Sakramen Baptis adalah gerbang utama menuju kehidupan Kristiani dalam Gereja Katolik. Melalui baptisan, seseorang dibersihkan dari dosa asal dan menjadi anggota resmi dalam Tubuh Kristus, yakni Gereja. Sakramen ini bukan sekadar upacara simbolis, melainkan sebuah peristiwa rohani yang mendalam, di mana Allah sendiri menyentuh dan menguduskan hidup seseorang.
Dalam tradisi Katolik, baptisan biasanya diberikan kepada bayi, sebagai tanda bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang mendahului usaha manusia. Namun, orang dewasa yang belum dibaptis juga dapat menerima sakramen ini setelah menjalani masa katekumenat, yaitu masa persiapan dan pendalaman iman. Air yang dicurahkan ke atas kepala atau dengan cara pencelupan menjadi lambang pembersihan rohani, sekaligus tanda kehidupan baru dalam Kristus.
Baptis juga menyatukan kita dengan misteri wafat dan kebangkitan Kristus. Melalui baptisan, kita mati terhadap dosa dan bangkit menjadi ciptaan baru. Oleh karena itu, setelah dibaptis, seseorang dipanggil untuk hidup dalam terang Kristus, menjadi murid yang setia, serta terlibat dalam kehidupan Gereja dan masyarakat dengan kasih, pengharapan, dan iman.
Sakramen ini menunjukkan kasih Allah yang tak terbatas, yang menyambut setiap orang tanpa syarat. Dalam keluarga Katolik, momen baptisan menjadi saat sukacita dan harapan, ketika seorang anak atau orang dewasa diterima secara penuh dalam komunitas iman, siap untuk berjalan bersama Kristus sepanjang hidupnya.
Baptis bayi di Minggu I bulan Agustus 2025 ini diterimakan oleh romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. Selamat menjadi anggota gereja Katolik anak Francis Rivaille Risardi, bertumbuhlah dalam iman akan Yesus Kristus.
Pertemuan rutin Lingk. Antonius dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Juli 2025 pada pukul 19.30 di rumah Bapak Yosep. Tidak hanya pertemuan rutin, namun kegiatan juga diisi dengan acara mendoakan arwah ayahnda dari Bapak Yosep, yang 2 tahun lalu dipanggil Tuhan. Pertemuan diawali dengan sembhayangan yang dipimpin oleh Bapak Mikhael Purwanto dilanjutkan gendu-gendu rasa membicarakan pergantian Ketua Dewan Stasi.
Bukan sekedar panggilan, namun menjadi ajang yang seru dan pendorong agar semakin dekat dengan Yesus melalui firman-Nya. Siapa bilang membaca Kitab Suci itu susah?? baca Kitab Suci mudah asal membaca dengan sepenuh hati yaaa
Hari Minggu, 27 Juli 2025, tim Lektor GMBA mengadakan lomba Lektor lhooo. Lomba ini di ikuti oleh 25 peserta dengan 2 kategori yaitu kategori dewasa dan kategori remaja serta 3 dewan juri yaitu Bapak Ignatius Sunaryo, Suster Bernadeta Nunur, RMI, dan Ibu A. Eddayari Yuliantiningsih.
It’s not just a simple calling — it’s an exciting moment and a great push to get closer to Jesus through His Word. Who says reading the Bible is hard?? It’s not difficult if you read it wholeheartedly!
On Sunday, July 27, 2025, the GMBA Lectors Team held a Lector Competition! This event was joined by 25 participants in two categories: adult and youth. The competition was judged by three esteemed jury members: Mr. Ignatius Sunaryo, Sister Bernadeta Nunur, RMI, and Ms. A. Eddayari Yuliantiningsih.
