Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang ketiga pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 19.00 WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 35 umat yang datang dari berbagai kalangan usia, mulai dari OMK hingga para lansia. Kehadiran umat yang cukup banyak menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan dalam mendalami makna APP tahun ini.
Pertemuan kali ini mengangkat tema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui tema tersebut, umat diajak untuk semakin peka terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
Dalam sesi pendalaman, umat diajak merefleksikan kisah Lazarus dan orang kaya. Kisah tersebut mengingatkan akan pentingnya kepedulian dan kasih kepada sesama. Lazarus yang miskin dan menderita menunggu di depan pintu berharap mendapat perhatian dan uluran tangan. Sebaliknya, orang kaya yang mengetahui kondisi Lazarus justru bersikap acuh tak acuh, meskipun ia memiliki banyak sumber daya untuk membantu.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk menjadi tangan Tuhan yang penuh kasih bagi sesama, terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, difabel, sakit, dan sering kali terlupakan. Pelayanan kepada sesama bukan hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga melalui perhatian, kepedulian, serta penghargaan terhadap martabat manusia.
Umat juga diajak menyadari bahwa segala sumber daya yang dimiliki sesungguhnya merupakan titipan Tuhan yang dapat digunakan untuk memberkati sesama. Pengetahuan, relasi, serta kemampuan yang dimiliki masing-masing orang dapat menjadi sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Melalui diskusi bersama, umat merefleksikan beberapa pertanyaan penting, seperti apakah masih ada “Lazarus-Lazarus” di sekitar kita, sumber daya apa yang dimiliki lingkungan untuk membantu mereka, serta peluang bantuan apa saja yang dapat dimanfaatkan, baik dari Gereja maupun dari pemerintah.
Pertemuan APP ketiga ini diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran umat untuk tidak bersikap acuh tak acuh terhadap sesama. Sebaliknya, umat diajak untuk mengembangkan tanggung jawab sosial sebagai wujud nyata iman yang hidup dalam tindakan kasih.
Semoga melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis semakin tergerak untuk peka terhadap kebutuhan sesama dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.


























