Tak terasa kita segera memasuki masa Adven 2025, saat mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan-Nya di tengah-tengah hati kita. Tak terasa pula kita akan menyelesaikan ARDAS KAS (Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang) VIII di akhir tahun 2025 ini. Ini berarti mulai tahun 2026-2030 kita akan memasuki ARDAS IX dengan tema dan semangat baru.
Bahan permenungan atau katekese Adven 2025 ini disusun dalam rangka menghantar dan memperkenalkan Ardas IX kepada umat di Keuskupan Agung Semarang ini. Ada tiga (3) kata kunci yang akan menjadi penghayatan dan pergulatan selama lima (5) tahun ke depan yakni, Bahagia, Inspiratif (Menginsipasi) dan Menyejahterakan. Semangat yang mau dihidupi adalah umat Allah Keuskupan Agung Semarang mewujudnyatakan dirinya sebagai Gereja yang bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan. Tiga (3) kata kunci itu jugalah yang akan mewarnai isi dari permenungan dan ketekekese Adven 2025.
Permenungan Adven 2025 ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni:
Minggu I: Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman
Minggu II: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi
Minggu III: Menjadi Gereja yang Menyejahterakan.
Minggu IV tidak dilakukan permenungan dan ketekese Adven tetapi Ibadat Keluarga Kudus di lingkungan dengan tema, “Menghadiran Gereja yang Bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan.”
Kepada para pemandu Adven di lingkungan, dipersilakan membaca dan mempelajari secara cermat gagasan dasar Adven 2025 yang kami sajikan pada bagian awal buku panduan ini. Harapannya para pemandu sungguh memahami gagasan dan kerangka dasarnya sehingga memudahkan untuk pelaksanaan dalam pertemuannya.
Sebagai catatan akhir, buku yang tersaji ini adalah “Buku Panduan”. Para pemandu diberi keleluasaan seluas-luasnya untuk mengembangkan dan menyesuaikan panduan ini sesuai dengan situasi-kondisi umat setempat. Yang terpenting adalah pesan pokok dari permenungan Adven ini sungguh “sampai” dan dapat dimengerti serta dihayati umat. Selamat memasuki permenungan Adven 2025 ini. Berkah Dalem.
Magelang, Oktober 2025
Stepanus Istata Raharjo,Pr (Ketua Umum Komisi Kateketik KAS)
Timpel Kerasulan dan Kitab Suci GMBA kembali menyelenggarakan sebuah kegiatan pendalaman iman melalui Sarasehan Kitab Suci pada Minggu, 16 November 2025 bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Acara ini menjadi ruang perjumpaan umat untuk menyelami Sabda Tuhan secara lebih mendalam dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 43 peserta dari berbagai lingkungan ikut ambil bagian, menunjukkan antusiasme umat terhadap pembinaan rohani yang berkelanjutan. Sarasehan ini menghadirkan narasumber Fr. Bramanda R. K., yang membawa umat masuk ke dalam refleksi Kitab Suci secara hangat, komunikatif, sekaligus kaya wawasan.
Melalui pemaparan beliau, umat diajak mengenal kembali makna panggilan, pertobatan, dan misi hidup dalam terang Kitab Suci, serta bagaimana Sabda Tuhan terus menuntun umat untuk hadir sebagai pribadi yang membawa damai, kasih, dan sukacita di tengah komunitas.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan belajar, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarumat dari lingkungan-lingkungan di wilayah GMBA. Sarasehan diharapkan menjadi langkah awal hadirnya pembinaan Kitab Suci yang semakin rutin, kreatif, dan relevan bagi umat.
Hari Minggu, 9 November 2025, menjadi hari yang penuh berkat bagi umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo, khususnya bagi keluarga-keluarga Katolik yang hadir mengikuti kegiatan Rekoleksi Keluarga Katolik dengan tema besar “Keluarga Katolik yang Tangguh Bersukacita dalam Iman dan Kasih.”
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Pelayanan Keluarga Pastoral Stasi GMB Maguwo dan dihadiri oleh 80 peserta dari 17 lingkungan yang ada di wilayah Maguwo. Rekoleksi ini dipandu oleh Romo Yeremias Balapitu Duan, MSF, dari Paroki Santa Maria Gubug, Grobogan – Purwodadi, seorang imam yang selama ini dikenal penuh semangat dan dekat dengan umat.
