Pembekalan Spiritualitas Pelayanan Pengurus Stasi :Say Yes I Do Love and Serve You


Minggu, 20 Juli 2025, hembusan angin sejuk dan semilir aroma dedaunan di Erista Garden, Pakem, Sleman, menjadi saksi sebuah perjalanan batin para pengurus harian Dewan Pastoral Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Di tengah kesibukan dan dinamika pelayanan, mereka berkumpul dalam suasana penuh kegembiraan dan harapan untuk mengikuti kegiatan Pembekalan Spiritualitas Pelayanan.

Lebih dari sekadar acara formal, kegiatan ini menjadi ruang kontemplasi bagi para pelayan Gereja untuk kembali menengok makna terdalam dari panggilan mereka: melayani bukan hanya dengan tangan, tetapi juga dengan hati yang tulus dan penuh kasih.

Dipandu oleh Ibu F. Netty Kuswandari, S.Pd., M.Si., para peserta diajak menyelami sesi pertama yang membuka cakrawala batin tentang pertumbuhan pribadi dalam pelayanan. Dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh, beliau menyampaikan bahwa menjadi pelayan Tuhan bukanlah tentang kesempurnaan, tetapi tentang kesetiaan dalam setiap hal kecil. Tangis haru dan senyuman muncul silih berganti—sebuah tanda bahwa hati-hati ini tersentuh.

Suasana kemudian berubah menjadi lebih ringan namun tetap bermakna dalam sesi bersama GMBA Joyful Team. Melalui gerak, tawa, dan refleksi sederhana, mereka diingatkan bahwa sukacita adalah bagian tak terpisahkan dari pelayanan. Kelelahan bisa datang, tetapi hati yang bersyukur akan selalu menemukan alasan untuk tetap berjalan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan sistematis mengenai mekanisme dan jadwal pemilihan Ketua Stasi, Ketua Wilayah, serta Ketua Lingkungan. Di tengah transisi zaman dan tantangan regenerasi, sesi ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa tongkat estafet pelayanan diteruskan kepada pribadi-pribadi yang siap dan layak.

Di penghujung acara, dalam suasana yang semakin hening dan sakral, Romo Ant. Dadang Hermawan, Pr., memberikan penguatan rohani dan pengutusan. Dalam doa dan berkat yang disampaikan, setiap peserta seakan diingatkan kembali pada akar panggilan mereka—bahwa pelayanan adalah bagian dari perutusan Kristus, dan setiap langkah kecil yang diambil dalam kasih akan membawa dampak besar bagi umat.

kunjung Instagram Komsos GMBA di : https://www.instagram.com/reel/DMXPNS7Rt4y/?igsh=MW10M3Nuem93YnBrMQ==

Kala Gereja Menyapa Umat Lansia

Wajah Mbah Marto tampak semringah. Salah satu umat lansia Lingkungan Brayat Minulya (Bramin) ini terlihat menikmati keramaian di ruang tamunya pagi itu.

Rumah warga sepuh berusia 82 tahun itu menjadi persinggahan pertama Tim Pelayanan Pendampingan Iman Umat Lansia (PIUL) GMBA pada Sabtu, 12 Juli 2025, ke Lingkungan Bramin.

Tim PIUL GMBA yang terdiri dari Bapak Mikhael Purwanto, Bapak Franz Sarjiyana, Ibu Yustina Munarti, dan Bapak Ibu Harto memang rutin menyambangi para umat sepuh di lingkungan-lingkungan.

Dalam setiap kunjungan, Tim PIUL akan mengajak para umat lansia berdoa bersama serta melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah. Hal ini juga dilakukan dalam kunjungan ke rumah Mbah Marto, yang bernama lengkap Margaretha Ngadikem Martodimejo.

Usai menyapa Mbah Marto, Tim PIUL kemudian melanjutkan anjangsana ke rumah Ibu Yohana Fransiska Sunari (65 tahun). Kedatangan Tim PIUL pun segera menyemarakkan suasana rumah Bu Nari.

Akibat stroke yang dideritanya, Bu Nari hanya mampu sesekali mengikuti ekaristi setiap hari Minggu di gereja. Bu Nari pun kini sudah tak bisa lagi datang ke sembahyangan lingkungan. Padahal, saat kondisi fisiknya masih prima, ia termasuk rajin menghadirinya.

Kunjungan Tim PIUL seolah mengobati rindu Mbah Marto dan Bu Nari akan pertemuan dengan sesama umat beriman di luar Lingkungan Bramin. Semangat pelayanan Tim PIUL GMBA sungguh patut diapresiasi. Pendampingan kepada warga sepuh terus dilakukan, walaupun mereka juga sudah masuk kategori “senior”.

Semoga Tuhan selalu memberkati Tim Pelayanan PIUL dan seluruh umat lansia GMBA.

Tim PIUL berbincang hangat dengan Bu Nari

Bulan Mei: Bulan Devosi dan Katekese di Lingkungan St. Yusup, Stasi Maguwo

Mei bagi umat Katolik merupakan bulan istimewa yang didedikasikan untuk devosi kepada Bunda Maria. Dalam semangat yang sama, Keuskupan Agung Semarang mengajak seluruh umat untuk memperdalam devosi kepada Bunda Maria sekaligus menjalani Bulan Katekese Yubelium dengan tema sentral Gereja yang Bahagia, sebagai bagian dari rangkaian perayaan 85 tahun perjalanan karya Gereja KAS.

