Doa Rutin Lingkungan Santo Petrus

Lingkungan Santo Petrus kembali mengadakan doa bersama pada Kamis, 20 November 2025, bertempat di kediaman Ibu Enny. Ibadat ini mengusung tema “Mempersiapkan Hati Menyambut Sang Juru Selamat”, sebagai wujud kesiapsiagaan umat menyongsong masa Adven yang semakin dekat.

Doa dimulai pada pukul 19.00 dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kekhusyukan. Sebanyak 11 umat hadir dan mengikuti rangkaian doa dengan antusias. Meski jumlahnya tidak banyak, semangat kebersamaan sangat terasa melalui doa, nyanyian, dan permenungan yang dibawakan.

Dalam renungan, umat diajak untuk membuka hati, merapikan hidup, serta mempersiapkan diri secara rohani agar mampu menyambut kehadiran Kristus dengan sukacita dan kesederhanaan. Kesadaran untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menebarkan kasih menjadi penekanan utama dalam pertemuan doa ini.

Acara ditutup dengan saling mendoakan satu sama lain, memohon agar setiap keluarga diberi damai, kesehatan, dan berkat dalam menjalani masa persiapan Adven. Pertemuan sederhana ini menjadi pengingat bahwa Tuhan hadir dalam kebersamaan umat yang berkumpul dalam doa dan harapan yang tulus.

Misa Lingkungan St. Antonius Padua Tahun 2025

Misa Lingkungan St. Antonius dilaksanakan pd hari Selasa 18 November 2025 pkl. 19.00-20.30 wib, bertempat di rumah keluarga Bpk/Ibu Albertus Arief Subyantoro. Misa dipimpin oleh Romo Murdi Susanto, Pr dg dihadiri kurang lebih 70 orang.
Misa dimulai dg ice breaking menyanyikan gerak dan lagu “Jalan Serta Yesus”. Setelah misa, menyanyikan lagu hymne St. Antonius dan “Bapa Surgawi”. Acara dilanjutkan dg pembagian kenang2an utk para penerima krisma sebanyak 5 org, foto bersama dan tanya jawab dg romo.
Acara ditutup dg makan malam bersama.

Perayaan Ekaristi
Pemberian kenang-kenangan para penerima Sakramen Krisma
Ramah-tamah dengan Romo paroki

Misa Lingkungan St. Gregorius Kadisoka: Momen Syukur yang Meneguhkan Iman Umat

Kadisoka, 17 November 2025 — Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan Misa Lingkungan pada Senin malam, 17 November 2025 pukul 19.00 WIB. Sekitar 70 umat, dari anak hingga lanjut usia, hadir memenuhi area misa dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur.

Rm. FX. Murdi Susanto Pr

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo FX. Murdi Susanto, Pr, imam dari Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Dalam homilinya yang diambil dari Injil Lukas 18:35–43, Romo Murdi menegaskan tentang iman yang memampukan seseorang melihat terang dan mengalami karya keselamatan Tuhan. Kisah penyembuhan seorang buta di pinggir jalan Yerikho menjadi ajakan bagi umat untuk semakin percaya, memohon, dan membuka hati pada karya kasih Allah dalam perjalanan kehidupan sehari-hari.

Misa berlangsung dengan khidmat

Homili tersebut juga mengingatkan umat bahwa mukjizat Tuhan kerap hadir ketika seseorang berani datang kepada-Nya dengan kerendahan hati dan kesederhanaan iman.

Misa dihadiri oleh berbagai usia

Sebelum misa ditutup, Gregorius Henry, selaku Ketua Lingkungan St. Gregorius, menyampaikan sambutan singkat. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran umat serta menegaskan pentingnya merawat kerukunan, keterlibatan aktif, dan semangat pelayanan. Ia berharap bahwa kegiatan misa lingkungan dapat terus mempererat tali persaudaraan dan menjaga kehangatan komunitas.

Sejumlah 70 umat hadir

Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan wawan hati dan ramah tamah dan diabadikan dengan foto bersama. Suasana hangat dan akrab tampak dalam perbincangan umat yang saling menyapa, berbagi cerita, hingga berdiskusi ringan mengenai kegiatan lingkungan yang akan datang. Momen kebersamaan ini menjadi ruang bagi umat untuk saling mengenal lebih dekat, memperkuat hubungan, dan membangun semangat keluarga besar St. Gregorius.