Menimba Kekuatan dari Spirit Keluarga Kudus Nazaret
Rekoleksi ini menjadi saat berharga bagi para keluarga untuk berhenti sejenak dari rutinitas kehidupan, menata ulang hati, dan menimba kembali semangat hidup dalam terang kasih Allah. Dalam suasana doa dan kebersamaan yang hangat, Romo Yeremias mengajak para peserta merenungkan makna mendalam tentang keluarga yang tangguh — keluarga yang berakar pada iman, pengharapan, dan kasih.
Dalam pemaparannya, Romo Yeremias menegaskan bahwa keluarga Katolik yang tangguh bukan berarti keluarga tanpa persoalan, melainkan keluarga yang mampu menghadapi setiap tantangan dengan iman dan pengharapan kepada Tuhan. Keluarga yang tangguh adalah keluarga yang menjadikan nilai-nilai Injil sebagai dasar hidup bersama, saling menopang dalam suka dan duka, serta meneladani Keluarga Kudus Nazaret — Yesus, Maria, dan Yosef — sebagai model keluarga yang setia, sederhana, dan penuh kasih.
Romo juga menekankan bahwa keluarga Katolik harus menjadi sumber sukacita di tengah dunia yang sering kali dilanda kekhawatiran dan perpecahan. “Keluarga yang tangguh adalah keluarga yang mampu tetap bersukacita meskipun berada dalam dukacita. Mereka tidak larut dalam kesulitan, tetapi justru menjadi pembawa pengharapan dan kekuatan bagi keluarga lain yang sedang bergumul,” tutur Romo Yeremias dengan penuh semangat.
Membangun Relasi yang Sehat dan Penuh Kasih
Selain penguatan rohani, sesi rekoleksi ini juga menyoroti pentingnya membangun relasi yang sehat dalam keluarga, terutama antara suami dan istri. Melalui kisah, refleksi, dan tanya jawab, para peserta diajak untuk menilai kembali bagaimana komunikasi, kejujuran, dan kesetiaan dijaga dalam keseharian hidup berkeluarga.
Romo Yeremias mengingatkan bahwa kasih sejati tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari — dalam saling mendengarkan, saling memaafkan, dan saling menopang dalam kelemahan.
“Relasi yang kuat antara suami dan istri adalah fondasi bagi ketahanan keluarga. Ketika pasangan saling menghormati dan terbuka, anak-anak pun tumbuh dalam suasana kasih yang sehat dan penuh damai,” tegasnya.
Sukacita, Tawa, dan Gerak Bersama
Suasana rekoleksi yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB terasa hidup dan penuh sukacita. Tidak hanya sesi refleksi, acara ini juga diwarnai dengan gerak dan lagu, permainan ringan, serta dinamika kelompok yang menumbuhkan keakraban antar keluarga. Tawa dan semangat kebersamaan terdengar di seluruh ruang gereja, menciptakan suasana hangat yang mencerminkan kasih Kristus yang hidup di tengah umat-Nya.
Banyak peserta mengaku merasa diteguhkan dan disegarkan kembali. “Rekoleksi ini membuat kami sadar bahwa keluarga kami tidak sendiri. Kami belajar untuk saling menguatkan dan percaya bahwa Tuhan selalu hadir dalam setiap perjalanan keluarga,” ujar salah satu peserta dengan penuh rasa syukur.
Puncak Rekoleksi: Perayaan Ekaristi Kudus
Sebagai puncak dan penutup rekoleksi, seluruh peserta mengikuti Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin langsung oleh Romo Yeremias Balapitu Duan, MSF. Dalam homilinya, beliau mengajak setiap keluarga untuk menjadikan pengalaman rekoleksi ini sebagai titik awal pembaruan hidup rohani dan keluarga.
“Jadilah keluarga yang membawa terang dan sukacita bagi sesama. Jangan takut menghadapi badai hidup, karena Tuhan sendiri yang akan meneguhkan langkah-langkah keluarga kita,” pesan Romo dalam homili penutupnya.
Misa penutupan berlangsung khidmat dan penuh haru, diiringi dengan doa persembahan keluarga yang melambangkan penyerahan diri dan kasih setia kepada Allah.
Peneguhan dan Harapan
Melalui kegiatan ini, Gereja Maria Bunda Allah Maguwo berharap agar setiap keluarga semakin menyadari panggilan sucinya: menjadi rumah iman, sekolah kasih, dan ladang kesetiaan. Keluarga yang tangguh bukanlah yang sempurna, tetapi yang setia saling meneguhkan dalam iman dan kasih Kristus.
