Awal Desember jadi momen spesial buat umat Stasi Maguwo. Soalnya, seluruh lingkungan bareng-bareng ngadain Ibadat Adven Pertama sebagai tanda dimulainya masa penantian menuju Natal. Tema Adven Minggu I tahun ini adalah “Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman”—tema yang sederhana tapi ngena banget.
Di tiap lingkungan, ibadat diadakan dengan suasana yang hangat dan akrab. Ada yang berkumpul di rumah umat, ada yang bikin lingkaran Adven sederhana, ada yang mulai ibadat dengan doa singkat, dan semuanya sama-sama menyalakan lilin pertama sebagai tanda harapan. Rasanya adem banget melihat umat kumpul, doa bareng, dan saling menyapa setelah ibadat.
Renungan Adven Pertama mengingatkan kita bahwa menanti Kristus itu nggak harus tegang atau penuh kekhawatiran. Justru sebaliknya—kita diajak untuk menunggu dengan hati yang gembira, bersyukur, dan percaya bahwa Tuhan selalu hadir dalam hidup kita sehari-hari.
Lingkungan St. Yohanes pembabtis
Linkungan St Fransiskus Asisi
Lingkungan St Petrus
Lingkungan St Monica
Lingkungan St Bartholomeus
Lingkungan St. Theresia
Lingkungan St. Gregorius
Lingkungan St. Yusuf
Lingkungan St Clara
Lingkungan St Stefanus
Lingkungan St. Antonius
Lingkungan St. Gabriel
Walaupun tiap lingkungan punya cara sendiri dalam menyiapkan ibadat, suasana yang terasa tetap sama: kompak, simple, dan penuh sukacita. Beberapa lingkungan lanjut ngobrol santai setelah ibadat, ada juga yang foto bareng, pokoknya suasananya hangat banget.
Dengan dimulainya Adven Pertama ini, umat Stasi Maguwo berharap bisa terus berjalan bersama dalam persiapan menuju Natal. Lilin pertama sudah dinyalakan—tinggal kita jaga supaya semangat dan harapan itu tetap hidup sampai Hari Natal tiba.
Pada Selasa, 2 Desember 2025, umat Lingkungan Santo Stefanus berkumpul untuk merayakan Ibadat Adven Pertama sebagai pembuka masa penantian akan kelahiran Tuhan. Ibadat tahun ini diselenggarakan di rumah keluarga Maikel, Perum Bale Ayu A4, Grogol Banjeng, Maguwo, yang dengan tulus membuka rumahnya sebagai tempat umat berhimpun dan berdoa bersama.
Tahun ini, kegiatan Adven mengangkat tema “Minggu I: Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman”, sebuah ajakan untuk membuka hati dan menyambut Sang Juru Selamat dengan penuh sukacita.
Ibadat Adven dipimpin dalam suasana sederhana namun penuh kekhidmatan. Lilin pertama pada lingkaran Adven dinyalakan sebagai simbol harapan dan sukacita, menandakan bahwa terang Kristus mulai hadir menuntun umat dalam perjalanan spiritual menuju Natal. Dalam renungan, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari sebagai kesempatan untuk hidup lebih gembira, lebih bersyukur, dan lebih dekat dengan Tuhan.
Tema Minggu I mendorong umat untuk menantikan Kristus bukan dengan kecemasan, melainkan dengan kebahagiaan iman—iman yang tumbuh melalui doa, karya kasih, dan kebersamaan dalam komunitas.
Setelah ibadat, umat saling bersapa dan berbincang, memperkuat ikatan kekeluargaan yang menjadi ciri khas Lingkungan Santo Stefanus. Kebersamaan ini menghadirkan suasana hangat, memperlihatkan bahwa perjalanan menuju Natal adalah perjalanan bersama yang saling menguatkan.
Dengan terlaksananya Adven pertama ini, umat Santo Stefanus berharap dapat menjalani seluruh rangkaian Adven dengan hati yang lebih ringan, penuh sukacita, dan semakin siap menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.
Semoga terang lilin pertama dan tema Adven Minggu I—Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman—terus menyala dalam hati setiap umat sepanjang masa persiapan ini.