Sebelum lomba di mulai, ada sambutan dari Bapak Yohanes Agung Prasetya selaku Ketua Dewan Stasi dan Mbak Caroline Denis Noverly sebagai Ketua Lomba Lektor kali ini. Lalu ada peraturan yang dijelaskan oleh Ibu Vera dan di bantu dengan Tian untuk teknis lomba Lektor. Lomba ini juga di selingi oleh ice breaking dengan menggunakan gerak dan lagu “Happy ya ya ya”, “KASIH” dan “Aku Cinta Yesus” dengan penuh antusias dan agar tidak ngantuk xixixixiii…
Before the competition began, opening remarks were delivered by Mr. Yohanes Agung Prasetya as the Head of the Stasi Council, and Miss Caroline Denis Noverly as the Head of the Competition. The rules were then explained by Mrs. Vera, assisted by Tian who handled the technical side of the competition. The event also featured some fun ice-breaking activities with action songs like “Happy Ya Ya Ya,” “KASIH,” and “Aku Cinta Yesus” — full of enthusiasm and perfect to keep everyone awake and energized, xixixixiii…
Bacaan yang dibacakan dipilih random dengan mengambil 1 kertas yang berisikan 1 pilihan acak dari 3 pilihan bacaan. Lomba Lektor berjalan dengan lancar dan tentunya para peserta memiliki suara dan gaya membaca yang unik dan beragam lhoo… keren keren deh pokoknyaa!! Setelah semua selesai membaca kita adakan sesi foto peserta sebagai kenang kenangan dan apresiasi karena sudah mengikuti lomba dengan baikk.
Each reading passage was chosen randomly by drawing one slip of paper containing one of three possible Scripture readings. The competition ran smoothly, and each participant showcased their own unique voice and reading style — it was super impressive all around!
After all participants had read, we had a photo session to commemorate the moment and to appreciate everyone for joining the competition wholeheartedly.
hohohooo akhirnya waktu yang di tunggu tunggu yaitu makan sianggg sambil nunggu juri selesai menilai karena proses penilaian cukup lama. Makan siang kali ini dengan soto yang enakk.
Hohohooo, finally the moment everyone had been waiting for — lunchtime! While waiting for the judges to finalize their scores (which took quite a while), we enjoyed a delicious bowl of soto. Yum…
Selesai makan, akhirnya pengumuman juara nihhh, pengumuman juara dibacakan oleh dewan juri yaitu Bapak Sunaryo. Juri mengambil 3 pemenang dengan kategori dewasa dan 3 pemenang dari kategori remaja. Pemenang Kategori Dewasa : juara 1 : Sisilia Maria Magdalena linkungan Paulus Juara 2 : Paulus Supit lingkungan Gregorius Juara 3 : Maria Septia Lingkungan Petrus
Pemenang Kategori Remaja Juara 1 : Benecdito Deva lingkungan Bartholomeus Juara 2 : Eufrasia Lauda lingkungan Fransiskus Asisi Juara 3 : Joachim Nuansa lingkungan Maria Assumpta
After lunch, it was time to announce the winners! The results were read out by the jury, Mr. Sunaryo. There were three winners selected in each category.
Adult Category Winners:
Sisilia Maria Magdalena (Paulus community)
Paulus Supit (Gregorius community)
Maria Septia (Petrus community)
Youth Category Winners:
Benecdito Deva (Bartholomeus community)
Eufrasia Lauda (Francis of Assisi community)
Joachim Nuansa (Maria Assumpta community)
Selamat yaa untuk para pemenang!!! Untuk yang belum menang jangan berkecil hati yaa, tetap semangat melayani Tuhan dengan sepenuh hati.
Sampai Jumpa di Lomba Lektor selanjunyaa Tuhan memberkati bye byeee
Congratulations to all the winners!!! For those who didn’t win this time, don’t be discouraged — keep serving the Lord with all your heart.
See you at the next Lector Competition! God bless you all. Bye byeeee……
Pada malam yang penuh semangat pelayanan, Sabtu, 27 Juli 2025, telah dilaksanakan rapat persiapan visitasi kanonik di Ruang Sekretariat Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Rapat ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam rangka meningkatkan status GMBA dari stasi menjadi Paroki Administratif, sesuai harapan dan dinamika pertumbuhan umat yang semakin hidup dan berkembang.
