Minggu Palma di St. Maria Bunda Allah Maguwo:

Arak-arakan Iman, Daun Palma, dan Langkah Menuju Kasih Sejati

 

Minggu, 13 April 2025. Udara pagi masih sejuk, tapi halaman belakang Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo sudah ramai sejak sebelum matahari sepenuhnya naik. Ada yang datang sambil menenteng daun palma dari kebun, ada yang bawa yang sudah dianyam mirip bunga (atau ayam jago? siapa yang tahu…), dan tentu saja ada yang datang sambil bisik-bisik, “Ini bener nggak sih bawa palem dari pot ruang tamu?”

 

Tepat pukul 07.00 WIB, umat berkumpul dan siap memulai Perayaan Minggu Palma yang dipimpin oleh Romo Andrianus Maradiyo, Pr. Di tengah semilir angin pagi dan iringan lagu pujian, Romo memberkati daun palma yang menjadi simbol semangat kita menyambut Kristus, Sang Raja Damai.
Tapi jangan salah, ini bukan cuma acara tabur daun lalu pulang. Ini awal dari sebuah perjalanan iman!

Usai diberkati, ratusan umat mulai berarak dari halaman belakang menuju dalam gereja. Suasananya mirip pawai kecil—tapi bukan pawai biasa. Ini pawai iman. Ada yang melambai-lambaikan daun palma dengan semangat (bahkan lebih semangat dari suporter bola), ada yang jalan sambil nyanyi, dan ada yang… sudah ngos-ngosan di tengah jalan tapi tetap semangat karena “ini kan cuma pemanasan sebelum jalan salib!”

 

Setibanya di dalam gereja, suasana menjadi lebih hening dan sakral. Dalam homilinya, Romo Maradiyo mengajak umat untuk tidak hanya jadi pengikut Kristus saat dielu-elukan, tapi juga saat Ia memanggul salib.

“Kita semua hari ini ikut arak-arakan penuh sukacita. Tapi jangan berhenti di sini. Siapkah kita tetap berjalan bersama Yesus, meski jalan-Nya penuh luka?”

Seketika, suasana berubah. Semua kembali merenung—bahwa daun palma hanyalah awal dari sebuah perjalanan yang lebih dalam: perjalanan menuju salib, dan akhirnya menuju kebangkitan.

 

Perayaan ini tidak hanya mengingatkan kita pada kisah dua ribu tahun lalu, tetapi juga mengajak kita semua untuk menghidupi semangatnya hari ini: dalam keluarga, di tempat kerja, di jalanan, dan dalam komunitas. Bahwa iman bukan hanya tentang seremoni, tapi keberanian untuk terus mengikuti Yesus, bahkan saat dunia tak lagi bersorak.

 

 

Minggu Palma kali ini bukan hanya penuh daun, tapi juga penuh harapan. Umat pulang dengan tangan menggenggam palma—dan hati menggenggam semangat baru untuk menyambut Pekan Suci dengan iman yang hidup.

 


Tonggak Sejarah Baru: Masterplan Kawasan Gereja Santa Maria Bunda Allah Resmi Disetujui oleh Tim Pembangunan KAS

 

Hari ini, Kamis, 10 April 2025, menjadi momen yang tak terlupakan dalam perjalanan umat Stasi Maguwo. Di tengah harapan dan kerja keras yang telah dirintis sejak lama, satu langkah besar telah tercapai: Masterplan Kawasan Gereja Santa Maria Bunda Allah – Stasi Maguwo telah resmi disahkan dan disetujui oleh Tim Pembangunan Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Momen ini adalah buah dari proses yang penuh ketekunan, refleksi, dan kolaborasi. Sebuah visi besar tentang bagaimana Gereja seharusnya hadir di tengah umat dan masyarakat telah dituangkan secara konkret ke dalam rencana yang matang dan menyeluruh—bukan sekadar menggambar bangunan, tapi merancang masa depan.

Proses pemaparan dilakukan dengan penuh semangat dan keyakinan oleh Tim Pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah, di bawah kepemimpinan Bapak Al. Bagio M., dan didampingi oleh Saudara Martinus Ervin selaku perancang masterplan. Bersama para anggota tim lainnya, mereka mempersembahkan lebih dari sekadar presentasi. Mereka mempersembahkan sebuah mimpi umat, sebuah cita-cita bersama yang lahir dari doa, diskusi, dan kerinduan untuk menjadikan Gereja sebagai rumah yang hidup.