Pada Senin, 1 Desember 2025, GMBA mengadakan rapat persiapan supervisi bertempat di Ruang Sekretariat GMBA. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pastoral, serta perwakilan dari Ketua Lingkungan (Kaling) dan Ketua Wilayah (Kawil). Kehadiran para pengurus ini menunjukkan komitmen kuat GMBA untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan pastoral.
Rapat difokuskan pada finalisasi persiapan supervisi yang mencakup tiga aspek utama:
Tata Kelola Administrasi
Tata Kelola Harta Benda Gereja
Tata Penggembalaan dan Pelayanan Pastoral
Dalam rapat ini, setiap bidang melakukan pemaparan kondisi terakhir, langkah-langkah yang sudah ditempuh, serta hal-hal yang masih perlu disempurnakan sebelum pelaksanaan supervisi. Diskusi berlangsung intensif namun tetap penuh semangat kolaborasi, menunjukkan keseriusan para pengurus untuk menghadirkan tata kelola gereja yang rapi, transparan, dan akuntabel.
Supervisi yang dijadwalkan pada 8 Desember 2025 ini merupakan supervisi pertama di GMBA, sehingga persiapan dilakukan sebaik mungkin agar seluruh proses berjalan lancar dan memberikan hasil yang memuaskan. Selain sebagai bentuk evaluasi, supervisi ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus momentum peningkatan kualitas pelayanan di GMBA.
Semoga melalui supervisi ini, GMBA semakin diteguhkan dalam panggilan untuk melayani umat dengan penuh tanggung jawab, keterbukaan, dan semangat sinodalitas.
Sebagai wujud cinta dan spiritualitas kepada Santa Maria Bunda Allah—santa pelindung Gereja GMBA—umat GMBA kembali menunjukkan kepedulian melalui kegiatan perawatan dan pemeliharaan patung Bunda Maria yang berada di lingkungan gereja. Kegiatan ini bukan sekadar renovasi fisik, tetapi juga ungkapan iman dan bakti yang mengalir dari hati umat yang ingin merawat simbol kasih Bunda bagi seluruh komunitas.
Proses perawatan dilakukan secara gotong royong, melibatkan Tim Soundsystem GMBA, Tim Rumah Tangga GMBA, serta dibantu oleh dua koster gereja yang dengan penuh semangat memberikan tenaga dan waktu mereka. Mulai dari pembersihan area, pengecekan struktur, perbaikan detail wajah dan jubah, hingga pengecatan ulang—semuanya dikerjakan dengan teliti agar keindahan dan kesakralan patung tetap terjaga.
Yang membuat kegiatan ini semakin bermakna adalah bahwa seluruh dana renovasi berasal dari swadaya umat GMBA. Setiap sumbangan, besar maupun kecil, menjadi tanda nyata bahwa cinta dan devosi kepada Bunda Maria hidup kuat dalam diri umat.
Melalui karya bersama ini, umat GMBA tidak hanya merawat sebuah patung, tetapi juga memperbarui semangat persaudaraan dan devosi kepada Bunda Maria. Semoga dari tindakan sederhana namun penuh kasih ini, kita semua semakin diteguhkan untuk terus hidup dalam teladan Bunda Maria—dalam kesetiaan, kerendahan hati, dan pelayanan kepada Tuhan.
Tak terasa kita segera memasuki masa Adven 2025, saat mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan-Nya di tengah-tengah hati kita. Tak terasa pula kita akan menyelesaikan ARDAS KAS (Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang) VIII di akhir tahun 2025 ini. Ini berarti mulai tahun 2026-2030 kita akan memasuki ARDAS IX dengan tema dan semangat baru.
Bahan permenungan atau katekese Adven 2025 ini disusun dalam rangka menghantar dan memperkenalkan Ardas IX kepada umat di Keuskupan Agung Semarang ini. Ada tiga (3) kata kunci yang akan menjadi penghayatan dan pergulatan selama lima (5) tahun ke depan yakni, Bahagia, Inspiratif (Menginsipasi) dan Menyejahterakan. Semangat yang mau dihidupi adalah umat Allah Keuskupan Agung Semarang mewujudnyatakan dirinya sebagai Gereja yang bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan. Tiga (3) kata kunci itu jugalah yang akan mewarnai isi dari permenungan dan ketekekese Adven 2025.
