Misa Lingkungan St. Clara: Sabda Bahagia untuk Umat Bahagia

Hari yang ceria bagi umat St. Clara pada Rabu, 10 September 2025 karena dapat kembali menggelar Misa Lingkungan sebagai bagian dari kegiatan paguyuban umat lingkungan St. Clara. Perayaan ekaristi bertempat di kediaman Bapak Hugo Tridjoko, dengan dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan rohani yang sederhana dan hangat, dimana pada hari itu umat St. Clara kembali merenungkan sabda bahagia yang menjadi pengingat kita akan kekuatan iman dalam menghadapi tantangan dunia.

Sebagaimana tertuang dalam bacaan Injil, yakni Lukas 6:20-26, melalui homilinya, Romo Murdi kembali menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari hal-hal yang bersifat fana, melainkan buah atas keyakinan umat Kristus dalam memuliakan penderitaan hidup. Memuliakan penderitaan bukan dimaknai sebagai hidup seadanya, tetapi menjadi sarana bagi kita, umat-Nya, untuk selalu memperkuat relasi dengan Allah. Sukacita yang lahir dari iman yang tidak tergoncangkan oleh hambatan dan tantangan hidup adalah kebahagiaan sejati dalam hidup orang beriman akan Kristus. Umat lingkungan St. Clara diajak untuk senantiasa berpegang teguh pada iman dalam menghadapi getirnya kehidupan yang silih berganti sebagai sarana penguatan diri menuju kehidupan yang beriman dan seturut kehendak-Nya.

Perayaan liturgi dapat berjalan dengan lancar dan khidmat berkat dukungan umat lingkungan yang dengan rendah hati bersuka cita untuk melayani. Dengan penuh semangat, diantaranya yaitu Bapak Catur sebagai prodiakon, Ibu Amy sebagai Lektor, Ibu Yulia sebagai pemandu lagu, dan Mas Henri sebagai organis. Tidak lupa, kontribusi yang patut diapresiasi dari anak muda yaitu Rachel yang bersama Ibu Tanti untuk menghaturkan doa umat kepada Bapa. Tentu, kehadiran segenap umat lingkungan menjadi pelengkap suasana yang hangat sehingga momen Misa Lingkungan kali ini menjadi pengalaman hangat dan penuh kebahagiaan, sebagaimana yel-yel umat lingkungan St. Clara, yaitu Clara Ceria, Bahagia, Ya! Ya! Ya! Sangat mencerminkan umat yang bahagia. Tak lupa, setiap umat memiliki peran masing-masing dalam mengupayakan momen ceria berjalan lancar, tidak hanya melalui petugas liturgi, namun juga sikap nyengkuyung mempersiapkan lokasi hingga jamuan.

Selepas perayaan ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan sesi sharing yang hangat nan santai. Salah satu topik mengemuka dalam diskusi yaitu terkait dengan Perkawinan Beda Agama. Seluruh umat mengikutinya dengan antusias, suatu isu yang cukup populer dan relevan masa kini, khususnya di kalangan anak muda. Diskusi berlangsung terbuka dan saling menghargai, membuka ruang reflektif bagi umat untuk memahami dinamika kehidupan beriman dalam konteks relasi lintas keyakinan. Melalui diskusi ini juga menjadi bentuk bagaimana kendala berupa perbedaan perlu ditanggapi dengan penuh Iman demi mewujudkan kebahagiaan kekal bersama. Selain itu, diskusi tersebut menjadi bentuk nyata semangat sabda bahagia dalam umat lingkungan St. Clara dalam membangun basis komunitas yang tidak hanya aktif secara liturgi, tetapi juga pedulu terhadap isu-isu nyata dalam kehidupan umat. Terima kasih atas partisipasi umat, semoga kebersamaan dan pembinaan iman dalam lingkungan St. Clara kian tumbuh dan menjadi berkat bagi seluruh umat maupun masyarakat. Amin.

