Dalam suasana Natal yang masih hangat, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengajak pasangan suami istri untuk kembali menimba kekuatan kasih melalui penyegaran janji perkawinan yang dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi Minggu, 28 Desember 2025.
Perayaan iman ini diikuti oleh 60 pasangan suami istri yang merayakan ulang tahun perkawinan pada bulan Oktober hingga Desember. Kehadiran para pasangan menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan yang setia menyertai perjalanan hidup berkeluarga, dari tahun ke tahun.
Melalui perayaan Ekaristi ini, pasangan suami istri diajak untuk mengingat kembali, memperbarui, dan meneguhkan janji kasih yang pernah diikrarkan di hadapan Tuhan dan Gereja. Janji setia tersebut kembali dihidupi sebagai komitmen iman yang terus diperjuangkan dalam keseharian, di tengah berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.
Di hadapan altar Tuhan, para pasangan berdiri bersama, menatap kembali perjalanan rumah tangga yang telah dilalui—dengan segala suka dan duka, tawa dan air mata. Momen penyegaran janji perkawinan menjadi saat yang penuh makna, di mana kasih diperdalam, kesetiaan diteguhkan, dan harapan diperbarui dalam terang kasih Kristus.
Perayaan ini sekaligus menegaskan kembali panggilan keluarga Kristiani sebagai gereja kecil, tempat kasih Allah dihadirkan secara nyata. Dari keluarga, nilai cinta, kesetiaan, dan pengampunan terus dihidupi dan dibagikan, sehingga keluarga menjadi sumber berkat bagi Gereja dan masyarakat.
Melalui penyegaran janji perkawinan ini, Gereja berharap agar setiap pasangan semakin berakar dalam iman, bertumbuh dalam kasih, dan setia dalam pengharapan. Kiranya Kristus senantiasa menjadi pusat kehidupan berkeluarga, sehingga setiap rumah tangga sungguh menjadi sumber cinta, kesetiaan, dan berkat dalam terang kasih-Nya.
Semoga momen iman ini menjadi kekuatan baru bagi setiap pasangan suami istri untuk terus berjalan bersama, saling menguatkan, dan setia menghidupi janji kasih hingga akhir hayat
Dalam suasana Natal 2025 yang penuh sukacita, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo tampil begitu indah dan menenangkan. Keindahan itu bukan sekadar hasil rangkaian bunga, melainkan buah dari pelayanan iman Tim Tata Bunga GMBA yang dikerjakan dengan cinta, ketulusan, dan doa.
Setiap bunga yang dirangkai untuk Natal 2025 dipilih dan disusun dengan penuh penghayatan. Warna, bentuk, dan komposisinya diselaraskan dengan makna liturgi Natal: sukacita atas kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Melalui tangan-tangan yang bekerja dalam diam, bunga-bunga itu menjadi simbol syukur, harapan, dan kasih yang dipersembahkan kepada Allah.
Saat umat melangkah memasuki gereja, suasana Natal langsung terasa berbeda. Rangkaian bunga yang menghiasi altar dan sudut-sudut gereja menghadirkan kedamaian yang dalam, seolah mengajak setiap hati untuk hening dan bersujud. Gereja terasa seperti surga kecil di bumi, tempat umat merasakan kehangatan kasih Allah yang hadir melalui perayaan Natal.
Pelayanan Tim Tata Bunga GMBA adalah pelayanan yang sering kali tidak terlihat, namun kehadirannya sungguh menguatkan iman umat. Mereka hadir lebih awal, bekerja dengan setia, dan merangkai keindahan tanpa pamrih. Setiap rangkaian bunga adalah doa Natal yang terucap tanpa kata, doa tentang harapan, tentang kasih, dan tentang damai sejahtera yang lahir di palungan Betlehem.
Terima kasih yang mendalam kami sampaikan kepada Tim Tata Bunga GMBA atas pelayanan yang begitu tulus dalam Natal 2025 ini. Melalui keindahan yang panjenengan semua hadirkan, umat dibantu untuk semakin menghayati misteri Natal dan merasakan kehadiran Tuhan yang begitu dekat dan penuh kasih.
