Misa Kunjungan Romo ke Lingkungan St Gabriel

Misa kunjungan romo ke lingkungan merupakan salah satu program pastoral dari Pastor Paroki Marganingsih Kalasan. Tujuannya:

  • Menjalin kedekatan antara umat lingkungan dengan gembala paroki.
  • Membantu umat merasakan kehadiran Gereja secara nyata di tengah keluarga/lingkungan.
  • Memberi kesempatan bagi romo untuk mendengar langsung pengalaman, kebutuhan, maupun dinamika umat di basis.
  • Menghidupkan semangat kebersamaan dan persaudaraan iman dalam lingkup lingkungan.

Program ini umumnya diatur dalam jadwal tahunan paroki, sehingga setiap lingkungan mendapat giliran dikunjungi dan dirayakan misa bersama.

Pada hari Kamis, 11 September 2025 bertempat di rumah keluarga Donatus Jumadi, Lingkungan St. Gabriel mendapat kesempatan untuk melaksanakan Misa Kunjungan Romo sesuai program pastoral Paroki Marganingsih Kalasan.

Sejak pukul 10.00 pagi, umat lingkungan bergotong-royong mengadakan kerja bakti: ada yang memasak, menata tempat, mempersiapkan altar, menghias bunga, serta menyiapkan segala kebutuhan untuk misa. Suasana kebersamaan terasa hangat dan penuh semangat pelayanan.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. dan dihadiri 48 umat, terdiri dari bapak-ibu, OMK, remaja, dan anak-anak PIA. Misa berlangsung khidmat dan meriah.

Melalui misa kunjungan ini, umat semakin diteguhkan dalam iman serta dikuatkan dalam persaudaraan.

Dalam Bacaan Pertama Kolose 3:12-17 memiliki pesan yang sangat indah untuk menguatkan umat lingkungan:

  • Hidup penuh kasih dan saling mengampuni.
  • Menjadi saksi Kristus dalam perbuatan sehari-hari.
  • Menjadikan syukur sebagai dasar kehidupan bersama.

Injil: Lukas 6:27-38

✨ Pesan Injil Lukas 6:27-38 ini sangat kuat bila dihubungkan dengan kehidupan umat di lingkungan: dipanggil untuk hidup dalam kasih, pengampunan, dan kemurahan hati, tidak hanya kepada sesama umat tetapi juga dalam relasi sehari-hari.

Acara ditutup dengan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan.

Lingkungan St. Gabriel mengucapkan terima kasih kepada Romo, pengurus lingkungan, serta seluruh umat yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Misa ini menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperdalam iman, serta menghadirkan Gereja di tengah-tengah umat lingkungan. Kehadiran romo juga menjadi kesempatan bagi umat untuk menyampaikan pengalaman serta harapan dalam kehidupan menggereja di Lingkungan St. Gabriel.

Pemilihan Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo: Menghidupi Semangat Pelayanan dan Persaudaraan


Hari Minggu, 14 September 2025, menjadi momen bersejarah bagi Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo. Bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo, dilaksanakan pemilihan ketua paguyuban yang baru. Kegiatan ini diwarnai suasana penuh sukacita, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan dalam pelayanan.

Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo merupakan wadah yang senantiasa menjadi tulang punggung dalam berbagai kegiatan gereja: mulai dari doa bersama, pendampingan anak-anak, dukungan dalam liturgi, hingga kegiatan sosial yang menyentuh banyak umat. Karena itu, pemilihan ketua baru bukanlah sekadar rutinitas organisasi, melainkan juga panggilan untuk terus menghadirkan wajah Gereja yang hidup, penuh cinta, dan melayani.

Dalam kesempatan ini, dua calon maju untuk mengemban tugas kepemimpinan, yaitu:

  1. Ibu MM. Tri Hesti Andriani dari Lingkungan Bartholomeus
  2. Ibu Oktavia Sarhesti Padmini dari Lingkungan Monica

Keduanya dikenal aktif, berdedikasi, dan memiliki semangat yang tinggi dalam mendukung kehidupan menggereja. Proses pemilihan berlangsung dengan tertib, lancar, serta didasari semangat persaudaraan kristiani. Setiap suara yang diberikan menjadi tanda kepercayaan sekaligus doa agar siapapun yang terpilih mampu melayani dengan penuh kasih.