Umat kemudian pulang dengan hati gembira dan penuh syukur, membawa pulang semangat untuk terus bertumbuh dalam iman, kasih, dan pelayanan di tengah keluarga maupun masyarakat.

Menjalani Tahun Rahmat: Ziarah Porta Sancta Lingkungan Santo Paulus


Pada Minggu, 16 November 2025, umat Lingkungan Santo Paulus melaksanakan Ziarah Porta Sancta sebagai bagian dari perjalanan rohani untuk memperdalam iman dan mengalami kembali limpahan rahmat Allah dalam Tahun Yubileum. Ziarah ini diikuti oleh umat lingkungan bersama para Suster SSpS serta para Romo SVD, sehingga nuansa kebersamaan dan semangat misioner terasa sangat kuat sepanjang perjalanan.

Perhentian pertama adalah Kerkoff Muntilan, tempat para misionaris awal—khususnya para Jesuit—dimakamkan. Di lokasi bersejarah ini, umat diajak mengenang pengorbanan dan dedikasi para pewarta Injil yang telah menanamkan dasar iman Katolik di tanah Jawa. Suasana hening dan penuh hormat menjadi momen refleksi mendalam bagi para peserta.

Ziarah kemudian berlanjut ke Gereja Santo Ignatius Magelang, sebuah gereja tua yang kaya akan spiritualitas Ignasian. Di sini umat berdoa dan memohon kekuatan untuk menjalani hidup dengan semangat discernment serta tekad untuk mencari dan menemukan Allah dalam segala hal.

Perhentian ketiga adalah Gereja Maria Penasihat Baik di Wates, tempat yang menjadi puncak pengalaman rohani bagi peserta ziarah. Di gereja ini, umat terlebih dahulu mengikuti pengakuan dosa, sebuah kesempatan untuk memurnikan hati dan mengalami kembali kasih pengampunan Tuhan. Setelah itu, umat merayakan Perayaan Ekaristi bersama tiga romo SVD: Romo Ryan, Romo Sunday, dan Romo Salu. Misa berlangsung dalam suasana penuh syukur, hangat, dan membawa kedalaman rohani bagi seluruh peserta.

Ziarah ditutup dengan kunjungan ke Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, sebuah pusat devosi yang sangat dikenal di Keuskupan Agung Semarang. Umat berdoa dalam keheningan dan kedamaian khas Ganjuran, merasakan sentuhan kasih Tuhan yang menguatkan dan menyegarkan kembali semangat iman.

Perjalanan rohani ini menjadi pengalaman yang mempererat persaudaraan umat Lingkungan Santo Paulus, memperdalam relasi dengan Tuhan, serta menghadirkan sukacita sebagai Gereja yang senantiasa berjalan bersama. Semoga ziarah ini membuahkan pembaruan hidup dan menumbuhkan semangat pelayanan dalam keseharian.

Pelatihan Kerasulan Awam(menjadi garam dan terang dunia)

Pelatihan Kerasulan Awam ini diselenggarakan pada Sabtu, 8 November 2025, bertempat di Gereja Maria Bunda Allah Maguwoharjo. Acara ini ditujukan khusus bagi Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, dan Pengurus Lingkungan yang akan mengemban tugas pelayanan selama periode 2026-2028.​Momentum ini krusial sebagai titik tolak spiritual dan strategis, di mana para pemimpin komunitas dibekali untuk mengimplementasikan visi Gereja di tingkat basis, berlandaskan seruan Injil Matius 5:13-16: “Kamu adalah garam dunia… Kamu adalah terang dunia.”

​Sdr. Danang Afriadi berperan sebagai Fasilitator dan Moderator utama. Keahlian beliau dalam komunikasi publik dan pengembangan komunitas menjadi kunci dalam menjembatani materi teologis yang mendalam dengan diskusi praktis dan terarah. Danang Afriadi bertanggung jawab memastikan alur pelatihan berjalan efektif, interaktif, dan menghasilkan komitmen aksi yang jelas dari para peserta, Sdr. A.M. Bebet Dermawan adalah narasumber utama yang memberikan pondasi teologis dan strategis. Sebagai seorang awam yang matang dalam spiritualitas dan kepemimpinan pastoral, Bebet Dermawan dikenal mampu membongkar Makna Kerasulan Awam dan merumuskan Panjang Strategi pelayanan yang berakar pada iman Katolik serta relevan dengan tantangan pastoral.

