Doa memule untuk mengenang tiga hari berpulangnya Bapak Justinus Soeramto sekaligus mendoakan kesembuhan Ibu Asteria Erni Kusumastuti (Ibu Soeramto) dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, pukul 19.00 WIB di kediaman keluarga Bapak Soeramto. Ibadat dipimpin oleh Bapak Yohanes Murdiyana selaku prodiakon dan dihadiri oleh kurang lebih 25 umat lingkungan. Melalui doa bersama ini, umat turut mengungkapkan belasungkawa atas berpulangnya Bapak Justinus Soeramto serta memohon rahmat penghiburan, kekuatan, dan kesembuhan bagi Ibu Asteria Erni Kusumastuti beserta seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali mengadakan pertemuan rutin pada hari Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan kehidupan iman para anggota paguyuban.
Pertemuan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, para ibu mengikuti doa Rosario dengan khidmat, menyerahkan berbagai intensi pribadi, keluarga, dan lingkungan kepada Bunda Maria agar senantiasa memperoleh perlindungan dan berkat dari Tuhan.
Setelah rangkaian doa selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang memberikan kesempatan bagi para anggota untuk saling berbagi cerita, pengalaman, dan mempererat tali persaudaraan. Suasana akrab dan penuh kegembiraan semakin terasa melalui kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penggalangan iuran rutin Paguyuban Ibu-Ibu sebagai bentuk dukungan terhadap berbagai kegiatan pelayanan dan kebersamaan yang akan dilaksanakan di masa mendatang. Selain itu, kegiatan arisan rutin turut dilaksanakan sebagai salah satu sarana mempererat hubungan antaranggota sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin bertumbuh dalam iman, persaudaraan, dan semangat pelayanan. Kebersamaan yang terjalin menjadi kekuatan bagi seluruh anggota untuk terus mendukung kehidupan menggereja dan membangun lingkungan yang semakin guyub, rukun, dan penuh kasih.
Terima kasih kepada seluruh anggota Paguyuban Ibu-Ibu yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam pertemuan ini. Semoga semangat kebersamaan dan pelayanan yang telah terbangun dapat terus berkembang demi kemajuan Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.
Puji syukur kepada Tuhan yang Mahakasih atas terselenggaranya Pertemuan Sembahyangan Rutin Lingkungan St. Gregorius Kadisoka pada hari Kamis, 18 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan yang berharga bagi umat untuk berkumpul, berdoa bersama, mendengarkan Sabda Tuhan, serta mempererat persaudaraan dalam lingkungan.
Pada kesempatan ini, umat merenungkan Sabda Tuhan yang diambil dari Bacaan Pertama Sirakh 48:1-14 dan Bacaan Injil Matius 6:7-15. Melalui kedua bacaan tersebut, umat diajak untuk semakin memahami makna doa yang sungguh-sungguh dan pentingnya memiliki hati yang mau mengampuni.
Renungan: Kuasa Doa dan Hati yang Mau Mengampuni
Dalam bacaan pertama, kita mendengar kisah Nabi Elia yang dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan Allah. Melalui hidup dan doanya, Allah melakukan banyak karya besar. Elia tidak menjadi besar karena kekuatannya sendiri, tetapi karena ia percaya dan bersandar sepenuhnya kepada Tuhan.
Sementara itu, dalam Injil, Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami. Menariknya, setelah mengajarkan doa tersebut, Yesus memberi penekanan khusus pada satu hal, yaitu mengampuni sesama. Seolah-olah Yesus ingin mengatakan bahwa doa yang indah tidak cukup jika hati kita masih menyimpan dendam dan kebencian.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita rajin berdoa. Kita berdoa saat berangkat kerja, sebelum makan, saat menghadapi masalah, atau ketika menginginkan sesuatu. Namun, terkadang kita lupa bahwa doa yang berkenan kepada Tuhan harus disertai perubahan sikap hidup.
Contohnya, kita mungkin meminta Tuhan memberi damai dalam keluarga, tetapi masih sulit memaafkan pasangan, anak, atau saudara yang pernah menyakiti kita. Kita memohon berkat dalam pekerjaan, tetapi masih menyimpan iri hati kepada rekan kerja yang lebih berhasil. Kita berdoa agar Tuhan mengampuni kesalahan kita, tetapi kita sendiri enggan mengampuni orang lain.
Melalui Elia, kita belajar untuk memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan melalui doa. Melalui Yesus, kita belajar bahwa doa yang sejati harus menghasilkan hati yang penuh kasih dan pengampunan.
Semoga melalui pertemuan sembahyangan ini, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin tekun dalam doa, semakin dekat dengan Tuhan, serta mampu menghadirkan kasih dan pengampunan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keluarga-keluarga Katolik di lingkungan kita dapat menjadi saksi nyata kasih Allah di tengah masyarakat.
