Road to Show: Cantores GMBA Menuju Panggung Grego Julius Orchestra


Dalam perjalanan pelayanan musik liturgi, setiap nada adalah doa, dan setiap harmoni adalah ungkapan syukur. Di bawah semangat itu, Tim Cantores Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo (GMBA) kini tengah menapaki langkah besar menuju panggung Grego Julius Orchestra — sebuah perhelatan musik rohani yang akan digelar di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Perjalanan menuju acara ini bukan sekadar persiapan tampil di atas panggung, tetapi merupakan peziarahan musikal dan spiritual yang panjang. Sejak jauh hari, tim Cantores GMBA telah memulai proses latihan demi latihan dengan disiplin dan semangat luar biasa. Setiap sesi latihan menjadi ruang untuk belajar, memperbaiki diri, dan menumbuhkan kesatuan hati antar anggota.

Di tengah padatnya aktivitas pribadi dan pelayanan, para anggota Cantores tetap meluangkan waktu untuk hadir, menyatukan suara, melatih dinamika, intonasi, serta kekompakan tim. Tak jarang, mereka mengulang satu bagian lagu berkali-kali demi menemukan harmoni yang sempurna. Namun di balik semua itu, selalu ada tawa, doa, dan semangat kebersamaan yang membuat setiap latihan terasa hangat.

Kisah keterlibatan Cantores GMBA di panggung Grego Julius Orchestra sendiri berawal dari sebuah kesempatan yang penuh rahmat. Adalah Mas Antonius Henri Yulianto, salah satu arranger musik lagu-lagu karya Pak Grego Julius, yang mengajukan nama Cantores Maguwo (CM) untuk turut ambil bagian dalam konser agung ini. Dari sanalah pintu kesempatan terbuka lebar — kesempatan untuk membawa semangat dan warna Gereja Maguwo ke panggung rohani berskala besar.

Dalam proses persiapannya, tim Cantores GMBA dibimbing langsung oleh Mas FX. Kristanto Nugroho (mas Kelik), seorang pelatih paduan suara yang telah berpengalaman melatih berbagai kelompok dari instansi pemerintah maupun sekolah di berbagai daerah. Di bawah arahan Mas Kelik, para anggota Cantores mendapatkan banyak ilmu baru tentang teknik vokal, harmoni, serta penghayatan rohani dalam bernyanyi. Suasana latihan pun menjadi semakin hidup — serius namun penuh kehangatan, disiplin namun tetap sarat tawa dan doa.

Proses ini bukan hanya soal menyanyikan nada dengan tepat, tetapi juga tentang menyelaraskan hati — agar setiap lagu yang dipersembahkan tidak sekadar terdengar indah, melainkan juga memancarkan ketulusan iman dan kasih. Dari latihan yang sederhana, lahirlah tekad besar: menampilkan yang terbaik bagi Tuhan dan sesama.

“Road to Show” menjadi babak penuh makna dalam perjalanan Cantores GMBA. Di balik setiap suara yang berlatih keras, ada pengorbanan kecil yang dirangkai dengan cinta. Mereka sadar, musik liturgi bukanlah tentang tampil memukau, tetapi tentang menghadirkan kehadiran Allah melalui keindahan suara dan harmoni.

Grego Julius Orchestra sendiri dikenal sebagai ajang bergengsi yang memadukan musik klasik, paduan suara, dan nilai-nilai liturgi Katolik dalam satu persembahan agung. Melalui kesempatan ini, Cantores GMBA membawa nama Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan yang mengangkat keagungan musik rohani di tengah dunia modern.

Bagi para anggota Cantores, pengalaman ini menjadi bentuk nyata dari panggilan pelayanan: melayani Tuhan melalui suara, menghadirkan kasih-Nya melalui musik, dan menjadi saksi iman melalui harmoni. Setiap latihan yang dijalani telah menempa mereka, tidak hanya sebagai penyanyi yang handal, tetapi juga sebagai pelayan yang rendah hati dan saling menguatkan.

