Menapaki Jejak Iman: Ziarah Porta Sancta Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Magelang, 5 Juli 2025 — Dalam semangat memperdalam iman dan merayakan Tahun Yubileum Suci, umat Lingkungan St. Gregorius Stasi GMBA Maguwo, Paroki Maria Marganingsih Kalasan mengadakan ziarah rohani ke Porta Sancta (Pintu Suci) yang berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025

Perjalanan penuh makna ini menyatukan 44 orang peziarah dari berbagai usia—anak-anak hingga lansia—dalam satu hati dan satu langkah menuju tiga lokasi suci: Goa Maria Sendangsono, Gereja Ignatius Magelang, dan Kerkhof Muntilan, makam Romo Sanjaya.

Ziarah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan lingkungan dalam menyambut Tahun Yubileum 2025 yang dicanangkan oleh Paus Fransiskus dengan tema “Peziarah Harapan.” Di tengah kesibukan dan rutinitas harian, ziarah ini menjadi kesempatan langka bagi umat untuk berhenti sejenak, menengok kembali perjalanan hidup rohani mereka, dan memperbaharui semangat iman.

Suasana Hening di Sendangsono

Gerbang Memasuki Goa Maria Sendangsono

Perhentian pertama adalah Goa Maria Sendangsono, tempat bersejarah yang disebut sebagai “Lourdes-nya Indonesia.” Di sinilah iman Katolik pertama kali bersemi di Tanah Jawa. Dikelilingi rimbunnya pepohonan dan gemericik air sendang, para peziarah memulai hari dengan doa bersama yang dipimpin oleh Prodiakon Paulus Supit dibantu oleh Katekis Agnes Gunarti. Jalan salib pun dilaksanakan dengan khidmat, menyusuri stasi demi stasi dengan permenungan mendalam atas kisah sengsara Yesus Kristus.

Prodiakon mengajak seluruh umat merenungkan arti penderitaan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana setiap orang dipanggil untuk memanggul salib masing-masing dengan iman dan pengharapan. “Jalan salib bukan hanya mengenang penderitaan Tuhan, tapi juga mengajak kita melihat bagaimana Tuhan hadir dalam luka dan beban hidup kita,” ujarnya.

Napak Tilas Iman di Gereja Ignatius Magelang

Di depan Gereja Ignasius Magelang

Usai dari Sendangsono, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gereja Santo Ignatius, Magelang. Gereja tua yang dibangun sejak abad ke-19 ini menyimpan banyak sejarah pewartaan iman Katolik di Jawa Tengah. Di sini, para peziarah diajak merenungkan keteladanan St. Ignatius Loyola—pendiri Serikat Yesus—dalam menjalani hidup yang penuh penyerahan dan discernment (pembedaan roh).

Berdoa di depan Taman Doa yang berada di belakang Gereja

Doa pribadi dan devosi di depan patung Maria (terletak di belakang Gereja) menjadi waktu yang sunyi namun kuat secara spiritual. Suasana hening dan arsitektur lingkungan gereja yang asri memberi ruang bagi setiap umat untuk berdiam diri dalam hadirat Allah.

Ziarah Ditutup dengan Doa di Kerkhof Muntilan

Berdoa di Kerkhof Muntilan

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke perhentian terakhir: Kerkhof Muntilan, kompleks makam para imam dan tokoh Katolik di Keuskupan Agung Semarang. Di tempat inilah terbaring jasad Romo Sanjaya, seorang imam pribumi yang dikenal gigih dalam karya kerasulan dan pendidikan. Di makam Romo Sanjaya, umat mendaraskan doa mohon syafaat para kudus dan mendoakan para imam yang telah mendahului.

Kami tetap semangat menyelesaikan ziarah Porta Sancta

“Ziarah ini mengingatkan kita bahwa iman bukanlah perjalanan singkat. Ia seperti napak tilas hidup, dari kelahiran hingga kembali ke rumah Bapa,” ungkap Gregorius Henry, Ketua Lingkungan St. Gregorius, dalam refleksi singkatnya. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas partisipasi seluruh umat yang telah mengikuti ziarah ini dengan antusias dan penuh semangat.

