Mendengarkan Sabda, Meneguhkan Iman Bersama

Sembayangan Lingkungan St. Gregorius

Lingkungan St. Gregorius mengadakan sembayangan lingkungan yang pertama di tahun 2026 pada Kamis, 8 Januari 2026. Ibadah ini dipimpin oleh Prodiakon Paulus Supit dan dihadiri sekitar 20 umat dari berbagai usia. Kegiatan berlangsung dengan hikmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan kerinduan umat untuk semakin dekat dengan Tuhan melalui doa dan sabda-Nya.

Dalam sembayangan tersebut, bacaan Injil diambil dari Lukas 4:14–22a, yang mengisahkan Yesus kembali ke Galilea dalam kuasa Roh dan menyampaikan kabar keselamatan. Sabda Tuhan ini mengajak umat untuk menyadari panggilan perutusan, yakni menjadi pembawa kabar baik dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendalaman singkat yang disampaikan, umat diajak untuk meneladan Yesus yang setia pada kehendak Bapa dan berani mewartakan kebenaran. Sabda Tuhan tidak hanya untuk didengarkan, tetapi juga untuk dihidupi melalui sikap dan tindakan nyata di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Sembayangan lingkungan ini menjadi sarana kebersamaan yang mempererat persaudaraan antarumat. Diharapkan, melalui pertemuan doa semacam ini, iman umat Lingkungan St. Gregorius semakin diteguhkan dan semangat untuk melayani semakin bertumbuh.

Serah Terima Jabatan Ketua Wilayah Sang Timur

Tongkat Estafet Pelayanan Berpindah, Harapan Baru Menyala

Wilayah Sang Timur melaksanakan kegiatan serah terima jabatan Ketua Wilayah pada Sabtu, 28 Desember 2025. Acara ini menjadi momentum penting dalam kehidupan menggereja sebagai wujud kesinambungan pelayanan dan kebersamaan umat di akhir tahun.

Dalam kegiatan tersebut, Natalia Purwanti dari Lingkungan St. Antonius, selaku Ketua Wilayah Sang Timur periode sebelumnya, secara resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Gregorius Henry dari Lingkungan St. Gregorius, yang akan mengemban amanah sebagai Ketua Wilayah Sang Timur periode 2026–2028.

Acara serah terima jabatan ini dihadiri oleh para Ketua Lingkungan St. Stefanus dan St. Antonius, atau yang mewakili. Kehadiran para pengurus lingkungan menegaskan semangat persaudaraan dan dukungan bersama terhadap kepemimpinan wilayah yang baru.

Dalam sambutannya, Natalia Purwanti menyampaikan ungkapan terima kasih atas kerja sama, dukungan, dan kebersamaan seluruh umat selama masa pelayanannya. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat melanjutkan semangat pelayanan yang telah dibangun, sekaligus menghadirkan terobosan-terobosan positif demi kemajuan Wilayah Sang Timur.

Sementara itu, Gregorius Henry menyampaikan kesediaannya untuk melayani dengan penuh tanggung jawab. Ia mengajak seluruh umat dan pengurus lingkungan untuk terus berjalan bersama, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan semangat gotong royong agar Wilayah Sang Timur semakin hidup, solid, dan bertumbuh dalam iman.

Bendera Vondel Wilayah Sang Timur

Sebagai selayang pandang, Wilayah Sang Timur merupakan wilayah yang terdiri dari empat lingkungan, yaitu Lingkungan St. Gregorius, Lingkungan St. Bartholomeus, Lingkungan St. Stefanus, dan Lingkungan St. Antonius. Keberagaman lingkungan ini menjadi kekayaan sekaligus kekuatan dalam membangun kebersamaan dan pelayanan pastoral di wilayah.

Melalui serah terima jabatan ini, diharapkan kepemimpinan Wilayah Sang Timur periode 2026–2028 mampu membawa semangat baru, mempererat persaudaraan antarlingkungan, serta semakin menghidupi nilai-nilai pelayanan yang berlandaskan iman, kasih, dan kebersamaan.

Momentum Akhir Tahun yang Penuh Syukur dan Harapan

Lingkungan St. Gregorius menggelar pertemuan akhir tahun sekaligus serah terima jabatan Ketua Lingkungan pada Senin, 22 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momen penting yang sarat makna, sebagai ungkapan syukur atas pelayanan yang telah dijalani sekaligus peneguhan komitmen untuk melangkah ke masa depan dengan semangat baru.

Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Gregorius Henry selaku Ketua Lingkungan periode sebelumnya secara resmi menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan kepada Fredericus Dwi Nugraha, yang akan mengemban amanah sebagai Ketua Lingkungan St. Gregorius untuk periode 2026–2028.

Pada kesempatan tersebut, Gregorius Henry menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh umat selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan yang baru dapat terus menumbuhkan semangat kebersamaan, pelayanan yang tulus, serta semakin menghidupkan peran Lingkungan St. Gregorius dalam kehidupan menggereja.

Sementara itu, Fredericus Dwi Nugraha menyatakan kesiapan untuk melanjutkan tongkat estafet pelayanan. Dengan penuh kerendahan hati, ia memohon dukungan doa dan partisipasi seluruh umat agar kepemimpinannya dapat berjalan dengan baik, membawa lingkungan semakin rukun, solid, dan bertumbuh dalam iman.

Pertemuan akhir tahun ini tidak hanya menjadi penutup perjalanan pelayanan di tahun 2025, tetapi juga menjadi awal harapan baru bagi Lingkungan St. Gregorius. Diharapkan, di bawah kepemimpinan yang baru, lingkungan semakin menjadi wadah kebersamaan, tempat saling melayani, serta sarana untuk semakin menghayati panggilan sebagai umat beriman.

Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo Berlangsung Meriah dan Penuh Sukacita

Maguwo, 16 Januari 2026 — Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo yang diselenggarakan pada Jumat siang, 16 Januari 2026 di wisma Anugerah Kaliurang, berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh sukacita. Kegiatan yang diikuti oleh umat lingkungan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus perwujudan syukur atas kelahiran Yesus Kristus.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara. Suasana semakin hangat saat sesi ice breaking melalui lagu “Yesus Pokok dan Kita Carang-Nya” yang dibawakan oleh Bapak Arief Subyantoro, mengajak seluruh umat untuk terlibat aktif sejak awal acara.

Rangkaian ibadah Perayaan Natal dipimpin oleh Bapak Murdiyono pada pukul 09.50 WIB. Ibadah berlangsung dengan khidmat dan sederhana, diakhiri dengan lagu penutup “Gembala Pergi Cepat-cepat” versi Jawa yang kembali dibawakan oleh Bapak Arief. Lagu tersebut menambah nuansa lokal sekaligus memperdalam makna perayaan Natal.

Selanjutnya Ketua Lingkungan menyampaikan ungkapan syukur serta terima kasih kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara. Bapak Indarto selaku Ketua Lingkungan menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat pelayanan dalam kehidupan meng-gereja di lingkungan.

Kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan drama teatrikal berjudul “Kado di Ujung Keluh” yang dibawakan oleh Andreas, Lia, Bagus dan Veraika dimana dalam teatrikal tersebut menyiratkan pesan bahwa di jaman yang serba sulit, penuh tekanan dan penuh perjuangan ini, sebagai umat yang beriman perlu untuk terus bersyukur daripada “sambat wae”. Kemudian drama teatrikal dilanjutkan dengan flash dance. Penampilan ini mendapat sambutan antusias dari umat karena menyampaikan pesan Natal secara kreatif dan menyentuh. Berbagai permainan interaktif seperti “Tebak Gambar” dan “Kata Berangkai” turut memeriahkan suasana dan melibatkan umat lintas usia.

Selain hiburan, acara juga diisi dengan sosialisasi pembangunan Gereja Stasi yang dibawakan oleh tim Pembangunan GMBA sebagai bentuk transparansi dan ajakan partisipasi umat dalam mendukung karya pelayanan gereja ke depan.

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan sesi karaoke yang semakin mempererat keakraban antarumat. Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 13.30 WIB dengan suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur.Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo tahun ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga wadah untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling melayani di tengah umat. (aphs)

Merawat Kebersamaan, Meneruskan Pelayanan

Serah Terima Kepengurusan, Sosialisasi Pembangunan di Lingkungan St. Fransiskus Asisi

Pada Kamis malam, 15 Januari 2026, umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi kembali berkumpul dalam suasana penuh kehangatan di kediaman Bapak Paulus Prasetyo, “Joglo Prasetyan”, Meguwo. Pertemuan ini menjadi lebih dari sekadar doa rutin lingkungan, malam itu juga menjadi momen penting estafet pelayanan melalui serah terima kepengurusan lingkungan.

