Sembayangan Lingkungan St. Gabriel: Iman yang Teguh dan Kerendahan Hati

Pada hari Kamis, 12 Februari 2026, Lingkungan St. Gabriel melaksanakan kegiatan sembayangan lingkungan rutin yang bertempat di rumah keluarga Bapak Hanadi. Kegiatan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan berlangsung dengan tertib serta penuh kekhusyukan.

Petugas dalam pelaksanaan ibadat pada malam hari tersebut adalah Bapak Junedi, Bapak Apri, dan Saudara Galang. Sembayangan dihadiri oleh 35 orang umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, OMK, dan orang tua. Kehadiran umat dari berbagai kelompok usia mencerminkan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja di lingkungan.

Bacaan Injil hari itu diambil dari Injil Markus 7:24–30, tentang iman seorang ibu Siro-Fenisia yang memohon kepada Yesus agar anaknya yang kerasukan roh jahat disembuhkan. Walaupun ia bukan orang Yahudi, ia tetap percaya dan dengan rendah hati memohon pertolongan Yesus. Karena imannya yang besar, Yesus pun menyembuhkan anaknya.

Melalui bacaan Injil ini, kita diajak untuk memiliki iman yang teguh dan kerendahan hati dalam memohon pertolongan Tuhan. Seperti ibu tersebut, kita pun hendaknya tidak mudah menyerah dalam doa, tetapi tetap percaya bahwa Tuhan mendengarkan dan menjawab setiap permohonan kita pada waktu-Nya.

Semoga melalui sembayangan lingkungan ini, iman umat Lingkungan St. Gabriel semakin bertumbuh, dan kebersamaan dalam kasih Kristus semakin erat.

Setelah ibadat selesai, acara dilanjutkan dengan penyampaian pengumuman serta pembahasan agenda dan pembagian tugas Lingkungan St. Gabriel dalam waktu dekat. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan serah terima keuangan kas PWK dari bendahara lama, Ibu Nana, kepada bendahara baru, Ibu Fifin, sebagai bentuk tanggung jawab dan keberlanjutan pelayanan administrasi di lingkungan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan ucapan terima kasih kepada keluarga Bapak Hanadi atas kesediaannya menjadi tuan rumah. Pertemuan berakhir pada pukul 20.30 WIB.

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter diselenggarakan pada 6 Feb 26. Kegiatan ini bertempat di Gazebo GMBA Maguwo dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai lingkungan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, tema, serta teknis pelaksanaan lomba video dokumenter. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan terkait alur pendaftaran, ketentuan lomba, hingga kriteria penilaian yang akan digunakan oleh panitia.

Perwakilan masing-masing Lingkungan mengikuti kegiatan dengan antusias. Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan mampu mempersiapkan karya video dokumenter yang kreatif, informatif, serta sesuai dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan dalam lomba.

Dengan adanya kegiatan ini, Lingkungan-lingkungan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam lomba video dokumenter dan menjadikan media video sebagai sarana pewartaan, dokumentasi, serta pengembangan kreativitas umat.

Wilayah Ignatius Loyola Gelar Kerja Bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap rumah bersama, Jumat 30 Januari 2026 Wilayah Ignatius Loyola yang terdiri dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis, St. Elisabet, St. Clara, St. Fransiskus Asisi, dan St. Gabriel, melaksanakan kegiatan kerja bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata partisipasi umat dalam merawat dan menjaga kebersihan lingkungan gereja, sekaligus sebagai sarana mempererat kebersamaan antar lingkungan di Wilayah Ignatius Loyola. umat dari 5 lingkungan yang tergabung di wilayah Ign Loyola lingkungan hadir dengan penuh semangat, bahu-membahu membersihkan area gereja, mulai dari halaman, taman, hingga area dalam gereja.

Kerja bakti ini tidak hanya menjadi kegiatan fisik semata, tetapi juga menjadi ungkapan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan Jumat Bersih, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah bersama yang perlu dirawat dengan penuh tanggung jawab dan cinta.

