Doa Adven III Lingkungan Santo Petrus : “Menjadi Gereja yang Menyejahterakan”

Doa Adven III Lingkungan Santo Petrus dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Mba Lely. Ibadat ini dipimpin oleh Ibu Mulyadi dan dihadiri oleh 15 umat yang mengikuti dengan penuh keakraban dan sukacita.

Dengan tema “Menjadi Gereja yang Menyejahterakan”, suasana doa diisi dengan renungan mengenai panggilan Gereja untuk menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi sesama. Bukan hanya kesejahteraan lahiriah, tetapi juga kesejahteraan batin, kasih, perhatian, dan kepedulian.

Salah satu bagian paling menarik dalam acara ini adalah permainan menyusun puzzle gambar yang disiapkan sebagai sarana refleksi. Setiap umat diberikan beberapa potongan puzzle yang tampaknya sederhana, namun menyimpan makna mendalam.

Permainan ini ingin menggambarkan bahwa kesejahteraan sejati adalah hasil dari upaya bersama. Sama seperti puzzle, tanpa satu bagian pun, gambar tidak akan pernah menjadi lengkap. Begitu pula dalam kehidupan komunitas: satu orang yang terabaikan akan membuat gambaran kesejahteraan menjadi tidak utuh.

Setiap potongan puzzle melambangkan setiap pribadi dalam masyarakat, masing-masing dengan keunikan, kebutuhan, dan peran penting yang tidak dapat digantikan. Menjadi Gereja yang menyejahterakan berarti kita tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi aktif mencari, memperhatikan, dan merangkul mereka yang “hilang” atau “tersembunyi”—mereka yang mungkin tersisihkan, lemah, atau membutuhkan uluran tangan.

Ketika semua potongan puzzle tersusun dengan baik, tampaklah sebuah gambar yang indah dan sempurna. Hal ini menjadi simbol bahwa sebuah komunitas yang sejahtera adalah komunitas di mana setiap orang merasa dihargai, diakui, dan memiliki tempat. Tidak ada yang tersisih, dan semua berperan dalam membangun kebahagiaan bersama.

Doa Adven III ini menjadi momen berharga bagi umat Lingkungan Santo Petrus untuk meneguhkan komitmen sebagai Gereja yang hidup bagi sesama—menghadirkan kesejahteraan, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi melalui tindakan nyata dan kepedulian setiap hari. Dengan semangat Adven, umat diajak terus mempersiapkan diri menyambut Kristus Sang Damai yang datang membawa harapan dan kesejahteraan bagi seluruh dunia.

Supervisi Perdana Stasi Maguwo: Langkah Baru Menuju Pelayanan yang Semakin Tertata dan Berdaya Guna


Senin malam, 8 Desember 2025, Stasi Maguwo menorehkan langkah bersejarah melalui pelaksanaan supervisi perdana. Untuk pertama kalinya, seluruh tata di stasi Maguwo menjalani proses pendampingan, peninjauan, dan evaluasi menyeluruh dari Kevikepan Jogja Timur dan Keuskupan Agung Semarang. Supervisi ini dipimpin langsung oleh Romo Maradiyo, Pr, selaku Vikep Kevikepan Jogja Timur, bersama tim supervisi gabungan yang memiliki pengalaman luas dalam tata kelola gereja.

Hadir pula Romo Antonius Dadang Hermawan Pr Pastor Paroki Kalasan, dan Romo Yohanes Ngatmo Pr Vikaris Paroki, yang memberikan dukungan penuh bagi pengembangan Stasi Maguwo. Kehadiran kedua romo tersebut menghadirkan suasana penuh semangat dan mempertegas bahwa perjalanan pastoral Stasi Maguwo selalu mendapat pendampingan yang hangat.

