Sembayangan Rutin Lingkungan St. Gabriel : “Menjadi Saksi Kebangkitan dalam Kebersamaan”

Sembayangan rutin Lingkungan Santo Gabriel yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan kembali diadakan pada Kamis, 9 April, bertempat di rumah keluarga Bapak Sidiq. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Bapak Candra, Bapak Manik, serta Saudara Darius. Sebanyak 32 umat hadir, terdiri dari orang tua, remaja, hingga anak-anak, yang bersama-sama mengikuti ibadat dengan penuh kebersamaan.

Bacaan Injil malam itu diambil dari Lukas 24:35–48 dengan tema: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.” Dalam renungan disampaikan bahwa Yesus yang bangkit hadir secara nyata, bukan sekadar gambaran atau pemikiran semata. Ia hadir dengan tubuh-Nya, bahkan membawa luka-luka sebagai tanda kasih-Nya yang nyata bagi manusia. Dari sini kita diingatkan bahwa luka dan penderitaan hidup kita pun dapat menjadi bagian dari karya kasih Tuhan. Yesus juga membuka pikiran para murid untuk memahami Kitab Suci, mengajak kita semua untuk semakin mendalami Sabda Allah sebagai dasar iman. Iman yang bertumbuh bukan hanya dari perasaan, tetapi dari pengenalan yang semakin dalam akan firman Tuhan.

Dalam sesi sharing, beberapa umat dengan tulus membagikan pengalaman iman mereka, yang semakin menguatkan dan menghidupkan suasana kebersamaan malam itu. Di akhir bacaan, kita kembali diingatkan akan panggilan sebagai saksi Kristus yang bangkit, yang diutus untuk membawa damai, pengampunan, dan harapan di tengah kehidupan sehari-hari.

Sembayangan berlangsung dengan lancar dan khidmat. Setelah ibadat, umat melanjutkan kebersamaan dalam suasana santai, menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah sambil bercengkerama dan mempererat tali persaudaraan. Ketua lingkungan juga menyampaikan beberapa pengumuman penting dan pemberian jaminan hidup (jadup) dari stasi untuk Bapak Sidiq.

Acara ditutup pada pukul 20.30 WIB. Bapak Ketua Lingkungan mewakili seluruh umat menyampaikan terima kasih kepada keluarga Bapak Sidiq atas kebaikan dan keramahtamahannya dalam menerima seluruh umat.

AKSI NYATA APP 2026 LINGKUNGAN ST. GREGORIUS KADISOKA GMBA DI PANTI ASUHAN BHAKTI LUHUR BERBAH, SLEMAN

Pada hari Sabtu, 11 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka GMBA melaksanakan kegiatan Aksi Nyata APP 2026 sebagai wujud konkret dari semangat pertobatan dan kepedulian selama masa Prapaskah. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Bhakti Luhur dan berlangsung dengan penuh sukacita serta kebersamaan.

Aksi Nyata APP (Aksi Puasa Pembangunan) merupakan salah satu bentuk penghayatan iman umat Katolik yang tidak hanya berhenti pada doa dan pantang puasa, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan kasih kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Dalam kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka hadir dengan membawa bantuan berupa sembako, kebutuhan sehari-hari, serta donasi yang telah dikumpulkan selama masa APP. Kehadiran umat disambut hangat oleh para pengurus dan anak-anak di panti asuhan. Suasana penuh keakraban langsung terasa sejak awal perjumpaan.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama, sapaan hangat, serta interaksi yang membangun kedekatan antara umat dan anak-anak panti. Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk saling berbagi cerita, menghadirkan keceriaan, serta menumbuhkan rasa persaudaraan yang tulus.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka diajak untuk semakin menyadari bahwa kasih Kristus hadir nyata dalam tindakan sederhana namun penuh makna. Semangat berbagi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan APP, tetapi terus hidup dalam keseharian umat.