Kebersamaan yang Menyegarkan Iman

Selain sebagai pengalaman rohani, ziarah ini juga mempererat tali persaudaraan antarumat lingkungan. Sepanjang perjalanan, tawa, nyanyian, dan cerita iman dibagikan satu sama lain. Di tengah tantangan zaman yang serba cepat dan individualistis, kegiatan seperti ini menjadi oase bagi kebersamaan yang sejati.

Ketua lingkungan dan tim panitia juga memberikan apresiasi kepada para donatur dan sponsor yang telah berkontribusi, serta kepada para peserta yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan tertib dan penuh sukacita. “Kami mohon maaf jika dalam pelayanan selama ziarah masih ada kekurangan. Namun kami percaya bahwa semangat kita bersama telah membuat perjalanan ini berbuah,” ujar Henry.

Ziarah Porta Sancta ini ditutup dengan doa penutup sebelum perjalanan pulang. Wajah-wajah lelah namun penuh damai dan kebahagiaan menjadi bukti bahwa ziarah bukan sekadar bepergian secara fisik, melainkan perjalanan batin yang meneguhkan.

LKTD OMK dan RBM Stasi St Maria Bunda Allah Maguwo dengan tema “BERTUMBUH DALAM IMAN, BERSUKACITA DALAM PELAYANAN”

Kaliurang, 28 Juni 2025 – Dalam rangka membentuk pribadi muda Katolik yang berjiwa pemimpin dan penuh semangat pelayanan, OMK (Orang Muda Katolik) dan RBM (Remaja Bina Iman) Stasi Santa Maria Buda Allah Maguwo menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) selama dua hari, pada Jumat dan Sabtu, 27–28 Juni 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Bertumbuh dalam Iman, Bersukacita dalam Pelayanan”, dan diikuti oleh 69 peserta dari kalangan remaja dan OMK. Pembinaan dalam Kebersamaan LKTD tahun ini menjadi wadah penting untuk membina semangat kepemimpinan Kristiani, mempererat persaudaraan, dan menggugah kesadaran para peserta akan peran mereka dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Melalui beragam sesi yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan, peserta diajak untuk mengenal jati diri, memperdalam iman, serta melatih kemampuan bekerja sama dan mengambil tanggung jawab.Hari pertama kegiatan diawali dengan sesi pengantar mengenai dasar-dasar kepemimpinan Katolik dan dinamika kelompok. Para peserta juga mengikuti sesi reflektif mengenai iman dan panggilan pelayanan. Suasana kekeluargaan dan spiritualitas yang hangat turut dirasakan dalam renungan malam dan doa bersama, yang memberi ruang untuk perenungan pribadi di hadapan Tuhan.Pelayanan Sebagai SukacitaHari kedua diisi dengan kegiatan latihan kepemimpinan interaktif, teamwork challenge, diskusi kelompok, serta penyampaian materi tentang pelayanan di lingkungan gereja. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar jabatan, tetapi lebih sebagai panggilan untuk melayani dengan sukacita dan ketulusan hati.Kegiatan ditutup dengan misa syukur, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama dua hari kegiatan berlangsung.

Peserta tampak antusias dan membawa pulang semangat baru untuk terus bertumbuh dalam iman serta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan di stasi maupun lingkungan masing-masing. Menjadi generasi muda yang siap melayani melalui kegiatan LKTD ini, OMK dan RBM Stasi Maguwoharjo menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda Katolik yang tidak hanya cerdas dan aktif, tetapi juga berakar kuat dalam iman dan siap menjadi pelayan-pelayan yang penuh kasih. “Kami berharap setelah mengikuti LKTD ini, para peserta semakin percaya diri, memiliki semangat kebersamaan, dan menjadikan pelayanan sebagai bagian dari gaya hidup Kristiani mereka,” ungkap salah satu panitia kegiatan. Dengan semangat “Bertumbuh dalam Iman, Bersukacita dalam Pelayanan”, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan positif di tengah komunitas, menjadi terang dan garam dunia, serta menjadi teladan dalam tindakan nyata di lingkungan Gereja dan masyarakat.

link foto :

https://drive.google.com/drive/folders/1AlOP7JqDG2jaWsP8BkhAcIV9EAOnOYtQ

GMBA Maguwo Ikut Meriahkan Perayaan HUT ke-85 Keuskupan Agung Semarang di Stadion Jatidiri

Semarang, 29 Juni 2025 — Stadion Jatidiri Semarang menjadi saksi sukacita besar umat Katolik dalam perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Keuskupan Agung Semarang (KAS), Minggu (29/6). Acara yang mengusung tema “Bersama Berziarah, Berbagi Berkat” ini dihadiri oleh sekitar 30.000 umat dari seluruh penjuru Kevikepan, paroki, dan stasi. Tak ketinggalan, Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo turut mengambil bagian dalam perayaan akbar ini dengan mengirimkan 50 umat sebagai delegasi. Rombongan GMBA Maguwo berangkat dari Maguwoharjo pukul 10.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB.