Setelah pemaparan mendalam dan sesi tanya jawab, rombongan Tim Pembangunan KAS melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Udara pagi Maguwo menyambut langkah-langkah penuh harapan itu. Dan di tengah gereja ini yang akan menjadi pusat perjumpaan ilahi dan manusia itu, sebuah keputusan penting diambil………………………….

“Kami menyetujui masterplan ini.”

Kalimat singkat itu bukan hanya persetujuan administratif. ini adalah pengesahan atas harapan. Ini adalah jawaban atas doa. Dan ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk melangkah ke tahap selanjutnya — bersama.

Masterplan ini memuat lebih dari sekadar gedung atau batas tanah. Ia merancang rumah Tuhan yang menumbuhkan iman, menyediakan ruang pelayanan pastoral yang membentuk karakter, dan membuka pintu sosial Gereja bagi siapa pun yang mengetuk.

Kini, saatnya kita bergerak maju. Dengan restu Keuskupan, kita diundang untuk melanjutkan proses ini dengan penuh semangat dan komitmen: mempersiapkan penggalangan dana, perencanaan teknis lanjutan, dan pelaksanaan pembangunan secara bertahap.


Perjalanan ini adalah perjalanan kita bersama.
Bukan tentang membangun dinding dan atap, tetapi membangun warisan iman bagi anak cucu kita. Bukan semata menyusun bata demi bata, tapi menyusun kasih, pengharapan, dan pelayanan dalam wajah Gereja yang nyata.

Mari kita tanggapi anugerah hari ini dengan hati yang bersyukur dan tangan yang siap terulur. Sebab dengan bersama, kita bisa menghadirkan sesuatu yang besar, indah, dan bermakna—demi kemuliaan Tuhan dan pelayanan kepada sesama.

Ad maiorem Dei gloriam – Demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.


 

terima kasih kepada :
bapak Al. Bagio. M ketua tim pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah
Martinus Ervin, desainer masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah
Tim pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah



Dua Berkat, Satu Sukacita: Baptis dan Peneguhan di GMBA Maguwo

Minggu 6 April 2025, suasana di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo terasa sedikit lebih manis dan penuh senyum dari biasanya. Bukan karena pendinginnya nyala maksimal atau karena koor-nya nyanyi lagu favorit umat, tapi karena kita semua ikut menyaksikan dua momen sakral dan membahagiakan: pembaptisan satu anak dan peneguhan satu anak remaja.

Satu anak resmi “masuk anggota” penuh keluarga besar umat Allah lewat sakramen baptis. anak itu tersenyum waktu disiram air baptis bisa jadi karena kaget airnya agak dingin, tapi kami percaya itu adalah air sukacita yang membasuh dan menyegarkan jiwa. Selamat datang dalam kehidupan iman, dek! Satu langkah kecil bagimu, tapi langkah besar menuju surga

Di saat yang hampir bersamaan, seorang anak remaja kita juga menerima sakramen peneguhan tanda bahwa ia siap jadi pribadi yang lebih kokoh dalam iman. Kalau sebelumnya dibimbing, sekarang mulai siap membimbing. Walau mungkin masih suka lupa naruh kunci rumah, semoga tidak pernah lupa kalau dirinya sudah dipenuhi Roh Kudus

Kedua peristiwa ini adalah pengingat kecil bahwa Gereja bukan cuma bangunan, tapi keluarga yang terus bertumbuh. Ada yang baru bergabung, ada yang diteguhkan, dan ada kita semua yang selalu diingatkan: iman itu hidup, dan harus terus ditumbuhkan bersama.