Kiranya setiap bunga yang dirangkai dan setiap pelayanan yang dipersembahkan menjadi berkat, serta Tuhan senantiasa memberkati langkah pelayanan Tim Tata Bunga GMBA, hari ini dan seterusnya
Perayaan Natal 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo berlangsung dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Pada Kamis, 25 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, umat Stasi Maguwo kembali berkumpul untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat, dalam suasana iman yang hangat dan penuh pengharapan.
Perayaan Ekaristi Natal dipimpin oleh Romo Adrianus Maradiyo, Pr, yang mengajak umat untuk mensyukuri kasih Allah yang hadir secara nyata melalui kelahiran Putra-Nya. Natal menjadi pengingat bahwa Allah tidak tinggal jauh, tetapi hadir dekat dengan manusia, menyertai setiap perjalanan hidup umat-Nya.
Suasana perayaan semakin khidmat dengan iringan koor dari Tim Cantores, yang melalui nyanyian-nyanyian Natal membantu umat menghayati misteri kelahiran Kristus dengan penuh penghayatan dan doa. Pujian yang dilantunkan mengalir lembut, meneguhkan suasana perayaan yang sakral namun tetap penuh sukacita.
Di akhir Perayaan Ekaristi, umat diajak tersenyum dan bersukacita melalui persembahan tiga lagu Natal dari anak-anak PIA. Dengan kepolosan, semangat, dan wajah-wajah ceria, anak-anak PIA menghadirkan sukacita Natal yang sederhana namun menyentuh hati. Persembahan ini menjadi pengingat bahwa Natal adalah perayaan kehidupan, harapan, dan kasih yang lahir dalam kesederhanaan.
Ucapan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada Panitia Natal 2025, Tim Peribadatan dan Liturgi, serta seluruh petugas dan pendukung yang telah melayani dengan sepenuh hati. Terima kasih kepada para lektor, pemazmur, among tamu, tim kesehatan, tim konsumsi, tim perlengkapan, putra-putri altar, petugas paramenta, Prodiakon, tim dekorasi dan tata bunga yang memperindah gereja dengan nuansa Natal yang khas dan penuh makna.
Apresiasi juga diberikan kepada tim PAMDAL yang menjaga keamanan perayaan, tim sound system yang memastikan kualitas suara tetap jernih dan nyaman, koster GMBA, tim usaha dana, tim listrik, tim TV monitor yang memungkinkan umat tetap mengikuti Perayaan Ekaristi meski berada di luar gereja, petugas teks misa dan counter, serta para Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan Stasi Maguwo yang turut mendukung terselenggaranya Perayaan Natal dengan baik.
Semoga melalui Perayaan Natal 2025 ini, iman umat Stasi Maguwo semakin diteguhkan, kasih semakin dihidupi, dan harapan semakin dikuatkan. Kiranya Kristus yang lahir di Betlehem sungguh hadir dan tinggal dalam hati setiap umat, serta menggerakkan kita untuk menjadi pembawa damai dan sukacita di tengah dunia.
Suasana GMBA belakangan ini terasa makin ceria. Bukan tanpa alasan—anak-anak PIA Angelus GMBA sedang sibuk berlatih untuk menampilkan yang terbaik dalam pentas Natal Pagi. Dari wajah serius sampai senyum malu-malu, semuanya tumpah ruah dalam latihan yang penuh semangat dan tawa.
Di bawah bimbingan Mbak Nita, Mbak Vera, Mas Atta, Mas Kaka, Mbak Rani, serta para pembimbing PIA lainnya, anak-anak belajar memadukan gerakan dan suara supaya bisa tampil kompak. Kadang gerakannya belum sama, kadang suaranya masih lari ke mana-mana, tapi justru di situlah letak keimutannya. Salah gerak? Ketawa. Lupa lagu? Senyum dulu.