Santa Clara? Ceria! Bahagia! Ya! Ya! Ya!

Umat Stasi Maguwo Laksanakan Pertemuan Pertama BKSN 2025: Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri


Memasuki bulan September, umat Katolik di seluruh Indonesia diajak untuk semakin mendalami Sabda Tuhan melalui Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 dengan tema besar “Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3). Tema ini mengingatkan bahwa Allah selalu menghendaki umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan diri sendiri, dengan sesama, maupun dengan Allah dan seluruh ciptaan.

Di Stasi Maguwo, pertemuan pertama BKSN tahun ini dilaksanakan dengan tema khusus:
“Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” (Za. 1:1-6).

Pertemuan perdana ini diadakan serentak di beberapa lingkungan, yaitu:

Lingkungan Santa Monica

Lingkungan Santo Paulus

Lingkungan Santo Stefanus

Lingkungan Santo Gregorius

Lingkungan Santo Yohanes Pembaptis

Lingkungan Santo Fransiskus Asisi

Lingkungan Santo Gabriel

Lingkungan St Petrus

Makna Tema Pertemuan

Kitab Zakharia menegaskan pentingnya berbalik kepada Tuhan. Pembaruan hidup dimulai dari dalam diri: berani mengoreksi kelemahan, menyesali kesalahan, dan membuka hati bagi kasih karunia Allah. Relasi dengan diri sendiri berarti berani jujur, berdamai dengan masa lalu, dan membangun niat untuk hidup lebih baik sesuai kehendak Allah.

Dalam pertemuan ini, umat diajak merenungkan bahwa pertobatan pribadi adalah langkah pertama menuju pembaruan relasi dengan sesama dan Allah. Tanpa pembaruan dari dalam, ibadah hanya menjadi rutinitas kosong.

Suasana Pertemuan di Lingkungan

Setiap lingkungan menggelar pertemuan dengan penuh sukacita dan kekeluargaan. Umat berkumpul, berdoa, membaca Kitab Suci, dan mendalami makna pertobatan sejati. Banyak sharing iman yang menguatkan: ada yang berbagi pengalaman perjuangan mengatasi kelemahan pribadi, ada yang menuturkan bagaimana doa dan Kitab Suci menjadi penolong dalam menghadapi tantangan hidup.

Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk saling mendukung. Umat disadarkan bahwa pembaruan diri tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan doa, semangat, dan dukungan dari sesama dalam komunitas iman.

Harapan dan Buah Rohani

Melalui pertemuan pertama BKSN ini, umat Stasi Maguwo diteguhkan untuk memulai pembaruan hidup dari dalam diri. Dengan hati yang diperbarui, umat akan semakin siap membangun relasi yang baik dengan sesama dan semakin setia kepada Allah.

Doa, sharing, dan firman Tuhan yang direnungkan bersama menjadi sumber kekuatan untuk berjalan dalam pertobatan sejati. Dengan demikian, pertemuan pertama ini menjadi fondasi yang kokoh bagi pertemuan-pertemuan BKSN selanjutnya, agar seluruh umat sungguh mengalami Allah sebagai sumber pembaruan relasi dalam hidup.

Umat Stasi Maguwo Laksanakan BKSN Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama


Setiap bulan September, Gereja Katolik di seluruh Indonesia menghidupi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebagai kesempatan khusus untuk semakin akrab dengan Sabda Allah. Tahun 2025 ini, tema besar yang diusung adalah:

“Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3 — “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu”).

Tema ini mengingatkan kita semua bahwa Allah senantiasa memanggil umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan Dia, dengan sesama, maupun dengan seluruh ciptaan.

Pertemuan Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama

Memasuki pertemuan kedua, umat Stasi Maguwo merenungkan tema khusus:
“Pembaruan Relasi dengan Sesama” (Za. 7:1-14).