Hasil pemilihan menetapkan Ibu MM. Tri Hesti Andriani dari Lingkungan Bartholomeus sebagai Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo periode 2026–2028. Beliau diharapkan dapat membawa paguyuban semakin maju, solid, dan mampu menjadi garda depan dalam menggerakkan kaum ibu untuk terlibat dalam pelayanan Gereja.

Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh anggota paguyuban agar tidak berhenti melangkah bersama. Ketua hanyalah seorang penggerak, namun keberhasilan pelayanan terletak pada kerja sama, kesetiaan, dan kerendahan hati seluruh anggota. Dengan demikian, Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo dapat terus menjadi teladan iman, harapan, dan kasih di tengah keluarga maupun lingkungan.

Semoga Roh Kudus senantiasa menuntun langkah kepemimpinan yang baru ini, sehingga setiap karya dan pelayanan senantiasa memuliakan nama Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

Doa BKSN 1 Lingkungan St. Petrus


Tema: Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri (Za 1:1-6)

Pada hari Sabtu, 13 September 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan St. Petrus melaksanakan doa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) pertama yang bertempat di rumah Mas Yuan. Perayaan doa ini dipimpin oleh Bapak Heri dan dihadiri oleh 18 orang umat.

Dengan penuh kebersamaan, umat berdoa serta merenungkan tema BKSN 1 yaitu “Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” yang diambil dari Kitab Zakharia 1:1-6. Melalui bacaan Kitab Suci ini, umat diajak untuk melihat kembali perjalanan hidupnya, menyadari kesalahan maupun kelemahan pribadi, dan membuka hati untuk bertobat serta memperbarui diri dalam terang kasih Allah.

Suasana doa berlangsung khidmat dan hangat. Umat yang hadir juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman iman terkait bagaimana membangun relasi yang lebih sehat dan penuh kasih dengan diri sendiri, sebagai dasar untuk mempererat relasi dengan sesama maupun dengan Tuhan.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan berkat penutup, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan antarumat Lingkungan St. Petrus.

Melalui pertemuan BKSN ini, umat semakin diteguhkan untuk senantiasa memperbarui hidup, dimulai dari diri sendiri, agar mampu menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Misa Lingkungan St. Clara: Sabda Bahagia untuk Umat Bahagia

Hari yang ceria bagi umat St. Clara pada Rabu, 10 September 2025 karena dapat kembali menggelar Misa Lingkungan sebagai bagian dari kegiatan paguyuban umat lingkungan St. Clara. Perayaan ekaristi bertempat di kediaman Bapak Hugo Tridjoko, dengan dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan rohani yang sederhana dan hangat, dimana pada hari itu umat St. Clara kembali merenungkan sabda bahagia yang menjadi pengingat kita akan kekuatan iman dalam menghadapi tantangan dunia.

Sebagaimana tertuang dalam bacaan Injil, yakni Lukas 6:20-26, melalui homilinya, Romo Murdi kembali menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari hal-hal yang bersifat fana, melainkan buah atas keyakinan umat Kristus dalam memuliakan penderitaan hidup. Memuliakan penderitaan bukan dimaknai sebagai hidup seadanya, tetapi menjadi sarana bagi kita, umat-Nya, untuk selalu memperkuat relasi dengan Allah. Sukacita yang lahir dari iman yang tidak tergoncangkan oleh hambatan dan tantangan hidup adalah kebahagiaan sejati dalam hidup orang beriman akan Kristus. Umat lingkungan St. Clara diajak untuk senantiasa berpegang teguh pada iman dalam menghadapi getirnya kehidupan yang silih berganti sebagai sarana penguatan diri menuju kehidupan yang beriman dan seturut kehendak-Nya.

Perayaan liturgi dapat berjalan dengan lancar dan khidmat berkat dukungan umat lingkungan yang dengan rendah hati bersuka cita untuk melayani. Dengan penuh semangat, diantaranya yaitu Bapak Catur sebagai prodiakon, Ibu Amy sebagai Lektor, Ibu Yulia sebagai pemandu lagu, dan Mas Henri sebagai organis. Tidak lupa, kontribusi yang patut diapresiasi dari anak muda yaitu Rachel yang bersama Ibu Tanti untuk menghaturkan doa umat kepada Bapa. Tentu, kehadiran segenap umat lingkungan menjadi pelengkap suasana yang hangat sehingga momen Misa Lingkungan kali ini menjadi pengalaman hangat dan penuh kebahagiaan, sebagaimana yel-yel umat lingkungan St. Clara, yaitu Clara Ceria, Bahagia, Ya! Ya! Ya! Sangat mencerminkan umat yang bahagia. Tak lupa, setiap umat memiliki peran masing-masing dalam mengupayakan momen ceria berjalan lancar, tidak hanya melalui petugas liturgi, namun juga sikap nyengkuyung mempersiapkan lokasi hingga jamuan.