Suasana Supervisi: Serius Tapi Santai, Formal Tapi Tetap Hangat

Sejak para romo dan tim supervisi tiba, suasana sudah terasa akrab. Tidak ada ketegangan, tidak ada kesan “diadili”—yang ada justru semangat dialog, belajar, dan bertumbuh bersama.

Setelah doa pembuka, supervisi dibagi ke dalam tiga kelompok tata yang dikerjakan secara paralel:

1. Tata Kelola Administrasi

Peninjauan meliputi dokumen-dokumen penting, tata arsip, alur surat-menyurat, pelaporan kegiatan, hingga sistem komunikasi internal.

2. Tata Kelola Harta Benda

Tim meninjau inventaris gereja, aset, mekanisme penggunaan dana, transparansi pengelolaan, serta perencanaan pengembangan sarana prasarana.

3. Tata Penggembalaan

Pada bagian ini, pembahasan berlangsung cukup mendalam. Bidang pewartaan menjadi sorotan khusus melalui evaluasi atas program FIBB (Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan)—apakah sudah berjalan, bagaimana pendampingannya, dan sejauh mana program ini membantu memperkuat iman umat di lingkungan.

Selain pewartaan, supervisi juga meninjau bidang:

  • Kemasyarakatan
  • Litbang
  • Liturgi dan Peribadatan
  • Paguyuban
  • Rumah Tangga Gereja

Seluruh bidang ini dievaluasi menggunakan checklist supervisi resmi, sehingga jelas mana yang sudah baik, mana yang perlu diperkuat, dan mana yang butuh pendampingan lanjutan. Prosesnya berjalan hangat, penuh tanya jawab, diselingi tawa kecil yang membuat suasana tetap ringan meskipun yang dibahas serius.

Dalam diskusi, banyak insight muncul, seperti pentingnya perencanaan pastoral yang lebih menyentuh kebutuhan umat, penguatan komunikasi antarbidang, serta penyusunan program FIBB yang lebih terarah.


Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama

Nilai utama supervisi malam itu adalah kemitraan. Tim supervisi tidak hanya menilai, tetapi juga memberi contoh, masukan, dan pengalaman terbaik. Pengurus Stasi Maguwo menyambut semua masukan dengan terbuka. Banyak catatan positif dicatat sebagai kekuatan stasi—mulai dari semangat para pengurus, kerapian data, hingga kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan umat.


Pembacaan Rekomendasi: Menyusun Arah Langkah ke Depan

Menjelang akhir, seluruh peserta berkumpul kembali untuk mendengarkan rekomendasi-rekomendasi dari ketiga tata. Rekomendasi ini menjadi pegangan penting bagi pengurus untuk menyusun langkah tindak lanjut, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Mulai dari perbaikan administrasi, penataan aset, hingga penguatan pastoral dan pengelolaan harta benda


Penutup yang Hangat: Makan Malam Bersama

Acara kemudian ditutup dengan makan malam bersama di teras depan gereja. Pengurus stasi, para romo, serta tim supervisi duduk bercampur, berbagi cerita ringan, dan menikmati suasana malam Maguwo yang sejuk. Kehangatan itu menjadi pengingat bahwa Gereja bukan hanya soal laporan dan data, tetapi komunitas yang hidup dan terus bertumbuh bersama.


Melangkah Maju Bersama

Supervisi perdana ini bukan sekadar agenda formal—melainkan sebuah tonggak bagi Stasi Maguwo untuk melihat diri, memperbaiki kekurangan, dan menguatkan apa yang sudah berjalan baik. Dengan semangat yang sama, Stasi Maguwo siap melangkah menuju tata kelola, pelayanan, dan penggembalaan yang semakin tertata dan semakin melayani.

Restorasi Patung Bunda Maria Selesai: Tampilan Baru, Semangat Doa yang Baru


Kabar gembira untuk umat GMBA
Proses restorasi patung Bunda Maria yang beberapa waktu terakhir dikerjakan kini resmi selesai. Patung yang selama ini menjadi tempat umat menepi dan berdoa, sekarang tampil jauh lebih cantik, bersih, dan seperti baru kembali.

