Pada Misa Hari Minggu, 14 Juni 2026, pelayanan counter kehadiran umat di Gereja Maria Bunda Allah telah terlaksana dengan baik. Petugas counter bertugas melakukan penghitungan jumlah umat yang hadir dalam perayaan Ekaristi. Data kehadiran ini menjadi salah satu sarana untuk membantu Paroki Administrative GMBA Maguwo dalam melakukan pendataan umat serta evaluasi pelayanan pastoral.
Meskipun tugas ini terlihat sederhana, ketelitian dan kesediaan untuk hadir lebih awal sangat diperlukan agar proses pendataan dapat berjalan dengan akurat dan tertib. Kehadiran para petugas counter merupakan bentuk pelayanan yang mendukung kelancaran kehidupan menggereja dan membantu Paroki Administrative GMBA Maguwo memperoleh data yang diperlukan untuk pengembangan pelayanan umat.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk : Mas Yance, Samuel, Mas Freddy dan Hiro yang telah bersedia melayani sebagai petugas counter pada Misa Minggu, 14 Juni 2026. Terima kasih atas waktu, perhatian, dan dedikasi yang telah diberikan dalam menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab.
Semoga Tuhan senantiasa memberkati dan membalas segala kebaikan serta semangat pelayanan yang telah diberikan. Kiranya semakin banyak umat yang tergerak untuk ikut ambil bagian dalam berbagai pelayanan di Paroki Administrative Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.
“Barangsiapa melayani, hendaklah ia melayani dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah.” (1 Petrus 4:11)
Tugas Caos Dahar Romo lingkungan Antonius Paroki Administratif Maguwo dilaksanakan hari Sabtu, 13 Juni 2026. Tugas telah dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan ketentuan menu dan waktu antar ke paroki Marganingaih Kalasan.
Tugas kerja bakti dan tata bunga utk perayaan Ekaristi hari Minggu, 14 Juni 2026. Tata bunga dan kerja bakti dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026 oleh 6 orang ibu. Tata bunga altar menggunakan tanaman dalam pot, selain lebih hemat juga untuk menjaga lingkungan hidup.
Dengan penuh rasa syukur dan sukacita, umat Lingkungan Santa Theresia turut berbahagia atas penerimaan Sakramen Komuni Suci Pertama oleh Chiera yang dilaksanakan pada Minggu, 7 Juni 2026, di Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.
Penerimaan Komuni Suci Pertama merupakan salah satu momen penting dalam perjalanan iman seorang anak Katolik. Setelah melalui masa persiapan dan pendampingan yang penuh makna, Chiera akhirnya menerima Tubuh Kristus untuk pertama kalinya dalam Sakramen Ekaristi. Peristiwa ini menjadi tanda kedekatan yang semakin erat dengan Tuhan Yesus sekaligus menjadi langkah baru dalam pertumbuhan kehidupan iman sebagai anggota Gereja.
Sukacita ini tidak hanya dirasakan oleh Chiera dan keluarga, tetapi juga oleh seluruh umat Lingkungan Santa Theresia yang turut menyaksikan dan mendukung perjalanan imannya. Sebagai bagian dari keluarga besar Gereja, umat lingkungan senantiasa berharap agar anak-anak yang telah menerima Komuni Suci Pertama dapat terus bertumbuh dalam kasih Tuhan, rajin mengikuti Perayaan Ekaristi, tekun dalam doa, serta semakin menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai ungkapan kasih, perhatian, dan dukungan kepada generasi muda Gereja, umat Lingkungan Santa Theresia memberikan sebuah hadiah sederhana kepada Chiera. Pemberian tersebut merupakan tanda kebersamaan dan sukacita seluruh umat lingkungan atas rahmat yang diterima pada hari yang istimewa ini. Semoga hadiah yang diberikan dapat menjadi kenangan indah yang mengingatkan Chiera akan kasih Tuhan dan dukungan komunitas Gereja yang selalu menyertainya.
Umat Lingkungan Santa Theresia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah dengan setia mendampingi serta membimbing Chiera dalam pertumbuhan iman sejak dini. Kehadiran keluarga sebagai tempat pertama anak mengenal Tuhan menjadi fondasi yang sangat berharga dalam membentuk kehidupan iman yang kuat dan berakar pada kasih Kristus.