Pertemuan ini dilaksanakan di berbagai lingkungan, yaitu

Lingkungan Bartolomeus

Yohanes Pembaptis

Lingkungan St. Elisabet

Lingkungan St. Clara

Lingkungan St. Stefanus

Lingkungan St Monica

Lingkungan St Antonius

Lingkungang St Theresia

Lingkungan St Gregorius.

Lingkungan St Petrus

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, umat berkumpul di rumah-rumah umat untuk berdoa, membaca Kitab Suci, dan berbagi pengalaman iman. kaum muda, orangtua, hingga para lansia hadir dengan semangat yang sama: ingin semakin memahami kehendak Allah melalui firman-Nya.

Makna Pertemuan

Bacaan dari Kitab Zakharia (Za. 7:1-14) mengajak umat untuk menyadari bahwa ibadah sejati bukan hanya soal rutinitas doa atau ritual, tetapi harus melahirkan kasih yang nyata kepada sesama. Tuhan menegur umat Israel yang rajin berpuasa tetapi melupakan keadilan, belas kasih, dan kepedulian terhadap yang lemah.

Pesan ini sangat relevan dalam kehidupan kita sekarang. Relasi dengan sesama seringkali retak karena egoisme, perbedaan pendapat, atau sikap tidak peduli. Melalui pertemuan BKSN ini, umat diajak untuk memperbarui relasi tersebut dengan sikap kasih, kepedulian, dan pengampunan.

Suasana Pertemuan di Lingkungan

Dalam setiap pertemuan, suasana sederhana namun penuh makna selalu tercipta. Doa bersama, nyanyian pujian, dan sharing pengalaman hidup membuat pertemuan semakin hidup. Ada umat yang berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka belajar sabar dalam keluarga, ada juga yang menuturkan perjuangan untuk saling menguatkan di tengah kesulitan ekonomi. Semua itu menjadi wujud nyata bahwa firman Tuhan benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya memperdalam iman, BKSN juga mempererat ikatan persaudaraan. Pertemuan di lingkungan menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, saling mendoakan, dan saling meneguhkan. Dari lingkup kecil inilah wajah Gereja yang penuh kasih tampak nyata.

Harapan ke Depan

Melalui pertemuan kedua BKSN 2025 ini, umat Stasi Maguwo berharap semakin diteguhkan dalam iman, khususnya dalam menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan nyata. Relasi dengan sesama hendaknya terus diperbarui, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan yang nyata: membantu yang membutuhkan, menguatkan yang lemah, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Dengan demikian, ibadah yang dijalankan bukan sekadar rutinitas, melainkan sungguh-sungguh ibadah yang menghidupkan kasih. Dari Sabda yang direnungkan, umat dikuatkan untuk mewartakan kasih Allah dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

Ziarah dan Rekreasi (ZIAREK) Lingkungan St. Yohanes Pembaptis


Menguatkan Iman, Menyegarkan Semangat Pelayanan

Pada hari Minggu, 7 September 2025, umat Lingkungan St. Yohanes Pembaptis mengadakan kegiatan Ziarah dan Rekreasi (ZIAREK) sebagai wujud pembinaan iman dan penguatan kebersamaan umat. Kegiatan ini diikuti oleh 62 umat, yang antusias mengikuti rangkaian acara dari pagi hingga sore hari.

Ziarah ke Goa Maria Pereng: Dalam Hening, Iman Diteguhkan

Tujuan pertama adalah Goa Maria Pereng, sebuah tempat ziarah yang dikenal karena suasananya yang tenang dan mendukung refleksi batin. Di lokasi ini, umat bersama-sama melaksanakan:

  • Jalan Salib, mengenang penderitaan Kristus sebagai bentuk permenungan atas pengorbanan-Nya.
  • Doa pribadi, memberikan kesempatan bagi setiap umat untuk mendekatkan diri secara personal kepada Tuhan dan Bunda Maria.

Suasana doa yang khusyuk dan penuh penghayatan menjadi pengalaman spiritual yang memperkaya perjalanan iman para peserta.