Restorasi dilakukan dengan penuh perhatian, ketelitian, dan semangat pelayanan. Hasilnya benar-benar membawa suasana baru di area devosi Bunda Maria—lebih rapi, lebih terang, dan lebih mengundang umat untuk datang berdoa.

Sebagai tambahan, di depan patung kini juga telah disediakan tempat lilin yang bisa digunakan umat Maguwo sebagai sarana berdoa dan memanjatkan intensi. Harapannya, fasilitas kecil ini bisa membantu umat semakin dekat dengan Bunda Maria dan semakin tekun dalam kehidupan rohani.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada semua pihak yang sudah mendukung proses restorasi ini—baik yang menyumbang materi, tenaga, maupun doa.

Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada Mas Dedi dan Mas Puji, para koster GMBA, yang sudah bekerja dengan telaten, penuh bakat, dan memberikan sentuhan terbaik mereka untuk memulihkan keindahan patung ini. Talenta dan pelayanan mereka sungguh menjadi berkat bagi komunitas.

Semoga kehadiran patung Bunda Maria dengan wajah yang baru ini meneguhkan iman kita dan semakin menggerakkan hati untuk datang, berdoa, dan menyerahkan hidup kita kepada penyertaan Tuhan melalui Bunda-Nya.

Senam Sehat GMBA: Gerak Sehat Bareng di Halaman Belakang Gereja


Pada Sabtu, 6 Desember 2025, umat GMBA kembali berkumpul di halaman belakang gereja untuk mengikuti kegiatan Senam Sehat yang sudah beberapa kali diadakan. Kali ini bukan lagi khusus senam lansia—siapa saja boleh ikut, mulai dari yang muda sampai yang sudah senior.

Suasana pagi itu tenang dan nyaman. Peserta mengikuti gerakan demi gerakan yang dipandu oleh pak Koesno dengan ritme yang ringan dan mudah diikuti. Gerakannya tidak berat, tapi cukup bikin badan hangat, rileks, dan lebih segar untuk memulai hari.

Selain bikin tubuh lebih bugar, senam sehat ini juga jadi momen sederhana untuk saling menyapa, ngobrol ringan, dan menikmati udara pagi bersama komunitas. Tidak terlalu ramai, tidak heboh, tapi justru terasa hangat dan menyejukkan.

Harapannya, kegiatan senam sehat ini bisa terus rutin dilakukan sebagai bentuk perhatian pada kesehatan umat sekaligus cara kecil menjaga kebersamaan.

Gerak sehat bareng, hati pun ikut sehat.

Doa Lingkungan Santo Petrus – Adven II

Doa lingkungan Santo Petrus untuk Adven II tahun ini berlangsung hangat dan penuh sukacita. Pertemuan yang digelar pada Kamis, 4 Desember pukul 19.00 di rumah Ibu Wati ini dipimpin oleh Ibu Maya dan dihadiri oleh 15 umat. Cuaca yang sebelumnya sempat diguyur hujan akhirnya cerah kembali, sehingga banyak umat dapat hadir dan mengikuti doa dengan penuh semangat.

Suasana Doa yang Hangat dan Bersahabat

Pertemuan dimulai dengan pengantar mengenai tema Adven II, yaitu “Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi.” Ibu Maya mengajak umat untuk merenungkan bagaimana setiap pribadi dipanggil untuk menjadi terang dan inspirasi di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Dengan bacaan dan renungan Adven, umat diajak untuk melihat bahwa perjalanan Gereja bukanlah perjalanan satu orang saja, melainkan perjalanan bersama—di mana setiap umat berperan dalam menghadirkan kasih, pengharapan, dan damai Kristus.