​Sesi yang dibawakan oleh Sdr. A.M. Bebet Dermawan memfokuskan pada Makna Kerasulan Awam, sebagai dasar untuk mencegah pelayanan menjadi hambar atau tersembunyi.​Garam (Sal): Kualitas Internal dan Integritas.​Makna Teologis: Garam adalah lambang perjanjian, pemurnian, dan pelestarian. Ini menuntut para pemimpin awam memiliki integritas diri dan kedalaman spiritual yang otentik, yang mengalir dari Sakramen. Pelayanan yang sejati adalah kesaksian hidup yang berkualitas.​Implementasi: Garam ini harus terasa dalam transparansi pengelolaan dana lingkungan dan kejujuran dalam berinteraksi, menciptakan kepercayaan umat.​Terang (Lux): Keterlibatan dan Kesaksian Eksternal.​Makna Pastoral: Terang harus diletakkan di atas kaki dian. Ini adalah tuntutan untuk keterlibatan aktif di tengah masyarakat (sekolah, pekerjaan, sosial-politik) yang dapat menerangi kegelapan ketidakadilan atau keacuhan.​Implementasi: Menjadi Terang berarti berani bersuara untuk kebenaran dan keadilan, serta memimpin dengan teladan etis di ranah publik (RT/RW), sejalan dengan cita-cita Gereja yang MENGINSPIRASI.

​Pelatihan ini membekali para pemimpin Paroki Maria Bunda Allah Maguwoharjo dengan Makna teologis dan Panjang strategi yang diperlukan untuk mewujudkan Kerasulan Awam yang hidup dan berdampak. Dengan komitmen sinergi, para Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, dan Pengurus Lingkungan diutus untuk menjadi Garam dan Terang Dunia yang sesungguhnya.

Ziarah Porta Sancta & Rekreasi Lingkungan St. Gregorius

Kadisoka, 9 November 2025 – Sebanyak 39 umat dari Lingkungan St. Gregorius, Kadisoka, mengikuti kegiatan Ziarah Porta Sancta dan Rekreasi yang berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan. Tujuan ziarah kali ini adalah Goa Maria Tritis di Gunungkidul dan dilanjutkan dengan rekreasi di Pantai Indrayanti.

Perjalanan dimulai sejak pagi hari dengan semangat doa dan kebersamaan. Setibanya di Goa Maria Tritis, para peserta mengikuti Ibadat Jalan Salib yang dipandu dengan khusyuk. Suasana alam di sekitar goa yang sejuk dan rindang menambah kekhusyukan doa. Cuaca juga sangat mendukung — tidak panas dan tidak hujan — sehingga seluruh rangkaian doa dapat dijalani dengan nyaman dan penuh makna.

Rombongan Sampai di Goa Maria Tritis

Goa Maria Tritis, yang dikenal sebagai tempat ziarah dengan nuansa alami dan tenang, menjadi momen perhentian batin bagi banyak peserta. Di sanalah umat diajak merenungkan perjalanan iman serta mengucap syukur atas kasih Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

Jalan Salib

Usai menunaikan ziarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Indrayanti. Meskipun sempat mengalami sedikit kemacetan di perjalanan, semangat peserta tetap tinggi. Setibanya di pantai, suasana berubah menjadi penuh keceriaan. Dengan pasir putih yang lembut, bibir pantai yang luas, dan air laut biru cemerlang, umat menikmati waktu kebersamaan sambil bercengkerama dan berfoto bersama.

Rekreasi di Pantai Indrayanti

Hari itu menjadi perpaduan indah antara ziarah rohani dan rekreasi persaudaraan. Semua peserta kembali ke Kadisoka dengan hati gembira dan penuh syukur, karena seluruh perjalanan berjalan dengan lancar dan selamat.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius semakin dipersatukan dalam semangat iman, persaudaraan, dan sukacita Kristiani — berjalan bersama menuju kasih Tuhan yang melimpah.

Penutupan Bulan Rosario, Bersatu Dalam Doa dan Syukur

Selama bulan Oktober, umat di berbagai lingkungan telah melaksanakan doa Rosario secara rutin. Setiap pertemuan menjadi kesempatan untuk merenungkan misteri kehidupan Yesus bersama Bunda Maria, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat.

“Bersama Maria, kita diajak untuk terus bertekun dalam doa dan percaya akan penyertaan Tuhan dalam hidup kita.”

