Bertempat di ruang rapat Paroki Kalasan, dilaksanakan pertemuan bersama antara DPH Paroki Kalasan dan DPH Stasi Maguwo dalam rangka pembubaran Panitia Krisma 2025. Pertemuan ini sekaligus menjadi momen kolaborasi yang indah, karena kepanitiaan Krisma tahun ini dijalankan bersama oleh Paroki Kalasan dan Stasi Maguwo.
Dalam kesempatan tersebut, panitia memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan penerimaan Sakramen Krisma yang sebelumnya dihimpun melalui Google Form. Dari hasil evaluasi, disimpulkan bahwa penerimaan Sakramen Krisma di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo telah berjalan dengan baik dan lancar. Tentu masih ada beberapa kekurangan, namun semua itu akan menjadi bahan pembelajaran berharga untuk pelayanan pada kesempatan berikutnya.
Dengan penuh syukur, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr secara resmi membubarkan kepanitiaan Krisma Paroki Kalasan. Romo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama, ketekunan, serta semangat pelayanan seluruh panitia.
Semoga pengalaman ini semakin meneguhkan semangat kolaborasi, dan menjadi bekal berharga untuk pelayanan gereja di masa mendatang.
Minggu, 21 September 2025, perwakilan Tim KCLH Stasi Maguwo ikut hadir di acara Peringatan 10 Tahun Ensiklik Laudato Si’ Paus Fransiskus. Kegiatan ini digelar di Rumah Pengolahan Sampah Plastik Pirolisis, Cupuwatu II – Kalasan, sekaligus jadi bagian dari gerakan global Musim Penciptaan (1 September–4 Oktober). Acara berlangsung dari jam 09.00 sampai 12.00 WIB, penuh dengan edukasi dan praktik nyata.
Topik utama yang dibahas adalah pengelolaan sampah plastik dengan teknologi pirolisis. Jadi, plastik yang biasanya cuma numpuk atau dibakar bisa diubah jadi energi: bensin, solar, minyak tanah, sampai briket. Pegiat lingkungan Fransisca Supriyani Wulandari menjelaskan, pirolisis jauh lebih ramah lingkungan ketimbang insinerator atau sekadar dibakar, karena pembakaran plastik justru bikin polusi makin parah. Hasil pirolisis ini juga tidak dijual, tapi dipakai untuk operasional dan edukasi masyarakat.
Beliau juga mengingatkan kalau krisis plastik makin serius karena kita masih terbiasa pakai plastik sekali pakai (sedotan, cup, kresek), dan belum disiplin memilah sampah. Sementara itu, Agustinus Irawan menyoroti krisis air bersih di Sleman. Berdasarkan penelitian 2022–2024, hampir semua mata air di Sleman tercemar bakteri E.coli. Penyebabnya mulai dari pupuk kandang yang tidak difermentasi sampai limbah cair rumah tangga yang masuk sungai. Ditambah lagi, tren minuman sekali pakai seperti es teh jumbo nyumbang banyak sampah plastik.
Dari sisi gereja, Kianto Atmodjo dari Tim Laudato Si Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengenalkan konsep Paroki Hijau. Artinya, paroki-paroki didorong untuk lebih ramah lingkungan: mulai dari mengganti bunga potong dengan tanaman hidup, mengurangi plastik dalam liturgi dan kegiatan gereja, sampai mengelola sampah lewat bank sampah paroki. Menurutnya, ini bukan cuma soal kesadaran, tapi soal keterampilan dan kebiasaan hidup bertanggung jawab. Beberapa paroki yang sudah menerapkan bank sampah bahkan bisa mengumpulkan puluhan juta rupiah dari hasil pengelolaan.
Acara ditutup dengan semangat bahwa menjaga bumi adalah panggilan iman. Dari hal sederhana seperti mengurangi plastik, tidak membuang sampah sembarangan, sampai mendukung program paroki hijau. Semua itu jadi bentuk nyata kita ikut mewujudkan ajakan Laudato Si: merawat bumi sebagai rumah bersama.