Doa bersama dipimpin oleh Bapak Rusdiyanto, dilanjutkan dengan prosesi serah terima pengurus periode 2023–2025 kepada pengurus baru periode 2026–2028. Dalam sambutannya, Bapak Jondit selaku Ketua Lingkungan periode sebelumnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh umat selama masa pelayanannya. Beliau mengungkapkan bahwa berbagai tugas dan tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik berkat kebersamaan dan partisipasi umat. Dengan penuh kerendahan hati, Bapak Jondit juga menyatakan dukungan dan harapan terbaik bagi pengurus baru yang akan melanjutkan pelayanan.

Sebagai simbol tanggung jawab dan transparansi, Bapak Jondit menyerahkan laporan keuangan, laporan inventaris, berkas-berkas administrasi lingkungan, serta cap lingkungan kepada Ketua Lingkungan terpilih periode 2026–2028.

Sebagai ungkapan terima kasih dan apresiasi, umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi yang diwakili oleh Bapak dan Ibu Felix menyerahkan kenang-kenangan berupa gambar karikatur berbingkai kepada Bapak dan Ibu Jondit. Sebuah hadiah sederhana namun sarat makna, sebagai tanda kasih dan penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan. Doa dan harapan pun dipanjatkan agar keluarga Bapak dan Ibu Jondit beserta keluarga senantiasa dilimpahi kebahagiaan dan berkat Tuhan.

Memasuki periode kepengurusan yang baru, umat berharap agar pengurus Lingkungan St. Fransiskus Asisi dapat melanjutkan nilai-nilai baik yang telah diteladankan, serta membawa lingkungan semakin maju, guyub, dan erat dalam semangat persaudaraan serta pelayanan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi rencana pembangunan Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) yang disampaikan oleh Tim Panitia Pembangunan, diwakili oleh Bapak Ande, Bapak Pangat, dan Bapak Danang. Panitia memaparkan latar belakang serta garis besar rencana pembangunan gereja yang diharapkan dapat memasuki tahap pertama pada Juni 2026. Pembangunan ini diharapkan menjadi langkah penyempurnaan sarana gereja demi menunjang kehidupan iman umat nantinya.

Sebagai bentuk partisipasi umat, panitia memperkenalkan program penjualan Kupon Kemurahan Hati seharga Rp20.000 per kupon. Seluruh umat diajak untuk terlibat aktif, dimulai dari kontribusi paling sederhana. Dalam sesi ini, umat juga menyampaikan berbagai tanggapan dan pertanyaan, di antaranya terkait pengembangan lahan parkir yang saat ini terbatas serta kemungkinan kontribusi dalam bentuk non-tunai seperti material bangunan. Diskusi berlangsung terbuka, hangat, dan menunjukkan antusiasme serta dukungan penuh umat terhadap rencana pembangunan GMBA.

Menjelang akhir pertemuan, Ketua Lingkungan yang baru menyampaikan pengumuman terkait tugas-tugas terdekat. Acara resmi kemudian ditutup, namun kehangatan kebersamaan masih terasa. Sejumlah umat tetap tinggal, melanjutkan obrolan ringan dan berbagi cerita dalam suasana santai dan penuh keakraban, sebuah potret sederhana namun bermakna dari hidup menggereja yang tumbuh dalam kebersamaan.

Terang yang dilanjutkan: “Babak baru Pelayanan Lingkungan St. Yohanes Pembaptis”


Di sebuah malam yang tenang, di tengah suasana kekeluargaan yang begitu hangat, para pengurus Lingkungan St. Yohanes Pembaptis berkumpul dalam sebuah momen yang spesial—sebuah momen yang bukan hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga menandai perjalanan baru bagi seluruh umat lingkungan.
Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas. Ia sedang maju antara mereka yang telah mengabdi dengan sepenuh hati sebagai pengurus lama, dengan wajah-wajah baru yang siap melanjutkan pelayanan estafet. Seakan-akan dua generasi bertemu dalam satu ruang, membawa cerita, pengalaman, harapan, dan semangat yang sama: melayani Tuhan melalui umat-Nya.

