Semangat Tak Surut, Umat YP Lanjut Latihan Koor Usai Pertemuan APP

Kamis, 19 Februari 2026 menjadi malam yang penuh kebersamaan bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis. Setelah menyelesaikan Pertemuan APP pertama pukul 19.00, umat tidak langsung pulang. Tepat pukul 20.00, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor untuk persiapan tugas Misa Jumat Pertama pada 6 Maret 2026.

Meski waktu sudah cukup malam, semangat umat tetap menyala. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan OMK duduk bersama, menyatukan suara dalam latihan yang penuh kekompakan. Nada demi nada dilatih dengan serius, namun tetap dalam suasana santai dan hangat.

Latihan ini bukan sekadar mempersiapkan lagu, tetapi juga mempererat kebersamaan antarumat. Ada tawa kecil saat nada belum kompak, ada fokus saat bagian sulit diulang bersama. Semua menyatu dalam satu tujuan: memberikan pelayanan terbaik untuk Tuhan melalui pujian.

Kebersamaan lintas generasi yang terlihat malam itu menjadi bukti bahwa pelayanan bukan soal usia, melainkan soal hati yang mau terlibat. Dari yang muda hingga yang senior, semua mengambil bagian.

Semoga melalui latihan ini, pelayanan pada Misa Jumat Pertama nanti dapat berjalan dengan baik dan membawa umat semakin khusyuk dalam perayaan Ekaristi.

Pertemuan APP Pertama Lingkungan Yohanes Pembaptis: Mewujudkan Kepedulian Melalui Refleksi Bantuan Sosial

Kamis, 19 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, Lingkungan Yohanes Pembaptis melaksanakan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang pertama dengan tema “Potret Kondisi dan Potensi: Dasar untuk Mengawali Aksi.” Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya kepedulian sosial, khususnya dalam hal bantuan sosial (bansos).

Sebanyak 30 umat hadir dalam pertemuan tersebut, terdiri dari OMK (Orang Muda Katolik), bapak-ibu, serta para lansia. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam membangun lingkungan yang semakin peduli dan solider.

Pertemuan diawali dengan doa pembuka dan pengantar mengenai makna APP sebagai momentum pertobatan yang tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga sosial. Umat diajak untuk melihat realitas di sekitar: apakah bantuan sosial yang ada selama ini sudah sungguh menyentuh mereka yang paling membutuhkan?

Dalam sesi diskusi, umat diajak merefleksikan beberapa pertanyaan mendalam, antara lain:

  • Apakah saya atau keluarga saya termasuk penerima bantuan sosial yang sebenarnya tidak tepat sasaran?
  • Adakah anggota masyarakat di sekitar saya yang justru lebih membutuhkan bantuan tersebut?
  • Bagaimana peran saya agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan benar-benar membantu yang membutuhkan?

Diskusi berlangsung terbuka dan penuh kejujuran. Beberapa umat menyampaikan keprihatinan atas kondisi di sekitar lingkungan, di mana masih ada warga yang membutuhkan namun belum tersentuh bantuan. Ada pula refleksi pribadi mengenai pentingnya integritas dan kejujuran dalam menerima bantuan.

Melalui pertemuan ini, umat tidak hanya diajak untuk menilai situasi, tetapi juga menggali potensi yang dimiliki lingkungan, seperti semangat gotong royong, komunikasi antarwarga, serta kepedulian yang sudah tumbuh selama ini. Kesadaran bersama ini menjadi dasar untuk merancang aksi nyata selama masa APP, agar bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar menjadi wujud kasih yang konkret.

Pertemuan APP pertama ini menjadi pengingat bahwa pertobatan sejati tidak berhenti pada doa dan puasa, tetapi juga diwujudkan dalam keberanian bersikap jujur, peduli, dan bertanggung jawab terhadap sesama. Semoga semangat solidaritas yang telah tumbuh dalam pertemuan ini terus berkembang dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Menjalin Kebersamaan dalam Kepedulian: Kunjungan Sosial Umat Lingkungan St. Gabriel

Salah satu program lingkungan St. Gabriel adalah kegiatan sosial berupa kunjungan kepada umat yang sedang sakit. Sebagai wujud kepedulian dan perhatian, umat St. Gabriel mengadakan kunjungan kepada Bapak Totok yang beberapa hari lalu mengalami musibah kecelakaan.