Pada hari Minggu, 21 September 2025, Kaum Muda Maguwo turut ambil bagian dalam kegiatan Tindak Lanjut Pembekalan Orang Muda Peduli Lansia yang diselenggarakan oleh Komisi Musyawarah Lansia (Kimusi Lansia) Kevikepan Yogyakarta Timur, bertempat di Aula Paroki Bintaran. Kegiatan ini mengusung tema: “Sahabat Lansia, Siap Melayani.”
Setiap paroki diundang dengan perwakilan dua orang muda dan satu anggota Tim PIUL. Namun khusus untuk Maguwo, diperkenankan hadir tiga orang muda: Mbak Dysi, Mas Reno, dan Mas Daniel, yang didampingi oleh dua Tim Pelayanan PIUL, yaitu Bp. Franz dan Bp. Sudiharto.
Setibanya di lokasi, para peserta langsung dikelompokkan sesuai dengan pembagian yang telah ditentukan. Perwakilan Maguwo ditempatkan dalam Kelompok D Santa Maria, bersama dengan peserta dari Paroki Babadan, Kalasan, Macanan, dan Minomartani.
Acara dimulai tepat pukul 10.30 dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Hymne Yubelium, doa pembukaan, serta doa Yubelium. Dalam sambutannya, Bapak Bambang, selaku Wakil Ketua Komisi Lansia Kevikepan Yogyakarta Timur, menekankan pentingnya keterlibatan kaum muda dalam kepedulian terhadap para lansia. Beliau berharap OMK tidak hanya mendukung kegiatan PIUL, tetapi juga dapat menginisiasi pelayanan yang digerakkan oleh kaum muda sendiri.
Materi utama pertemuan disampaikan oleh Ibu Yulianti, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok.
Diskusi Tahap 1 membahas tentang pembentukan dua grup WA sebagai sarana komunikasi dan koordinasi. Untuk Kelompok St. Maria, diskusi dipandu oleh dr. Dysi.
Diskusi Tahap 2 berfokus pada penyusunan rencana kegiatan Komisi Lansia Kevikepan Yogyakarta Timur. Di kelompok St. Maria, Mas Daniel bertindak sebagai pemandu, Mas Reno mencatat jalannya diskusi, dan Mbak Dysi menuangkan ide-ide dalam bentuk slogan dan ilustrasi.
Hasil diskusi kemudian dipresentasikan. Sebagai moderator, Bapak Bambang memberikan kesempatan kepada lima kelompok untuk menyampaikan gagasannya. Kelompok St. Maria turut ambil bagian, dengan presentasi disampaikan oleh Mas Daniel dan Mas Reno. Meski waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 dan para peserta mulai merasa lapar, semangat diskusi tetap terjaga hingga akhirnya hanya tiga kelompok yang memaparkan hasil secara penuh, sementara dua kelompok lainnya cukup menyampaikan inti pembahasan.
Pertemuan ditutup dengan doa penutup sekaligus doa makan pada pukul 13.30. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan penuh semangat persaudaraan, menjadi tanda nyata bahwa kaum muda pun siap menjadi sahabat bagi para lansia dalam pelayanan Gereja.
Beberapa umat dari Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo punya pengalaman seru minggu ini. Mereka ikutan Workshop TikTok for Business 2025 yang digelar oleh Billa Creative bareng Rumah BUMN Yogyakarta. Suasananya santai tapi penuh ilmu, apalagi buat mereka yang pengin mengembangkan usaha dengan cara yang lebih kekinian.
Acara ini menghadirkan Deddy Susanto, Chief Operating Officer dari Billa Creative, yang berbagi banyak trik soal bikin konten TikTok. Bukan sekadar bikin video lucu-lucuan, tapi gimana caranya konten bisa jadi pintu rezeki, mengenalkan usaha, bahkan membangun brand yang kuat. Cara penyampaiannya enak, gampang dicerna, dan bikin peserta betah menyimak sampai akhir.