Permainan Kolaboratif: Satu Goresan, Satu Peran

Salah satu momen menarik dalam pertemuan ini adalah permainan sederhana namun sarat makna. Setiap peserta diberi selembar kertas kosong dan secara bergiliran diminta membuat satu goresan kecil. Goresan-goresan tersebut, meski berbeda bentuk dan arah, perlahan menyatu menjadi sebuah gambar utuh.

Melalui permainan ini, umat diingatkan bahwa:

  • Setiap orang memiliki peran penting dalam komunitas.
  • Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil.
  • Saat setiap pribadi memberikan bagian terbaiknya, maka terbentuklah kesatuan yang indah—seperti Gereja yang tumbuh karena kontribusi seluruh umatnya.

Gambar akhir yang terbentuk menjadi simbol nyata bahwa perjalanan sebagai Gereja dilakukan bersama, saling melengkapi, dan saling menguatkan.

Penutup yang Penuh Sukacita

Doa lingkungan ditutup dengan berkat dan harapan agar umat semakin siap menyambut kedatangan Tuhan dalam masa Adven. Pertemuan berakhir dengan ramah tamah sederhana yang mempererat kebersamaan antarumat.

Doa Adven II ini tidak hanya memperdalam iman, tetapi juga menguatkan semangat untuk terus berjalan bersama sebagai Gereja yang menginspirasi—mulai dari hal-hal kecil, dari setiap pribadi yang mau berkontribusi.

Adven Pertama di Stasi Maguwo: Mulai Menyambut Natal Bareng-Bareng di Setiap Lingkunga


Awal Desember jadi momen spesial buat umat Stasi Maguwo. Soalnya, seluruh lingkungan bareng-bareng ngadain Ibadat Adven Pertama sebagai tanda dimulainya masa penantian menuju Natal. Tema Adven Minggu I tahun ini adalah “Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman”—tema yang sederhana tapi ngena banget.

Di tiap lingkungan, ibadat diadakan dengan suasana yang hangat dan akrab. Ada yang berkumpul di rumah umat, ada yang bikin lingkaran Adven sederhana, ada yang mulai ibadat dengan doa singkat, dan semuanya sama-sama menyalakan lilin pertama sebagai tanda harapan. Rasanya adem banget melihat umat kumpul, doa bareng, dan saling menyapa setelah ibadat.

Renungan Adven Pertama mengingatkan kita bahwa menanti Kristus itu nggak harus tegang atau penuh kekhawatiran. Justru sebaliknya—kita diajak untuk menunggu dengan hati yang gembira, bersyukur, dan percaya bahwa Tuhan selalu hadir dalam hidup kita sehari-hari.

Lingkungan St. Yohanes pembabtis


Linkungan St Fransiskus Asisi


Lingkungan St Petrus


Lingkungan St Monica


Lingkungan St Bartholomeus


Lingkungan St. Theresia


Lingkungan St. Gregorius


Lingkungan St. Yusuf


Lingkungan St Clara


Lingkungan St Stefanus


Lingkungan St. Antonius


Lingkungan St. Gabriel


Walaupun tiap lingkungan punya cara sendiri dalam menyiapkan ibadat, suasana yang terasa tetap sama: kompak, simple, dan penuh sukacita. Beberapa lingkungan lanjut ngobrol santai setelah ibadat, ada juga yang foto bareng, pokoknya suasananya hangat banget.

Dengan dimulainya Adven Pertama ini, umat Stasi Maguwo berharap bisa terus berjalan bersama dalam persiapan menuju Natal. Lilin pertama sudah dinyalakan—tinggal kita jaga supaya semangat dan harapan itu tetap hidup sampai Hari Natal tiba.

Adven Pertama 2025: Umat Santo Stefanus Memulai Masa Penantian dengan Sukacita


Pada Selasa, 2 Desember 2025, umat Lingkungan Santo Stefanus berkumpul untuk merayakan Ibadat Adven Pertama sebagai pembuka masa penantian akan kelahiran Tuhan. Ibadat tahun ini diselenggarakan di rumah keluarga Maikel, Perum Bale Ayu A4, Grogol Banjeng, Maguwo, yang dengan tulus membuka rumahnya sebagai tempat umat berhimpun dan berdoa bersama.