Selepas perayaan ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan sesi sharing yang hangat nan santai. Salah satu topik mengemuka dalam diskusi yaitu terkait dengan Perkawinan Beda Agama. Seluruh umat mengikutinya dengan antusias, suatu isu yang cukup populer dan relevan masa kini, khususnya di kalangan anak muda. Diskusi berlangsung terbuka dan saling menghargai, membuka ruang reflektif bagi umat untuk memahami dinamika kehidupan beriman dalam konteks relasi lintas keyakinan. Melalui diskusi ini juga menjadi bentuk bagaimana kendala berupa perbedaan perlu ditanggapi dengan penuh Iman demi mewujudkan kebahagiaan kekal bersama. Selain itu, diskusi tersebut menjadi bentuk nyata semangat sabda bahagia dalam umat lingkungan St. Clara dalam membangun basis komunitas yang tidak hanya aktif secara liturgi, tetapi juga pedulu terhadap isu-isu nyata dalam kehidupan umat. Terima kasih atas partisipasi umat, semoga kebersamaan dan pembinaan iman dalam lingkungan St. Clara kian tumbuh dan menjadi berkat bagi seluruh umat maupun masyarakat. Amin.

Santa Clara? Ceria! Bahagia! Ya! Ya! Ya!

Materi Bulan Kitab Suci Nasional, September 2025


Gereja Katolik Indonesia kembali memasuki bulan kitab suci, pada bulan September 2025 ini, atau yang sering disebut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Ini merupakan kegiatan tahunan yang juga gerakan bersama Gereja Katolik untuk menggerakkan umat agar lebih mencintai Kitab Suci.

Sejarahnya, BKSN merupakan manifestasi Konsili Vatikan II/KV II (1962-1965). Khususnya sebagai langkah nyata implementasi dokumen Dei Verbum. Dokumen ini merupakan salah satu hasil dari KV II yang berisi tentang Kitab Suci. Dokumen ini menjadi panduan bagaimana Gereja memandang Kitab Suci dalam konteks dunia modern saat ini. Dokumen ini mengajak untuk semakin banyak orang yang membaca kitab suci.

Selanjutnya pada tahun 1975 ada kesadaran untuk menyambut terbitnya Alkitab lengkap ekumenis hasil kerja sama antara Lembaga Biblika Indonesia (LBI) yang berada di Bawah Majelis Waligereja Indonesia (MAWI) dan Lembaga Alkitab Indonesia (di bawah naungan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia). Saat itu, LBI menyarankan agar setiap paroki mengadakan Misa Syukur pada bulan Agustus 1975. Bahan-bahan liturgi dan saran-saran kegiatan yang dapat dilakukan beberapa bulan sebelumnya dikirimkan ke keuskupan-keuskupan. Percobaan kedua dilakukan pada tahun 1976. Bahan Ini sebagai materi untuk Hari Minggu Kitab Suci tanggal 24/25 Juli 1976. Walaupun dua kali percobaan itu tidak menghasilkan buah melimpah seperti yang diharapkan, LBI toh meyakini bahwa Hari Minggu Kitab Suci harus diteruskan.

Dalam sidang MAWI 1977 para uskup menetapkan agar satu Hari Minggu tertentu dalam tahun gerejani ditetapkan sebagai Hari Minggu Kitab Suci Nasional. Hari Minggu yang dimaksudkan adalah Hari Minggu Pertama September.

Dalam perkembangan selanjutnya keinginan umat untuk membaca dan mendalami KS semakin berkembang. Satu Minggu dirasa tidak cukup lagi. Maka pada tahun 1978, kegiatan-kegiatan seputar Kitab Suci ini berlangsung sepanjang bulan September. Kebiasaan ini bertahan hingga sekarang yang dikenal sebagai Bulan Kitab Suci Nasional.