Perwakilan Stasi GMBA Maguwo goes to Semarang

Semarak Penyambutan dan Hiburan Rohani

Sesampainya di stadion, suasana meriah langsung menyambut rombongan. Berbagai penampilan seni dari umat Katolik mewarnai panggung, mulai dari nyanyian, tarian, hingga drama monolog yang mencerminkan dinamika iman dan perjalanan gereja. Penampilan dr. Edward Tirtananda Wikanta, M.Biomed., juara 1 Lomba Cipta Lagu Rohani Pesparani LP3KD, memukau umat dengan lagu rohani ciptaannya yang penuh makna. Sebelumnya, artis Katolik Lisa A. Riyanto tampil menyanyikan lagu-lagu rohani yang semakin membangun suasana iman menjelang acara utama.

Arak-arakan Iman yang Menggugah

Pukul 15.30 WIB, arak-arakan akbar dilangsungkan. Barisan arak-arakan terdiri dari perwakilan TNI, Polri, seluruh Kevikepan di Keuskupan Agung Semarang, instansi pendidikan Katolik, rumah sakit Katolik, serta para biarawan dan biarawati. Perwakilan panji-panji dari berbagai paroki turut memeriahkan perarakan ini. Dari GMBA Maguwo, Davina & Valen (OMK) mendapat kehormatan membawa panji Stasi Maguwo dalam barisan.

Perarakan yang semarak

Arak-arakan ini bukan sekadar tradisi, namun lambang nyata persatuan Gereja dalam keberagaman pelayanan.

Sambutan Pemimpin Gereja dan Pemerintahan

Usai perarakan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah tokoh penting. Ketua panitia, Pak Riyanto, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan ribuan umat dan semua pihak yang mendukung kelancaran acara. Sambutan berikutnya datang dari Plt. Gubernur Jawa Tengah yang menekankan nilai kebersamaan lintas iman dan kontribusi Gereja dalam pembangunan masyarakat.

Sambutan Walikota Semarang

Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, SS., MM, juga hadir dan menyampaikan rasa bangganya atas kiprah Keuskupan Agung Semarang, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Simbol Syukur Lewat Tumpeng

Momentum berlanjut dengan potong tumpeng sebagai lambang syukur atas perjalanan panjang Keuskupan Agung Semarang yang telah mencapai usia 85 tahun. Tumpeng dipotong oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dan secara simbolis diserahkan kepada Plt. Gubernur Jawa Tengah, Plt. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Wali Kota Semarang. Prosesi ini mencerminkan semangat sinergi antara Gereja dan pemerintah dalam melayani masyarakat.

Prosesi Pemotongan Tumpeng

Setelah itu, dilakukan sesi foto bersama yang melibatkan para tokoh penting: Mgr. Rubiyatmoko, Kardinal Ignatius Suharyo, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Uskup Antonius Benjamin dari Keuskupan Bandung, serta para pejabat daerah yang hadir.

Pertunjukan Unik dan Penghargaan Katekis

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penampilan story telling yang sangat menarik dari adik Kazio Sunanto, siswa SD Marsudirini BSB. Sebagai juara 1 Lomba Story Telling PIA, Kazio membawakan kisah inspiratif dalam Bahasa Inggris — sebuah penampilan yang menyegarkan dan membanggakan.

Tak lama setelah itu, Rm. Yohanes Gunawan membacakan pengumuman Sarikromo Award, penghargaan bergengsi yang diberikan kepada lima katekis dari lima Kevikepan di Keuskupan Agung Semarang. Para katekis ini dipilih berdasarkan kesetiaan dan dedikasi mereka dalam mewartakan kabar keselamatan sebagai murid-murid Kristus di tengah masyarakat.

