jepretan yang bercerita lebih dari seribu kata.

Terima kasih untuk seluruh pejuang KOMSOS GMBA yang setia melayani dalam diam.
Karya kalian tak hanya memenuhi ruang media, tapi juga mengetuk hati banyak orang.
Semangat terus, tetap kreatif, tetap rendah hati. Karena dalam setiap klik, setiap rekaman, setiap postingan, kalian sedang mewartakan kasih Tuhan dengan cara yang unik dan penuh berkat

Suatu Harapan Akan Kehangatan

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Rm. Harto, Rm. Yadi, Rm. Rio, Rm. Bambang, Rm. Suhartono, Mgr. Blasius, Rm. Hartanto

Sejalan dengan Pertemuan 1 APP 2025: Menggali Semangat Dasar Gerakan APP, umat diajak untuk berbagi kasih dan perhatian sebagai bentuk pertobatan yang konkret—sebagaimana tertulis dalam 2 Korintus 9:6-15: “Memberi dengan sukacita membawa berkat,” umat Lingkungan St. Theresia, Stasi Maguwo melaksanakan kegiatan kunjungan Para Romo Sepuh di Domus Pacis, St. Petrus Banteng.

Kunjungan ini diisi dengan canda, tawa, dan obrolan yang hangat namun juga mendalam. Salah satu topik yang muncul adalah mengenai sakramen tobat, dan mengapa kita masih perlu mengaku dosa kepada romo. Rm. Bambang menjelaskan bahwa sakramen adalah puncak liturgi, di mana pengampunan dosa tidak hanya dimohon, tetapi diberikan secara nyata melalui tangan imam tertahbis. Pengakuan dosa kepada romo bukan formalitas, melainkan tindakan iman yang diiringi dengan niat sungguh untuk bertobat dan memperbaiki hidup.

Dalam suasana kekeluargaan tersebut, terselip pula suatu harapan dari para romo sepuh: agar semakin banyak umat yang berkenan berkunjung, agar mereka tidak merasa sendiri atau sepi dalam masa tua. Kehadiran umat, meskipun sebentar, membawa sukacita yang mendalam. Namun, mereka juga berpesan agar setiap kunjungan mengikuti aturan Domus Pacis, demi menjaga kesehatan dan kenyamanan bersama.

Romo Bambang mengingatkan bahwa hidup dalam iman berarti juga hidup dalam persekutuan kasih, manunggaling kawula mring Gusti, dan kasih itu salah satunya diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama, termasuk para gembala sepuh yang telah setia melayani Gereja. Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perhatian kecil bisa menjadi berkat besar. Umat yang hadir pun pulang membawa semangat baru: untuk lebih peduli, lebih bersyukur, dan lebih bersukacita dalam berbagi kasih.

Terima kasih umat Lingkungan St. Theresia

Pelayan Keindahan di Balik Altar: Tim Tata Bunga GMBA

Di balik altar yang selalu tampak anggun dan menawan, tersembunyi tangan-tangan terampil yang bekerja dengan hati—Tim Tata Bunga Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Mereka bukan hanya sekadar menyusun bunga. Mereka adalah seniman rohani yang setiap pekan menghadirkan keindahan sebagai ungkapan cinta dan hormat kepada Tuhan.

Dengan penuh kesabaran dan kreativitas, tim ini merangkai bunga-bunga segar, memilih warna-warna yang sesuai dengan kalender liturgi, dan menata dengan harmoni agar setiap umat yang datang merasakan damai dan kekhusyukan begitu memasuki gereja. Mulai dari misa harian, mingguan, sampai perayaan besar seperti Natal, Paskah, dan Hari Raya lainnya—Tim Tata Bunga selalu hadir, diam-diam tapi berdampak besar.

Yang bikin kagum, mereka nggak hanya datang, hias, terus pulang. Tapi benar-benar merencanakan, berdiskusi, bahkan kadang menanam sendiri bunga-bunga yang akan digunakan. Semangat gotong royong, kekompakan, dan sukacita selalu mewarnai setiap pertemuan mereka. Tak jarang, gelak tawa dan cerita lucu ikut menghiasi proses merangkai bunga—karena bagi mereka, ini bukan tugas, tapi pelayanan penuh cinta.

Terima kasih untuk semua anggota tim Tata Bunga GMBA yang selalu setia menjaga keindahan rumah Tuhan. Dalam senyap kalian bekerja, namun karya kalian begitu terasa. Semoga Tuhan membalas dengan berkat yang melimpah dan sukacita yang tak habis-habis.

Keindahan bunga di altar adalah pantulan keindahan hati kalian. Teruslah berkarya, teruslah melayani. Gereja kita terasa lebih hidup karena kalian ada.

terima kasih untuk ibu Valentina Isti Rudati sebagai koordinator tim tata bunga GMBA dan semua tim tata bunga dari lingkungan yang sudah membuat Gereja St Maria Bunda Allah menjadi indah di setiap perayaan Ekaristi

Bunga melati harum mewangi,
Disusun rapi di atas altar.
Tangan terampil bekerja sunyi,
Namun hasilnya sungguh mempesona dan segar!

Kerja di gereja bukan soal gaji,
Tapi soal hati yang mau melayani.
Tim tata bunga keren sekali,
Bikin suasana misa jadi lebih berseri