Maguwo, July 27, 2025
On a night filled with the spirit of service, Saturday, July 27, 2025, a preparatory meeting for the canonical visit was held at the Secretariat Room of Maria Bunda Allah (GMBA) Church in Maguwo. This meeting marks an important first step in the effort to elevate GMBA’s status from a sub-parish (stasi) to an Administrative Parish, in response to the growth and vibrancy of the community.
Rapat dipimpin oleh Dewan Stasi bersama para ketua bidang. Agenda utama membahas secara mendalam tiga unsur penting yang akan menjadi perhatian dalam visitasi, yakni:
Tata Penggembalaan Meliputi pelayanan rohani umat, kegiatan liturgi, pendampingan kategorial (anak, remaja, OMK, keluarga, lansia), serta pembinaan iman umat. Dalam sesi ini juga didiskusikan langkah-langkah penguatan komunitas basis gerejani dan program pembinaan berkelanjutan.
Tata Kelola Harta Benda Gereja Mencakup pengelolaan aset gereja, keuangan, transparansi laporan keuangan, serta perencanaan pembangunan sarana dan prasarana ke depan. Evaluasi juga dilakukan terhadap tata tertib penggunaan fasilitas gereja dan pemeliharaan lingkungan.
Tata Kelola Administrasi Fokus pada struktur organisasi stasi, dokumentasi kegiatan, pengarsipan surat dan laporan, serta pemutakhiran data umat. Hal ini menjadi penting sebagai indikator kesiapan kelembagaan dalam menjalankan fungsi administratif paroki.
The meeting was led by the Stasi Council, along with heads of ministry sectors. The main agenda focused on discussing three key components that will be assessed during the visit:
Pastoral Stewardship This includes spiritual ministry for the faithful, liturgical activities, pastoral care for various groups (children, teens, youth, families, elderly), and ongoing faith formation. The session also discussed strengthening small Christian communities and sustainable pastoral programs.
Asset and Property Management Covering church asset stewardship, financial management, transparency in financial reporting, and planning for future infrastructure development. The team also evaluated policies regarding facility usage and environmental maintenance.
Administrative Governance Focusing on organizational structure, documentation of activities, archiving official correspondence and reports, as well as updating the parishioners’ data. This area is key in demonstrating institutional readiness for administrative responsibilities.
Dalam rapat tersebut juga ditetapkan Penanggung Jawab dan PIC (Person In Charge) untuk masing-masing bidang yang akan mempersiapkan bahan presentasi, dokumen pendukung, serta mendampingi tim visitator saat kunjungan. Visitasi dari Keuskupan Agung Semarang ini direncanakan akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2025.
The meeting also finalized the Persons in Charge (PIC) and coordinators for each area, who will be responsible for preparing presentations, supporting documents, and accompanying the visitation team. The canonical visitation from the Archdiocese of Semarang is scheduled to take place on August 20, 2025.
Semangat kebersamaan, keterbukaan, dan kerinduan umat untuk menjadi paroki mandiri sungguh terasa dalam rapat ini. Harapannya, seluruh umat GMBA dapat mengambil bagian dalam proses ini, baik melalui dukungan moral, keterlibatan aktif, maupun semangat untuk terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan.
A strong sense of unity, openness, and longing to become an independent parish was felt throughout the meeting. It is hoped that all members of the GMBA community will take part in this process—through moral support, active involvement, and a renewed commitment to grow in faith and service.
Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh umat GMBA, agar proses visitasi ini dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil yang terbaik demi kemuliaan Tuhan dan pertumbuhan Gereja kita tercinta. Kiranya Roh Kudus sendiri yang menuntun setiap langkah kita dalam perjalanan iman ini.
We sincerely ask for the support and prayers of the entire GMBA community, so that this visitation process may go smoothly and bear the best fruits for the glory of God and the growth of our beloved Church. May the Holy Spirit guide every step of our journey in faith.