Permenungan Adven 2025 ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni:
Minggu I: Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman
Minggu II: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi
Minggu III: Menjadi Gereja yang Menyejahterakan.
Minggu IV tidak dilakukan permenungan dan ketekese Adven tetapi Ibadat Keluarga Kudus di lingkungan dengan tema, “Menghadiran Gereja yang Bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan.”
Kepada para pemandu Adven di lingkungan, dipersilakan membaca dan mempelajari secara cermat gagasan dasar Adven 2025 yang kami sajikan pada bagian awal buku panduan ini. Harapannya para pemandu sungguh memahami gagasan dan kerangka dasarnya sehingga memudahkan untuk pelaksanaan dalam pertemuannya.
Sebagai catatan akhir, buku yang tersaji ini adalah “Buku Panduan”. Para pemandu diberi keleluasaan seluas-luasnya untuk mengembangkan dan menyesuaikan panduan ini sesuai dengan situasi-kondisi umat setempat. Yang terpenting adalah pesan pokok dari permenungan Adven ini sungguh “sampai” dan dapat dimengerti serta dihayati umat. Selamat memasuki permenungan Adven 2025 ini. Berkah Dalem.
Magelang, Oktober 2025
Stepanus Istata Raharjo,Pr (Ketua Umum Komisi Kateketik KAS)
Timpel Kerasulan dan Kitab Suci GMBA kembali menyelenggarakan sebuah kegiatan pendalaman iman melalui Sarasehan Kitab Suci pada Minggu, 16 November 2025 bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Acara ini menjadi ruang perjumpaan umat untuk menyelami Sabda Tuhan secara lebih mendalam dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 43 peserta dari berbagai lingkungan ikut ambil bagian, menunjukkan antusiasme umat terhadap pembinaan rohani yang berkelanjutan. Sarasehan ini menghadirkan narasumber Fr. Bramanda R. K., yang membawa umat masuk ke dalam refleksi Kitab Suci secara hangat, komunikatif, sekaligus kaya wawasan.
Melalui pemaparan beliau, umat diajak mengenal kembali makna panggilan, pertobatan, dan misi hidup dalam terang Kitab Suci, serta bagaimana Sabda Tuhan terus menuntun umat untuk hadir sebagai pribadi yang membawa damai, kasih, dan sukacita di tengah komunitas.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan belajar, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarumat dari lingkungan-lingkungan di wilayah GMBA. Sarasehan diharapkan menjadi langkah awal hadirnya pembinaan Kitab Suci yang semakin rutin, kreatif, dan relevan bagi umat.
Hari Minggu, 9 November 2025, menjadi hari yang penuh berkat bagi umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo, khususnya bagi keluarga-keluarga Katolik yang hadir mengikuti kegiatan Rekoleksi Keluarga Katolik dengan tema besar “Keluarga Katolik yang Tangguh Bersukacita dalam Iman dan Kasih.”
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Pelayanan Keluarga Pastoral Stasi GMB Maguwo dan dihadiri oleh 80 peserta dari 17 lingkungan yang ada di wilayah Maguwo. Rekoleksi ini dipandu oleh Romo Yeremias Balapitu Duan, MSF, dari Paroki Santa Maria Gubug, Grobogan – Purwodadi, seorang imam yang selama ini dikenal penuh semangat dan dekat dengan umat.
Menimba Kekuatan dari Spirit Keluarga Kudus Nazaret
Rekoleksi ini menjadi saat berharga bagi para keluarga untuk berhenti sejenak dari rutinitas kehidupan, menata ulang hati, dan menimba kembali semangat hidup dalam terang kasih Allah. Dalam suasana doa dan kebersamaan yang hangat, Romo Yeremias mengajak para peserta merenungkan makna mendalam tentang keluarga yang tangguh — keluarga yang berakar pada iman, pengharapan, dan kasih.
Dalam pemaparannya, Romo Yeremias menegaskan bahwa keluarga Katolik yang tangguh bukan berarti keluarga tanpa persoalan, melainkan keluarga yang mampu menghadapi setiap tantangan dengan iman dan pengharapan kepada Tuhan. Keluarga yang tangguh adalah keluarga yang menjadikan nilai-nilai Injil sebagai dasar hidup bersama, saling menopang dalam suka dan duka, serta meneladani Keluarga Kudus Nazaret — Yesus, Maria, dan Yosef — sebagai model keluarga yang setia, sederhana, dan penuh kasih.