Tahun ini, kegiatan Adven mengangkat tema “Minggu I: Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman”, sebuah ajakan untuk membuka hati dan menyambut Sang Juru Selamat dengan penuh sukacita.

Ibadat Adven dipimpin dalam suasana sederhana namun penuh kekhidmatan. Lilin pertama pada lingkaran Adven dinyalakan sebagai simbol harapan dan sukacita, menandakan bahwa terang Kristus mulai hadir menuntun umat dalam perjalanan spiritual menuju Natal. Dalam renungan, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari sebagai kesempatan untuk hidup lebih gembira, lebih bersyukur, dan lebih dekat dengan Tuhan.

Tema Minggu I mendorong umat untuk menantikan Kristus bukan dengan kecemasan, melainkan dengan kebahagiaan iman—iman yang tumbuh melalui doa, karya kasih, dan kebersamaan dalam komunitas.

Setelah ibadat, umat saling bersapa dan berbincang, memperkuat ikatan kekeluargaan yang menjadi ciri khas Lingkungan Santo Stefanus. Kebersamaan ini menghadirkan suasana hangat, memperlihatkan bahwa perjalanan menuju Natal adalah perjalanan bersama yang saling menguatkan.

Dengan terlaksananya Adven pertama ini, umat Santo Stefanus berharap dapat menjalani seluruh rangkaian Adven dengan hati yang lebih ringan, penuh sukacita, dan semakin siap menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.

Semoga terang lilin pertama dan tema Adven Minggu I—Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman—terus menyala dalam hati setiap umat sepanjang masa persiapan ini.

“GMBA Bersiap Menuju Supervisi Perdana: Langkah Besar Menata Tata Kelola Gereja”


Pada Senin, 1 Desember 2025, GMBA mengadakan rapat persiapan supervisi bertempat di Ruang Sekretariat GMBA. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pastoral, serta perwakilan dari Ketua Lingkungan (Kaling) dan Ketua Wilayah (Kawil). Kehadiran para pengurus ini menunjukkan komitmen kuat GMBA untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan pastoral.

Rapat difokuskan pada finalisasi persiapan supervisi yang mencakup tiga aspek utama:

  1. Tata Kelola Administrasi
  2. Tata Kelola Harta Benda Gereja
  3. Tata Penggembalaan dan Pelayanan Pastoral

Dalam rapat ini, setiap bidang melakukan pemaparan kondisi terakhir, langkah-langkah yang sudah ditempuh, serta hal-hal yang masih perlu disempurnakan sebelum pelaksanaan supervisi. Diskusi berlangsung intensif namun tetap penuh semangat kolaborasi, menunjukkan keseriusan para pengurus untuk menghadirkan tata kelola gereja yang rapi, transparan, dan akuntabel.

Supervisi yang dijadwalkan pada 8 Desember 2025 ini merupakan supervisi pertama di GMBA, sehingga persiapan dilakukan sebaik mungkin agar seluruh proses berjalan lancar dan memberikan hasil yang memuaskan. Selain sebagai bentuk evaluasi, supervisi ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus momentum peningkatan kualitas pelayanan di GMBA.

Semoga melalui supervisi ini, GMBA semakin diteguhkan dalam panggilan untuk melayani umat dengan penuh tanggung jawab, keterbukaan, dan semangat sinodalitas.