Kehadiran mereka di panggung Grego Julius Orchestra nanti diharapkan dapat menjadi wajah Gereja yang muda, dinamis, penuh kasih, dan bersukacita. Bahwa dalam setiap nada yang dinyanyikan, ada cinta yang mengalir; dalam setiap harmoni, ada doa yang dinaikkan; dan dalam setiap tepukan tangan penonton nanti, ada syukur yang kembali kepada Sang Pencipta.

Mari kita semua, umat GMBA, turut mendukung dan mendoakan perjalanan Tim Cantores ini. Semoga penampilan mereka menjadi persembahan yang indah, bukan hanya di hadapan manusia, tetapi terutama di hadapan Tuhan sendiri.
Dan semoga setiap lagu yang mereka nyanyikan, setiap nada yang mereka lepaskan, menjadi gema pujian yang membawa damai dan sukacita bagi siapa pun yang mendengarnya.

KENALI APA ITU HIPERTENSI


Apa itu Hipertensi?

Hipertensi di Indonesia umumnya didefinisikan jika tekanan darah ≥140/90 mmHg pada dua kali pemeriksaan berbeda.

Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan.

Bahkan, gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian.

Istilah tekanan darah sendiri bisa digambarkan sebagai kekuatan dari sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh yang merupakan pembuluh darah utama.

Besarnya tekanan yang terjadi bergantung pada resistensi dari pembuluh darah dan seberapa intens jantung untuk bekerja.

Seseorang dapat mengalami tekanan darah tinggi apabila semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan akibat sempitnya pembuluh darah pada arteri.

Hipertensi dapat diketahui dengan pemeriksaan rutin pada tekanan darah. Hal ini direkomendasikan untuk dilakukan setiap tahun oleh semua orang dewasa.

Pembacaan tekanan darah dilakukan dalam satuan milimeter air raksa (mmHg). Hasil pemeriksaan akan terbagi menjadi dua nomor, yaitu:

  • Angka pertama atau sistolik mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi atau berdetak. 
  • Angka kedua atau diastolik mewakili tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detaknya.

Seseorang bisa dikatakan mengalami hipertensi jika angka tekanan darah sistolik dari pengukuran selama dua kali berturut-turut memperlihatkan hasil yang lebih besar dari 140 mmHg, dan/atau angka tekanan darah diastolik menunjukkan hasil yang lebih besar dari 90 mmHg.

Hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Berikut penjelasan tentang penyebab hipertensi ini:

1. Hipertensi Primer

Sering kali, penyebab terjadinya hipertensi pada kebanyakan orang dewasa tidak dapat diidentifikasi.

Hipertensi primer cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun yang akhirnya semakin parah jika tidak dilakukan penanganan.

2. Hipertensi Sekunder

Beberapa orang memiliki tekanan darah tinggi karena alami kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Hipertensi jenis ini cenderung terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer.

Berbagai kondisi yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, antara lain:

  • Obstruktif Sleep Opnea (OSA).
  • Masalah ginjal.
  • Tumor kelenjar adrenal.
  • Masalah tiroid
  • Cacat bawaan di pembuluh darah.
  • Obat-obatan, seperti pil KB, obat flu, dekongestan, obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. 
  • Obat-obatan terlarang.

Faktor Risiko Hipertensi

Memang faktor risiko untuk alami hipertensi berbanding lurus dengan usia.

Seseorang yang memiliki usia lebih tua memiliki kemungkinan lebih besar untuk alami hipertensi.

Beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan terjadinya hipertensi adalah:

  • Memiliki usia di atas 65 tahun.
  • Sering mengonsumsi makanan tinggi garam berlebihan.
  • Alami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Adanya riwayat keluarga dengan kondisi medis yang sama.
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayuran.
  • Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga.
  • Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung kafein.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Stres. Tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara.
  • Alami kondisi kronis tertentu, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau sleep apnea.

Perlu dipahami juga terkadang kehamilan juga dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.

Selain itu, gangguan ini juga dapat terjadi pada anak-anak yang biasanya disebabkan masalah pada ginjal atau jantung.

Pengaruh gaya hidup yang buruk juga semakin memperparah masalah ini. 

Meski demikian, kamu dapat menurunkan atau bahkan mencegah risiko terjadinya hipertensi dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan mengatur pola makan secara rutin.

