Abu di Dahi, Harapan di Hati: Awal Prapaskah Umat Maguwo


Suasana malam Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo dipenuhi langkah-langkah umat yang datang dengan satu kerinduan: mengawali Masa Prapaskah dengan hati yang dibarui. Sebanyak 918 umat memenuhi gereja untuk mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu yang dipimpin oleh Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Sejak perarakan masuk, nuansa tobat terasa begitu kuat. Dalam Ritus Pembuka, umat diajak menyadari bahwa Prapaskah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum rahmat—waktu istimewa untuk kembali kepada Tuhan.

Memasuki Liturgi Sabda, firman Tuhan menggema mengundang pertobatan yang sejati: bukan hanya perubahan lahiriah, melainkan pembaruan hati. Dalam homilinya, Romo mengingatkan bahwa abu yang akan diterima bukan tanda kesedihan, tetapi tanda harapan—bahwa manusia yang rapuh tetap dikasihi dan selalu diberi kesempatan untuk bangkit.

Puncak keheningan terjadi saat pemberkatan dan pengenaan abu. Abu yang berasal dari daun palma tahun lalu didoakan, lalu satu per satu umat maju menerima tanda salib di dahi. Terdengar kalimat yang sederhana namun menggugah:
“Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.”

Dalam momen itu, gereja seakan tenggelam dalam doa. Abu menjadi simbol kerendahan hati; tanda bahwa hidup ini fana, namun penuh makna ketika diserahkan kepada Allah.

Perayaan berlanjut dalam Doa Umat dan Liturgi Ekaristi, di mana umat mempersembahkan diri bersama roti dan anggur, memohon agar perjalanan 40 hari ke depan sungguh menjadi jalan pertobatan yang nyata—melalui doa, puasa, dan karya kasih.

Malam itu, umat tidak hanya pulang dengan abu di dahi, tetapi juga dengan tekad baru di hati. Masa Prapaskah telah dimulai—dan bersama Tuhan, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik dari kemarin.

Berkah Dalem.

Surat Gembala Prapaskah 2026: Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera


Pada Minggu pagi, 15 Februari 2026, umat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo menerima pembacaan Surat Gembala Prapaskah 2026 dari Uskup Agung Semarang. Surat ini disampaikan oleh Romo Maradiyo, Pr, Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Timur, dalam perayaan Ekaristi Minggu Biasa VI.

Dalam suratnya, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengajak seluruh umat memasuki Masa Prapaskah sebagai kesempatan untuk “ngresiki ati” — membersihkan hati dan memperbarui arah hidup. Prapaskah bukan sekadar puasa dan pantang secara lahiriah, tetapi pertobatan sejati yang lahir dari hati dan nyata dalam tindakan kasih.

Tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, menjadi ajakan konkret bagi seluruh umat untuk menghadirkan kebahagiaan yang utuh — tidak hanya secara materi, tetapi juga secara spiritual, sosial, dan emosional. Gereja dipanggil untuk menjadi komunitas yang menginspirasi melalui keteladanan serta menyejahterakan terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Melalui puasa, doa, dan derma, umat diajak memperdalam solidaritas: hidup lebih sederhana, semakin peka terhadap sesama yang menderita, serta berbagi dengan tulus. Dana sosial Gereja pun diharapkan dikelola secara bertanggung jawab demi mendukung pendidikan, kesehatan, bantuan bencana, dan kepedulian bagi yang membutuhkan.

Mengakhiri suratnya, Uskup Agung mengajak seluruh umat menjadikan Prapaskah sebagai jalan pertobatan pribadi dan bersama, agar Gereja sungguh hadir sebagai tanda kasih Allah di tengah masyarakat.

Semoga Masa Prapaskah ini menumbuhkan iman yang semakin teguh, harapan yang semakin kuat, dan kasih yang semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Berkah Dalem.

