Adven II Stasi Maguwo: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi


Memasuki Minggu Adven II, umat Stasi Maguwo kembali berkumpul dalam suasana hening dan penuh harapan untuk mengikuti pertemuan dengan tema “Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi.” Tema ini mengajak umat untuk berani melangkah, mengambil peran, dan menghadirkan terang kasih Tuhan di tengah masyarakat.

Pertemuan diawali dengan nyanyian dan doa pembuka, mengantar umat memasuki momen refleksi. Adven minggu kedua ini mengingatkan bahwa setiap orang dipanggil bukan hanya untuk menantikan kedatangan Tuhan, tetapi juga menjadi tanda kehadiran-Nya melalui tindakan kasih yang nyata.


Tema: Mengambil Langkah Pertama untuk Peradaban Kasih

Dalam pengantar pertemuan, umat diajak menyadari bahwa dunia yang semakin kompleks membutuhkan pribadi-pribadi yang siap menjadi teladan. Gereja yang menginspirasi bukanlah Gereja yang pasif, tetapi Gereja yang berani mengambil langkah pertama untuk menyemai peradaban kasih.

Mulai dari tindakan kecil—menyapa, membantu, mendengarkan, memberi waktu—semua itu menjadi dasar yang membuat komunitas semakin hidup. Adven mengajak umat melihat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian sederhana seseorang untuk memulai.


Inspirasi Iman: Mengisi Kertas Kosong

Untuk memperdalam makna tema, pertemuan Adven II diisi dengan dinamika “Mengisi Kertas Kosong.” Pemandu menyediakan selembar kertas kosong serta beberapa spidol, lalu umat diajak hening sejenak sebelum permainan dimulai.

Satu per satu, setiap peserta diminta memberi satu goresan—entah garis, lingkaran, titik, atau bentuk sederhana lainnya. Goresan sederhana yang saling melengkapi ini perlahan membentuk sebuah gambar utuh.

Dinamika ini membawa pesan mendalam:

  • Sebuah karya besar selalu dimulai dari satu inisiatif kecil.
  • Setiap orang punya peran penting untuk mengisi kekosongan dalam komunitas.
  • Ketika setiap umat memberi kontribusinya, Gereja menjadi lebih indah dan lebih menginspirasi.
  • Tanpa kebersamaan, kertas tetap kosong. Namun dengan kerjasama, kertas itu berubah menjadi karya penuh makna.

Seperti gambar itu, hidup menggereja juga membutuhkan keberanian untuk memulai dan kesediaan untuk berjalan bersama.


Peneguhan Sabda: Matius 3:1–12

Pertemuan kemudian diteguhkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Matius 3:1–12, yang menghadirkan suara Yohanes Pembaptis sebagai pewarta pertobatan. Bacaan ini menegaskan bahwa setiap orang dipanggil untuk memperbarui diri, mempersiapkan jalan bagi Tuhan, dan menghasilkan buah-buah pertobatan dalam hidup sehari-hari.

Sabda ini menjadi dorongan agar umat tidak hanya berhenti pada kata-kata, tetapi mengambil tindakan nyata untuk mewujudkan kasih Tuhan.


Penutup: Melangkah Bersama, Menginspirasi Sesama

Pertemuan Adven II ditutup dengan doa, memohon agar umat diberikan keberanian untuk menjadi Gereja yang bergerak, yang menghadirkan inspirasi, dan yang membangun kesejahteraan melalui aksi-aksi sederhana.

Melalui Adven minggu kedua ini, umat Stasi Maguwo diajak untuk terus melangkah bersama—mengubah “kertas kosong” kehidupan menjadi karya kasih yang hidup dan menginspirasi banyak orang.