Umat Maguwo yang ikut merasa dapat insight baru. Mereka jadi sadar kalau TikTok bukan cuma aplikasi hiburan, tapi juga peluang besar untuk usaha. Dengan sedikit kreativitas, konsistensi, dan keberanian untuk mencoba, siapa pun bisa berkembang di dunia digital.
Belajar hal baru kayak gini bikin kita makin yakin bahwa talenta yang Tuhan kasih bisa dipakai di mana aja—termasuk di dunia digital. Bikin konten nggak melulu soal viral, tapi bisa juga jadi cara sederhana untuk berbagi kebaikan dan menghadirkan terang Kristus lewat kreativitas.
Umat Stasi Maguwo kembali melaksanakan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025, kali ini memasuki pertemuan ke-3 dengan tema “Pembaruan Relasi dalam Keluarga”. Pertemuan ini menjadi kesempatan berharga untuk meneguhkan setiap keluarga agar tetap setia pada panggilannya, hidup dalam kasih, serta menjadi saksi iman di tengah dunia.
Dalam bacaan dari Kitab Maleakhi, umat diajak untuk menyadari bahwa kita semua berasal dari satu Bapa yang sama. Karena itu, keluarga dipanggil untuk menjaga kesetiaan, mengutamakan kasih, dan menjauhi perpecahan. Nabi Maleakhi dengan tegas mengingatkan bahwa relasi yang rapuh, penuh konflik, atau tanpa kesetiaan akan merusak keharmonisan keluarga. Sebaliknya, keluarga yang dibangun atas dasar kasih akan menjadi berkat, bukan hanya bagi anggotanya sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
Suasana pertemuan BKSN di berbagai lingkungan pun terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Umat bersama-sama merenungkan Firman Tuhan, berdiskusi, dan berbagi pengalaman hidup sehari-hari dalam keluarga. Lewat sharing iman yang sederhana, setiap peserta semakin diteguhkan bahwa keluarga adalah “sekolah kasih” di mana pengampunan dipelajari, kesabaran dilatih, dan kesetiaan dijaga.
Melalui pertemuan ini, umat diajak untuk tidak berhenti memperbarui diri dalam lingkup keluarga. Kasih yang hidup di dalam keluarga diharapkan dapat menjadi dasar untuk membangun relasi yang lebih luas, baik di gereja maupun di masyarakat.
Lingkungan St Gregorius
Lingkungan St Yohanes Pembabtis
Lingkungan St Stefanus
Lingkungan St Theresia
Lingkungan St Monica
Lingkungan St Clara
Lingkungan St Bartolomeus
Lingkungan St Gabriel
Lingkungan St Petrus
Lingkungan St Paulus
Lingkungan St Fransiskus Asisi
Lingkungan St Antonius
Semoga pertemuan BKSN ini semakin meneguhkan setiap keluarga untuk hidup dalam kasih, setia pada janji, dan menjadi tanda kehadiran Allah di tengah dunia.
Pada hari Selasa, 16 September 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan St. Petrus kembali berkumpul untuk melaksanakan doa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) II. Perayaan doa kali ini bertempat di rumah Bapak Mulyadi dan dipimpin oleh Ibu Retno.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, sebanyak 12 umat hadir dengan hati yang terbuka untuk mendalami firman Tuhan. Tema yang diusung pada BKSN II adalah “Pembaruan Relasi dengan Sesama” yang diambil dari Kitab Zakharia 7:1-14.
Melalui bacaan Kitab Suci tersebut, umat diajak untuk merenungkan pentingnya menjaga relasi yang harmonis dengan sesama, menjauhi sikap egois, serta menghidupi kasih dalam keseharian. Pesan utama yang ditegaskan adalah bahwa relasi dengan sesama tidak dapat dipisahkan dari relasi dengan Allah. Perbuatan adil, kasih, dan solidaritas menjadi wujud nyata iman yang hidup.
