OMK St. Lucius YP Adakan Rapat Persiapan Parcel Paskah

Semangat kreativitas dan kebersamaan ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) St. Lucius Lingkungan Yohanes Pembaptis melalui kegiatan rapat persiapan program Paskah yang dilaksanakan di PLAI Cafe.

Sebanyak 13 anggota OMK hadir dalam pertemuan tersebut. Suasana rapat berlangsung santai namun tetap penuh semangat diskusi. Pertemuan ini secara khusus membahas rencana pembuatan dan penjualan parcel Paskah yang akan ditawarkan kepada umat menjelang perayaan Paskah mendatang.

Dalam rapat tersebut, para OMK berdiskusi mengenai konsep parcel, isi paket, pembagian tugas, hingga strategi pelaksanaan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kaum muda untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus mengembangkan kreativitas dalam pelayanan.

Melalui inisiatif ini, OMK St. Lucius ingin mengambil peran aktif dalam kehidupan lingkungan serta menghadirkan semangat pelayanan kaum muda yang nyata di tengah umat. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana diskusi ringan menunjukkan bahwa pelayanan Gereja dapat diwujudkan melalui ide-ide sederhana yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Diharapkan, persiapan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan kegiatan penjualan parcel Paskah nantinya menjadi berkat bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis sekaligus semakin menumbuhkan semangat pelayanan OMK.

Menyatukan Suara dalam Pelayanan: Umat YP Latihan Koor Persiapan Jumat Pertama

Kamis, 26 Februari 2026 pukul 20.00 WIB, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis melaksanakan latihan koor sebagai persiapan tugas pelayanan pada Misa Jumat Pertama yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2026.

Sebanyak 27 umat ambil bagian dalam latihan ini, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia. Kehadiran lintas generasi tersebut menunjukkan semangat pelayanan yang hidup dalam Lingkungan Yohanes Pembaptis, di mana setiap umat mengambil bagian sesuai talenta yang dimiliki.

Latihan koor dilaksanakan dalam suasana penuh kebersamaan. Lagu demi lagu dilatih dengan tekun, menyatukan nada, irama, dan penghayatan agar pujian yang dipersembahkan nantinya dapat membantu umat semakin khusyuk dalam perayaan Ekaristi. Tidak hanya melatih teknik bernyanyi, latihan ini juga menjadi sarana membangun kekompakan dan mempererat relasi antarumat.

Meski dilakukan setelah rangkaian kegiatan lingkungan sebelumnya, semangat peserta tetap terasa hangat. Tawa ringan, saling mendukung, serta kesediaan untuk terus belajar bersama menjadi warna tersendiri dalam latihan malam itu.

Melalui persiapan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dalam Misa Jumat Pertama nanti. Pujian yang dipersembahkan bukan sekadar nyanyian, melainkan ungkapan iman dan syukur kepada Tuhan.

Mengenal dan Menghidupi Solidaritas: Pertemuan APP Kedua Lingkungan Yohanes Pembaptis

Kamis, 26 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang kedua. Sebanyak 27 umat hadir, mulai dari OMK, bapak-ibu, hingga para lansia, menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjalani masa APP tahun ini.

Pertemuan kali ini mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.” Melalui tema tersebut, umat diajak semakin memahami bagaimana Gereja menghidupi solidaritas melalui pengelolaan dana sosial.

Dalam sesi pendalaman, umat merefleksikan bacaan dari Kisah Para Rasul 4:32–37. Bacaan tersebut menggambarkan kehidupan Jemaat Perdana yang hidup dalam semangat kebersamaan, di mana harta milik tidak hanya dipandang sebagai milik pribadi, tetapi memiliki dimensi sosial demi kesejahteraan bersama. Semangat solidaritas dan kesetiakawanan membuat tidak ada satu pun anggota jemaat yang berkekurangan.

Sosok Barnabas menjadi contoh nyata pribadi yang menghidupi jiwa sosial. Ia dengan sukarela berbagi dan menghadirkan sukacita bagi komunitas. Teladan ini mengajak umat untuk melihat bahwa kualitas iman juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.

Selanjutnya, umat diajak mengenal berbagai Dana Sosial Gereja yang dihimpun dari umat dan dikelola secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional melalui KWI, tingkat Keuskupan dan Kevikepan, hingga Paroki. Dana sosial tersebut memiliki fungsi yang beragam, baik untuk mendukung kehidupan internal Gereja, seperti Dana Solidaritas antar Paroki (DSP), maupun untuk membantu mereka yang membutuhkan, khususnya kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).