Semoga semangat rekoleksi ini terus hidup di hati setiap peserta, dan setiap keluarga Katolik semakin kuat dalam menghadapi tantangan zaman — menjadi saksi kasih Allah yang hidup di tengah dunia.
Sabtu pagi, 8 November 2025, suasana halaman belakang Gereja Maria Bunda Allah Maguwo tampak begitu hidup dan ceria. Peserta senam dari berbagai lingkungan berkumpul untuk mengikuti Senam sehat GMBA, sebuah kegiatan rutin yang menjadi sarana menjaga kesehatan tubuh sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.
Dengan dipandu oleh pak Koesno yang penuh semangat, para peserta mengikuti setiap gerakan dengan antusias. Tawa dan canda ringan mengalir di antara mereka, menciptakan suasana akrab dan hangat. dengan penuh semangat mereka tetap muda di hati—menjadi teladan bagi semua generasi tentang pentingnya merawat tubuh sebagai anugerah Tuhan.
Kegiatan senam ini tidak hanya bertujuan menyehatkan jasmani, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan dalam komunitas gereja. Di akhir acara, para peserta saling berbagi cerita, menikmati waktu santai bersama, dan meneguhkan komitmen untuk terus hidup aktif, sehat, dan bahagia dalam kasih Tuhan.
Semoga semangat bapak dan ibu GMBA ini menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk terus menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan, dan menghidupi iman dengan penuh sukacita.
Dalam semangat mempererat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan liturgi, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan pertemuan para Penanggung Jawab (PJ) Koor Lingkungan pada hari Minggu, 2 November 2025, bertempat di gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Pertemuan ini dihadiri oleh timpel koor lingkungan, timpel koor stasi, serta kabid liturgi, yang bersama-sama berdiskusi dan menyusun langkah konkret untuk mempersiapkan kegiatan pelayanan koor di tingkat stasi.
Agenda utama pertemuan kali ini adalah membahas rencana parade koor yang akan dilaksanakan dalam Misa Pesta Nama Stasi dan Pelantikan Pengurus pada 4 Januari 2026 mendatang. Dalam acara tersebut, koor dari 17 lingkungan akan dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing membawakan lagu yang telah ditentukan oleh tim pelaksana.
Latihan akan dilakukan secara mandiri oleh tiap kelompok, dengan biaya ditanggung masing-masing lingkungan, dan akan diakhiri dengan gladi bersih pada hari Jumat setelah misa Jumper. Lagu-lagu yang akan digunakan akan dipilihkan oleh timpel stasi, dengan tiga opsi lagu yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan karakter masing-masing kelompok.
Sebagai bentuk apresiasi bagi semangat para lingkungan dalam pelayanan koor, akan diberikan hadiah berupa buku Mazmur, yang dapat dipilih sesuai kebutuhan — apakah Mazmur Harian atau Mazmur Mingguan.
Selain pembahasan utama, pertemuan ini juga menampung berbagai usulan dan masukan dari para peserta, antara lain:
Penjadwalan koor misa hari raya (selain Natal dan Paskah) agar dilimpahkan ke wilayah/ lingkungan,
Misa Jumper tetap menjadi tugas koor wilayah,
serta perlunya penjadwalan mazmur agar pelayanan semakin tertata dan berkesinambungan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh semangat ini menjadi wadah kebersamaan bagi para pelayan musik liturgi. Melalui koordinasi yang baik dan semangat melayani, diharapkan pelayanan koor di Stasi Maguwo semakin hidup, kompak, dan menjadi pujian yang sungguh memuliakan nama Tuhan.
Doa ARDAS IX 2026-2030 KAS Keuskupan Agung Semarang
Allah Bapa yang Mahasetia, puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu, sebab melalui tuntunan Gembala Agung kami Yesus Kristus, Engkau senantiasa menguatkan kami untuk berjalan bersama serta berjuang mewujudkan hidup yang sejahtera dan bermartabat.
Kobarkanlah hati kami dengan api Roh Kudus-Mu, agar bersama seluruh masyarakat Indonesia terus mengupayakan tatanan kehidupan berdasarkan Pancasila seraya menghadirkan Kerajaan Allah demi terwujudnya peradaban kasih.