Makan Siang Bersama dan Pemilihan Ketua Lingkungan Baru

Usai kegiatan rohani, seluruh peserta menikmati makan siang bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Momen ini tidak hanya menjadi waktu istirahat, tetapi juga ajang saling berbagi cerita dan keakraban antarsesama umat.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga Pemilihan Ketua Lingkungan Periode 2026-2028 dengan dipandu oleh OMK St. Lucius sebagai Panitia. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan tertib. Dari 32 nama umat di lingkungan yang memenuhi kriteria sebagai Ketua Lingkungan, terpilihlah 3 orang nama tertinggi untuk menjadi Calon Ketua Lingkungan. Pemilihan dilakukan dengan cara mencoblos para Calon Ketua Lingkungan pada Kertas Suara yang disediakan. Hasil pemilihan tersebut diumumkan pada hari yang sama dan dengan skor 35 suara maka Bapak Y. B Dwi Ariyono Wibowo terpilih sebagai ketua lingkungan yang baru, meneruskan kepemimpinan sebelumnya. Diharapkan, ketua baru ini dapat terus membawa semangat dan arah baru dalam pelayanan umat di lingkungan.

Rekreasi ke Rawa Pening: Menyatu dengan Alam dan Sukacita

Setelah sesi rohani dan kegiatan internal lingkungan, perjalanan dilanjutkan ke Rawa Pening, destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan dan kesejukan danau. Umat menikmati waktu santai, berfoto bersama, menaiki kapal dan menikmati panorama alam yang menyegarkan.

Perjalanan ditutup dengan membeli oleh-oleh di pedagang sekitar Rawa Pening yang menyajikan berbagai makanan tradisional dan hasil alam sekitar. ZIAREK ini menjadi bukti bahwa iman dan kebersamaan bisa berjalan beriringan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus menjadi agenda rutin yang membangun, baik secara rohani maupun sosial, bagi umat Lingkungan St. Yohanes Pembaptis.

Pertemuan BKSN 1 dan 2 Lingkungan St Gabriel

Bulan September dalam gereja Katholik merupakan Bulan Kitab Suci Nasional atau yang sering disingkat BKSN. LBI menetapkan tema BKSN 2025 adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Belajar dari Nubuat Zakharia dan Nubuat Maleakhi). Penentuan tema ini dipengaruhi oleh bulla Paus Fransiskus berkaitan dengan Tahun Yubileum 2025 yang berjudul Spes non Confundit (Pengharapan tidak Mengecewakan). Tema BKSN 2025 ini didalami dalam empat subtema, yakni:
1. Pembaruan Relasi Dengan Diri Sendiri (Za. 1:1-6),
2. Pembaruan Relasi Dengan Sesama (Za. 7:1 -14),
3. Pembaruan Relasi Dalam Keluarga (Mal. 2:10-16),
4. Pembaruan Relasi Dengan Allah (Mal. 3:13-18).

Lingkungan St Gabriel mengadakan pertemuan BKSN 1 dan 2 pada hari Jumat tanggal 5 September 2025 bertempat di rumah keluarga Rudy Manik. Umat yang hadir dalam pertemuan ini terdiri dari bapak, ibu, remaja dan anak berjumlah 26 orang. Pertemuan BKSN 1 dipimpin oleh Jiwo, Arif, Anang dan Natra. Sedangkan pertemuan BKSN 2 dipimpin oleh Candra, Anton, Rudy dan Joseph. Pada pertemuan BKSN 1 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa Allah menghendaki manusia mengalami pembaruan relasi dengan diri sendiri,dengan bertobat dan kembali kepada jati dirinya sebagai anak Allah. Petemuan BKSN 2 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa ibadah yang sejati kepada Allah senantiasa disertai dengan tindakan yang penuh kasih kepada sesama. Pertemuan BKSN ini ditutup pukul 21.00 WIB.

