Umat YP Memimpin Doa Rosario di Gereja

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mendapat kesempatan untuk bertugas memimpin doa Rosario di gereja. Kegiatan ini dilaksanakan di area samping altar dalam suasana yang tenang dan penuh penghayatan.

Doa Rosario dipimpin oleh Bapak Bambang Sudjono bersama Bapak Agung Prasetyo, yang dengan khidmat membimbing umat dalam setiap peristiwa doa. Umat yang hadir terdiri dari berbagai kalangan usia, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia.

Selama doa berlangsung, umat mengikuti setiap bagian dengan penuh kekhusyukan. Rangkaian doa yang didaraskan bersama menjadi momen permenungan iman, sekaligus ungkapan devosi kepada Bunda Maria.

Kehadiran umat dari berbagai generasi menunjukkan semangat kebersamaan dalam kehidupan menggereja. Doa yang dipanjatkan bersama tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga mempererat persaudaraan di antara umat.

Melalui kesempatan pelayanan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis turut ambil bagian dalam menghidupkan kehidupan doa di gereja. Semoga semangat berdoa bersama ini terus tumbuh dan menjadi kekuatan iman bagi seluruh umat.

Sembahyangan Penuh Makna dalam Nuansa Kartini dan Kebersamaan

Lingkungan St. Gabriel kembali menyelenggarakan kegiatan sembahyangan rutin yang dirangkaikan dengan pertemuan PWK pada hari Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman keluarga Bapak Paul dan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Umat yang hadir berjumalh 35 orang, terdiri dari orangtua, remaja dan anak-anak.

Ada suasana yang sedikit berbeda dan lebih meriah pada pertemuan kali ini. Dalam rangka memperingati Hari Kartini, umat yang hadir mengenakan busana tradisional. Ibu-ibu dan anak-anak perempuan tampil anggun dengan kebaya, sementara bapak-bapak mengenakan surjan atau lurik. Nuansa budaya yang kental ini menambah kehangatan dan kebersamaan di antara umat, sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap semangat perjuangan Kartini.

Karena pertemuan ini juga bertepatan dengan agenda PWK, umat diimbau untuk hadir lebih awal. Hal ini dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai kewajiban administrasi, seperti pembayaran iuran caos dahar romo, prolenan, GKH pendidikan, APBU, tabungan PIA, tabungan ziarah, serta arisan. Umat dengan penuh kesadaran menyelesaikan kewajibannya sebelum ibadat dimulai, sehingga saat sembahyangan berlangsung, suasana dapat lebih fokus dan khidmat.

Sembahyangan dipimpin oleh Ibu Nana, Ibu Fifin, dan Aurel. Ibadat berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhusyukan. Umat mengikuti setiap rangkaian doa dan nyanyian dengan baik, menciptakan suasana doa yang mendalam dan menyentuh hati.

Dalam permenungan Injil hari ini, yang diambil dari Yohanes 6:44–51, umat diajak untuk merenungkan makna kehidupan sejati yang berasal dari Allah. Yesus menegaskan bahwa hidup manusia akan mencapai kepenuhannya ketika ia datang kepada Allah dan tinggal dalam kasih-Nya. Sabda ini mengingatkan bahwa relasi dengan Allah bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan sumber kehidupan yang sesungguhnya.

Yesus juga menyampaikan bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada-Nya jika tidak ditarik oleh Bapa. Dari sini kita diajak untuk semakin menyadari bahwa iman yang kita miliki bukanlah semata-mata hasil usaha pribadi, melainkan tanggapan atas kasih Allah yang lebih dahulu hadir dalam hidup kita. Sering kali kita merasa bahwa kita yang mencari Allah, namun sesungguhnya Allah-lah yang terlebih dahulu mencari, memanggil, dan menuntun kita.

Kesadaran ini mengajak kita untuk tidak hanya berhenti pada iman sebagai pengakuan, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata sehari-hari. Iman yang hidup tampak dalam sikap kasih, kepedulian, dan kesetiaan kita dalam menjalani kehidupan. Selain itu, Yesus juga menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup yang turun dari surga. Melalui Ekaristi, umat diingatkan bahwa Kristus adalah sumber kekuatan yang memberi kita daya untuk terus berjalan dalam iman, harapan, dan kasih di tengah berbagai dinamika kehidupan.