Kebersamaan dalam Iman
Pertemuan sembahyangan rutin ini juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan antarumat. Melalui doa bersama, pendalaman iman, dan kebersamaan yang terjalin, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka diajak untuk terus bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih.
“Sebab jika kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga.” (Matius 6:14)
Maguwo, 14 Juni 2026 – Semangat kebersamaan dan pelayanan kembali ditunjukkan oleh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam rangkaian kegiatan Pesta Umat Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Pada acara yang diselenggarakan pada hari Minggu, 14 Juni 2026 tersebut, Lingkungan St. Gregorius turut berpartisipasi dengan membuka Stand Bakso.
Keterlibatan Lingkungan St. Gregorius dalam Pesta Umat tidak hanya menjadi sarana untuk memeriahkan acara, tetapi juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong, persaudaraan, dan pelayanan di tengah komunitas Gereja. Sejak tahap persiapan hingga penyajian, seluruh proses dilakukan dengan penuh semangat oleh para umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka yang terlibat.
Stand Bakso Lingkungan St. Gregorius Kadisoka menyajikan hidangan Bakso dan Teh Hangat yang dinikmati oleh banyak umat selama acara berlangsung. Kehadiran stand Bakso ini menjadi salah satu bentuk dukungan lingkungan terhadap kegiatan Paroki Administratif sekaligus mempererat kebersamaan antarumat.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka serta Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius Kadisoka yang telah meluangkan waktu, tenaga, pikiran, dan kebersamaan dalam mempersiapkan serta melayani di Stand Bakso selama Pesta Umat Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo berlangsung. Dedikasi dan semangat pelayanan yang ditunjukkan menjadi berkat bagi banyak orang dan mencerminkan nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan menggereja.
Semoga keterlibatan ini semakin mempererat Guyub dan tali persaudaraan di Lingkungan St. Gregorius serta menumbuhkan semangat untuk terus aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Gereja. Tuhan memberkati seluruh umat yang telah ambil bagian dalam pelayanan ini.
“Bersama melayani, bersama bertumbuh dalam kasih Kristus.”
Pada Misa Hari Minggu, 14 Juni 2026, pelayanan counter kehadiran umat di Gereja Maria Bunda Allah telah terlaksana dengan baik. Petugas counter bertugas melakukan penghitungan jumlah umat yang hadir dalam perayaan Ekaristi. Data kehadiran ini menjadi salah satu sarana untuk membantu Paroki Administrative GMBA Maguwo dalam melakukan pendataan umat serta evaluasi pelayanan pastoral.
Meskipun tugas ini terlihat sederhana, ketelitian dan kesediaan untuk hadir lebih awal sangat diperlukan agar proses pendataan dapat berjalan dengan akurat dan tertib. Kehadiran para petugas counter merupakan bentuk pelayanan yang mendukung kelancaran kehidupan menggereja dan membantu Paroki Administrative GMBA Maguwo memperoleh data yang diperlukan untuk pengembangan pelayanan umat.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk : Mas Yance, Samuel, Mas Freddy dan Hiro yang telah bersedia melayani sebagai petugas counter pada Misa Minggu, 14 Juni 2026. Terima kasih atas waktu, perhatian, dan dedikasi yang telah diberikan dalam menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab.
Semoga Tuhan senantiasa memberkati dan membalas segala kebaikan serta semangat pelayanan yang telah diberikan. Kiranya semakin banyak umat yang tergerak untuk ikut ambil bagian dalam berbagai pelayanan di Paroki Administrative Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.
“Barangsiapa melayani, hendaklah ia melayani dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah.” (1 Petrus 4:11)
Pada tanggal 10 Juni 2026, ibu-ibu umat Lingkungan St. Gregorius dengan penuh ketulusan melaksanakan tugas pelayanan caos dahar bagi Romo. Pelayanan ini merupakan wujud perhatian, kebersamaan, serta semangat melayani yang tumbuh dalam kehidupan menggereja di lingkungan.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius, terutama kepada Ibu Tri, Ibu Maria, dan Ibu Rustam, yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan kasih dalam menjalankan tugas tersebut. Kehadiran dan dedikasi mereka menjadi teladan nyata bahwa pelayanan sederhana yang dilakukan dengan hati tulus memiliki makna yang besar bagi kehidupan umat.
Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat, kesehatan, dan sukacita kepada Ibu Tri, Ibu Maria, Ibu Rustam, serta seluruh anggota Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius. Kiranya segala kebaikan dan pelayanan yang telah diberikan memperoleh balasan berlimpah dari Tuhan, serta semakin menumbuhkan semangat persaudaraan dan pengabdian dalam kehidupan beriman.