Semangat gotong royong, kebersamaan, dan sukacita tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah serta lingkungan lain untuk terus aktif berkontribusi dalam kehidupan menggereja.

melalui kerja bakti Jumat Bersih ini, Wilayah Ignatius Loyola semakin diteguhkan dalam semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian, serta mampu menghadirkan Gereja yang bersih, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh umat.

Bersatu dalam Iman: Sembayangan & Pertemuan PWK Lingkungan St Gabriel

Pada Kamis, 22 Januari 2026, Lingkungan St. Gabriel menyelenggarakan sembayangan rutin sekaligus pertemuan PWK (Paguyuban Warga Katolik) di rumah keluarga Ibu Watik. Acara dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 30 umat, terdiri dari orang tua, OMK, remaja, dan anak-anak. Kegiatan dipimpin oleh Ibu Rina, Ibu Jumadi, dan Sdri. Valen, berjalan dengan tertib dan khidmat.

Pertemuan diawali dengan pembayaran arisan dan iuran wajib, termasuk prolenan, APBU, Caos Dahar Romo, dan GKH Pendidikan. Setelah semua administrasi selesai, acara dilanjutkan dengan doa sembayangan, yang diikuti oleh seluruh umat dengan penuh khidmat, menciptakan suasana rohani yang hangat dan khusyuk.

Setelah doa, kegiatan berlanjut dengan laporan dari masing-masing seksi, yang menyampaikan perkembangan program dan kegiatan yang sedang berlangsung. Dilanjutkan dengan pengumuman lingkungan, memberikan informasi penting dan menguatkan koordinasi antarumat. Sembari mendengarkan pengumuman, umat menikmati snack dan minuman yang disediakan oleh tuan rumah, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Acara resmi ditutup pukul 20.30 WIB. Keseluruhan kegiatan berlangsung dengan lancar, menunjukkan antusiasme umat dari berbagai kelompok usia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat persaudaraan, meningkatkan koordinasi, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam komunitas Lingkungan St. Gabriel.

Inventarisasi Aset Lingkungan St. Gabriel sebagai Langkah Awal Kepengurusan Baru

Sebagai langkah awal dalam memulai masa kepengurusan yang baru, Lingkungan St. Gabriel memandang perlu dilaksanakannya inventarisasi aset lingkungan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengenali, mendata, dan menata kembali seluruh aset yang dimiliki, baik berupa sarana, prasarana, maupun sumber daya pendukung lainnya.

Inventarisasi aset ini menjadi fondasi penting bagi kepengurusan baru agar dapat bekerja secara terarah, transparan, dan berkelanjutan. Dengan data yang jelas dan terdokumentasi, setiap aset dapat dimanfaatkan secara optimal demi menunjang kegiatan lingkungan serta pelayanan kepada seluruh anggota.

Melalui proses ini, kepengurusan baru tidak hanya melanjutkan apa yang telah ada, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan tanggung jawab menjaga dan mengembangkan aset lingkungan. Diharapkan, inventarisasi ini menjadi awal yang baik bagi terciptanya tata kelola lingkungan yang tertib, akuntabel, dan semakin solid ke depannya.

Tahap awal pelaksanaan inventarisasi dimulai dengan pendataan seluruh aset, meliputi jenis inventaris dan lokasi penyimpanannya. Selanjutnya, pengurus mengambil aset yang selama ini disimpan di rumah umat dan mengumpulkannya di satu tempat untuk dilakukan pendataan ulang. Inventaris yang terkumpul kemudian dipilah, disortir, dan diberi label sesuai dengan kategori dan fungsinya. Proses ini bertujuan agar pengelolaan aset menjadi lebih tertib, sistematis, dan mudah diawasi. Setelah pendataan dan penyortiran selesai, inventaris diserahkan kepada masing-masing seksi sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya.

Selama pelaksanaan, seluruh pengurus melaksanakan kegiatan ini secara bersama-sama, saling membantu untuk memastikan setiap tahapan berjalan dengan lancar. Kegiatan inventarisasi ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi kepengurusan baru, sehingga pengelolaan aset Lingkungan St. Gabriel dapat dilakukan secara akuntabel, efisien, dan mendukung kelancaran seluruh kegiatan lingkungan.