BKSN atau merupakan suatu tradisi gereja katolik yg selalu dilaksankan setiap bulan September oleh seluruh umat katolik di setiap Keuskupan. BKSN biasanya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang semakin mendekatkan kita dengan Kitab Suci, seperti pembacaan Kitab Suci, Renungan, ber-Mazmur dan kegiatan lainnya.

Berikut Ini Link materi dan Poster BKSN 2025 yang disiapkan Lembaga Biblika Indonesia:

Link Materi BKSN 2025 :

https://drive.google.com/drive/folders/1oKR9enMWeFBlt5kGUHW11chpaehAJb1d?usp=sharing

Umat Stasi Maguwo Laksanakan Pertemuan Pertama BKSN 2025: Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri


Memasuki bulan September, umat Katolik di seluruh Indonesia diajak untuk semakin mendalami Sabda Tuhan melalui Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 dengan tema besar “Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3). Tema ini mengingatkan bahwa Allah selalu menghendaki umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan diri sendiri, dengan sesama, maupun dengan Allah dan seluruh ciptaan.

Di Stasi Maguwo, pertemuan pertama BKSN tahun ini dilaksanakan dengan tema khusus:
“Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” (Za. 1:1-6).

Pertemuan perdana ini diadakan serentak di beberapa lingkungan, yaitu:

Lingkungan Santa Monica

Lingkungan Santo Paulus

Lingkungan Santo Stefanus

Lingkungan Santo Gregorius

Lingkungan Santo Yohanes Pembaptis

Lingkungan Santo Fransiskus Asisi

Lingkungan Santo Gabriel

Lingkungan St Petrus

Makna Tema Pertemuan

Kitab Zakharia menegaskan pentingnya berbalik kepada Tuhan. Pembaruan hidup dimulai dari dalam diri: berani mengoreksi kelemahan, menyesali kesalahan, dan membuka hati bagi kasih karunia Allah. Relasi dengan diri sendiri berarti berani jujur, berdamai dengan masa lalu, dan membangun niat untuk hidup lebih baik sesuai kehendak Allah.

Dalam pertemuan ini, umat diajak merenungkan bahwa pertobatan pribadi adalah langkah pertama menuju pembaruan relasi dengan sesama dan Allah. Tanpa pembaruan dari dalam, ibadah hanya menjadi rutinitas kosong.

Suasana Pertemuan di Lingkungan

Setiap lingkungan menggelar pertemuan dengan penuh sukacita dan kekeluargaan. Umat berkumpul, berdoa, membaca Kitab Suci, dan mendalami makna pertobatan sejati. Banyak sharing iman yang menguatkan: ada yang berbagi pengalaman perjuangan mengatasi kelemahan pribadi, ada yang menuturkan bagaimana doa dan Kitab Suci menjadi penolong dalam menghadapi tantangan hidup.

Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk saling mendukung. Umat disadarkan bahwa pembaruan diri tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan doa, semangat, dan dukungan dari sesama dalam komunitas iman.

Harapan dan Buah Rohani

Melalui pertemuan pertama BKSN ini, umat Stasi Maguwo diteguhkan untuk memulai pembaruan hidup dari dalam diri. Dengan hati yang diperbarui, umat akan semakin siap membangun relasi yang baik dengan sesama dan semakin setia kepada Allah.

Doa, sharing, dan firman Tuhan yang direnungkan bersama menjadi sumber kekuatan untuk berjalan dalam pertobatan sejati. Dengan demikian, pertemuan pertama ini menjadi fondasi yang kokoh bagi pertemuan-pertemuan BKSN selanjutnya, agar seluruh umat sungguh mengalami Allah sebagai sumber pembaruan relasi dalam hidup.

Umat Stasi Maguwo Laksanakan BKSN Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama


Setiap bulan September, Gereja Katolik di seluruh Indonesia menghidupi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebagai kesempatan khusus untuk semakin akrab dengan Sabda Allah. Tahun 2025 ini, tema besar yang diusung adalah:

“Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3 — “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu”).

Tema ini mengingatkan kita semua bahwa Allah senantiasa memanggil umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan Dia, dengan sesama, maupun dengan seluruh ciptaan.

Pertemuan Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama

Memasuki pertemuan kedua, umat Stasi Maguwo merenungkan tema khusus:
“Pembaruan Relasi dengan Sesama” (Za. 7:1-14).