Semoga niat dan usaha kami untuk ambil bagian dalam perutusan Kristus, dapat kami wujudkan dengan menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan. Kiranya kami tanpa henti mengembangkan iman yang hidup dan berani mengambil langkah pertama untuk merealisasikan cita-cita hidup bersama dalam semangat belarasa serta kerjasama dengan semua pihak. Sambil meneladan kesetiaan Santa Perawan Maria dan kegigihan Santo Paulus dalam mewujudkan kehendak-Mu, kami panjatkan doa ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
Pada hari Minggu, 2 November 2025, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan Misa Arwah untuk Semua Orang Beriman yang dipimpin oleh Romo Yohanes Ngatmo Pr. Perayaan ini merupakan bagian dari tradisi Gereja Katolik yang secara khusus didedikasikan untuk mendoakan jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dunia, terutama mereka yang masih dalam proses penyucian di api penyucian sebelum bersatu dengan Allah dalam kemuliaan surga.
Misa Arwah sendiri adalah perayaan Ekaristi yang dipersembahkan untuk mengenang dan mendoakan arwah orang-orang beriman yang telah meninggal. Melalui misa ini, umat diajak untuk mempersembahkan doa, pengampunan, dan kasih sebagai wujud iman akan kebangkitan serta harapan akan kehidupan kekal bersama Kristus.
Sebelum misa dimulai, suasana di dalam gereja dipenuhi keheningan dan rasa haru ketika dibacakan nama-nama umat yang telah berpulang, sebanyak ±1.440 nama. Setiap nama yang disebut menjadi tanda kasih dan kenangan yang tidak pernah pudar — sebuah ungkapan bahwa mereka tetap hidup dalam doa dan ingatan umat yang masih berziarah di dunia.
Suasana misa berjalan dengan khidmat dan penuh penghayatan. Umat bersama-sama menyerahkan arwah orang-orang terkasih kepada belas kasih Allah, memohon agar mereka diterima dalam damai abadi. Dalam setiap lantunan doa dan nyanyian, tersirat keyakinan bahwa cinta kasih Tuhan melampaui batas kehidupan dan kematian.
Karena bagi orang beriman, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan yang kekal. Dan di dalam doa yang kita panjatkan bersama, kasih itu terus hidup — menghubungkan yang telah berpulang dan yang masih berjalan dalam iman.
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25)
Arah Dasar ke-9 Keuskupan Agung Semarang untuk tahun 2026-2030 KAS
Umat Allah Keuskupan Agung Semarang (KAS) adalah persekutuan paguyuban-paguyuban murid Kristus yang dalam bimbingan Roh Kudus berjalan bersama melaksanakan perutusan Yesus Sang Guru mewartakan Kerajaan Allah di dunia dengan memperjuangkan hidup yang sejahtera dan bermartabat demi terwujudnya peradaban kasih.
Saat ini bangsa Indonesia terus berjuang mewujudkan tatanan kehidupan bersama berdasarkan Pancasila, terutama mengusahakan kesejahteraan yang berkeadilan, penghormatan hak asasi manusia, kehidupan demokrasi yang partisipatif, kehidupan beragama yang inklusif, dan kelestarian lingkungan.
Dalam kesatuan dengan gerak bangsa tersebut, Umat Allah KAS melibatkan diri sebagai Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan mensejahterakan dalam seluruh gerak pastoralnya. Untuk mewujudkannya, Umat Allah KAS dengan berbagai karisma: a. mengembangkan formatio iman yang fundamental, eklesial, total, dan integral serta terarah kepada hidup beriman yang cerdas, tangguh, misioner, dan dialogis; b. mengambil langkah pertama untuk mewujudkan hidup bermasyarakat yang lebih menghormati hak asasi manusia, mengedepankan aneka dialog, dan melestarikan keutuhan ciptaan; c. membangun semangat bela rasa dan kerjasama dengan semua pihak di pelbagai bidang untuk meningkatkan mutu kehidupan bersama terutama saudara-saudari yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD). d. mengembangkan reksa pastoral yang efektif dan adaptif dengan kemajuan teknologi. Umat Allah KAS dengan tulus, setia, dan rendah hati bertekad bulat melaksanakan upaya tersebut, serta mempercayakan diri pada penyelenggaraan ilahi seturut teladan Maria, hamba Allah dan bunda Gereja.
Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6).
Sabtu, 1 November 2025, halaman belakang Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kembali diwarnai semangat dan tawa para peserta senam lansia. Kegiatan ini merupakan senam lansia yang ke-3, diselenggarakan oleh Tim PIUL Maguwo sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jasmani sekaligus mempererat kebersamaan antarumat, khususnya para lansia.