NGUMPUL ASYIK – TEBAR KASIH BARENG RBM MAGUWO


Minggu, 15 Februari 2026 pukul 09.00–11.00 WIB, Gazebo Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo dipenuhi semangat dan keceriaan dalam kegiatan Ngumpul Asyik – Tebar Kasih Bareng RBM. Sebanyak 42 remaja hadir meramaikan acara yang berlangsung sangat menyenangkan dan seru ini. Kegiatan juga didukung oleh 2 orang Suster RMI dan 2 orang Suster OP yang dengan penuh perhatian mendampingi jalannya acara.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan menikmati snack bersama yang semakin mencairkan suasana. Setelah itu, seluruh peserta mengikuti doa pembuka sebagai ungkapan syukur agar seluruh rangkaian kegiatan boleh berjalan dengan lancar dan penuh berkat.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua RBM, Nathan, yang menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme teman-teman remaja yang hadir. Dilanjutkan dengan sambutan dari KaBid Pewarta, Ibu Rina, yang memberikan motivasi agar kaum muda semakin kompak, aktif, dan bertumbuh dalam kebersamaan. Seluruh acara dipandu dengan penuh energi oleh Kian selaku MC sekaligus Wakil Ketua RBM yang berhasil membangun suasana menjadi semakin hidup dan interaktif.

Selanjutnya, para pengurus RBM memperkenalkan diri kepada seluruh peserta. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dari semua yang hadir. Peserta yang datang cukup variatif dari berbagai lingkungan, sehingga pertemuan ini terasa semakin kaya dan penuh warna. Fantastis sekali melihat begitu banyak rekan muda yang penuh energi dan ekspresif berkumpul bersama dalam suasana yang hangat dan bersahabat.

Keseruan tidak berhenti sampai di situ. Untuk menambah semangat, tim pengurus membawakan dua permainan seru, yaitu tebak gaya dan memory run. Gelak tawa dan sorak sorai memenuhi gazebo, membuat suasana semakin cair dan akrab. Benar-benar seru banget!

Setelah sesi permainan, kegiatan dilanjutkan dengan sharing asyik yang dipimpin oleh pendamping RBM, Mbak Vera. Dalam sesi ini disampaikan program kerja RBM selama satu tahun ke depan agar teman-teman semakin memahami arah dan tujuan kegiatan yang akan dijalankan. Setelah pemaparan program, teman-teman juga diberi kesempatan untuk mengusulkan berbagai kegiatan seru yang dapat dilakukan bersama demi menambah keguyuban, keakraban, dan semangat kaum remaja.

Usulan yang muncul pun sangat keren dan beragam, mulai dari nonton film bareng, olahraga bersama, mancing, gowes, ziarah, makan-makan, dan lain sebagainya. Semua ide tersebut akan ditampung oleh pengurus dan sangat memungkinkan untuk direalisasikan di waktu mendatang.

Kemeriahan berlanjut dengan pembagian door prize yang semakin membangkitkan antusiasme peserta. Setelah itu, sesi tukar kado silang menjadi momen yang paling dinanti. Teman-teman membawa kado berupa makanan dengan kisaran harga Rp10.000–Rp15.000. Sederhana, namun penuh kebahagiaan dan kebersamaan.

Acara semakin istimewa dengan kehadiran kurang lebih 15 kakak-kakak dari PBI UKDW. Mereka mengajak teman-teman remaja untuk ikut dalam kegiatan belajar bahasa Inggris bersama. Dalam sosialisasi awal tersebut, kakak-kakak UKDW menghadirkan permainan bahasa Inggris yang seru dan interaktif. Teman-teman pun sangat antusias mengikuti arahan dan berpartisipasi aktif.

Dengan tambahan 15 kakak UKDW, total peserta yang mengikuti kegiatan RBM kali ini berjumlah 57 orang (42 remaja dan 15 kakak UKDW). Kebersamaan yang tercipta terasa semakin hangat dan penuh semangat.

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Acara pun ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sesi foto. Di akhir sesi foto, seluruh peserta dengan penuh semangat menyuarakan yel-yel kebanggaan:

“Glory, Glory Remaja Bunda Maria!”

Sampai jumpa di pertemuan RBM bulan April 2026. Mari teman-teman remaja ikut gayeng bareng bersama kami di RBM. Seru banget lho!

Tuhan memberkati.

Menguatkan Persaudaraan Iman dalam Semangat Ekumenis


Dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan lintas gereja, Tim Pelayanan HAK Stasi Maguwo yang diwakili oleh Ibu Fitri menghadiri undangan dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) dalam rangka pentahbisan pendeta, yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Kehadiran perwakilan Tim Pelayanan HAK ini menjadi wujud nyata keterbukaan Gereja Katolik untuk terus membangun relasi yang harmonis dengan gereja-gereja lain, khususnya dalam semangat ekumenisme. Pentahbisan pendeta merupakan peristiwa iman yang sakral, tidak hanya bagi jemaat GKJ, tetapi juga menjadi momentum syukur bersama atas panggilan pelayanan yang dipercayakan Tuhan bagi umat-Nya.

