Pada hari Selasa, 16 September 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan St. Petrus kembali berkumpul untuk melaksanakan doa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) II. Perayaan doa kali ini bertempat di rumah Bapak Mulyadi dan dipimpin oleh Ibu Retno.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, sebanyak 12 umat hadir dengan hati yang terbuka untuk mendalami firman Tuhan. Tema yang diusung pada BKSN II adalah “Pembaruan Relasi dengan Sesama” yang diambil dari Kitab Zakharia 7:1-14.
Melalui bacaan Kitab Suci tersebut, umat diajak untuk merenungkan pentingnya menjaga relasi yang harmonis dengan sesama, menjauhi sikap egois, serta menghidupi kasih dalam keseharian. Pesan utama yang ditegaskan adalah bahwa relasi dengan sesama tidak dapat dipisahkan dari relasi dengan Allah. Perbuatan adil, kasih, dan solidaritas menjadi wujud nyata iman yang hidup.
Suasana doa berlangsung dengan penuh khidmat. Doa bersama, sharing iman, serta diskusi singkat membantu umat semakin memahami makna firman Tuhan dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan hidup bermasyarakat.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama serta ucapan terima kasih kepada tuan rumah, Bapak Mulyadi, yang telah menyediakan tempat, dan kepada semua umat yang hadir dengan penuh semangat. Doa BKSN II ini menjadi sarana berkat untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat komitmen umat Lingkungan St. Petrus dalam membangun relasi yang penuh kasih dengan sesama.
Dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional 2025 pada pertemuan ke 2 dengan Tema : Pembaharuan Relasi Dengan Sasama (ZA.7: 1-14). Aksi nyata pribadi dan kelompok sesuai buku panduan BKSN 2025 pertemuan ke 2 umat sepakat untuk melakukan kunjungan sosial kepada umat lingkungan St. Stefanus yang sedang sakit. Kunjungan dilaksanakan hari Senin tgl 15 September 2025
Kunjungan yang diwakili oleh 8 orang diawali dari rumah bapak/ibu Hendrik Legoh yang telah berapa bulan ini menderita sakit akibat jatuh dan harus menjalani operasi. Ditemui di tempat tidurnya Bpk Hendrik karena masih kesulitan untuk berjalan tetapi beliau menyambut dengan sumringah dan penuh semangat. Setelah saling menyapa dan bercerita tentang kesehatan beliau dilanjutkan dengan Ibadat singkat untuk mendoakan bapak/ibu Hendrik agar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi derita sakitnya serta mendoakan agar segera diberikan kesembuhan dan beraktivitas seperti biasanya supaya bisa bergabung saat ada pertemuan lingkungan. Ibadat Singkat/doa untuk orang sakit dipimipin oleh bapak Yohanes Sudiharto. Kunjungan dilanjutkan kepada Ibu Onariyah Sutopo yang dari beberapa bulan lalu dirawat di RS Panti Rini dan masih menjalani rawat jalan, untuk menguatkan dan memberikan semangat kembali bapak Yohanes Sudiharto mendoakan beliau dengan Ibadat singkat. Penuh rasa syukur beliau menerima kunjungan dan doa yang dari umat lingkungan. Setelah berjalan kaki walau ada juga yang naik motor melewati beberapa blok di Perumahan Soka Asri Permai sampailah di Kediaman bapak FA. Gunawan yang telah beberapa tahun belakangan ini menderita sakit. Tak jauh berbeda dari Bpk/Ibu Hendrik dan ibu Onariyah Sutopo beliau terlihat sumringah menerima kunjungan kami yang mewakili umat lingkungan St Stefanus. Sama dengan yang dilakukan sebelumnya doa bersama dengan Ibadat singkat untuk mendoakan bapak Gunawan agar tetap kuat dan tabah dalam menjalani kehidupan yang beliau derita karena sakitnya dan bisa diberikan kesembuhan dan sehat kembali bisa beraktivitas seperti dahulu.
Kunjungan yang singkat ini semoga menjadi penghiburan obat kangen bisa bertemu dengan umat lingkungan yang sudah lama tidak bersama dalam setiap pertemuan .
Kamis, 11 September 2025, umat Lingkungan St. Yohanes Pembaptis kembali berkumpul dalam semangat kebersamaan untuk mengikuti Sembayangan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) II, yang kali ini diselenggarakan di rumah keluarga Bapak Isaac.