Pastikan untuk memenuhi asupan gizi pada tubuh agar tetap sehat, konsumsi air putih setiap hari, dan berolahraga secara teratur.

Lengkapi juga dengan mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk menjaga tubuh agar tetap sehat.

Gejala Hipertensi

Seseorang yang mengidap hipertensi akan merasakan beberapa gejala yang timbul, antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Mimisan.
  • Masalah penglihatan.
  • Nyeri dada.
  • Telinga berdengung.
  • Sesak nafas
  • Aritmia.

Untuk hipertensi yang berat gejalanya bisa berupa: 

  • Kelelahan.
  • Mual dan/atau muntah.
  • Kebingungan.
  • Merasa cemas
  • Nyeri pada dada.
  • Tremor otot.
  • Adanya darah dalam urine.

Diagnosis Hipertensi

Dokter akan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik.

Setelah itu, dokter alat untuk mengukur tekanan darah dengan menggunakan alat pengukur tekanan. 

Hasil pengukuran tekanan darah dibagi menjadi empat kategori umum:

  • Tekanan darah normal adalah tekanan darah di bawah 120/80 mmHg.
  • Prahipertensi adalah tekanan sistolik yang berkisar dari 120–139 mmHg, atau tekanan darah diastolik yang berkisar dari 80–89 mmHg. Prahipertensi cenderung dapat memburuk dari waktu ke waktu.
  • Hipertensi tahap 1 adalah tekanan sistolik berkisar 140–159 mmHg, atau tekanan diastolik berkisar 90–99 mm Hg.
  • Hipertensi tahap 2 tergolong lebih parah. Hipertensi tahap 2 adalah tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih tinggi, atau tekanan diastolik 100 mmHg atau lebih tinggi.
  • Krisis hipertensi. Hasil pengukuran tekanan darah lebih tinggi dari 180/120 mmHg. Kondisi ini termasuk situasi darurat yang memerlukan perawatan medis segera. Apabila kamu mendapatkan hasil ini saat mengukur tekanan darah di rumah, tunggu lima menit dan tes ulang. Jika alami gejala hipertensi, ada baiknya segera mendapatkan pemeriksaan di rumah sakit.

Apabila hasilnya masih samar, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis.

Metodenya dapat melalui:

  • Pemantauan rawat jalan. Tujuannya untuk memeriksa tekanan darah secara teratur selama 6 hingga 24 jam.
  • Tes kadar kolesterol. Untuk memeriksa kondisi yang dapat menyebabkan atau memperburuk tekanan darah tinggi. 
  • Tes gula darah. Tujuannya untuk mengetahui resistensi insulin yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, dan berkontribusi pada pengembangan hipertensi.
  • Elektrokardiogram (EKG). Caranya dengan mengukur aktivitas listrik jantung dan mengetahui seberapa cepat atau lambat jantung berdetak.
  • Ekokardiogram. Pemeriksaan non-invasif ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran detail detak jantung. Ini menunjukkan bagaimana darah bergerak melalui jantung dan katup jantung.
  • Pemeriksaan fungsi tiroid. Tujuannya untuk menilai fungsi kelenjar tiroid yang dapat memengaruhi tekanan darah.
  • Pemeriksaan urine. Fungsinya untuk mengidentifikasi adanya protein, darah, atau zat lain yang dapat mengindikasikan hipertensi, termasuk kerusakan ginjal.

Jika kamu sering merasakan sakit kepala, masalah penglihatan, nyeri dada, sesak napas, hingga telinga berdengung, mungkin sudah saat kamu melakukan medical check up, Tujuannya, untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sehingga masalah kesehatan dapat dideteksi secara dini.

sumber : Apa itu Hipertensi? Gejala, Penyebab & Pengobatan – Halodoc

“Hidup yang Menjadi Doa: Kesaksian Iman Mas Yuda”


Tulisan kesaksian iman ini ditulis oleh Maria Verawati Alvares sebagai ungkapan syukur atas karya Tuhan yang nyata dalam diri almarhum Mas Yuda. Dalam doa dan perjumpaan sederhana di kamarnya, tampak betapa indahnya hidup yang dipersembahkan kepada Allah melalui altar kecil, kidung pujian, dan kesetiaan dalam doa. Semoga melalui kesaksian ini, kita semua diajak untuk semakin menyadari bahwa kasih Tuhan bekerja dengan cara yang lembut namun mendalam, bahkan dalam ruang-ruang sederhana kehidupan sehari-hari.


