Lingkungan St. Antonius Padua Mengadakan Ibadat Peringatan Tujuh Hari Berpulangnya Bapak Thomas Eddy Susarso

Yogyakarta, 1 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius Padua mengadakan Ibadat Peringatan Tujuh Hari Berpulangnya Bapak Thomas Eddy Susarso, ayahanda dari Ibu Maria Titis Indrayani, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di kediaman keluarga. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri kurang lebih 35 umat dari keluarga, kerabat, serta warga lingkungan.

Ibadat dipimpin oleh Ibu Lucia Bernadeta Andayani Budi Lestari selaku prodiakon. Dalam suasana doa yang khusyuk, umat bersama-sama mendoakan almarhum agar memperoleh kedamaian abadi di hadirat Tuhan serta memohon penghiburan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Petugas liturgi yang terlibat dalam ibadat ini antara lain Mbak Cecilia Kiara Indrayanto sebagai pembaca Kitab Suci, Ibu Natalia Purwanti sebagai pembaca doa umat, serta Bapak FX. Dwi Istiya Rusiawan yang memimpin lagu-lagu selama ibadat sehingga seluruh umat dapat berpartisipasi dengan baik dalam perayaan doa.

Setelah doa umat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa Rosario yang dipimpin oleh Ibu Cristiana Maria Sudjinarti. Umat mengikuti doa dengan penuh penghayatan sebagai ungkapan iman akan harapan kebangkitan dan kehidupan kekal yang dijanjikan Kristus kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Melalui ibadat peringatan tujuh hari ini, umat Lingkungan St. Antonius Padua kembali menunjukkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kasih persaudaraan dengan mendampingi keluarga yang sedang berduka melalui doa dan kehadiran.

“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.” (Matius 5:4)

Lingkungan St. Antonius Padua Melaksanakan Tugas Among Tamu dan Penghitungan Kolekte

Yogyakarta, 2 Agustus 2026 – Umat Lingkungan St. Antonius Padua kembali mengambil bagian dalam pelayanan di Gereja melalui tugas among tamu dan penghitungan kolekte pada Perayaan Ekaristi hari Minggu, 2 Agustus 2026.

Pelayanan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan semangat kebersamaan oleh 14 orang petugas, yang terdiri dari 5 orang bapak, 8 orang ibu, dan 1 orang Orang Muda Katolik (OMK). Para petugas menjalankan tugas menyambut umat yang hadir, membantu menciptakan suasana ibadah yang tertib dan nyaman, serta melaksanakan penghitungan kolekte setelah Perayaan Ekaristi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Seluruh rangkaian tugas dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat pelayanan. Keterlibatan umat dari berbagai kelompok usia menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja.

Semoga pelayanan sederhana yang telah diberikan menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan serta semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan sukacita dalam melayani sesama di lingkungan Paroki.

“Layanilah seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Petrus 4:10)

Lingkungan St. Gregorius Bersatu Dalam Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, dan Novena 3 Salam Maria – 6 Agustus 2026

Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka &
Novena 3 Salam Maria

Lingkungan St. Gregorius
Paroki Administratif Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kesempatan yang kembali diberikan kepada umat Lingkungan St. Gregorius untuk berkumpul dalam suasana penuh iman melalui Doa Sengsara Yesus, Rosario Koronka, serta Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk Pengembangan & Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kebersamaan ini menjadi wujud nyata bahwa doa merupakan kekuatan yang mempersatukan umat dalam kasih Kristus serta menjadi sumber harapan bagi perjalanan Gereja.

  • 📅 Hari/Tanggal : Kamis, 6 Agustus 2026
  • 🕖 Waktu : 19.00 WIB
  • 🏠 Tempat : Rumah Mas Rendy

Dalam doa Sengsara Yesus, umat diajak merenungkan kasih Allah yang begitu besar melalui pengorbanan Putra-Nya demi keselamatan dunia. Melalui Rosario Koronka, setiap butir doa menjadi ungkapan iman, pengharapan, serta penyerahan diri kepada belas kasih Tuhan. Seluruh umat juga memanjatkan doa bagi keluarga, lingkungan, paroki, para imam, para pelayan Gereja, serta seluruh masyarakat agar senantiasa memperoleh damai dan penyertaan Tuhan.