Melalui kehadiran ini, diharapkan terjalin semakin kuat hubungan persaudaraan antarumat beriman, saling menghormati perbedaan, serta bersama-sama mewartakan nilai kasih, damai, dan pelayanan di tengah masyarakat. Semoga pelayanan yang akan dijalani oleh pendeta yang ditahbiskan senantiasa diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Kehadiran Tim Pelayanan HAK Stasi Maguwo dalam acara ini juga menjadi pengingat bahwa Gereja dipanggil untuk terus hadir, berjalan bersama, dan menjadi jembatan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.


Seruan Pastoral: Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup


Menghadapi krisis sampah yang berkepanjangan di Daerah Istimewa Yogyakarta—terutama pasca penutupan total TPA Piyungan sejak Januari 2026—Gereja Katolik di Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat mengajak seluruh umat untuk membaca tanda-tanda zaman dan menjawabnya dengan iman yang bertanggung jawab.

Ketergantungan panjang pada TPA Piyungan telah membawa DIY pada situasi darurat pengelolaan sampah. Keterbatasan kapasitas TPST di Sleman dan Bantul, serta minimnya lahan di Kota Yogyakarta, menuntut perubahan mendasar yang melibatkan seluruh warga. Kebijakan larangan membuang sampah organik ke depo sejak 1 Januari 2026 menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Dalam terang iman, Gereja menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian dari panggilan kristiani. Kitab Suci dan ensiklik Laudato Si’ mengingatkan bahwa krisis lingkungan adalah krisis kemanusiaan dan spiritual. Pengelolaan sampah menjadi wujud nyata pertobatan ekologis: perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak demi masa depan bersama.

Sebagai tanggapan konkret, Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat menggerakkan Gerakan Pastoral Ekologis “Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup.” Gerakan ini mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta pemanfaatan sampah sebagai sumber kehidupan dan keberlanjutan.

Stasi Maguwo telah menanggapi seruan pastoral ini dengan mulai mengikuti dan menerapkan arahan pengelolaan sampah secara bertahap, khususnya melalui kebiasaan memilah sampah, pengurangan sampah organik, serta edukasi umat di tingkat lingkungan. Langkah ini menjadi wujud kesediaan umat Stasi Maguwo untuk ambil bagian dalam pertobatan ekologis dan memberi teladan di tengah masyarakat sekitar.

Gerakan ini mengajak seluruh umat, komunitas, dan lembaga Gereja untuk memulai perubahan dari rumah masing-masing. Diharapkan, melalui kesetiaan pada langkah-langkah kecil namun nyata, Gereja Katolik di Yogyakarta sungguh hadir sebagai komunitas iman yang peka, solider, dan menginspirasi.

Yogyakarta, 27 Januari 2026
Vikaris Episkopal
Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat
Rm. Adrianus Maradiyo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur)
Rm. AR. Yudono Suwondo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat)

Senam Sehat Penghujung Januari: PIUL Bergerak, Tim Sound System Ikut Pegel


Menutup penghujung Januari 2026, tepatnya pada Sabtu, 31 Januari 2026, halaman belakang Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kembali dipenuhi suasana ceria melalui kegiatan Senam Sehat yang dimulai sejak pukul 07.00 pagi. Untuk yang kesekian kalinya, kegiatan ini dilaksanakan dan telah menjadi agenda rutin Tim PIUL Stasi Maguwo.

Yang tak kalah menarik, pada kesempatan kali ini Tim Sound System GMBA tidak hanya bertugas di balik peralatan, tetapi ikut turun langsung ke arena senam. Biasanya mengatur volume dan kabel, kali ini mereka mengatur napas dan otot yang mulai protes. Hasilnya? Suara tetap jernih, tapi rasa pegal dirasakan bersama — lengkap dan merata.