Bapak, Ibu, dan rekan muda saat ini Saya bersama dengan Suster Yohanina,OP dan Bapak Ibu Gusadi (orang tua mas Yuda) berada di dalam kamar mas Yuda untuk berdoa bersama.

Luar biasa keren dan hebat mas Yuda.

Berikut adalah foto Altar Mini tempat biasa mas Yuda selalu berdoa di dalam kamarnya. Sungguh tertata rapi, lengkap dengan lilin, salib, patung Yesus dan keluarga Kudus serta buku2 doa.

Dan luar biasa menginspirasi kita semua. Ternyata mas Yuda juga punya bakat dan kebiasaan atau bisa bermain keyboard. Dia adalah pribadi muda yang rendah hati dan penuh spiritual.

Di dalam kamarnya ada keyboard dimana sudah menjadi kebiasaannya setelah berdoa di depan Altar Mini tersebut dia bersenandung menyanyikan kidung pujian terutama saat dia ingin berangkat ke Gereja.

Yuda, kamu keren banget.. Terimakasih sudah menjadi inspirator dan guru kami


(Saya sudah mendapatkan ijin dari keluarga untuk membagikan warta baik ini kepada Bapak, Ibu, dan rekan muda)

Bersyukur dalam Gerak, Bersatu dalam Sukacita: Senam Lansia Perdana Stasi Maguwo


Sabtu 4 oktober 2025, pagi hari yang penuh berkat, Stasi Maguwo memulai sebuah langkah baru dalam pelayanan pastoral umat lanjut usia. Melalui prakarsa TIM PIUL Stasi Maguwo, diadakanlah kegiatan senam lansia perdana yang berlangsung dengan penuh semangat dan sukacita.

Sejak pagi, sekitar 40 orang lansia sudah hadir dengan wajah penuh kegembiraan. Meski usia mereka tidak lagi muda, semangat yang terpancar begitu luar biasa. Kehadiran mereka menjadi tanda nyata bahwa tubuh adalah bait Roh Kudus, yang patut dirawat dengan sukacita dan syukur.

Dipandu oleh Bapak Kusno, acara senam dimulai dengan gerakan pemanasan sederhana. Lalu, dilanjutkan dengan senam Ling Tien Kung, sebuah rangkaian gerakan lembut yang berasal dari negeri Tiongkok dan sangat cocok bagi lansia. Gerakan demi gerakan dijalani dengan penuh kesungguhan. Bukan sekadar menggerakkan tubuh, tetapi juga melatih ketenangan batin, kelenturan jiwa, dan kesadaran akan anugerah kesehatan yang masih diberikan Tuhan.

Keceriaan begitu terasa. Sesekali tawa kecil terdengar ketika ada peserta yang salah gerakan atau agak terlambat mengikuti. Namun, justru di situlah keindahannya: dalam kebersamaan, semua perbedaan dirangkul dengan sukacita. Senam ini bukan hanya untuk menguatkan jasmani, tetapi juga untuk mempererat tali persaudaraan umat beriman di Stasi Maguwo.

Setelah sesi senam, para peserta diajak beristirahat sejenak. Suasana menjadi semakin hangat ketika alunan lagu “Jogja Istimewa” mengiringi kebersamaan. Lagu itu seakan menjadi simbol bahwa kebersamaan umat, khususnya para lansia, adalah sesuatu yang istimewa dan patut dirayakan dengan penuh rasa syukur.

Kegiatan ini menjadi tanda nyata bahwa Gereja bukan hanya tempat berdoa, tetapi juga ruang hidup bersama yang menghadirkan sukacita, kesehatan, dan persaudaraan. Senam lansia perdana ini menjadi awal yang penuh harapan. Semoga dapat dilaksanakan secara rutin, sehingga para lansia senantiasa diberi semangat untuk menjaga kesehatan, merawat tubuh sebagai anugerah Allah, serta memperdalam persaudaraan dalam iman.