Setelah ibadat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan dari masing-masing seksi serta beberapa pengumuman penting yang berkaitan dengan kegiatan lingkungan ke depan. Suasana kemudian beralih menjadi lebih santai dan penuh keakraban. Umat menikmati hidangan ringan dan minuman yang telah disediakan oleh tuan rumah, sambil saling bercengkerama dan berbagi cerita.

Kebersamaan semakin terasa hangat ketika umat saling berinteraksi tanpa sekat, mempererat relasi sebagai satu keluarga dalam lingkungan. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, terutama bagi umat yang mungkin jarang bertemu.

Tidak ketinggalan, sebagai bagian dari perayaan Hari Kartini, umat mengabadikan momen kebersamaan dengan berfoto bersama. Busana tradisional yang dikenakan menambah keindahan dokumentasi malam itu, sekaligus menjadi kenangan yang berkesan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik dan penuh sukacita, hingga akhirnya ditutup pada pukul 20.30 WIB. Pertemuan ini tidak hanya menjadi sarana doa bersama, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan antarumat.

Semoga semangat kebersamaan, pelayanan, dan iman yang telah dibangun dalam pertemuan ini dapat terus tumbuh dan menjadi berkat dalam kehidupan sehari-hari. Sampai jumpa kembali dalam sembahyangan dan pertemuan lingkungan berikutnya.

Menjadi Kaum Muda Katolik yang Aktif dan Berdampak

Pada tanggal 15 Maret 2026, Lingkungan St. Elisabeth menjadi tuan rumah dari berkumpulnya para kaum muda Katholik Maguwo. Pertemuan ini adalah pertemuan yang rutin dilaksanakan para kaum muda tiap sebulan sekali. Pertemuan dilaksanakan bergiliran ke tiap-tiap lingkungan se-stasi Maguwo. Kebetulan pada bulan Maret ini, lingkungan Elisabeth menjadi tuan rumah. Pertemuan dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto sepulang misa.

Pertemuan diikuti oleh seluruh Orang Muda Katholik yang ada di stasi Maguwo, para suster, perwakilan mantan OMK, dan perwakilan umat St. Elisabeth. Memang belum semuanya hadir, tapi sudah cukup banyak mewakili. Pertemuan berlangsung sangat hangat dan meriah. Diisi dengan sesi ramah tamah, sharring, dan game sebagai ice breaking.

Pertemuan dilaksanakan safari ke tiap-tiap lingkungan tiap bulannya agar OMK baru yang ada di lingkungan, terpanggil untuk ikut serta terlibat di kegiatan OMK stasi.
Pertemuan kaum muda Katolik merupakan salah satu wadah penting bagi generasi muda untuk bertumbuh dalam iman, mempererat persaudaraan, serta menemukan jati diri sebagai pengikut Kristus di tengah dunia modern. Dalam suasana yang penuh kebersamaan, kaum muda diajak untuk semakin mengenal Tuhan dan memahami peran mereka dalam kehidupan menggereja maupun bermasyarakat.

Sesi sharing atau berbagi pengalaman menjadi momen yang sangat berharga. Dalam sesi ini, setiap peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalaman iman, tantangan hidup, maupun pergumulan yang sedang dihadapi. Dari sini, muncul rasa saling mendukung dan menguatkan satu sama lain sebagai satu komunitas. Tidak kalah penting, pertemuan kaum muda juga diisi dengan kegiatan kreatif dan menyenangkan, seperti games. Hal ini bertujuan agar kaum muda tidak merasa bosan, sekaligus melatih kerja sama, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab.


Melalui pertemuan ini, diharapkan kaum muda Katolik dapat semakin berani menjadi terang dan garam dunia. Mereka dipanggil untuk tidak hanya hidup bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain. Dengan iman yang kuat dan semangat pelayanan, kaum muda dapat membawa perubahan positif di lingkungan sekitar.
Akhirnya, pertemuan ditutup dengan doa penutup sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan yang telah terjalin. Harapannya, setiap peserta pulang dengan hati yang dikuatkan dan semangat baru untuk menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Kristus.