Adven III Umat Stasi Maguwo: Menjadi Gereja yang Menyejahterakan


Memasuki Minggu Adven III, umat Stasi Maguwo kembali berkumpul dalam suasana hangat untuk mengikuti pertemuan Adven dengan tema “Menjadi Gereja yang Menyejahterakan.” Tema ini mengajak umat untuk semakin membuka hati, melihat sesama, dan menghadirkan kesejahteraan bagi banyak orang melalui bela rasa dan kerjasama.
Setiap lingkungan berkumpul dalam suasana sederhana namun penuh keakraban, dipersatukan oleh semangat yang sama: membangun Gereja yang semakin menyejahterakan.

Pertemuan dimulai dengan nyanyian pembuka, disusul doa pembuka yang membawa umat masuk dalam suasana doa dan penantian yang mendalam. Suasana hening dan kebersamaan malam ini menjadi tempat yang baik untuk menyiapkan hati menyambut kehadiran Sang Juru Selamat.


Pengantar: Menghidupi Semangat Bela Rasa

Dalam pengantar pertemuan, umat diajak merenungkan bahwa menjadi Gereja yang menyejahterakan bukan hanya tugas para pemimpin Gereja, tetapi panggilan setiap orang beriman. Kesejahteraan terwujud ketika kita mau hadir, peduli, dan menjadi tanda kasih Tuhan bagi sesama.

Gereja dipanggil untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi untuk keluar, melihat sekitar, dan terlibat menghadirkan kebaikan. Adven mengajak kita menyiapkan hati sekaligus menyiapkan tindakan nyata untuk mewujudkan kesejahteraan bersama—di keluarga, lingkungan, wilayah, dan stasi.


Inspirasi Iman: Puzzle Kesejahteraan

Pertemuan Adven III malam ini juga dilengkapi dengan dinamika menyusun puzzle, sebagai simbol bahwa kesejahteraan sejati adalah hasil karya bersama. Umat menerima potongan gambar dari berbagai bentuk—gambar keluarga harmonis, orang yang tersenyum, atau suasana damai—untuk dirangkai kembali menjadi gambar utuh.

Dinamika sederhana ini mengingatkan umat bahwa:

  • setiap orang membawa “potongan kebaikannya” sendiri,
  • setiap talenta saling melengkapi,
  • dan kesejahteraan hanya terwujud ketika semua bekerja bersama.

Sebagaimana puzzle tidak akan lengkap tanpa satu potongan pun, demikian pula Gereja tidak akan bisa menyejahterakan jika warganya berjalan sendiri-sendiri.


Refleksi Iman: Pesan Paus Fransiskus

Dalam refleksi, umat merenungkan pesan Paus Fransiskus yang menegaskan bahwa setiap manusia adalah saudara, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang. Kesejahteraan menurut Gereja bukan sekadar kesejahteraan materi, tetapi kesejahteraan yang memanusiakan setiap orang.

Paus mengingatkan bahwa masyarakat yang terpecah-pecah tidak mungkin menciptakan kesejahteraan. Justru dengan berbela rasa, bekerjasama, saling peduli, dan membangun relasi yang hangat, kita dapat menghadirkan “keluarga manusia” yang sejati.


Peneguhan Kitab Suci

Sabda Tuhan yang dibacakan menjadi sumber kekuatan bagi umat untuk semakin memahami panggilan sebagai Gereja yang melayani kesejahteraan bersama. Sabda tersebut mengingatkan bahwa tindakan kasih adalah bagian dari karya keselamatan Tuhan yang hadir melalui setiap pribadi yang mau peduli.


Penutup

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, memohon agar umat semakin mampu menghidupi semangat bela rasa dan kerjasama, sehingga Gereja sungguh menjadi tempat yang menumbuhkan harapan dan kesejahteraan bagi semua orang.

Melalui Adven III ini, umat Stasi Maguwo—khususnya lingkungan St. Monika, St. Klara, St. Yohanes Pembaptis, St. Gregorius, Bramin, St. Theresia, St. Stefanus, dan St. Yusuf—diajak untuk semakin siap menyambut kelahiran Kristus, Sang Sumber Sukacita dan Kesejahteraan sejati.