Pertemuan ini dilaksanakan di berbagai lingkungan, yaitu

Lingkungan Bartolomeus

Yohanes Pembaptis

Lingkungan St. Elisabet

Lingkungan St. Clara

Lingkungan St. Stefanus

Lingkungan St Monica

Lingkungan St Antonius

Lingkungang St Theresia

Lingkungan St Gregorius.

Lingkungan St Petrus

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, umat berkumpul di rumah-rumah umat untuk berdoa, membaca Kitab Suci, dan berbagi pengalaman iman. kaum muda, orangtua, hingga para lansia hadir dengan semangat yang sama: ingin semakin memahami kehendak Allah melalui firman-Nya.

Makna Pertemuan

Bacaan dari Kitab Zakharia (Za. 7:1-14) mengajak umat untuk menyadari bahwa ibadah sejati bukan hanya soal rutinitas doa atau ritual, tetapi harus melahirkan kasih yang nyata kepada sesama. Tuhan menegur umat Israel yang rajin berpuasa tetapi melupakan keadilan, belas kasih, dan kepedulian terhadap yang lemah.

Pesan ini sangat relevan dalam kehidupan kita sekarang. Relasi dengan sesama seringkali retak karena egoisme, perbedaan pendapat, atau sikap tidak peduli. Melalui pertemuan BKSN ini, umat diajak untuk memperbarui relasi tersebut dengan sikap kasih, kepedulian, dan pengampunan.

Suasana Pertemuan di Lingkungan

Dalam setiap pertemuan, suasana sederhana namun penuh makna selalu tercipta. Doa bersama, nyanyian pujian, dan sharing pengalaman hidup membuat pertemuan semakin hidup. Ada umat yang berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka belajar sabar dalam keluarga, ada juga yang menuturkan perjuangan untuk saling menguatkan di tengah kesulitan ekonomi. Semua itu menjadi wujud nyata bahwa firman Tuhan benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya memperdalam iman, BKSN juga mempererat ikatan persaudaraan. Pertemuan di lingkungan menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, saling mendoakan, dan saling meneguhkan. Dari lingkup kecil inilah wajah Gereja yang penuh kasih tampak nyata.

Harapan ke Depan

Melalui pertemuan kedua BKSN 2025 ini, umat Stasi Maguwo berharap semakin diteguhkan dalam iman, khususnya dalam menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan nyata. Relasi dengan sesama hendaknya terus diperbarui, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan yang nyata: membantu yang membutuhkan, menguatkan yang lemah, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Dengan demikian, ibadah yang dijalankan bukan sekadar rutinitas, melainkan sungguh-sungguh ibadah yang menghidupkan kasih. Dari Sabda yang direnungkan, umat dikuatkan untuk mewartakan kasih Allah dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

Ziarah dan Rekreasi (ZIAREK) Lingkungan St. Yohanes Pembaptis


Menguatkan Iman, Menyegarkan Semangat Pelayanan

Pada hari Minggu, 7 September 2025, umat Lingkungan St. Yohanes Pembaptis mengadakan kegiatan Ziarah dan Rekreasi (ZIAREK) sebagai wujud pembinaan iman dan penguatan kebersamaan umat. Kegiatan ini diikuti oleh 62 umat, yang antusias mengikuti rangkaian acara dari pagi hingga sore hari.

Ziarah ke Goa Maria Pereng: Dalam Hening, Iman Diteguhkan

Tujuan pertama adalah Goa Maria Pereng, sebuah tempat ziarah yang dikenal karena suasananya yang tenang dan mendukung refleksi batin. Di lokasi ini, umat bersama-sama melaksanakan:

  • Jalan Salib, mengenang penderitaan Kristus sebagai bentuk permenungan atas pengorbanan-Nya.
  • Doa pribadi, memberikan kesempatan bagi setiap umat untuk mendekatkan diri secara personal kepada Tuhan dan Bunda Maria.

Suasana doa yang khusyuk dan penuh penghayatan menjadi pengalaman spiritual yang memperkaya perjalanan iman para peserta.