Selamat untuk kedua anak dan keluarganya! Terima kasih juga untuk semua umat yang hadir, ikut tersenyum, dan tentu saja—ikut berdoa (meski sambil ngelirik jam, takut terlambat sarapan kedua)

 

terima kasih romo Dadang

 

 

 



Bersama Menyukseskan Pekan Suci 2025: Sinergi Dewan Harian, Panitia Paskah, dan Umat Stasi Maguwo

Pekan Suci merupakan puncak dari perjalanan iman umat Katolik dalam masa Prapaskah. Di tahun 2025 ini, semangat persiapan dan pelayanan untuk menyambut kebangkitan Tuhan sungguh terasa di tengah umat Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Segala kegiatan dan persiapan tidak lepas dari kerja sama yang solid antara Dewan Harian Stasi dan Panitia Paskah 2025, serta dukungan luas dari berbagai elemen umat.

Dalam semangat sinodalitas—berjalan bersama dalam iman dan pelayanan—Panitia Paskah 2025 bekerja bahu-membahu dengan Dewan Harian Stasi untuk merancang, mengoordinasikan, dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan liturgi selama Pekan Suci, mulai dari Minggu Palma hingga Perayaan Paskah.

Tahun ini, Wilayah Don Bosco dan Wilayah Loyola mendapat kepercayaan sebagai panitia utama, dan telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menggerakkan umat dan membangun koordinasi lintas wilayah. Dukungan penuh juga datang dari 17 Ketua Lingkungan (Kaling) di Stasi Maguwo, yang turut mengorganisir partisipasi umat di setiap perayaan dan mendukung kelancaran teknis maupun liturgis.

Tidak ketinggalan, tim-tim pendukung lainnya seperti liturgi, dekorasi, koor, prodiakon, tim keamanan, konsumsi, tim kesehatan dan soundsystem juga memainkan peran penting dalam menciptakan suasana ibadat yang khusyuk dan tertib. Seluruh tim bekerja dalam satu semangat: pelayanan yang tulus untuk memuliakan Tuhan dan membangun kebersamaan umat.

Dengan kerja sama yang erat ini, Pekan Suci 2025 bukan hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa ketika umat saling mendukung dan bersatu dalam pelayanan, kehadiran Tuhan sungguh nyata di tengah komunitas.

Semoga seluruh rangkaian ibadat dan kegiatan dalam Pekan Suci 2025 berjalan lancar dan menjadi berkat bagi seluruh umat di Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Proses Menuju Masa Depan Pembuatan dan Pengajuan Masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Membangun bukan sekadar soal mendirikan fisik, tetapi menata harapan, merancang masa depan, dan menyusun ruang-ruang yang akan menjadi tempat perjumpaan umat dengan Tuhan dan sesama. Itulah semangat yang mengiringi seluruh proses penyusunan masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo—sebuah proses panjang yang dilandasi doa, dialog, dan kerinduan akan ruang ibadah yang semakin hidup dan mendukung dinamika iman umat.

Proses ini dimulai dari pertemuan-pertemuan awal, ketika umat bersama tim pastoral dan tokoh-tokoh lingkungan mulai menggagas perlunya pengembangan sarana dan prasarana gereja. Dalam diskusi yang terbuka, berbagai harapan dikumpulkan: ruang ibadat yang lebih representatif, fasilitas pastoral yang mendukung kegiatan kategorial, hingga area parkir dan ruang terbuka yang nyaman untuk beraktivitas dan bersosialisasi.

Berangkat dari semangat sinodalitas—berjalan bersama dalam mendengarkan dan merancang—dibentuklah tim perumus yang bekerja sama dengan tenaga ahli untuk mulai menyusun masterplan yang menyeluruh. Tahapan demi tahapan dijalani: mulai dari survei kondisi eksisting, studi kebutuhan umat, penyusunan konsep awal, hingga pematangan desain arsitektural dan fungsional. Seluruh proses ini tidak lepas dari berbagai revisi dan penyesuaian, yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab demi menghadirkan rencana pembangunan yang realistis, berkelanjutan, dan selaras dengan semangat liturgi serta pastoral Gereja Katolik.

Setiap masukan dari umat, dewan Stasi GMBA, hingga arahan dari pihak romo paroki menjadi bagian penting yang membentuk dan memperkaya rencana ini. Dengan semangat gotong royong, niat baik, dan kerja keras banyak pihak, masterplan akhirnya rampung dan secara resmi telah diajukan ke Keuskupan Agung Semarang untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuan.