Infografis Data Umat Stasi Maguwo : Gambaran Utuh Komunitas Kita


Stasi Maria Bunda Allah Maguwo kembali merilis Infografis Data Umat tahun 2024-2025 sebagai bentuk keterbukaan sekaligus cara mudah untuk melihat perkembangan komunitas umat kita. Infografis ini merangkum berbagai data penting tentang kehidupan menggereja, mulai dari jumlah umat, struktur wilayah, hingga sebaran lingkungan.

Data ini tidak hanya menjadi laporan, tetapi juga cermin bagi kita semua tentang betapa hidup dan dinamisnya Stasi Maguwo sebagai satu keluarga besar.


Potret Umum Umat 2025

Berikut beberapa fakta menarik yang tersaji dalam infografis tahun ini:

• 4 Wilayah

Stasi Maguwo saat ini terbagi ke dalam 4 wilayah pelayanan. Pembagian ini membantu pengurus dalam mengatur pelayanan pastoral agar lebih dekat dan efektif.

• 17 Lingkungan

Setiap lingkungan memiliki karakter dan dinamika umat yang unik, namun semuanya bergerak bersama sebagai bagian dari satu stasi yang sama.

• 1.798 Umat Katolik

Jumlah ini menunjukkan bahwa Stasi Maguwo merupakan komunitas besar yang terus bertumbuh, dengan aktivitas menggereja yang hidup di semua lini.

• 591 Kepala Keluarga

Komunitas keluarga menjadi fondasi kuat kehidupan pastoral di stasi. Keluarga-keluarga inilah yang menghidupkan doa lingkungan, ibadat, dan aneka kegiatan basis.


Data Sakramen Inisiasi

Infografis juga menampilkan data Penerima Sakramen Inisiasi tahun ini—mulai dari baptis, komuni pertama, hingga krisma. Data ini menunjukkan dinamika perkembangan iman umat, khususnya kaum muda dan keluarga baru yang terus bertumbuh dalam Gereja.


Sebaran Umat per Wilayah & Lingkungan

Visualisasi sebaran umat membantu kita melihat wilayah mana yang padat, mana yang sedang berkembang, dan mana yang memerlukan perhatian khusus dari tim pastoral. Dengan melihat data ini, pengurus bisa menyusun perencanaan program yang lebih tepat sasaran.


Realisasi Propel Rutin & Visioner 2024

Infografis juga memuat laporan singkat mengenai:

  • Realisasi Propel Rutin 2024
  • Realisasi Propel Visioner 2024

Kedua data ini menjadi bukti komitmen pengurus stasi dalam menjalankan program-program pelayanan yang sudah direncanakan bersama umat.


Pengurus DPS 2026–2028

Infografis menampilkan susunan Dewan Pastoral Stasi Maguwo periode 2026–2028. Dengan melihat struktur ini, umat semakin mengenal siapa saja yang melayani di bidang administrasi, pastoral, liturgi, hingga kemasyarakatan.


Kegiatan Umat Basis (KUB) 2026–2028

Data ini memperlihatkan gambaran program dan arah pelayanan KUB ke depan—mulai dari kegiatan rohani, sosial, lingkungan hidup, hingga penguatan paguyuban umat.


Master Plan Penataan Kawasan Gereja, Pastoran & Gedung Pastoral

Bagian akhir infografis berisi tampilan visual Master Plan Gereja, Gedung Pastoral, dan Pastoran Stasi Maguwo. Rencana besar ini menjadi cita-cita bersama umat untuk menghadirkan ruang pelayanan yang semakin layak, nyaman, dan mendukung perkembangan Gereja di masa datang.