Latihan demi latihan dijalani dengan penuh antusias. Anak-anak tampak berusaha mengingat gerakan, menyanyikan lagu dengan suara terbaik versi mereka, dan tentu saja… sesekali sambil bercanda. Tapi di balik semua kelucuan itu, tersimpan semangat besar untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan dan umat GMBA.
Pentas Natal nanti bukan sekadar soal tampil rapi atau hafal gerakan, tetapi tentang sukacita Natal yang keluar dari hati anak-anak. masa depan gereja yang bahagia, sejahtera, menginspirasi dengan kepolosan dan keceriaan mereka, PIA Angelus GMBA siap menghadirkan senyum, tawa, dan kehangatan Natal bagi seluruh umat.
Perayaan Vigili Natal 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo menjadi momen iman yang mendalam bagi umat Stasi Maguwo. Pada Rabu, 24 Desember 2025 pukul 18.00 WIB, umat berkumpul dengan penuh kerinduan untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus, yang hadir membawa terang, damai, dan keselamatan bagi dunia.
Perayaan Ekaristi Vigili Natal dipimpin oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr, dan diikuti oleh 1.701 umat yang memenuhi gereja hingga area luar. Kehadiran umat yang begitu besar menjadi tanda nyata kerinduan akan perjumpaan dengan Tuhan, sekaligus ungkapan iman dan syukur atas kasih Allah yang tak pernah berkesudahan.
Suasana doa semakin terasa khidmat dengan iringan koor dari Pemusik Muda GMBA (PMG). Melalui pujian dan nyanyian Natal yang dibawakan dengan penuh penghayatan, umat diajak untuk masuk lebih dalam ke misteri inkarnasi: Allah yang rela hadir dalam kesederhanaan, menjadi manusia demi keselamatan umat-Nya.
Perayaan Vigili Natal ini dapat berlangsung dengan baik berkat kerja sama dan pelayanan tulus dari banyak pihak. Ucapan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada Panitia Natal 2025 yang diketuai oleh Sdr. Felix Ferdian, yang dengan penuh tanggung jawab dan semangat pelayanan telah mempersiapkan seluruh rangkaian perayaan Natal. Terima kasih juga kepada Tim Peribadatan dan Liturgi yang menata perayaan Ekaristi dengan rapi, indah, dan sesuai dengan makna liturgi Natal.
Apresiasi diberikan kepada seluruh petugas yang terlibat: lektor, pemazmur, among tamu, tim kesehatan, tim konsumsi, tim perlengkapan, putra-putri altar, petugas paramenta, Prodiakon, serta tim dekorasi dan tata bunga yang menghadirkan suasana gereja dengan wajah yang berbeda, lebih hangat, lebih hidup, dan penuh nuansa Natal sebagai simbol sukacita atas kelahiran Kristus.
Terima kasih juga kepada tim PAMDAL yang dengan penuh kewaspadaan dan profesionalitas menjaga keamanan selama perayaan, tim sound system yang setia memastikan setiap doa dan sabda dapat didengar dengan jelas, koster GMBA, tim usaha dana, tim listrik, serta tim TV monitor yang dengan dukungan teknologi memungkinkan umat tetap dapat mengikuti Perayaan Ekaristi secara langsung meskipun berada di luar gereja. Apresiasi juga diberikan kepada petugas teks misa, petugas counter, serta para Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan Stasi Maguwo yang turut mendukung dan mempersiapkan perayaan ini dengan sepenuh hati.
Semoga melalui Perayaan Vigili Natal 2025 ini, setiap umat semakin diteguhkan dalam iman, diperbarui dalam pengharapan, dan dikuatkan dalam kasih. Kiranya Terang Kristus yang lahir di Betlehem sungguh hadir dan tinggal dalam hati, keluarga, serta kehidupan umat Stasi Maguwo, hari ini dan selamanya.