Pada hari Selasa, 17 Februari 2026, pukul 17.00 WIB, sebanyak 7 (tujuh) orang umat Lingkungan St. Gabriel mengunjungi Bapak Totok di kediamannya di Modinan. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian atas musibah kecelakaan yang beliau alami beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Paul selaku Ketua Lingkungan menyampaikan rasa prihatin dan simpati atas musibah kecelakaan yang menimpa Bapak Totok. Beliau juga mewakili seluruh umat mendoakan agar Bapak Totok segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Doa bersama dipimpin oleh Ibu Maria Suprapti dan berlangsung dengan khidmat.

Setelah doa bersama, Bapak Totok menyampaikan kronologi kejadian yang dialaminya. Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kehangatan. Setelah dirasa cukup, rombongan umat berpamitan untuk kembali ke kediaman masing-masing.

Semoga melalui kegiatan ini, tali persaudaraan dan semangat saling peduli di Lingkungan St. Gabriel semakin terjalin erat.

Semangat Pelayanan Remaja Lingkungan St. Gabriel dalam Misa Minggu, 15 Februari 2026

Lingkungan St. Gabriel mendapat tugas pelayanan sebagai petugas counter dan penjaga teks pada Misa Minggu, tanggal 15 Februari 2026. Sehubungan dengan tugas tersebut, Ketua Lingkungan telah berkoordinasi dengan Bidang Liturgi Lingkungan serta Tim Peribadatan guna mempersiapkan para petugas secara optimal.

Petugas yang ditunjuk dalam pelayanan ini berasal dari kalangan remaja lingkungan. Keterlibatan remaja dimaksudkan untuk mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam kehidupan menggereja serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam pelayanan liturgi.

Sebagai bagian dari persiapan, pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, petugas mengambil teks Misa di Sekretariat Paroki Marganingsih Kalasan untuk selanjutnya dibawa ke GMBA sebagai perlengkapan pelayanan pada Misa hari Minggu.

Pada hari Minggu, 15 Februari 2026, sejak pukul 06.00 WIB para petugas telah hadir di gereja untuk melaksanakan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab.

Petugas counter dan penjaga teks Misa bersiaga di bagian depan dan belakang gereja. Petugas counter bertugas menghitung jumlah umat yang hadir dalam perayaan Misa, sedangkan petugas penjaga teks bertanggung jawab memantau ketersediaan teks Misa bagi umat agar perayaan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Seluruh petugas melaksanakan pelayanan dengan penuh semangat dan antusiasme sebagai wujud keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

Kebersamaan dan Pelayanan Lingkungan St. Gabriel dalam Pertemuan Ibu Stasi GMBA Maguwo

Pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, ibu-ibu Lingkungan St. Gabriel mendapat tugas untuk mengisi pertemuan Ibu Stasi GMBA Maguwo. Dalam pertemuan Ibu Stasi, setiap lingkungan memperoleh jadwal secara bergiliran untuk bertanggung jawab atas seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan tempat, penyusunan isi pertemuan, hingga konsumsi.

Beberapa minggu sebelum hari pelaksanaan, koordinator paguyuban ibu Lingkungan St. Gabriel telah menyusun dan membagi tugas kepada ibu-ibu. Ada yang bertugas menyiapkan dan menata tempat, ada yang menyiapkan materi atau isi pertemuan, serta ada yang bertanggung jawab memesan dan menyiapkan snack untuk konsumsi. Semua ibu bekerja sama dengan penuh semangat agar acara dapat berjalan dengan lancar dan tertib.

Pada hari pelaksanaan, ibu-ibu Lingkungan St. Gabriel sudah hadir di gereja sejak pukul 13.30, sementara acara dimulai pukul 15.00. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk memastikan semua persiapan sudah siap dan sesuai dengan tugas masing-masing.

Acara dimulai dengan doa pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Santa Maria dan lagu nasional. Setelah itu sambutan Ketua Paguyuban Ibu Stasi dilanjutkan dengan pembacaan notulen pertemuan sebelumnya serta pengumuman beberapa pengumuman penting.

Memasuki acara inti, kegiatan diisi dengan sesi sharing yang hangat dan penuh kebersamaan. Karena pertemuan kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Valentine, suasana semakin semarak dengan adanya games yang menarik dan menyenangkan. Ibu-ibu mengikuti setiap permainan dengan antusias dan penuh tawa. Selain itu, diadakan juga tukar kado silang yang menambah kemeriahan dan mempererat kebersamaan antaranggota.