Akhirnya, kegiatan sederhana ini menjadi sebuah ungkapan syukur: bahwa di usia senja sekalipun, umat tetap dapat menghadirkan semangat hidup, kebahagiaan, dan doa dalam setiap gerakan tubuh. Dengan tubuh yang sehat dan hati yang gembira, para lansia Stasi Maguwo pun diajak untuk terus memuliakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi Berbuah Syukur: Pembubaran Panitia Krisma Kalasan–Maguwo


Bertempat di ruang rapat Paroki Kalasan, dilaksanakan pertemuan bersama antara DPH Paroki Kalasan dan DPH Stasi Maguwo dalam rangka pembubaran Panitia Krisma 2025. Pertemuan ini sekaligus menjadi momen kolaborasi yang indah, karena kepanitiaan Krisma tahun ini dijalankan bersama oleh Paroki Kalasan dan Stasi Maguwo.

Dalam kesempatan tersebut, panitia memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan penerimaan Sakramen Krisma yang sebelumnya dihimpun melalui Google Form. Dari hasil evaluasi, disimpulkan bahwa penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo telah berjalan dengan baik dan lancar. Tentu masih ada beberapa kekurangan, namun semua itu akan menjadi bahan pembelajaran berharga untuk pelayanan pada kesempatan berikutnya.

Dengan penuh syukur, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr secara resmi membubarkan kepanitiaan Krisma Paroki Kalasan. Romo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama, ketekunan, serta semangat pelayanan seluruh panitia.

Semoga pengalaman ini semakin meneguhkan semangat kolaborasi, dan menjadi bekal berharga untuk pelayanan gereja di masa mendatang.

Dari Sampah Jadi Energi: Cerita Tim KCLH Maguwo di Workshop Laudato Si


Minggu, 21 September 2025, perwakilan Tim KCLH Stasi Maguwo ikut hadir di acara Peringatan 10 Tahun Ensiklik Laudato Si’ Paus Fransiskus. Kegiatan ini digelar di Rumah Pengolahan Sampah Plastik Pirolisis, Cupuwatu II – Kalasan, sekaligus jadi bagian dari gerakan global Musim Penciptaan (1 September–4 Oktober). Acara berlangsung dari jam 09.00 sampai 12.00 WIB, penuh dengan edukasi dan praktik nyata.

Topik utama yang dibahas adalah pengelolaan sampah plastik dengan teknologi pirolisis. Jadi, plastik yang biasanya cuma numpuk atau dibakar bisa diubah jadi energi: bensin, solar, minyak tanah, sampai briket. Pegiat lingkungan Fransisca Supriyani Wulandari menjelaskan, pirolisis jauh lebih ramah lingkungan ketimbang insinerator atau sekadar dibakar, karena pembakaran plastik justru bikin polusi makin parah. Hasil pirolisis ini juga tidak dijual, tapi dipakai untuk operasional dan edukasi masyarakat.

Beliau juga mengingatkan kalau krisis plastik makin serius karena kita masih terbiasa pakai plastik sekali pakai (sedotan, cup, kresek), dan belum disiplin memilah sampah. Sementara itu, Agustinus Irawan menyoroti krisis air bersih di Sleman. Berdasarkan penelitian 2022–2024, hampir semua mata air di Sleman tercemar bakteri E.coli. Penyebabnya mulai dari pupuk kandang yang tidak difermentasi sampai limbah cair rumah tangga yang masuk sungai. Ditambah lagi, tren minuman sekali pakai seperti es teh jumbo nyumbang banyak sampah plastik.

Dari sisi gereja, Kianto Atmodjo dari Tim Laudato Si Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengenalkan konsep Paroki Hijau. Artinya, paroki-paroki didorong untuk lebih ramah lingkungan: mulai dari mengganti bunga potong dengan tanaman hidup, mengurangi plastik dalam liturgi dan kegiatan gereja, sampai mengelola sampah lewat bank sampah paroki. Menurutnya, ini bukan cuma soal kesadaran, tapi soal keterampilan dan kebiasaan hidup bertanggung jawab. Beberapa paroki yang sudah menerapkan bank sampah bahkan bisa mengumpulkan puluhan juta rupiah dari hasil pengelolaan.