Kegiatan Aksi Nyata APP 2026 ini menjadi bukti bahwa kebersamaan, kepedulian, dan cinta kasih dapat menjadi kekuatan yang menghadirkan harapan bagi sesama. Semoga apa yang telah dilakukan menjadi berkat, baik bagi penerima maupun bagi seluruh umat yang terlibat.

Berkah Dalem.

Sebagai tambahan informasi, para suster dari Ordo Alma bersama anak-anak Panti Asuhan Bhakti Luhur Berbah Sleman menghadirkan kripik jamur tiram yang diolah langsung dari hasil budidaya mereka sendiri. Renyah, lezat, dan dibuat dengan penuh ketulusan 💫

Dengan membeli, Anda tidak hanya menikmati camilan sehat, tetapi juga ikut ambil bagian dalam mendukung keberlangsungan karya kasih mereka.

📞 Pemesanan: Suster Ria (0821-3442-0669)
📍 Atau kunjungi langsung Panti Asuhan Bhakti Luhur Berbah, Sleman

Mari berbagi kebaikan melalui langkah sederhana 🌿

Rangkaian Pelayanan Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam Pekan Suci Paskah 2026 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam perjalanan iman menuju Paskah, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka tidak berjalan sendiri. Sejak masa prapaskah hingga Pekan Suci, begitu banyak tangan dan hati yang terlibat dengan penuh kasih, menghadirkan kebersamaan yang menguatkan serta pelayanan yang menghidupkan iman.


Pada setiap pertemuan APP yang telah dilalui, hadir sosok-sosok yang dengan setia membimbing dan menemani umat. Bu Agnes, Bu Evi, Bu Yarnidus, Mbak Anik, dan Mas Paul telah dengan tulus menjadi pemandu dalam lima pertemuan APP. Lewat pendampingan dan refleksi yang dibawakan, umat semakin diteguhkan dalam perjalanan rohani. Dukungan juga datang dari Mas Paul, Pak Hari, Mas Himawan, Mas Freddy, dan Pak Kamso yang dengan sukarela menyediakan tempat serta suguhan yang nyaman, sehingga pertemuan berlangsung dengan hangat dan penuh kebersamaan.
Memasuki Pekan Suci, pelayanan semakin terasa nyata dalam berbagai bidang. Di balik kelancaran rangkaian liturgi di gereja, terdapat peran Mas Achir yang mengurus dekorasi dengan penuh ketelitian, serta Mas Yance dan Hiro yang melayani di bagian counter dengan tanggung jawab yang besar.


Keindahan suasana perayaan juga tidak lepas dari sentuhan penuh cinta dalam tata bunga. Mbak Nana dan Bu Gambit dengan penuh dedikasi menghadirkan rangkaian bunga yang indah, sementara Bu Evi turut membimbing umat dalam pelatihan merangkai daun palma. Setiap karya yang dihasilkan menjadi ungkapan doa yang hidup dan memperdalam makna perayaan.


Dalam hal konsumsi, Bu Putut dan Mbak Erika turut menghadirkan kehangatan melalui pelayanan yang sederhana namun berarti, membantu kelancaran setiap kegiatan yang berlangsung. Sementara itu, keamanan dan ketertiban selama kegiatan terjaga berkat kesiapsiagaan Mas Adi dan Mas Denny sebagai pamdal yang setia berjaga.


Kehangatan juga terasa dari para among tamu pada Minggu Palma. Senyum ramah dari Mas Henry, Bu Vero, Mas Himawan, Mbak Anin, dan Pak Bowo menjadi tanda sambutan yang penuh kasih, membuat setiap umat yang hadir merasa diterima dan dihargai.
Dalam tugas yang penuh tanggung jawab, Bu Maria dan Mbak Ratih dengan setia menghitung kolekte Minggu Palma, menjalankan tugas dengan ketulusan dan integritas. Pada Ibadat Jumat Agung, Bu Nikma sebagai pemazmur membantu umat untuk semakin khusyuk dalam doa dan permenungan.