Romo juga menekankan bahwa keluarga Katolik harus menjadi sumber sukacita di tengah dunia yang sering kali dilanda kekhawatiran dan perpecahan. “Keluarga yang tangguh adalah keluarga yang mampu tetap bersukacita meskipun berada dalam dukacita. Mereka tidak larut dalam kesulitan, tetapi justru menjadi pembawa pengharapan dan kekuatan bagi keluarga lain yang sedang bergumul,” tutur Romo Yeremias dengan penuh semangat.
Membangun Relasi yang Sehat dan Penuh Kasih
Selain penguatan rohani, sesi rekoleksi ini juga menyoroti pentingnya membangun relasi yang sehat dalam keluarga, terutama antara suami dan istri. Melalui kisah, refleksi, dan tanya jawab, para peserta diajak untuk menilai kembali bagaimana komunikasi, kejujuran, dan kesetiaan dijaga dalam keseharian hidup berkeluarga.
Romo Yeremias mengingatkan bahwa kasih sejati tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari — dalam saling mendengarkan, saling memaafkan, dan saling menopang dalam kelemahan.
“Relasi yang kuat antara suami dan istri adalah fondasi bagi ketahanan keluarga. Ketika pasangan saling menghormati dan terbuka, anak-anak pun tumbuh dalam suasana kasih yang sehat dan penuh damai,” tegasnya.
Sukacita, Tawa, dan Gerak Bersama
Suasana rekoleksi yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB terasa hidup dan penuh sukacita. Tidak hanya sesi refleksi, acara ini juga diwarnai dengan gerak dan lagu, permainan ringan, serta dinamika kelompok yang menumbuhkan keakraban antar keluarga. Tawa dan semangat kebersamaan terdengar di seluruh ruang gereja, menciptakan suasana hangat yang mencerminkan kasih Kristus yang hidup di tengah umat-Nya.
Banyak peserta mengaku merasa diteguhkan dan disegarkan kembali. “Rekoleksi ini membuat kami sadar bahwa keluarga kami tidak sendiri. Kami belajar untuk saling menguatkan dan percaya bahwa Tuhan selalu hadir dalam setiap perjalanan keluarga,” ujar salah satu peserta dengan penuh rasa syukur.
Puncak Rekoleksi: Perayaan Ekaristi Kudus
Sebagai puncak dan penutup rekoleksi, seluruh peserta mengikuti Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin langsung oleh Romo Yeremias Balapitu Duan, MSF. Dalam homilinya, beliau mengajak setiap keluarga untuk menjadikan pengalaman rekoleksi ini sebagai titik awal pembaruan hidup rohani dan keluarga.
“Jadilah keluarga yang membawa terang dan sukacita bagi sesama. Jangan takut menghadapi badai hidup, karena Tuhan sendiri yang akan meneguhkan langkah-langkah keluarga kita,” pesan Romo dalam homili penutupnya.
Misa penutupan berlangsung khidmat dan penuh haru, diiringi dengan doa persembahan keluarga yang melambangkan penyerahan diri dan kasih setia kepada Allah.
Peneguhan dan Harapan
Melalui kegiatan ini, Gereja Maria Bunda Allah Maguwo berharap agar setiap keluarga semakin menyadari panggilan sucinya: menjadi rumah iman, sekolah kasih, dan ladang kesetiaan. Keluarga yang tangguh bukanlah yang sempurna, tetapi yang setia saling meneguhkan dalam iman dan kasih Kristus.
Semoga semangat rekoleksi ini terus hidup di hati setiap peserta, dan setiap keluarga Katolik semakin kuat dalam menghadapi tantangan zaman — menjadi saksi kasih Allah yang hidup di tengah dunia.
Sabtu pagi, 8 November 2025, suasana halaman belakang Gereja Maria Bunda Allah Maguwo tampak begitu hidup dan ceria. Peserta senam dari berbagai lingkungan berkumpul untuk mengikuti Senam sehat GMBA, sebuah kegiatan rutin yang menjadi sarana menjaga kesehatan tubuh sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.
