Gas Tipis Awal 2026: Touring Seru Tim Sound System GMBA


Mengawali tahun 2026, Tim Sound System GMBA memilih cara yang sederhana tapi berkesan: touring bareng. Bukan sekadar jalan-jalan, tapi momen buat rehat sejenak, ngumpul, dan mengisi ulang semangat kebersamaan setelah hari-hari pelayanan yang padat.

Perjalanan dimulai dengan tujuan Taman Doa Gantang di kaki Gunung Merapi. Udara sejuk, suasana tenang, dan pemandangan alam jadi pembuka perjalanan yang pas. Dari sana, rombongan lanjut ke Ketep Pass, menikmati panorama Merapi–Merbabu yang selalu bikin takjub dan bikin lupa capek.

Petualangan berlanjut ke Boyolali lewat jalur Selo, jalur favorit yang penuh tanjakan, tikungan, dan pemandangan kece. Tak ketinggalan, rombongan juga mampir ke Embung Manajar buat rehat sejenak, foto-foto, dan tentu saja… ngobrol ngalor-ngidul penuh tawa sebelum akhirnya kembali ke Jogja.

Sepanjang perjalanan, hujan deras sempat menemani. Tapi bukannya jadi penghalang, hujan justru jadi bumbu petualangan. Dengan motor masing-masing, tim tetap melaju dengan aman, saling jaga, dan tetap ketawa. Basah? Iya. Capek? Dikit. Tapi senang? Jelas banget.

Touring ini jadi simbol awal tahun: jalan boleh berat, cuaca boleh nggak bersahabat, tapi kalau bareng-bareng, semuanya terasa ringan. Semoga di tahun 2026 ini, Tim Sound System GMBA makin solid, makin kompak, dan makin semangat melayani. Tetap setia menjaga kualitas suara, tapi yang lebih penting—menjaga kebersamaan dan hati dalam setiap pelayanan.

Gas terus 2026…..
Semoga setiap langkah, perjalanan, dan pelayanan Tim Sound System GMBA selalu dilancarkan dan diberkati

Meneguhkan Kasih dalam Terang Kristus: Penyegaran Janji Perkawinan di GMBA


Dalam suasana Natal yang masih hangat, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengajak pasangan suami istri untuk kembali menimba kekuatan kasih melalui penyegaran janji perkawinan yang dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi Minggu, 28 Desember 2025.

Perayaan iman ini diikuti oleh 60 pasangan suami istri yang merayakan ulang tahun perkawinan pada bulan Oktober hingga Desember. Kehadiran para pasangan menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan yang setia menyertai perjalanan hidup berkeluarga, dari tahun ke tahun.

Melalui perayaan Ekaristi ini, pasangan suami istri diajak untuk mengingat kembali, memperbarui, dan meneguhkan janji kasih yang pernah diikrarkan di hadapan Tuhan dan Gereja. Janji setia tersebut kembali dihidupi sebagai komitmen iman yang terus diperjuangkan dalam keseharian, di tengah berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.

Di hadapan altar Tuhan, para pasangan berdiri bersama, menatap kembali perjalanan rumah tangga yang telah dilalui—dengan segala suka dan duka, tawa dan air mata. Momen penyegaran janji perkawinan menjadi saat yang penuh makna, di mana kasih diperdalam, kesetiaan diteguhkan, dan harapan diperbarui dalam terang kasih Kristus.

Perayaan ini sekaligus menegaskan kembali panggilan keluarga Kristiani sebagai gereja kecil, tempat kasih Allah dihadirkan secara nyata. Dari keluarga, nilai cinta, kesetiaan, dan pengampunan terus dihidupi dan dibagikan, sehingga keluarga menjadi sumber berkat bagi Gereja dan masyarakat.