Kiranya rahmat Sakramen Ekaristi yang diterima oleh Chiera senantiasa menjadi sumber kekuatan, sukacita, dan tuntunan dalam setiap langkah kehidupannya. Semoga Tuhan Yesus memberkati Chiera dengan kesehatan, kebijaksanaan, semangat belajar, serta hati yang penuh kasih kepada sesama. Semoga Chiera terus bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, rendah hati, dan mampu menjadi berkat bagi banyak orang.
Seluruh umat Lingkungan Santa Theresia mengucapkan selamat kepada Chiera atas penerimaan Komuni Suci Pertama. Semoga sukacita dan rahmat yang diterima pada hari ini senantiasa menyertai perjalanan hidupnya serta semakin mendekatkannya kepada Tuhan Yesus.
“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” (Yohanes 6:35)
Selamat atas penerimaan Komuni Suci Pertama, Chiera. Tuhan Yesus memberkati dan menyertai selalu. 🙏🏻🤍✨
Kunjungan umat lingkungan St. Antonius yang sedang sakit. Kunjungan dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Juni 2026 pukul 16.30 WIB. Kunjungan ke rumah keluarga bapak Bardi untuk mendoakan kesembuhan serta memberikan penghiburan kepada ibu Bardi yang baru pulang dari rumah sakit. Kunjungan dihadiri kurang lebih 7 orang bapak dan ibu.
Pada tanggal 10 Juni 2026, ibu-ibu umat Lingkungan St. Gregorius dengan penuh ketulusan melaksanakan tugas pelayanan caos dahar bagi Romo. Pelayanan ini merupakan wujud perhatian, kebersamaan, serta semangat melayani yang tumbuh dalam kehidupan menggereja di lingkungan.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius, terutama kepada Ibu Tri, Ibu Maria, dan Ibu Rustam, yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan kasih dalam menjalankan tugas tersebut. Kehadiran dan dedikasi mereka menjadi teladan nyata bahwa pelayanan sederhana yang dilakukan dengan hati tulus memiliki makna yang besar bagi kehidupan umat.
Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat, kesehatan, dan sukacita kepada Ibu Tri, Ibu Maria, Ibu Rustam, serta seluruh anggota Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Gregorius. Kiranya segala kebaikan dan pelayanan yang telah diberikan memperoleh balasan berlimpah dari Tuhan, serta semakin menumbuhkan semangat persaudaraan dan pengabdian dalam kehidupan beriman.
“Tuhan memberkati setiap tangan yang melayani dengan kasih.” Terima kasih atas pengabdian dan ketulusan yang telah diberikan demi kemuliaan Tuhan dan kebersamaan umat.
Pertemuan Kamisan (sembahyangan) lingkungan Antonius Padua dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2026 di rumah keluarga Bapak Yohanes Murdiyana pada pukul 19.00 WIB dengan dipimpin oleh Bapak Yosep Daryanto. Pertemuan dihadiri kurang lebih 26 orang. Setelah sembahyangan, acara dilanjutkan dengan pengumuman-pengumuman oleh ketua lingkungan, antara lain tentang perluasan gereja, pertemuan minggu depan dan rencana kegiatan Pesta Nama Lingkungan Antonius Padua. Acara diakhiri kurang lebih pukul 20.30 WIB.
“Bernyanyilah bagi Tuhan dengan penuh sukacita.” (Mazmur 100:2)
Dalam persiapan tugas koor misa tanggal 31 Mei 2026, umat Lingkungan St. Elisabeth melakukan persiapan atau latihan bersama berkali kali demi kelancaran tugas koor. Latihan dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto dan panti koor Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.
Dalam kehidupan menggereja, koor atau paduan suara memiliki peranan penting dalam membantu umat menghayati perayaan liturgi. Melalui nyanyian, umat diajak untuk berdoa, memuji, dan memuliakan Tuhan dengan lebih khusyuk. Oleh karena itu, latihan koor yang dilakukan oleh umat lingkungan bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sebuah bentuk pelayanan dan persembahan yang tulus kepada Tuhan.
Latihan koor menjadi sarana bagi umat untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh sebelum bertugas dalam perayaan Ekaristi atau ibadah lainnya. Setiap anggota koor meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mempelajari lagu-lagu liturgi, menyelaraskan suara, memahami makna lagu, serta membangun kekompakan dalam pelayanan. Semua usaha tersebut dilakukan demi menghadirkan nyanyian yang indah dan membantu umat berdoa dengan lebih baik.