Makna Doa Rosario

Doa Rosario bukan sekadar rangkaian doa yang diulang-ulang, melainkan sebuah perjalanan iman yang membawa kita merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria.

  1. Doa yang Membawa Kita Dekat dengan Kristus

Melalui setiap peristiwa (misteri) dalam Rosario—sukacita, dukacita, kemuliaan, dan terang—kita diajak untuk memusatkan hati pada Yesus, merenungkan karya keselamatan-Nya dari kelahiran hingga kebangkitan.

  1. Maria sebagai Pendamping Doa

Dengan mendoakan Rosario, kita meneladani Bunda Maria yang setia merenungkan sabda Allah dalam hatinya (bdk. Lukas 2:19). Ia menjadi teladan bagi umat beriman untuk selalu percaya dan taat pada kehendak Tuhan.

  1. Doa yang Membawa Kedamaian

Rosario sering disebut sebagai “senjata rohani”. Santo Yohanes Paulus II menyebutnya sebagai doa yang membawa damai bagi hati, keluarga, dan dunia. Saat Rosario didaraskan dengan iman dan kasih, hati menjadi lebih tenang dan damai.

  1. Ungkapan Kasih dan Syukur

Setiap butir Rosario adalah persembahan kasih kepada Bunda Maria sebagai ungkapan syukur atas penyertaannya dan perantaraan doanya bagi Gereja serta umat manusia.

  1. Doa yang Mengikat Umat dalam Persaudaraan

Ketika Rosario didoakan bersama-sama — baik di keluarga, lingkungan, atau komunitas — kita diajak untuk hidup dalam kebersamaan, saling mendoakan, dan memperkuat iman satu sama lain.


“Marilah kita bertekun dan sehati dalam doa bersama-sama dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus.”
Kisah Para Rasul 1:14

Dengan semangat yang sama, umat Stasi Maguwo berkomitmen untuk terus meneladani Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari — hidup yang penuh doa, rendah hati, dan setia kepada kehendak Allah.

Perayaan Sukacita dan Karya Amal

Di tengah situasi dunia yang kerap merongrong asa umat manusia, umat Lingkungan St. Theresia tetap tekun berdoa, memohon perlindungan dan pendampingan Bunda Maria. Dengan penuh iman, umat senantiasa memperbarui serta menumbuhkan harapan akan keselamatan dari Putranya, Yesus Kristus, melalui doa rosario sepanjang bulan Oktober.

Sebagai penutup bulan rosario dan ungkapan syukur atas rahmat Allah, sekaligus syukur atas pendampingan Santa Theresia sebagai pelindung lingkungan, umat St. Theresia mengadakan Perayaan Ekaristi Kudus dalam suasana yang khidmat dan penuh sukacita. Dalam homilinya, Rm. FX. Murdi Susanto, Pr., menegaskan bahwa Yesus memiliki kuasa atas maut dan seluruh alam semesta. Beliau mengajak umat untuk meneladani Yesus dalam berbuat baik dan berbela rasa kepada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun — tanpa batasan menurut ukuran manusia. Suasana perayaan semakin semarak ketika Rm. Murdi turut mengekspresikan kegembiraannya melalui permainan keyboard yang memukau dan penuh sukacita.

Sebagai wujud nyata kasih, sehari setelah perayaan tersebut — pada 1 November 2025 — umat St. Theresia melaksanakan karya amal dengan mengunjungi Panti Asuhan Bhakti Luhur Berbah. Saat ini, panti tersebut mengasuh 25 orang, terdiri dari 5 lansia, 6 dewasa, 8 remaja usia 12–18 tahun, 5 anak usia 5–9 tahun, dan 2 balita. Dalam sambutannya, Sr. Irma, selaku pemimpin panti, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang tulus dari umat St. Theresia.

Semoga melalui perayaan dan karya kasih ini, harapan umat senantiasa diperbarui, iman semakin diteguhkan, dan kasih Kristus terus hidup dalam peziarahan kita di dunia ini. Amin.

Pertemuan Penanggung Jawab Koor Lingkungan Stasi Maguwo


Dalam semangat mempererat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan liturgi, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan pertemuan para Penanggung Jawab (PJ) Koor Lingkungan pada hari Minggu, 2 November 2025, bertempat di gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Pertemuan ini dihadiri oleh timpel koor lingkungan, timpel koor stasi, serta kabid liturgi, yang bersama-sama berdiskusi dan menyusun langkah konkret untuk mempersiapkan kegiatan pelayanan koor di tingkat stasi.