Suasana doa berlangsung dengan penuh khidmat. Doa bersama, sharing iman, serta diskusi singkat membantu umat semakin memahami makna firman Tuhan dan bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan hidup bermasyarakat.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama serta ucapan terima kasih kepada tuan rumah, Bapak Mulyadi, yang telah menyediakan tempat, dan kepada semua umat yang hadir dengan penuh semangat. Doa BKSN II ini menjadi sarana berkat untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat komitmen umat Lingkungan St. Petrus dalam membangun relasi yang penuh kasih dengan sesama.
Kamis, 11 September 2025, umat Lingkungan St. Yohanes Pembaptis kembali berkumpul dalam semangat kebersamaan untuk mengikuti Sembayangan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) II, yang kali ini diselenggarakan di rumah keluarga Bapak Isaac.
Kegiatan doa bersama ini dipandu dengan penuh semangat dan kekhusyukan oleh Ibu Yati dan Ibu Fitri selaku pemandu ibadat. Suasana akrab dan hangat terasa sejak awal pertemuan, memperkuat ikatan iman dan persaudaraan antarumat.
Tema BKSN tahun ini mengajak kita untuk lebih mendalami Sabda Tuhan dan menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembacaan Kitab Suci dan permenungan bersama, umat diajak untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pelaku firman Tuhan dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Setelah ibadat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana, di mana umat saling bertukar cerita, berbagi sukacita, dan mempererat relasi satu sama lain. Semoga kegiatan BKSN ini semakin membangkitkan semangat umat untuk mencintai dan menghidupi Sabda Tuhan dalam keseharian, serta memperkuat persaudaraan sejati dalam komunitas.
Misa kunjungan romo ke lingkungan merupakan salah satu program pastoral dari Pastor Paroki Marganingsih Kalasan. Tujuannya:
Menjalin kedekatan antara umat lingkungan dengan gembala paroki.
Membantu umat merasakan kehadiran Gereja secara nyata di tengah keluarga/lingkungan.
Memberi kesempatan bagi romo untuk mendengar langsung pengalaman, kebutuhan, maupun dinamika umat di basis.
Menghidupkan semangat kebersamaan dan persaudaraan iman dalam lingkup lingkungan.
Program ini umumnya diatur dalam jadwal tahunan paroki, sehingga setiap lingkungan mendapat giliran dikunjungi dan dirayakan misa bersama.
Pada hari Kamis, 11 September 2025 bertempat di rumah keluarga Donatus Jumadi, Lingkungan St. Gabriel mendapat kesempatan untuk melaksanakan Misa Kunjungan Romo sesuai program pastoral Paroki Marganingsih Kalasan.
Sejak pukul 10.00 pagi, umat lingkungan bergotong-royong mengadakan kerja bakti: ada yang memasak, menata tempat, mempersiapkan altar, menghias bunga, serta menyiapkan segala kebutuhan untuk misa. Suasana kebersamaan terasa hangat dan penuh semangat pelayanan.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. dan dihadiri 48 umat, terdiri dari bapak-ibu, OMK, remaja, dan anak-anak PIA. Misa berlangsung khidmat dan meriah.
Melalui misa kunjungan ini, umat semakin diteguhkan dalam iman serta dikuatkan dalam persaudaraan.
Dalam Bacaan Pertama Kolose 3:12-17 memiliki pesan yang sangat indah untuk menguatkan umat lingkungan:
Hidup penuh kasih dan saling mengampuni.
Menjadi saksi Kristus dalam perbuatan sehari-hari.
Menjadikan syukur sebagai dasar kehidupan bersama.
Injil: Lukas 6:27-38
✨ Pesan Injil Lukas 6:27-38 ini sangat kuat bila dihubungkan dengan kehidupan umat di lingkungan: dipanggil untuk hidup dalam kasih, pengampunan, dan kemurahan hati, tidak hanya kepada sesama umat tetapi juga dalam relasi sehari-hari.
Acara ditutup dengan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan.