Penutup

Lewat infografis ini, Stasi Maguwo ingin mengajak seluruh umat melihat perjalanan pastoral secara lebih terbuka dan terukur. Semoga data ini menjadi dasar bagi kita untuk terus memperbaiki pelayanan, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan iman secara lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Supervisi Perdana Stasi Maguwo: Langkah Baru Menuju Pelayanan yang Semakin Tertata dan Berdaya Guna


Senin malam, 8 Desember 2025, Stasi Maguwo menorehkan langkah bersejarah melalui pelaksanaan supervisi perdana. Untuk pertama kalinya, seluruh tata di stasi Maguwo menjalani proses pendampingan, peninjauan, dan evaluasi menyeluruh dari Kevikepan Jogja Timur dan Keuskupan Agung Semarang. Supervisi ini dipimpin langsung oleh Romo Maradiyo, Pr, selaku Vikep Kevikepan Jogja Timur, bersama tim supervisi gabungan yang memiliki pengalaman luas dalam tata kelola gereja.

Hadir pula Romo Antonius Dadang Hermawan Pr Pastor Paroki Kalasan, dan Romo Yohanes Ngatmo Pr Vikaris Paroki, yang memberikan dukungan penuh bagi pengembangan Stasi Maguwo. Kehadiran kedua romo tersebut menghadirkan suasana penuh semangat dan mempertegas bahwa perjalanan pastoral Stasi Maguwo selalu mendapat pendampingan yang hangat.

Suasana Supervisi: Serius Tapi Santai, Formal Tapi Tetap Hangat

Sejak para romo dan tim supervisi tiba, suasana sudah terasa akrab. Tidak ada ketegangan, tidak ada kesan “diadili”—yang ada justru semangat dialog, belajar, dan bertumbuh bersama.

Setelah doa pembuka, supervisi dibagi ke dalam tiga kelompok tata yang dikerjakan secara paralel:

1. Tata Kelola Administrasi

Peninjauan meliputi dokumen-dokumen penting, tata arsip, alur surat-menyurat, pelaporan kegiatan, hingga sistem komunikasi internal.

2. Tata Kelola Harta Benda

Tim meninjau inventaris gereja, aset, mekanisme penggunaan dana, transparansi pengelolaan, serta perencanaan pengembangan sarana prasarana.

3. Tata Penggembalaan

Pada bagian ini, pembahasan berlangsung cukup mendalam. Bidang pewartaan menjadi sorotan khusus melalui evaluasi atas program FIBB (Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan)—apakah sudah berjalan, bagaimana pendampingannya, dan sejauh mana program ini membantu memperkuat iman umat di lingkungan.

Selain pewartaan, supervisi juga meninjau bidang:

  • Kemasyarakatan
  • Litbang
  • Liturgi dan Peribadatan
  • Paguyuban
  • Rumah Tangga Gereja

Seluruh bidang ini dievaluasi menggunakan checklist supervisi resmi, sehingga jelas mana yang sudah baik, mana yang perlu diperkuat, dan mana yang butuh pendampingan lanjutan. Prosesnya berjalan hangat, penuh tanya jawab, diselingi tawa kecil yang membuat suasana tetap ringan meskipun yang dibahas serius.

Dalam diskusi, banyak insight muncul, seperti pentingnya perencanaan pastoral yang lebih menyentuh kebutuhan umat, penguatan komunikasi antarbidang, serta penyusunan program FIBB yang lebih terarah.


Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama

Nilai utama supervisi malam itu adalah kemitraan. Tim supervisi tidak hanya menilai, tetapi juga memberi contoh, masukan, dan pengalaman terbaik. Pengurus Stasi Maguwo menyambut semua masukan dengan terbuka. Banyak catatan positif dicatat sebagai kekuatan stasi—mulai dari semangat para pengurus, kerapian data, hingga kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan umat.