Semangat Kaum Muda: Kosmus Karangpanas

Semangat anak-anak muda Gereja tampak dalam penampilan dari Kosmus (Komunitas Seni dan Musik) Karangpanas. Mereka membawakan lagu-lagu rohani secara meriah dan penuh penghayatan. Penampilan ini menjadi lebih istimewa karena mereka adalah peraih Juara 1 Lomba Cover Lagu Madah Bakti dan Kidung Adi. Suara merdu dan aransemen kreatif dari Kosmus menambah warna dalam perayaan iman ini.

Puncak Perayaan: Misa Syukur HUT ke-85 KAS

Tepat pukul 17.30 WIB, Perayaan Ekaristi dimulai. Misa Syukur dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, bersama para uskup dan imam konselebran.

Mgr Rubi memimpin misa

Homili disampaikan oleh Kardinal Ignatius Suharyo. Dalam homilinya, Kardinal menyampaikan pesan yang mendalam tentang pertumbuhan iman dan kesetiaan sebagai murid Kristus.

Ia mengajak umat untuk merenungkan panggilan hidup sebagai Gereja yang terus bertumbuh dalam kasih dan kesetiaan.

“Bertumbuh menuju kesempurnaan kasih, bertumbuh menuju kesempurnaan kesetiaan, semakin serupa sebagai citra Allah,”

tegas Kardinal Suharyo, menyemangati umat agar senantiasa menjadi terang dan garam di dunia.

Homili oleh Kardinal Ign. Suharyo

Ekaristi berlangsung dengan khidmat. Stadion yang biasanya diisi sorak-sorai olahraga, kini menjadi ruang doa yang penuh penghayatan. Ribuan umat mengikuti misa dengan tertib, menciptakan suasana sakral yang menyentuh hati.

Akhir yang Damai dan Merdu

Setelah misa selesai, umat meninggalkan stadion secara tertib dan rapi. Panitia mengatur arus keluar dengan baik, dan suasana tetap kondusif. Sambil menunggu giliran keluar, umat kembali dihibur dengan penampilan spesial dari Siska Saras JKT48 yang membawakan lagu-lagu rohani dengan suara merdu dan penghayatan yang menyentuh. Kehadirannya memberi penutup yang manis dan meneduhkan bagi seluruh rangkaian acara hari itu.

Ucapan HUT dan Penutup

Perayaan HUT ke-85 Keuskupan Agung Semarang ini bukan hanya menjadi peristiwa seremoni, tetapi sebuah kesaksian nyata akan hidupnya Gereja di tengah umat. Bagi GMBA Maguwo, kesempatan hadir dan terlibat dalam momen besar ini menjadi pengalaman iman yang sangat berharga — sebuah ziarah rohani bersama ribuan umat Katolik lainnya.

Dari Maguwo hingga Semarang, dari anak-anak hingga para uskup, semua bersatu dalam semangat ziarah dan pelayanan. Tema “Bersama Berziarah, Berbagi Berkat” sungguh terwujud dalam tindakan nyata sepanjang acara.

Atas nama seluruh umat GMBA Maguwo dan segenap umat Keuskupan Agung Semarang:

Selamat Ulang Tahun ke-85 Keuskupan Agung Semarang!

Semoga senantiasa menjadi Gereja yang bertumbuh dalam kasih, dalam kesetiaan, dan dalam kemuliaan Tuhan.

Ad multos annos!

Foto & video dokumentasi dapat diunduh di link berikut

Download

Bersyukur dan Memohon: Pembelajaran Doa di Lingkungan St. Monica

Pada malam Kamis, 19 Juni 2025, umat Lingkungan St. Monica berkumpul untuk mengikuti acara Doa Lingkungan yang dipandu oleh Bapak Sugiyono. Acara ini diadakan di kediaman Ibu Merry, dimulai pukul 19.00 WIB. Sebagai bagian dari acara rohani, tema utama malam itu adalah tentang “Cara Berdoa yang Baik dan Benar,” di mana umat diajak untuk lebih memahami bagaimana seharusnya berdoa dalam hidup sehari-hari.

Doa lingkungan ini, tidak hanya menjadi waktu untuk berdoa bersama, tetapi juga untuk saling memperdalam pemahaman iman, khususnya mengenai cara berdoa yang benar sesuai dengan ajaran Gereja Katolik.