Kegiatan Senam Sehat kali ini diikuti oleh 38 peserta, sebuah angka yang mencerminkan antusiasme umat untuk bergerak bersama, menjaga kesehatan, sekaligus mempererat kebersamaan. Keringat yang bercucuran justru menjadi saksi kehangatan dan sukacita yang tercipta.

dan seperti biasa sebagai gerakan penutupadalah flashmob yang dilakukan spontan oleh peserta dengan lagu favorit : GMBA ISTIMEWA……..eh……JOGJA ISTIMEWA

Melalui kegiatan sederhana namun penuh tawa ini, Tim PIUL Stasi Maguwo terus menghadirkan ruang kebersamaan yang menyehatkan, membahagiakan, dan menyegarkan. Karena di Stasi Maguwo, olahraga bukan hanya soal gerak badan, tapi juga soal hati yang ikut senang.

“Menata Pelayanan 2026: Rapat Pleno Stasi Maguwo dalam Semangat Ardas 9”


Stasi Maguwo menyelenggarakan Rapat Pleno Tahun 2026 pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Rapat pleno ini menjadi momentum strategis untuk meneguhkan arah pelayanan Stasi Maguwo agar semakin selaras dengan Arah Dasar Gereja (Ardas) ke-9, yang mengajak Gereja untuk hadir secara membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi.

Rapat pleno dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pastoral Harian (DPH) Stasi Maguwo, seluruh koordinator tim pelayanan beserta anggota, seluruh Ketua Wilayah, serta seluruh Ketua Lingkungan Stasi Maguwo. Kehadiran seluruh unsur pelayanan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif umat dalam membangun Gereja yang hidup.

Turut hadir pula tamu dari Paroki Kalasan, yakni Wakil Ketua II, Bendahara Paroki, dan Sekretaris Paroki, sebagai wujud dukungan dan sinergi antar unit pastoral.

Agenda rapat pleno mencakup pemaparan laporan pertanggungjawaban keuangan Tahun 2025, pemaparan rencana anggaran Tahun 2026, pemaparan Program Ardas Tahun 2026, serta pemaparan program kerja masing-masing bidang pelayanan untuk Tahun 2026. Seluruh pemaparan dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pelayanan dan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Rapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pendalaman, yang berlangsung dalam suasana dialogis dan membangun. Melalui proses ini, seluruh peserta diajak untuk semakin memahami arah, tujuan, serta implementasi program pelayanan agar sungguh berdampak bagi kehidupan iman umat dan masyarakat.

Sebagai keputusan bersama, Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2026 Stasi Maguwo disahkan oleh Pastor Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, setelah seluruh peserta rapat yang hadir menyatakan persetujuan. Pengesahan ini menjadi dasar resmi pelaksanaan program dan kegiatan pelayanan Stasi Maguwo Tahun 2026, sekaligus penegasan komitmen bersama untuk mewujudkan Gereja yang semakin membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi, sejalan dengan semangat Ardas ke-9.

Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo Menghadiri Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Kevikepan Jogja Timur


Sebagai wujud tanggung jawab dan keterlibatan aktif dalam karya pewartaan Gereja, Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo, yang diwakili oleh Ibu Joana Ita Rinawati dan Bapak Paulus Haryoko, menghadiri Rapat Sosialisasi dan Koordinasi Bidang Pewartaan dan Evangelisasi tingkat Kevikepan Yogyakarta Timur.

Rapat ini diselenggarakan pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 17.00–19.00 WIB, bertempat di Aula Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi Program Komisi Kateketik Kevikepan Yogyakarta Timur Tahun 2026, sekaligus sebagai sarana koordinasi antarparoki dan stasi agar pelaksanaan karya pewartaan dan evangelisasi dapat berjalan secara terarah, terpadu, dan selaras dengan arah dasar Gereja.

Melalui forum ini, para peserta diajak untuk memahami arah kebijakan, program, serta strategi pewartaan dan evangelisasi yang akan dijalankan, sehingga dapat menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan pelayanan di tingkat paroki dan stasi. Forum koordinasi ini juga memperkuat komunikasi, kerja sama, dan sinergi dalam menjalankan tugas perutusan Gereja.

Keikutsertaan dalam rapat koordinasi dan sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat arah dan kualitas karya pewartaan dan evangelisasi di Stasi Maguwo. Hasil pertemuan ini menjadi bekal strategis bagi Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo untuk menindaklanjuti program secara terencana, selaras dengan kebijakan Gereja, serta menghadirkan pelayanan pewartaan yang komunikatif, kontekstual, dan berdaya guna bagi umat.

