Pertemuan dan Pembekalan Prodiakon St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo

Rabu, 29 Oktober 2025


Pertemuan rutin Prodiakon St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo kembali digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025, dimulai pukul 18.10 WIB dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Suster Vinsensia, OP. Setelah doa, acara dilanjutkan dengan pengantar dari Bapak Naryo sekaligus momen santap malam bersama yang menambah kehangatan suasana.

Dalam sesi evaluasi, beberapa hal penting dibahas untuk peningkatan pelayanan liturgi, antara lain:

  • Ucapan “Tubuh Kristus” diharapkan semakin tegas dan jelas ketika membagikan Komuni.
  • Tim kor yang baru mulai bertugas mendapat apresiasi, dan diingatkan agar petugas organis, dirigen, serta pemazmur pada latihan terakhir disamakan dengan hari pelaksanaan.
  • Prodiakon diimbau hadir di ruang sakristi paling lambat pukul 06.40 WIB sebelum bertugas.
  • Saat membagikan Komuni, petugas diharapkan menjaga ketertiban barisan umat tanpa memotong di tengah, dan bila perlu hosti dapat dituangkan ke sibori titik tersebut.
  • Penegasan mengenai busana liturgi utama: alba menjadi pakaian pokok, sementara samir dan singel sebagai pelengkap.
  • Saat membawa sibori dari tabernakel ke altar hendaknya mengenakan alba, dan tidak perlu melakukan penghormatan setelah sibori diambil.

Bagian informasi disampaikan oleh Ibu Eka dan Ibu Dewi yang baru saja mengikuti pertemuan koordinasi Prodiakon se-Paroki Kalasan. Beberapa poin penting yang dibagikan antara lain:

  • Adanya kesempatan belajar memimpin ibadat dan mengenal benda-benda liturgi.
  • Rencana rekoleksi Prodiakon Paroki Kalasan pada 26 Desember 2025 (tempat menyusul).
  • Perlu perhatian khusus bagi prodiakon yang bertugas di titik 6 (depan kor) Gereja Kalasan.
  • Kegiatan Propel Pewarta Paroki berkolaborasi dengan prodiakon pada 2 November 2025 di Wonogondang.

Selain itu, diinformasikan juga beberapa jadwal kegiatan mendatang:

  • Minggu, 2 November 2025, misa peringatan arwah orang beriman akan dilengkapi dengan dua kali percikan, yaitu percikan pengganti doa tobat oleh delapan petugas dan percikan bunga tabur oleh lima belas petugas.
  • Minggu, 9 November 2025, Gereja St. Maria Bunda Allah akan mengadakan tiga misa, termasuk Misa Penutupan Sarasehan Pendampingan Iman Keluarga pukul 14.00, serta Misa Memule pukul 19.00 WIB untuk 1000 hari almarhumah Mbak Danik dan 40 hari almarhum Mas Yuda.

Pertemuan juga diwarnai dengan pembekalan liturgis, antara lain penjelasan tentang Doa Kenduri Sur Tanah, Doa Pemberkatan Batu Nisan, dan Ibadat Syukur lainnya, sebagai bekal bagi para prodiakon dalam pelayanan pastoral di tengah umat.

Di akhir pertemuan, muncul wacana untuk mengadakan perayaan Natal bersama keluarga Prodiakon, sebagai wujud kebersamaan dan sukacita pelayanan.

Acara ditutup dengan doa bersama pada pukul 20.00 WIB, menandai berakhirnya pertemuan yang tidak hanya sarat informasi, tetapi juga mempererat semangat persaudaraan di antara para pelayan altar.

Pengurus Dewan Stasi GMBA Ikuti Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang 2025

“Mendalami ARDAS IX Tahun 2026–2030”


Pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, para pengurus Dewan Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) mengikuti kegiatan Temu Pastoral (TEPAS) Keuskupan Agung Semarang secara daring. Kegiatan yang berlangsung di gazebo GMBA ini dimulai pukul 18.30 hingga 21.30 WIB, dengan semangat kebersamaan dan keterbukaan untuk mendalami arah dasar pastoral (ARDAS) Keuskupan yang baru.

Tema TEPAS tahun ini adalah “Mendalami ARDAS IX Tahun 2026–2030”, yang menghadirkan dua narasumber utama:

  • Romo YR Edy Purwanto, Pr., dan
  • Bapak Triwanggono,
    serta dimoderatori oleh Romo P. Bambang Irawan, SJ.