Bapak Sugiyono, yang bertindak sebagai pemandu doa, membuka acara dengan penjelasan yang mendalam mengenai cara berdoa yang baik dan benar menurut ajaran Gereja. Beliau mengingatkan bahwa berdoa bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga suatu bentuk hubungan yang dalam dengan Tuhan. Salah satu poin penting yang beliau sampaikan adalah tentang pentingnya memulai doa dengan bersyukur terlebih dahulu sebelum memohon. Dalam hidup, sering kali kita terlalu fokus pada permintaan dan harapan kita kepada Tuhan, namun kita seringkali lupa untuk mengucapkan terima kasih atas segala berkat yang telah diberikan. Rasa syukur ini menjadi kunci dalam mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperkuat hubungan kita dengan-Nya.

Beliau juga menjelaskan bahwa dalam doa, kita harus mengutamakan persatuan hati dengan Tuhan, di mana kita tidak hanya meminta, tetapi juga mendengarkan apa yang Tuhan ingin katakan kepada kita. Doa yang baik bukanlah doa yang penuh dengan permintaan, tetapi doa yang dimulai dengan hati yang penuh rasa syukur. Selain itu, Bapak Sugiyono juga mengajak umat untuk lebih memahami Doa Bapa Kami, yang merupakan doa yang diajarkan langsung oleh Yesus kepada para murid-Nya. Beliau menjelaskan bahwa Doa Bapa Kami mencakup semua aspek penting dalam doa Kristen Katolik.

Selama ibadat, umat diajak untuk berdoa secara pribadi dan bersama, menyampaikan rasa syukur, permohonan, serta doa untuk umat yang membutuhkan. Kehidupan spiritual yang penuh pengharapan dan sukacita tampak jelas terlihat di wajah setiap peserta, yang mengikuti setiap langkah doa dengan sepenuh hati.


Di akhir acara doa lingkungan ini, panitia “Refresh Jiwa” Lingkungan St. Monica melaporkan pertanggungjawaban dana acara. Acara berjalan dengan lancar dan penuh berkat. Kehadiran umat yang antusias menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dalam mempererat iman umat lingkungan. Panitia yang rata-rata terdiri dari kaum muda akan terus mengadakan kegiatan serupa di masa yang akan datang, dengan tujuan untuk membantu umat terus berkembang dalam kehidupan doa dan iman. Panitia juga berencana untuk mengadakan acara serupa secara berkala.

Berkah Dalem!

Sukacita Sakramen Komuni Pertama

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Sukacita Sakramen Komuni Pertama di Gereja Maria Bunda Allah, MaguwoharjoMinggu, 22 Juni 2025 | Pukul 08.00 WIB Dipimpin oleh: Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. Maguwoharjo, Sleman – Hari Minggu, 22 Juni 2025

menjadi momen istimewa dan penuh rahmat di Gereja Maria Bunda Allah, Maguwoharjo, dengan dilangsungkannya Perayaan Komuni Pertama bagi 23 anak dari komunitas umat stasi. Misa Kudus dipimpin dengan penuh sukacita dan kekhidmatan oleh Romo Yohanes Ngatmo, Pr., mulai pukul 08.00 WIB. Misa Kudus: Awal Perjalanan Iman yang Lebih DalamSejak pagi, gereja dipenuhi suasana haru dan gembira. Anak-anak penerima Komuni Pertama mengenakan busana putih sebagai lambang kemurnian hati dan kesiapan menyambut Tubuh Kristus untuk pertama kalinya. Umat yang hadir, khususnya para orang tua dan keluarga, tampak antusias dan penuh sukacita. Dalam homilinya, Romo Yohanes menegaskan pentingnya peristiwa ini sebagai awal dari kedekatan pribadi dengan Yesus: “Yesus hari ini hadir sungguh dalam hidup kalian, anak-anak. Komuni bukan hanya soal menerima roti, tetapi menerima kasih Tuhan yang hidup. Jaga selalu hubungan ini, bukan hanya hari ini, tapi setiap hari dalam doa, dalam kasih, dan dalam tindakan.”Momen Sakral dan Penuh Haru setelah konsekrasi, satu per satu anak maju ke depan altar, menerima Tubuh Kristus dengan sikap penuh hormat dan khusyuk. Momen ini menjadi puncak spiritual yang menyentuh hati banyak umat, terutama orang tua yang turut menyaksikan dengan mata berkaca-kaca.