Pembacaan Rekomendasi: Menyusun Arah Langkah ke Depan

Menjelang akhir, seluruh peserta berkumpul kembali untuk mendengarkan rekomendasi-rekomendasi dari ketiga tata. Rekomendasi ini menjadi pegangan penting bagi pengurus untuk menyusun langkah tindak lanjut, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Mulai dari perbaikan administrasi, penataan aset, hingga penguatan pastoral dan pengelolaan harta benda


Penutup yang Hangat: Makan Malam Bersama

Acara kemudian ditutup dengan makan malam bersama di teras depan gereja. Pengurus stasi, para romo, serta tim supervisi duduk bercampur, berbagi cerita ringan, dan menikmati suasana malam Maguwo yang sejuk. Kehangatan itu menjadi pengingat bahwa Gereja bukan hanya soal laporan dan data, tetapi komunitas yang hidup dan terus bertumbuh bersama.


Melangkah Maju Bersama

Supervisi perdana ini bukan sekadar agenda formal—melainkan sebuah tonggak bagi Stasi Maguwo untuk melihat diri, memperbaiki kekurangan, dan menguatkan apa yang sudah berjalan baik. Dengan semangat yang sama, Stasi Maguwo siap melangkah menuju tata kelola, pelayanan, dan penggembalaan yang semakin tertata dan semakin melayani.

Restorasi Patung Bunda Maria Selesai: Tampilan Baru, Semangat Doa yang Baru


Kabar gembira untuk umat GMBA
Proses restorasi patung Bunda Maria yang beberapa waktu terakhir dikerjakan kini resmi selesai. Patung yang selama ini menjadi tempat umat menepi dan berdoa, sekarang tampil jauh lebih cantik, bersih, dan seperti baru kembali.

Restorasi dilakukan dengan penuh perhatian, ketelitian, dan semangat pelayanan. Hasilnya benar-benar membawa suasana baru di area devosi Bunda Maria—lebih rapi, lebih terang, dan lebih mengundang umat untuk datang berdoa.

Sebagai tambahan, di depan patung kini juga telah disediakan tempat lilin yang bisa digunakan umat Maguwo sebagai sarana berdoa dan memanjatkan intensi. Harapannya, fasilitas kecil ini bisa membantu umat semakin dekat dengan Bunda Maria dan semakin tekun dalam kehidupan rohani.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada semua pihak yang sudah mendukung proses restorasi ini—baik yang menyumbang materi, tenaga, maupun doa.

Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada Mas Dedi dan Mas Puji, para koster GMBA, yang sudah bekerja dengan telaten, penuh bakat, dan memberikan sentuhan terbaik mereka untuk memulihkan keindahan patung ini. Talenta dan pelayanan mereka sungguh menjadi berkat bagi komunitas.

Semoga kehadiran patung Bunda Maria dengan wajah yang baru ini meneguhkan iman kita dan semakin menggerakkan hati untuk datang, berdoa, dan menyerahkan hidup kita kepada penyertaan Tuhan melalui Bunda-Nya.

Senam Sehat GMBA: Gerak Sehat Bareng di Halaman Belakang Gereja


Pada Sabtu, 6 Desember 2025, umat GMBA kembali berkumpul di halaman belakang gereja untuk mengikuti kegiatan Senam Sehat yang sudah beberapa kali diadakan. Kali ini bukan lagi khusus senam lansia—siapa saja boleh ikut, mulai dari yang muda sampai yang sudah senior.

Suasana pagi itu tenang dan nyaman. Peserta mengikuti gerakan demi gerakan yang dipandu oleh pak Koesno dengan ritme yang ringan dan mudah diikuti. Gerakannya tidak berat, tapi cukup bikin badan hangat, rileks, dan lebih segar untuk memulai hari.

Selain bikin tubuh lebih bugar, senam sehat ini juga jadi momen sederhana untuk saling menyapa, ngobrol ringan, dan menikmati udara pagi bersama komunitas. Tidak terlalu ramai, tidak heboh, tapi justru terasa hangat dan menyejukkan.

Harapannya, kegiatan senam sehat ini bisa terus rutin dilakukan sebagai bentuk perhatian pada kesehatan umat sekaligus cara kecil menjaga kebersamaan.

Gerak sehat bareng, hati pun ikut sehat.