Misa Lingkungan Santo Stefanus 2025: Merajut Iman, Meneguhkan Persaudaraan


Pada hari Jumat, 21 November 2025, umat Lingkungan Santo Stefanus berkumpul dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan untuk merayakan Misa Lingkungan Santo Stefanus tahun 2025. Perayaan ini diadakan di rumah keluarga Ibu Lucia Rusmiati, yang dengan penuh sukacita membuka rumahnya sebagai tempat umat berhimpun dan berdoa bersama.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm FX Murdi Susanto, PR, yang dalam homilinya mengajak umat untuk terus menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Romo Murdi menekankan bahwa lingkungan adalah “rumah rohani” pertama, tempat umat belajar berjalan bersama, saling mengenal lebih dalam, dan menanggung beban satu sama lain dalam terang iman.

Suasana misa berlangsung sederhana namun sangat khidmat. Doa-doa umat terucap dengan penuh harapan, lantunan lagu pujian mengalun dengan lembut, dan setiap umat yang hadir merasakan kehadiran Tuhan yang menyatukan. Tidak hanya sebagai sebuah perayaan liturgis, misa ini menjadi ruang perjumpaan yang menghidupkan kembali relasi antarumat—baik yang sudah lama saling mengenal maupun yang jarang bertemu.

Sebagai bagian dari perayaan, umat juga berkesempatan berbagi berkat melalui kolekte khusus untuk Seminari. Dukungan ini menjadi wujud nyata kepedulian umat Santo Stefanus dalam mendukung proses pembinaan calon imam yang kelak akan melayani Gereja di berbagai tempat. Antusiasme umat dalam memberikan sumbangan menunjukkan semangat kemurahan hati yang selama ini hidup kuat di lingkungan.

Setelah misa, umat saling bersapa dan berbincang, mempererat kembali hubungan yang mungkin renggang karena kesibukan masing-masing. Momen sederhana ini menghadirkan suasana persaudaraan yang hangat—sebuah nilai yang menjadi kekuatan Lingkungan Santo Stefanus selama ini.

Melalui perayaan misa lingkungan ini, umat diteguhkan untuk terus membangun komunitas yang hidup, saling peduli, dan semakin berakar dalam iman kepada Kristus. Semoga perayaan serupa terus menjadi ruang pertumbuhan yang membawa damai, harapan, dan kebersamaan bagi seluruh umat Lingkungan Santo Stefanus.

“Merawat Kasih Bunda: Aksi Nyata Umat GMBA dalam Memelihara Patung Bunda Maria”


Sebagai wujud cinta dan spiritualitas kepada Santa Maria Bunda Allah—santa pelindung Gereja GMBA—umat GMBA kembali menunjukkan kepedulian melalui kegiatan perawatan dan pemeliharaan patung Bunda Maria yang berada di lingkungan gereja. Kegiatan ini bukan sekadar renovasi fisik, tetapi juga ungkapan iman dan bakti yang mengalir dari hati umat yang ingin merawat simbol kasih Bunda bagi seluruh komunitas.

Proses perawatan dilakukan secara gotong royong, melibatkan Tim Soundsystem GMBA, Tim Rumah Tangga GMBA, serta dibantu oleh dua koster gereja yang dengan penuh semangat memberikan tenaga dan waktu mereka. Mulai dari pembersihan area, pengecekan struktur, perbaikan detail wajah dan jubah, hingga pengecatan ulang—semuanya dikerjakan dengan teliti agar keindahan dan kesakralan patung tetap terjaga.

Yang membuat kegiatan ini semakin bermakna adalah bahwa seluruh dana renovasi berasal dari swadaya umat GMBA. Setiap sumbangan, besar maupun kecil, menjadi tanda nyata bahwa cinta dan devosi kepada Bunda Maria hidup kuat dalam diri umat.

Melalui karya bersama ini, umat GMBA tidak hanya merawat sebuah patung, tetapi juga memperbarui semangat persaudaraan dan devosi kepada Bunda Maria. Semoga dari tindakan sederhana namun penuh kasih ini, kita semua semakin diteguhkan untuk terus hidup dalam teladan Bunda Maria—dalam kesetiaan, kerendahan hati, dan pelayanan kepada Tuhan.