Mengenang Ibu Bernadetta Sumaryati

Umat Lingkungan Santo Petrus mengenang almarhumah Ibu Bernadetta Sumaryati yang telah dipanggil Tuhan pada tanggal 29 Januari 2026. Kepergian beliau meninggalkan duka bagi keluarga dan umat lingkungan, namun juga menjadi momen untuk semakin memperkuat iman dan kebersamaan dalam doa.

Sejak hari pertama berpulangnya almarhumah, umat bersama keluarga mengadakan doa-doa untuk mendoakan keselamatan jiwa beliau. Rangkaian doa dimulai dengan doa tirakatan yang dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan umat lingkungan.

Suasana doa berlangsung dengan khusyuk sebagai bentuk pengharapan agar almarhumah memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan.

Selanjutnya dilaksanakan Misa Requiem yang dipimpin oleh Rm Yohanes Ngatmo Pr sebagai perayaan Ekaristi untuk mendoakan arwah almarhumah.

Dalam misa tersebut, umat bersama-sama memohon belas kasih Tuhan agar almarhumah diterima dalam kehidupan kekal.

Setelah pemakaman, doa-doa terus dilanjutkan melalui doa hari kedua hingga hari ketujuh. Umat Lingkungan Santo Petrus dengan setia hadir untuk mendampingi keluarga serta mendoakan almarhumah dalam kebersamaan iman.

Hari ke 2

Hari ke 3

hari ke 4

Hari ke 5

Hari ke 6 (Malam ke 7). Diadakan misa yang dipimpin oleh Rm Yohanes Ngatmo Pr

Sebagai penutup dari rangkaian doa, dilaksanakan misa 40 hari yang diadakan pada hari Minggu, 8 Maret 2026. Misa dipimpin oleh Rm Ignatius Fajar Kristianto Pr. Doa ini menjadi kesempatan bagi keluarga dan umat untuk kembali mengenang kebaikan serta teladan hidup almarhumah Ibu Bernadetta Sumaryati.

Semoga almarhumah Ibu Bernadetta Sumaryati memperoleh kebahagiaan abadi di rumah Bapa di surga, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan, penghiburan, serta damai sejahtera dari Tuhan.

Doa Tirakatan Ibu Caecilia Supartiyah

Umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan doa tirakatan untuk mendoakan almarhumah Ibu Caecilia Supartiyah yang telah dipanggil Tuhan pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 20.30. Doa tirakatan ini dipimpin oleh ibu prodiakon : Ibu Tiwi. Doa Tirakatan dilaksanakan sebagai ungkapan iman dan kebersamaan umat dalam mendoakan arwah almarhumah serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam suasana doa yang khusyuk, umat memanjatkan doa agar almarhumah Ibu Caecilia Supartiyah mendapatkan kedamaian abadi di sisi Tuhan. Kehadiran umat lingkungan menunjukkan rasa persaudaraan dan kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka.

Rencananya, Misa Requiem untuk almarhumah akan dilaksanakan pada hari Senin, 9 Maret 2026 pukul 09.00 pagi. Setelah misa selesai, jenazah akan langsung dimakamkan di Sasono Loyo pada pukul 10.00.

Semoga Tuhan memberikan tempat yang layak bagi almarhumah di surga dan memberikan kekuatan serta penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Tugas Koor Lingkungan Santo Petrus – 8 Maret 2026

Lingkungan Santo Petrus mendapat tugas koor pada hari Minggu, 8 Maret 2026. Sebelum melaksanakan tugas tersebut, umat lingkungan terlebih dahulu mengadakan beberapa kali latihan koor agar dapat mempersiapkan lagu-lagu dengan baik. Latihan koor dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026; Sabtu, 28 Februari 2026; dan Selasa, 3 Maret 2026. Latihan ini diikuti oleh umat lingkungan yang dengan semangat mempersiapkan diri untuk pelayanan koor.

Namun, pada subuh hari tanggal 8 Maret 2026, umat menerima kabar duka karena salah satu umat lingkungan, yaitu Ibu Caecilia Supartiyah, meninggal dunia. Karena adanya kabar duka tersebut, beberapa umat tidak dapat mengikuti tugas koor karena harus mempersiapkan dan mendampingi keluarga yang berduka.

Meskipun demikian, tugas koor tetap dapat berjalan dengan baik. Koor Lingkungan Santo Petrus dibantu oleh tim Cantores yang dengan penuh semangat membantu menaikkan lagu-lagu pujian selama perayaan Ekaristi berlangsung. Kehadiran dan bantuan dari tim Cantores sangat berarti sehingga pelayanan koor tetap dapat terlaksana dengan baik. Untuk itu, umat Lingkungan Santo Petrus mengucapkan terima kasih kepada tim Cantores atas kesediaan dan kerelaan hati mereka dalam membantu pelayanan ini.

