Pertemuan TPKP Rayon Sleman Timur: Berjalan Bersama Mewujudkan Gereja yang Membahagiakan


Pada hari Minggu, 8 Maret 2026, dilaksanakan Pertemuan TPKP Rayon Sleman Timur Kevikepan Yogyakarta Timur yang bertempat di Paroki St. Alfonsus Maria de Liguori Nandan. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi para pelayan pastoral untuk memperdalam pemahaman serta menyelaraskan langkah dalam mewujudkan arah pastoral Gereja.

Pertemuan tersebut mengangkat fokus pastoral Keuskupan Agung Semarang tahun 2026, yaitu “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.” Tema ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan bersama dalam melaksanakan Arah Dasar (ARDAS) KAS IX tahun 2026–2030.

Dalam kesempatan ini, Stasi Maria Bunda Allah turut berpartisipasi dengan mengutus perwakilan dari Tim Pelayanan Pastoral Keluarga, yaitu Bapak Albertus Bagio Murdiato bersama istri. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen stasi untuk terus terlibat aktif dalam pengembangan pelayanan keluarga di tingkat rayon dan kevikepan.


Gereja yang Berjalan Bersama

Dalam ARDAS KAS IX ditegaskan bahwa umat Allah dipanggil menjadi persekutuan murid-murid Kristus yang berjalan bersama dalam bimbingan Roh Kudus. Perjalanan bersama ini diwujudkan melalui perutusan untuk mewartakan Kerajaan Allah serta memperjuangkan kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat bagi semua orang.

Semangat ini juga sejalan dengan upaya bangsa Indonesia dalam membangun kehidupan bersama yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, seperti kesejahteraan yang berkeadilan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, kehidupan demokrasi yang partisipatif, kehidupan beragama yang inklusif, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.


Program Sekolah Keluarga

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan rencana program Sekolah Keluarga yang akan diselenggarakan oleh TPKP Rayon Sleman Timur. Program ini ditujukan bagi pasangan suami-istri dengan usia perkawinan 0–25 tahun.

Setiap paroki akan mendapatkan kuota tiga pasangan untuk mengikuti program ini. Peserta yang mengikuti kegiatan akan dikenakan kontribusi sebesar Rp25.000 per orang sebagai bentuk partisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan.

Untuk pelaksanaan pertama, Gereja Babadan direncanakan menjadi tuan rumah kegiatan ini. Beberapa materi yang akan dibahas pada pertemuan awal antara lain:

  • Keluarga sebagai rencana Allah
  • Komunikasi dalam keluarga

Melalui program ini diharapkan pasangan-pasangan muda semakin diperkaya dalam kehidupan berkeluarga, sehingga mampu membangun keluarga yang harmonis, tangguh dalam iman, dan menjadi saksi kasih Kristus di tengah masyarakat.


Inspirasi dari Stasi Maguwo: Penyegaran Janji Perkawinan

Salah satu hal yang cukup menarik perhatian dalam pertemuan ini adalah pengalaman dari Stasi Maguwo, khususnya terkait program penyegaran janji perkawinan. Program ini dinilai cukup berhasil karena mampu menghadirkan sekitar 30 hingga 40 pasangan suami-istri dalam setiap kegiatan.

Tidak semua paroki atau gereja memiliki program seperti ini. Beberapa paroki sebenarnya sudah memiliki program serupa, namun jumlah pesertanya masih relatif sedikit. Oleh karena itu, dalam pertemuan tersebut muncul pertanyaan mengenai kiat atau strategi yang dilakukan oleh Stasi Maguwo sehingga program ini dapat diikuti oleh banyak pasangan.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  1. Berkoordinasi dengan tim Litbang untuk memperoleh data pasangan yang merayakan hari ulang tahun pernikahan dalam rentang waktu tiga bulan.
  2. Menghubungi ketua lingkungan (kaling) untuk memastikan apakah pasangan tersebut masih berdomisili di lingkungan yang bersangkutan.
  3. Membuat undangan fisik khusus, yang dirancang menyerupai undangan pernikahan, sehingga terasa lebih personal dan berkesan bagi pasangan yang diundang.

Pendekatan sederhana namun penuh perhatian ini ternyata mampu meningkatkan partisipasi umat secara signifikan. Bahkan dalam diskusi pertemuan tersebut, beberapa paroki menyampaikan ketertarikannya untuk mengadopsi model pelayanan yang dilakukan oleh Paroki Maguwo.