Tak kalah penting, pelayanan koor pada Ibadat Jumat Agung yang dipersembahkan oleh Mbak Anik, Mas Henry, Bu Maria, Mas Achir, dan Mbak Erika bersama wilayah Sang Timur turut memperdalam suasana ibadat dengan penuh penghayatan.
Selain itu, perhatian dan kepedulian juga tampak melalui sumbangan dari Bu Rustam yang menyediakan air minum, menjadi penyegar bagi tubuh sekaligus tanda kasih yang sederhana namun bermakna.


Seluruh rangkaian pelayanan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dalam iman mampu menghadirkan keindahan dan kekuatan. Setiap waktu, tenaga, dan hati yang telah diberikan menjadi persembahan yang berharga bagi Tuhan dan sesama.
Terima kasih kepada seluruh umat yang telah ambil bagian dalam pelayanan ini. Kiranya Tuhan membalas segala kebaikan dengan berlimpah berkat.
Selamat merayakan Paskah. Tuhan memberkati kita semua.

Rangkaian Pelayanan Umat Lingkungan St. Gabriel dalam Pekan Suci Paskah

Jumat, 27 Maret – Pukul 13.00
Kegiatan belajar bersama menganyam daun palma dan janur dalam rangka persiapan perayaan Misa Minggu Palma, bertempat di gazebo Gereja GMBA.
Jumlah peserta dari Lingkungan St. Gabriel: 4 umat.
Minggu, 29 Maret – Pukul 07.00
Tugas koor pada Misa Minggu Palma bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 6 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 08.00
Tugas tata bunga untuk Misa Kamis Putih bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 5 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 17.00
Tugas counter umat pada Misa Kamis Putih bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 2 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 19.00
Tugas rasul pada Misa Kamis Putih di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 1 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 21.00
Tugas menemani Romo setelah Misa Kamis Putih bersama Wilayah Ignatius Loyola.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 1 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 23.00
Tuguran Sakramen Mahakudus bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah peserta dari Lingkungan St. Gabriel: 8 umat.
Jumat, 3 April – Pukul 14.00
Tugas among tamu dan penghitungan kolekte pada Misa Jumat Agung bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 4 umat.
Sabtu, 4 April – Pukul 17.00
Tugas among tamu pada Misa Sabtu Vigili bersama gabungan 4 wilayah di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 1 umat.
Sabtu, 4 April – Pukul 22.00
Ronda malam bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah peserta dari Lingkungan St. Gabriel: 14 umat.

OMK YP Berkarya Lewat Penjualan Parcel Paskah

Semangat kebersamaan dan kreativitas ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Lingkungan Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan parcel Paskah bagi umat.

Dalam proses persiapan, para OMK bekerja sama mulai dari menghias telur Paskah, menata makanan, hingga membungkus parcel dengan rapi. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian dan semangat, mencerminkan kesungguhan mereka dalam memberikan yang terbaik.

Suasana kebersamaan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Tawa, canda, dan kerja sama yang solid menjadi bagian dari proses, menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai persiapan parcel, tetapi juga sebagai momen mempererat persaudaraan antaranggota OMK.

Setelah seluruh parcel selesai dipersiapkan, keesokan harinya para OMK melanjutkan pelayanan dengan mendistribusikan parcel kepada umat yang telah memesan. Antusiasme umat terlihat dari banyaknya pesanan yang masuk, bahkan tidak hanya dari Lingkungan Yohanes Pembaptis, tetapi juga dari lingkungan-lingkungan lain.

Hal ini menjadi tanda bahwa usaha dan pelayanan yang dilakukan OMK mendapat respon yang sangat baik dari umat. Melalui kegiatan ini, OMK tidak hanya belajar tentang kerja sama dan tanggung jawab, tetapi juga menghadirkan sukacita Paskah melalui karya sederhana yang penuh makna.

Semoga semangat pelayanan dan kreativitas ini terus tumbuh dalam diri OMK Lingkungan Yohanes Pembaptis, serta menjadi berkat bagi semakin banyak umat.