Adven Pertama di Stasi Maguwo: Mulai Menyambut Natal Bareng-Bareng di Setiap Lingkunga


Awal Desember jadi momen spesial buat umat Stasi Maguwo. Soalnya, seluruh lingkungan bareng-bareng ngadain Ibadat Adven Pertama sebagai tanda dimulainya masa penantian menuju Natal. Tema Adven Minggu I tahun ini adalah “Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman”—tema yang sederhana tapi ngena banget.

Di tiap lingkungan, ibadat diadakan dengan suasana yang hangat dan akrab. Ada yang berkumpul di rumah umat, ada yang bikin lingkaran Adven sederhana, ada yang mulai ibadat dengan doa singkat, dan semuanya sama-sama menyalakan lilin pertama sebagai tanda harapan. Rasanya adem banget melihat umat kumpul, doa bareng, dan saling menyapa setelah ibadat.

Renungan Adven Pertama mengingatkan kita bahwa menanti Kristus itu nggak harus tegang atau penuh kekhawatiran. Justru sebaliknya—kita diajak untuk menunggu dengan hati yang gembira, bersyukur, dan percaya bahwa Tuhan selalu hadir dalam hidup kita sehari-hari.

Lingkungan St. Yohanes pembabtis


Linkungan St Fransiskus Asisi


Lingkungan St Petrus


Lingkungan St Monica


Lingkungan St Bartholomeus


Lingkungan St. Theresia


Lingkungan St. Gregorius


Lingkungan St. Yusuf


Lingkungan St Clara


Lingkungan St Stefanus


Lingkungan St. Antonius


Lingkungan St. Gabriel


Walaupun tiap lingkungan punya cara sendiri dalam menyiapkan ibadat, suasana yang terasa tetap sama: kompak, simple, dan penuh sukacita. Beberapa lingkungan lanjut ngobrol santai setelah ibadat, ada juga yang foto bareng, pokoknya suasananya hangat banget.

Dengan dimulainya Adven Pertama ini, umat Stasi Maguwo berharap bisa terus berjalan bersama dalam persiapan menuju Natal. Lilin pertama sudah dinyalakan—tinggal kita jaga supaya semangat dan harapan itu tetap hidup sampai Hari Natal tiba.

Adven Pertama 2025: Umat Santo Stefanus Memulai Masa Penantian dengan Sukacita


Pada Selasa, 2 Desember 2025, umat Lingkungan Santo Stefanus berkumpul untuk merayakan Ibadat Adven Pertama sebagai pembuka masa penantian akan kelahiran Tuhan. Ibadat tahun ini diselenggarakan di rumah keluarga Maikel, Perum Bale Ayu A4, Grogol Banjeng, Maguwo, yang dengan tulus membuka rumahnya sebagai tempat umat berhimpun dan berdoa bersama.

Tahun ini, kegiatan Adven mengangkat tema “Minggu I: Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman”, sebuah ajakan untuk membuka hati dan menyambut Sang Juru Selamat dengan penuh sukacita.

Ibadat Adven dipimpin dalam suasana sederhana namun penuh kekhidmatan. Lilin pertama pada lingkaran Adven dinyalakan sebagai simbol harapan dan sukacita, menandakan bahwa terang Kristus mulai hadir menuntun umat dalam perjalanan spiritual menuju Natal. Dalam renungan, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari sebagai kesempatan untuk hidup lebih gembira, lebih bersyukur, dan lebih dekat dengan Tuhan.

Tema Minggu I mendorong umat untuk menantikan Kristus bukan dengan kecemasan, melainkan dengan kebahagiaan iman—iman yang tumbuh melalui doa, karya kasih, dan kebersamaan dalam komunitas.

Setelah ibadat, umat saling bersapa dan berbincang, memperkuat ikatan kekeluargaan yang menjadi ciri khas Lingkungan Santo Stefanus. Kebersamaan ini menghadirkan suasana hangat, memperlihatkan bahwa perjalanan menuju Natal adalah perjalanan bersama yang saling menguatkan.