Harapan ke Depan

Melalui berbagai program pastoral keluarga yang dirancang, Gereja berharap semakin banyak keluarga Katolik yang mampu membangun kehidupan rumah tangga yang sehat, harmonis, dan penuh iman. Keluarga diharapkan menjadi tempat pertama pendidikan iman bagi anak-anak, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat di sekitarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepercayaan kepada penyelenggaraan Allah, umat diajak untuk terus berjalan bersama mewujudkan Gereja yang membahagiakan, menginspirasi, dan menyejahterakan.

“Cek Kesehatan Gratis, Gereja Hadir Membahagiakan Umat”


Dalam semangat Arah Dasar (Ardas) ke-9 Keuskupan, yaitu menghadirkan Gereja yang membahagiakan, mensejahterakan, dan menginspirasi, umat lingkungan kembali melaksanakan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan secara rutin setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian Gereja terhadap kesehatan umat, sekaligus mendorong kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari anugerah kehidupan.

Pada kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan hari ini, tidak ditemukan umat yang mengalami kondisi sakit saat mengikuti misa. Setelah misa, umat memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar yang meliputi pengecekan berat badan, tekanan darah, serta kadar gula darah.

Sebanyak 68 umat mengikuti pemeriksaan kesehatan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan 17 umat dengan indikasi hipertensi dan 2 umat dengan indikasi hiperglikemi. Meski demikian, tidak terdapat kondisi yang memerlukan rujukan darurat. Umat yang memiliki hasil pemeriksaan di luar batas normal mendapatkan edukasi serta konsultasi kesehatan dari para dokter yang bertugas, sehingga diharapkan dapat lebih memahami langkah-langkah pencegahan dan pengelolaan kesehatannya.

Pelayanan kesehatan hari ini didukung oleh tim yang terdiri dari 2 orang dokter yang memberikan edukasi dan konsultasi, 4 tenaga paramedis yang melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, serta 3 petugas pencatatan yang membantu proses pendataan hasil pemeriksaan umat.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian Gereja terhadap kesejahteraan umat, sehingga umat dapat merasakan kehadiran Gereja yang sungguh membahagiakan, mensejahterakan, dan menginspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pelayanan pemeriksaan kesehatan ini akan kembali dilaksanakan tiga bulan mendatang, dengan harapan menghadirkan jenis pemeriksaan yang lebih lengkap serta semakin banyak umat yang antusias melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, demi menjaga kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh umat.

SENAM SEHAT MAGUWO, SABTU 28 FEB 2026


Maguwo, 28 feb 2026
senam sehat pagi ini diikuti oleh 45 orang.
mari bapak ibu, mas, mbak, adek, kakak bergabung dalam senam sehat setiap sabtu di pelataran belakang gereja St Maria Bunda Allah maguwo jam 07:00 WIB

Anda Sehat, Kami Senang…..




Bikin Film? Siapa Takut! Saatnya Lingkungan Kita Bersinar!


Kadang kita merasa kegiatan lingkungan itu biasa saja.
Doa lingkungan… bakti sosial… rekoleksi… kunjungan kasih…

Tapi pernah nggak kita sadar?
Di situlah Gereja yang sesungguhnya sedang hidup.

Melalui Festival & Lomba Film Pendek Dokumenter ARDAS 2026, Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo mengajak seluruh lingkungan untuk menunjukkan bahwa Gereja kita itu:

Bahagia, Menginspirasi, Menyejahterakan

Bukan cuma hadir… tapi berdampak.

Mau yang simpel? Bikin video < 59 detik untuk IG/TikTok.
Mau yang niat? Garap film 3–6 menit buat YouTube/Website.

Nggak harus pakai kamera mahal.
HP juga bisa.
Yang penting: kompak, kreatif, dan penuh semangat!

Ada banyak kategori yang bisa diraih:
Film Terbaik, Film Paling Membahagiakan, Film Paling Menginspirasi, Cerita Lingkungan Terbaik, Film Favorit dan Lingkungan Paling Rajin

Dan tenang… setiap lingkungan dapat stimulus dana Rp100.000 untuk mulai berkarya

Bayangkan kalau di akhir tahun nanti nama lingkungan kita dipanggil sebagai pemenang…
Bukan cuma soal hadiah.
Tapi soal kebanggaan: “Ini lho wajah Gereja kami.”

Penjurian dan pengumuman akan dilaksanakan pada 28 Desember 2026.

Jadi…
Mau jadi penonton?
Atau jadi lingkungan yang dikenang sepanjang tahun?

Ayo bergerak.
Ayo rekam.
Ayo wartakan.

Lingkungan kita siap viral demi Kerajaan Allah?