“Dalam Semangat Berbagi: Pengundian Perdana Kupon Kemurahan Hati Umat GMBA”


Penggalangan Dana Pengembangan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Sukacita Paskah yang masih terasa di tengah umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo kembali diwujudkan dalam semangat kebersamaan dan kepedulian. Melalui program Kupon Kemurahan Hati, umat diajak untuk ambil bagian dalam karya nyata Gereja, khususnya dalam mendukung pengembangan kawasan GMBA.

Pada kesempatan ini, dilaksanakan pengundian periode pertama sebagai bagian dari rangkaian penggalangan dana tersebut. Momen ini bukan sekadar undian, melainkan simbol dari semangat berbagi dan gotong royong yang hidup di tengah umat.

Pengundian dilakukan sebelum berkat penutup Misa Paskah pagi, dalam suasana yang penuh antusias namun tetap tertib dan khidmat. Seluruh umat yang hadir menjadi saksi, menghadirkan transparansi sekaligus kebersamaan dalam proses ini.

Pengambilan undian dilakukan langsung oleh Romo Andrianus Maradiyo, yang memimpin perayaan Ekaristi saat itu. Dengan penuh keterbukaan, kupon diambil di hadapan umat, menandai dimulainya periode pertama dari program ini.

Adapun hadiah utama pada periode pertama ini adalah sebuah TV Android 24 inch, yang secara khusus merupakan sumbangan dari umat. Hal ini menjadi tanda nyata bahwa setiap kontribusi, sekecil apapun, dapat menjadi berkat bagi sesama.

Kegiatan ini bukan semata-mata tentang hadiah, melainkan tentang partisipasi iman. Umat diajak untuk menyadari bahwa Gereja dibangun bukan hanya dari bangunan fisik, tetapi dari hati yang mau memberi, melayani, dan terlibat.

Melalui Kupon Kemurahan Hati, semangat Paskah, semangat memberi diri dan berbagi kasih, terus dihidupi dalam kehidupan nyata. Harapannya, karya pengembangan kawasan GMBA dapat berjalan dengan baik, menjadi ruang yang semakin hidup bagi pertumbuhan iman umat.

Dengan kebersamaan yang terjalin, setiap langkah kecil menjadi bagian dari karya besar. Dan dari hati yang tulus memberi, Gereja terus bertumbuh, bukan hanya dalam wujud bangunan, tetapi juga dalam iman dan kasih umatnya.

Pertemuan Paguyuban Ibu-ibu Lingkungan Antonius

Pertemuan dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Maret 2026 pukul 16.30 wib di rumah ibu Herjunanto.
Pertemuan dihadiri kurang lebih 15 orang ibu dan diawali dg doa pembukaan oleh ibu Lia.
Sebelum doa, para ibu terlebih dahulu membayar iuran-iuran yaitu kas, arisan dan tabungan.
Setelah doa pembukaan, dilanjutkan isian oleh ibu Widi cara membuat mawar dari kain seserahan. Beberapa ibu mencoba membuatnya dan berhasil, setelah itu bunga ditata di tempat yg sudah disiapkan untuk seserahan.
Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua dan informasi dari stasi. Selanjutnya laporan-laporan dari bendahara, arisan dan tabungan.
Acara ditutup dengan doa Malaikat Tuhan oleh ibu Aniek.

Pertemuan APP ke-5 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“MENGAMBIL LANGKAH PERTAMA DALAM MENOLONG SESAMA”

Tanggal​​: 26 Maret 2026

Tempat ​​: Rumah Bp Vincentius Soemarno

Pemandu​​: Bp Arief Subyantoro, Bp Widjajanto, Bp Murdiyono

Jumlah Peserta ​: 25 orang

Pertemuan kelima Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 menjadi puncak dari rangkaian permenungan dengan mengangkat tema “Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama.” Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk tidak hanya memahami nilai-nilai kepedulian, tetapi juga berani mengambil tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengarahkan umat pada kesadaran akan panggilan sebagai murid Kristus yang diutus untuk mewartakan kasih melalui tindakan konkret.