Acara berlangsung dengan meriah, penuh sukacita, dan rasa kekeluargaan. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.

Setelah acara selesai, ibu-ibu Lingkungan St. Gabriel kembali bekerja sama untuk membereskan tempat serta mencuci dan merapikan peralatan konsumsi yang telah digunakan. Semua tugas dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab hingga selesai.

Secara keseluruhan, pertemuan Ibu Stasi hari itu berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh berkat.

Sembayangan Lingkungan St. Gabriel: Iman yang Teguh dan Kerendahan Hati

Pada hari Kamis, 12 Februari 2026, Lingkungan St. Gabriel melaksanakan kegiatan sembayangan lingkungan rutin yang bertempat di rumah keluarga Bapak Hanadi. Kegiatan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan berlangsung dengan tertib serta penuh kekhusyukan.

Petugas dalam pelaksanaan ibadat pada malam hari tersebut adalah Bapak Junedi, Bapak Apri, dan Saudara Galang. Sembayangan dihadiri oleh 35 orang umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, OMK, dan orang tua. Kehadiran umat dari berbagai kelompok usia mencerminkan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja di lingkungan.

Bacaan Injil hari itu diambil dari Injil Markus 7:24–30, tentang iman seorang ibu Siro-Fenisia yang memohon kepada Yesus agar anaknya yang kerasukan roh jahat disembuhkan. Walaupun ia bukan orang Yahudi, ia tetap percaya dan dengan rendah hati memohon pertolongan Yesus. Karena imannya yang besar, Yesus pun menyembuhkan anaknya.

Melalui bacaan Injil ini, kita diajak untuk memiliki iman yang teguh dan kerendahan hati dalam memohon pertolongan Tuhan. Seperti ibu tersebut, kita pun hendaknya tidak mudah menyerah dalam doa, tetapi tetap percaya bahwa Tuhan mendengarkan dan menjawab setiap permohonan kita pada waktu-Nya.

Semoga melalui sembayangan lingkungan ini, iman umat Lingkungan St. Gabriel semakin bertumbuh, dan kebersamaan dalam kasih Kristus semakin erat.

Setelah ibadat selesai, acara dilanjutkan dengan penyampaian pengumuman serta pembahasan agenda dan pembagian tugas Lingkungan St. Gabriel dalam waktu dekat. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan serah terima keuangan kas PWK dari bendahara lama, Ibu Nana, kepada bendahara baru, Ibu Fifin, sebagai bentuk tanggung jawab dan keberlanjutan pelayanan administrasi di lingkungan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah. Seluruh rangkaian acara ditutup dengan ucapan terima kasih kepada keluarga Bapak Hanadi atas kesediaannya menjadi tuan rumah. Pertemuan berakhir pada pukul 20.30 WIB.

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter diselenggarakan pada 6 Feb 26. Kegiatan ini bertempat di Gazebo GMBA Maguwo dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai lingkungan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, tema, serta teknis pelaksanaan lomba video dokumenter. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan terkait alur pendaftaran, ketentuan lomba, hingga kriteria penilaian yang akan digunakan oleh panitia.

Perwakilan masing-masing Lingkungan mengikuti kegiatan dengan antusias. Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan mampu mempersiapkan karya video dokumenter yang kreatif, informatif, serta sesuai dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan dalam lomba.

Dengan adanya kegiatan ini, Lingkungan-lingkungan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam lomba video dokumenter dan menjadikan media video sebagai sarana pewartaan, dokumentasi, serta pengembangan kreativitas umat.

Wilayah Ignatius Loyola Gelar Kerja Bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap rumah bersama, Jumat 30 Januari 2026 Wilayah Ignatius Loyola yang terdiri dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis, St. Elisabet, St. Clara, St. Fransiskus Asisi, dan St. Gabriel, melaksanakan kegiatan kerja bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata partisipasi umat dalam merawat dan menjaga kebersihan lingkungan gereja, sekaligus sebagai sarana mempererat kebersamaan antar lingkungan di Wilayah Ignatius Loyola. umat dari 5 lingkungan yang tergabung di wilayah Ign Loyola lingkungan hadir dengan penuh semangat, bahu-membahu membersihkan area gereja, mulai dari halaman, taman, hingga area dalam gereja.