Acara ditutup dengan semangat bahwa menjaga bumi adalah panggilan iman. Dari hal sederhana seperti mengurangi plastik, tidak membuang sampah sembarangan, sampai mendukung program paroki hijau. Semua itu jadi bentuk nyata kita ikut mewujudkan ajakan Laudato Si: merawat bumi sebagai rumah bersama.

dikutip dari :

Workshop Pirolisis Dorong Solusi Nyata Sampah Plastik dalam Peringatan 10 Tahun Laudato Si – Keuskupan Agung Semarang

Materi Bulan Kitab Suci Nasional, September 2025


Gereja Katolik Indonesia kembali memasuki bulan kitab suci, pada bulan September 2025 ini, atau yang sering disebut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Ini merupakan kegiatan tahunan yang juga gerakan bersama Gereja Katolik untuk menggerakkan umat agar lebih mencintai Kitab Suci.

Sejarahnya, BKSN merupakan manifestasi Konsili Vatikan II/KV II (1962-1965). Khususnya sebagai langkah nyata implementasi dokumen Dei Verbum. Dokumen ini merupakan salah satu hasil dari KV II yang berisi tentang Kitab Suci. Dokumen ini menjadi panduan bagaimana Gereja memandang Kitab Suci dalam konteks dunia modern saat ini. Dokumen ini mengajak untuk semakin banyak orang yang membaca kitab suci.

Selanjutnya pada tahun 1975 ada kesadaran untuk menyambut terbitnya Alkitab lengkap ekumenis hasil kerja sama antara Lembaga Biblika Indonesia (LBI) yang berada di Bawah Majelis Waligereja Indonesia (MAWI) dan Lembaga Alkitab Indonesia (di bawah naungan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia). Saat itu, LBI menyarankan agar setiap paroki mengadakan Misa Syukur pada bulan Agustus 1975. Bahan-bahan liturgi dan saran-saran kegiatan yang dapat dilakukan beberapa bulan sebelumnya dikirimkan ke keuskupan-keuskupan. Percobaan kedua dilakukan pada tahun 1976. Bahan Ini sebagai materi untuk Hari Minggu Kitab Suci tanggal 24/25 Juli 1976. Walaupun dua kali percobaan itu tidak menghasilkan buah melimpah seperti yang diharapkan, LBI toh meyakini bahwa Hari Minggu Kitab Suci harus diteruskan.

Dalam sidang MAWI 1977 para uskup menetapkan agar satu Hari Minggu tertentu dalam tahun gerejani ditetapkan sebagai Hari Minggu Kitab Suci Nasional. Hari Minggu yang dimaksudkan adalah Hari Minggu Pertama September.

Dalam perkembangan selanjutnya keinginan umat untuk membaca dan mendalami KS semakin berkembang. Satu Minggu dirasa tidak cukup lagi. Maka pada tahun 1978, kegiatan-kegiatan seputar Kitab Suci ini berlangsung sepanjang bulan September. Kebiasaan ini bertahan hingga sekarang yang dikenal sebagai Bulan Kitab Suci Nasional.

BKSN atau merupakan suatu tradisi gereja katolik yg selalu dilaksankan setiap bulan September oleh seluruh umat katolik di setiap Keuskupan. BKSN biasanya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang semakin mendekatkan kita dengan Kitab Suci, seperti pembacaan Kitab Suci, Renungan, ber-Mazmur dan kegiatan lainnya.

Berikut Ini Link materi dan Poster BKSN 2025 yang disiapkan Lembaga Biblika Indonesia:

Link Materi BKSN 2025 :

https://drive.google.com/drive/folders/1oKR9enMWeFBlt5kGUHW11chpaehAJb1d?usp=sharing

Umat Stasi Maguwo Laksanakan Pertemuan Pertama BKSN 2025: Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri


Memasuki bulan September, umat Katolik di seluruh Indonesia diajak untuk semakin mendalami Sabda Tuhan melalui Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 dengan tema besar “Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3). Tema ini mengingatkan bahwa Allah selalu menghendaki umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan diri sendiri, dengan sesama, maupun dengan Allah dan seluruh ciptaan.