Melalui pertemuan ini, para peserta diajak untuk memahami lebih dalam latar belakang tema ARDAS, menerima pengayaan pastoral, dan melihat harapan capaian lima tahun ke depan bagi seluruh umat di wilayah Keuskupan Agung Semarang.

Kegiatan TEPAS diikuti secara daring oleh berbagai elemen Gereja, termasuk Dewan Konsultor, Dewan Moneter, Dewan Keuskupan, Dewan Imam, Dewan Pastoral KAS, Kevikepan, Paroki, dan Stasi pleno, serta komunitas religius dan seminari di KAS.

Bagi pengurus Dewan Stasi GMBA, kesempatan ini menjadi momen penting untuk menyatu dalam visi pastoral Keuskupan, memperdalam semangat sinodalitas, dan meneguhkan panggilan pelayanan di tengah umat. Dalam suasana doa dan refleksi bersama, para pengurus menyadari bahwa setiap langkah pelayanan Gereja harus berakar pada cinta Allah dan terarah pada kesejahteraan umat — sebagaimana semangat ARDAS yang akan menuntun perjalanan Gereja lima tahun ke depan.

Gereja Katolik Turut Memperingati Hari Pangan Sedunia

GMBA Hadirkan Ungkapan Syukur Lewat Hasil Bumi


Gereja Katolik senantiasa mengajak umat beriman untuk bersyukur atas anugerah ciptaan Tuhan, termasuk pangan yang menopang kehidupan manusia. Dalam semangat Laudato Si’ dan kasih terhadap bumi, Gereja turut memperingati Hari Pangan Sedunia, sebagai ungkapan syukur sekaligus ajakan untuk semakin peduli pada keberlanjutan alam dan kesejahteraan sesama.

Di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA), semangat ini diwujudkan secara sederhana namun penuh makna. Tata altar dan hiasan di sekitar gereja pada hari Minggu ini dihiasi dengan hasil bumi — buah-buahan, sayuran, dan aneka panenan alam yang segar dan indah. Semua itu menjadi simbol nyata syukur umat atas rezeki Tuhan yang melimpah, sekaligus tanda kesadaran bahwa bumi adalah rumah bersama yang harus dijaga.

Tahun 1982, Konferensi Wali Gereja Indonesia (dahulu masih bernama Majelis Agung Wali Gereja Indonesia) mengambil bagian secara aktif dalam peringatan dan perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS), baik di tingkat nasional maupun keuskupan. Sejak saat itu, Gerakan HPS Gereja Katolik Indonesia menjadi salah satu bentuk aktualisasi iman kristiani dalam menghargai pangan yang sehat, memuliakan lingkungan hidup yang lestari, dan menghormati para petani yang menyediakan bahan pangan bagi kehidupan.

Secara khusus, peringatan HPS dalam Gereja Katolik Indonesia dijadikan sarana untuk membangkitkan solidaritas dan menghimpun daya umat, guna ikut mengatasi situasi rawan pangan yang masih terjadi di berbagai wilayah tanah air — yang kerap menimbulkan penderitaan bagi masyarakat kecil.

Gerakan HPS Gereja Katolik berangkat dari iman yang dirayakan dan diwujudkan dalam realitas dunia. Dunia ini sesungguhnya adalah tempat di mana Allah, manusia, dan ciptaan lain disatukan oleh Roh Allah sendiri — sumber kehidupan yang memelihara dan menjaga keberlangsungan ciptaan. Melalui kontemplasi atas realitas ini, manusia dipanggil untuk menemukan dan menyadari cinta Allah yang hadir dalam diri sesama dan seluruh ciptaan.

Iman inilah yang menjiwai pelayanan Gereja dalam Gerakan HPS — iman yang peduli pada kecukupan, ketersediaan, dan keberlangsungan pangan yang sehat bagi hidup manusia. Dengan semangat itu, Gereja diharapkan mampu menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran akan kehadiran Allah dalam tata kelola pangan di dunia, sebagai wujud nyata kasih dan penyelenggaraan Ilahi bagi seluruh ciptaan.

Melalui peringatan Hari Pangan Sedunia, umat GMBA diajak untuk bersyukur, berbagi, dan semakin mencintai bumi yang menjadi sumber kehidupan — sebagaimana Bunda Maria, yang dengan kesederhanaannya selalu menyimpan segala karya Allah dalam hati, dan menghadirkannya dalam kasih yang memberi hidup.

