Seruan Pastoral: Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup


Menghadapi krisis sampah yang berkepanjangan di Daerah Istimewa Yogyakarta—terutama pasca penutupan total TPA Piyungan sejak Januari 2026—Gereja Katolik di Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat mengajak seluruh umat untuk membaca tanda-tanda zaman dan menjawabnya dengan iman yang bertanggung jawab.

Ketergantungan panjang pada TPA Piyungan telah membawa DIY pada situasi darurat pengelolaan sampah. Keterbatasan kapasitas TPST di Sleman dan Bantul, serta minimnya lahan di Kota Yogyakarta, menuntut perubahan mendasar yang melibatkan seluruh warga. Kebijakan larangan membuang sampah organik ke depo sejak 1 Januari 2026 menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Dalam terang iman, Gereja menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian dari panggilan kristiani. Kitab Suci dan ensiklik Laudato Si’ mengingatkan bahwa krisis lingkungan adalah krisis kemanusiaan dan spiritual. Pengelolaan sampah menjadi wujud nyata pertobatan ekologis: perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak demi masa depan bersama.

Sebagai tanggapan konkret, Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat menggerakkan Gerakan Pastoral Ekologis “Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup.” Gerakan ini mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta pemanfaatan sampah sebagai sumber kehidupan dan keberlanjutan.

Stasi Maguwo telah menanggapi seruan pastoral ini dengan mulai mengikuti dan menerapkan arahan pengelolaan sampah secara bertahap, khususnya melalui kebiasaan memilah sampah, pengurangan sampah organik, serta edukasi umat di tingkat lingkungan. Langkah ini menjadi wujud kesediaan umat Stasi Maguwo untuk ambil bagian dalam pertobatan ekologis dan memberi teladan di tengah masyarakat sekitar.

Gerakan ini mengajak seluruh umat, komunitas, dan lembaga Gereja untuk memulai perubahan dari rumah masing-masing. Diharapkan, melalui kesetiaan pada langkah-langkah kecil namun nyata, Gereja Katolik di Yogyakarta sungguh hadir sebagai komunitas iman yang peka, solider, dan menginspirasi.

Yogyakarta, 27 Januari 2026
Vikaris Episkopal
Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat
Rm. Adrianus Maradiyo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur)
Rm. AR. Yudono Suwondo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat)

Senam Sehat Penghujung Januari: PIUL Bergerak, Tim Sound System Ikut Pegel


Menutup penghujung Januari 2026, tepatnya pada Sabtu, 31 Januari 2026, halaman belakang Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kembali dipenuhi suasana ceria melalui kegiatan Senam Sehat yang dimulai sejak pukul 07.00 pagi. Untuk yang kesekian kalinya, kegiatan ini dilaksanakan dan telah menjadi agenda rutin Tim PIUL Stasi Maguwo.

Yang tak kalah menarik, pada kesempatan kali ini Tim Sound System GMBA tidak hanya bertugas di balik peralatan, tetapi ikut turun langsung ke arena senam. Biasanya mengatur volume dan kabel, kali ini mereka mengatur napas dan otot yang mulai protes. Hasilnya? Suara tetap jernih, tapi rasa pegal dirasakan bersama — lengkap dan merata.

Kegiatan Senam Sehat kali ini diikuti oleh 38 peserta, sebuah angka yang mencerminkan antusiasme umat untuk bergerak bersama, menjaga kesehatan, sekaligus mempererat kebersamaan. Keringat yang bercucuran justru menjadi saksi kehangatan dan sukacita yang tercipta.

dan seperti biasa sebagai gerakan penutupadalah flashmob yang dilakukan spontan oleh peserta dengan lagu favorit : GMBA ISTIMEWA……..eh……JOGJA ISTIMEWA

Melalui kegiatan sederhana namun penuh tawa ini, Tim PIUL Stasi Maguwo terus menghadirkan ruang kebersamaan yang menyehatkan, membahagiakan, dan menyegarkan. Karena di Stasi Maguwo, olahraga bukan hanya soal gerak badan, tapi juga soal hati yang ikut senang.