Kegiatan doa bersama ini dipandu dengan penuh semangat dan kekhusyukan oleh Ibu Yati dan Ibu Fitri selaku pemandu ibadat. Suasana akrab dan hangat terasa sejak awal pertemuan, memperkuat ikatan iman dan persaudaraan antarumat.
Tema BKSN tahun ini mengajak kita untuk lebih mendalami Sabda Tuhan dan menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembacaan Kitab Suci dan permenungan bersama, umat diajak untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pelaku firman Tuhan dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Setelah ibadat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana, di mana umat saling bertukar cerita, berbagi sukacita, dan mempererat relasi satu sama lain. Semoga kegiatan BKSN ini semakin membangkitkan semangat umat untuk mencintai dan menghidupi Sabda Tuhan dalam keseharian, serta memperkuat persaudaraan sejati dalam komunitas.
Misa kunjungan romo ke lingkungan merupakan salah satu program pastoral dari Pastor Paroki Marganingsih Kalasan. Tujuannya:
Menjalin kedekatan antara umat lingkungan dengan gembala paroki.
Membantu umat merasakan kehadiran Gereja secara nyata di tengah keluarga/lingkungan.
Memberi kesempatan bagi romo untuk mendengar langsung pengalaman, kebutuhan, maupun dinamika umat di basis.
Menghidupkan semangat kebersamaan dan persaudaraan iman dalam lingkup lingkungan.
Program ini umumnya diatur dalam jadwal tahunan paroki, sehingga setiap lingkungan mendapat giliran dikunjungi dan dirayakan misa bersama.
Pada hari Kamis, 11 September 2025 bertempat di rumah keluarga Donatus Jumadi, Lingkungan St. Gabriel mendapat kesempatan untuk melaksanakan Misa Kunjungan Romo sesuai program pastoral Paroki Marganingsih Kalasan.
Sejak pukul 10.00 pagi, umat lingkungan bergotong-royong mengadakan kerja bakti: ada yang memasak, menata tempat, mempersiapkan altar, menghias bunga, serta menyiapkan segala kebutuhan untuk misa. Suasana kebersamaan terasa hangat dan penuh semangat pelayanan.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. dan dihadiri 48 umat, terdiri dari bapak-ibu, OMK, remaja, dan anak-anak PIA. Misa berlangsung khidmat dan meriah.
Melalui misa kunjungan ini, umat semakin diteguhkan dalam iman serta dikuatkan dalam persaudaraan.
Dalam Bacaan Pertama Kolose 3:12-17 memiliki pesan yang sangat indah untuk menguatkan umat lingkungan:
Hidup penuh kasih dan saling mengampuni.
Menjadi saksi Kristus dalam perbuatan sehari-hari.
Menjadikan syukur sebagai dasar kehidupan bersama.
Injil: Lukas 6:27-38
✨ Pesan Injil Lukas 6:27-38 ini sangat kuat bila dihubungkan dengan kehidupan umat di lingkungan: dipanggil untuk hidup dalam kasih, pengampunan, dan kemurahan hati, tidak hanya kepada sesama umat tetapi juga dalam relasi sehari-hari.
Acara ditutup dengan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan.
Lingkungan St. Gabriel mengucapkan terima kasih kepada Romo, pengurus lingkungan, serta seluruh umat yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
Misa ini menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperdalam iman, serta menghadirkan Gereja di tengah-tengah umat lingkungan. Kehadiran romo juga menjadi kesempatan bagi umat untuk menyampaikan pengalaman serta harapan dalam kehidupan menggereja di Lingkungan St. Gabriel.
Tema: Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri (Za 1:1-6)
Pada hari Sabtu, 13 September 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan St. Petrus melaksanakan doa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) pertama yang bertempat di rumah Mas Yuan. Perayaan doa ini dipimpin oleh Bapak Heri dan dihadiri oleh 18 orang umat.
Dengan penuh kebersamaan, umat berdoa serta merenungkan tema BKSN 1 yaitu “Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” yang diambil dari Kitab Zakharia 1:1-6. Melalui bacaan Kitab Suci ini, umat diajak untuk melihat kembali perjalanan hidupnya, menyadari kesalahan maupun kelemahan pribadi, dan membuka hati untuk bertobat serta memperbarui diri dalam terang kasih Allah.