Melalui sesi diskusi, umat diajak merefleksikan kesan mereka terhadap keberadaan dana sosial Gereja serta menyadari bahwa masih banyak umat yang belum memahami secara utuh fungsi dana sosial, termasuk APP. Diskusi ini menumbuhkan kesadaran baru akan pentingnya keterlibatan umat, tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai pelaku yang aktif mendukung perkembangan Gereja.

Pertemuan APP kedua ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin memahami bahwa solidaritas Gereja bukan sekadar konsep, melainkan gerakan nyata yang hidup dari partisipasi umat. Diharapkan, melalui pemahaman ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis semakin tergerak untuk ambil bagian dalam mendukung pelayanan Gereja dan membantu sesama yang membutuhkan.

Pertemuan APP Pertama Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Pertemuan APP Pertama Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Kamis, 26 Februari 2026

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali memulai rangkaian Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang pertama pada hari Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi momen awal bagi umat untuk bersama-sama memasuki masa tobat dengan hati yang terbuka, penuh refleksi, dan semangat pembaruan diri.

APP bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan kesempatan istimewa bagi setiap pribadi untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama. Dalam suasana doa yang khusyuk, umat diajak untuk merenungkan tema APP tahun ini, mendengarkan Sabda Tuhan, berbagi pengalaman hidup, serta saling meneguhkan dalam perjalanan iman.

Pertemuan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kehangatan. Umat yang hadir mengikuti rangkaian ibadat, pendalaman materi, serta diskusi kelompok dengan antusias. Setiap sharing yang disampaikan menjadi pengingat bahwa panggilan untuk bertobat dan berbuat kasih bukan hanya wacana, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pertemuan APP pertama ini, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka diharapkan tidak hanya berhenti pada doa dan pertemuan semata. Semangat APP harus dinyatakan dalam aksi nyata: membantu sesama yang membutuhkan, memperhatikan tetangga yang sedang mengalami kesulitan, terlibat dalam kegiatan sosial lingkungan, serta membangun kepedulian yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata. APP menjadi sarana pembinaan iman yang mendorong perubahan sikap, pertobatan hati, dan tindakan kasih yang sederhana namun bermakna. Dari lingkungan kecil inilah, kebaikan dapat bertumbuh dan membawa dampak yang lebih luas.

Semoga melalui rangkaian Pertemuan APP ini, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin solid dalam persaudaraan, semakin peka terhadap kebutuhan sesama, dan semakin berani mewujudkan iman dalam tindakan nyata.

Tuhan memberkati setiap niat baik dan langkah pelayanan kita.

Instagram : https://www.instagram.com/p/DVOeviqD2ZU/?igsh=MTd4a3Rma3dzaTJ6Nw==
Youtube : https://youtu.be/D0Xa-1oqnf0?feature=shared
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmG37rCW/

Kegiatan Rapat Dewan Pastoral Stasi Harian

Jumat 20 Februari 2026, dalam rangka menyampaikan dan mengevaluasi laporan kegiatan selama bulan Februari 2026, dilaksanakan Rapat Dewan Pastoral Stasi Harian Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Rapat ini dihadiri oleh Ketua Dewan Stasi beserta jajaran pengurus harian dan para ketua bidang pelayanan serta Romo Paroki, Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Pada sesi pertama, disampaikan laporan umum dari Dewan Stasi terkait pelaksanaan program kerja bulanan, koordinasi internal, serta dinamika pelayanan umat selama bulan Februari. Secara umum, kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat partisipasi aktif dari umat.

Selanjutnya, masing-masing bidang menyampaikan laporan kegiatan sebagai berikut:

Bidang Liturgi dan Peribadatan
Melaporkan pelaksanaan perayaan misa Rabu Abu, kegiatan pertemuan Lektor, pertemuan tim koor/paduan suara lingkungan, dan rapat timpel tata bunga untuk pekan suci. Evaluasi juga dilakukan terhadap keterlibatan petugas dan kedisiplinan pelayanan.

Bidang Pewarta dan Evangelisasi
Menyampaikan kegiatan katekese, kegiatan PIA/PIR/PIOM/PIUL, persiapan sakramen, Program pendalaman iman selama masa liturgi berjalan sesuai rencana.