Dengan dipandu oleh pak Koesno yang penuh semangat, para peserta mengikuti setiap gerakan dengan antusias. Tawa dan canda ringan mengalir di antara mereka, menciptakan suasana akrab dan hangat. dengan penuh semangat mereka tetap muda di hati—menjadi teladan bagi semua generasi tentang pentingnya merawat tubuh sebagai anugerah Tuhan.
Kegiatan senam ini tidak hanya bertujuan menyehatkan jasmani, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan dalam komunitas gereja. Di akhir acara, para peserta saling berbagi cerita, menikmati waktu santai bersama, dan meneguhkan komitmen untuk terus hidup aktif, sehat, dan bahagia dalam kasih Tuhan.
Semoga semangat bapak dan ibu GMBA ini menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk terus menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan, dan menghidupi iman dengan penuh sukacita.
Dalam semangat mempererat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan liturgi, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan pertemuan para Penanggung Jawab (PJ) Koor Lingkungan pada hari Minggu, 2 November 2025, bertempat di gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Pertemuan ini dihadiri oleh timpel koor lingkungan, timpel koor stasi, serta kabid liturgi, yang bersama-sama berdiskusi dan menyusun langkah konkret untuk mempersiapkan kegiatan pelayanan koor di tingkat stasi.
Agenda utama pertemuan kali ini adalah membahas rencana parade koor yang akan dilaksanakan dalam Misa Pesta Nama Stasi dan Pelantikan Pengurus pada 4 Januari 2026 mendatang. Dalam acara tersebut, koor dari 17 lingkungan akan dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing membawakan lagu yang telah ditentukan oleh tim pelaksana.
Latihan akan dilakukan secara mandiri oleh tiap kelompok, dengan biaya ditanggung masing-masing lingkungan, dan akan diakhiri dengan gladi bersih pada hari Jumat setelah misa Jumper. Lagu-lagu yang akan digunakan akan dipilihkan oleh timpel stasi, dengan tiga opsi lagu yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan karakter masing-masing kelompok.
Sebagai bentuk apresiasi bagi semangat para lingkungan dalam pelayanan koor, akan diberikan hadiah berupa buku Mazmur, yang dapat dipilih sesuai kebutuhan — apakah Mazmur Harian atau Mazmur Mingguan.
Selain pembahasan utama, pertemuan ini juga menampung berbagai usulan dan masukan dari para peserta, antara lain:
Penjadwalan koor misa hari raya (selain Natal dan Paskah) agar dilimpahkan ke wilayah/ lingkungan,
Misa Jumper tetap menjadi tugas koor wilayah,
serta perlunya penjadwalan mazmur agar pelayanan semakin tertata dan berkesinambungan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh semangat ini menjadi wadah kebersamaan bagi para pelayan musik liturgi. Melalui koordinasi yang baik dan semangat melayani, diharapkan pelayanan koor di Stasi Maguwo semakin hidup, kompak, dan menjadi pujian yang sungguh memuliakan nama Tuhan.
Doa ARDAS IX 2026-2030 KAS Keuskupan Agung Semarang
Allah Bapa yang Mahasetia, puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu, sebab melalui tuntunan Gembala Agung kami Yesus Kristus, Engkau senantiasa menguatkan kami untuk berjalan bersama serta berjuang mewujudkan hidup yang sejahtera dan bermartabat.
Kobarkanlah hati kami dengan api Roh Kudus-Mu, agar bersama seluruh masyarakat Indonesia terus mengupayakan tatanan kehidupan berdasarkan Pancasila seraya menghadirkan Kerajaan Allah demi terwujudnya peradaban kasih.
Semoga niat dan usaha kami untuk ambil bagian dalam perutusan Kristus, dapat kami wujudkan dengan menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan. Kiranya kami tanpa henti mengembangkan iman yang hidup dan berani mengambil langkah pertama untuk merealisasikan cita-cita hidup bersama dalam semangat belarasa serta kerjasama dengan semua pihak. Sambil meneladan kesetiaan Santa Perawan Maria dan kegigihan Santo Paulus dalam mewujudkan kehendak-Mu, kami panjatkan doa ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.