Aksi APP 2026 dan Kunjungan Kasih Lingkungan St. Elisabeth

Dalam semangat APP 2026, Lingkungan St. Elisabeth Stasi Maguwo melaksanakan Kunjungan Kasih sebagai wujud nyata cinta, kepedulian, dan persaudaraan. Selama masa APP, Lingkungan St. Elisabeth berkomitmen untuk menggunakan uang kolekte selama Sembahyangan untuk memberikan tanda kasih kepada para lansia yang ada di Lingkungan St. Elisabeth.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 19 April 2026. Sebelumnya kami berkumpul di Pendopo Mbah Cipto. Kemudian kunjungan dimulai dengan mengunjungi Mbah Cipto. Selanjutnya kami juga menyempatkan untuk mengunjungi Pak Deddy yang baru pulang dari opname di Rumah Sakit. Lalu kunjungan selanjutnya, kami menuju Rumah Ibu Sugiarto, Mbah Sudiran, dan terakhir kami berkunjung ke rumah Ibu Pujo.

Bukan hanya sekedar berkunjung dan memberikan tanda kasih, tapi kami juga menunjukkan kehangatan, perhatian, bahkan berdoa bersama sebagai penguatan secara rohani, agar setiap orang yang kami kunjungi juga merasa penuh secara rohani.

Instagram: https://www.instagram.com/reel/DXW6L_fj6Km/?igsh=OWl4Ynk2dHJqbjA5

Datang dari Atas: Belajar Percaya dan Hidup dalam Kebenaran

Pada Tanggal 16 April 2026, bertempat di Pendopo Mbah Cipto, Lingkungan St. Elisabeth mengadakan Sembahyangan Rutin. Pada sembahyangan kali ini bertepatan dengan Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan, sehingga sebelum sembahyangan dimulai, Ibu-ibu menyelesaikan pembayaran administrasi seperti Kas, Tali Kasih, dan Ziarah. Setiap ada Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu, selalu diisi dengan pembagian lotre sehingga suasana selalu meriah.

Pertemuan kali ini memang tidak seramai biasanya tapi acara tetap berlangsung meriah. Umat yang hadir dalam pertemuan malam ini berjumlah 29 orang. Setelah segala urusan administrasi selesai, baru Sembahyangan Rutin dimulai. Pemimpin Ibadat malam ini adalah Bapak Bagyo.

Ibadat malam ini mengambil bacaan sesuai Kalender Liturgi, dari Injil Yohanes 3 : 31-36. Dalam perikop ini, Yesus Kristus digambarkan sebagai Dia yang “Datang dari Atas” artinya berasal dari Allah sendiri. Ia membawa kebenaran ilahi, bukan sekadar pemikiran manusia. Sementara manusia sering berbicara dari pengalaman terbatas, Yesus berbicara tentang apa yang Ia lihat dan dengar langsung dari Bapa.

Namun, ada kenyataan yang cukup menyentuh: tidak semua orang menerima kesaksian-Nya. Ini mengajak kita untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah aku sungguh mendengarkan dan menerima sabda Tuhan, atau hanya sekadar tahu tanpa menghidupinya?

Ayat 36 menjadi penegasan penting: “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal.” Iman bukan hanya soal percaya di pikiran, tetapi juga percaya dalam tindakan, mengikuti, menaati, dan mengandalkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Perlu kita sadari bahwa percaya kepada Yesus, berarti membuka hati pada kebenaran yang datang dari Allah.

Beriman sejati berarti juga kita harus taat, bukan hanya mengakui.

Hidup kekal bukan hanya nanti di surga, tapi sudah mulai dari sekarang ketika kita hidup dalam kasih dan kebenaran.

Sebagai bahan Renungan bagi diri kita masing-masing:

  • Apakah aku sudah sungguh percaya kepada Yesus dalam hidupku sehari-hari?
  • Bagian mana dari hidupku yang masih sulit untuk taat pada kehendak Tuhan?

Semoga kita sungguh bisa benar-benar percaya kepada Tuhan, bukan hanya dengan kata, tetapi juga lewat perbuatan, dan semoga hati kita terbuka, agar mampu menerima kebenaran Tuhan dan bisa hidup sesuai kehendakNya.

Nuansa Sukacita Iringi Tugas Parkir Lingkungan Santa Elisabeth di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Nuansa Sukacita Iringi Tugas Parkir Lingkungan Santa Elisabeth di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Pada Minggu ini, 12 April 2026 Lingkungan Santa Elisabeth menerima tugas pelayanan parkir di Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Dengan penuh sukacita, seluruh umat lingkungan baik bapak-bapak, kaum muda, ibu-ibu, maupun adik-adik turut ambil bagian dalam tugas pelayanan ini.