Pada bagian pendalaman, umat diajak merefleksikan bahwa iman tidak berhenti pada doa dan niat baik, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata. Melalui bacaan Kitab Suci dan pengantar pertemuan, ditekankan bahwa setiap orang dipanggil untuk peka terhadap kebutuhan sesama dan berani “repot” untuk memulai langkah kecil yang membawa perubahan. Gereja mengajak umat untuk tidak menunda kebaikan, melainkan segera bertindak ketika melihat sesama yang membutuhkan pertolongan. 

Pendalaman semakin diperkaya melalui drama situasi (fragmen) yang dibawakan dengan gaya sederhana dan komunikatif. Dalam fragmen tersebut, para tokoh anak-anak menggambarkan kembali perjalanan materi dari pertemuan pertama hingga keempat: mulai dari pentingnya memahami kondisi sesama, mengenal fungsi dana sosial Gereja, mengembangkan tanggung jawab sosial, hingga memahami pentingnya pedoman dalam menyalurkan bantuan. Melalui dialog yang ringan dan diselingi humor, umat diajak menyadari bahwa kepedulian harus diwujudkan dengan cara yang benar dan bertanggung jawab. 

Fragmen tersebut mencapai pesan utamanya ketika para tokoh menyimpulkan bahwa menjadi pribadi yang peduli berarti mau melihat, mau berbagi, dan mau membantu dengan cara yang tepat. Pesan ini menegaskan bahwa tindakan kecil sekalipun memiliki arti besar jika dilakukan dengan ketulusan dan kebijaksanaan. Dengan demikian, umat tidak hanya diajak untuk memahami konsep, tetapi juga terdorong untuk mulai bertindak dalam kehidupan nyata, baik di keluarga, lingkungan, maupun masyarakat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, Doa Ardas, Doa Bapa Kami, berkat penutup, serta lagu penutup yang meneguhkan komitmen umat. Melalui pertemuan APP kelima ini, umat diharapkan semakin mantap untuk mengambil langkah pertama dalam menolong sesama. Dengan kepekaan hati dan keberanian untuk bertindak, umat dapat menjadi tanda kehadiran Gereja yang sungguh menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.

“Perayaan Minggu Palma: Gerbang Suci Memasuki Misteri Sengsara Tuhan di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo”


Minggu, 29 Maret 2026

Minggu Palma selalu punya nuansa yang berbeda. Ada sukacita, ada harapan, tapi juga mulai terasa bayang-bayang penderitaan. Hari ini, Gereja mengenang peristiwa saat Yesus Kristus memasuki Kota Yerusalem dan disambut meriah oleh orang banyak dengan lambaian daun palma—tanda kemenangan, namun juga awal dari jalan salib-Nya.

Perayaan Minggu Palma di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo tahun ini dipimpin oleh Romo Yohanes Ngatmo. sekitar 1041 Umat mulai berkumpul sejak pagi hari di halaman belakang gereja, membawa daun palma di tangan—sederhana, namun penuh makna.

Perayaan diawali dengan upacara pemberkatan daun palma. Dalam suasana yang khidmat, daun-daun palma diberkati sebagai simbol kesediaan umat untuk menyambut Kristus dalam hidup mereka—bukan hanya dalam sorak sorai, tetapi juga dalam kesetiaan.

Setelah itu, dimulailah perarakan menuju gereja. Barisan berjalan dengan tertib: diawali oleh putra-putri altar, diikuti para prodiakon, dan kemudian romo sebagai gembala umat. Langkah demi langkah perarakan ini seakan mengajak setiap orang untuk ikut masuk dalam kisah iman—bukan sekadar mengenang, tetapi mengalami.