Workshop Pemantapan Sistem Keamanan Gereja Katolik

Oleh Tim PAMDAL GMBA – 19 Oktober 2025


Dalam semangat pelayanan dan tanggung jawab menjaga ketertiban di rumah Tuhan, Tim PAMDAL Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) melaksanakan program kerja tahun 2025 berupa Workshop Pemantapan Sistem Keamanan Gereja Katolik di GMBA dan Gereja se-DIY, pada Minggu, 19 Oktober 2025, pukul 10.00 WIB.

Acara ini berada di bawah tanggung jawab Bapak Antonius Sumaryanto, seorang purnawirawan TNI AD dari kesatuan Kopassus, yang dalam karier militernya lebih banyak berkecimpung di BNPT ( Badan Nasional Penenggulangan Terorisme ). Dengan pengalaman dan kedisiplinan yang telah teruji, beliau menjadi figur penting yang menuntun Tim PAMDAL GMBA untuk membangun sistem keamanan yang tangguh, tertata, dan berwawasan pelayanan.

Kegiatan ini menghadirkan AM. Bebet Darmawan beserta timnya sebagai pemateri. Turut hadir pula Tim Keamanan PAMDAL GMBA, empat ketua wilayah GMBA, Ketua Forum Keamanan Vikep Timur, Ibu Elisabeth (Ibu Elis), serta tamu undangan dari Tim Keamanan Gereja Babarsari dan Nandan.

Dalam suasana yang disiplin dan penuh semangat, narasumber menjelaskan pentingnya sistem keamanan yang terencana, sigap, dan terlatih. Paparan diawali dengan gambaran mengenai sistem keamanan di Roma dalam pengawalan Sri Paus, yang menjadi inspirasi bagi sistem keamanan di lingkungan gereja lokal. Para peserta diajak untuk memahami bagaimana profesionalisme, kerahasiaan, dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menjaga ketenangan jalannya ibadah.

Bagian yang paling menarik adalah saat tim dari Pak Bebet – Mas Doni dan Mas Satria – memimpin sesi simulasi lapangan. Dengan gaya pelatihan yang tegas namun tetap humanis, mereka memperagakan berbagai situasi darurat: mulai dari penanganan terhadap orang yang masuk gereja membawa senjata tajam, hingga teknik melumpuhkan pelaku dengan aman tanpa membahayakan umat. Suasana aula terasa intens, namun penuh rasa hormat akan tanggung jawab mulia menjaga keamanan umat yang sedang beribadah.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis dan taktis, tetapi juga menumbuhkan jiwa kedisiplinan dan pelayanan di antara seluruh anggota PAMDAL. Dengan semangat semi-militer yang terarah pada kasih dan ketertiban, seluruh peserta menyadari bahwa keamanan gereja bukan hanya urusan fisik, tetapi juga bentuk nyata dari pelayanan dan perlindungan terhadap Tubuh Kristus yang hidup dalam umat-Nya.

Melalui workshop ini, Tim PAMDAL GMBA semakin diteguhkan dalam panggilannya.

Saat Nada Menjadi Doa: Cantores GMBA dalam Panggung Grego Julius Orchestra


Sabtu, 18 Oktober 2025, menjadi malam penuh kemuliaan dan sukacita bagi dunia musik rohani Katolik di Yogyakarta. Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma menjadi saksi hadirnya harmoni agung dalam konser Grego Julius Orchestra bertema “Simfoni bagi Sang Pencipta, Saat Nada Menjadi Doa.”

Di tengah gemerlap cahaya dan alunan orkestra yang megah, Tim Cantores Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo (GMBA) tampil dengan penuh percaya diri dan penghayatan mendalam. Suara mereka berpadu indah bersama orkestra dan paduan suara lain seperti Mary Ignacio Choir, Swara Sekawan, Kidung Tyas Dalem, Vox Norte, dan Duta Voice — membentuk satu persembahan rohani yang menyentuh hati.

Bagi Cantores GMBA, malam itu bukan sekadar sebuah penampilan. Itu adalah puncak dari perjalanan panjang, latihan demi latihan, doa demi doa yang mereka jalani dengan setia. Di bawah bimbingan mas FX. Kristanto Nugroho, tim ini menempuh proses latihan yang penuh disiplin dan semangat, demi mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan.