“Tuhan memberkati setiap tangan yang melayani dengan kasih.” Terima kasih atas pengabdian dan ketulusan yang telah diberikan demi kemuliaan Tuhan dan kebersamaan umat.
Perayaan Ulang Tahun ke-31 Lingkungan St. Gregorius Guyub dalam Kasih dan Bertumbuh dalam Iman
Tanggal 25 Mei 2026 menjadi momen istimewa bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius, karena pada hari tersebut lingkungan tercinta genap berusia 31 tahun. Sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama perjalanan iman dan pelayanan yang telah dilalui, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan perayaan syukur bersama pada tanggal 30 Mei 2026 di rumah Bapak Gambit.
Mengusung tema “Guyub dalam Kasih dan Bertumbuh dalam Iman”, perayaan berlangsung dalam suasana hangat, penuh sukacita, dan semangat persaudaraan. Sejak sore hari, umat bergotong royong mempersiapkan segala kebutuhan acara. Kebersamaan dan semangat melayani tampak dalam setiap tugas yang dikerjakan bersama.
Acara diawali dengan Ibadat Syukur yang dipimpin oleh Bapak Tri Mulyono selaku prodiakon. Melalui doa, pujian, dan sabda Tuhan, seluruh umat diajak untuk mengenang perjalanan panjang Lingkungan St. Gregorius serta bersyukur atas kasih dan penyertaan Tuhan yang selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan umat.
Setelah ibadat, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas 31 tahun perjalanan lingkungan. Momen ini menjadi pengingat akan banyaknya berkat, pengalaman iman, dan kebersamaan yang telah terjalin dari generasi ke generasi.
Suasana semakin meriah dengan kegiatan kebersamaan berupa permainan tebak lirik lagu rohani yang diikuti oleh anak-anak, kaum muda, orang tua, hingga para lansia. Gelak tawa, nyanyian, dan semangat kebersamaan memenuhi seluruh rangkaian acara.
Umat juga mengikuti estafet doa, secara bergantian menyampaikan doa dan harapan bagi Lingkungan St. Gregorius, keluarga-keluarga yang ada di dalamnya, serta bagi Gereja Maria Bunda Allah Maguwo yang pada tanggal 2 Juni 2026 memasuki babak baru sebagai Paroki Administratif.
Perayaan ditutup dengan makan bersama menggunakan konsep potluck, di mana setiap keluarga membawa hidangan untuk dinikmati bersama. Kehangatan percakapan, kebersamaan dalam berbagi, dan sukacita yang terpancar dari setiap umat menjadi gambaran nyata semangat guyub yang terus hidup dalam Lingkungan St. Gregorius.
Melalui perayaan ulang tahun ke-31 ini, seluruh umat diajak untuk terus mempererat persaudaraan, memperdalam iman, serta semakin aktif mengambil bagian dalam kehidupan menggereja dan pelayanan kepada sesama.
Selamat Ulang Tahun ke-31 Lingkungan St. Gregorius. Semoga senantiasa guyub dalam kasih, bertumbuh dalam iman, dan menjadi berkat bagi Gereja serta masyarakat.
Pada tanggal 28 Mei 2026, sekitar 14 umat Lingkungan St. Gregorius bersama-sama melakukan kunjungan kasih kepada Mbak Greta, putri dari Ibu Agnes, yang baru saja menjalani operasi dan telah diperbolehkan kembali ke rumah untuk menjalani masa pemulihan.
Kunjungan ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian umat lingkungan kepada sesama anggota keluarga besar Lingkungan St. Gregorius. Dalam suasana penuh kehangatan dan persaudaraan, umat hadir untuk memberikan dukungan moral, semangat, serta mendoakan Mbak Greta agar proses pemulihannya berjalan lancar.
Puji Tuhan, kondisi Mbak Greta saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang baik. Umat yang hadir turut bersyukur atas penyertaan Tuhan selama proses operasi hingga masa pemulihan yang sedang dijalani. Bersama-sama, umat memanjatkan doa agar luka pasca operasi semakin membaik, kesehatan Mbak Greta pulih sepenuhnya, dan ia dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh sukacita dan semangat.
Melalui kunjungan ini, semakin terasa indahnya semangat persaudaraan dan kasih dalam kehidupan menggereja. Kehadiran umat menjadi tanda nyata kepedulian serta dukungan bagi mereka yang sedang mengalami sakit dan membutuhkan penguatan.
Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan berkat-Nya kepada Mbak Greta serta seluruh keluarga Ibu Agnes. Kiranya kasih dan kebersamaan yang terjalin dalam Lingkungan St. Gregorius terus bertumbuh dan menjadi kesaksian iman di tengah masyarakat.
Pada hari Selasa, 26 Mei 2026, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan Pertemuan Bulan Katekese Liturgi (BKL) ke-4 yang bertempat di rumah Bapak Freddy. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, persaudaraan, dan semangat kebersamaan sebagai keluarga Allah.