Suasana doa berlangsung khidmat dan hangat. Umat yang hadir juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman iman terkait bagaimana membangun relasi yang lebih sehat dan penuh kasih dengan diri sendiri, sebagai dasar untuk mempererat relasi dengan sesama maupun dengan Tuhan.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan berkat penutup, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan antarumat Lingkungan St. Petrus.
Melalui pertemuan BKSN ini, umat semakin diteguhkan untuk senantiasa memperbarui hidup, dimulai dari diri sendiri, agar mampu menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Memasuki bulan September, umat Katolik di seluruh Indonesia diajak untuk semakin mendalami Sabda Tuhan melalui Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 dengan tema besar “Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3). Tema ini mengingatkan bahwa Allah selalu menghendaki umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan diri sendiri, dengan sesama, maupun dengan Allah dan seluruh ciptaan.
Di Stasi Maguwo, pertemuan pertama BKSN tahun ini dilaksanakan dengan tema khusus: “Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” (Za. 1:1-6).
Pertemuan perdana ini diadakan serentak di beberapa lingkungan, yaitu:
Lingkungan Santa Monica
Lingkungan Santo Paulus
Lingkungan Santo Stefanus
Lingkungan Santo Gregorius
Lingkungan Santo Yohanes Pembaptis
Lingkungan Santo Fransiskus Asisi
Lingkungan Santo Gabriel
Lingkungan St Petrus
Makna Tema Pertemuan
Kitab Zakharia menegaskan pentingnya berbalik kepada Tuhan. Pembaruan hidup dimulai dari dalam diri: berani mengoreksi kelemahan, menyesali kesalahan, dan membuka hati bagi kasih karunia Allah. Relasi dengan diri sendiri berarti berani jujur, berdamai dengan masa lalu, dan membangun niat untuk hidup lebih baik sesuai kehendak Allah.
Dalam pertemuan ini, umat diajak merenungkan bahwa pertobatan pribadi adalah langkah pertama menuju pembaruan relasi dengan sesama dan Allah. Tanpa pembaruan dari dalam, ibadah hanya menjadi rutinitas kosong.
Suasana Pertemuan di Lingkungan
Setiap lingkungan menggelar pertemuan dengan penuh sukacita dan kekeluargaan. Umat berkumpul, berdoa, membaca Kitab Suci, dan mendalami makna pertobatan sejati. Banyak sharing iman yang menguatkan: ada yang berbagi pengalaman perjuangan mengatasi kelemahan pribadi, ada yang menuturkan bagaimana doa dan Kitab Suci menjadi penolong dalam menghadapi tantangan hidup.
Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk saling mendukung. Umat disadarkan bahwa pembaruan diri tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan doa, semangat, dan dukungan dari sesama dalam komunitas iman.
Harapan dan Buah Rohani
Melalui pertemuan pertama BKSN ini, umat Stasi Maguwo diteguhkan untuk memulai pembaruan hidup dari dalam diri. Dengan hati yang diperbarui, umat akan semakin siap membangun relasi yang baik dengan sesama dan semakin setia kepada Allah.
Doa, sharing, dan firman Tuhan yang direnungkan bersama menjadi sumber kekuatan untuk berjalan dalam pertobatan sejati. Dengan demikian, pertemuan pertama ini menjadi fondasi yang kokoh bagi pertemuan-pertemuan BKSN selanjutnya, agar seluruh umat sungguh mengalami Allah sebagai sumber pembaruan relasi dalam hidup.
Setiap bulan September, Gereja Katolik di seluruh Indonesia menghidupi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebagai kesempatan khusus untuk semakin akrab dengan Sabda Allah. Tahun 2025 ini, tema besar yang diusung adalah:
“Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3 — “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu”).
Tema ini mengingatkan kita semua bahwa Allah senantiasa memanggil umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan Dia, dengan sesama, maupun dengan seluruh ciptaan.
Pertemuan Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama
Memasuki pertemuan kedua, umat Stasi Maguwo merenungkan tema khusus: “Pembaruan Relasi dengan Sesama” (Za. 7:1-14).
Pertemuan ini dilaksanakan di berbagai lingkungan, yaitu
Lingkungan Bartolomeus
Yohanes Pembaptis
Lingkungan St. Elisabet
Lingkungan St. Clara
Lingkungan St.Stefanus
LingkunganSt Monica
LingkunganSt Antonius
LingkungangSt Theresia
Lingkungan StGregorius.