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kasih, karena atas rahmat dan penyelenggaraan-Nya, Timpel PIOD ( Pendamping Iman Orang Dewasa ) GMBA, dibawah Bidang Pewarta melaksanakan kegiatan Sarasehan Keluarga Stasi Santa Maria Bunda Allah – Maguwo dapat terselenggara dengan penuh sukacita dan kekeluargaan pada hari Sabtu, 26 Juli 2025, bertempat di Erista Garden, Pakem.
Acara ini mengambil tema yang sangat relevan dan menyentuh, yaitu: “Taman Eden di Rumah: Menciptakan Surga Kecil dalam Keluarga Katolik”. Sebuah tema yang tidak hanya memberi inspirasi, tetapi juga menjadi pengingat penting bagi seluruh umat, bahwa keluarga adalah ladang pertama dan utama dalam menanam, menumbuhkan, serta merawat cinta kasih Kristiani.
Sarasehan ini dihadiri oleh para keluarga dari berbagai lingkungan di Stasi Maguwo, dengan suasana yang hangat, penuh semangat, dan kebersamaan yang terasa sangat kental. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga menjadi sarana rekreasi rohani bersama keluarga tercinta, di tengah padatnya rutinitas dan tantangan zaman.
Kami merasa sangat diberkati karena pada kesempatan ini, hadir dua narasumber luar biasa yang memberikan pencerahan dan motivasi mendalam.
Romo Dr. Ag. Tri Edi Warsono, Pr., seorang imam dan akademisi yang memberikan refleksi teologis yang sangat menyentuh tentang makna keluarga sebagai “Gambaran Taman Eden” masa kini—sebuah tempat di mana cinta Allah dinyatakan dan dihidupi secara nyata.
Ibu F. Netty Kuswandari, S.Pd., M.Si., seorang pendidik sekaligus praktisi keluarga, yang membagikan banyak tips dan pengalaman praktis mengenai bagaimana menciptakan suasana rumah yang penuh kasih, komunikasi yang sehat, serta membina relasi yang harmonis antara suami, istri, dan anak-anak dalam terang iman Katolik.
Kegiatan ini dibalut dengan berbagai sesi interaktif seperti diskusi kelompok, tanya jawab, sharing pengalaman antar keluarga, serta games ringan yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Semua itu mempererat rasa persaudaraan dan meneguhkan kembali komitmen umat untuk menjadikan keluarga sebagai “Gereja Mini” yang hidup, berkembang, dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Tak lupa, keindahan alam Erista Garden yang sejuk dan menenangkan menjadi pelengkap sempurna bagi acara ini. Alam yang terbuka mengajak setiap peserta untuk kembali merefleksikan keindahan ciptaan Tuhan, serta mengingatkan bahwa keharmonisan dalam keluarga pun adalah bagian dari kehendak Allah untuk menciptakan dunia yang lebih baik, dimulai dari rumah.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para narasumber, seluruh panitia, para peserta, serta semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini. Semoga sarasehan ini membawa buah yang nyata dalam kehidupan keluarga-keluarga Katolik, dan menjadi benih bagi tumbuhnya keluarga-keluarga kudus yang diberkati dan menjadi berkat.
Stasi Santa Maria Bunda Allah – Maguwo “Bersama Keluarga, Membangun Surga Kecil di Dunia”
Minggu, 20 Juli 2025, hembusan angin sejuk dan semilir aroma dedaunan di Erista Garden, Pakem, Sleman, menjadi saksi sebuah perjalanan batin para pengurus harian Dewan Pastoral Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Di tengah kesibukan dan dinamika pelayanan, mereka berkumpul dalam suasana penuh kegembiraan dan harapan untuk mengikuti kegiatan Pembekalan Spiritualitas Pelayanan.
On Sunday, July 20, 2025, the cool breeze and gentle scent of leaves at Erista Garden, Pakem, Sleman, bore witness to a spiritual journey taken by the daily board members of the Pastoral Council of Santa Maria Bunda Allah Maguwo Station. Amid the busyness and challenges of ministry, they gathered in an atmosphere of gladness and hope to participate in the Spirituality Formation for Service program.