Stasi Maguwo kembali menapaki satu langkah penting dalam perjalanan hidup menggereja melalui kegiatan Timbang Terima Pengurus Stasi Maguwo Periode 2023–2025 kepada Pengurus Periode 2026–2028, yang dilaksanakan pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Ruang Sekretariat Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, serta dihadiri langsung oleh Romo Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, Wakil Ketua II Dewan Paroki, Bapak Kartono, serta Bendahara Umum Paroki, Bapak Jumei. Kehadiran para pimpinan paroki tersebut menjadi bentuk dukungan, pendampingan, sekaligus peneguhan bagi perjalanan pelayanan umat Stasi Maguwo.
Momentum timbang terima pengurus ini menjadi saat refleksi bersama atas karya pelayanan yang telah dijalani, sekaligus peneguhan komitmen untuk melanjutkan perutusan Gereja. Pergantian kepengurusan tidak dimaknai semata sebagai perubahan struktural, melainkan sebagai bagian dari peziarahan iman umat dalam membangun Gereja yang hidup dan bertumbuh.
Dalam terang Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang, umat Stasi Maguwo terus diajak untuk mewujudkan Gereja yang “membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi”. Semangat ini menjadi dasar dalam setiap langkah pelayanan, agar Gereja sungguh hadir membawa sukacita Injil, kepedulian sosial, serta harapan bagi sesama dan masyarakat sekitar.
Pengurus Stasi Maguwo Periode 2023–2025 telah menghayati tugas pelayanan dengan penuh kesetiaan dan tanggung jawab. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, berbagai karya pastoral dan kegiatan umat dijalankan sebagai wujud nyata perutusan Gereja. Atas dedikasi, pengorbanan, dan ketulusan pelayanan tersebut, umat Stasi Maguwo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam.
Kepada Pengurus Stasi Maguwo Periode 2026–2028, disampaikan harapan dan doa agar amanah yang diterima dapat dijalankan dengan hati yang rendah, semangat kebersamaan, serta keterbukaan terhadap karya Roh Kudus. Diharapkan kepengurusan yang baru mampu melanjutkan dan mengembangkan karya pelayanan yang semakin membahagiakan umat, menyejahterakan kehidupan bersama, serta menginspirasi banyak orang.
Melalui kegiatan timbang terima ini, Stasi Maguwo meneguhkan diri untuk terus berjalan bersama sebagai umat Allah, setia pada nilai-nilai Injil, dan terbuka pada karya Roh Kudus dalam setiap langkah pelayanan.
Menjelang akhir masa Natal, umat di lingkungan-lingkungan Stasi Maguwo melaksanakan Ibadat Keluarga Kudus sebagai momen untuk kembali meneguhkan panggilan keluarga kristiani. Ibadat tahun ini mengangkat tema: “Bersama-Sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”
Melalui ibadat sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin memaknai kedatangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari—terutama dalam keluarga sebagai komunitas terkecil yang membentuk Gereja. Keluarga yang hidup dalam sukacita dan harapan akan lebih mampu menjadi inspirasi dan saluran kebaikan bagi masyarakat sekitar.
Tujuan Ibadat
Pertemuan ini bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa kehadiran Kristus tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga dalam relasi keluarga, kebersamaan, dan hidup menggereja di lingkungan. Dengan demikian, keluarga kristiani semakin menjadi tempat:
tumbuhnya sukacita,
bertumbuhnya iman,
serta lahirnya tindakan kasih yang menyejahterakan sesama.
Bacaan Injil: Lukas 2:41–52
Ibadat ditopang oleh bacaan Injil tentang Yesus yang berada di Bait Allah pada usia dua belas tahun. Kisah ini menggambarkan dinamika keluarga yang pernah mengalami kehilangan, keresahan, dan pencarian, namun semuanya dijalani dengan kasih dan kesetiaan.
Renungan Singkat: Tiga Makna Keluarga Kudus
Pemandu atau pemimpin ibadat mengajak umat merenungkan tiga pokok inspiratif dari Keluarga Kudus Nazaret:
1. Keluarga yang Bahagia
Keluarga Kudus tidak steril dari masalah. Mereka sempat mengalami kekhawatiran besar ketika Yesus hilang. Namun mereka menghadapinya dengan:
cinta kasih,
kepercayaan penuh,
komunikasi yang terbuka.
Bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi kemampuan untuk saling menopang dan bertumbuh bersama dalam setiap situasi.
2. Keluarga yang Menginspirasi
Maria dan Yosef menunjukkan ketaatan yang mendalam pada kehendak Allah. Mereka menjadi teladan keluarga sederhana yang hidup dari iman. Dari merekalah kita belajar bahwa keluarga adalah sekolah iman pertama, tempat nilai-nilai Kristiani ditanamkan secara nyata.
3. Keluarga yang Menyejahterakan
Yesus tumbuh menjadi pribadi yang “bertambah hikmat, besar, dan disukai Allah dan manusia”. Pertumbuhan itu tidak terlepas dari kesejahteraan rohani dan jasmani yang Ia terima dalam keluarga-Nya.
Keluarga yang menyejahterakan adalah keluarga yang menumbuhkan potensi tiap anggotanya sehingga mampu menjadi berkat bagi dunia, membawa damai, dan menghadirkan kebaikan.
Litani Permohonan
Dalam litani permohonan, umat bersama-sama memohon agar setiap keluarga:
diberi kekuatan menghadapi tantangan,
diteguhkan dalam cinta,
serta dipenuhi semangat untuk menjadi keluarga yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.
Doa Penutup & Berkat
Ibadat diakhiri dengan doa penutup, menyerahkan keluarga masing-masing ke dalam penyertaan Tuhan. Setelah itu, umat menerima berkat penutup yang menjadi tanda pengutusan agar setiap keluarga semakin menjadi cermin kasih Allah di tengah masyarakat.
Dalam semangat menghadirkan Gereja yang peduli, berbelarasa, dan bertanggung jawab, Stasi Maria Bunda Allah Maguwo memiliki Pedoman Teknis Pelaksanaan Pengelolaan Dana Sosial Stasi sebagai acuan bersama dalam menghimpun, mengelola, dan memanfaatkan dana sosial umat. Pedoman ini ditetapkan pada 1 Maret 2025 dan disusun selaras dengan kebijakan Keuskupan Agung Semarang, khususnya Pedoman Pengelolaan Dana Sosial Paroki.
Pedoman ini menjadi pegangan penting agar seluruh dana sosial benar-benar digunakan tepat sasaran, tepat guna, transparan, dan akuntabel, serta sungguh menyentuh umat yang membutuhkan.
Dana Sosial sebagai Wujud Iman yang Nyata
Dana sosial bukan sekadar dana bantuan, tetapi merupakan harta benda Gereja yang diperuntukkan bagi karya amal kasih dan pemberdayaan. Melalui dana sosial, Gereja menampakkan jati dirinya sebagai komunitas yang hadir bagi kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).
Pedoman ini menegaskan bahwa Dana Sosial Stasi Maguwo digunakan untuk karya:
Karitatif (bantuan langsung), dan
Pemberdayaan (mendorong kemandirian dan keberlanjutan).
Semua pengelolaan dana dilandasi spiritualitas belas kasih, meneladani Gereja Perdana dan semangat Yesus Kristus sebagai Gembala yang Baik.
Jenis-Jenis Dana Sosial Stasi Maguwo
Pedoman ini mengatur beberapa jenis dana sosial yang dikelola oleh Stasi Maguwo, antara lain:
Dana Papa Miskin (Danpamis)
Dana Pendidikan
Dana Bantuan Kesehatan
Dana Seminari
Dana Aksi Puasa Pembangunan (APP) Stasi
Dana Kematian (Prolenan)
Dana Bencana
Setiap jenis dana memiliki tujuan, sumber, dan mekanisme penggunaan yang jelas agar tidak terjadi tumpang tindih maupun penyalahgunaan.
Pengelola dan Prinsip Tata Kelola
Pengelolaan Dana Sosial Stasi dilakukan oleh Panitia Pengelola Dana Sosial Stasi yang berada di bawah koordinasi Bidang Pelayanan Kemasyarakatan. Pengelola wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara berkala kepada Dewan Pastoral Stasi.