Lingkungan St Petrus
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, umat berkumpul di rumah-rumah umat untuk berdoa, membaca Kitab Suci, dan berbagi pengalaman iman. kaum muda, orangtua, hingga para lansia hadir dengan semangat yang sama: ingin semakin memahami kehendak Allah melalui firman-Nya.
Makna Pertemuan
Bacaan dari Kitab Zakharia (Za. 7:1-14) mengajak umat untuk menyadari bahwa ibadah sejati bukan hanya soal rutinitas doa atau ritual, tetapi harus melahirkan kasih yang nyata kepada sesama. Tuhan menegur umat Israel yang rajin berpuasa tetapi melupakan keadilan, belas kasih, dan kepedulian terhadap yang lemah.
Pesan ini sangat relevan dalam kehidupan kita sekarang. Relasi dengan sesama seringkali retak karena egoisme, perbedaan pendapat, atau sikap tidak peduli. Melalui pertemuan BKSN ini, umat diajak untuk memperbarui relasi tersebut dengan sikap kasih, kepedulian, dan pengampunan.
Suasana Pertemuan di Lingkungan
Dalam setiap pertemuan, suasana sederhana namun penuh makna selalu tercipta. Doa bersama, nyanyian pujian, dan sharing pengalaman hidup membuat pertemuan semakin hidup. Ada umat yang berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka belajar sabar dalam keluarga, ada juga yang menuturkan perjuangan untuk saling menguatkan di tengah kesulitan ekonomi. Semua itu menjadi wujud nyata bahwa firman Tuhan benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya memperdalam iman, BKSN juga mempererat ikatan persaudaraan. Pertemuan di lingkungan menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, saling mendoakan, dan saling meneguhkan. Dari lingkup kecil inilah wajah Gereja yang penuh kasih tampak nyata.
Harapan ke Depan
Melalui pertemuan kedua BKSN 2025 ini, umat Stasi Maguwo berharap semakin diteguhkan dalam iman, khususnya dalam menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan nyata. Relasi dengan sesama hendaknya terus diperbarui, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan yang nyata: membantu yang membutuhkan, menguatkan yang lemah, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.
Dengan demikian, ibadah yang dijalankan bukan sekadar rutinitas, melainkan sungguh-sungguh ibadah yang menghidupkan kasih. Dari Sabda yang direnungkan, umat dikuatkan untuk mewartakan kasih Allah dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.
Bulan September dalam gereja Katholik merupakan Bulan Kitab Suci Nasional atau yang sering disingkat BKSN. LBI menetapkan tema BKSN 2025 adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Belajar dari Nubuat Zakharia dan Nubuat Maleakhi). Penentuan tema ini dipengaruhi oleh bulla Paus Fransiskus berkaitan dengan Tahun Yubileum 2025 yang berjudul Spes non Confundit (Pengharapan tidak Mengecewakan). Tema BKSN 2025 ini didalami dalam empat subtema, yakni: 1. Pembaruan Relasi Dengan Diri Sendiri (Za. 1:1-6), 2. Pembaruan Relasi Dengan Sesama (Za. 7:1 -14), 3. Pembaruan Relasi Dalam Keluarga (Mal. 2:10-16), 4. Pembaruan Relasi Dengan Allah (Mal. 3:13-18).
Lingkungan St Gabriel mengadakan pertemuan BKSN 1 dan 2 pada hari Jumat tanggal 5 September 2025 bertempat di rumah keluarga Rudy Manik. Umat yang hadir dalam pertemuan ini terdiri dari bapak, ibu, remaja dan anak berjumlah 26 orang. Pertemuan BKSN 1 dipimpin oleh Jiwo, Arif, Anang dan Natra. Sedangkan pertemuan BKSN 2 dipimpin oleh Candra, Anton, Rudy dan Joseph. Pada pertemuan BKSN 1 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa Allah menghendaki manusia mengalami pembaruan relasi dengan diri sendiri,dengan bertobat dan kembali kepada jati dirinya sebagai anak Allah. Petemuan BKSN 2 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa ibadah yang sejati kepada Allah senantiasa disertai dengan tindakan yang penuh kasih kepada sesama. Pertemuan BKSN ini ditutup pukul 21.00 WIB.