“Menata Pelayanan 2026: Rapat Pleno Stasi Maguwo dalam Semangat Ardas 9”


Stasi Maguwo menyelenggarakan Rapat Pleno Tahun 2026 pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Rapat pleno ini menjadi momentum strategis untuk meneguhkan arah pelayanan Stasi Maguwo agar semakin selaras dengan Arah Dasar Gereja (Ardas) ke-9, yang mengajak Gereja untuk hadir secara membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi.

Rapat pleno dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pastoral Harian (DPH) Stasi Maguwo, seluruh koordinator tim pelayanan beserta anggota, seluruh Ketua Wilayah, serta seluruh Ketua Lingkungan Stasi Maguwo. Kehadiran seluruh unsur pelayanan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif umat dalam membangun Gereja yang hidup.

Turut hadir pula tamu dari Paroki Kalasan, yakni Wakil Ketua II, Bendahara Paroki, dan Sekretaris Paroki, sebagai wujud dukungan dan sinergi antar unit pastoral.

Agenda rapat pleno mencakup pemaparan laporan pertanggungjawaban keuangan Tahun 2025, pemaparan rencana anggaran Tahun 2026, pemaparan Program Ardas Tahun 2026, serta pemaparan program kerja masing-masing bidang pelayanan untuk Tahun 2026. Seluruh pemaparan dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pelayanan dan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Rapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pendalaman, yang berlangsung dalam suasana dialogis dan membangun. Melalui proses ini, seluruh peserta diajak untuk semakin memahami arah, tujuan, serta implementasi program pelayanan agar sungguh berdampak bagi kehidupan iman umat dan masyarakat.

Sebagai keputusan bersama, Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2026 Stasi Maguwo disahkan oleh Pastor Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, setelah seluruh peserta rapat yang hadir menyatakan persetujuan. Pengesahan ini menjadi dasar resmi pelaksanaan program dan kegiatan pelayanan Stasi Maguwo Tahun 2026, sekaligus penegasan komitmen bersama untuk mewujudkan Gereja yang semakin membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi, sejalan dengan semangat Ardas ke-9.

Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo Menghadiri Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Kevikepan Jogja Timur


Sebagai wujud tanggung jawab dan keterlibatan aktif dalam karya pewartaan Gereja, Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo, yang diwakili oleh Ibu Joana Ita Rinawati dan Bapak Paulus Haryoko, menghadiri Rapat Sosialisasi dan Koordinasi Bidang Pewartaan dan Evangelisasi tingkat Kevikepan Yogyakarta Timur.

Rapat ini diselenggarakan pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 17.00–19.00 WIB, bertempat di Aula Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi Program Komisi Kateketik Kevikepan Yogyakarta Timur Tahun 2026, sekaligus sebagai sarana koordinasi antarparoki dan stasi agar pelaksanaan karya pewartaan dan evangelisasi dapat berjalan secara terarah, terpadu, dan selaras dengan arah dasar Gereja.

Melalui forum ini, para peserta diajak untuk memahami arah kebijakan, program, serta strategi pewartaan dan evangelisasi yang akan dijalankan, sehingga dapat menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan pelayanan di tingkat paroki dan stasi. Forum koordinasi ini juga memperkuat komunikasi, kerja sama, dan sinergi dalam menjalankan tugas perutusan Gereja.

Keikutsertaan dalam rapat koordinasi dan sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat arah dan kualitas karya pewartaan dan evangelisasi di Stasi Maguwo. Hasil pertemuan ini menjadi bekal strategis bagi Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo untuk menindaklanjuti program secara terencana, selaras dengan kebijakan Gereja, serta menghadirkan pelayanan pewartaan yang komunikatif, kontekstual, dan berdaya guna bagi umat.