Kesempatan berharga ini lahir berkat peran mas Antonius Henri Yulianto, salah satu arranger lagu-lagu karya pak Grego Julius, yang mengajukan nama Cantores Maguwo (CM) untuk turut ambil bagian dalam konser besar ini. Sebuah langkah yang tidak hanya membawa nama Gereja Maguwo ke panggung luas, tetapi juga memperlihatkan bahwa pelayanan musik liturgi dapat menjadi wujud kesaksian iman yang menginspirasi.

Di balik penampilan yang menggetarkan hati itu, berdirilah para penyanyi luar biasa yang membentuk tubuh paduan suara Cantores GMBA:

Sopran: Mia, Nining, Ipuk, Yulia, Rospita, Purna, Amy, Woro, Yuliana, dan Vera.
Alto: Ismawan, Dyah, Lusi, C. Supartini, Flaviana, dan Endang.
Tenor: Tri Mulyono, Danang, Heru, dan Donny.
Bass: Rinto, Wiwid, Bani, Teguh, Reno, Henry, dan Kristanto.

Mereka semua adalah bagian dari keluarga besar Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo yang mempersembahkan talenta mereka bagi Tuhan, bukan untuk kemegahan pribadi, tetapi untuk kemuliaan nama-Nya.

Ketika suara Cantores GMBA mengalun di ruang auditorium yang megah, setiap nada terasa membawa pesan: bahwa musik gerejawi bukan sekadar seni, melainkan doa yang hidup. Suara-suara yang terlatih dan hati-hati yang berapi-api berpadu dalam harmoni yang memuliakan Sang Pencipta. Banyak penonton yang terdiam, larut dalam keindahan musik yang begitu sakral dan menggetarkan jiwa.

Penampilan Cantores GMBA malam itu menjadi buah dari ketekunan, persaudaraan, dan semangat pelayanan. Mereka tidak hanya tampil mewakili sebuah komunitas, tetapi juga membawa wajah Gereja yang penuh kasih, muda, dan bersukacita.

Misa Lansia: Tetap Bersukacita dan Berpengharapan di Masa Tua


Pagi yang teduh menyelimuti Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo ketika lonceng misa belum lagi berdentang. Di antara desir angin dan cahaya matahari yang lembut, satu per satu umat lanjut usia mulai berdatangan. Ada yang berjalan tegap dengan langkah mantap, ada yang perlahan dengan tongkat di tangan, dan ada pula yang didorong dengan kursi roda oleh keluarga tercinta. Semua datang dengan hati yang sama: rindu akan perjumpaan dengan Kristus dalam Ekaristi Kudus.

klik to play

Tepat pukul 08.00, suasana gereja sudah terasa hidup dalam hening doa. Tim Pelayanan Legio Maria memimpin Doa Rosario, membuka hari dengan permenungan yang lembut tentang kasih Bunda Maria yang senantiasa menyertai umat-Nya. Setelah itu, umat bersiap menyambut Perayaan Ekaristi Lansia yang diprakarsai oleh Tim PIUL (Pelayanan Iman Umat Lansia) — sebuah bentuk perhatian dan pendampingan Gereja bagi para umat usia lanjut agar tetap hidup dalam kasih dan semangat iman.

Perayaan Misa dimulai pukul 08.50, dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. Sebelum Liturgi Ekaristi dimulai, umat terlebih dahulu berdoa Doa Pembangunan Gereja Paroki St. Maria Marganingsih Kalasan, memohon agar setiap batu dan tenaga yang terlibat menjadi persembahan bagi kemuliaan Tuhan. Doa ini kemudian disusul dengan lagu medley dan lagu pembukaan “Hidup Cerah” yang dibawakan oleh kelompok koor PMG (Pemusik Muda Gereja) Stasi Maguwo, menandai awal perayaan dengan sukacita yang sederhana namun penuh makna.

Tema yang diangkat dalam Misa kali ini “Hidup dalam Sukacita dan Pengharapan di Masa Lansia” — seakan menggema dalam setiap wajah yang hadir. Di usia yang mungkin tak lagi muda, para lansia tetap menunjukkan bahwa iman tidak mengenal batas usia. Dalam khotbahnya, Romo Dadang dengan sapaan hangat dan gaya khasnya mengajak umat untuk meneladani semangat para murid dalam Injil Lukas 10:1–12, ketika Yesus mengutus tujuh puluh murid untuk mewartakan damai.