Lingkungan St. Gabriel mengucapkan terima kasih kepada Romo, pengurus lingkungan, serta seluruh umat yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
Misa ini menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperdalam iman, serta menghadirkan Gereja di tengah-tengah umat lingkungan. Kehadiran romo juga menjadi kesempatan bagi umat untuk menyampaikan pengalaman serta harapan dalam kehidupan menggereja di Lingkungan St. Gabriel.
Hari Minggu, 14 September 2025, menjadi momen bersejarah bagi Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo. Bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo, dilaksanakan pemilihan ketua paguyuban yang baru. Kegiatan ini diwarnai suasana penuh sukacita, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan dalam pelayanan.
Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo merupakan wadah yang senantiasa menjadi tulang punggung dalam berbagai kegiatan gereja: mulai dari doa bersama, pendampingan anak-anak, dukungan dalam liturgi, hingga kegiatan sosial yang menyentuh banyak umat. Karena itu, pemilihan ketua baru bukanlah sekadar rutinitas organisasi, melainkan juga panggilan untuk terus menghadirkan wajah Gereja yang hidup, penuh cinta, dan melayani.
Dalam kesempatan ini, dua calon maju untuk mengemban tugas kepemimpinan, yaitu:
Ibu MM. Tri Hesti Andriani dari Lingkungan Bartholomeus
Ibu Oktavia Sarhesti Padmini dari Lingkungan Monica
Keduanya dikenal aktif, berdedikasi, dan memiliki semangat yang tinggi dalam mendukung kehidupan menggereja. Proses pemilihan berlangsung dengan tertib, lancar, serta didasari semangat persaudaraan kristiani. Setiap suara yang diberikan menjadi tanda kepercayaan sekaligus doa agar siapapun yang terpilih mampu melayani dengan penuh kasih.
Hasil pemilihan menetapkan Ibu MM. Tri Hesti Andriani dari Lingkungan Bartholomeus sebagai Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo periode 2026–2028. Beliau diharapkan dapat membawa paguyuban semakin maju, solid, dan mampu menjadi garda depan dalam menggerakkan kaum ibu untuk terlibat dalam pelayanan Gereja.
Momentum ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh anggota paguyuban agar tidak berhenti melangkah bersama. Ketua hanyalah seorang penggerak, namun keberhasilan pelayanan terletak pada kerja sama, kesetiaan, dan kerendahan hati seluruh anggota. Dengan demikian, Paguyuban Ibu-Ibu Stasi Maguwo dapat terus menjadi teladan iman, harapan, dan kasih di tengah keluarga maupun lingkungan.
Semoga Roh Kudus senantiasa menuntun langkah kepemimpinan yang baru ini, sehingga setiap karya dan pelayanan senantiasa memuliakan nama Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.
Tema: Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri (Za 1:1-6)
Pada hari Sabtu, 13 September 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan St. Petrus melaksanakan doa Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) pertama yang bertempat di rumah Mas Yuan. Perayaan doa ini dipimpin oleh Bapak Heri dan dihadiri oleh 18 orang umat.
Dengan penuh kebersamaan, umat berdoa serta merenungkan tema BKSN 1 yaitu “Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” yang diambil dari Kitab Zakharia 1:1-6. Melalui bacaan Kitab Suci ini, umat diajak untuk melihat kembali perjalanan hidupnya, menyadari kesalahan maupun kelemahan pribadi, dan membuka hati untuk bertobat serta memperbarui diri dalam terang kasih Allah.
Suasana doa berlangsung khidmat dan hangat. Umat yang hadir juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman iman terkait bagaimana membangun relasi yang lebih sehat dan penuh kasih dengan diri sendiri, sebagai dasar untuk mempererat relasi dengan sesama maupun dengan Tuhan.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan berkat penutup, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat persaudaraan antarumat Lingkungan St. Petrus.
Melalui pertemuan BKSN ini, umat semakin diteguhkan untuk senantiasa memperbarui hidup, dimulai dari diri sendiri, agar mampu menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.