Setelah selesai melaksanakan tugas koor, umat Lingkungan Santo Petrus bersama-sama menuju rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendampingi keluarga Ibu Caecilia Supartiyah yang sedang berduka. Semoga almarhumah mendapatkan kedamaian abadi di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta penghiburan.

Dengar Kata Umat: 1 Kata tentang Prapaskah

Dalam rangka menyambut masa Prapaskah, lingkungan Santo Petrus mengadakan kegiatan “Dengar Kata Umat”, yaitu sebuah momen sederhana namun bermakna di mana setiap umat diminta menyampaikan satu kata yang menggambarkan makna Prapaskah bagi dirinya. Kegiatan ini menjadi sarana refleksi bersama untuk semakin menghayati masa tobat dan pertobatan.

Doa APP III Lingkungan Santo Petrus

Pada hari Kamis, 26 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan Doa APP III di rumah Bapak Supangat. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 orang umat yang dengan penuh semangat berkumpul untuk berdoa dan mendalami Sabda Tuhan bersama.

Tema yang diangkat dalam pertemuan kali ini adalah “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Bacaan Injil yang direnungkan diambil dari Injil Lukas 16:19-31 tentang Orang Kaya dan Lazarus yang miskin. Dalam kisah tersebut, Injil Lukas menggambarkan bagaimana seorang kaya hidup dalam kemewahan, sementara Lazarus yang miskin terbaring di depan pintunya tanpa mendapat perhatian. Kisah ini menjadi pengingat kuat agar kita tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama.

Dalam sesi sharing dan diskusi, umat diajak merenungkan pertanyaan: Masih adakah “Lazarus-Lazarus” di sekitar kita? Umat menyadari bahwa sosok “Lazarus” bisa hadir dalam berbagai bentuk — tetangga yang kesulitan ekonomi, lansia yang hidup sendiri, keluarga yang sakit, atau mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan moral.

Pertanyaan berikutnya yang didiskusikan adalah sumber daya apa yang dimiliki lingkungan untuk memberi perhatian dan bantuan. Umat menyebutkan beberapa potensi, seperti dana kas lingkungan, semangat gotong royong, waktu dan tenaga umat, serta jaringan komunikasi yang baik antaranggota. Selain itu, kepedulian sederhana seperti kunjungan, doa bersama, dan saling menyapa juga menjadi bentuk perhatian yang berarti.

Tidak hanya itu, umat juga membahas peluang yang bisa dimanfaatkan dari Gereja maupun pemerintah. Dari pihak Gereja, terdapat program dana sosial, kegiatan karitatif, dan pelayanan pastoral yang dapat diakses. Sementara dari pemerintah, ada bantuan sosial, layanan kesehatan, serta program pemberdayaan masyarakat yang bisa membantu mereka yang membutuhkan.

Melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Santo Petrus diharapkan semakin peka dan tidak bersikap acuh terhadap sesama. Kisah Orang Kaya dan Lazarus menjadi cermin agar kita tidak terlambat menyadari pentingnya berbagi dan peduli. Semoga melalui Doa APP III ini, semangat tanggung jawab sosial semakin tumbuh dan diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan sehari-hari.

Doa APP Lingkungan Santo Petrus di Rumah Bapak Winarso

 

Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan Doa APP I dan II di rumah Bapak Winarso. Meskipun hujan turun sejak sore hari, semangat umat tidak surut. Sebanyak 10 orang umat tetap hadir untuk mengikuti doa bersama dengan penuh sukacita dan kebersamaan.

Pertemuan APP pertama mengangkat tema “Potret Kondisi dan Potensi untuk Mengawal Aksi.” Dalam permenungan ini, umat diajak untuk melihat secara jujur kondisi lingkungan sekitar, baik tantangan maupun peluang yang ada. Umat bersama-sama merefleksikan situasi sosial yang dihadapi serta menggali potensi yang dimiliki, agar dapat diwujudkan dalam aksi nyata selama masa APP.

Selanjutnya, pada APP kedua dibahas tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.” Umat diajak untuk memahami pentingnya dana sosial Gereja sebagai wujud kepedulian dan solidaritas. Dana sosial tidak hanya berfungsi membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana perwujudan kasih dan tanggung jawab bersama sebagai satu tubuh Kristus. Dalam diskusi, ditegaskan bahwa dana sosial Gereja bersifat sukarela, penuh keikhlasan, dan digunakan demi kesejahteraan bersama.