Sebagai penutup, seluruh umat bersama-sama mendaraskan Novena 3 Salam Maria yang dipersembahkan secara khusus untuk mendukung proses Pengembangan dan Penataan Kawasan Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Melalui doa bersama ini, umat memohon penyertaan Tuhan dan perlindungan Bunda Maria agar setiap rencana, pembangunan, serta pelayanan Gereja dapat berjalan dengan baik, menjadi berkat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

📖 Sabda Tuhan

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

— Injil Matius 18:20 —

🙏 Mari Terus Bertumbuh dalam Doa

Sabda Tuhan mengingatkan bahwa setiap pertemuan doa bukan sekadar sebuah kegiatan rutin, melainkan kesempatan untuk mengalami sendiri kehadiran Kristus di tengah umat-Nya. Melalui semangat kebersamaan, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk terus membangun kehidupan doa dalam keluarga dan lingkungan, saling menguatkan dalam iman, serta mendukung seluruh karya pelayanan dan pembangunan Gereja demi semakin besarnya kemuliaan Tuhan.


📖

Buku Doa Sengsara Yesus & Rosario Koronka

Lingkungan St. Gregorius

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
Mazmur 119:105



✠ 🎵 ✠

🎶 Lagu Lingkungan St. Gregorius 🎶

❦ ✠ ❦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor

Line Dance St. Elisabeth

Tanggal 14 Juni 2026. Lingkungan St. Elisabeth turut memeriahkan Acara HUT Gereja Maria Bunda Allah dengan mempersembahkan Line Dance.

Dalam perayaan ini, selain memperingati HUT GMBA, kami juga bersuka cita karna GMBA sudah resmi menjadi Paroki Administratif. Setelah misa, seluruh umat diajak untuk berpesta Bakso dan Soto yang dipersembahkan oleh 14 lingkungan di Paroki Administratif GMBA. Sembari menikmati hidangan, umat juga disuguhi beberapa hiburan, salah satunya Line Dance persembahan dari Lingkungan St. Elisabeth ini.

Lingkungan Elisabeth sudah mempersiapkan 2x seminggu untuk berlatih bersama selama kurang lebih 2 bulan.

Kasih adalah yang Utama dari Kehidupan Orang Beriman

Pada tanggal 4 Juni, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan Sembahyangan Lingkungan Rutin yang bertempat di Pendopo Mbah Cipto. Dalam sembahyangan kali ini, kami merenungkan Injil Markus 12:28–34. Dalam injil ini bercerita bagaimana seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, “Hukum manakah yang paling utama?” Yesus menjawab bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini.

Ahli Taurat itu memahami bahwa kasih kepada Allah dan sesama jauh lebih berharga daripada segala kurban dan persembahan. Melihat jawabannya, Yesus berkata, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.”

Pesan ini mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya tentang menjalankan aturan atau mengikuti ibadah secara lahiriah. Iman yang sejati tampak dalam kasih yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengasihi Tuhan berarti menempatkanNya sebagai pusat hidup, setia berdoa, mendengarkan sabdaNya, dan melakukan kehendakNya. Mengasihi sesama berarti menghargai setiap orang, mau mengampuni, menolong yang membutuhkan, serta menjaga martabat setiap manusia.

Yang perlu kita renungkan bersama adalah,

  1. Apakah saya sungguh mengasihi Tuhan dengan seluruh hidup saya?
  2. Apakah kasih saya kepada sesama terlihat dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar?
  3. Sudahkah saya menunjukkan kasih kepada ciptaan Tuhan dengan mengasihi sesama?

“Tuhan Yesus, ajarlah kami mengasihiMu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kami. Bukalah hati kami agar mampu mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan, serta peduli terhadap seluruh ciptaanMu. Semoga setiap perkataan, tindakan, dan keputusan kami menjadi wujud nyata kasih yang Engkau ajarkan. Amin.”

Pengumpulan Bahan Daur Ulang Lingkungan St. Elisabeth

Dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai wujud syukur atas ciptaan Tuhan, sekaligus membantu mengurangi sampah, Paroki memiliki program yang sudah lama berlangsung, yaitu mengadakan Pengumpulan Bahan Daur Ulang. Kegiatan ini juga dapat menjadi bagian dari aksi nyata dalam semangat menjaga lingkungan.

Kegiatan ini bertujuan:

  • Mengurangi sampah yang berakhir di TPA.
  • Mengajak umat membiasakan memilah sampah dari rumah.
  • Menumbuhkan semangat menjaga kelestarian ciptaan Tuhan.
  • Menggalang dana sosial dari hasil penjualan bahan daur ulang.
  • Menumbuhkan rasa cinta lingkungan dari lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga.

Barang yang dikumpulkan berupa:

  • Botol plastik (PET)
  • Gelas plastik
  • Kardus
  • Kertas dan koran bekas
  • Kaleng minuman
  • Botol kaca
  • Minyak jelantah (dalam botol tertutup)
  • Tutup botol plastik

Biasanya di lingkungan St. Elisabeth pengumpulan BDU dilakukan tiap minggu keempat di hari yang telah disepakati bersama di rumah Keluarga Bapak Suradi, yang kemudian barang-barang dibersihkan, dipilah, dirapikan, disatukan dan dikumpulkan ke Gereja untuk ditimbang bersama.