Makan Siang Bersama dan Pemilihan Ketua Lingkungan Baru

Usai kegiatan rohani, seluruh peserta menikmati makan siang bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Momen ini tidak hanya menjadi waktu istirahat, tetapi juga ajang saling berbagi cerita dan keakraban antarsesama umat.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga Pemilihan Ketua Lingkungan Periode 2026-2028 dengan dipandu oleh OMK St. Lucius sebagai Panitia. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan tertib. Dari 32 nama umat di lingkungan yang memenuhi kriteria sebagai Ketua Lingkungan, terpilihlah 3 orang nama tertinggi untuk menjadi Calon Ketua Lingkungan. Pemilihan dilakukan dengan cara mencoblos para Calon Ketua Lingkungan pada Kertas Suara yang disediakan. Hasil pemilihan tersebut diumumkan pada hari yang sama dan dengan skor 35 suara maka Bapak Y. B Dwi Ariyono Wibowo terpilih sebagai ketua lingkungan yang baru, meneruskan kepemimpinan sebelumnya. Diharapkan, ketua baru ini dapat terus membawa semangat dan arah baru dalam pelayanan umat di lingkungan.

Rekreasi ke Rawa Pening: Menyatu dengan Alam dan Sukacita

Setelah sesi rohani dan kegiatan internal lingkungan, perjalanan dilanjutkan ke Rawa Pening, destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan dan kesejukan danau. Umat menikmati waktu santai, berfoto bersama, menaiki kapal dan menikmati panorama alam yang menyegarkan.

Perjalanan ditutup dengan membeli oleh-oleh di pedagang sekitar Rawa Pening yang menyajikan berbagai makanan tradisional dan hasil alam sekitar. ZIAREK ini menjadi bukti bahwa iman dan kebersamaan bisa berjalan beriringan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus menjadi agenda rutin yang membangun, baik secara rohani maupun sosial, bagi umat Lingkungan St. Yohanes Pembaptis.

Pertemuan BKSN 1 dan 2 Lingkungan St Gabriel

Bulan September dalam gereja Katholik merupakan Bulan Kitab Suci Nasional atau yang sering disingkat BKSN. LBI menetapkan tema BKSN 2025 adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Belajar dari Nubuat Zakharia dan Nubuat Maleakhi). Penentuan tema ini dipengaruhi oleh bulla Paus Fransiskus berkaitan dengan Tahun Yubileum 2025 yang berjudul Spes non Confundit (Pengharapan tidak Mengecewakan). Tema BKSN 2025 ini didalami dalam empat subtema, yakni:
1. Pembaruan Relasi Dengan Diri Sendiri (Za. 1:1-6),
2. Pembaruan Relasi Dengan Sesama (Za. 7:1 -14),
3. Pembaruan Relasi Dalam Keluarga (Mal. 2:10-16),
4. Pembaruan Relasi Dengan Allah (Mal. 3:13-18).

Lingkungan St Gabriel mengadakan pertemuan BKSN 1 dan 2 pada hari Jumat tanggal 5 September 2025 bertempat di rumah keluarga Rudy Manik. Umat yang hadir dalam pertemuan ini terdiri dari bapak, ibu, remaja dan anak berjumlah 26 orang. Pertemuan BKSN 1 dipimpin oleh Jiwo, Arif, Anang dan Natra. Sedangkan pertemuan BKSN 2 dipimpin oleh Candra, Anton, Rudy dan Joseph. Pada pertemuan BKSN 1 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa Allah menghendaki manusia mengalami pembaruan relasi dengan diri sendiri,dengan bertobat dan kembali kepada jati dirinya sebagai anak Allah. Petemuan BKSN 2 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa ibadah yang sejati kepada Allah senantiasa disertai dengan tindakan yang penuh kasih kepada sesama. Pertemuan BKSN ini ditutup pukul 21.00 WIB.

KRISMA 2025: Dikuatkan dalam Roh, Diutus sebagai Murid


Seluruh umat Paroki Kalasan patut bersukacita sebab pada Sabtu, 6 September 2025, sebanyak 288 umat yang berbahagia telah menerima sakramen penguatan di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Stasi Maguwo. Perayaan Ekaristi di GMBA kali ini memiliki nuansa berbeda karena dilangsungkan Penerimaan Sakramen Penguatan bagi calon penerima Sakramen Krisma dari seluruh wilayah Paroki Kalasan.

Perayaan Penerimaan Sakramen dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai selebran utama, didampingi oleh Pastor Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. dan Romo Yohanes Ngatmo, Pr. Ekaristi berlangsung meriah, dihadiri oleh 1.297 umat yang memenuhi bagian dalam hingga luar gereja.