Pesta Nama Pelindung Lingkungan Santa Monica: Jiwa Baru, Semangat Baru!

Erista Garden Asri, 31 Agustus 2025 — Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan mewarnai perayaan pesta nama pelindung Lingkungan Santa Monica yang tahun ini mengangkat tema “Jiwa Baru, Semangat Baru.” Acara ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga serta memperkuat semangat pelayanan di dalam lingkungan.

Perayaan dimulai sejak pagi hari dengan berkumpulnya warga di rumah salah satu anggota lingkungan. Dalam suasana penuh keakraban, seluruh peserta kemudian berangkat bersama-sama menuju lokasi acara di Erista Garden Asri. Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, seluruh warga langsung disambut dengan berbagai kegiatan menarik yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah outbond seru yang dibagi ke dalam 4 kelompok, di mana setiap kelompok mengikuti berbagai tantangan menyenangkan yang menguji kekompakan, kreativitas, dan kerja sama tim. Gelak tawa dan semangat peserta terlihat jelas sepanjang sesi ini, mencerminkan semangat baru yang ingin dihidupkan di tengah komunitas.

Usai kegiatan outbond, acara dilanjutkan dengan *syukuran pesta nama pelindung Santa Monica. Dalam suasana yang lebih khidmat, seluruh warga bersama-sama mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dan teladan hidup Santa Monica sebagai pelindung lingkungan. Momen syukur ini ditandai dengan *pemotongan tumpeng, simbol harapan dan berkat bagi seluruh warga lingkungan.

Tak hanya itu, momen syukuran juga menjadi ajang istimewa dengan diperkenalkannya lagu lingkungan baru “Santa Monica” yang diciptakan oleh salah satu warga berbakat, Mas Iit. Lagu ini disambut antusias oleh seluruh peserta dan diharapkan menjadi simbol identitas dan semangat kebersamaan warga ke depan.

Acara ditutup dengan makan siang bersama yang penuh kehangatan serta pembagian doorprize yang menambah keceriaan seluruh peserta. Semua hadiah dibagikan secara adil dan meriah, memberikan kegembiraan terutama bagi anak-anak dan lansia yang ikut serta.

Melalui perayaan ini, Lingkungan Santa Monica menunjukkan semangat baru dalam menjalin relasi, memperkuat iman, dan membangun komunitas yang solid. Semoga semangat Santa Monica dalam ketekunan dan doa menjadi inspirasi nyata bagi setiap warga lingkungan.

Hidup Santa Monica! Jiwa Baru, Semangat Baru!

Sembahyangan dan Pemilihan Ketua Lingkungan St Antonius Periode 2026-2028

Sembahyangan dan pemilihan ketua lingkungan St Antonius periode 2026-2028, hari Kamis 28 Agustus 2025 di rumah klg. Bpk. Yani Ismono dan dihadiri oleh 21 orang. Pertemuan dimulai dg sembahyangan yg dipimpin oleh ibu Lia Wiwid, dilanjutkan pemilihan kaling dg cara menuliskan nama salah satu kandidat (bpk. Indarto, bpk. Larno, bpk. Satria) di secarik kertas.

 

 

Stlh kertas dikumpulkan, dibacakan satu persatu dan diperoleh hasil bpk. Indarto memperoleh 18 suara dan bpk. Larno 3 suara. Dg demikian diputuskan bhw kaling St. Antonius periode 2026-2028 adlh bpk. INDARTO dan sbg wakaling adlh bpk. LARNO. Pertemuan dimulai pkl. 19.30 wib dan berakhir pkl. 20.30 wib.

Pengumpulan Bahan Daur Ulang sebagai Wujud Pengamalan Laudato Si


Maguwo, 24 Agustus 2025 – Ibu-ibu Stasi Maguwo bersama Tim Pelayanan KCLH kembali melaksanakan kegiatan pengumpulan Bahan Daur Ulang (BDU) pada sore hari ini. Kegiatan yang secara rutin dijalankan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan ajaran Laudato Si, ensiklik Paus Fransiskus tentang kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama.