Menanggapi ajakan tersebut, umat St. Yusuf, Stasi Maguwo, telah dengan tekun melaksanakan devosi bersama kepada Bunda Maria sekaligus mendalami Katekese Yubelium selama satu bulan penuh, mulai tanggal 1 hingga 31 Mei 2025. Setiap malam, sekitar 26 orang umat berkumpul untuk mendaraskan doa Rosario dan terlebih dahulu mendalami empat subtema utama Katekese Yubelium, yakni:

  1. Komunitas Pengharapan
  2. Menjadi Gereja yang semakin Katolik
  3. Menjadi Gereja yang semakin Apostolik
  4. Menjadi Gereja yang Bahagia

Kegiatan devosi dan pendalaman iman ini menjadi momen yang mempererat kebersamaan umat serta memperdalam pemahaman akan jati diri Gereja dalam terang Yubileum. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penuh syukur dan sukacita pada tanggal 31 Mei 2025, bertepatan dengan pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet, sebagai puncak perayaan kasih dan iman umat kepada Bunda Maria.

Aksi Sosial Lingkungan St. Yusup Sambilegi Kidul

Paskahan Bersama di Makam Modinan

Minggu, 20 April 2025

Dalam semangat pelayanan dan kasih, Lingkungan St. Yusup Sambilegi Kidul mengadakan kegiatan aksi sosial dalam bentuk Paskahan Bersama Para Tukang Gali Kubur di Makam Modinan. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Lingkungan, Bapak Antonius Sugeng Riyadi, dan diisi dengan pemberian bantuan berupa uang tunai dan paket sembako kepada para tukang gali kubur yang mayoritas berprofesi sebagai buruh harian lepas.

 

Pembukaan Bulan Maria – Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo

Saudara-saudari umat Allah yang terkasih,

Hari ini, Kamis 1 Mei 2025, Bersama seluruh Gereja, kita memasuki Bulan Maria, masa penuh rahmat, ketika hati umat Katolik diarahkan secara khusus kepada Santa Perawan Maria, Bunda Tuhan kita. Dalam bulan ini, kita diajak untuk merenungkan kehadiran Bunda Maria dalam hidup kita, meneladani imannya yang total, dan membuka hati bagi karya keselamatan yang diwartakan melalui hidup dan tindakannya.

Dalam semangat iman dan devosi yang mendalam, Stasi Maria Bunda Allah memulai Bulan Maria dengan sebuah peristiwa rohani yang sungguh indah dan menyentuh: doa Rosario serentak oleh seluruh lingkungan, dilaksanakan di waktu yang sama, namun di tempat yang tersebar di tiap lingkungan masing-masing. Walau secara fisik terpisah, tetapi umat dipersatukan dalam satu semangat, satu intensi, dan satu hati di hadapan Allah, melalui perantaraan Bunda Maria.

Masing-masing lingkungan menyalakan terang devosi dari tempatnya sendiri, namun bersama-sama membentuk satu untaian doa yang harum di hadapan Tuhan. Satu demi satu, butir-butir Rosario dinaikkan sebagai persembahan cinta dan harapan, sebagai bentuk syukur dan permohonan, sebagai tanda kesetiaan umat kepada Allah melalui hati seorang ibu Maria, yang senantiasa mendoakan dan mendampingi anak-anaknya.

Inilah kekuatan Gereja: bersatu dalam doa, meskipun tak berada dalam satu ruangan. Seperti cahaya lilin di malam hari, yang terpisah namun menyatu dalam terang, demikian pula umat Stasi Maria Bunda Allah malam ini menghadirkan kehangatan iman dalam lingkup masing-masing, namun menggemakan satu suara kepada Surga.

Semoga rangkaian doa Rosario yang kita mulai malam ini menjadi sumber berkat bagi setiap keluarga, lingkungan, dan stasi kita. Semoga melalui perantaraan Bunda Maria, hidup kita pun makin dibentuk menjadi pribadi yang rendah hati, taat pada kehendak Allah, dan penuh kasih terhadap sesama.

putar audio di bawah ini, kemudian pejamkan mata anda………..

Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berlindung kepadamu.
Amin
.


Paskah Bersama Lansia: Merayakan Kasih yang Tak Pernah Menua

Minggu 20 April 2025, selepas misa paskah pagi,di sebuah sudut hangat penuh senyum dan cerita, tepatnya di kediaman Bapak Arief Subyantoro, suasana Paskah terasa begitu berbeda. Tidak ada sorak sorai anak kecil, tidak ada hiruk-pikuk paduan suara. Tapi ada sesuatu yang lebih dalam: tatapan mata penuh syukur, genggaman tangan yang hangat, dan kisah-kisah kehidupan yang dipeluk oleh cahaya Paskah.