Kerja bakti ini tidak hanya menjadi kegiatan fisik semata, tetapi juga menjadi ungkapan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan Jumat Bersih, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah bersama yang perlu dirawat dengan penuh tanggung jawab dan cinta.

Semangat gotong royong, kebersamaan, dan sukacita tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah serta lingkungan lain untuk terus aktif berkontribusi dalam kehidupan menggereja.

melalui kerja bakti Jumat Bersih ini, Wilayah Ignatius Loyola semakin diteguhkan dalam semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian, serta mampu menghadirkan Gereja yang bersih, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh umat.

Bersatu dalam Iman: Sembayangan & Pertemuan PWK Lingkungan St Gabriel

Pada Kamis, 22 Januari 2026, Lingkungan St. Gabriel menyelenggarakan sembayangan rutin sekaligus pertemuan PWK (Paguyuban Warga Katolik) di rumah keluarga Ibu Watik. Acara dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 30 umat, terdiri dari orang tua, OMK, remaja, dan anak-anak. Kegiatan dipimpin oleh Ibu Rina, Ibu Jumadi, dan Sdri. Valen, berjalan dengan tertib dan khidmat.

Pertemuan diawali dengan pembayaran arisan dan iuran wajib, termasuk prolenan, APBU, Caos Dahar Romo, dan GKH Pendidikan. Setelah semua administrasi selesai, acara dilanjutkan dengan doa sembayangan, yang diikuti oleh seluruh umat dengan penuh khidmat, menciptakan suasana rohani yang hangat dan khusyuk.

Setelah doa, kegiatan berlanjut dengan laporan dari masing-masing seksi, yang menyampaikan perkembangan program dan kegiatan yang sedang berlangsung. Dilanjutkan dengan pengumuman lingkungan, memberikan informasi penting dan menguatkan koordinasi antarumat. Sembari mendengarkan pengumuman, umat menikmati snack dan minuman yang disediakan oleh tuan rumah, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Acara resmi ditutup pukul 20.30 WIB. Keseluruhan kegiatan berlangsung dengan lancar, menunjukkan antusiasme umat dari berbagai kelompok usia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat persaudaraan, meningkatkan koordinasi, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam komunitas Lingkungan St. Gabriel.

Inventarisasi Aset Lingkungan St. Gabriel sebagai Langkah Awal Kepengurusan Baru

Sebagai langkah awal dalam memulai masa kepengurusan yang baru, Lingkungan St. Gabriel memandang perlu dilaksanakannya inventarisasi aset lingkungan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengenali, mendata, dan menata kembali seluruh aset yang dimiliki, baik berupa sarana, prasarana, maupun sumber daya pendukung lainnya.

Inventarisasi aset ini menjadi fondasi penting bagi kepengurusan baru agar dapat bekerja secara terarah, transparan, dan berkelanjutan. Dengan data yang jelas dan terdokumentasi, setiap aset dapat dimanfaatkan secara optimal demi menunjang kegiatan lingkungan serta pelayanan kepada seluruh anggota.

Melalui proses ini, kepengurusan baru tidak hanya melanjutkan apa yang telah ada, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan tanggung jawab menjaga dan mengembangkan aset lingkungan. Diharapkan, inventarisasi ini menjadi awal yang baik bagi terciptanya tata kelola lingkungan yang tertib, akuntabel, dan semakin solid ke depannya.

Tahap awal pelaksanaan inventarisasi dimulai dengan pendataan seluruh aset, meliputi jenis inventaris dan lokasi penyimpanannya. Selanjutnya, pengurus mengambil aset yang selama ini disimpan di rumah umat dan mengumpulkannya di satu tempat untuk dilakukan pendataan ulang. Inventaris yang terkumpul kemudian dipilah, disortir, dan diberi label sesuai dengan kategori dan fungsinya. Proses ini bertujuan agar pengelolaan aset menjadi lebih tertib, sistematis, dan mudah diawasi. Setelah pendataan dan penyortiran selesai, inventaris diserahkan kepada masing-masing seksi sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya.

Selama pelaksanaan, seluruh pengurus melaksanakan kegiatan ini secara bersama-sama, saling membantu untuk memastikan setiap tahapan berjalan dengan lancar. Kegiatan inventarisasi ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi kepengurusan baru, sehingga pengelolaan aset Lingkungan St. Gabriel dapat dilakukan secara akuntabel, efisien, dan mendukung kelancaran seluruh kegiatan lingkungan.