Prinsip utama pengelolaan dana sosial meliputi:
Keadilan dan cinta kasih Kristiani
Transparansi dan akuntabilitas
Kesesuaian dengan tujuan pemberi (intentio dantis)
Manfaat nyata bagi penerima bantuan
Dengan prinsip ini, umat diharapkan semakin percaya bahwa dana yang mereka persembahkan sungguh dikelola secara bertanggung jawab.
Mekanisme Pengajuan dan Pencairan Dana
Pedoman ini juga menjelaskan secara rinci mekanisme pengajuan bantuan, mulai dari pengisian formulir, verifikasi oleh Ketua Lingkungan dan Tim Pelayanan Sosial Ekonomi Lingkungan, hingga persetujuan Pastor Paroki.
Prosedur yang jelas ini bertujuan agar:
bantuan benar-benar diterima oleh yang membutuhkan,
prosesnya adil dan terbuka,
serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan pastoral.
Mengajak Umat Terlibat dalam Karya Kasih
Melalui pedoman ini, Stasi Maria Bunda Allah Maguwo mengajak seluruh umat untuk tidak ragu terlibat dalam karya amal kasih Gereja. Dana sosial bukan hanya tentang memberi bantuan, tetapi tentang menghidupi iman melalui solidaritas dan kepedulian nyata.
Semoga pedoman ini membantu seluruh pengurus dan umat untuk bersama-sama menghadirkan Gereja yang semakin berbelarasa, terpercaya, dan menjadi berkat bagi sesama.
Sabtu, 13 Desember 2025, Dewan Harian Stasi Maguwo mengadakan kegiatan evaluasi dan penyegaran kepengurusan periode 2023–2025 di Kopi Banaran, Ambarawa. Dalam suasana yang santai namun penuh makna, para pengurus berkumpul di satu ruangan khusus untuk saling berbagi, merefleksikan, dan mensyukuri perjalanan pelayanan selama kurang lebih tiga tahun terakhir.
Kegiatan ini menjadi ruang jeda yang berharga—bukan sekadar pertemuan formal, tetapi momen untuk menengok ke belakang, melihat kembali langkah-langkah yang telah dilalui bersama, baik suka maupun duka dalam mengemban tugas sebagai pengurus Dewan Stasi.
Tiga Tahun Pelayanan yang Penuh Cerita
Periode 2023–2025 terasa berjalan begitu cepat. Dalam sesi sharing, para pengurus saling berbagi pengalaman: tantangan yang dihadapi, dinamika pelayanan, proses belajar bersama, hingga sukacita ketika melihat umat bertumbuh dan kegiatan gereja berjalan dengan baik.
Semua cerita itu menjadi bukti bahwa pelayanan bukanlah perjalanan yang selalu mudah, namun selalu bermakna ketika dijalani bersama, dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab.
Peneguhan dari Romo Paroki
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Romo Paroki Kalasan, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, yang memberikan peneguhan kepada seluruh pengurus. Dalam pesannya, Romo menyampaikan apresiasi atas segala bentuk pelayanan yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir.
Romo menegaskan bahwa pelayanan di Gereja sering kali tidak terlihat dan tidak selalu mendapat pujian, namun setiap usaha yang dilakukan dengan tulus tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan. Peneguhan ini menjadi penguat batin bagi para pengurus untuk memaknai kembali panggilan melayani dengan hati yang penuh syukur.
Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih
Di penghujung acara, Ketua Stasi 2023-2025, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah setia melayani selama periode 2023–2025, khususnya kepada:
Bapak Purwanto – Kabid Pewarta dan Evangelisasi
Bapak Arief Subyantoro – Kabid Paguyuban
Ibu Ita Rinawati – Kabid Liturgi dan Peribadatan
Bapak Pargiyono – Kabid Rumah Tangga
Bapak Bagio Murdianto – Kabid Kemasyarakatan
Bapak Andre Muda – Kabid Litbang
Mbak Amy dan Mbak Tinung – Sekretaris
Ibu Lusi, Ibu Sri Harnani, dan Ibu Nelly – Bendahara
Ucapan terima kasih ini disertai dengan harapan dan doa: “Jangan pernah lelah melayani dan membimbing kami, para pengurus Stasi.” Harapan yang sama juga dititipkan kepada Romo Paroki, sebagai gembala yang senantiasa mendampingi perjalanan umat Stasi Maguwo.