Melalui gerakan sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin peka terhadap kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan kembali barang-barang yang bisa didaur ulang. Selain mengurangi sampah, hasil pengumpulan BDU juga menjadi sarana untuk mendukung berbagai kebutuhan pastoral di stasi.

Semangat kebersamaan ibu-ibu stasi dan timpel KCLH menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata. Dengan langkah kecil yang dilakukan bersama, diharapkan tumbuh kesadaran ekologis yang semakin kuat di tengah umat, sehingga cita-cita “Gereja yang ramah lingkungan” dapat terus digelorakan.

“Wujud Kasih dan Kepedulian: Stasi Maguwo Salurkan Bantuan kepada Warga Terdampak Bencana”


Minggu, 24 September 2025, Stasi Maguwo kembali menunjukkan kepedulian terhadap sesama dengan memberikan bantuan kepada tiga keluarga warga Lingkungan Santo Yusuf yang rumahnya terdampak angin puting beliung.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua Stasi Maguwo, Bapak Agung, dan disaksikan oleh Ketua Bidang Kemasyarakatan, Bapak Al Bagio, serta Ketua Lingkungan Santo Yusuf, Bapak Sugeng.

Adapun penerima bantuan adalah:

  1. Yohanes Surahmin
  2. Theresia Ngatinem
  3. Christina Waliti

Melalui kegiatan ini, Stasi Maguwo berharap dapat meringankan beban keluarga terdampak serta memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas antarumat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu proses pemulihan dan menjadi wujud nyata kasih serta perhatian gereja terhadap umatnya.

“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi pengingat bahwa kita adalah satu keluarga dalam iman dan kasih,”

Stasi Maguwo berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan kepada umat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat dan musibah.

Srawung dengan Sesama. Sarasehan Kebangsaan II Gregorius

Lingkungan St. Gregorius kembali menyelenggarakan sarasehan kebangsaan pada Kamis, 21 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB, yang dihadiri oleh 18 umat dari berbagai usia. Acara ini berlangsung sederhana namun penuh makna, menghadirkan suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan.

Materi utama yang diangkat kali ini adalah mengenai kehidupan bermasyarakat: srawung, saling menghargai, dan menerima sesama tanpa membeda-bedakan agama, suku, maupun ras. Umat diajak untuk menyadari bahwa sebagai pengikut Kristus, setiap pribadi dipanggil untuk menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam relasi sosial bersama warga sekitar.

Menghidupi Kasih Kristus dalam Kehidupan Bermasyarakat

Dalam sharing yang dibagikan, terungkap bahwa umat Katolik hendaknya tidak hidup eksklusif, melainkan mampu berbaur, berelasi, dan hidup berdampingan secara harmonis. Sikap terbuka, ramah, serta aktif dalam kegiatan masyarakat menjadi wujud nyata kasih Kristus yang melintasi sekat perbedaan.

“Kasih Kristus tidak hanya diungkapkan dalam doa dan peribadatan, tetapi juga dalam sikap nyata di tengah lingkungan tempat kita tinggal,” demikian salah satu penegasan yang muncul dalam sarasehan. Nilai persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian pun ditegaskan kembali sebagai dasar membangun kehidupan bersama.

Kegiatan yang berlangsung dengan hangat ini meneguhkan umat bahwa iman Katolik dan nasionalisme sejalan dengan semangat kebersamaan. Hidup rukun dengan semua orang adalah cara nyata menghidupi Injil sekaligus menjaga persatuan bangsa.

Melalui sarasehan ini, Lingkungan St. Gregorius menegaskan bahwa kasih Kristus hadir bukan dalam kata-kata semata, melainkan dalam tindakan nyata yang membawa damai dan persaudaraan bagi semua orang.