Bidang Paguyuban dan Persaudaraan
Melaporkan kegiatan kelompok-kelompok kategorial seperti ibu-ibu stasi, Legio Maria, serta melaporkan kegiatan dan agenda OMK St. Mikhael, Maguwo.

Bidang Kemasyarakatan
Menyampaikan keterlibatan stasi melalui timpel HAK (Hubungan antar Agama dan Kepercayaan) dalam menghadiri undangan GKJ Maguwoharjo. Kegiatan tersebut sebagai wujud kehadiran Gereja di tengah lingkungan sosial.

Bidang Penelitian dan Pengembangan
Melaporkan kegiatan review data umat, serta sinkronisasi Keuskupan Agung Semarang.

Bidang Rumah Tangga
Menyampaikan laporan terkait perawatan sarana dan prasarana gereja, kebersihan lingkungan, serta kebutuhan perlengkapan pendukung kegiatan liturgi dan pastoral.

Selain kegiatan Bidang-bidang di atas, para Ketua Wilayah juga turut menyampaikan kegiatan/kondisi terkini di lingkungan-lingkungan dalam lingkup wilayahnya masing-masing.

Bendahara Stasi juga menyampaikan laporan keuangan per 31 Januari 2026, yang meliputi pemasukan, pengeluaran, dan saldo akhir kas stasi. Laporan keuangan diterima dan dicatat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan laporan dari Panitia Pembangunan Gereja yang memaparkan perkembangan pembangunan, kondisi keuangan pembangunan, serta rencana tahapan pekerjaan selanjutnya.

Di Ambang Pintu Paroki Administratif

Pada sesi akhir rapat, disampaikan Surat Keputusan dari Keuskupan Agung Semarang mengenai status Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Berdasarkan SK yang telah disetujui sejak 1 Januari 2026, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo resmi ditetapkan menjadi Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Namun, atas permintaan pengurus stasi terdahulu, pemberlakuan status sebagai paroki administratif akan efektif mulai tanggal 2 Juni 2026 agar bertepatan dengan perayaan ulang tahun gereja. Keputusan ini diharapkan menjadi momentum pertumbuhan iman, kemandirian, dan peningkatan pelayanan pastoral bagi seluruh umat.

Pertemuan APP 1 Lingkungan St. Gabriel : Mengenal Kondisi, Menggerakkan Aksi

Dalam masa Prapaskah, umat Katolik diajak untuk menghayati semangat doa, mati raga, dan aksi sebagai wujud pertobatan dan solidaritas. Pada tahun 2026 ini, Panitia APP Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengangkat tema, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.” Tema ini mengajak seluruh umat untuk semakin peka terhadap kondisi sekitar serta terlibat aktif dalam membangun kesejahteraan bersama.

Pada Kamis, 19 Februari 2026, umat Lingkungan St. Gabriel melaksanakan Pertemuan APP 1 di rumah keluarga Bapak Suroso. Pertemuan dimulai pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Bapak Jiwo, Bapak Arif, serta Bapak Simbolon. Sebanyak 20 umat hadir, terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua, yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat kebersamaan.

Pertemuan APP 1 mengangkat tema “Potret Kondisi dan Potensi, Dasar untuk Mengawal Aksi.” Melalui tema ini, umat diajak menyadari pentingnya data sebagai dasar dalam merencanakan gerakan yang tepat sasaran. Dalam konteks Gereja KAS, pendataan umat melalui sistem Ecclesia yang terus diperbarui diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi umat beriman. Sistem ini perlu semakin dikenal dan dimanfaatkan, khususnya oleh para pelaku pastoral, agar setiap program dan kegiatan dapat dirancang sesuai kebutuhan riil umat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Melalui sharing dan diskusi bersama, umat saling berbagi pandangan mengenai kondisi lingkungan sekaligus menggali potensi yang dimiliki. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik untuk semakin menguatkan kebersamaan serta komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera, dimulai dari lingkungan sendiri.

Sebagai penutup, umat Lingkungan St. Gabriel berharap agar pertemuan-pertemuan APP selanjutnya semakin mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat pelayanan. Semoga melalui proses refleksi, pendataan, dan aksi nyata yang dilakukan bersama, umat semakin mampu menghadirkan Gereja yang hidup, peduli, dan membawa sukacita bagi sesama.