Suasana doa berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban. Hujan yang turun justru semakin menguatkan rasa kebersamaan umat yang tetap setia hadir. Pertemuan ditutup dengan doa penutup dan harapan agar setiap umat mampu menghidupi semangat APP dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga melalui Doa APP ini, Lingkungan Santo Petrus semakin bertumbuh dalam iman, persaudaraan, dan kepedulian sosial.

https://www.instagram.com/reel/DVCysMBkxBc/?igsh=MTJkMjlyYzlibml2cg==

Kunjungan Tim Pelayanan PIUL ke lingkungan Santo Petrus

Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, Tim Pelayanan PIUL Stasi Maria Bunda Allah Maguwo melaksanakan kunjungan umat lansia ke rumah Ibu Cicilia Supartiyah. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kunjungan diawali dengan silahturahmi, berbincang bersama, serta memberikan perhatian dan dukungan rohani agar Ibu Cicilia senantiasa merasakan kasih dan kepedulian Gereja di tengah kesehariannya.

Selain ramah tamah, tim juga mengadakan pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi pengecekan tensi (tekanan darah), gula darah, asam urat, dan kolesterol. Pemeriksaan ini bertujuan untuk membantu memantau kondisi kesehatan umat lansia secara berkala. Kegiatan ini merupakan salah satu program pelayanan bidang pewarta dan evangelisasi, di mana setiap bulan tim berkunjung secara bergiliran kepada satu orang umat di masing-masing lingkungan. Melalui program ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antarumat serta terwujud pelayanan Gereja yang nyata, peduli, dan menyentuh langsung kebutuhan umat.

https://www.instagram.com/reel/DVAn38Pk0SH/?igsh=aXJpMHhodWxsdnEz

Perayaan Natal Bersama Lingkungan Santo Petrus

Lingkungan Santo Petrus mengadakan perayaan Natal bersama yang berlangsung dengan penuh sukacita dan kebersamaan pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 17.00 WIB, bertempat di rumah ketua lingkungan, Ibu Lely. Acara ini dihadiri oleh warga Lingkungan Santo Petrus serta undangan dari lingkungan lain, dengan jumlah kehadiran sekitar 47 orang.

Perayaan Natal diawali dengan ibadat Natal yang dipimpin oleh Ibu Tiwik. Dalam suasana yang khidmat dan penuh makna, umat diajak untuk kembali merenungkan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang hadir di tengah kehidupan, sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.

Setelah ibadat, acara dilanjutkan dengan serah terima Ketua Wilayah Yohanes Don Bosco. Ketua wilayah lama, Ibu Yohana Fransiska Lina Setyaningsih, secara resmi menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada ketua wilayah yang baru, Bapak Laurentius Triyono. Momen ini menjadi ungkapan syukur atas pelayanan yang telah dijalankan sekaligus harapan akan semangat baru dalam melayani umat di wilayah Yohanes Don Bosco.

Selanjutnya, umat mengikuti sosialisasi dari Tim Renovasi Pembangunan Gereja GMBA yang disampaikan oleh Bapak Bagyo bersama tim. Sosialisasi ini memberikan penjelasan mengenai rencana, proses, serta ajakan bagi umat untuk turut mendukung pembangunan gereja sebagai wujud kebersamaan dan tanggung jawab bersama.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah, yang dilanjutkan dengan makan malam bersama dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kegembiraan semakin terasa dengan adanya pembagian door prize yang menambah semarak perayaan Natal Lingkungan Santo Petrus.

Melalui perayaan ini, diharapkan semangat Natal semakin menguatkan iman, persaudaraan, dan kebersamaan umat, serta menumbuhkan komitmen untuk terus aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

ADVEN KE IV, Ibadat Keluarga Kudus di Lingkungan: Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan


Menjelang akhir masa Natal, umat di lingkungan-lingkungan Stasi Maguwo melaksanakan Ibadat Keluarga Kudus sebagai momen untuk kembali meneguhkan panggilan keluarga kristiani. Ibadat tahun ini mengangkat tema:
“Bersama-Sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”

Melalui ibadat sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin memaknai kedatangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari—terutama dalam keluarga sebagai komunitas terkecil yang membentuk Gereja. Keluarga yang hidup dalam sukacita dan harapan akan lebih mampu menjadi inspirasi dan saluran kebaikan bagi masyarakat sekitar.


Tujuan Ibadat

Pertemuan ini bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa kehadiran Kristus tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga dalam relasi keluarga, kebersamaan, dan hidup menggereja di lingkungan. Dengan demikian, keluarga kristiani semakin menjadi tempat:

  • tumbuhnya sukacita,
  • bertumbuhnya iman,
  • serta lahirnya tindakan kasih yang menyejahterakan sesama.