Menutup dengan Syukur dan Harapan
Kegiatan evaluasi dan penyegaran ini ditutup dengan rasa syukur yang mendalam. Tiga tahun pelayanan telah memberikan begitu banyak pengalaman, pembelajaran, dan kenangan yang tidak ternilai.
Dengan semangat “jangan lelah melayani”, para pengurus diajak untuk terus melangkah—entah dalam peran yang sama atau berbeda—tetap dengan hati yang terbuka, rendah hati, dan siap melayani Gereja serta umat Tuhan di Stasi Maguwo.
Umat Stasi Maguwo bersyukur dan berbangga karena salah satu putri terbaik dari Lingkungan St. Elisabet, Suster Rosita, SDP, merayakan 40 tahun hidup bakti dalam Kongregasi Suster Penyelenggaraan Ilahi (SDP). Sebuah perjalanan panjang yang penuh kesetiaan, ketekunan, dan pengabdian bagi Gereja serta sesama.
Puncak perayaan syukur ini berlangsung dalam Perayaan Ekaristi di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo, yang dipimpin oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr. Suasana misa dipenuhi rasa syukur dan kegembiraan dari seluruh umat yang hadir.
Momen Mengharukan dalam Homili
Dalam homilinya, Romo Murdi tidak hanya mengajak umat merenungkan makna hidup bakti, tetapi juga secara khusus meminta Suster Rosita untuk bercerita tentang perjalanan panggilannya. Dengan suara lembut namun penuh keyakinan, Suster Rosita membagikan kisah masa mudanya—bagaimana keputusannya untuk masuk biara awalnya mendapat penolakan dari orang tua.
Nama asli : Warih Sujarwi Nama biara : Sr.Rosita, SDP Pendidikan : SPG Tempat / Tgl lahir : Sleman , 26 Juni 1960 Nama kongregasi : Sister of Divine Providence ( SDP ) dalam bahasa Indonesia Penyelenggaraan Ilahi ( PI ) Tempat bertugas : Susteran PROVIDENTIA Jakarta Masuk biara : 23 Juli 1985 ( 40 th ).
Riwayat panggilan hidup membiara Sr. Rosita, SDP
Selama 40 th sebagai suster mendapat tugas pelayanan di bidang pendidikan, pastoral : Di Jakarta :
di sekolah dan perburuhan kerja sama dengan Institut Serikat Jesus ( romo2 SJ ) Di Kudus :
karya pendidikan Di Timor ( Keuskupan Atambua ) :
karya pendidikan & asrama putri
Kalimantan Tengah ( Keuskupan Palangkaraya ) :
Asrama & pastoral di stasi pedalaman
Di Semarang:
( studi ) & mengajar
Di Banjarmasin & pegunungan:
Meratus ( sekolah , pastoral, pendampingan belajar anak usia dini & SD
Panggilan saya muncul: samar2 berusia 9 th ketika sering berjumpa dengan suster OP. Dimantapkan lagi saat mengikuti retret sekolah kls 2 SPG.
Motivasi awal saya ingin mengabdi Tuhan secara total dan ikut ambil bagian dalam pelayanan gereja yang masih sangat kekurangan tenaga khususnya di pedalaman.
Figur seorang suster yg ramah, sabar ; keprihatian gereja ( tuaian banyak, pekerja sedikit ) , kegiatan Legio yg banyak berkunjung ke orang sakit, miskin , terlantar sangat menginspirasi panggilan saya menjadi suster.