Pelayanan Lingkungan St. Gabriel: Among Tamu dan Hitung Kolekte

Pada Minggu, 18 Januari 2026, Lingkungan St. Gabriel melaksanakan tugas among tamu dan penghitungan kolekte pada Misa Minggu. Sebelum pelaksanaan, pengurus lingkungan telah melakukan koordinasi untuk menyusun daftar petugas, sehingga setiap anggota yang bertugas sudah siap saat hari H.

Para petugas hadir di gereja sejak pukul 06.00 WIB dengan pakaian rapi dan sopan. Petugas among tamu menyambut umat yang hadir, mempersilahkan mereka masuk, dan mengarahkan tempat duduk agar Misa berjalan tertib.

Sementara itu, petugas kolekte menyiapkan kantong kolekte, mengedarkan, dan mengumpulkannya selama perayaan.

Setelah Misa selesai, kotak kolekte yang sudah terkumpul dibawa ke ruangan bendahara oleh tim pamdal untuk dilakukan penghitungan. Petugas hitung kolekte dari lingkungan, berjumlah tiga orang, menghitung secara bersama-sama. Hasilnya kemudian diserahkan kepada bendahara stasi untuk dicek, dihitung ulang, dan dilaporkan.

Seluruh rangkaian tugas among tamu dan hitung kolekte berjalan dengan baik dan lancar, mencerminkan semangat kerjasama dan pelayanan anggota lingkungan dalam mendukung kelancaran Misa Minggu di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Sembayangan Perdana, Serah Terima Pengurus Lingkungan St. Gabriel, dan Sosialisasi Pembangunan Gereja GMBA Maguwo

Kamis, 8 Januari 2026, Lingkungan St. Gabriel mengawali tahun baru dengan sembayangan perdana di rumah Bapak Thobias, dimulai pukul 19.00 WIB. Sekitar 30 umat hadir, terdiri dari orang tua, remaja, dan anak-anak. Sembayangan dipimpin oleh Bapak Paul, Bapak Simbolon dan Sdr. Diego, berlangsung dalam suasana khidmat. Kegiatan ini menjadi momen doa bersama untuk memohon berkat di tahun baru serta mempererat kebersamaan umat Lingkungan St. Gabriel.

Setelah selesai doa, acara dilanjutkan dengan serah terima kepengurusan dari Ketua Lingkungan lama, Bapak Philipus Soejiwa Prasaja, kepada Ketua Lingkungan baru, Bapak Paulus Haryoko. Serah terima dilakukan melalui penandatanganan berita acara, penyerahan laporan keuangan, dan penyerahan cap lingkungan, sebagai simbol tanggung jawab resmi kepengurusan baru.

Dalam kesempatan itu, Ketua Lingkungan lama, Bapak Philipus Soejiwa Prasaja, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh umat atas kerja sama dan dukungan selama masa kepengurusannya. Beliau juga memohon maaf apabila selama pelayanan terdapat hal-hal yang kurang berkenan atau kesalahan yang dilakukan.

Selanjutnya, pertemuan dilanjutkan dengan sosialisasi pembangunan Gereja GMBA Maguwo, yang dipaparkan dengan rinci dan jelas oleh Bapak Andre dan Bapak Pangat. Umat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan gereja, karena gereja adalah milik bersama dan untuk masa depan anak cucu kita. Partisipasi dapat dilakukan melalui pembelian kupon atau sumbangan pribadi, dengan harga kupon Rp20.000 per lembar. Selain itu, setiap tiga bulan akan diadakan undian kupon sebagai bentuk apresiasi bagi umat yang berpartisipasi.

Kegiatan awal tahun ini menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan umat, memperkuat komitmen pengurus baru, dan mendukung pembangunan Gereja GMBA Maguwo demi keberlanjutan pelayanan dan iman umat Lingkungan St. Gabriel.