Para katekis yang telah mendampingi anak-anak juga turut bersyukur atas pencapaian rohani ini. Perayaan Syukur dan KeakrabanUsai Misa, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama di halaman gereja, diiringi ramah tamah sederhana yang dihadiri para katekis, keluarga, dan umat. Ucapan selamat dan doa berlimpah untuk anak-anak yang telah menerima sakramen penting ini. Penutup: Iman yang Tumbuh dalam Keluarga Romo Yohanes Ngatmo Pr menutup perayaan dengan ajakan kepada seluruh keluarga untuk terus menjadi sekolah iman pertama bagi anak-anak. Ia juga menyampaikan harapan agar anak-anak ini semakin aktif dalam kehidupan menggereja dan tumbuh sebagai pribadi Katolik yang penuh kasih dan pelayanan. “Komuni Pertama bukanlah akhir, tapi awal dari perjalanan panjang bersama Kristus. Biarlah setiap dari kita terus bertumbuh dalam cinta-Nya.” Perayaan ini menjadi pengingat indah bahwa iman bukan hanya dibangun dalam Gereja, tetapi juga dalam keluarga dan komunitas yang saling mendukung dalam kasih. Semoga anak-anak ini terus menjadi terang Kristus di tengah dunia.

kunjungi Instagram : https://www.instagram.com/p/DLOXAzDSEBj/?igsh=dHdqbHE1MWNmNGh1

Sosialisasi TCK Bersama PT BPR Shinta Daya

Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo – Minggu, 15 Juni 2025

Pada hari Minggu, 15 Juni 2025, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Tabungan Cinta Kasih (TCK) bersama PT BPR Shinta Daya. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Lingkungan, Pengurus TCK Lingkungan dan Stasi, Kabid Pelayanan Masyarakat, tim sekretaris, serta tim bendahara Stasi Maguwo.

Sesi pertama disampaikan oleh Ibu Lydia dan tim dari PT BPR Shinta Daya. Dalam pemaparannya, dijelaskan secara rinci mengenai arti, maksud, dan tujuan dari program TCK, yakni sebagai wadah untuk membangun semangat gotong royong dan solidaritas dalam mendukung kebutuhan pembangunan gereja melalui simpanan kolektif yang dikelola secara profesional.

Dijelaskan pula bahwa dana setoran TCK akan dimasukkan ke bank dalam bentuk deposito, dengan bunga khusus yang diberikan oleh bank: pada tahun pertama mengikuti suku bunga LPS, dan tahun-tahun berikutnya sebesar 0,5% di bawah suku bunga LPS. Jangka waktu simpanan disesuaikan dengan kesepakatan para peserta.

Sesi berikutnya diisi oleh Ibu Agnes Suratini selaku pengurus TCK Stasi Maguwo. Beliau menjelaskan mekanisme pembagian bunga tabungan untuk periode yang baru saja berakhir, yaitu 60% dialokasikan untuk dana pembangunan stasi dan 40% dibagikan ke lingkungan (dimasukkan ke kas lingkungan) berdasarkan jumlah saham masing-masing. Namun, untuk periode baru, sesuai arahan Romo Dadang dalam misa, seluruh bunga—100%—akan dialokasikan untuk mendukung dana pembangunan gereja. Kesepakatan bersama juga dicapai mengenai jangka waktu simpanan yang ditetapkan selama 24 bulan.

Dalam kesempatan yang sama, Bapak Bagio yang merupakan Kabid Kemasyarakatan juga sekaligus pimpro pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah turut menegaskan pentingnya dukungan dana melalui program TCK ini. Beliau menyampaikan bahwa Stasi Maguwo saat ini telah memiliki masterplan pengembangan gereja yang tentu memerlukan biaya besar. Oleh karena itu, keputusan untuk mengarahkan seluruh hasil bunga TCK demi pembangunan gereja menjadi langkah strategis yang sangat membantu.

Kegiatan sosialisasi berlangsung lancar dan hangat, diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan antar peserta. Semoga semangat kebersamaan dalam membangun rumah Tuhan terus tumbuh dan mengakar dalam hati seluruh umat Stasi Maguwo.