Dalam suasana kebersamaan, para anggota belajar saling mendukung, menghargai perbedaan kemampuan, dan bekerja sama mencapai tujuan yang sama, yaitu memuliakan Tuhan. Semangat persaudaraan ini mencerminkan kehidupan Gereja sebagai satu tubuh Kristus yang saling melengkapi.
Latihan yang dilakukan secara rutin juga menunjukkan kesungguhan umat dalam melayani. Mereka menyadari bahwa pelayanan liturgi bukanlah tentang menampilkan kemampuan pribadi, melainkan tentang mempersembahkan talenta yang telah dianugerahkan Tuhan. Dengan hati yang rendah dan penuh syukur, setiap anggota koor berusaha memberikan yang terbaik sebagai ungkapan cinta kepada Tuhan.
Melalui latihan yang tekun, nyanyian yang dibawakan saat perayaan menjadi lebih harmonis dan penuh penghayatan. Keharmonisan suara yang tercipta bukan hanya menyenangkan untuk didengar, tetapi juga menjadi sarana pewartaan iman yang menggerakkan hati umat. Nyanyian yang dipersiapkan dengan baik dapat membantu umat merasakan kehadiran Tuhan dan semakin terlibat dalam perayaan liturgi.
Oleh karena itu, latihan koor lingkungan hendaknya dipandang sebagai bagian dari perjalanan iman dan pelayanan. Setiap nada yang dilatih, setiap waktu yang dikorbankan, dan setiap usaha yang dilakukan merupakan persembahan yang berharga di hadapan Tuhan. Dengan semangat pelayanan yang tulus, umat lingkungan dapat terus menghadirkan pujian yang indah sebagai persembahan terbaik bagi kemuliaan Tuhan.
Latihan koor bukan hanya tentang belajar bernyanyi, tetapi tentang mempersiapkan hati untuk melayani. Melalui kebersamaan, disiplin, dan ketekunan dalam berlatih, umat lingkungan menunjukkan rasa syukur dan cintanya kepada Tuhan. Semoga setiap lagu yang dinyanyikan menjadi doa yang hidup dan membawa semakin banyak orang untuk memuliakan Tuhan.
“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)
Tanggal 28 Mei 2026, Lingkungan St. Elisabeth kembali berkumpul untuk mengikuti Sembahyangan Rutin, Pembacaan buku BKL, lalu Doa Rosario yang dipimpin oleh Pak Deddy, kemudian dilanjutkan dengan Latihan Koor untuk mengisi tugas koor pada misa hari Minggu, tanggal 31 Mei 2026 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.
Sembahyangan yang dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto dengan 23 umat yang hadir berlangsung dengan khidmat, namun tetap guyub.
Pada hari Kamis, 4 Juni 2026, umat Lingkungan St. Gregorius berkumpul dalam suasana penuh iman dan kebersamaan untuk mengikuti Sembayangan Doa Sengsara Yesus yang dilanjutkan dengan Rosario Koronka. Kegiatan rohani ini menjadi sarana bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, permenungan, dan refleksi atas kasih serta pengorbanan Yesus Kristus.
Doa Sengsara Yesus dilaksanakan dengan khidmat, mengajak umat merenungkan penderitaan Kristus sebagai wujud kasih-Nya yang tanpa batas bagi keselamatan manusia. Melalui setiap peristiwa yang direnungkan, umat diajak memperkuat iman, menumbuhkan semangat pertobatan, serta meneladani pengorbanan dan kerendahan hati Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah itu, umat bersama-sama mendaraskan Rosario Koronka. Suasana doa yang tenang dan penuh penghayatan semakin mempererat persaudaraan antarumat serta menumbuhkan semangat untuk saling mendukung dalam kehidupan menggereja.
Kegiatan yang berlangsung dengan lancar dan penuh berkat ini menjadi pengingat bahwa kekuatan doa bersama merupakan sumber pengharapan dan peneguhan iman. Semoga melalui Sembayangan Doa Sengsara Yesus dan Rosario Koronka ini, umat Lingkungan St. Gregorius semakin bertumbuh dalam kasih, kesetiaan, dan semangat pelayanan kepada sesama.
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Paroki Administratif Maguwo