Lebih dari sekadar acara formal, kegiatan ini menjadi ruang kontemplasi bagi para pelayan Gereja untuk kembali menengok makna terdalam dari panggilan mereka: melayani bukan hanya dengan tangan, tetapi juga dengan hati yang tulus dan penuh kasih.
More than a formal gathering, the event became a space of contemplation for the Church servants to revisit the deepest meaning of their calling: to serve not only with their hands, but with hearts filled with sincerity and love.
Dipandu oleh Ibu F. Netty Kuswandari, S.Pd., M.Si., para peserta diajak menyelami sesi pertama yang membuka cakrawala batin tentang pertumbuhan pribadi dalam pelayanan. Dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh, beliau menyampaikan bahwa menjadi pelayan Tuhan bukanlah tentang kesempurnaan, tetapi tentang kesetiaan dalam setiap hal kecil. Tangis haru dan senyuman muncul silih berganti—sebuah tanda bahwa hati-hati ini tersentuh.
Guided by Mrs. F. Netty Kuswandari, S.Pd., M.Si., the participants were invited to delve into the first session, which opened their hearts to the inner journey of personal growth in service. With warmth and compassion, she conveyed that being a servant of God is not about perfection, but about faithfulness in every little thing. Tears and smiles flowed in turn—a sign that these hearts were being touched.
Suasana kemudian berubah menjadi lebih ringan namun tetap bermakna dalam sesi bersama GMBA Joyful Team. Melalui gerak, tawa, dan refleksi sederhana, mereka diingatkan bahwa sukacita adalah bagian tak terpisahkan dari pelayanan. Kelelahan bisa datang, tetapi hati yang bersyukur akan selalu menemukan alasan untuk tetap berjalan.
The atmosphere then shifted into something lighter yet still meaningful during the session with the GMBA Joyful Team. Through movement, laughter, and simple reflection, they were reminded that joy is an inseparable part of ministry. Fatigue may come, but a grateful heart will always find a reason to keep going.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan sistematis mengenai mekanisme dan jadwal pemilihan Ketua Stasi, Ketua Wilayah, serta Ketua Lingkungan. Di tengah transisi zaman dan tantangan regenerasi, sesi ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa tongkat estafet pelayanan diteruskan kepada pribadi-pribadi yang siap dan layak.
The program continued with a systematic explanation of the mechanisms and timeline for the upcoming elections of the Station Head, Regional Heads, and Neighborhood Heads. Amidst generational transitions and challenges in regeneration, this session became a vital moment to ensure that the torch of service would be passed on to capable and ready hands.
Di penghujung acara, dalam suasana yang semakin hening dan sakral, Romo Ant. Dadang Hermawan, Pr., memberikan penguatan rohani dan pengutusan. Dalam doa dan berkat yang disampaikan, setiap peserta seakan diingatkan kembali pada akar panggilan mereka—bahwa pelayanan adalah bagian dari perutusan Kristus, dan setiap langkah kecil yang diambil dalam kasih akan membawa dampak besar bagi umat.
As the event neared its end, in an atmosphere growing increasingly solemn and sacred, Romo Ant. Dadang Hermawan, Pr., offered spiritual strengthening and a sending forth. Through his prayers and blessings, each participant was reminded of their true calling—that ministry is part of Christ’s mission, and every small act done in love can bring profound impact to the faithful.
Gratitude for the Support to GMBA’s Social Communication Ministry
Dewan Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo, melalui Tim Pelayanan Komunikasi Sosial (KOMSOS), menyampaikan ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Christina Indrawati, umat dari Lingkungan St. Petrus, atas kebaikan hati dan ketulusannya dalam memberikan sumbangan berupa satu unit kamera untuk mendukung pelayanan KOMSOS GMBA.
