Pelayanan distribusi Jadup Program tim PSE GMBA Maguwo di Lingkungan St. Gabriel

Tim Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Gereja Katolik berperan sebagai perpanjangan tangan Gereja dalam mewujudkan kepedulian sosial yang profesional, terorganisir, dan berlandaskan Ajaran Sosial Gereja. Kegiatan PSE difokuskan pada pemberdayaan kelompok kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD) melalui aksi karitatif berupa bantuan langsung serta pemberdayaan ekonomi.

Salah satu program yang dijalankan oleh Tim PSE Bidang Kemasyarakatan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo adalah pemberian bantuan sosial bagi umat miskin dan rentan miskin, yang dikenal dengan istilah Jadup (Jaminan Hidup). Pembagian Jadup berupa paket sembako dilakukan di gereja, yang diambil per lingkungan pada hari Sabtu, 28 Februari, bertempat di teras depan GMBA Maguwo.

Lingkungan St. Gabriel ditugaskan untuk mengambil bantuan tersebut, dengan Bapak Simbolon selaku Seksi PSE Lingkungan sebagai penanggung jawab. Distribusi kepada umat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing penerima. Umat lansia menerima bantuan langsung di rumah, sedangkan umat lainnya menerima bantuan pada saat pertemuan APP 3 yang dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Maret.

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan dari Lingkungan St. Gabriel adalah 7 kepala keluarga. Pelaksanaan program ini menunjukkan komitmen Tim PSE GMBA Maguwo dalam mewujudkan kepedulian sosial yang nyata dan berkesinambungan bagi umat yang membutuhkan.

Dengan selesainya pembagian Jadup ini, semoga setiap paket bantuan tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari umat yang membutuhkan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, kepedulian, dan kasih di antara seluruh anggota jemaat. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Gereja hadir nyata di tengah masyarakat, mendampingi dan memberdayakan mereka yang lemah dan rentan, serta menegaskan bahwa kepedulian sosial adalah wujud iman yang hidup. Semoga semangat pelayanan ini terus berkembang dan menginspirasi seluruh komunitas untuk bersama-sama mewujudkan kasih Kristiani dalam tindakan nyata.

tiktok https://vt.tiktok.com/ZSu6xtc9W/

instagram https://www.instagram.com/reel/DVqjtKjE8zX/?igsh=cDRrbXdlZGplbnAy

Membangun Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial melalui Pertemuan APP Ke-3 Lingkungan St. Gabriel

Lingkungan St. Gabriel telah melaksanakan Pertemuan APP ke-3 pada hari Kamis, 5 Maret, bertempat di rumah keluarga Bapak Candra. Pertemuan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 28 umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Candra, Bapak Thobias, dan Bapak Anang.

Tema yang diangkat dalam pertemuan ketiga ini adalah “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui tema ini, umat diajak untuk menyadari bahwa rahmat Tuhan yang telah diterima merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Dalam pendalaman yang dilakukan, umat diajak untuk memahami bahwa Allah mengaruniakan berkat kepada manusia tidak hanya dalam bentuk harta atau materi, tetapi juga dalam bentuk lain seperti kesehatan, pengetahuan, serta jejaring relasi. Semua itu merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan dalam kehidupan bersama.

instagram https://www.instagram.com/reel/DV2s2UKgLVF/?igsh=MXE0ZWx4OWRqa245dQ==

Pertemuan APP ke-3 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“MENINGGALKAN SIKAP KETIDAKPEDULIAN, MENGEMBANGKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL”

Tanggal                      : 5 Maret 2026

Tempat                      : Rumah Ibu Aniek

Pemandu                  : Bp Purwanto, Bp Indarto, Bp Andreas, Ibu Titik, Ibu Nelly

Jumlah Peserta       : 27 orang

Pertemuan ketiga Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 kembali dilaksanakan dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.” Pada pertemuan ini umat diajak merenungkan subtema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui pertemuan ini, umat diingatkan bahwa setiap anugerah yang diterima dari Tuhan—baik kemampuan, waktu, relasi, maupun harta—mengandung tanggung jawab untuk dibagikan kepada sesama demi menghadirkan kesejahteraan bersama.

Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengantar umat memasuki suasana refleksi lalu pembacaan Kitab Suci untuk memberikan acuan dari tema ini. Dalam pendalaman materi, umat diajak menyadari bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari panggilan iman. Gereja mengajak setiap orang untuk tidak bersikap acuh terhadap kesulitan sesama, melainkan berani mengambil langkah nyata dalam membangun solidaritas. Dengan saling berbagi dan bekerja sama, anugerah yang berbeda-beda dari setiap orang dapat dipadukan untuk menghadirkan perubahan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Untuk memperdalam pemahaman tersebut, pertemuan ini dilengkapi dengan sebuah fragmen atau drama situasi yang menggambarkan kontras antara sikap ketidakpedulian dan sikap penuh kasih. Dalam cerita tersebut digambarkan seorang keluarga kaya yang hidup berkecukupan namun menolak membantu seorang pria yang sedang membutuhkan uang untuk membeli obat bagi istrinya yang sakit. Sebaliknya, sebuah keluarga sederhana yang hidup dengan keterbatasan justru menunjukkan belas kasih dengan memberikan sebagian dari uang belanja mereka untuk menolong orang yang membutuhkan. Kisah ini menegaskan bahwa kepedulian tidak ditentukan oleh banyaknya harta, melainkan oleh hati yang terbuka untuk berbagi.

Fragmen tersebut mencapai puncaknya ketika orang kaya yang sebelumnya bersikap sombong mengalami kesulitan karena anaknya mengalami kecelakaan dan membutuhkan donor darah. Tanpa diduga, justru orang miskin yang dahulu ia tolak bantuannya bersedia secara sukarela mendonorkan darahnya demi menyelamatkan nyawa anak tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, setiap orang saling membutuhkan dan kebaikan yang diberikan dengan tulus akan membawa berkat bagi banyak orang.Pertemuan dilanjutkan dengan doa ARDAS IX kemudian Doa Bapa Kami, serta berkat penutup dan lagu penutup. Melalui pertemuan APP ketiga ini, umat diajak untuk semakin meninggalkan sikap tidak peduli dan mulai mengembangkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing, sebab membantu sesama tidak harus menunggu menjadi kaya, melainkan dimulai dari hati yang mau berbagi dan menghidupi kasih Kristus dalam kehidupan nyata.

Pelayanan Pujian: Umat YP Bertugas Koor dalam Misa Jumat Pertama

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mengambil bagian dalam pelayanan liturgi melalui tugas koor pada Misa Jumat Pertama yang dilaksanakan pada 6 Maret 2026. Sebanyak 26 umat turut ambil bagian dalam pelayanan ini, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia.

Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kerelaan umat untuk melayani Tuhan melalui talenta yang dimiliki. Dalam kesempatan tersebut, para anggota koor mengenakan busana bernuansa gelap sebagai tema yang telah disepakati bersama.

Sejak awal perayaan Ekaristi, pujian yang dinyanyikan oleh koor membantu menciptakan suasana doa yang khusyuk. Lagu-lagu liturgi dibawakan dengan penuh penghayatan sehingga umat yang hadir dapat semakin meresapi makna perayaan Ekaristi.

Pelayanan koor ini juga merupakan buah dari latihan yang telah dilakukan sebelumnya oleh umat Lingkungan Yohanes Pembaptis. Melalui latihan dan kebersamaan tersebut, terbangun kekompakan serta semangat saling mendukung dalam pelayanan.

Partisipasi umat dari berbagai usia menjadi gambaran indah kehidupan menggereja yang hidup dan dinamis. Melalui pujian yang dipersembahkan, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis ingin memuliakan Tuhan sekaligus menghadirkan sukacita dalam perayaan Ekaristi.

Semoga pelayanan ini semakin menumbuhkan semangat umat untuk terus terlibat dalam berbagai bentuk pelayanan di Gereja dan menjadi berkat bagi sesama.

Pertemuan APP Ketiga YP: Belajar Peduli dari Kisah Lazarus

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang ketiga pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 19.00 WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 35 umat yang datang dari berbagai kalangan usia, mulai dari OMK hingga para lansia. Kehadiran umat yang cukup banyak menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan dalam mendalami makna APP tahun ini.

Pertemuan kali ini mengangkat tema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui tema tersebut, umat diajak untuk semakin peka terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Dalam sesi pendalaman, umat diajak merefleksikan kisah Lazarus dan orang kaya. Kisah tersebut mengingatkan akan pentingnya kepedulian dan kasih kepada sesama. Lazarus yang miskin dan menderita menunggu di depan pintu berharap mendapat perhatian dan uluran tangan. Sebaliknya, orang kaya yang mengetahui kondisi Lazarus justru bersikap acuh tak acuh, meskipun ia memiliki banyak sumber daya untuk membantu.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk menjadi tangan Tuhan yang penuh kasih bagi sesama, terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, difabel, sakit, dan sering kali terlupakan. Pelayanan kepada sesama bukan hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga melalui perhatian, kepedulian, serta penghargaan terhadap martabat manusia.

Umat juga diajak menyadari bahwa segala sumber daya yang dimiliki sesungguhnya merupakan titipan Tuhan yang dapat digunakan untuk memberkati sesama. Pengetahuan, relasi, serta kemampuan yang dimiliki masing-masing orang dapat menjadi sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Melalui diskusi bersama, umat merefleksikan beberapa pertanyaan penting, seperti apakah masih ada “Lazarus-Lazarus” di sekitar kita, sumber daya apa yang dimiliki lingkungan untuk membantu mereka, serta peluang bantuan apa saja yang dapat dimanfaatkan, baik dari Gereja maupun dari pemerintah.

Pertemuan APP ketiga ini diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran umat untuk tidak bersikap acuh tak acuh terhadap sesama. Sebaliknya, umat diajak untuk mengembangkan tanggung jawab sosial sebagai wujud nyata iman yang hidup dalam tindakan kasih.

Semoga melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis semakin tergerak untuk peka terhadap kebutuhan sesama dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.

Pertemuan APP ke-2 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka Penuh Kebersamaan

Pada hari Kamis, 5 Maret 2026, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali berkumpul dalam Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-2 yang dilaksanakan di rumah Bapak Hari Mulyoto. Pertemuan ini menjadi momen yang penuh makna karena selain sebagai sarana pendalaman iman di masa Prapaskah, juga bertepatan dengan perayaan ulang tahun Bapak Hari Mulyoto sebagai tuan rumah.

Pertemuan diawali dengan doa pembuka dan dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci serta pendalaman materi APP yang mengajak umat untuk semakin menghayati makna pertobatan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama selama masa Prapaskah. Umat yang hadir mengikuti jalannya pertemuan dengan penuh perhatian dan keterlibatan melalui sharing pengalaman iman serta refleksi bersama.

Suasana kebersamaan semakin terasa hangat ketika di akhir pertemuan umat Lingkungan St. Gregorius bersama-sama memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bapak Hari Mulyoto. Dengan penuh sukacita, umat menyampaikan doa dan harapan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta berkat melimpah dalam kehidupan keluarga maupun pelayanan di tengah lingkungan.

Pertemuan APP ini tidak hanya menjadi sarana pendalaman iman, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka. Kebersamaan yang terjalin melalui doa, refleksi, dan sukacita sederhana menjadi tanda nyata bahwa kehidupan menggereja di lingkungan terus bertumbuh dalam semangat persaudaraan dan kasih.

Semoga melalui rangkaian pertemuan APP selama masa Prapaskah ini, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin diteguhkan dalam iman, semakin peduli terhadap sesama, dan semakin siap menyambut sukacita Paskah.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DVgdp4-jyUI/?igsh=MTd2cHdjdmt4dWtyOQ==

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSu8ma6SP/

Youtube : https://youtu.be/CH5hj5Bd0vk

Dengar Kata Umat: 1 Kata tentang Prapaskah

Dalam rangka menyambut masa Prapaskah, lingkungan Santo Petrus mengadakan kegiatan “Dengar Kata Umat”, yaitu sebuah momen sederhana namun bermakna di mana setiap umat diminta menyampaikan satu kata yang menggambarkan makna Prapaskah bagi dirinya. Kegiatan ini menjadi sarana refleksi bersama untuk semakin menghayati masa tobat dan pertobatan.

Menyempurnakan Pelayanan: Umat YP Mantapkan Latihan Koor Jelang Jumat Pertama

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan latihan koor di rumah Ibu Tukimin sebagai persiapan pelayanan pada Misa Jumat Pertama yang akan dilaksanakan pada 6 Maret 2026.

Sebanyak 22 umat hadir dalam latihan tersebut, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan pelayanan yang terus hidup dalam Lingkungan Yohanes Pembaptis.

Dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan, umat bersama-sama melatih lagu-lagu liturgi yang akan dibawakan pada perayaan Ekaristi. Setiap bagian lagu dilatih dengan sungguh-sungguh, menyatukan nada dan penghayatan agar pujian yang dipersembahkan dapat membantu umat berdoa dengan lebih khusyuk.

Latihan koor tidak hanya menjadi persiapan teknis bernyanyi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarumat. Saling mendukung, belajar bersama, serta semangat melayani menjadi warna tersendiri dalam kebersamaan malam itu.

Melalui latihan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dalam Misa Jumat Pertama. Pujian yang dipersembahkan menjadi ungkapan iman dan syukur kepada Tuhan melalui talenta yang dimiliki setiap umat.

Semoga semangat pelayanan ini terus bertumbuh dan semakin memperkuat kebersamaan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis.

Pertemuan APP ke-2 Lingkungan St. Antonius Maguwo

Tanggal : 26 Februari 2026

Tempat : Rumah Bp Rusiawan

Pemandu : Bp Rusiawan, Ibu Bagus, Ibu Nelly

Jumlah Peserta : 21 orang

Pertemuan kedua Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 dilaksanakan dengan mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya”. Dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, umat diajak untuk semakin memahami bahwa Gereja tidak hanya hadir melalui pewartaan dan doa, tetapi juga melalui pengelolaan dana sosial yang bertanggung jawab, tepat sasaran, dan berkesinambungan. Pertemuan diawali dengan doa dan nyanyian pembuka dari MB 378 “Tuhan Dikau Naungan Hidupku”, yang menyiapkan hati umat untuk masuk dalam pendalaman iman dan kepedulian sosial.

Melalui pengantar dan pendalaman materi, umat diajak mengenal berbagai potensi dana sosial Gereja yang dikelola di tingkat paroki dan keuskupan, seperti Dana APP, Dana Papa Miskin (Danpamis), Dana Pendidikan Paroki, dan dana solidaritas lainnya. Ditekankan bahwa dana sosial Gereja memiliki fungsi utama untuk menghadirkan kesejahteraan umat, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Dana-dana tersebut bersifat “siap habis” secara bertanggung jawab, tidak untuk ditimbun, serta inklusif, artinya terbuka bagi siapa pun yang sungguh membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.

Setelah pengantar dan pendalaman materi, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci. Pemahaman materi APP ke-2 ini kemudian diperdalam lagi melalui sebuah drama situasi yang menggambarkan kegelisahan umat dan pengurus lingkungan ketika berhadapan dengan kasus nyata warga yang mengalami kesulitan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Melalui dialog yang hidup dan reflektif, drama tersebut menegaskan pentingnya data umat dalam Sistem Ecclesia sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penerapan prinsip solidaritas dan subsidiaritas dalam pengelolaan dana sosial Gereja. Drama ini membantu umat melihat bahwa bantuan Gereja bukan sekadar belas kasihan sesaat, melainkan buah dari iman yang terorganisir, terarah, dan berpihak pada kebutuhan nyata umat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, serta berkat penutup yang meneguhkan komitmen umat untuk terlibat aktif dalam karya sosial Gereja. Melalui pertemuan APP kedua ini, umat diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan dana sosial Gereja, tetapi juga berani mengawal pemanfaatannya agar benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, Gereja semakin sungguh menghadirkan wajah kasih Allah: menyejahterakan secara nyata dan membahagiakan karena setiap umat merasa diperhatikan, didampingi, dan tidak berjuang sendirian.

Pembinaan Iman Remaja Perdana Lingkungan St. Monica: Membangun Generasi Muda yang Berakar dalam Iman

Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 14.00–16.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Iman Remaja Lingkungan St. Monica yang bertempat di Focolare Movement (Rumah Focolare). Kegiatan ini merupakan pertemuan perdana dan diikuti oleh 11 remaja dari lingkungan dengan penuh semangat dan antusias.

Karena menjadi pertemuan pertama, kegiatan diawali dengan sesi perkenalan. Para peserta saling berbagi cerita tentang diri mereka, mulai dari sekolah, hobi, hingga harapan mengikuti pembinaan iman. Suasana yang awalnya masih terasa malu-malu, perlahan berubah menjadi lebih cair dan penuh keakraban. Melalui beberapa permainan (games) yang menyenangkan, para remaja semakin mengenal satu sama lain dan belajar membangun kerja sama.

Kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman Sabda Tuhan. Dalam suasana santai namun tetap khidmat, para remaja diajak untuk merefleksikan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari—di rumah, di sekolah, maupun dalam pergaulan. Mereka diberi kesempatan untuk berbagi pendapat dan pengalaman, sehingga iman tidak hanya dipahami, tetapi juga dihayati dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Pembinaan iman remaja ini menjadi salah satu langkah nyata Lingkungan St. Monica dalam menyiapkan regenerasi kaum muda. Harapannya, para remaja dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, dan siap terlibat aktif dalam berbagai kegiatan serta pelayanan Gereja di masa mendatang.

Pertemuan perdana ini menjadi awal yang baik dan penuh harapan. Semoga kebersamaan yang terjalin dan benih iman yang ditanamkan pada hari ini terus berkembang, sehingga kaum muda Lingkungan St. Monica semakin berani menjadi saksi kasih Tuhan di tengah masyarakat.