Kegiatan kali ini mengusung konsep senam tera, yaitu gerakan peregangan dan pernapasan yang menyehatkan, menenangkan, serta mudah diikuti oleh semua kalangan usia lanjut. Dengan iringan musik ceria dan panduan instruktur ( pak Koesno )yang penuh semangat, para peserta mengikuti setiap gerakan dengan antusias sampai berkeringat. Suasana pagi itu terasa hidup — penuh energi, tawa, dan keceriaan bersama.
Selain menyehatkan tubuh, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan sarana berbagi sukacita dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Tim PIUL Maguwo berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan secara rutin, agar para lansia tetap sehat, bahagia, dan semakin aktif berpartisipasi dalam kehidupan menggereja.
Di balik gerakan sederhana dan tawa bersama, tersimpan pesan indah: bahwa semangat hidup tidak pernah mengenal usia. Selama hati tetap bersyukur dan tubuh terus digerakkan dengan sukacita, setiap hari adalah anugerah baru yang layak dirayakan.
Pertemuan rutin Prodiakon St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo kembali digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025, dimulai pukul 18.10 WIB dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Suster Vinsensia, OP. Setelah doa, acara dilanjutkan dengan pengantar dari Bapak Naryo sekaligus momen santap malam bersama yang menambah kehangatan suasana.
Dalam sesi evaluasi, beberapa hal penting dibahas untuk peningkatan pelayanan liturgi, antara lain:
Ucapan “Tubuh Kristus” diharapkan semakin tegas dan jelas ketika membagikan Komuni.
Tim kor yang baru mulai bertugas mendapat apresiasi, dan diingatkan agar petugas organis, dirigen, serta pemazmur pada latihan terakhir disamakan dengan hari pelaksanaan.
Prodiakon diimbau hadir di ruang sakristi paling lambat pukul 06.40 WIB sebelum bertugas.
Saat membagikan Komuni, petugas diharapkan menjaga ketertiban barisan umat tanpa memotong di tengah, dan bila perlu hosti dapat dituangkan ke sibori titik tersebut.
Penegasan mengenai busana liturgi utama: alba menjadi pakaian pokok, sementara samir dan singel sebagai pelengkap.
Saat membawa sibori dari tabernakel ke altar hendaknya mengenakan alba, dan tidak perlu melakukan penghormatan setelah sibori diambil.
Bagian informasi disampaikan oleh Ibu Eka dan Ibu Dewi yang baru saja mengikuti pertemuan koordinasi Prodiakon se-Paroki Kalasan. Beberapa poin penting yang dibagikan antara lain:
Adanya kesempatan belajar memimpin ibadat dan mengenal benda-benda liturgi.
Rencana rekoleksi Prodiakon Paroki Kalasan pada 26 Desember 2025 (tempat menyusul).
Perlu perhatian khusus bagi prodiakon yang bertugas di titik 6 (depan kor) Gereja Kalasan.
Kegiatan Propel Pewarta Paroki berkolaborasi dengan prodiakon pada 2 November 2025 di Wonogondang.
Selain itu, diinformasikan juga beberapa jadwal kegiatan mendatang:
Minggu, 2 November 2025, misa peringatan arwah orang beriman akan dilengkapi dengan dua kali percikan, yaitu percikan pengganti doa tobat oleh delapan petugas dan percikan bunga tabur oleh lima belas petugas.
Minggu, 9 November 2025, Gereja St. Maria Bunda Allah akan mengadakan tiga misa, termasuk Misa Penutupan Sarasehan Pendampingan Iman Keluarga pukul 14.00, serta Misa Memule pukul 19.00 WIB untuk 1000 hari almarhumah Mbak Danik dan 40 hari almarhum Mas Yuda.
Pertemuan juga diwarnai dengan pembekalan liturgis, antara lain penjelasan tentang Doa Kenduri Sur Tanah, Doa Pemberkatan Batu Nisan, dan Ibadat Syukur lainnya, sebagai bekal bagi para prodiakon dalam pelayanan pastoral di tengah umat.
Di akhir pertemuan, muncul wacana untuk mengadakan perayaan Natal bersama keluarga Prodiakon, sebagai wujud kebersamaan dan sukacita pelayanan.
Acara ditutup dengan doa bersama pada pukul 20.00 WIB, menandai berakhirnya pertemuan yang tidak hanya sarat informasi, tetapi juga mempererat semangat persaudaraan di antara para pelayan altar.
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Paroki Administratif Maguwo