Abu di Dahi, Harapan di Hati: Awal Prapaskah Umat Maguwo


Suasana malam Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo dipenuhi langkah-langkah umat yang datang dengan satu kerinduan: mengawali Masa Prapaskah dengan hati yang dibarui. Sebanyak 918 umat memenuhi gereja untuk mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu yang dipimpin oleh Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Sejak perarakan masuk, nuansa tobat terasa begitu kuat. Dalam Ritus Pembuka, umat diajak menyadari bahwa Prapaskah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum rahmat—waktu istimewa untuk kembali kepada Tuhan.

Memasuki Liturgi Sabda, firman Tuhan menggema mengundang pertobatan yang sejati: bukan hanya perubahan lahiriah, melainkan pembaruan hati. Dalam homilinya, Romo mengingatkan bahwa abu yang akan diterima bukan tanda kesedihan, tetapi tanda harapan—bahwa manusia yang rapuh tetap dikasihi dan selalu diberi kesempatan untuk bangkit.

Puncak keheningan terjadi saat pemberkatan dan pengenaan abu. Abu yang berasal dari daun palma tahun lalu didoakan, lalu satu per satu umat maju menerima tanda salib di dahi. Terdengar kalimat yang sederhana namun menggugah:
“Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.”

Dalam momen itu, gereja seakan tenggelam dalam doa. Abu menjadi simbol kerendahan hati; tanda bahwa hidup ini fana, namun penuh makna ketika diserahkan kepada Allah.

Perayaan berlanjut dalam Doa Umat dan Liturgi Ekaristi, di mana umat mempersembahkan diri bersama roti dan anggur, memohon agar perjalanan 40 hari ke depan sungguh menjadi jalan pertobatan yang nyata—melalui doa, puasa, dan karya kasih.

Malam itu, umat tidak hanya pulang dengan abu di dahi, tetapi juga dengan tekad baru di hati. Masa Prapaskah telah dimulai—dan bersama Tuhan, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik dari kemarin.

Berkah Dalem.

Surat Gembala Prapaskah 2026: Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera


Pada Minggu pagi, 15 Februari 2026, umat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo menerima pembacaan Surat Gembala Prapaskah 2026 dari Uskup Agung Semarang. Surat ini disampaikan oleh Romo Maradiyo, Pr, Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Timur, dalam perayaan Ekaristi Minggu Biasa VI.

Dalam suratnya, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengajak seluruh umat memasuki Masa Prapaskah sebagai kesempatan untuk “ngresiki ati” — membersihkan hati dan memperbarui arah hidup. Prapaskah bukan sekadar puasa dan pantang secara lahiriah, tetapi pertobatan sejati yang lahir dari hati dan nyata dalam tindakan kasih.

Tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, menjadi ajakan konkret bagi seluruh umat untuk menghadirkan kebahagiaan yang utuh — tidak hanya secara materi, tetapi juga secara spiritual, sosial, dan emosional. Gereja dipanggil untuk menjadi komunitas yang menginspirasi melalui keteladanan serta menyejahterakan terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Melalui puasa, doa, dan derma, umat diajak memperdalam solidaritas: hidup lebih sederhana, semakin peka terhadap sesama yang menderita, serta berbagi dengan tulus. Dana sosial Gereja pun diharapkan dikelola secara bertanggung jawab demi mendukung pendidikan, kesehatan, bantuan bencana, dan kepedulian bagi yang membutuhkan.

Mengakhiri suratnya, Uskup Agung mengajak seluruh umat menjadikan Prapaskah sebagai jalan pertobatan pribadi dan bersama, agar Gereja sungguh hadir sebagai tanda kasih Allah di tengah masyarakat.

Semoga Masa Prapaskah ini menumbuhkan iman yang semakin teguh, harapan yang semakin kuat, dan kasih yang semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Berkah Dalem.

NGUMPUL ASYIK – TEBAR KASIH BARENG RBM MAGUWO


Minggu, 15 Februari 2026 pukul 09.00–11.00 WIB, Gazebo Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo dipenuhi semangat dan keceriaan dalam kegiatan Ngumpul Asyik – Tebar Kasih Bareng RBM. Sebanyak 42 remaja hadir meramaikan acara yang berlangsung sangat menyenangkan dan seru ini. Kegiatan juga didukung oleh 2 orang Suster RMI dan 2 orang Suster OP yang dengan penuh perhatian mendampingi jalannya acara.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan menikmati snack bersama yang semakin mencairkan suasana. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti doa pembuka sebagai ungkapan syukur agar seluruh rangkaian kegiatan boleh berjalan dengan lancar dan penuh berkat.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua RBM, Nathan, yang menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme teman-teman remaja yang hadir. Dilanjutkan dengan sambutan dari KaBid Pewarta, Ibu Rina, yang memberikan motivasi agar kaum muda semakin kompak, aktif, dan bertumbuh dalam kebersamaan. Seluruh acara dipandu dengan penuh energi oleh Kian selaku MC sekaligus Wakil Ketua RBM yang berhasil membangun suasana menjadi semakin hidup dan interaktif.