Perayaan Ekaristi pun berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Namun puncak refleksi hari ini hadir dalam pembacaan Kisah Sengsara (Pasio). Kisah ini dibawakan dengan penghayatan oleh Mas Satria, Mbak Bunga, Mas Aremba, dan Mas Cristian. Suasana gereja menjadi hening, seolah setiap kata yang diucapkan mengajak umat untuk berhenti sejenak, merenung, dan melihat kembali makna pengorbanan.

Minggu Palma bukan sekadar awal dari Pekan Suci. Ia adalah undangan—untuk berjalan bersama, dari sorak sorai menuju salib, dari kegembiraan menuju pengorbanan, dan pada akhirnya menuju harapan akan kebangkitan.

Pertemuan APP ke-5: Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama

Pada hari Kamis, 19 Maret, Lingkungan St. Gabriel mengadakan Pertemuan APP ke-5 yang bertempat di rumah keluarga Bapak Jumadi. Pertemuan dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 25 umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Paul, Bapak Junedi, dan Bapak Robby.

Tema Pertemuan APP ke-5 adalah “Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama.” Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk menyadari panggilan masing-masing agar menjadi bagian dari masyarakat yang proaktif dalam mengusahakan kesejahteraan bersama. Kunci untuk mewujudkan panggilan tersebut adalah kepekaan dalam memahami kebutuhan sesama serta keberanian untuk memulai tindakan nyata.

Sebagai murid Kristus, umat dipanggil untuk mewartakan kabar sukacita. Dalam Injil Lukas bab 4 digambarkan bahwa kabar sukacita atau tahun rahmat Tuhan merupakan kabar baik bagi orang miskin, pembebasan bagi orang tawanan, penglihatan bagi orang buta, serta pembebasan bagi mereka yang tertindas. Hal ini tidak hanya berhenti sebagai wacana, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Dalam pertemuan ini juga disinggung kembali mengenai tim pengelola dana sosial paroki. Tim ini diberi tugas oleh pastor paroki untuk menyalurkan dana sosial, serta apabila diperlukan, mengajukan proposal bantuan ke lembaga Gereja yang lebih tinggi. Secara umum, pengajuan dana sosial dapat dilakukan oleh perorangan atau kelompok dengan sepengetahuan ketua lingkungan, kemudian diajukan kepada tim pengelola. Berdasarkan proposal yang diterima, tim akan melakukan verifikasi untuk menentukan kelayakan bantuan tersebut.

Bacaan Kitab Suci pada malam itu diambil dari Injil Lukas 9:1-6 tentang Yesus yang mengutus kedua belas murid. Dalam permenungan, disampaikan tiga tahap perutusan para murid, yaitu: (1) dipanggil menjadi murid Kristus yang siap ambil bagian dalam misi-Nya; (2) diberi kuasa melalui sakramen-sakramen untuk melaksanakan tugas perutusan; dan (3) diutus untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan segala konsekuensinya.

Selain itu, umat diajak untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki Gereja dalam mewartakan kabar sukacita melalui berbagai bidang, antara lain:

  • Bidang kesejahteraan (sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan),
  • Bidang keberimanan dan motivasi,
  • Bidang pemberdayaan (seperti pertanian, peternakan, UMKM, dan keterampilan),
  • Bidang kemanusiaan darurat (bencana alam, kecelakaan, dan lain-lain).

Umat juga diingatkan bahwa sebagai pribadi yang telah diutus dan diberi kuasa, setiap orang dipanggil untuk berani “mengambil langkah pertama” ketika melihat sesama yang membutuhkan.

Dalam sesi sharing, pemandu menjelaskan tata cara pengisian blangko pengajuan dana APP kepada panitia APP kevikepan yang dapat diakses pada lampiran buku panduan bagian akhir. Setelah sesi sharing selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa rosario sebagai intensi dari tuan rumah yang berulang tahun pada bulan tersebut.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah serta penyampaian pengumuman penting oleh ketua lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 20.30 WIB.

instagram https://www.instagram.com/reel/DWaN_dokzVS/?igsh=eXE1cnF1ZnFnODk1