Tahap pengajuan ini menjadi langkah besar yang menandai awal dari perjalanan berikutnya—sebuah proses yang tentu masih panjang, tetapi penuh harapan. Pengajuan ini adalah buah dari kerja kolektif seluruh komunitas stasi, dan menjadi ungkapan iman bahwa pembangunan gereja bukan semata-mata membangun bangunan, melainkan membangun hidup bersama yang semakin kuat dalam kasih dan pelayanan.

Semoga proses yang telah dilalui ini menjadi dasar yang kokoh untuk tahap selanjutnya. Dan kiranya, segala niat baik umat stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mendapat berkat dan penyertaan Tuhan, hingga pada waktunya, masterplan ini bisa diwujudkan demi pelayanan dan pertumbuhan iman umat yang semakin hidup dan dinamis.

terima kasih untuk Tim pembangunan GMBA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Keikut sertaan Tim Soundsystem GMBA dalam Gladi Paskah 2025 Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Menjelang perayaan Paskah 2025, berbagai tim pelayanan di lingkungan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) mulai mempersiapkan diri untuk menyambut momen puncak dalam tahun liturgi dengan penuh kesungguhan dan sukacita. Salah satu tim yang turut ambil bagian secara aktif adalah tim soundsystem GMBA, yang hadir dan terlibat penuh dalam gladi bersih persiapan Paskah yang diselenggarakan di gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Keterlibatan tim soundsystem bukan sekadar urusan teknis semata, tetapi menjadi bagian penting dari keseluruhan atmosfer liturgi. Dalam gladi ini, tim bekerja sama erat dengan tim liturgi, tim koor, prodiakon, lektor, serta petugas-petugas ibadat lainnya, guna memastikan setiap rangkaian perayaan berjalan harmonis dan tanpa hambatan, khususnya dalam hal pendukung suara dan audio.

Selama gladi, tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh perangkat soundsystem, termasuk mixer, speaker, mikrofon kabel maupun wireless, serta memastikan posisi dan volume alat telah diatur dengan baik sesuai kebutuhan liturgi. Gladi ini juga menjadi ajang simulasi—bagaimana suara pemimpin ibadat, pembaca, serta koor bisa terdengar jelas dan merata di seluruh penjuru gereja. Tak jarang, beberapa penyesuaian teknis dilakukan di tempat demi mendapatkan hasil yang optimal.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, keikutsertaan tim dalam gladi ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan dan pelayanan lintas tim. Suasana latihan yang penuh semangat, didukung oleh komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, menciptakan keharmonisan yang sangat diperlukan dalam pelayanan gerejawi. Tim soundsystem GMBA pun menunjukkan semangat siap melayani, siap berkolaborasi, dan siap memberikan yang terbaik demi mendukung kelancaran perayaan Paskah.

Gladi ini menjadi cerminan dari semangat Paskah itu sendiri: kerja sama, pengorbanan waktu dan tenaga, serta kerinduan untuk menghadirkan suasana ibadat yang sungguh mendalam dan menyentuh hati umat. Melalui pelayanan teknis yang mungkin tak selalu terlihat oleh umat secara langsung, tim soundsystem percaya bahwa setiap suara yang terdengar dengan jernih dan setiap kata yang tersampaikan dengan baik adalah bagian dari pewartaan kabar sukacita kebangkitan Tuhan.

Dengan penuh syukur dan antusiasme, tim soundsystem GMBA siap menyambut perayaan Paskah 2025. Semoga setiap hal kecil yang dipersiapkan dalam gladi ini menjadi bagian dari kemuliaan Tuhan, dan umat dapat merasakan kehadiran-Nya secara nyata dalam setiap detik ibadat yang akan dijalani.



Ziarah Suara dan Doa – Sebuah Perjalanan Iman

Dalam semangat kebersamaan dan iman yang terus menyala, 5 april 2025 tim soundsystem GMBA memulai perjalanan ziarah rohani ke sembilan tempat suci, menapaki jejak-jejak kasih Tuhan dalam keheningan dan doa. Ziarah ini bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan batin, menyatu dalam syukur, harapan, dan pembaruan diri.