Langkah Awal Pelayanan Pengurus Baru Lingkungan St. Gabriel

Pada Rabu, 7 Januari 2026, pengurus baru Lingkungan St. Gabriel mengadakan rapat perdana yang bertempat di rumah keluarga Bapak Paul. Rapat ini dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh pengurus baru Lingkungan St. Gabriel.

Ketua Lingkungan terpilih adalah Bapak Paulus Haryoko, yang memimpin rapat perdana pengurus baru Lingkungan St. Gabriel.

Rapat ini menjadi momentum awal bagi para pengurus untuk saling mengenal, menyamakan visi, serta membahas rencana pelayanan dan program kerja ke depan. Suasana rapat berlangsung dengan penuh semangat dan kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Lingkungan yang baru, Bapak Paulus Haryoko, memaparkan tugas dan tanggung jawab (jobdesk) masing-masing pengurus secara jelas dan terstruktur. Pemaparan ini disampaikan dengan mengajak seluruh pengurus untuk berdiskusi secara terbuka, sehingga setiap pengurus dapat memahami peran dan tanggung jawabnya dengan baik.

Melalui rapat perdana ini, diharapkan seluruh pengurus dapat bekerja sama dengan baik, menjaga komunikasi, dan melaksanakan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab. Semoga pengurus Lingkungan St. Gabriel selalu kompak dan Lingkungan St. Gabriel semakin guyup dalam membangun kebersamaan serta kehidupan iman umat.

Merawat Kebersamaan, Meneruskan Pelayanan

Serah Terima Kepengurusan, Sosialisasi Pembangunan di Lingkungan St. Fransiskus Asisi

Pada Kamis malam, 15 Januari 2026, umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi kembali berkumpul dalam suasana penuh kehangatan di kediaman Bapak Paulus Prasetyo, “Joglo Prasetyan”, Meguwo. Pertemuan ini menjadi lebih dari sekadar doa rutin lingkungan, malam itu juga menjadi momen penting estafet pelayanan melalui serah terima kepengurusan lingkungan.

Doa bersama dipimpin oleh Bapak Rusdiyanto, dilanjutkan dengan prosesi serah terima pengurus periode 2023–2025 kepada pengurus baru periode 2026–2028. Dalam sambutannya, Bapak Jondit selaku Ketua Lingkungan periode sebelumnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh umat selama masa pelayanannya. Beliau mengungkapkan bahwa berbagai tugas dan tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik berkat kebersamaan dan partisipasi umat. Dengan penuh kerendahan hati, Bapak Jondit juga menyatakan dukungan dan harapan terbaik bagi pengurus baru yang akan melanjutkan pelayanan.

Sebagai simbol tanggung jawab dan transparansi, Bapak Jondit menyerahkan laporan keuangan, laporan inventaris, berkas-berkas administrasi lingkungan, serta cap lingkungan kepada Ketua Lingkungan terpilih periode 2026–2028.

Sebagai ungkapan terima kasih dan apresiasi, umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi yang diwakili oleh Bapak dan Ibu Felix menyerahkan kenang-kenangan berupa gambar karikatur berbingkai kepada Bapak dan Ibu Jondit. Sebuah hadiah sederhana namun sarat makna, sebagai tanda kasih dan penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan. Doa dan harapan pun dipanjatkan agar keluarga Bapak dan Ibu Jondit beserta keluarga senantiasa dilimpahi kebahagiaan dan berkat Tuhan.

Memasuki periode kepengurusan yang baru, umat berharap agar pengurus Lingkungan St. Fransiskus Asisi dapat melanjutkan nilai-nilai baik yang telah diteladankan, serta membawa lingkungan semakin maju, guyub, dan erat dalam semangat persaudaraan serta pelayanan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi rencana pembangunan Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) yang disampaikan oleh Tim Panitia Pembangunan, diwakili oleh Bapak Ande, Bapak Pangat, dan Bapak Danang. Panitia memaparkan latar belakang serta garis besar rencana pembangunan gereja yang diharapkan dapat memasuki tahap pertama pada Juni 2026. Pembangunan ini diharapkan menjadi langkah penyempurnaan sarana gereja demi menunjang kehidupan iman umat nantinya.