Selanjutnya, para pengurus RBM memperkenalkan diri kepada seluruh peserta. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dari semua yang hadir. Peserta yang datang cukup variatif dari berbagai lingkungan, sehingga pertemuan ini terasa semakin kaya dan penuh warna. Fantastis sekali melihat begitu banyak rekan muda yang penuh energi dan ekspresif berkumpul bersama dalam suasana yang hangat dan bersahabat.

Keseruan tidak berhenti sampai di situ. Untuk menambah semangat, tim pengurus membawakan dua permainan seru, yaitu tebak gaya dan memory run. Gelak tawa dan sorak sorai memenuhi gazebo, membuat suasana semakin cair dan akrab. Benar-benar seru banget!

Setelah sesi permainan, kegiatan dilanjutkan dengan sharing asyik yang dipimpin oleh pendamping RBM, Mbak Vera. Dalam sesi ini disampaikan program kerja RBM selama satu tahun ke depan agar teman-teman semakin memahami arah dan tujuan kegiatan yang akan dijalankan. Setelah pemaparan program, teman-teman juga diberi kesempatan untuk mengusulkan berbagai kegiatan seru yang dapat dilakukan bersama demi menambah keguyuban, keakraban, dan semangat kaum remaja.

Usulan yang muncul pun sangat keren dan beragam, mulai dari nonton film bareng, olahraga bersama, mancing, gowes, ziarah, makan-makan, dan lain sebagainya. Semua ide tersebut akan ditampung oleh pengurus dan sangat memungkinkan untuk direalisasikan di waktu mendatang.

Kemeriahan berlanjut dengan pembagian door prize yang semakin membangkitkan antusiasme peserta. Setelah itu, sesi tukar kado silang menjadi momen yang paling dinanti. Teman-teman membawa kado berupa makanan dengan kisaran harga Rp10.000–Rp15.000. Sederhana, namun penuh kebahagiaan dan kebersamaan.

Acara semakin istimewa dengan kehadiran kurang lebih 15 kakak-kakak dari PBI UKDW. Mereka mengajak teman-teman remaja untuk ikut dalam kegiatan belajar bahasa Inggris bersama. Dalam sosialisasi awal tersebut, kakak-kakak UKDW menghadirkan permainan bahasa Inggris yang seru dan interaktif. Teman-teman pun sangat antusias mengikuti arahan dan berpartisipasi aktif.

Dengan tambahan 15 kakak UKDW, total peserta yang mengikuti kegiatan RBM kali ini berjumlah 57 orang (42 remaja dan 15 kakak UKDW). Kebersamaan yang tercipta terasa semakin hangat dan penuh semangat.

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Acara pun ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sesi foto. Di akhir sesi foto, seluruh peserta dengan penuh semangat menyuarakan yel-yel kebanggaan:

“Glory, Glory Remaja Bunda Maria!”

Sampai jumpa di pertemuan RBM bulan April 2026. Mari teman-teman remaja ikut gayeng bareng bersama kami di RBM. Seru banget lho!

Tuhan memberkati.

Menguatkan Persaudaraan Iman dalam Semangat Ekumenis


Dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan lintas gereja, Tim Pelayanan HAK Stasi Maguwo yang diwakili oleh Ibu Fitri menghadiri undangan dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) dalam rangka pentahbisan pendeta, yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Kehadiran perwakilan Tim Pelayanan HAK ini menjadi wujud nyata keterbukaan Gereja Katolik untuk terus membangun relasi yang harmonis dengan gereja-gereja lain, khususnya dalam semangat ekumenisme. Pentahbisan pendeta merupakan peristiwa iman yang sakral, tidak hanya bagi jemaat GKJ, tetapi juga menjadi momentum syukur bersama atas panggilan pelayanan yang dipercayakan Tuhan bagi umat-Nya.

Melalui kehadiran ini, diharapkan terjalin semakin kuat hubungan persaudaraan antarumat beriman, saling menghormati perbedaan, serta bersama-sama mewartakan nilai kasih, damai, dan pelayanan di tengah masyarakat. Semoga pelayanan yang akan dijalani oleh pendeta yang ditahbiskan senantiasa diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Kehadiran Tim Pelayanan HAK Stasi Maguwo dalam acara ini juga menjadi pengingat bahwa Gereja dipanggil untuk terus hadir, berjalan bersama, dan menjadi jembatan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.