  1. Ibu Maria Damparing Kawicaksanan (Turi Sleman)
    Perjalanan dimulai dengan menapaki jalan sejuk di lereng Merapi, menuju tempat yang penuh damai: Ibu Maria Damparing Kawicaksanan. Di tengah hijaunya alam, kami memulai doa, menyerahkan niat dan permohonan di bawah naungan Bunda yang penuh kebijaksanaan.
  2. Sendang Sono (Kalibawang Kulonprogo)
    Lalu kami melangkah ke “Lourdes-nya Indonesia”, Sendang Sono. Di tempat ini, kami merefleksikan sejarah iman dan ketekunan misionaris, seraya membasuh hati dengan air sendang yang menyegarkan jiwa.
  3. Bunda Maria Penolong Abadi (Minggir Sleman)
    Dalam keheningan yang teduh, kami tiba di tempat ziarah Bunda Maria Penolong Abadi. Di sini, kami membawa segala beban hidup untuk dititipkan pada Bunda yang tak pernah lelah menolong anak-anaknya.
  4. Jatiningsih (Klepu Sleman)
    Suasana syahdu menyambut di Jatiningsih. Deretan pohon jati menjadi saksi keheningan doa-doa yang kami panjatkan. Kami memohon keteguhan iman dalam menjalani panggilan hidup sehari-hari.
  5. Jurang Metes (Sedayu Bantul)
    Jurang Metes memberikan nuansa alam yang memukau. Di tengah denting air dan udara sejuk, kami merenungkan makna pertobatan dan kesetiaan dalam mengikuti Kristus, Sang Jalan, Kebenaran, dan Hidup.
  6. Candi Maria (Sedayu Bantul)
    Tak jauh dari sana, Candi Maria menawarkan keheningan khas tempat ziarah. Dalam balutan arsitektur yang unik, kami merasakan kehadiran Maria sebagai Ibu Gereja yang selalu menyertai perjalanan umatnya.
  7. Gua Maria Semanggi (Kasongan Bantul)
    Di tengah kehidupan seni Kasongan, Gua Maria Semanggi menjadi tempat hening yang membumi. Kami bersyukur atas karya-karya kami dan memohon agar setiap pelayanan kami—termasuk dalam bidang soundsystem—senantiasa menjadi berkat.
  8. Wajah Yesus (Pajangan Bantul)
    Kami kemudian menghadap Wajah Yesus di Pajangan, tempat kontemplatif yang menghadirkan kedekatan pribadi dengan Sang Penebus. Tatapan-Nya mengajak kami merenung dan memperbarui diri dalam kasih dan pengampunan.
  9. Ganjuran (Bambanglipuro Bantul)
    Ziarah ditutup di Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, simbol perjumpaan antara iman dan budaya. Di altar Jawa yang agung, kami menutup perjalanan dengan misa syukur, memohon berkat untuk karya, keluarga, dan seluruh kehidupan kami.

Ziarah ini menjadi pengalaman spiritual yang mendalam. Lewat setiap langkah, doa, dan perhentian, kami disegarkan dalam iman dan persaudaraan. Semoga kasih Tuhan yang kami alami sepanjang perjalanan ini terus memancar lewat pelayanan kami, tak hanya dalam suara yang terdengar, tapi juga dalam hati yang tersentuh.



Pertemuan Tim Soundsystem GMBA,Evaluasi & Persiapan Paskah 2025

Pada hari Senin, 10 Februari 2025, tim soundsystem GMBA mengadakan pertemuan santai di rumah Mas Felix. Agenda utama dalam pertemuan ini adalah melakukan evaluasi pelayanan sebelum memasuki masa Pra-Paskah dan menyusun langkah-langkah persiapan untuk mendukung perayaan Paskah 2025.

Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, pertemuan diawali dengan sharing pengalaman pelayanan, di mana masing-masing anggota menyampaikan masukan dan evaluasi. Beberapa hal yang menjadi perhatian bersama antara lain:

  • Pentingnya pengecekan alat secara menyeluruh sebelum ibadat
  • Kendala teknis seperti gangguan mikrofon atau posisi speaker
  • Perlunya koordinasi lebih intens dengan tim liturgi dan koor

Setelah sesi diskusi utama, tim juga menyepakati beberapa rencana persiapan Paskah:

  1. Menjadwalkan gladi bersih bersama tim liturgi dan koor
  2. Menyesuaikan konfigurasi soundsystem sesuai kebutuhan ibadat
  3. Menyusun jadwal piket teknisi dan backup perangkat

Menambah kehangatan suasana, pertemuan ini diselingi dengan acara santai berupa nyanyi bareng lagu-lagu jadul, yang makin mempererat keakraban antar anggota. Suasana kekeluargaan terasa kental, menjadi penyemangat bagi seluruh tim untuk terus melayani dengan sepenuh hati.