“Refresh Jiwa Lingk. St. Monica” Menyapa Hati, Menyembuhkan Batin, Semangat Menggereja

Di tengah ritme kehidupan yang kian cepat dan padat, kita kerap tenggelam dalam rutinitas tanpa sempat bertanya: Bagaimana kabar jiwa kita hari ini? Pertanyaan sederhana itu menjadi dasar lahirnya sebuah kegiatan penuh makna yang diselenggarakan oleh Lingkungan Santa Monica, bertajuk “Refresh Jiwa”, sebuah inisiatif baru yang menghadirkan keheningan, refleksi, dan penyembuhan batin.

Perjalanan Spiritual ke Taman Doa Maria Penolong Abadi

Kegiatan ini berlangsung di Taman Doa Maria Penolong Abadi, yang berlokasi di Stasi Pojok, Paroki St. Petrus–Paulus, Minggir, Klepu. Dikelilingi suasana khas pedesaan yang alami dan tenang, tempat ini menjadi ruang yang tepat untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia, dan menyatu dalam keheningan bersama Tuhan.

Taman doa ini tidak hanya menyuguhkan keindahan fisik, tetapi juga menghadirkan kekuatan spiritual yang menyentuh. Pendopo joglo sederhana, tempat berlangsungnya prosesi, disiapkan penuh kasih, dikelilingi alam hijau, diterangi lampu remang-remang, dan ditemani patung Bunda Maria dengan sentuhan budaya Jawa. Semua elemen ini menyatu menciptakan suasana yang intim, penuh damai, dan sangat mendukung pengalaman batin yang mendalam.

Kekuatan Unsur Hypnotherapy dalam Penyembuhan Jiwa

Hal yang menjadikan kegiatan ini unik dan berkesan adalah penggunaan unsur hypnotherapy spiritual, yang dipadukan dengan metode penyembuhan menggunakan energi Ilahi. Melalui bimbingan dan teknik-teknik relaksasi serta pemusatan pikiran, para peserta diajak untuk membuka diri, menerima kasih Tuhan, dan membiarkan setiap luka batin, kekhawatiran, serta beban hidup dipulihkan dalam kehadiran-Nya.

Sekitar 50 umat, dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga para lansia, dengan penuh kesadaran dan keterbukaan mengikuti setiap proses. Mereka diajak untuk menyapa jiwa, mengendapkan emosi, menyadari kehadiran Tuhan di balik segala peristiwa hidup. Tidak sedikit peserta yang merasakan ketenangan, kesegaran jiwa, bahkan mengalami momen spiritual yang mendalam.

Diprakarsai oleh Kaum Muda yang Penuh Semangat

Salah satu keistimewaan kegiatan ini adalah keterlibatan kaum muda sebagai motor penggerak utama. Mas Wilfred, Mbak Sulis, dan Mas Vincent tampil sebagai inisiator dan fasilitator utama, dibantu Bapak Lasiman selaku Ketua Lingkungan Monica. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa semangat pelayanan dan inovasi rohani tidak mengenal usia, dan bahwa generasi muda dapat mengambil peran penting dalam membangun kehidupan menggereja yang hidup dan relevan.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa gereja bisa hadir dengan cara yang kreatif, menyentuh, dan tetap setia pada nilai-nilai spiritual yang hakiki.

Membangun Komunitas yang Guyub dan Bersemangat

“Refresh Jiwa” tidak hanya memberi pengalaman pribadi yang menguatkan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara umat. Dalam suasana yang akrab, para peserta saling mendukung, berbagi cerita, mendoakan satu sama lain. Kegiatan ini menghidupkan kembali spirit Santa Monica, pelindung lingkungan ini, yang dikenal sebagai sosok ibu penuh kasih, tabah, dan teguh dalam doa demi keselamatan keluarganya.

Melalui kegiatan ini, harapannya umat Lingkungan Monica semakin guyub, solid, dan antusias dalam keterlibatan pastoral, baik di lingkungan maupun di Stasi. Semangat melayani, semangat berbagi, dan semangat memuliakan Tuhan bersama-sama menjadi bekal penting untuk terus membangun Gereja yang hidup dan berakar dalam iman.

“Refresh Jiwa bukan hanya soal rehat sejenak, tapi tentang mendengarkan bisikan jiwa, menyentuh kasih Tuhan, dan pulang dengan semangat baru untuk mencintai lebih sungguh.”

Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lain untuk menciptakan ruang-ruang penyembuhan batin yang nyata, sederhana namun berdampak besar bagi kehidupan rohani umat.