Sebagai bentuk partisipasi umat, panitia memperkenalkan program penjualan Kupon Kemurahan Hati seharga Rp20.000 per kupon. Seluruh umat diajak untuk terlibat aktif, dimulai dari kontribusi paling sederhana. Dalam sesi ini, umat juga menyampaikan berbagai tanggapan dan pertanyaan, di antaranya terkait pengembangan lahan parkir yang saat ini terbatas serta kemungkinan kontribusi dalam bentuk non-tunai seperti material bangunan. Diskusi berlangsung terbuka, hangat, dan menunjukkan antusiasme serta dukungan penuh umat terhadap rencana pembangunan GMBA.

Menjelang akhir pertemuan, Ketua Lingkungan yang baru menyampaikan pengumuman terkait tugas-tugas terdekat. Acara resmi kemudian ditutup, namun kehangatan kebersamaan masih terasa. Sejumlah umat tetap tinggal, melanjutkan obrolan ringan dan berbagi cerita dalam suasana santai dan penuh keakraban, sebuah potret sederhana namun bermakna dari hidup menggereja yang tumbuh dalam kebersamaan.

Terang yang dilanjutkan: “Babak baru Pelayanan Lingkungan St. Yohanes Pembaptis”


Di sebuah malam yang tenang, di tengah suasana kekeluargaan yang begitu hangat, para pengurus Lingkungan St. Yohanes Pembaptis berkumpul dalam sebuah momen yang spesial—sebuah momen yang bukan hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga menandai perjalanan baru bagi seluruh umat lingkungan.
Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas. Ia sedang maju antara mereka yang telah mengabdi dengan sepenuh hati sebagai pengurus lama, dengan wajah-wajah baru yang siap melanjutkan pelayanan estafet. Seakan-akan dua generasi bertemu dalam satu ruang, membawa cerita, pengalaman, harapan, dan semangat yang sama: melayani Tuhan melalui umat-Nya.

Para pengurus lama duduk berdampingan, membawa kisah perjalanan panjang yang mereka lalui—tentang rapat yang tak terhitung, kunjungan umat, kegiatan rohani, suka duka dalam pelayanan, hingga tawa-tawa kecil yang pernah mewarnai kebersamaan mereka. Mereka hadir bukan hanya untuk menyerahkan tugas, tetapi untuk memberikan teladan dan jejak yang bisa menjadi pijakan bagi generasi berikutnya.
Di sisi lain, para pengurus baru datang dengan mata berbinar—melambangkan optimisme dan tekad untuk meneruskan pelayanan ini. Mereka menyimak, menyapa, dan berdialog; menyerap setiap pesan dan nasihat seolah tengah menerima warisan berharga: warisan semangat pelayanan penuh kasih.
Suasana pertemuan terasa hangat ketika keduanya saling bertukar cerita. Ada tawa lembut mengenang perjalanan yang sudah dilalui, ada pula percakapan serius tentang harapan umat dan tantangan ke depan. Namun di antara semua itu, yang paling terasa adalah rasa syukur: syukur karena Tuhan terus menyediakan tangan-tangan baru untuk melanjutkan karya-Nya.

Pada akhirnya, proses serah terima berlangsung dengan sederhana namun penuh makna. Ketika tanggung jawab itu berpindah, seolah cahaya baru menyala—cahaya harapan bagi lingkungan Yohanes Pembaptis untuk terus bertumbuh, bersekutu, dan melayani lebih baik lagi.
Regenerasi ini bukanlah penutup dari sebuah perjalanan, melainkan babak baru yang dibuka dengan penuh kebahagiaan. Para pengurus lama tetap menjadi keluarga yang disertai dengan doa dan dukungan, sementara pengurus baru melangkah maju, membawa api pelayanan yang terus menyala.
Dan dengan hati yang bersatu, keluarga besar Lingkungan St. Yohanes Pembaptis pun berdoa bersama:
semoga Tuhan selalu membimbing setiap langkah, menguatkan setiap niat, dan mewujudkan setiap pelayanan—baik mereka yang dulu, sekarang, maupun yang akan datang.