Pada hari Minggu, 2 November 2025, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan Misa Arwah untuk Semua Orang Beriman yang dipimpin oleh Romo Yohanes Ngatmo Pr. Perayaan ini merupakan bagian dari tradisi Gereja Katolik yang secara khusus didedikasikan untuk mendoakan jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dunia, terutama mereka yang masih dalam proses penyucian di api penyucian sebelum bersatu dengan Allah dalam kemuliaan surga.
Misa Arwah sendiri adalah perayaan Ekaristi yang dipersembahkan untuk mengenang dan mendoakan arwah orang-orang beriman yang telah meninggal. Melalui misa ini, umat diajak untuk mempersembahkan doa, pengampunan, dan kasih sebagai wujud iman akan kebangkitan serta harapan akan kehidupan kekal bersama Kristus.
Sebelum misa dimulai, suasana di dalam gereja dipenuhi keheningan dan rasa haru ketika dibacakan nama-nama umat yang telah berpulang, sebanyak ±1.440 nama. Setiap nama yang disebut menjadi tanda kasih dan kenangan yang tidak pernah pudar — sebuah ungkapan bahwa mereka tetap hidup dalam doa dan ingatan umat yang masih berziarah di dunia.
Suasana misa berjalan dengan khidmat dan penuh penghayatan. Umat bersama-sama menyerahkan arwah orang-orang terkasih kepada belas kasih Allah, memohon agar mereka diterima dalam damai abadi. Dalam setiap lantunan doa dan nyanyian, tersirat keyakinan bahwa cinta kasih Tuhan melampaui batas kehidupan dan kematian.





Karena bagi orang beriman, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan yang kekal. Dan di dalam doa yang kita panjatkan bersama, kasih itu terus hidup — menghubungkan yang telah berpulang dan yang masih berjalan dalam iman.
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”
(Yohanes 11:25)






