Berkah Dalem

foto lengkap bisa dilihat di link google drive :

https://drive.google.com/drive/folders/1Oltv2L3DEKz55adJK8a9Xtzb4A2vWkyx

Doa Rutin Lingkungan St. Petrus: Menghidupi Iman Lewat Katekese Sejarah KAS

Pada hari Kamis, 12 Juni 2025, umat Lingkungan St. Petrus kembali berkumpul dalam doa rutin bulanan yang dilaksanakan di rumah ibu kaling, Mba Lely. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan yang dipimpin oleh Ibu Mulyadi ini.

Sebanyak 12 umat hadir dalam kegiatan ini, menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian untuk terus memperkuat iman dalam komunitas kecil. Doa bersama menjadi momen penyegaran rohani, sekaligus ruang refleksi atas pengalaman hidup sehari-hari dalam terang firman Tuhan.

Menariknya, kegiatan kali ini juga diisi dengan katekese tentang Sejarah Keuskupan Agung Semarang (KAS). Katekese tersebut mengajak umat mengenal lebih dalam perjalanan panjang Gereja KAS dari masa awal hingga sekarang, mulai dari peran para misionaris awal, perkembangan paroki-paroki, hingga semangat pelayanan yang terus hidup dalam berbagai bidang pastoral.

Ibu Mulyadi menyampaikan bahwa memahami sejarah KAS bukan hanya memperluas pengetahuan, tetapi juga memperkuat identitas sebagai bagian dari Gereja lokal yang aktif dan berakar. Katekese ini memunculkan antusiasme dan diskusi ringan di antara umat, yang merasa terinspirasi untuk lebih berkontribusi dalam kehidupan menggereja.

Doa ditutup dengan harapan agar umat Lingkungan St. Petrus terus bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih, serta tetap setia dalam pelayanan dan kebersamaan. Kebersamaan pun dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang mempererat tali persaudaraan.

Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi sumber semangat bagi umat untuk menapaki jalan kekudusan bersama.

“Merayakan Syukur, Menyemai Kebersamaan” Pembubaran Panitia HUT Stasi Santa Maria Bunda Allah

Minggu, 8 Juni 2025 menjadi penanda resmi berakhirnya seluruh rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Gereja Stasi Santa Maria Bunda Allah. Sebuah momen penuh syukur digelar sebagai bentuk penutupan: pembubaran panitia yang telah bekerja keras dan melayani dengan sepenuh hati.

Sejak awal, perayaan HUT tahun ini bukan sekadar selebrasi, melainkan juga menjadi perjalanan iman bersama umat. Rangkaian kegiatan dimulai pada 25 Mei 2025 dengan bakti sosial berupa cek kesehatan untuk masyarakat sekitar gereja sebagai wujud nyata kasih dan kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.

Perjalanan dilanjutkan dengan ziarah ke makam para leluhur pendiri Gereja pada 29 Mei 2025—sebuah langkah penuh hormat dan doa bagi mereka yang telah lebih dulu berpulang dalam iman. Suasana doa yang khusyuk memperkuat ikatan batin umat dengan sejarah, warisan iman, dan keluarga besar gereja.

Puncaknya terjadi pada 1 Juni 2025, dengan Misa Syukur sebagai inti perayaan, disambung dengan pesta umat yang penuh sukacita, keakraban, dan semangat persaudaraan. Semua lapisan umat ambil bagian, dari anak-anak hingga lansia, menjadikan hari itu bukan hanya meriah, tapi juga menghangatkan hati.

Hari ini, saat panitia secara resmi dibubarkan, yang tersisa bukan hanya laporan kegiatan atau dokumentasi acara. Yang paling berharga adalah pengalaman melayani bersama, tawa yang dibagi, keringat yang jatuh diam-diam, dan semangat gotong royong yang mempererat ikatan umat satu sama lain.

Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh panitia—yang telah berjerih lelah, berdoa dalam diam, bekerja dalam kesederhanaan, dan memberi dalam kasih. Semoga semua benih kebaikan yang ditanam dalam perayaan HUT ini tumbuh menjadi buah-buah berkat bagi gereja dan sesama.

Sampai jumpa di pelayanan selanjutnya. Karena gereja adalah kita, dan kita semua adalah bagian dari karya kasih-Nya yang terus berjalan.