Dengan terlaksananya Adven pertama ini, umat Santo Stefanus berharap dapat menjalani seluruh rangkaian Adven dengan hati yang lebih ringan, penuh sukacita, dan semakin siap menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.

Semoga terang lilin pertama dan tema Adven Minggu I—Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman—terus menyala dalam hati setiap umat sepanjang masa persiapan ini.

“GMBA Bersiap Menuju Supervisi Perdana: Langkah Besar Menata Tata Kelola Gereja”


Pada Senin, 1 Desember 2025, GMBA mengadakan rapat persiapan supervisi bertempat di Ruang Sekretariat GMBA. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pastoral, serta perwakilan dari Ketua Lingkungan (Kaling) dan Ketua Wilayah (Kawil). Kehadiran para pengurus ini menunjukkan komitmen kuat GMBA untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan pastoral.

Rapat difokuskan pada finalisasi persiapan supervisi yang mencakup tiga aspek utama:

  1. Tata Kelola Administrasi
  2. Tata Kelola Harta Benda Gereja
  3. Tata Penggembalaan dan Pelayanan Pastoral

Dalam rapat ini, setiap bidang melakukan pemaparan kondisi terakhir, langkah-langkah yang sudah ditempuh, serta hal-hal yang masih perlu disempurnakan sebelum pelaksanaan supervisi. Diskusi berlangsung intensif namun tetap penuh semangat kolaborasi, menunjukkan keseriusan para pengurus untuk menghadirkan tata kelola gereja yang rapi, transparan, dan akuntabel.

Supervisi yang dijadwalkan pada 8 Desember 2025 ini merupakan supervisi pertama di GMBA, sehingga persiapan dilakukan sebaik mungkin agar seluruh proses berjalan lancar dan memberikan hasil yang memuaskan. Selain sebagai bentuk evaluasi, supervisi ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus momentum peningkatan kualitas pelayanan di GMBA.

Semoga melalui supervisi ini, GMBA semakin diteguhkan dalam panggilan untuk melayani umat dengan penuh tanggung jawab, keterbukaan, dan semangat sinodalitas.

“Merawat Kasih Bunda: Aksi Nyata Umat GMBA dalam Memelihara Patung Bunda Maria”


Sebagai wujud cinta dan spiritualitas kepada Santa Maria Bunda Allah—santa pelindung Gereja GMBA—umat GMBA kembali menunjukkan kepedulian melalui kegiatan perawatan dan pemeliharaan patung Bunda Maria yang berada di lingkungan gereja. Kegiatan ini bukan sekadar renovasi fisik, tetapi juga ungkapan iman dan bakti yang mengalir dari hati umat yang ingin merawat simbol kasih Bunda bagi seluruh komunitas.

Proses perawatan dilakukan secara gotong royong, melibatkan Tim Soundsystem GMBA, Tim Rumah Tangga GMBA, serta dibantu oleh dua koster gereja yang dengan penuh semangat memberikan tenaga dan waktu mereka. Mulai dari pembersihan area, pengecekan struktur, perbaikan detail wajah dan jubah, hingga pengecatan ulang—semuanya dikerjakan dengan teliti agar keindahan dan kesakralan patung tetap terjaga.

Yang membuat kegiatan ini semakin bermakna adalah bahwa seluruh dana renovasi berasal dari swadaya umat GMBA. Setiap sumbangan, besar maupun kecil, menjadi tanda nyata bahwa cinta dan devosi kepada Bunda Maria hidup kuat dalam diri umat.

Melalui karya bersama ini, umat GMBA tidak hanya merawat sebuah patung, tetapi juga memperbarui semangat persaudaraan dan devosi kepada Bunda Maria. Semoga dari tindakan sederhana namun penuh kasih ini, kita semua semakin diteguhkan untuk terus hidup dalam teladan Bunda Maria—dalam kesetiaan, kerendahan hati, dan pelayanan kepada Tuhan.