The Pastoral Council of Santa Maria Bunda Allah Maguwo Station, through its Social Communication Ministry (KOMSOS) Team, expresses heartfelt gratitude to Mrs. Christina Indrawati, a member of the St. Petrus Community, for her generosity and sincerity in donating a camera to support the ministry of GMBA KOMSOS.
Sumbangan ini bukan hanya sekadar sebuah alat, tetapi merupakan simbol kepedulian dan dukungan nyata dari umat terhadap pelayanan komunikasi di Stasi GMBA. Kamera ini akan menjadi sarana yang sangat berharga bagi tim KOMSOS dalam mendokumentasikan kegiatan gereja, menyebarkan informasi, serta menghadirkan wajah Gereja yang hidup, aktif, dan penuh kasih kepada umat dan masyarakat luas.
This donation is more than just a tool—it is a symbol of care and tangible support from a parishioner toward the communication ministry of GMBA Station. The camera will be an invaluable asset for the KOMSOS team in documenting church activities, sharing important information, and portraying the Church as vibrant, active, and filled with love for the faithful and the wider community.
Di tengah semangat pelayanan yang terus tumbuh, sumbangan ini menjadi penyemangat baru bagi seluruh tim KOMSOS. Ini menjadi pengingat bahwa setiap bentuk dukungan, sekecil apapun, memiliki makna besar dalam membangun pelayanan bersama. Kebaikan hati Ibu Christina menjadi inspirasi dan contoh nyata bagaimana umat dapat ambil bagian dalam karya pewartaan Gereja melalui talenta dan sumber daya yang dimiliki.
In the midst of an ever-growing spirit of service, this donation becomes a renewed motivation for the entire KOMSOS team. It is a reminder that every act of support—no matter how small—carries great meaning in building ministry together. Mrs. Christina’s generosity is an inspiration and a tangible example of how parishioners can participate in the Church’s mission of evangelization through their talents and resources.
Semoga kebaikan Ibu Christina dibalas berlipat ganda oleh Tuhan, dan kamera ini membawa manfaat besar bagi perkembangan pelayanan komunikasi di Stasi GMBA. Kiranya semangat dan kasih yang terpancar dari setiap karya pelayanan KOMSOS menjadi berkat bagi banyak orang.
May God abundantly bless Mrs. Christina for her kindness, and may this camera greatly support the growth of communication ministry at GMBA Station. May the spirit and love that shine through every work of KOMSOS ministry continue to be a blessing to many.
A Joyful Celebration of the Feast of St. Antonius Community at Warung Eyup, Cangkringan
Suasana penuh kekeluargaan dan sukacita mewarnai Pesta Nama Lingkungan St. Antonius yang diselenggarakan di Warung Eyup, Cangkringan, pada hari Minggu, 13 Juli 2025. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 45 umat dari Lingkungan St. Antonius, yang berkumpul untuk mengenang dan meneladani kehidupan serta karya St. Antonius.
A warm and joyful atmosphere filled the celebration of the Feast of the St. Antonius Community, held at Warung Eyup, Cangkringan, on Sunday, July 13, 2025. The event was attended by approximately 45 faithful from the St. Antonius Community, who gathered to remember and follow the life and legacy of St. Antonius.
Kegiatan diawali dengan pemaparan singkat mengenai sejarah dan teladan hidup St. Antonius, yang dikenal sebagai pelindung orang miskin dan pencari barang hilang. Pemaparan ini mengajak umat untuk lebih mengenal sosok kudus yang menjadi pelindung lingkungan mereka, serta menginspirasi untuk hidup dalam kesederhanaan dan kepedulian terhadap sesama.
The event began with a brief presentation on the history and exemplary life of St. Antonius, who is known as the patron saint of the poor and of lost things. This sharing invited the participants to get to know more deeply the holy figure who protects their community, and inspired them to live a life of simplicity and compassion for others.
Momen istimewa terjadi saat lingkungan memberikan kenang-kenangan kepada tiga anak yang beberapa waktu lalu menerima Komuni Pertama. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis sebagai bentuk dukungan dan kasih dari lingkungan kepada anak-anak dalam perjalanan iman mereka.