Melalui langkah sederhana ini, kita bersama-sama mengurangi sampah, menjaga kelestarian lingkungan, dan menghadirkan kasih Tuhan kepada sesama melalui pemanfaatan hasil daur ulang untuk karya sosial gereja.

“Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” (Kejadian 2:15)

Mari bersama menjaga bumi, rumah kita bersama.

Doa Lingkungan Santo Petrus: Menumbuhkan Cinta Tanah Air Melalui Kedekatan Hati

Lingkungan Santo Petrus kembali mengadakan doa lingkungan pada Senin, 3 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Lely. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 orang umat dan dipimpin oleh Ibu Mulyadi.

Pada kesempatan tersebut, umat bersama-sama merenungkan tema kebangsaan, yaitu “Tanah Air Ada di Sana, di Mana Ada Cinta dan Kedekatan Hati.” Melalui tema ini, umat diajak untuk memahami bahwa mencintai tanah air bukan hanya diwujudkan melalui rasa bangga terhadap bangsa, tetapi juga melalui kepedulian, persaudaraan, dan kasih kepada sesama di lingkungan tempat kita hidup.

Bahan permenungan mengangkat kisah hidup Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, atau yang lebih dikenal sebagai Romo Mangun. Beliau dikenal sebagai sosok imam yang mengabdikan hidupnya bagi masyarakat kecil dan kaum yang terpinggirkan. Melalui karya dan pelayanannya, Romo Mangun menunjukkan bahwa cinta kepada tanah air diwujudkan dengan menghadirkan harapan, memperjuangkan keadilan, serta membangun kehidupan yang lebih baik bagi sesama.

Dalam sesi sharing, umat diajak merefleksikan bagaimana semangat Romo Mangun dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cinta kepada tanah air dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kerukunan, saling membantu, menghargai perbedaan, serta membangun relasi yang penuh kasih di tengah keluarga maupun lingkungan.

Melalui doa bersama dan permenungan ini, diharapkan seluruh umat Lingkungan Santo Petrus semakin terdorong untuk menjadi pribadi yang tidak hanya mencintai bangsa melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membawa damai, persaudaraan, dan kepedulian kepada sesama. Semoga semangat kebangsaan yang berlandaskan kasih senantiasa tumbuh dalam hati setiap umat, sehingga Lingkungan Santo Petrus semakin menjadi komunitas yang hidup dalam persatuan, iman, dan cinta kasih.

Tugas Koor Umat Lingkungan St. Gregorius : Mengiringi Perayaan Ekaristi Minggu Pagi di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo – 2 Agustus 2026

Maguwo, 2 Agustus 2026 – Dengan penuh rasa syukur dan semangat pelayanan, umat Lingkungan St. Gregorius melaksanakan tugas koor dalam Perayaan Ekaristi Minggu Pagi pada Minggu, 2 Agustus 2026, di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Perayaan Ekaristi Minggu pagi di GMBA dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB.

Pelayanan koor ini merupakan buah dari serangkaian latihan yang telah dilaksanakan secara rutin selama beberapa pekan sebelumnya. Melalui latihan yang penuh semangat dan kebersamaan, setiap umat yang terlibat dalam koor mempersiapkan diri agar dapat mempersembahkan nyanyian terbaik sebagai ungkapan iman dan pujian kepada Tuhan.

Dalam liturgi Gereja, koor memiliki peran penting untuk membantu seluruh umat berpartisipasi aktif dalam perayaan Ekaristi. Nyanyian-nyanyian liturgi yang dibawakan tidak hanya memperindah perayaan, tetapi juga mengajak umat semakin menghayati misteri iman dan memusatkan hati kepada Tuhan.

Pelayanan yang diberikan oleh umat Lingkungan St. Gregorius menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan kerelaan untuk melayani. Setiap anggota koor hadir dengan hati yang tulus, mempersembahkan talenta yang dimiliki demi kemuliaan nama Tuhan dan demi membangun kehidupan menggereja yang semakin hidup.

Semangat pelayanan ini juga diteguhkan oleh Sabda Tuhan:

“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”
(Kolose 3:16)

Semoga pelayanan koor yang telah dilaksanakan menjadi persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan serta semakin menumbuhkan semangat umat Lingkungan St. Gregorius untuk terus melayani dengan sukacita, rendah hati, dan penuh kasih. Kiranya melalui pelayanan yang sederhana ini, semakin banyak umat yang terdorong untuk ambil bagian dalam berbagai pelayanan di Gereja, sehingga seluruh umat dapat bersama-sama memuliakan Tuhan dalam satu iman, satu hati, dan satu suara.