Dalam homilinya, Uskup Mgr. Rubiyatmoko mengajak para umat, khususnya para penerima Sakramen Krisma untuk menghayati kehendak Allah dan membuka diri terhadap karya Roh Kudus. Ia menekankan pentingnya menanggapi panggilan Allah menjadi murid Kristus yang aktif berksaksi dalam kehidupan sehati-hari. Homili berlangsung secara interaktif, dimana Bapak Uskup berdialog langsung dengan para calon serta memberikan cincin rosario kepada mereka yang berani menjawab pertanyaan atau berbagi refleksi iman. Suasana homili yang hangat mencairkan ketegangan dalam diri calon penerima krisma agar lebih mantap dalam menerima Roh Kudus. Selain itu, momen ini turut menjadi ruang pembelajaran iman yang membekas di hati para umat yang hadir.

Rangkaian liturgi Sakramen Penguatan diawali dengan pemberkatan para wali krisma dari masing-masing wilayah agar para wali dapat menjadi teladan dan pendoa yang baik bagi krismawan dan krismawati. Selanjutnya, dilakukan pembaruan janji baptis oleh para calon dan kemudian dilanjutkan dengan pengurapan minyak krisma secara bergantian oleh Bapak Uskup. Meski jumlah penerima sakramen cukup besar, prosesi berlangsung tertib dan lancar. Mgr. Rubiyatmoko mengapresiasi semangat dan kesiapan yang terpancar dari krismawan-krismawati sehingga meski berlangsung cukup lama, menurutnya tidak terasa melelahkan.

Selain itu, misa turut dimeriahkan oleh Cantores GMBA dan Pemusik Muda GMBA (PMG) yang sepenuh hati mempersembahkan lagu-lagu pengiring. Sebanyak 29 lagu dibawakan dengan apik, diiringi alunan kendang, keyboard, violin, hingga flute. Persembahan lagu tersebut merupakan hasil kerja keras sepenuh hati yang dilakukan oleh para petugas guna mendukung suasana yang khusyuk dan meriah. Menurut Bapak Uskup, selain semangat dan kebahagiaan yang terpancar dari krismawan-krismawati, iringan lagu yang indah dan meriah menambah sukacita Perayaan Ekaristi yang tidak terasa panjang meski berlangsung kurang lebih selama 3 jam. Bapak Uskup turut mengapresiasi kelompok pemusik yang bertugas dan berharap dapat menjadi pemantik bagi kaum muda untuk terlibat dalam pelayanan Gereja.

Bravo dan proficiat kepada segenap tim yang telah bekerja bahu-membahu dengan penuh dedikasi, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan Penerimaan Sakramen Penguatan kali ini. Puji dan syukur kepada Allah karena perayaan dapat berlangsung dengan lancar, khusyuk, dan penuh sukacita. Terima kasih setulus hati kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mendukung kelancaran perayaan ini, termasuk segenap Dewan Pastoral Paroki Maria Marganingsih Kalasan, Dewan Pastoral Stasi Maria Bunda Allah, Panitia, para Katekis, serta petugas liturgi yang telah melayani sepenuh hati mulai dari misdinar, prodiakon, lektor, koor, pemusik, petugas among tamu dari Wilayah Ignasius Loyola yang cekatan dan memukau dengan dresscode pakaian adat Nusantaranya, serta tim tata bunga & tata altar yang telah menghias dengan apik dan cantik. Terima kasih secara mendalam juga kepada seluruh tim KOMSOS, AV & Monitor, Soundsystem GMBA, parkir warga Kampung Karangploso (Parjo), dan tim keamanan (PAMDAL), serta seluruh elemen yang telah membantu, yang bekerja di balik layar dan tidak dapat disebutkan satu persatu.

Perayaan Sakramen Krisma ini merupakan momen penting dalam perjalanan iman umat Paroki Kalasan. Sebagai kepenuhan inisiasi, mari kita rayakan Sakramen Krisma ini sebagai penanda semangat iman dalam kehidupan sehari-hari bahwa kita telah dikuatkan dan diteguhkan dalam Roh Kudus. Maka mari kita menanggapi panggilan-Nya untuk menjadi murid Kristus yang siap bersaksi di tengah dunia. Amin.

Dokumentasi kegiatan dapat diakses melalui tautan berikut: https://drive.google.com/drive/folders/1YLp1zVk1pkSZbB509TGl9kpkzGrCX8G_