“Bagi para lansia,” ujar Romo, “pewartaan itu tidak harus dilakukan dengan langkah kaki yang jauh, tetapi dengan ojo ningalake Gusti Yesus — jangan pernah meninggalkan Tuhan Yesus. Biarlah hidup kita menjadi kesaksian bagi anak, cucu, dan sesama, agar mereka melihat kasih Allah melalui kelembutan hati dan kesetiaan kita.”

Suasana khidmat terasa ketika umat menerima Sakramen Ekaristi. Lagu “The Majesty” mengiringi langkah para prodiakon yang membagikan Tubuh Kristus kepada setiap umat dengan penuh hormat. Di tengah keterbatasan fisik, para lansia tetap mengulurkan tangan, menerima dan menyambut Sang Penyelamat dengan hati yang bersyukur.

Menjelang akhir perayaan, umat menerima berkat penutup dari Romo Dadang, disertai lagu “Yubelium” yang dinyanyikan dengan penuh semangat. Wajah-wajah yang telah renta tampak bercahaya—bukan karena muda kembali, melainkan karena dipenuhi oleh sukacita iman yang tidak lekang oleh waktu.

Usai misa, suasana keakraban mewarnai pelataran gereja. Ada yang saling menyapa setelah lama tak bertemu, ada pula yang hanya tersenyum dari kejauhan sambil menggenggam tangan satu sama lain. Dalam perjumpaan sederhana itu, kasih persaudaraan Gereja sungguh terasa nyata.

Dari data yang dihimpun, 215 umat lansia terdaftar mengikuti misa ini, dengan total kehadiran umat sekitar 280 orang. Satu jam yang singkat terasa begitu penuh rahmat—menjadi ruang di mana Gereja memberi tempat istimewa bagi mereka yang telah lama berjuang dalam iman, agar tetap setia, tetap bersyukur, dan tetap bersukacita dalam pengharapan kepada Tuhan.

Di masa ketika tubuh mungkin tak lagi sekuat dulu, Tuhan justru menghadirkan kesempatan untuk memancarkan kasih-Nya dengan cara yang lebih lembut—melalui senyum, doa, dan kesetiaan dalam iman. Sebab sukacita sejati tidak datang dari kekuatan fisik, melainkan dari hati yang tetap bersandar pada Tuhan, sumber pengharapan yang tak pernah pudar.

H-2 Menuju Konser Grego Julius Orchestra — Tim Cantores GMBA Siap Menggema


Dua hari menjelang konser Grego Julius Orchestra yang akan digelar pada 18 Oktober 2025 di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, suasana latihan tim Cantores GMBA semakin terasa penuh semangat.
Setiap anggota mempersiapkan diri dengan sepenuh hati — menyatukan suara, menajamkan harmoni, dan menata dinamika, agar persembahan yang akan dibawakan menjadi indah dan bermakna.

Konser ini bukan sekadar panggung besar bagi musik dan orkestra, tetapi juga menjadi kesempatan bagi tim Cantores GMBA untuk mempersembahkan pujian dan pelayanan dalam bentuk seni suara. Dalam setiap nada dan bait lagu, tersimpan doa dan kerinduan untuk menghadirkan kehangatan, harapan, serta sukacita bagi semua yang hadir.

Latihan demi latihan dilakukan dengan penuh kesungguhan. Di sela tawa, kesalahan kecil, dan semangat yang terus tumbuh, tampak jelas bahwa kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama Cantores GMBA. Setiap suara yang berpadu adalah simbol persaudaraan, kerja sama, dan cinta pelayanan yang tulus.

Squad Cantores GMBA siap mempersembahkan harmoni terbaiknya bersama Grego Julius Orchestra — bukan sekadar untuk didengar, tetapi untuk dihayati sebagai ungkapan iman dan syukur.

Dua hari lagi menuju panggung besar.
Dua hari lagi menuju malam yang akan menggetarkan hati.

Road to Show — Grego Julius Orchestra | 18 Oktober 2025 | Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Road to Show: Cantores GMBA Menuju Panggung Grego Julius Orchestra


Dalam perjalanan pelayanan musik liturgi, setiap nada adalah doa, dan setiap harmoni adalah ungkapan syukur. Di bawah semangat itu, Tim Cantores Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo (GMBA) kini tengah menapaki langkah besar menuju panggung Grego Julius Orchestra — sebuah perhelatan musik rohani yang akan digelar di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Perjalanan menuju acara ini bukan sekadar persiapan tampil di atas panggung, tetapi merupakan peziarahan musikal dan spiritual yang panjang. Sejak jauh hari, tim Cantores GMBA telah memulai proses latihan demi latihan dengan disiplin dan semangat luar biasa. Setiap sesi latihan menjadi ruang untuk belajar, memperbaiki diri, dan menumbuhkan kesatuan hati antar anggota.