Agenda utama pertemuan kali ini adalah membahas rencana parade koor yang akan dilaksanakan dalam Misa Pesta Nama Stasi dan Pelantikan Pengurus pada 4 Januari 2026 mendatang. Dalam acara tersebut, koor dari 17 lingkungan akan dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing membawakan lagu yang telah ditentukan oleh tim pelaksana.

Latihan akan dilakukan secara mandiri oleh tiap kelompok, dengan biaya ditanggung masing-masing lingkungan, dan akan diakhiri dengan gladi bersih pada hari Jumat setelah misa Jumper. Lagu-lagu yang akan digunakan akan dipilihkan oleh timpel stasi, dengan tiga opsi lagu yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan karakter masing-masing kelompok.

Sebagai bentuk apresiasi bagi semangat para lingkungan dalam pelayanan koor, akan diberikan hadiah berupa buku Mazmur, yang dapat dipilih sesuai kebutuhan — apakah Mazmur Harian atau Mazmur Mingguan.

Selain pembahasan utama, pertemuan ini juga menampung berbagai usulan dan masukan dari para peserta, antara lain:

  • Penjadwalan koor misa hari raya (selain Natal dan Paskah) agar dilimpahkan ke wilayah / lingkungan,
  • Misa Jumper tetap menjadi tugas koor wilayah,
  • serta perlunya penjadwalan mazmur agar pelayanan semakin tertata dan berkesinambungan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh semangat ini menjadi wadah kebersamaan bagi para pelayan musik liturgi. Melalui koordinasi yang baik dan semangat melayani, diharapkan pelayanan koor di Stasi Maguwo semakin hidup, kompak, dan menjadi pujian yang sungguh memuliakan nama Tuhan.

Peziarah Harapan

Lingkungan St. Theresia

Syukur Te Deum Laudamus atas berkat dan kemurahan-Nya umat St. Theresia telah menjalani rangkaian peziarahan di tahun Yubileum 2025 ini. Rangkaian peziarahan pertama dimulai tanggal 26 Oktober 2025. Cuaca mendung cenderung gelap disertai hujan yang deras tidak menyurutkan semangat umat St. Theresia untuk memulai peziarahannya yang diawali dengan mengikuti perayaan ekaristi kudus di gereja St. Antonius Padua Muntilan.

Suasana mendung dan khusyuk diiring lantunan suara anak-anak SD Kanisius Muntilan mulai mengarahkan hati umat peziarah harapan dalam memaknai peziarahannya. Sebelum memasuki Porta Sancta, para peziarah memperoleh kesempatan untuk menerima pengampunan dosa melalui berkat Rm. Danang  Bramasti, SJ. Setelah menerima pengampunan dosa, para peziarah mengikuti dengan tekun penjelasan tentang sejarah perjalanan Gereja Katolik di Jawa, khususnya di Jateng & DIY, lewat penjelasan pemandu Museum Misi Muntilan.

Kerkop Muntilan merupakan Porta Sancta pertama yang dimasuki yaitu makam para tokoh yang berperan besar dalam perkembangan Gereja Katolik di Jawa, antara lain, Rm. Richardus Kardis Sandjaja, Pr. dan  Frater Herman A. Bouwens, SJ (korban penculikan), Rm. van Lith, SJ (pendiri kompleks van Lith), Rm. Mertens, SJ (Rektor Kolese Xaverius Muntilan), Mgr. Willkens, SJ, dan Justinus Card. Darmojuwono (Kardinal Pertama Indonesia), Prof, Piet Zoetmulder SJ (Pengajar di FIB UGM), serta banyak rohaniwan lainnya. Porta Sancta yang tujuan peziarahan ke dua adalah gereja St. Ignatius Magelang.

Setelah berdoa bersama dan doa pribadi, peziarahan diakhiri dengan kunjungan ke Taman Doa Maria Gantang Banyutemumpang. Taman doa yang indah dimana Patung Bunda Maria berparas jawa nampak menyatu dengan suasana alam lereng gunung Merapi. Diiringi tabuhan musik tradisional jatilan, umat peziarah mendaraskan untaian doa rosario penuh kedamaian.

Semoga Allah memberkati umat St. Theresia untuk melaksanakan rangkaian peziarahan selanjutnya. Amin