Koordinator parkir lingkungan, Bapak Agus Widodo, dengan penuh semangat aktif mengingatkan dan mengoordinasikan petugas melalui grup WhatsApp lingkungan, sehingga seluruh anggota dapat mempersiapkan diri dengan baik. Sejak pagi hari, bapak-bapak dan kaum muda sudah hadir lebih awal di gereja untuk mulai menata posisi kendaraan, khususnya sepeda motor, agar tersusun rapi dan tertib. Setelah seluruh kendaraan tertata dengan baik, seluruh petugas kemudian mengikuti Perayaan Ekaristi dengan penuh kekhusyukan.

Sementara itu, ibu-ibu dan adik-adik mendapatkan tugas untuk membantu pengumpulan uang parkir setelah perayaan Ekaristi selesai.

Usai perayaan, seluruh petugas kembali menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Mengenakan kaos kebanggaan lingkungan berwarna dusty rose dan putih, kami dengan semangat mengambil posisi di area halaman belakang Gereja untuk melayani umat yang akan meninggalkan lokasi.

Melalui pelayanan ini, kami semakin merasakan kebersamaan, semangat gotong royong, dan sukacita dalam melayani sesama sebagai bagian dari kehidupan menggereja.

Tuhan memberkati pelayanan kita semua.

Instagram: https://www.instagram.com/reel/DXF7Kalj5Ko/?igsh=MXZtdGJveHY2NXptcw==

Ronda Malam Vigili Paskah Wilayah St. Ignatius Loyola Berlangsung Meriah dan Penuh Kebersamaan

Dalam rangka merayakan Vigili Paskah, Wilayah St. Ignatius Loyola mengadakan kegiatan ronda malam yang berlangsung pada Sabtu malam, setelah Misa Vigili Paskah. Acara dimulai pukul 22.00 hingga 01.00 WIB dan bertempat di halaman depan gereja, menghadirkan suasana yang hangat dan penuh sukacita.

Kegiatan ini diikuti oleh lima lingkungan, yaitu St. Elisabeth, St. Gabriel, Santo Yohanes Pembaptis, St. Clara, dan St. Fransiskus Asisi. Partisipasi umat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, Orang Muda Katolik (OMK), hingga Bapak dan Ibu, menciptakan suasana kebersamaan yang akrab dan penuh semangat persaudaraan.

Rangkaian acara semakin semarak dengan sajian aneka hidangan yang disiapkan oleh Ibu-ibu Paguyuban Wilayah Ignatius Loyola. Salah satu menu yang menarik perhatian adalah nasi kucing versi jumbo yang dikenal dengan sebutan Sego Macan. Selain itu, tersedia pula berbagai camilan seperti tahu bacem, tahu isi, keripik singkong, dan karak. Minuman hangat seperti wedang jahe dan kopi turut melengkapi suasana malam yang sejuk.

Tidak hanya menikmati hidangan, umat juga memanfaatkan area photo booth untuk mengabadikan momen kebersamaan. Di berbagai sudut, terlihat umat yang saling berbincang, bercanda, dan berbagi cerita, menambah kehangatan suasana malam Vigili Paskah.

Kegiatan ronda malam ini berlangsung dengan tertib dan penuh sukacita. Kebersamaan yang terjalin menjadi wujud nyata semangat persaudaraan dalam kehidupan menggereja. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus mempererat relasi antarumat serta memperkuat iman dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat merayakan Paskah. Semoga sukacita kebangkitan Kristus senantiasa membawa damai dan harapan bagi kita semua.

Tugas Tata Bunga dan Kerja Bakti Lingkungan St. Gabriel : “Melayani dengan Kasih, Berkarya dalam Kebersamaan”

Sesuai dengan jadwal petugas liturgi dan non liturgi Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo, Lingkungan St. Gabriel mendapat kesempatan untuk melayani melalui tugas tata bunga dan kerja bakti pada Misa Minggu, 12 April 2026. Dengan penuh semangat, persiapan telah dilakukan bersama pada hari Sabtu, 11 April pukul 10.00.

Tim tata bunga lingkungan dengan penuh ketulusan menyiapkan dan menata bunga di altar, menghadirkan suasana yang indah dan khidmat. Sementara itu, tim kerja bakti dengan sukacita membersihkan gereja—baik bagian dalam, luar, maupun halaman—serta merawat tanaman yang ada.