Wilayah Ignatius Loyola Gelar Kerja Bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap rumah bersama, Jumat 30 Januari 2026 Wilayah Ignatius Loyola yang terdiri dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis, St. Elisabet, St. Clara, St. Fransiskus Asisi, dan St. Gabriel, melaksanakan kegiatan kerja bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata partisipasi umat dalam merawat dan menjaga kebersihan lingkungan gereja, sekaligus sebagai sarana mempererat kebersamaan antar lingkungan di Wilayah Ignatius Loyola. umat dari 5 lingkungan yang tergabung di wilayah Ign Loyola lingkungan hadir dengan penuh semangat, bahu-membahu membersihkan area gereja, mulai dari halaman, taman, hingga area dalam gereja.

Kerja bakti ini tidak hanya menjadi kegiatan fisik semata, tetapi juga menjadi ungkapan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan Jumat Bersih, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah bersama yang perlu dirawat dengan penuh tanggung jawab dan cinta.

Semangat gotong royong, kebersamaan, dan sukacita tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah serta lingkungan lain untuk terus aktif berkontribusi dalam kehidupan menggereja.

melalui kerja bakti Jumat Bersih ini, Wilayah Ignatius Loyola semakin diteguhkan dalam semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian, serta mampu menghadirkan Gereja yang bersih, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh umat.

Surat Gembala KAS 2026: Mengawali Perjalanan ARDAS IX


Sumber : https://kas.or.id/surat-gembala-menyambut-arah-dasar-ix-keuskupan-agung-semarang/

Keuskupan Agung Semarang mengawali tahun 2026 dengan sebuah ajakan iman yang penuh harapan melalui Surat Gembala Menyambut Arah Dasar (ARDAS) IX KAS, yang dibacakan pada Pesta Pembaptisan Tuhan, 10–11 Januari 2026. Surat gembala ini menjadi penanda dimulainya perjalanan pastoral lima tahun ke depan (2026–2030) bagi seluruh umat KAS.

Dalam surat gembala tersebut, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengajak seluruh umat untuk bersyukur atas perjalanan ARDAS VIII (2021–2025) dengan tema “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah”. Selama lima tahun terakhir, umat diajak untuk meneguhkan kembali dasar hidup beriman: membangun relasi yang hidup dengan Kristus, terutama di tengah berbagai tantangan zaman. Dari relasi inilah buah iman, harapan, kasih, kepedulian, dan semangat melayani diharapkan terus bertumbuh.

Memasuki ARDAS IX, Gereja KAS diajak melangkah lebih jauh untuk mewujudkan buah-buah iman tersebut secara nyata dalam kehidupan bersama. Tema “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan” bukan sekadar slogan, melainkan arah perjalanan bersama seluruh umat Allah. Kata “menjadi” menegaskan bahwa Gereja sedang dan terus berproses—sebuah perjalanan iman yang dinamis dan melibatkan semua orang: anak-anak, orang muda, keluarga, lansia, umat awam, biarawan-biarawati, dan para imam.

Gereja yang bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi Gereja yang hidup dalam pengharapan karena berakar pada kasih dan keselamatan Kristus. Gereja yang menginspirasi adalah Gereja yang memberi kesaksian melalui hidup yang jujur, sederhana, peduli, dan melayani. Sementara itu, Gereja yang menyejahterakan adalah Gereja yang hadir secara nyata dalam kehidupan manusia secara utuh—rohani, jasmani, sosial, dan ekologis—terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Melalui surat gembala ini, umat juga diajak untuk menghidupi ARDAS IX secara konkret:

  • di keluarga, dengan menciptakan rumah yang penuh kasih, doa, dan pengampunan;
  • di lingkungan dan paroki, dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan sinodalitas;
  • serta di tengah masyarakat, dengan menjadi saksi Kristus melalui kejujuran, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan.