🎵 Dokumentasi Tugas Koor Lingkungan St. Gregorius


“Bernyanyilah bagi Tuhan sebagai orang-orang yang bersyukur dalam hatimu.”
— Kolose 3:16

✠ 🎵 ✠

🎶 Lagu Lingkungan St. Gregorius 🎶

❦ ✠ ❦


🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor

Latihan Koor Umat Lingkungan St. Gregorius : Berlatih & Berkumpul dalam Nyanyian Pujian Bagi Kristus – 1 Agustus 2026

✦ ✧ ✦

Latihan Koor Umat Lingkungan St. Gregorius

“Berlatih & Berkumpul dalam Nyanyian Pujian Bagi Kristus”

🎶 Sabtu, 1 Agustus 2026 | Pukul 19.00 WIB 🎶

Kadisoka, 1 Agustus 2026 – Dalam semangat kebersamaan dan pelayanan, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan kegiatan Latihan Koor sebagai persiapan pelayanan dalam Perayaan Ekaristi.

📅 Hari/Tanggal: Sabtu, 1 Agustus 2026

Pukul: 19.00 WIB

Seluruh umat yang terlibat dalam koor Lingkungan St. Gregorius mengikuti latihan dengan penuh semangat dan sukacita. Berbagai lagu liturgi yang akan dibawakan saat misa dipersiapkan dengan sungguh-sungguh agar dapat mendukung umat dalam berdoa dan memuliakan Tuhan melalui nyanyian.

Pelayanan koor bukan sekadar menyanyikan lagu-lagu liturgi, tetapi juga merupakan wujud doa yang dipersembahkan kepada Tuhan. Seperti ungkapan:

“Qui Cantat Bis Orat”

Siapa yang bernyanyi, ia berdoa dua kali.

Oleh karena itu, setiap latihan menjadi sarana untuk mempersiapkan diri dalam tugas pelayanan Koor pada Perayaan Ekaristi. Melalui latihan yang telah dilaksanakan ini, koor Lingkungan St. Gregorius berharap dapat mempersembahkan pelayanan terbaik sehingga seluruh umat yang hadir semakin terbantu untuk menghayati liturgi dan mengalami sukacita dalam perjumpaan dengan Tuhan.

Mari terus mendukung dan mendoakan setiap pelayanan di Lingkungan St. Gregorius, agar semakin bertumbuh dalam iman, persaudaraan, dan semangat melayani Gereja.

📖

Kolose 3:16

“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat saling mengajar dan menegur, sambil menyanyikan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”

✦ ✧ ✦

✠ 🎵 ✠

🎶 Lagu Lingkungan St. Gregorius 🎶

❦ ✠ ❦

Kegiatan Lingkungan St. Gregorius


🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor


Latihan Koor Umat Lingkungan St. Gregorius : Berdoa Melalui Nyanyian untuk Kemuliaan Tuhan – Rabu 29 Juli 2026


Latihan Koor Lingkungan St. Gregorius

Latihan Koor Lingkungan St. Gregorius

Persiapan Pelayanan Misa Minggu Pagi
2 Agustus 2026
📅 Hari/Tanggal : Rabu, 29 Juli 2026
🕖 Pukul : 19.00 WIB

Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan kegiatan Latihan Koor sebagai persiapan pelayanan dalam Misa Minggu Pagi, 2 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi seluruh umat yang terlibat dalam koor untuk semakin mempersiapkan diri, bukan hanya dalam menyatukan suara saat bernyanyi, tetapi juga membangun kebersamaan serta memperdalam semangat pelayanan kepada Tuhan.

Setiap lagu yang dilatih merupakan ungkapan iman dan doa. Melalui latihan yang tekun, kita diajak untuk mempersembahkan talenta terbaik sebagai bentuk syukur dan cinta kepada Tuhan. Persiapan yang dilakukan bersama diharapkan mampu menghadirkan nyanyian yang indah, serta membantu seluruh umat semakin khusyuk dalam mengikuti Perayaan Ekaristi.

“Qui Cantat Bis Orat” “Barangsiapa bernyanyi, ia berdoa dua kali.”
— Santo Agustinus

Semoga setiap lagu rohani yang kita nyanyikan tidak hanya terdengar indah di telinga, tetapi juga menjadi doa yang tulus dari hati. Mari melalui latihan koor ini umat Lingkungan St. Gregorius semakin menyatukan suara, hati, dan iman, sehingga pelayanan koor pada Misa Minggu nanti dapat menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan dan menguatkan iman seluruh umat.

“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.” Roma 12:12
🎵 Dokumentasi Latihan Koor 🎵
Nyanyian adalah doa yang indah. Mari memuji Tuhan dengan satu hati, satu suara, dan satu iman.

✠ 🎵 ✠

🎶 Lagu Lingkungan St. Gregorius 🎶

❦ ✠ ❦

Kegiatan Lingkungan St. Gregorius



🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor