Lingkungan Santa Monica Gelar Ibadah Mitoni Penuh Sukacita

Dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, Lingkungan Santa Monica mengadakan ibadah mitoni bagi Mbak Veka, putri dari Bapak Luddy dan Ibu Naning, pada Kamis, 12 Februari pukul 19.00 WIB. Ibadah dilaksanakan di Dusun Maguwo dan dihadiri oleh umat lingkungan yang dengan penuh sukacita turut mendoakan keselamatan ibu dan calon buah hati.

Ibadah dipimpin oleh Prodiakon Ibu Tiwi. Dalam permenungannya, beliau mengangkat kisah Injil tentang perjumpaan Maria yang mengunjungi Elisabeth. Keduanya sedang mengandung dan sama-sama merasakan sukacita yang mendalam saat berjumpa. Maria datang membawa kabar keselamatan, dan Elisabeth menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Pertemuan itu menjadi gambaran indah tentang kasih, perhatian, dan persaudaraan yang tulus.

Melalui kisah tersebut, umat diajak untuk merefleksikan makna kunjungan dan perjumpaan dalam kehidupan sehari-hari. Baik yang mengunjungi maupun yang dikunjungi, keduanya merasakan kebahagiaan karena dapat bertemu dan berbagi kasih dengan sesama. Demikian pula dalam kehidupan menggereja, setiap perjumpaan menjadi sarana menghadirkan sukacita dan penguatan iman.

Ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh pengharapan bagi Mbak Veka dan keluarga. Umat bersama-sama memanjatkan doa agar proses kehamilan hingga persalinan kelak berjalan lancar dan penuh berkat.

Sebagai penutup, tuan rumah menyediakan suguhan sederhana yang semakin mempererat kebersamaan antarumat. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sosialisasi mengenai kotak APP (Aksi Puasa Pembangunan), mengingat minggu depan umat akan memasuki masa Prapaskah yang diawali dengan Rabu Abu. Umat diajak untuk mulai mempersiapkan hati, membangun semangat tobat, serta berbagi kasih melalui gerakan APP.

Semoga melalui kebersamaan dan doa yang terjalin dalam kegiatan lingkungan ini, iman umat semakin diteguhkan, Tuhan memberkati.

Doa Rutin Lingkungan St. Theresia : Meneladani Iman Perempuan Siro-Fenesia

Lingkungan St. Theresia kembali mengadakan kegiatan doa rutin pada Kamis, 12 Februari 2026, yang diikuti oleh umat lingkungan dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperdalam iman, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan pengharapan umat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan doa rutin ini dilaksanakan di rumah Keluarga Bapak Gelung Minangkoro, dengan rangkaian acara meliputi doa pembuka, pujian, pembacaan Injil, renungan, doa umat, serta doa penutup. Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana hening, khidmat, dan penuh penghayatan.

Renungan pada kesempatan ini diambil dari Injil Markus 7:24–30 dengan tema “Perempuan Siro-Fenesia yang Percaya.” Bacaan Injil ini mengisahkan seorang perempuan non-Yahudi yang dengan penuh kerendahan hati dan ketekunan iman datang kepada Yesus untuk memohon kesembuhan bagi anaknya. Meskipun awalnya mengalami penolakan, ia tidak menyerah, melainkan tetap percaya penuh pada belas kasih dan kemurahan Tuhan. Keteguhan imannya menunjukkan bahwa iman sejati adalah iman yang gigih, teguh, dan tidak mudah menyerah.

Dalam konteks sosial dan religius pada masa itu, keselamatan dipahami hanya diperuntukkan bagi bangsa Yahudi. Namun, melalui kisah ini, Yesus menegaskan bahwa keselamatan Allah terbuka bagi semua bangsa, tanpa dibatasi oleh latar belakang, suku, maupun status sosial. Tuhan hadir untuk menyelamatkan semua orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus dan penuh iman.

Kisah Perempuan Siro-Fenesia juga mengajarkan kepada kita tentang iman yang tidak menuntut, tidak memaksa, tetapi percaya sepenuhnya pada belas kasih dan kemurahan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap datang kepada Tuhan dengan berbagai tuntutan dan harapan. Namun, melalui renungan ini, umat diajak untuk belajar berserah, setia, dan sabar, sebab jawaban atas doa-doa kita selalu lahir dari kasih Tuhan, bukan dari paksaan manusia.