Di tengah padatnya aktivitas pribadi dan pelayanan, para anggota Cantores tetap meluangkan waktu untuk hadir, menyatukan suara, melatih dinamika, intonasi, serta kekompakan tim. Tak jarang, mereka mengulang satu bagian lagu berkali-kali demi menemukan harmoni yang sempurna. Namun di balik semua itu, selalu ada tawa, doa, dan semangat kebersamaan yang membuat setiap latihan terasa hangat.

Kisah keterlibatan Cantores GMBA di panggung Grego Julius Orchestra sendiri berawal dari sebuah kesempatan yang penuh rahmat. Adalah Mas Antonius Henri Yulianto, salah satu arranger musik lagu-lagu karya Pak Grego Julius, yang mengajukan nama Cantores Maguwo (CM) untuk turut ambil bagian dalam konser agung ini. Dari sanalah pintu kesempatan terbuka lebar — kesempatan untuk membawa semangat dan warna Gereja Maguwo ke panggung rohani berskala besar.

Dalam proses persiapannya, tim Cantores GMBA dibimbing langsung oleh Mas FX. Kristanto Nugroho (mas Kelik), seorang pelatih paduan suara yang telah berpengalaman melatih berbagai kelompok dari instansi pemerintah maupun sekolah di berbagai daerah. Di bawah arahan Mas Kelik, para anggota Cantores mendapatkan banyak ilmu baru tentang teknik vokal, harmoni, serta penghayatan rohani dalam bernyanyi. Suasana latihan pun menjadi semakin hidup — serius namun penuh kehangatan, disiplin namun tetap sarat tawa dan doa.

Proses ini bukan hanya soal menyanyikan nada dengan tepat, tetapi juga tentang menyelaraskan hati — agar setiap lagu yang dipersembahkan tidak sekadar terdengar indah, melainkan juga memancarkan ketulusan iman dan kasih. Dari latihan yang sederhana, lahirlah tekad besar: menampilkan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama.

“Road to Show” menjadi babak penuh makna dalam perjalanan Cantores GMBA. Di balik setiap suara yang berlatih keras, ada pengorbanan kecil yang dirangkai dengan cinta. Mereka sadar, musik liturgi bukanlah tentang tampil memukau, tetapi tentang menghadirkan kehadiran Allah melalui keindahan suara dan harmoni.

Grego Julius Orchestra sendiri dikenal sebagai ajang bergengsi yang memadukan musik klasik, paduan suara, dan nilai-nilai liturgi Katolik dalam satu persembahan agung. Melalui kesempatan ini, Cantores GMBA membawa nama Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan yang mengangkat keagungan musik rohani di tengah dunia modern.

Bagi para anggota Cantores, pengalaman ini menjadi bentuk nyata dari panggilan pelayanan: melayani Tuhan melalui suara, menghadirkan kasih-Nya melalui musik, dan menjadi saksi iman melalui harmoni. Setiap latihan yang dijalani telah menempa mereka, tidak hanya sebagai penyanyi yang handal, tetapi juga sebagai pelayan yang rendah hati dan saling menguatkan.

Kehadiran mereka di panggung Grego Julius Orchestra nanti diharapkan dapat menjadi wajah Gereja yang muda, dinamis, penuh kasih, dan bersukacita. Bahwa dalam setiap nada yang dinyanyikan, ada cinta yang mengalir; dalam setiap harmoni, ada doa yang dinaikkan; dan dalam setiap tepukan tangan penonton nanti, ada syukur yang kembali kepada Sang Pencipta.

Mari kita semua, umat GMBA, turut mendukung dan mendoakan perjalanan Tim Cantores ini. Semoga penampilan mereka menjadi persembahan yang indah, bukan hanya di hadapan manusia, tetapi terutama di hadapan Tuhan sendiri.
Dan semoga setiap lagu yang mereka nyanyikan, setiap nada yang mereka lepaskan, menjadi gema pujian yang membawa damai dan sukacita bagi siapa pun yang mendengarnya.

KENALI APA ITU HIPERTENSI


Apa itu Hipertensi?

Hipertensi di Indonesia umumnya didefinisikan jika tekanan darah ≥140/90 mmHg pada dua kali pemeriksaan berbeda.

Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan.