Itulah wajah indah dari Perayaan Paskah bersama para lansia, sebuah inisiatif penuh kasih dari Timpel PIUL (Pelayanan Iman Umat Lansia) di bawah naungan Bidang Pewarta Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah pelukan rohani bagi mereka yang telah berjalan lebih dulu dalam perjalanan iman

Acara ini dibungkus dalam kesederhanaan, namun justru di situlah letak kemewahannya. Lagu-lagu rohani dinyanyikan dengan suara lembut namun penuh rasa. Doa-doa dipanjatkan dalam irama pelan, menyentuh setiap hati yang hadir. Ada pula momen berbagi cerita, di mana para lansia menyampaikan harapan, syukur, bahkan canda kecil tentang masa muda mereka—yang disambut tawa hangat dari semua yang hadir.

Sambutan yang Membuat Hati Bergetar

Salah satu momen mengharukan terjadi saat Ketua Stasi memberikan sambutan. Dengan suara sedikit bergetar dan mata yang berkaca-kaca, beliau menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya acara ini.

Kami lihat, setiap kerutan di wajah oma opa, eyang,  menyimpan cerita, doa, dan pengorbanan yang luar biasa. Dan lewat perayaan sederhana ini, kami ingin bilang: terima kasih………………Terima kasih karena terus menjadi tiang doa bagi keluarga dan lingkungan. Terima kasih karena kasih dan semangat bapak dan ibu selalu jadi inspirasi bagi kami yang lebih muda.

Bukan karena sedih, tapi karena mereka menyadari betapa besarnya cinta Tuhan yang mengalir melalui perhatian kecil seperti ini.

Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk menyadari bahwa iman tak pernah memudar seiring usia, justru menjadi lebih matang dan bijak. Kehadiran para lansia adalah kekayaan gereja, mereka adalah “kitab hidup” yang menyimpan hikmah dan keteladanan.

“Terima kasih, kami merasa tidak dilupakan,” ucap salah satu opa dengan mata berkaca-kaca.

Dan itulah inti dari Paskah—bahwa kasih Allah selalu bangkit dan hadir di setiap usia, dalam setiap detak hidup umat-Nya.

Acara ini bukan hanya hadiah bagi para lansia, tapi juga menjadi pelajaran berharga bagi yang muda: bahwa pelayanan tak mengenal usia, dan Paskah tak hanya untuk dirayakan di altar megah, tapi juga di ruang tamu kecil yang penuh cinta.

Terima kasih untuk Timpel PIUL yang sudah menjadi perpanjangan tangan kasih Tuhan. Terima kasih juga untuk Bapak Arief Subyantoro yang telah membuka pintu rumah dan hatinya. Dan terima kasih untuk para lansia, yang diam-diam selalu mengajarkan kita arti keteguhan, kesabaran, dan cinta sejati.

Selamat Paskah.
Tuhan yang bangkit, juga menghidupkan kembali harapan di setiap hati—tanpa memandang usia.

Lingkungan Bramin Jadwalkan Ibadat Bahasa Jawa di 2025

Rapat pengurus Lingkungan Bramin, 21 Januari 2025

Sembahyangan rutin Lingkungan Brayat Minulya (Bramin) pada tahun 2025 akan diisi dengan ibadat dalam bahasa Jawa setiap Kamis minggu kedua. Kegiatan ini menjadi bagian dari rencana program kerja yang disusun para pengurus lingkungan pada Selasa, 21 Januari 2025, bertempat di kediaman Ibu Aryati Rob Sugiyanto.

Ide melaksanakan ibadat berbahasa Jawa muncul sebagai upaya melestarikan dan mengenalkan ritual peribadatan dalam bahasa Jawa kepada umat lingkungan, khususnya kepada remaja dan OMK sebagai generasi muda penerus Gereja.

Setiap umat lingkungan yang bisa berbahasa Jawa didorong untuk dapat memimpin ibadat tersebut. Bila petugas ibadat merasa kesulitan, pengurus lingkungan akan memfasilitasi dengan teks berbahasa Jawa yang sudah disiapkan sehingga petugas cukup membaca teks untuk memimpin ibadat.

Selain ibadat bahasa Jawa, salah satu kegiatan lingkungan yang akan dilaksanakan pada tahun ini adalah ziarah ke Gua Maria Tritis. Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada bulan Agustus atau September, dengan pertimbangan memberikan cukup waktu bagi umat untuk menabung serta bulan-bulan tersebut tempat ziarah tidak terlalu dipadati pengunjung.

Ramah tamah usai rapat program kerja

Tak hanya soal sembahyangan dan ziarah, pengurus lingkungan juga bersepakat menghidupkan kembali pertemuan rutin ibu-ibu lingkungan yang vakum sejak pandemi. Pertemuan rutin sebulan sekali ini akan dilaksanakan bersamaan dengan jadwal sembahyangan yang dimulai bulan Februari 2025.

Berhubung keterbatasan waktu, belum semua rencana program kerja tuntas dibahas dalam rapat malam itu. Para pengurus akan mengagendakan pertemuan lanjutan untuk mendiskusikan program kerja 2025 selengkapnya. Pertemuan malam itu kemudian ditutup dengan ramah tamah sederhana penuh keakraban.