Beberapa pesan iman yang dapat direnungkan bersama dari Injil hari ini adalah:

  1. Mukjizat Tuhan terjadi menurut kehendak-Nya
  2. Jawaban atas doa-doa kita adalah karena belas kasih dan kemurahan Tuhan
  3. Iman yang benar adalah percaya kepada Tuhan tanpa perlu bukti nyata.

Melalui kegiatan doa rutin ini, umat Lingkungan St. Theresia diharapkan semakin diteguhkan dalam iman dan pengharapan. Jangan menyerah, jangan berhenti berharap, dan jangan mundur karena satu penolakan. Tetaplah percaya dan berserah sepenuhnya pada belas kasih serta kemurahan Tuhan, sebab di sanalah sumber kekuatan sejati kita.

Sembayangan Lingkungan St. Gabriel: Iman yang Teguh dan Kerendahan Hati

Pada hari Kamis, 12 Februari 2026, Lingkungan St. Gabriel melaksanakan kegiatan sembayangan lingkungan rutin yang bertempat di rumah keluarga Bapak Hanadi. Kegiatan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan berlangsung dengan tertib serta penuh kekhusyukan.

Petugas dalam pelaksanaan ibadat pada malam hari tersebut adalah Bapak Junedi, Bapak Apri, dan Saudara Galang. Sembayangan dihadiri oleh 35 orang umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, OMK, dan orang tua. Kehadiran umat dari berbagai kelompok usia mencerminkan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja di lingkungan.

Bacaan Injil hari itu diambil dari Injil Markus 7:24–30, tentang iman seorang ibu Siro-Fenisia yang memohon kepada Yesus agar anaknya yang kerasukan roh jahat disembuhkan. Walaupun ia bukan orang Yahudi, ia tetap percaya dan dengan rendah hati memohon pertolongan Yesus. Karena imannya yang besar, Yesus pun menyembuhkan anaknya.

Melalui bacaan Injil ini, kita diajak untuk memiliki iman yang teguh dan kerendahan hati dalam memohon pertolongan Tuhan. Seperti ibu tersebut, kita pun hendaknya tidak mudah menyerah dalam doa, tetapi tetap percaya bahwa Tuhan mendengarkan dan menjawab setiap permohonan kita pada waktu-Nya.

Semoga melalui sembayangan lingkungan ini, iman umat Lingkungan St. Gabriel semakin bertumbuh, dan kebersamaan dalam kasih Kristus semakin erat.

Setelah ibadat selesai, acara dilanjutkan dengan penyampaian pengumuman serta pembahasan agenda dan pembagian tugas Lingkungan St. Gabriel dalam waktu dekat. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan serah terima keuangan kas PWK dari bendahara lama, Ibu Nana, kepada bendahara baru, Ibu Fifin, sebagai bentuk tanggung jawab dan keberlanjutan pelayanan administrasi di lingkungan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan ucapan terima kasih kepada keluarga Bapak Hanadi atas kesediaannya menjadi tuan rumah. Pertemuan berakhir pada pukul 20.30 WIB.

Kamis Penuh Berkah Bersama Umat Lingkungan St. Theresia

Doa Rutin yang dilakukan dua kali dalam sebulan, setiap hari Kamis, umat Lingkungan St. Theresia berkumpul untuk mengikuti doa. Di tengah kesibukan dan padatnya aktivitas sehari-hari, momen ini menjadi waktu yang pas untuk berhenti sejenak, waktu memuji Tuhan bersama seluruh umat lingkungan.

Suasana doa berlangsung sederhana namun penuh makna. Dengan puji-pujian, bacaan Kitab Suci, serta doa bersama, umat diajak untuk saling menguatkan dalam iman dan pengharapan. Kehadiran umat yang setia menjadi bukti nyata kerinduan untuk terus bertumbuh secara rohani.

Tak hanya sebagai sarana pendalaman iman, doa rutin ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan dan kekeluargaan antarumat. Canda ringan, senyum, dan sapaan hangat setelah doa menambah rasa akrab dan memperkuat tali persaudaraan di Lingkungan St. Theresia.

Semoga melalui kegiatan sederhana namun penuh berkat ini, iman umat semakin diteguhkan, hati semakin dikuatkan, dan kasih Tuhan semakin nyata dalam setiap langkah kehidupan.

Melayani dalam Harmoni: Tugas Kor Bramin Minggu Biasa V Tahun A

Lingkungan Brayat Minulya (Bramin) berkesempatan melayani kor dalam misa biasa minggu V Tahun A yang berlangsung pada hari Minggu, 8 Februari 2026.