Bahkan, gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian.

Istilah tekanan darah sendiri bisa digambarkan sebagai kekuatan dari sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh yang merupakan pembuluh darah utama.

Besarnya tekanan yang terjadi bergantung pada resistensi dari pembuluh darah dan seberapa intens jantung untuk bekerja.

Seseorang dapat mengalami tekanan darah tinggi apabila semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan akibat sempitnya pembuluh darah pada arteri.

Hipertensi dapat diketahui dengan pemeriksaan rutin pada tekanan darah. Hal ini direkomendasikan untuk dilakukan setiap tahun oleh semua orang dewasa.

Pembacaan tekanan darah dilakukan dalam satuan milimeter air raksa (mmHg). Hasil pemeriksaan akan terbagi menjadi dua nomor, yaitu:

  • Angka pertama atau sistolik mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi atau berdetak. 
  • Angka kedua atau diastolik mewakili tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detaknya.

Seseorang bisa dikatakan mengalami hipertensi jika angka tekanan darah sistolik dari pengukuran selama dua kali berturut-turut memperlihatkan hasil yang lebih besar dari 140 mmHg, dan/atau angka tekanan darah diastolik menunjukkan hasil yang lebih besar dari 90 mmHg.

Hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Berikut penjelasan tentang penyebab hipertensi ini:

1. Hipertensi Primer

Sering kali, penyebab terjadinya hipertensi pada kebanyakan orang dewasa tidak dapat diidentifikasi.

Hipertensi primer cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun yang akhirnya semakin parah jika tidak dilakukan penanganan.

2. Hipertensi Sekunder

Beberapa orang memiliki tekanan darah tinggi karena alami kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Hipertensi jenis ini cenderung terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer.

Berbagai kondisi yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, antara lain:

  • Obstruktif Sleep Opnea (OSA).
  • Masalah ginjal.
  • Tumor kelenjar adrenal.
  • Masalah tiroid
  • Cacat bawaan di pembuluh darah.
  • Obat-obatan, seperti pil KB, obat flu, dekongestan, obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. 
  • Obat-obatan terlarang.

Faktor Risiko Hipertensi

Memang faktor risiko untuk alami hipertensi berbanding lurus dengan usia.

Seseorang yang memiliki usia lebih tua memiliki kemungkinan lebih besar untuk alami hipertensi.

Beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan terjadinya hipertensi adalah:

  • Memiliki usia di atas 65 tahun.
  • Sering mengonsumsi makanan tinggi garam berlebihan.
  • Alami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Adanya riwayat keluarga dengan kondisi medis yang sama.
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayuran.
  • Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga.
  • Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung kafein.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Stres. Tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara.
  • Alami kondisi kronis tertentu, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau sleep apnea.

Perlu dipahami juga terkadang kehamilan juga dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.

Selain itu, gangguan ini juga dapat terjadi pada anak-anak yang biasanya disebabkan masalah pada ginjal atau jantung.

Pengaruh gaya hidup yang buruk juga semakin memperparah masalah ini. 

Meski demikian, kamu dapat menurunkan atau bahkan mencegah risiko terjadinya hipertensi dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan mengatur pola makan secara rutin.

Pastikan untuk memenuhi asupan gizi pada tubuh agar tetap sehat, konsumsi air putih setiap hari, dan berolahraga secara teratur.

Lengkapi juga dengan mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk menjaga tubuh agar tetap sehat.

Gejala Hipertensi

Seseorang yang mengidap hipertensi akan merasakan beberapa gejala yang timbul, antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Mimisan.
  • Masalah penglihatan.
  • Nyeri dada.
  • Telinga berdengung.
  • Sesak nafas
  • Aritmia.

Untuk hipertensi yang berat gejalanya bisa berupa: 

  • Kelelahan.
  • Mual dan/atau muntah.
  • Kebingungan.
  • Merasa cemas
  • Nyeri pada dada.
  • Tremor otot.
  • Adanya darah dalam urine.

Diagnosis Hipertensi

Dokter akan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik.

Setelah itu, dokter alat untuk mengukur tekanan darah dengan menggunakan alat pengukur tekanan. 