Yang membahagiakan, seluruh umat Lingkungan St. Gabriel turut ambil bagian. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak hadir, saling membantu, berbagi tugas, dan bekerja bersama dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Kegiatan ini bukan sekadar persiapan, tetapi juga menjadi ungkapan kasih dan pelayanan kita kepada gereja. Semoga semangat kebersamaan ini terus hidup dan menguatkan kita semua.

Sembayangan Rutin Lingkungan St. Gabriel : “Menjadi Saksi Kebangkitan dalam Kebersamaan”

Sembayangan rutin Lingkungan Santo Gabriel yang dilaksanakan dua kali dalam sebulan kembali diadakan pada Kamis, 9 April, bertempat di rumah keluarga Bapak Sidiq. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Bapak Candra, Bapak Manik, serta Saudara Darius. Sebanyak 32 umat hadir, terdiri dari orang tua, remaja, hingga anak-anak, yang bersama-sama mengikuti ibadat dengan penuh kebersamaan.

Bacaan Injil malam itu diambil dari Lukas 24:35–48 dengan tema: “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.” Dalam renungan disampaikan bahwa Yesus yang bangkit hadir secara nyata, bukan sekadar gambaran atau pemikiran semata. Ia hadir dengan tubuh-Nya, bahkan membawa luka-luka sebagai tanda kasih-Nya yang nyata bagi manusia. Dari sini kita diingatkan bahwa luka dan penderitaan hidup kita pun dapat menjadi bagian dari karya kasih Tuhan. Yesus juga membuka pikiran para murid untuk memahami Kitab Suci, mengajak kita semua untuk semakin mendalami Sabda Allah sebagai dasar iman. Iman yang bertumbuh bukan hanya dari perasaan, tetapi dari pengenalan yang semakin dalam akan firman Tuhan.

Dalam sesi sharing, beberapa umat dengan tulus membagikan pengalaman iman mereka, yang semakin menguatkan dan menghidupkan suasana kebersamaan malam itu. Di akhir bacaan, kita kembali diingatkan akan panggilan sebagai saksi Kristus yang bangkit, yang diutus untuk membawa damai, pengampunan, dan harapan di tengah kehidupan sehari-hari.

Sembayangan berlangsung dengan lancar dan khidmat. Setelah ibadat, umat melanjutkan kebersamaan dalam suasana santai, menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh tuan rumah sambil bercengkerama dan mempererat tali persaudaraan. Ketua lingkungan juga menyampaikan beberapa pengumuman penting dan pemberian jaminan hidup (jadup) dari stasi untuk Bapak Sidiq.

Acara ditutup pada pukul 20.30 WIB. Bapak Ketua Lingkungan mewakili seluruh umat menyampaikan terima kasih kepada keluarga Bapak Sidiq atas kebaikan dan keramahtamahannya dalam menerima seluruh umat.

Rangkaian Pelayanan Umat Lingkungan St. Gabriel dalam Pekan Suci Paskah

Jumat, 27 Maret – Pukul 13.00
Kegiatan belajar bersama menganyam daun palma dan janur dalam rangka persiapan perayaan Misa Minggu Palma, bertempat di gazebo Gereja GMBA.
Jumlah peserta dari Lingkungan St. Gabriel: 4 umat.
Minggu, 29 Maret – Pukul 07.00
Tugas koor pada Misa Minggu Palma bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 6 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 08.00
Tugas tata bunga untuk Misa Kamis Putih bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 5 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 17.00
Tugas counter umat pada Misa Kamis Putih bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 2 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 19.00
Tugas rasul pada Misa Kamis Putih di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 1 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 21.00
Tugas menemani Romo setelah Misa Kamis Putih bersama Wilayah Ignatius Loyola.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 1 umat.
Kamis, 2 April – Pukul 23.00
Tuguran Sakramen Mahakudus bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah peserta dari Lingkungan St. Gabriel: 8 umat.
Jumat, 3 April – Pukul 14.00
Tugas among tamu dan penghitungan kolekte pada Misa Jumat Agung bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 4 umat.
Sabtu, 4 April – Pukul 17.00
Tugas among tamu pada Misa Sabtu Vigili bersama gabungan 4 wilayah di Gereja GMBA.
Jumlah petugas dari Lingkungan St. Gabriel: 1 umat.
Sabtu, 4 April – Pukul 22.00
Ronda malam bersama Wilayah Ignatius Loyola di Gereja GMBA.
Jumlah peserta dari Lingkungan St. Gabriel: 14 umat.