Kor Bramin membawakan puji-pujian dengan bantuan organis Mas Yudha dari Lingkungan Yohanes Pembaptis. Mas Hayom, remaja Bramin, bertugas sebagai pemazmur dalam misa pada kali ini.

Adapun lagu pembukaan diambil dari Puji Syukur (PS) 683 Kau Dipanggil Tuhan, Bapa Kami versi Konvenas, lagu komuni dari PS 434 Santapan Peziarah dan PS 545 Ya Yesus, Bersabdalah, serta lagu penutup dari PS 700 Hai, Bangkit Bagi Yesus. Sementara itu, kor membawakan ordinarium dari Misa Manado.

“Pasukan” kor Bramin diperkuat oleh para suster dan calon suster dari kongregasi RMI yang komunitasnya berlokasi di lingkungan Bramin. Selain para suster, remaja dan OMK Bramin juga turut berpartisipasi dalam pelayanan kor.

Dalam harmoni, kor Bramin mempersembahkan puji-pujian, bersama seluruh umat menghayati ekaristi sebagai ungkapan rasa syukur dan persatuan dengan Tuhan.

Menggema Dalam Doa : Latihan Koor Lingkungan St. Theresia

Lingkungan St. Theresia melaksanakan kegiatan latihan koor pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di rumah Ibu Ketua Lingkungan, sebagai bagian dari persiapan tanggungan koor gereja pada Perayaan Ekaristi tanggal 1 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat pelayanan.

Dokumentasi : Latihan koor yang dipimpin langsung oleh Koordinator Tim Pelayanan Koor.

Latihan koor diikuti oleh seluruh unsur umat Lingkungan St. Theresia, yang terdiri dari para Bapak, Ibu, serta Orang Muda Katolik (OMK). Kehadiran lintas generasi ini menjadi cerminan semangat kebersamaan, persatuan, dan komitmen bersama dalam membangun pelayanan liturgi yang berkualitas dan penuh penghayatan.

Kegiatan latihan dipimpin langsung oleh Koordinator Tim Pelayanan Koor, Ibu Maria Sode Muda, yang dengan penuh ketekunan dan dedikasi membimbing para peserta dalam penguasaan teknik vokal lagu-lagu liturgi yang akan dibawakan. Arahan dan pendampingan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan koor, baik dari segi teknis maupun penghayatan iman.

Melalui latihan yang terarah dan persiapan yang matang ini, diharapkan pelayanan koor Lingkungan St. Theresia pada Perayaan Ekaristi tanggal 1 Februari 2026 dapat berjalan dengan baik, tertib, dan lancar, sehingga mampu mendukung kekhusyukan liturgi serta membantu umat untuk semakin menghayati makna perayaan iman.

Pelayanan Umat Lingkungan Santa Monica sebagai Among Tamu dan Tata Laksana

Pada hari Minggu, 1 Februari 2026, umat dari Lingkungan Santa Monica, Paroki Kalasan – Stasi Maguwo, mendapat tugas pelayanan sebagai among tamu dan tata laksana dalam Perayaan Ekaristi. Para petugas telah berkumpul di GMBA sejak pukul 06.15 WIB untuk melakukan persiapan sebelum misa dimulai.

Sejak pagi hari, kondisi cuaca kurang mendukung. Gerimis sudah turun sejak pukul 06.00 WIB dan semakin deras mendekati pukul 07.00 WIB. Hal ini menyebabkan jumlah umat yang hadir tidak terlalu banyak. Meskipun demikian, Perayaan Ekaristi tetap berlangsung dengan khidmat.

Para petugas among tamu dengan penuh tanggung jawab menyambut umat yang hadir, membantu mengarahkan tempat duduk, serta menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung. Petugas tata laksana juga menjalankan tugasnya dengan baik sehingga seluruh rangkaian misa dapat berjalan dengan lancar.

Setelah Perayaan Ekaristi selesai, tugas penghitungan kolekte dilaksanakan oleh Mas Vincen, Bu Merri, Bu Sulis, dan Bu Seti. Penghitungan kolekte dilakukan dengan tertib dan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari pelayanan kepada Gereja.

Semoga pelayanan umat Lingkungan Santa Monica ini semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, pengabdian, dan sukacita dalam kehidupan menggereja di Paroki Kalasan – Stasi Maguwo.