Hasil pengukuran tekanan darah dibagi menjadi empat kategori umum:

  • Tekanan darah normal adalah tekanan darah di bawah 120/80 mmHg.
  • Prahipertensi adalah tekanan sistolik yang berkisar dari 120–139 mmHg, atau tekanan darah diastolik yang berkisar dari 80–89 mmHg. Prahipertensi cenderung dapat memburuk dari waktu ke waktu.
  • Hipertensi tahap 1 adalah tekanan sistolik berkisar 140–159 mmHg, atau tekanan diastolik berkisar 90–99 mm Hg.
  • Hipertensi tahap 2 tergolong lebih parah. Hipertensi tahap 2 adalah tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih tinggi, atau tekanan diastolik 100 mmHg atau lebih tinggi.
  • Krisis hipertensi. Hasil pengukuran tekanan darah lebih tinggi dari 180/120 mmHg. Kondisi ini termasuk situasi darurat yang memerlukan perawatan medis segera. Apabila kamu mendapatkan hasil ini saat mengukur tekanan darah di rumah, tunggu lima menit dan tes ulang. Jika alami gejala hipertensi, ada baiknya segera mendapatkan pemeriksaan di rumah sakit.

Apabila hasilnya masih samar, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis.

Metodenya dapat melalui:

  • Pemantauan rawat jalan. Tujuannya untuk memeriksa tekanan darah secara teratur selama 6 hingga 24 jam.
  • Tes kadar kolesterol. Untuk memeriksa kondisi yang dapat menyebabkan atau memperburuk tekanan darah tinggi. 
  • Tes gula darah. Tujuannya untuk mengetahui resistensi insulin yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, dan berkontribusi pada pengembangan hipertensi.
  • Elektrokardiogram (EKG). Caranya dengan mengukur aktivitas listrik jantung dan mengetahui seberapa cepat atau lambat jantung berdetak.
  • Ekokardiogram. Pemeriksaan non-invasif ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran detail detak jantung. Ini menunjukkan bagaimana darah bergerak melalui jantung dan katup jantung.
  • Pemeriksaan fungsi tiroid. Tujuannya untuk menilai fungsi kelenjar tiroid yang dapat memengaruhi tekanan darah.
  • Pemeriksaan urine. Fungsinya untuk mengidentifikasi adanya protein, darah, atau zat lain yang dapat mengindikasikan hipertensi, termasuk kerusakan ginjal.

Jika kamu sering merasakan sakit kepala, masalah penglihatan, nyeri dada, sesak napas, hingga telinga berdengung, mungkin sudah saat kamu melakukan medical check up, Tujuannya, untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sehingga masalah kesehatan dapat dideteksi secara dini.

sumber : Apa itu Hipertensi? Gejala, Penyebab & Pengobatan – Halodoc

“Hidup yang Menjadi Doa: Kesaksian Iman Mas Yuda”


Tulisan kesaksian iman ini ditulis oleh Maria Verawati Alvares sebagai ungkapan syukur atas karya Tuhan yang nyata dalam diri almarhum Mas Yuda. Dalam doa dan perjumpaan sederhana di kamarnya, tampak betapa indahnya hidup yang dipersembahkan kepada Allah melalui altar kecil, kidung pujian, dan kesetiaan dalam doa. Semoga melalui kesaksian ini, kita semua diajak untuk semakin menyadari bahwa kasih Tuhan bekerja dengan cara yang lembut namun mendalam, bahkan dalam ruang-ruang sederhana kehidupan sehari-hari.


Bapak, Ibu, dan rekan muda saat ini Saya bersama dengan Suster Yohanina,OP dan Bapak Ibu Gusadi (orang tua mas Yuda) berada di dalam kamar mas Yuda untuk berdoa bersama.

Luar biasa keren dan hebat mas Yuda.

Berikut adalah foto Altar Mini tempat biasa mas Yuda selalu berdoa di dalam kamarnya. Sungguh tertata rapi, lengkap dengan lilin, salib, patung Yesus dan keluarga Kudus serta buku2 doa.

Dan luar biasa menginspirasi kita semua. Ternyata mas Yuda juga punya bakat dan kebiasaan atau bisa bermain keyboard. Dia adalah pribadi muda yang rendah hati dan penuh spiritual.

Di dalam kamarnya ada keyboard dimana sudah menjadi kebiasaannya setelah berdoa di depan Altar Mini tersebut dia bersenandung menyanyikan kidung pujian terutama saat dia ingin berangkat ke Gereja.

Yuda, kamu keren banget.. Terimakasih sudah menjadi inspirator dan guru kami


(Saya sudah mendapatkan ijin dari keluarga untuk membagikan warta baik ini kepada Bapak, Ibu, dan rekan muda)