Mengakhiri surat gembalanya, Bapa Uskup menegaskan bahwa sebagaimana Yesus diteguhkan oleh kasih Bapa saat pembaptisan-Nya, demikian pula seluruh umat KAS diteguhkan sebagai umat yang dikasihi Allah dan diutus oleh-Nya. Dengan penyertaan Roh Kudus, Keuskupan Agung Semarang diajak melangkah bersama untuk sungguh menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Epifani Terang Kasih: Pelantikan Dewan Stasi dan Pengurus Baru Stasi Maguwo 2026–2028“


Minggu, 4 Januari 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi keluarga besar Stasi Maguwo, karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) — sebuah perayaan liturgi yang mengingatkan kita akan penampakan Kristus sebagai Terang bagi semua bangsa. Epifani sendiri berasal dari kata Yunani epiphaneia yang berarti penampakan atau manifestasi, merujuk pada bagaimana Yesus Kristus dinyatakan kepada dunia, terutama melalui kunjungan para Majus dari Timur yang datang menyembah-Nya sebagai Raja dan Juruselamat. Catholic Holidays

Perayaan misa di Stasi Maguwo berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sukacita. Liturgi dipenuhi oleh parade koor dari 17 lingkungan yang menyemarakkan suasana misa dengan nyanyian yang mengangkat pujian kepada Allah. Harmoni suara yang bergema di gereja menjadi doa dan syukur umat atas penyertaan Tuhan dalam setiap langkah hidup dan pelayanan.

Misa dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, yang menyampaikan homili penuh inspirasi. Dalam khotbahnya, Romo Dadang mengajak seluruh umat untuk merenungkan misteri Epifani sebagai momen di mana Yesus Kristus dinyatakan kepada seluruh umat manusia, dan bagaimana peristiwa ini mengajak kita semua untuk hidup sebagai saksi terang di tengah dunia. Catholic Holidays

Momentum semakin sakral ketika ujub misa disematkan untuk memperingati pesta nama pelindung gereja, yaitu Santa Maria Bunda Allah. Ujub ini menjadi bentuk penghormatan dan doa umat kepada Santa Maria sebagai Bunda Yesus Kristus — teladan iman yang taat dan hamba Allah yang setia — sekaligus pengharapan kepada Maria sebagai Bunda yang menuntun kita untuk selalu mendekatkan hati kepada Kristus.


Puncak Perayaan: Pelantikan Dewan Stasi 2026–2028

Puncak dari perayaan ini adalah **pelantikan Dewan Stasi serta Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, dan seluruh Tim Pelayanan Stasi Maguwo periode 2026–2028. Dengan penuh khidmat, para pengurus baru mengucapkan janji pelayanan di hadapan Allah, imam, dan seluruh umat yang hadir.

Suasana gereja dipenuhi dengan rasa hormat dan haru ketika satu per satu pengurus maju untuk mengikrarkan komitmen mereka — janji untuk melayani dengan setia, rendah hati, dan penuh kasih. Momen ini bukan sekadar seremonial organisasi, tetapi merupakan tindakan iman yang mendalam, di mana setiap pengurus menyadari tugas dan panggilan mereka sebagai pelayan umat dalam gereja. Janji yang diucapkan bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi di hadapan Allah, yang menjadi sumber kekuatan dan pengharapan dalam setiap pelayanan.


Wejangan Penutup Rohani

Di akhir misa, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr memberikan wejangan yang menguatkan. Beliau menegaskan bahwa pelayanan bukanlah sekadar tugas administratif, tetapi panggilan hidup yang harus dijalani dengan hati yang penuh iman, semangat, dan ketulusan kasih. Romo Dadang mengajak pengurus terlantik untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah pelayanan, menjadikan setiap tindakan sebagai saksi kasih Kristus yang membawa terang ke tengah umat.

Perayaan pelantikan ini menjadi tanda bahwa komunitas Stasi Maguwo terus melangkah maju dalam iman dan pelayanan, membawa terang Kristus yang bersinar di tengah dunia, sebagaimana diwartakan dalam makna Hari Raya Penampakan Tuhan. Semoga setiap pengurus baru dapat hidup dalam terang kasih Kristus, setia melayani, dan menjadi berkat bagi seluruh umat Stasi Maguwo.