Wajah Kasih dalam Pelayanan : Tugas Tata Bunga dan Kerja Bakti Lingkungan Gregorius Kadisoka – GMBA

Gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan persekutuan umat yang hidup. Semangat inilah yang terpancar nyata dalam gerak pelayanan Lingkungan Gregorius Kadisoka di Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) pada sabtu tgl 7 Februari 2026. Melalui dua aksi nyata tugas tata bunga altar dan kerja bakti membersihkan lingkungan gereja, umat Gregorius membuktikan bahwa melayani Tuhan bisa dilakukan melalui ketulusan tangan dan kebersihan lingkungan Gereja.

Seni Memuliakan Tuhan melalui Tata Bunga

Pekan ini Minggu 8 Februari 2026 dengan warna Liturgi Hijau, suasana Altar Gereja Maria Bunda Allah tampak berbeda. Sentuhan tangan-tangan kreatif dari ibu-ibu dan perwakilan umat Lingkungan Gregorius Kadisoka menghadirkan rangkaian bunga yang segar dan penuh makna.

Menata bunga bukan sekadar rutinitas estetika. Ini adalah bentuk doa visual. Setiap tangkai yang dipotong dan setiap kelopak yang disusun merupakan simbol persembahan syukur atas berkat Tuhan bagi keluarga-keluarga di Stasi GMBA. Keindahan bunga-bunga ini diharapkan dapat membantu umat lain masuk dalam suasana liturgi yang lebih khusyuk dan meditatif.

Kerja Bakti: Merawat Rumah Tuhan Bersama

Tak hanya di dalam area panti imam, semangat pelayanan juga merambah ke pelataran dan sudut-sudut gereja. Sejumlah umat Lingkungan Gregorius bahu-membahu dalam kerja bakti membersihkan Gereja.

Dengan sapu dan semangat gotong royong, membersihkan area dalam Gereja, area parkir dan merapikan tanaman. Kerja bakti ini bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan momen guyub rukun. Di sela-sela menyapu daun kering, tawa dan obrolan hangat antar umat mempererat tali persaudaraan (paguyuban) yang selama ini menjadi ciri khas umat di Stasi GMBA.

“Melayani Tuhan tidak harus selalu dengan hal-hal besar. Menjaga kebersihan gereja dan mempercantik altar adalah cara sederhana kami untuk mencintai rumah Tuhan.”

Panggilan untuk Kita Semua

Kegiatan yang dilakukan oleh Lingkungan Gregorius Kadisoka menjadi pengingat bagi kita semua bahwa gereja adalah tanggung jawab bersama. Keterlibatan aktif setiap lingkungan secara bergilir merupakan napas bagi keberlangsungan hidup paroki dan stasi kita.

Terima kasih kepada seluruh umat Lingkungan Gregorius Kadisoka atas dedikasi dan kasihnya. Semoga semangat ini terus terjaga dan bertumbuh terus. Berkah Dalem

Mari Ikuti social media Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Youtube : https://youtube.com/@lingk_st.gregorius.kadisoka?si=vnRHHRD2Avdyrefc

Instagram : https://www.instagram.com/lingk.st.gregorius?igsh=MXMwejc4NDZ2cTR4dA==

Tiktok : https://www.tiktok.com/@lingk..st..gregor?_r=1&_t=ZS-93klVcckfvV

Tugas Koor Misa Jumat Pertama Lingkungan St. Maria Immaculata

The current image has no alternative text. The file name is: WhatsApp-Image-2026-02-06-at-7.03.27-PM.jpeg

Jumat, 06 Februari 2026 diadakan Misa Jumat Pertama di gereja St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Dan kebetulan yang bertugas koor adalah lingkungan St. Maria Immaculata. Jumat Pertama sendiri merupakan salah satu bentuk devosi umat Katolik kepada Hati Kudus Yesus, yang dirayakan setiap bulan sebagai ungkapan syukur, pertobatan, dan pembaruan iman. Dalam perayaan Ekaristi ini, keterlibatan umat sangatlah penting, termasuk peran koor lingkungan yang bertugas mengiringi jalannya misa dengan pujian dan nyanyian.

Koor lingkungan bertanggung jawab menyiapkan lagu-lagu liturgi yang sesuai dengan tema Jumat Pertama, seperti lagu-lagu yang menekankan kasih, pengorbanan, dan kerahiman Hati Kudus Yesus. Persiapan ini mencakup latihan bersama, pemilihan lagu dan koordinasi dengan tim liturgi supaya sesuai dengan tema.

Melalui pelayanan koor dalam Misa Jumat Pertama, Lingkungan Maria Immaculata diharapkan semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, partisipasi aktif umat, serta kecintaan terhadap liturgi Gereja. Semoga setiap lagu yang dilantunkan menjadi doa yang hidup, menguatkan iman, dan membawa berkat bagi seluruh umat yang hadir.

Ibadat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo

Diutus Menjadi Murid Kristus yang Setia dan Berani Bersaksi

Maguwo, 5 Februari 2026

 


Lingkungan St. Antonius Padua menyelenggarakan ibadat sembahyangan lingkungan rutin pada hari Kamis, 5 Februari 2026 bertempat di rumah Bapak TH. Yani Ismono (salah satu umat lingkungan Antonius). Ibadat sabda ini dipandu oleh Bapak Agustinus Djumingan dan diikuti oleh sekitar 30 umat Lingkungan St. Antonius Padua. 

Ibadat berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghayatan, dengan bacaan Injil dari Markus 6:7–13 yang mengangkat tema “Yesus Mengutus Dua Belas Murid”. Ibadat juga diperkaya dengan pembacaan kisah Santa Agatha, perawan dan martir, dari buku Ensiklopedia Orang Kudus.

Rangkaian Ibadat

Ibadat sabda dilaksanakan dengan urutan sebagai berikut:

1. Lagu Pembukaan PS 688 
Umat mengawali ibadat dengan lagu pembukaan dari Puji Syukur no 688 “Ya YesusHamba Sedia” sebagai ungkapan syukur dan persiapan hati untuk berdoa bersama.

2. Doa Pembukaan
Doa pembukaan dipanjatkan untuk menyerahkan seluruh rangkaian ibadat kepadaTuhan agar berjalan dengan lancar dan membawa buah rohani.

3. Pembacaan Kisah Santa Agatha
Dibacakan kisah Santa Agatha, seorang perawan dan martir yang dengan teguhmempertahankan kesucian dan imannya kepada Yesus Kristus. Santa Agatha relamenanggung penderitaan dan wafat sebagai martir demi kesetiaannya kepada Tuhan. Kisah ini menjadi teladan iman yang kokoh dan keberanian dalam mempertahankannilai-nilai Kristiani.

4. Pembacaan Injil (Markus 6:7–13)
Injil mewartakan peristiwa Yesus mengutus kedua belas murid-Nya untuk pergiberdua-dua, mewartakan pertobatan, mengusir roh jahat, serta menyembuhkan orang sakit. Yesus mengutus para murid dalam kesederhanaan, tanpa membawa bekalberlebihan, sebagai tanda kepercayaan penuh kepada penyelenggaraan Allah.

5. Sharing
Dalam sharing-nya, Bapak Djumingan menegaskan bahwa pengutusan para murid bukan hanya kisah masa lalu, melainkan panggilan nyata bagi setiap orang berimansaat ini.

Umat diajak menyadari bahwa:

  • Setiap orang yang dibaptis dipanggil menjadi murid yang diutus untuk mewartakan Injil melalui sikap dan perbuatan hidup sehari-hari.
  • Kesederhanaan yang diajarkan Yesus mengingatkan umat untuk lebih mengandalkan Tuhan daripada kekuatan dan kenyamanan pribadi.
  • Keteladanan Santa Agatha menunjukkan bahwa kesetiaan kepada Kristus menuntut keberanian, pengorbanan, dan keteguhan iman hingga akhir.

Melalui Injil dan kisah Santa Agatha, umat diundang untuk hidup setia, jujur, dan beranimenjadi saksi Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Serta senantiasamengingat Prasetya (janji) babtis disetiap menghadapi godaan iblis.

6. Doa Penutup PS 695
Doa penutup dipanjatkan sebagai ungkapan syukur dan permohonan agar umat diberikekuatan untuk menjalani panggilan perutusan dalam kehidupan sehari-hari.

7. Lagu Penutup
Ibadat ditutup dengan lagu penutup “Aku Dengar Bisikan Suara-Mu”yang meneguhkan semangat perutusan umat sebagai murid-murid Kristus.

Peneguhan Iman Umat

Melalui ibadat sembahyangan lingkungan ini, umat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo diteguhkan kembali dalam iman sebagai murid-murid Kristus yang diutus. Dengan meneladani para rasul dan keteguhan iman Santa Agatha, umat diharapkan semakin berani hidup setia dan mewartakan kasih Kristus melalui kesaksian hidup sehari-hari.