Dengan semangat sukacita dan kebersamaan, tim soundsystem GMBA siap mendukung kelancaran teknis dalam perayaan Paskah 2025 agar umat dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk.




SOSIALISASI TIM PASTORAL (PENDAMPING) KELUARGA LINGKUNGAN-TPKL 2025

Tim Pendamping Keluarga Lingkungan merubah nama menjadi Tim PASTORAL KELUARGA LINGKUNGAN, mencoba untuk makin membumikan tugas pelayannya, menjadi bukan saja pendamping namun lebih sebagai pendengar dan motor bagi keluarga-keluarga Katolik. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan Minggu 7 Maret 2025, pkl 09.30-12.00wib, merupakan kegiatan tahunan TPKS Maguwo untuk meggerakan sekaligus meberikan gambaran tentang bagaimana, apa saja tugas pelayanan Tim Pastoral Paroki, karena dirasa saat ini banyak TPKL yang belum memahami hal tersebut. Ketua Lingkungan se stasi juga dihadirkan sebagai mitra TPKL dalam menjalankan tugas pelayanannya, karena peristiwa dalam keluarga di tinggakt lingkungan Ketua pasti juga harus mengetahui. Tugas pendampingan bukan hanya menyasar keluarga yang sedang bermasalah namun lebih mengutamakan menjadi motor penggerak bagi keluarga-keluarga katholik di lingkungan. Romo Fransiskus Anggras Prijatno, MSF dan Bapak Y. Edy Setyoharjo KP sebagai Ketua dan Wakil Ketua *Komisi Keluarga Kevikepan Jogjakarta Timur sebagai nara sumber memberikan materi tentang struktur oragnisasi TPKL dari tingkat kevikepan hingga lingkungan, selain itu juga disamapaiakn trik dan solusi bagaiman pendekatan terhadap keluarga yang sedang bermasalah. Hadir kurang lebih 50an peserta ,anjadikan acar berjalan 2 jam tanpa terasa. Banyak umat yang bertanya namun karena waktu terbatas 2 jam tidak bisa terjawab semuanya. Kita nantikan seri pertemuan selanjutnya bersama nara Romo Anggras dkk.

Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan Santo Stefanus bulan Februari 2025

Pada hari Minggu, tanggal 16 Februari 2025, Paguyuban Ibu-ibu Lingkungan Santo Stefanus kembali mengadakan kegiatan rutin bulanan yang bertempat di kediaman Ibu Hendrik Legoh. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan.

Acara dimulai dengan doa Rosario yang dipimpin secara bergiliran oleh anggota, sebagai bentuk ungkapan syukur dan permohonan berkat bagi keluarga serta lingkungan. Doa bersama ini menjadi momen penguatan iman dan sarana mempererat tali persaudaraan antar ibu-ibu di lingkungan.

Setelah doa Rosario, dilanjutkan dengan kegiatan menabung serta simpan pinjam yang merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi kecil bagi anggota. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kemandirian finansial dan memperkuat solidaritas antar sesama anggota paguyuban.

Selain kegiatan rutin tersebut, pertemuan kali ini juga membahas persiapan tugas penting lingkungan, yaitu “caos dhahar Romo” yang dijadwalkan pada tanggal 2 Maret 2025. Para ibu secara bersama-sama menyusun pembagian tugas, mulai dari konsumsi, perlengkapan, hingga koordinasi dengan pihak gereja. Diskusi berlangsung aktif dan penuh semangat, menunjukkan komitmen dan tanggung jawab para ibu dalam mendukung kegiatan lingkungan dan paroki.

Pertemuan ditutup dengan ramah tamah dan santap bersama, mencerminkan semangat kasih, kebersamaan, dan pelayanan yang menjadi ciri khas Paguyuban Ibu-ibu Lingkungan Santo Stefanus.

Semoga semangat pelayanan dan persaudaraan ini terus tumbuh dan menjadi berkat bagi semua.