Bacaan Injil: Lukas 2:41–52

Ibadat ditopang oleh bacaan Injil tentang Yesus yang berada di Bait Allah pada usia dua belas tahun. Kisah ini menggambarkan dinamika keluarga yang pernah mengalami kehilangan, keresahan, dan pencarian, namun semuanya dijalani dengan kasih dan kesetiaan.


Renungan Singkat: Tiga Makna Keluarga Kudus

Pemandu atau pemimpin ibadat mengajak umat merenungkan tiga pokok inspiratif dari Keluarga Kudus Nazaret:

1. Keluarga yang Bahagia

Keluarga Kudus tidak steril dari masalah. Mereka sempat mengalami kekhawatiran besar ketika Yesus hilang. Namun mereka menghadapinya dengan:

  • cinta kasih,
  • kepercayaan penuh,
  • komunikasi yang terbuka.

Bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi kemampuan untuk saling menopang dan bertumbuh bersama dalam setiap situasi.

2. Keluarga yang Menginspirasi

Maria dan Yosef menunjukkan ketaatan yang mendalam pada kehendak Allah. Mereka menjadi teladan keluarga sederhana yang hidup dari iman. Dari merekalah kita belajar bahwa keluarga adalah sekolah iman pertama, tempat nilai-nilai Kristiani ditanamkan secara nyata.

3. Keluarga yang Menyejahterakan

Yesus tumbuh menjadi pribadi yang “bertambah hikmat, besar, dan disukai Allah dan manusia”. Pertumbuhan itu tidak terlepas dari kesejahteraan rohani dan jasmani yang Ia terima dalam keluarga-Nya.

Keluarga yang menyejahterakan adalah keluarga yang menumbuhkan potensi tiap anggotanya sehingga mampu menjadi berkat bagi dunia, membawa damai, dan menghadirkan kebaikan.


Litani Permohonan

Dalam litani permohonan, umat bersama-sama memohon agar setiap keluarga:

  • diberi kekuatan menghadapi tantangan,
  • diteguhkan dalam cinta,
  • serta dipenuhi semangat untuk menjadi keluarga yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Doa Penutup & Berkat

Ibadat diakhiri dengan doa penutup, menyerahkan keluarga masing-masing ke dalam penyertaan Tuhan. Setelah itu, umat menerima berkat penutup yang menjadi tanda pengutusan agar setiap keluarga semakin menjadi cermin kasih Allah di tengah masyarakat.

Misa Memule 1 Tahun Berpulangnya Ibu Chatarina Sri Murhariyani

Dalam suasana doa yang khidmat dan penuh iman, keluarga besar Bapak Yahya Sudarto bersama umat mengadakan Misa Memule 1 tahun berpulangnya Ibu Chatarina Sri Murhariyani. Misa dilaksanakan pada Minggu, 14 Desember 2025, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah keluarga Bapak Yahya Sudarto, Nanggulan. Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Romo Yohanes Ngatmo, PR, dan dihadiri kurang lebih 80 umat.

Misa memule ini menjadi ungkapan syukur sekaligus doa bagi arwah Ibu Chatarina Sri Murhariyani yang telah dipanggil Tuhan satu tahun yang lalu. Dalam kebersamaan umat, keluarga mempersembahkan doa agar almarhumah memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan, serta memohon kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam homilinya, Romo Yohanes Ngatmo, PR mengajak umat untuk memaknai kematian dalam terang iman Kristiani, yakni sebagai jalan kembali kepada Bapa. Romo menegaskan bahwa kasih Tuhan tidak pernah berakhir oleh kematian, melainkan justru disempurnakan dalam kehidupan kekal. Kenangan akan kebaikan, kasih, dan keteladanan hidup almarhumah hendaknya menjadi inspirasi bagi keluarga dan umat untuk terus hidup dalam iman, harapan, dan kasih.

Suasana misa berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Doa-doa, bacaan Kitab Suci, serta nyanyian liturgi mengalun dengan tenang, menciptakan nuansa pengharapan akan kebangkitan dan hidup kekal. Kehadiran umat dalam jumlah yang besar menjadi tanda solidaritas, kepedulian, dan persaudaraan yang erat antara keluarga dan lingkungan.

Misa memule ini tidak hanya menjadi momen mengenang satu tahun berpulangnya Ibu Chatarina Sri Murhariyani, tetapi juga kesempatan bagi umat untuk memperdalam iman dan memperkuat pengharapan akan janji keselamatan Tuhan. Semoga almarhumah beristirahat dalam damai di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa dikuatkan oleh kasih dan penghiburan-Nya.