Erista Garden Asri, 31 Agustus 2025 — Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan mewarnai perayaan pesta nama pelindung Lingkungan Santa Monica yang tahun ini mengangkat tema “Jiwa Baru, Semangat Baru.” Acara ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga serta memperkuat semangat pelayanan di dalam lingkungan.
Perayaan dimulai sejak pagi hari dengan berkumpulnya warga di rumah salah satu anggota lingkungan. Dalam suasana penuh keakraban, seluruh peserta kemudian berangkat bersama-sama menuju lokasi acara di Erista Garden Asri. Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, seluruh warga langsung disambut dengan berbagai kegiatan menarik yang telah dipersiapkan oleh panitia.
Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah outbond seru yang dibagi ke dalam 4 kelompok, di mana setiap kelompok mengikuti berbagai tantangan menyenangkan yang menguji kekompakan, kreativitas, dan kerja sama tim. Gelak tawa dan semangat peserta terlihat jelas sepanjang sesi ini, mencerminkan semangat baru yang ingin dihidupkan di tengah komunitas.
Usai kegiatan outbond, acara dilanjutkan dengan *syukuran pesta nama pelindung Santa Monica. Dalam suasana yang lebih khidmat, seluruh warga bersama-sama mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dan teladan hidup Santa Monica sebagai pelindung lingkungan. Momen syukur ini ditandai dengan *pemotongan tumpeng, simbol harapan dan berkat bagi seluruh warga lingkungan.
Tak hanya itu, momen syukuran juga menjadi ajang istimewa dengan diperkenalkannya lagu lingkungan baru “Santa Monica” yang diciptakan oleh salah satu warga berbakat, Mas Iit. Lagu ini disambut antusias oleh seluruh peserta dan diharapkan menjadi simbol identitas dan semangat kebersamaan warga ke depan.
Acara ditutup dengan makan siang bersama yang penuh kehangatan serta pembagian doorprize yang menambah keceriaan seluruh peserta. Semua hadiah dibagikan secara adil dan meriah, memberikan kegembiraan terutama bagi anak-anak dan lansia yang ikut serta.
Melalui perayaan ini, Lingkungan Santa Monica menunjukkan semangat baru dalam menjalin relasi, memperkuat iman, dan membangun komunitas yang solid. Semoga semangat Santa Monica dalam ketekunan dan doa menjadi inspirasi nyata bagi setiap warga lingkungan.
Lingkungan St. Gregorius kembali menyelenggarakan sarasehan kebangsaan pada Kamis, 21 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB, yang dihadiri oleh 18 umat dari berbagai usia. Acara ini berlangsung sederhana namun penuh makna, menghadirkan suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan.
Materi utama yang diangkat kali ini adalah mengenai kehidupan bermasyarakat: srawung, saling menghargai, dan menerima sesama tanpa membeda-bedakan agama, suku, maupun ras. Umat diajak untuk menyadari bahwa sebagai pengikut Kristus, setiap pribadi dipanggil untuk menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam relasi sosial bersama warga sekitar.
Menghidupi Kasih Kristus dalam Kehidupan Bermasyarakat
Dalam sharing yang dibagikan, terungkap bahwa umat Katolik hendaknya tidak hidup eksklusif, melainkan mampu berbaur, berelasi, dan hidup berdampingan secara harmonis. Sikap terbuka, ramah, serta aktif dalam kegiatan masyarakat menjadi wujud nyata kasih Kristus yang melintasi sekat perbedaan.
“Kasih Kristus tidak hanya diungkapkan dalam doa dan peribadatan, tetapi juga dalam sikap nyata di tengah lingkungan tempat kita tinggal,” demikian salah satu penegasan yang muncul dalam sarasehan. Nilai persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian pun ditegaskan kembali sebagai dasar membangun kehidupan bersama.
Kegiatan yang berlangsung dengan hangat ini meneguhkan umat bahwa iman Katolik dan nasionalisme sejalan dengan semangat kebersamaan. Hidup rukun dengan semua orang adalah cara nyata menghidupi Injil sekaligus menjaga persatuan bangsa.
Melalui sarasehan ini, Lingkungan St. Gregorius menegaskan bahwa kasih Kristus hadir bukan dalam kata-kata semata, melainkan dalam tindakan nyata yang membawa damai dan persaudaraan bagi semua orang.
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Paroki Administratif Maguwo