Para pengurus lama duduk berdampingan, membawa kisah perjalanan panjang yang mereka lalui—tentang rapat yang tak terhitung, kunjungan umat, kegiatan rohani, suka duka dalam pelayanan, hingga tawa-tawa kecil yang pernah mewarnai kebersamaan mereka. Mereka hadir bukan hanya untuk menyerahkan tugas, tetapi untuk memberikan teladan dan jejak yang bisa menjadi pijakan bagi generasi berikutnya.
Di sisi lain, para pengurus baru datang dengan mata berbinar—melambangkan optimisme dan tekad untuk meneruskan pelayanan ini. Mereka menyimak, menyapa, dan berdialog; menyerap setiap pesan dan nasihat seolah tengah menerima warisan berharga: warisan semangat pelayanan penuh kasih.
Suasana pertemuan terasa hangat ketika keduanya saling bertukar cerita. Ada tawa lembut mengenang perjalanan yang sudah dilalui, ada pula percakapan serius tentang harapan umat dan tantangan ke depan. Namun di antara semua itu, yang paling terasa adalah rasa syukur: syukur karena Tuhan terus menyediakan tangan-tangan baru untuk melanjutkan karya-Nya.

Pada akhirnya, proses serah terima berlangsung dengan sederhana namun penuh makna. Ketika tanggung jawab itu berpindah, seolah cahaya baru menyala—cahaya harapan bagi lingkungan Yohanes Pembaptis untuk terus bertumbuh, bersekutu, dan melayani lebih baik lagi.
Regenerasi ini bukanlah penutup dari sebuah perjalanan, melainkan babak baru yang dibuka dengan penuh kebahagiaan. Para pengurus lama tetap menjadi keluarga yang disertai dengan doa dan dukungan, sementara pengurus baru melangkah maju, membawa api pelayanan yang terus menyala.
Dan dengan hati yang bersatu, keluarga besar Lingkungan St. Yohanes Pembaptis pun berdoa bersama:
semoga Tuhan selalu membimbing setiap langkah, menguatkan setiap niat, dan mewujudkan setiap pelayanan—baik mereka yang dulu, sekarang, maupun yang akan datang.


Pertemuan perdana tahun 2026 umat lingkungan St. Antonius Padua

Pertemuan umat lingkungan St. Antonius Padua diawali dg ibadat dipimpin oleh bpk. Martinus Bagus Wicaksono. Ibadat dilaksanakan di rumah. Bpk. Djumingan, dihadiri kurang lebih 20 orang. Ibadat dimulai pkl. 19.30, dan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman-pengumuman dari ketua lingkungan.

Pertemuan berakhir kurang lebih pukul. 21.00 wib.

“Lingkungan Yohanes Pembaptis: Merajut Kasih, Menyebar Sukacita”


Satu Hati dalam Sukacita: Tradisi Ujung Natal Lingkungan Yohanes Pembaptis
​Fajar baru saja menyingsing setelah Misa Natal usai, namun suasana di Lingkungan Yohanes Pembaptis sudah terasa begitu hidup. Hari ini bukan sekadar tentang perayaan formal, melainkan tentang menghidupkan kembali tradisi “Ujung”—sebuah perjalanan kasih yang menghubungkan satu pintu ke pintu lainnya.

Sejak pagi, rombongan warga mulai berkumpul. Tidak ada batasan usia; dari yang sepuh hingga yang paling muda, semua berbaur menjadi satu keluarga besar. Tradisi muter ke rumah-rumah ini adalah cara kami berkumpul kembali tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang karena kesibukan setahun terakhir. Setiap rumah yang dikunjungi menyambutnya dengan senyum lebar dan pelukan hangat, seolah mengatakan, “Rumahku adalah rumahmu juga.”
Pesta Kecil bagi Para “Pemburu” Jajan
​Pemandangan yang paling ikonik tentu saja datang dari anak-anak. Dengan penuh semangat, mereka menenteng tas besar—bahkan ada yang membawa tas belanja kain berukuran ekstra—yang siap terisi.
Bagi mereka, Natal adalah “panen raya” kebahagiaan. Di setiap meja tamu, toples-toples berisi kue nastar, putri salju, hingga berbagai snack kekinian telah menanti. Tak butuh waktu lama, tas yang kosong tadi mulai menggelembung penuh dengan aneka rupa jajanan. Suara gemerisik bungkus plastik dan tawa renyah mereka saat membandingkan “hasil buruan” menjadi latar musik yang paling merdu sepanjang perjalanan.

Lebih dari Sekadar Snack dan Silaturahmi
​Namun, di balik tas-tas yang berat berisi makanan dan rute panjang yang ditempuh, ada makna yang lebih dalam. Tradisi Ujung di Lingkungan Yohanes Pembaptis adalah tentang:
​Kerendahan Hati: Saling memaafkan dan membuka diri.
​Kedermawanan: Berbagi berkat sekecil apa pun kepada sesama.
​Pewarisan Iman: Mengajarkan anak-anak bahwa Gereja bukan hanya bangunan, tapi komunitas orang-orang yang saling mengasihi.
​Lelah di kaki seolah tak terasa karena hati telah penuh oleh sukacita. Inilah wajah Natal kita—sederhana, guyub, dan penuh berkat.
​Selamat merayakan Natal, Lingkungan Yohanes Pembaptis! Semoga semangat silaturahmi ini terus menyala di hati kita semua.