A special moment occurred when the community presented a small gift to three children who had recently received their First Holy Communion. This symbolic gesture reflected the community’s support and love for the children as they continue their journey of faith.
Sebagai penutup, seluruh umat bersama-sama menyanyikan Hymne Lingkungan St. Antonius dalam suasana yang khidmat namun penuh semangat. Lagu ini menjadi ungkapan syukur dan kebanggaan akan identitas lingkungan yang bernaung di bawah perlindungan St. Antonius.
To conclude the event, all participants joined together in singing the St. Antonius Community Hymn in a spirit that was both reverent and full of enthusiasm. The hymn served as an expression of gratitude and pride in their identity as a community under the patronage of St. Antonius.
KOMSOS stasi maguwo sebagai salah satu ujung tombak penyedia media komunikasi dan pemberitaan berbagai macam kegiatan gereja mendapat tantangan tidak mudah ke depannya. Gereja masa depan yang mengarah pada pemanfaatan media sosial masif sebagai sarana pewartaan, di mana bidang media sosial ini menjadi magnet besar kaum muda, mendapat banyak tantangan besar terkait partisipasi kaum muda, keinginan meluangkan waktu melayani, sekaligus bisa berprestasi. Agenda pertemuan tim komsos inti stasi, fokus membicarakan hasil dari pertemuan akbar komsos se kevikepan timur, penjadwalan kegiatan peliputan jelang akhir tahun, konsolidasi persiapan misa penerimaan sakramen krisma, serta juga rencana kegiatan gathering akhir tahun komsos sendiri.
Bertempat di Ring In warkop maguwo, para sahabat komsos (galang, jingga, adi, kaka, lintang) berdiskusi dengan aktif dan nyantae terkait isue dan program pelayanan gereja. Menjaga agar tetap konsisten dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan bersama.
Membangun Kreativitas Sinematik di Wisma SalamWisma Salam, 12–13 Juli 2025 — Sebanyak 40 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti Pelatihan Akbar Script Writing & Videography yang diselenggarakan selama dua hari penuh di Wisma Salam. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas peserta dalam penulisan naskah (script writing) dan keterampilan videografi, dua elemen penting dalam produksi konten kreatif dan sinema digital masa kini.
Acara pelatihan ini menjadi momen penting untuk menyatukan para pegiat kreatif, pelajar, guru, dan praktisi media dalam sebuah ruang belajar kolaboratif yang interaktif. Pelatihan difasilitasi oleh para profesional di bidangnya, yang menghadirkan materi komprehensif mulai dari dasar-dasar penulisan skenario, struktur tiga babak, hingga teknik pengambilan gambar, penyutradaraan, dan editing video. Hari pertama pelatihan difokuskan pada Script Writing, di mana peserta diajak untuk memahami pentingnya narasi yang kuat dalam sebuah karya audio-visual. Melalui latihan langsung, peserta menulis skenario pendek yang nantinya dijadikan acuan produksi pada hari berikutnya. Suasana pelatihan berlangsung dinamis, dengan diskusi kelompok dan sesi umpan balik dari fasilitator.
Hari kedua berlanjut dengan pelatihan videografi, di mana peserta dibagi ke dalam tim produksi kecil. Mereka mempraktikkan proses produksi dari skrip yang telah dibuat—mulai dari pemilihan angle kamera, pengaturan pencahayaan, pengambilan suara, hingga proses editing dasar. Hasil akhir berupa video pendek dipresentasikan di sesi penutupan, yang disambut antusias dan penuh apresiasi. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan teknis, tetapi juga mempererat jaringan antar peserta. Dalam refleksi penutupan, banyak peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, bermanfaat, dan memotivasi mereka untuk terus berkarya di bidang media kreatif. Panitia berharap, dari pelatihan ini akan lahir banyak karya inspiratif dan kolaborasi-kolaborasi baru yang berdampak positif bagi masyarakat.