Belajar Kasih dan Kesetiaan: Kunjungan Pendamping PIA Angelus Maguwo ke Panti Asuhan PPYK Pakem


Sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepekaan sosial dan semangat berbagi, perwakilan pendamping PIA Stasi Maguwo melaksanakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Putra Putri Yesus Kristus (PPYK) yang beralamat di Pakembinangun, Pakem, Sleman. Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat secara langsung bagaimana kasih Kristus dihidupi dalam keseharian.

Rombongan pendamping PIA diterima dengan penuh kehangatan oleh Ketua Kongregasi, Suster Grace, Pimpinan Panti, Suster Afra, serta Suster Cresensia yang mendampingi selama kunjungan berlangsung. Sambutan sederhana namun penuh kasih langsung menghadirkan suasana kekeluargaan yang begitu terasa.

Saat ini, Panti Asuhan PPYK mengasuh 28 anak, yang terdiri dari 15 anak putri dan 13 anak putra, dengan rentang usia yang sangat beragam—mulai dari bayi berusia 6 bulan hingga remaja tingkat SMA. Dalam keseharian, anak-anak ini diasuh dan dibimbing oleh 5 suster PPYK yang dengan setia mempersembahkan hidupnya dalam pelayanan.

Yang sungguh mengharukan, anak-anak di panti ini dibiasakan untuk hidup dekat dengan Tuhan sejak dini. Setiap hari mereka mengikuti Misa harian dan Misa Mingguan di Paroki Pakem, yang dijalani dengan penuh kesederhanaan—berjalan kaki bersama-sama. Demikian pula dalam hal pendidikan, anak-anak bersekolah di sekitar wilayah Pakem dan berangkat serta pulang sekolah dengan berjalan kaki, menumbuhkan semangat kemandirian, disiplin, dan kebersamaan.

Dalam kunjungan ini, pendamping PIA juga menyerahkan bantuan untuk panti asuhan yang berasal dari Aksi Kado Natal Kanak-kanak Yesus. Bantuan tersebut merupakan persembahan kasih yang dikumpulkan oleh anak-anak usia PIA saat Misa Natal Pagi, berupa sembako, perlengkapan mandi, serta perlengkapan kebersihan dapur dan rumah tangga. Aksi sederhana ini menjadi sarana pembelajaran iman bagi anak-anak PIA untuk belajar berbagi dan peduli kepada sesama sejak dini.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donatur dari bapak dan ibu lingkungan Stasi Maguwo yang dengan tulus hati turut mendukung dan memperkuat aksi kasih ini. Melalui kebersamaan dan kepedulian banyak pihak, semangat Natal sungguh dihidupi dalam tindakan nyata.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa kasih tidak selalu diwujudkan dalam hal-hal besar, tetapi justru tampak nyata dalam kesetiaan menjalani hal-hal sederhana setiap hari. Semoga pengalaman ini semakin meneguhkan para pendamping dan anak-anak PIA untuk terus menghidupi iman melalui kepedulian, sebagaimana telah dicontohkan oleh para suster PPYK dalam pelayanan mereka.

Kiranya Tuhan senantiasa memberkati setiap karya kasih yang terus ditaburkan, dan semoga benih-benih kebaikan ini tumbuh subur dalam hati anak-anak PIA dan seluruh umat

Natalan Seru PIA Angelus Stasi Maguwo: Banyak Tawa, Banyak Hadiah


Hari ini, Jumat, 3 Januari 2026, suasana di teras depan Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo rame banget dan penuh suara tawa. Soalnya, PIA Angelus Stasi Maguwo lagi mengadakan acara Natalan bareng yang super seru!