Di Stasi Maguwo, pertemuan pertama BKSN tahun ini dilaksanakan dengan tema khusus:
“Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” (Za. 1:1-6).

Pertemuan perdana ini diadakan serentak di beberapa lingkungan, yaitu:

Lingkungan Santa Monica

Lingkungan Santo Paulus

Lingkungan Santo Stefanus

Lingkungan Santo Gregorius

Lingkungan Santo Yohanes Pembaptis

Lingkungan Santo Fransiskus Asisi

Lingkungan Santo Gabriel

Lingkungan St Petrus

Makna Tema Pertemuan

Kitab Zakharia menegaskan pentingnya berbalik kepada Tuhan. Pembaruan hidup dimulai dari dalam diri: berani mengoreksi kelemahan, menyesali kesalahan, dan membuka hati bagi kasih karunia Allah. Relasi dengan diri sendiri berarti berani jujur, berdamai dengan masa lalu, dan membangun niat untuk hidup lebih baik sesuai kehendak Allah.

Dalam pertemuan ini, umat diajak merenungkan bahwa pertobatan pribadi adalah langkah pertama menuju pembaruan relasi dengan sesama dan Allah. Tanpa pembaruan dari dalam, ibadah hanya menjadi rutinitas kosong.

Suasana Pertemuan di Lingkungan

Setiap lingkungan menggelar pertemuan dengan penuh sukacita dan kekeluargaan. Umat berkumpul, berdoa, membaca Kitab Suci, dan mendalami makna pertobatan sejati. Banyak sharing iman yang menguatkan: ada yang berbagi pengalaman perjuangan mengatasi kelemahan pribadi, ada yang menuturkan bagaimana doa dan Kitab Suci menjadi penolong dalam menghadapi tantangan hidup.

Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk saling mendukung. Umat disadarkan bahwa pembaruan diri tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan doa, semangat, dan dukungan dari sesama dalam komunitas iman.

Harapan dan Buah Rohani

Melalui pertemuan pertama BKSN ini, umat Stasi Maguwo diteguhkan untuk memulai pembaruan hidup dari dalam diri. Dengan hati yang diperbarui, umat akan semakin siap membangun relasi yang baik dengan sesama dan semakin setia kepada Allah.

Doa, sharing, dan firman Tuhan yang direnungkan bersama menjadi sumber kekuatan untuk berjalan dalam pertobatan sejati. Dengan demikian, pertemuan pertama ini menjadi fondasi yang kokoh bagi pertemuan-pertemuan BKSN selanjutnya, agar seluruh umat sungguh mengalami Allah sebagai sumber pembaruan relasi dalam hidup.

Umat Stasi Maguwo Laksanakan BKSN Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama


Setiap bulan September, Gereja Katolik di seluruh Indonesia menghidupi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebagai kesempatan khusus untuk semakin akrab dengan Sabda Allah. Tahun 2025 ini, tema besar yang diusung adalah:

“Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3 — “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu”).

Tema ini mengingatkan kita semua bahwa Allah senantiasa memanggil umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan Dia, dengan sesama, maupun dengan seluruh ciptaan.

Pertemuan Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama

Memasuki pertemuan kedua, umat Stasi Maguwo merenungkan tema khusus:
“Pembaruan Relasi dengan Sesama” (Za. 7:1-14).

Pertemuan ini dilaksanakan di berbagai lingkungan, yaitu

Lingkungan Bartolomeus

Yohanes Pembaptis

Lingkungan St. Elisabet

Lingkungan St. Clara

Lingkungan St. Stefanus

Lingkungan St Monica

Lingkungan St Antonius

Lingkungang St Theresia

Lingkungan St Gregorius.

Lingkungan St Petrus

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, umat berkumpul di rumah-rumah umat untuk berdoa, membaca Kitab Suci, dan berbagi pengalaman iman. kaum muda, orangtua, hingga para lansia hadir dengan semangat yang sama: ingin semakin memahami kehendak Allah melalui firman-Nya.