Dokumentasi ujung Lingkungan Yepe:

https://drive.google.com/drive/folders/1kgUQBCqzUeY5RkURDGZ7_wzXW_QcpUUD

Perayaan Natal Bersama Lingkungan Santo Petrus

Lingkungan Santo Petrus mengadakan perayaan Natal bersama yang berlangsung dengan penuh sukacita dan kebersamaan pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 17.00 WIB, bertempat di rumah ketua lingkungan, Ibu Lely. Acara ini dihadiri oleh warga Lingkungan Santo Petrus serta undangan dari lingkungan lain, dengan jumlah kehadiran sekitar 47 orang.

Perayaan Natal diawali dengan ibadat Natal yang dipimpin oleh Ibu Tiwik. Dalam suasana yang khidmat dan penuh makna, umat diajak untuk kembali merenungkan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang hadir di tengah kehidupan, sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.

Setelah ibadat, acara dilanjutkan dengan serah terima Ketua Wilayah Yohanes Don Bosco. Ketua wilayah lama, Ibu Yohana Fransiska Lina Setyaningsih, secara resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada ketua wilayah yang baru, Bapak Laurentius Triyono. Momen ini menjadi ungkapan syukur atas pelayanan yang telah dijalankan sekaligus harapan akan semangat baru dalam melayani umat di wilayah Yohanes Don Bosco.

Selanjutnya, umat mengikuti sosialisasi dari Tim Renovasi Pembangunan Gereja GMBA yang disampaikan oleh Bapak Bagyo bersama tim. Sosialisasi ini memberikan penjelasan mengenai rencana, proses, serta ajakan bagi umat untuk turut mendukung pembangunan gereja sebagai wujud kebersamaan dan tanggung jawab bersama.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah, yang dilanjutkan dengan makan malam bersama dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kegembiraan semakin terasa dengan adanya pembagian door prize yang menambah semarak perayaan Natal Lingkungan Santo Petrus.

Melalui perayaan ini, diharapkan semangat Natal semakin menguatkan iman, persaudaraan, dan kebersamaan umat, serta menumbuhkan komitmen untuk terus aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Pesta Nama Maria Immaculata: Merawat Iman dalam Sukacita Kebersamaan

Lingkungan Maria Immaculata Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo merayakan Pesta Nama Maria Immaculata pada Senin, 8 Desember 2025, bertempat di rumah Bapak Sikun Pribadi. Perayaan ini berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan, serta dihadiri oleh sekitar 35 umat Lingkungan Maria Immaculata.

Acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Prodiakon Lingkungan. Dalam suasana doa yang sederhana namun mendalam, umat diajak untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan serta meneladani iman Bunda Maria sebagai Bunda Allah yang tak bernoda.

Usai ibadah, kebersamaan semakin terasa dalam ramah tamah antarumat. Suasana menjadi semakin meriah ketika anak-anak lingkungan menampilkan beberapa lagu rohani dengan penuh semangat dan keceriaan. Kegiatan ini dilengkapi dengan pembagian doorprize bagi anak-anak, yang menambah sukacita dan tawa seluruh hadirin.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sarasehan iman yang mengangkat tema peran Bunda Maria sebagai pilihan Allah untuk melahirkan Juruselamat dunia. Sarasehan ini dibawakan oleh Bapak Sikun Pribadi dan Bapak Purwoharsanto, yang mengajak umat untuk semakin mengenal dan meneladani keutamaan hidup Bunda Maria.

Dari sarasehan tersebut, umat diajak untuk merefleksikan bahwa Bunda Maria merupakan teladan utama bagi setiap orang beriman, terutama dalam tiga hal pokok, yaitu:

  1. Penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan,
  2. Ketaatan penuh pada kehendak Allah, dan
  3. Kesetiaan dalam menanggung penderitaan dengan iman dan harapan.

Perayaan Pesta Nama Maria Immaculata ini menjadi momen yang tidak hanya mempererat persaudaraan antarumat, tetapi juga memperdalam iman dan semangat hidup Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Semoga teladan Bunda Maria senantiasa menguatkan umat Lingkungan Maria Immaculata untuk terus berjalan setia dalam panggilan iman.