Acara Natalan ini dipandu oleh Mbak Valent, mbak Rani dan mas Atta, bersama para pendamping PIA lainnya yang selalu sabar dan penuh semangat. Yang datang juga banyak banget, lho! Ada 55 anak PIA dan teman-teman yang sedang ikut pelajaran Komper, plus 15 pendamping dari ibu-ibu, OMK, dan remaja yang siap nemenin dari awal sampai akhir.

Sejak acara dimulai, anak-anak langsung diajak menyanyi bersama. Ada yang suaranya kencang, ada yang malu-malu, tapi semuanya ikut bernyanyi dengan senyum lebar. Setelah itu, suasana makin heboh karena ada games seru yang bikin anak-anak tertawa, lompat-lompat, dan semangat banget.

Nggak cuma main, anak-anak juga diajak nonton film animasi tentang kelahiran Yesus Kristus. Filmnya lucu, ceritanya seru, dan bikin anak-anak makin tahu kenapa Natal itu istimewa. Habis nonton, anak-anak juga berkreasi dengan menghias kartu ucapan Natal. Ada yang gambarnya bintang, palungan, pohon Natal, bahkan ada yang penuh warna-warni sampai kertasnya hampir nggak kelihatan putihnya.

Keseruan makin lengkap karena ada doorprize dan pembagian hadiah juara. Wajah anak-anak langsung berbinar waktu namanya dipanggil. Tapi tenang… semua anak tetap senang, karena di akhir acara setiap anak dapat goodie bag berisi snack dan minuman, plus nasi box supaya pulangnya tetap kenyang dan bahagia.

Natalan PIA Angelus hari ini benar-benar penuh tawa, keceriaan, dan sukacita Natal. Semoga lewat acara ini, anak-anak semakin mengenal Yesus, semakin senang datang ke gereja, dan makin kompak sebagai keluarga besar PIA Angelus Stasi Maguwo.

Sampai ketemu di acara seru berikutnya ya…..

Gas Tipis Awal 2026: Touring Seru Tim Sound System GMBA


Mengawali tahun 2026, Tim Sound System GMBA memilih cara yang sederhana tapi berkesan: touring bareng. Bukan sekadar jalan-jalan, tapi momen buat rehat sejenak, ngumpul, dan mengisi ulang semangat kebersamaan setelah hari-hari pelayanan yang padat.

Perjalanan dimulai dengan tujuan Taman Doa Gantang di kaki Gunung Merapi. Udara sejuk, suasana tenang, dan pemandangan alam jadi pembuka perjalanan yang pas. Dari sana, rombongan lanjut ke Ketep Pass, menikmati panorama Merapi–Merbabu yang selalu bikin takjub dan bikin lupa capek.

Petualangan berlanjut ke Boyolali lewat jalur Selo, jalur favorit yang penuh tanjakan, tikungan, dan pemandangan kece. Tak ketinggalan, rombongan juga mampir ke Embung Manajar buat rehat sejenak, foto-foto, dan tentu saja… ngobrol ngalor-ngidul penuh tawa sebelum akhirnya kembali ke Jogja.

Sepanjang perjalanan, hujan deras sempat menemani. Tapi bukannya jadi penghalang, hujan justru jadi bumbu petualangan. Dengan motor masing-masing, tim tetap melaju dengan aman, saling jaga, dan tetap ketawa. Basah? Iya. Capek? Dikit. Tapi senang? Jelas banget.

Touring ini jadi simbol awal tahun: jalan boleh berat, cuaca boleh nggak bersahabat, tapi kalau bareng-bareng, semuanya terasa ringan. Semoga di tahun 2026 ini, Tim Sound System GMBA makin solid, makin kompak, dan makin semangat melayani. Tetap setia menjaga kualitas suara, tapi yang lebih penting—menjaga kebersamaan dan hati dalam setiap pelayanan.

Gas terus 2026…..
Semoga setiap langkah, perjalanan, dan pelayanan Tim Sound System GMBA selalu dilancarkan dan diberkati