Acara diawali dengan lagu pembuka, tanda salib, dan pengantar yang mengajak seluruh umat untuk semakin menyadari bahwa Ekaristi merupakan sumber utama kehidupan iman. Melalui Ekaristi, umat diajak untuk hidup saling mengasihi, saling membantu, serta menghadirkan damai dalam keluarga dan lingkungan sekitar.
Dalam ibadat sabda, umat mendengarkan Bacaan Injil Markus 10:28-31 yang mengisahkan janji Yesus kepada mereka yang setia mengikuti-Nya. Sabda Tuhan tersebut mengingatkan bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan demi Kristus dan Injil tidak akan sia-sia, melainkan akan memperoleh berkat dan kehidupan kekal.
Pada sesi renungan dan katekese, umat diajak merefleksikan tema bahwa Ekaristi tidak hanya dirayakan di altar, tetapi harus menghasilkan buah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ekaristi memberi kekuatan, sukacita, dan damai hati dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Selain itu, Ekaristi juga menggerakkan umat untuk peduli kepada sesama, menjaga kerukunan, membantu yang membutuhkan, serta membangun semangat kebersamaan dalam masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan bahan renungan BKL hari ke-22 hingga hari ke-26 secara bergantian, kemudian sharing umat dengan tema: “Apa usulan konkret agar perayaan Ekaristi semakin mengena dan bermakna bagi umat?” Dalam sesi ini, umat berbagi pengalaman, gagasan, dan harapan agar perayaan Ekaristi semakin membantu umat menghayati kehadiran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan ditutup dengan doa umat, doa Bapa Kami, doa penutup, berkat penutup, dan lagu penutup. Melalui pertemuan BKL ke-4 ini, umat Lingkungan St. Gregorius diharapkan semakin mencintai Ekaristi, bertumbuh dalam iman, serta mampu menghadirkan kasih Tuhan dalam keluarga maupun masyarakat.
Semoga semangat yang diperoleh dalam pertemuan ini terus menjadi inspirasi untuk hidup dalam persatuan, pelayanan, dan kasih kepada sesama.
Maguwoharjo, 30 Mei 2026 – Suasana penuh syukur, kebersamaan, dan semangat toleransi mewarnai kegiatan Doa Bersama Warga Maguwoharjo yang diselenggarakan di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo pada Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ungkapan syukur atas peningkatan status Gereja Maria Bunda Allah Maguwo dari Stasi menjadi Paroki Administratif, sebuah tonggak penting dalam perjalanan pelayanan Gereja kepada umat dan masyarakat sekitar.
Acara dihadiri oleh pengurus Dewan Pastoral Stasi GMBA Maguwo, warga Maguwoharjo, Penjabat (Pj) Dukuh Maguwoharjo, perwakilan TNI dan Polri, serta para tokoh dan pemuka agama Islam. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan eratnya hubungan persaudaraan dan kerukunan yang telah terjalin di tengah kehidupan masyarakat Maguwoharjo.
Doa bersama berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Seluruh peserta diajak untuk bersyukur atas perkembangan yang telah dicapai GMBA Maguwo sekaligus memohon berkat agar Paroki Administratif Maria Bunda Allah dapat semakin berkembang dalam karya pelayanan, pewartaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Pj Dukuh Maguwoharjo menyampaikan ucapan selamat atas peningkatan status Gereja Maria Bunda Allah Maguwo menjadi Paroki Administratif. Ia berharap kehadiran Gereja dapat terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial dan kemasyarakatan di wilayah Maguwoharjo.
“Kami mengucapkan selamat atas peningkatan status Gereja Maria Bunda Allah menjadi Paroki Administratif. Semoga Gereja semakin maju dan mampu mewujudkan panggilannya sebagai garam dan terang dunia, membawa kebaikan serta menjadi berkat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Momentum ini juga menjadi gambaran nyata kehidupan toleransi antarumat beragama yang tumbuh dan berkembang dengan baik di Maguwoharjo. Kehadiran tokoh agama Islam bersama unsur pemerintah, TNI, dan Polri dalam suasana penuh persaudaraan menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat yang harmonis.
Sebagai simbol rasa syukur atas anugerah yang diterima, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng. Tumpeng yang merupakan lambang syukur tersebut menjadi penanda harapan agar Paroki Administratif Maria Bunda Allah semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik bagi umat serta masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan pembagian genduri kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, para tamu saling berbincang, mempererat persaudaraan, serta merayakan sukacita bersama atas perkembangan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.
Melalui kegiatan doa bersama ini, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun persaudaraan lintas iman, memperkuat semangat toleransi, serta menjadi tanda kasih dan harapan bagi semua orang.
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Paroki Administratif Maguwo