Setelah pertemuan APP selesai, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor sebagai persiapan ibadat memule untuk memperingati dua tahun wafatnya Ibu Maria Waginem Budiarjo. Latihan dilakukan dengan penuh kesungguhan sebagai wujud pelayanan dan dukungan kepada keluarga. Ibadat memule tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Februari 2026.

Melalui rangkaian kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gabriel semakin diteguhkan dalam kebersamaan, baik dalam refleksi iman maupun dalam pelayanan nyata di tengah lingkungan.

Semangat Tak Surut, Umat YP Lanjut Latihan Koor Usai Pertemuan APP

Kamis, 19 Februari 2026 menjadi malam yang penuh kebersamaan bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis. Setelah menyelesaikan Pertemuan APP pertama pukul 19.00, umat tidak langsung pulang. Tepat pukul 20.00, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor untuk persiapan tugas Misa Jumat Pertama pada 6 Maret 2026.

Meski waktu sudah cukup malam, semangat umat tetap menyala. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan OMK duduk bersama, menyatukan suara dalam latihan yang penuh kekompakan. Nada demi nada dilatih dengan serius, namun tetap dalam suasana santai dan hangat.

Latihan ini bukan sekadar mempersiapkan lagu, tetapi juga mempererat kebersamaan antarumat. Ada tawa kecil saat nada belum kompak, ada fokus saat bagian sulit diulang bersama. Semua menyatu dalam satu tujuan: memberikan pelayanan terbaik untuk Tuhan melalui pujian.

Kebersamaan lintas generasi yang terlihat malam itu menjadi bukti bahwa pelayanan bukan soal usia, melainkan soal hati yang mau terlibat. Dari yang muda hingga yang senior, semua mengambil bagian.

Semoga melalui latihan ini, pelayanan pada Misa Jumat Pertama nanti dapat berjalan dengan baik dan membawa umat semakin khusyuk dalam perayaan Ekaristi.

Pertemuan APP Pertama Lingkungan Yohanes Pembaptis: Mewujudkan Kepedulian Melalui Refleksi Bantuan Sosial

Kamis, 19 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, Lingkungan Yohanes Pembaptis melaksanakan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang pertama dengan tema “Potret Kondisi dan Potensi: Dasar untuk Mengawali Aksi.” Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya kepedulian sosial, khususnya dalam hal bantuan sosial (bansos).

Sebanyak 30 umat hadir dalam pertemuan tersebut, terdiri dari OMK (Orang Muda Katolik), bapak-ibu, serta para lansia. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam membangun lingkungan yang semakin peduli dan solider.

Pertemuan diawali dengan doa pembuka dan pengantar mengenai makna APP sebagai momentum pertobatan yang tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga sosial. Umat diajak untuk melihat realitas di sekitar: apakah bantuan sosial yang ada selama ini sudah sungguh menyentuh mereka yang paling membutuhkan?

Dalam sesi diskusi, umat diajak merefleksikan beberapa pertanyaan mendalam, antara lain:

  • Apakah saya atau keluarga saya termasuk penerima bantuan sosial yang sebenarnya tidak tepat sasaran?
  • Adakah anggota masyarakat di sekitar saya yang justru lebih membutuhkan bantuan tersebut?
  • Bagaimana peran saya agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan benar-benar membantu yang membutuhkan?

Diskusi berlangsung terbuka dan penuh kejujuran. Beberapa umat menyampaikan keprihatinan atas kondisi di sekitar lingkungan, di mana masih ada warga yang membutuhkan namun belum tersentuh bantuan. Ada pula refleksi pribadi mengenai pentingnya integritas dan kejujuran dalam menerima bantuan.

Melalui pertemuan ini, umat tidak hanya diajak untuk menilai situasi, tetapi juga menggali potensi yang dimiliki lingkungan, seperti semangat gotong royong, komunikasi antarwarga, serta kepedulian yang sudah tumbuh selama ini. Kesadaran bersama ini menjadi dasar untuk merancang aksi nyata selama masa APP, agar bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar menjadi wujud kasih yang konkret.