Moto saya ” Jangan takut , Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman “
Ajakan panggilan: Saya mengajak keluarga muda khususnya untuk menumbuhkan benih2 panggilan bagi anak – anak melalui pembiasaan sejak dini dan perkembangan berikutnya : berdoa bersama, ibadat di lingkungan, mengenalkan kisah orang Kudus, nyanyian rohani melalui medsos, mengikuti kegiatan lingk / gereja : PIA ,BIR , PA, dsb ; memiliki anak minimal 2 sehingga masih ada regenerasi ( jumlah anggota gereja katolik semakin berkurang karena banyak keluarga yang membatasi kelahiran ) , ikut memikirkan perkembangan gereja mendatang, jangan sampai seperti gereja di Eropa. Bagi orang muda ( gen ” Z ” ) ikut terlibat aktif dlm kegiatan gereja ( PA, OMK , koor, berbagai kegiatan rohani yg memberi bekal & memperkuat iman dlm menghadapi tantangan di jaman digital dan serba instan.
Suka duka : Selama 40 th dalam peziarahan hidup sebagai suster PI saya lebih banyak mengalami sukacita: merasakan persaudaraan, dukungan, semangat baik di biara maupun dalam pelayanan dan penyertaan kasih Allah melalui kemurahan hati sesama di mana saya diutus, dekat dengan anak2, umat khususnya mereka yg kurang diperhatikan, ada liburan bersama di komunitas, bisa ziarah ke Holly Land ( Tanah Suci ), libur di tengah2 keluarga, dapat melayani masyarakat di pedalaman, dsb.
Tantangannya :
Dalam tugas di sekolah menghadapi orang tua murid dan rekan kerja dengan berbagai karakter yg kadang membuat lelah ( di kota besar )
Medan yg berat : saat tugas di pedalaman, jalan berlumpur & berlubang, genangan air yg dalam yg sering menyebabkan orang jatuh , motor mogok di tengah hutan yg gelap & sunyi, saat musim kemarau sulit mengupayakan air, mendampingi umat yg hanya mementingkan pekerjaan dari pada beribadat, tidak ada signal sehingga komunikasi sangat terbatas, dsb.
Semua tantangan tsb menjadi kesempatan bagi saya untuk makin memurnikan motivasi panggilan, makin mengandalkan kekuatan Allah dan mensyukuri kasih Allah melalui dalam hal kecil sekalipun. ” ALLAH YG MENCINTAI, MEMANGGIL DAN MENGUTUS SAYA , ALLAH YG AKAN MENYELESAIKAN DENGAN BAIK “
Empat Dekade Pengabdian yang Menginspirasi
Perjalanan 40 tahun hidup bakti Suster Rosita menjadi tanda bahwa penyelenggaraan Tuhan bekerja melalui pribadi yang siap menyerahkan diri sepenuhnya. Selama empat dekade, beliau menghadirkan kasih Allah melalui:
pelayanan sederhana namun penuh kepedulian,
pendampingan umat di berbagai tempat tugas,
perhatian kepada mereka yang lemah dan membutuhkan,
serta hidup doa yang menjadi sumber kekuatan setiap hari.
Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, sekaligus menjadi kebanggaan bagi umat Stasi Maguwo, terutama Lingkungan St. Elisabet.
Perayaan Penuh Sukacita dan Harapan
Dalam Misa Syukur ini, umat bersama memanjatkan doa bagi Suster Rosita:
agar tetap diberi kesehatan dan sukacita,
agar semakin diteguhkan dalam pelayanan,
dan agar terus menjadi saluran berkat bagi sesama.
Momen ini juga mengingatkan umat bahwa Tuhan masih bekerja memanggil dan mengutus putra-putri dari tengah komunitas kita.
Terima Kasih, Suster Rosita
Terima kasih atas empat dekade perjalanan iman dan pelayanan penuh kasih. Terima kasih telah membawa nama Maguwo dalam karya Penyelenggaraan Ilahi yang begitu nyata.
Semoga Tuhan selalu menyertai langkah-langkahmu, Suster. Selamat merayakan 40 tahun hidup bakti—tetaplah menjadi berkat dan inspirasi di mana pun Tuhan mengutusmu.
HiHello 👋, welcome to Gereja Maria Bunda Allah - Paroki Administratif Maguwo