Makna Pertemuan

Bacaan dari Kitab Zakharia (Za. 7:1-14) mengajak umat untuk menyadari bahwa ibadah sejati bukan hanya soal rutinitas doa atau ritual, tetapi harus melahirkan kasih yang nyata kepada sesama. Tuhan menegur umat Israel yang rajin berpuasa tetapi melupakan keadilan, belas kasih, dan kepedulian terhadap yang lemah.

Pesan ini sangat relevan dalam kehidupan kita sekarang. Relasi dengan sesama seringkali retak karena egoisme, perbedaan pendapat, atau sikap tidak peduli. Melalui pertemuan BKSN ini, umat diajak untuk memperbarui relasi tersebut dengan sikap kasih, kepedulian, dan pengampunan.

Suasana Pertemuan di Lingkungan

Dalam setiap pertemuan, suasana sederhana namun penuh makna selalu tercipta. Doa bersama, nyanyian pujian, dan sharing pengalaman hidup membuat pertemuan semakin hidup. Ada umat yang berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka belajar sabar dalam keluarga, ada juga yang menuturkan perjuangan untuk saling menguatkan di tengah kesulitan ekonomi. Semua itu menjadi wujud nyata bahwa firman Tuhan benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya memperdalam iman, BKSN juga mempererat ikatan persaudaraan. Pertemuan di lingkungan menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, saling mendoakan, dan saling meneguhkan. Dari lingkup kecil inilah wajah Gereja yang penuh kasih tampak nyata.

Harapan ke Depan

Melalui pertemuan kedua BKSN 2025 ini, umat Stasi Maguwo berharap semakin diteguhkan dalam iman, khususnya dalam menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan nyata. Relasi dengan sesama hendaknya terus diperbarui, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan yang nyata: membantu yang membutuhkan, menguatkan yang lemah, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Dengan demikian, ibadah yang dijalankan bukan sekadar rutinitas, melainkan sungguh-sungguh ibadah yang menghidupkan kasih. Dari Sabda yang direnungkan, umat dikuatkan untuk mewartakan kasih Allah dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

Persiapan Krisma 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Minggu, 31 Agustus 2025 menjadi momentum penting bagi para calon penerima Sakramen Krisma di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Sebagai bagian dari perjalanan rohani, mereka mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan yang menguatkan iman sekaligus memantapkan hati untuk menerima kepenuhan rahmat Roh Kudus.

Agenda pertama adalah Peneguhan oleh Romo Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan Pr, yang berlangsung pukul 10.00 – 11.30 WIB. Dalam suasana penuh doa dan keheningan, Romo menyapa para calon krismawan dan krismawati dengan kata-kata penguatan. Romo menegaskan kembali makna mendalam Sakramen Krisma, yakni anugerah Roh Kudus yang meneguhkan iman dan mengutus setiap orang untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat. Melalui pengajaran, doa, dan berkat, para calon Krisma diteguhkan agar semakin siap membuka hati bagi karya Roh Kudus yang hidup dan berkarya.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Ujian Tulis pada pukul 11.30 – 12.30 WIB. Ujian ini bukan sekadar evaluasi pengetahuan, melainkan juga kesempatan bagi para calon Krisma untuk merefleksikan pemahaman iman Katolik, ajaran Gereja, serta komitmen mereka dalam menghayati kehidupan Kristiani. Dengan demikian, mereka tidak hanya diperlengkapi secara intelektual, tetapi juga ditantang untuk menghidupi imannya dalam keseharian.

Melalui kedua agenda ini, para calon Krisma diajak untuk semakin menyadari bahwa penerimaan Sakramen Krisma bukan hanya sebuah ritual seremonial, melainkan sebuah panggilan untuk bertumbuh dewasa dalam iman, hidup dalam kasih, dan mewartakan Injil Kristus dengan kata serta perbuatan. Semoga Roh Kudus yang akan mereka terima kelak menjadi sumber kekuatan, peneguhan, dan sukacita dalam perjalanan hidup mereka sebagai bagian dari Gereja.