Wilayah Ignatius Loyola Gelar Kerja Bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap rumah bersama, Jumat 30 Januari 2026 Wilayah Ignatius Loyola yang terdiri dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis, St. Elisabet, St. Clara, St. Fransiskus Asisi, dan St. Gabriel, melaksanakan kegiatan kerja bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata partisipasi umat dalam merawat dan menjaga kebersihan lingkungan gereja, sekaligus sebagai sarana mempererat kebersamaan antar lingkungan di Wilayah Ignatius Loyola. umat dari 5 lingkungan yang tergabung di wilayah Ign Loyola lingkungan hadir dengan penuh semangat, bahu-membahu membersihkan area gereja, mulai dari halaman, taman, hingga area dalam gereja.

Kerja bakti ini tidak hanya menjadi kegiatan fisik semata, tetapi juga menjadi ungkapan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan Jumat Bersih, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah bersama yang perlu dirawat dengan penuh tanggung jawab dan cinta.

Semangat gotong royong, kebersamaan, dan sukacita tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah serta lingkungan lain untuk terus aktif berkontribusi dalam kehidupan menggereja.

melalui kerja bakti Jumat Bersih ini, Wilayah Ignatius Loyola semakin diteguhkan dalam semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian, serta mampu menghadirkan Gereja yang bersih, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh umat.

Surat Gembala KAS 2026: Mengawali Perjalanan ARDAS IX


Sumber : https://kas.or.id/surat-gembala-menyambut-arah-dasar-ix-keuskupan-agung-semarang/

Keuskupan Agung Semarang mengawali tahun 2026 dengan sebuah ajakan iman yang penuh harapan melalui Surat Gembala Menyambut Arah Dasar (ARDAS) IX KAS, yang dibacakan pada Pesta Pembaptisan Tuhan, 10–11 Januari 2026. Surat gembala ini menjadi penanda dimulainya perjalanan pastoral lima tahun ke depan (2026–2030) bagi seluruh umat KAS.

Dalam surat gembala tersebut, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengajak seluruh umat untuk bersyukur atas perjalanan ARDAS VIII (2021–2025) dengan tema “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah”. Selama lima tahun terakhir, umat diajak untuk meneguhkan kembali dasar hidup beriman: membangun relasi yang hidup dengan Kristus, terutama di tengah berbagai tantangan zaman. Dari relasi inilah buah iman, harapan, kasih, kepedulian, dan semangat melayani diharapkan terus bertumbuh.

Memasuki ARDAS IX, Gereja KAS diajak melangkah lebih jauh untuk mewujudkan buah-buah iman tersebut secara nyata dalam kehidupan bersama. Tema “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan” bukan sekadar slogan, melainkan arah perjalanan bersama seluruh umat Allah. Kata “menjadi” menegaskan bahwa Gereja sedang dan terus berproses—sebuah perjalanan iman yang dinamis dan melibatkan semua orang: anak-anak, orang muda, keluarga, lansia, umat awam, biarawan-biarawati, dan para imam.

Gereja yang bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi Gereja yang hidup dalam pengharapan karena berakar pada kasih dan keselamatan Kristus. Gereja yang menginspirasi adalah Gereja yang memberi kesaksian melalui hidup yang jujur, sederhana, peduli, dan melayani. Sementara itu, Gereja yang menyejahterakan adalah Gereja yang hadir secara nyata dalam kehidupan manusia secara utuh—rohani, jasmani, sosial, dan ekologis—terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Melalui surat gembala ini, umat juga diajak untuk menghidupi ARDAS IX secara konkret:

  • di keluarga, dengan menciptakan rumah yang penuh kasih, doa, dan pengampunan;
  • di lingkungan dan paroki, dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan sinodalitas;
  • serta di tengah masyarakat, dengan menjadi saksi Kristus melalui kejujuran, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan.

Mengakhiri surat gembalanya, Bapa Uskup menegaskan bahwa sebagaimana Yesus diteguhkan oleh kasih Bapa saat pembaptisan-Nya, demikian pula seluruh umat KAS diteguhkan sebagai umat yang dikasihi Allah dan diutus oleh-Nya. Dengan penyertaan Roh Kudus, Keuskupan Agung Semarang diajak melangkah bersama untuk sungguh menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.