Pertemuan APP pertama ini menjadi pengingat bahwa pertobatan sejati tidak berhenti pada doa dan puasa, tetapi juga diwujudkan dalam keberanian bersikap jujur, peduli, dan bertanggung jawab terhadap sesama. Semoga semangat solidaritas yang telah tumbuh dalam pertemuan ini terus berkembang dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Doa Rutin Lingkungan St. Theresia : Meneladani Iman Perempuan Siro-Fenesia

Lingkungan St. Theresia kembali mengadakan kegiatan doa rutin pada Kamis, 12 Februari 2026, yang diikuti oleh umat lingkungan dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperdalam iman, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan pengharapan umat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan doa rutin ini dilaksanakan di rumah Keluarga Bapak Gelung Minangkoro, dengan rangkaian acara meliputi doa pembuka, pujian, pembacaan Injil, renungan, doa umat, serta doa penutup. Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana hening, khidmat, dan penuh penghayatan.

Renungan pada kesempatan ini diambil dari Injil Markus 7:24–30 dengan tema “Perempuan Siro-Fenesia yang Percaya.” Bacaan Injil ini mengisahkan seorang perempuan non-Yahudi yang dengan penuh kerendahan hati dan ketekunan iman datang kepada Yesus untuk memohon kesembuhan bagi anaknya. Meskipun awalnya mengalami penolakan, ia tidak menyerah, melainkan tetap percaya penuh pada belas kasih dan kemurahan Tuhan. Keteguhan imannya menunjukkan bahwa iman sejati adalah iman yang gigih, teguh, dan tidak mudah menyerah.

Dalam konteks sosial dan religius pada masa itu, keselamatan dipahami hanya diperuntukkan bagi bangsa Yahudi. Namun, melalui kisah ini, Yesus menegaskan bahwa keselamatan Allah terbuka bagi semua bangsa, tanpa dibatasi oleh latar belakang, suku, maupun status sosial. Tuhan hadir untuk menyelamatkan semua orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus dan penuh iman.

Kisah Perempuan Siro-Fenesia juga mengajarkan kepada kita tentang iman yang tidak menuntut, tidak memaksa, tetapi percaya sepenuhnya pada belas kasih dan kemurahan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap datang kepada Tuhan dengan berbagai tuntutan dan harapan. Namun, melalui renungan ini, umat diajak untuk belajar berserah, setia, dan sabar, sebab jawaban atas doa-doa kita selalu lahir dari kasih Tuhan, bukan dari paksaan manusia.

Beberapa pesan iman yang dapat direnungkan bersama dari Injil hari ini adalah:

  1. Mukjizat Tuhan terjadi menurut kehendak-Nya
  2. Jawaban atas doa-doa kita adalah karena belas kasih dan kemurahan Tuhan
  3. Iman yang benar adalah percaya kepada Tuhan tanpa perlu bukti nyata.

Melalui kegiatan doa rutin ini, umat Lingkungan St. Theresia diharapkan semakin diteguhkan dalam iman dan pengharapan. Jangan menyerah, jangan berhenti berharap, dan jangan mundur karena satu penolakan. Tetaplah percaya dan berserah sepenuhnya pada belas kasih serta kemurahan Tuhan, sebab di sanalah sumber kekuatan sejati kita.

Kamis Penuh Berkah Bersama Umat Lingkungan St. Theresia

Doa Rutin yang dilakukan dua kali dalam sebulan, setiap hari Kamis, umat Lingkungan St. Theresia berkumpul untuk mengikuti doa. Di tengah kesibukan dan padatnya aktivitas sehari-hari, momen ini menjadi waktu yang pas untuk berhenti sejenak, waktu memuji Tuhan bersama seluruh umat lingkungan.

Suasana doa berlangsung sederhana namun penuh makna. Dengan puji-pujian, bacaan Kitab Suci, serta doa bersama, umat diajak untuk saling menguatkan dalam iman dan pengharapan. Kehadiran umat yang setia menjadi bukti nyata kerinduan untuk terus bertumbuh secara rohani.

Tak hanya sebagai sarana pendalaman iman, doa rutin ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan dan kekeluargaan antarumat. Canda ringan, senyum, dan sapaan hangat setelah doa menambah rasa akrab dan memperkuat tali persaudaraan di Lingkungan St. Theresia.

Semoga melalui kegiatan sederhana namun penuh berkat ini, iman umat semakin diteguhkan, hati semakin dikuatkan, dan kasih Tuhan semakin nyata dalam setiap langkah kehidupan.