Melalui penyegaran janji perkawinan ini, Gereja berharap agar setiap pasangan semakin berakar dalam iman, bertumbuh dalam kasih, dan setia dalam pengharapan. Kiranya Kristus senantiasa menjadi pusat kehidupan berkeluarga, sehingga setiap rumah tangga sungguh menjadi sumber cinta, kesetiaan, dan berkat dalam terang kasih-Nya.

Semoga momen iman ini menjadi kekuatan baru bagi setiap pasangan suami istri untuk terus berjalan bersama, saling menguatkan, dan setia menghidupi janji kasih hingga akhir hayat

Keindahan yang Mekar Menyambut Sang Juruselamat


Dalam suasana Natal 2025 yang penuh sukacita, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo tampil begitu indah dan menenangkan. Keindahan itu bukan sekadar hasil rangkaian bunga, melainkan buah dari pelayanan iman Tim Tata Bunga GMBA yang dikerjakan dengan cinta, ketulusan, dan doa.

Setiap bunga yang dirangkai untuk Natal 2025 dipilih dan disusun dengan penuh penghayatan. Warna, bentuk, dan komposisinya diselaraskan dengan makna liturgi Natal: sukacita atas kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Melalui tangan-tangan yang bekerja dalam diam, bunga-bunga itu menjadi simbol syukur, harapan, dan kasih yang dipersembahkan kepada Allah.

Saat umat melangkah memasuki gereja, suasana Natal langsung terasa berbeda. Rangkaian bunga yang menghiasi altar dan sudut-sudut gereja menghadirkan kedamaian yang dalam, seolah mengajak setiap hati untuk hening dan bersujud. Gereja terasa seperti surga kecil di bumi, tempat umat merasakan kehangatan kasih Allah yang hadir melalui perayaan Natal.

Pelayanan Tim Tata Bunga GMBA adalah pelayanan yang sering kali tidak terlihat, namun kehadirannya sungguh menguatkan iman umat. Mereka hadir lebih awal, bekerja dengan setia, dan merangkai keindahan tanpa pamrih. Setiap rangkaian bunga adalah doa Natal yang terucap tanpa kata, doa tentang harapan, tentang kasih, dan tentang damai sejahtera yang lahir di palungan Betlehem.

Terima kasih yang mendalam kami sampaikan kepada Tim Tata Bunga GMBA atas pelayanan yang begitu tulus dalam Natal 2025 ini. Melalui keindahan yang panjenengan semua hadirkan, umat dibantu untuk semakin menghayati misteri Natal dan merasakan kehadiran Tuhan yang begitu dekat dan penuh kasih.

Kiranya setiap bunga yang dirangkai dan setiap pelayanan yang dipersembahkan menjadi berkat, serta Tuhan senantiasa memberkati langkah pelayanan Tim Tata Bunga GMBA, hari ini dan seterusnya

Perayaan Natal 2025 GMBA: Sukacita Kelahiran Kristus yang Menghidupkan Iman Umat


Perayaan Natal 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo berlangsung dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Pada Kamis, 25 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, umat Stasi Maguwo kembali berkumpul untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat, dalam suasana iman yang hangat dan penuh pengharapan.

Perayaan Ekaristi Natal dipimpin oleh Romo Adrianus Maradiyo, Pr, yang mengajak umat untuk mensyukuri kasih Allah yang hadir secara nyata melalui kelahiran Putra-Nya. Natal menjadi pengingat bahwa Allah tidak tinggal jauh, tetapi hadir dekat dengan manusia, menyertai setiap perjalanan hidup umat-Nya.

Suasana perayaan semakin khidmat dengan iringan koor dari Tim Cantores, yang melalui nyanyian-nyanyian Natal membantu umat menghayati misteri kelahiran Kristus dengan penuh penghayatan dan doa. Pujian yang dilantunkan mengalir lembut, meneguhkan suasana perayaan yang sakral namun tetap penuh sukacita.

Di akhir Perayaan Ekaristi, umat diajak tersenyum dan bersukacita melalui persembahan tiga lagu Natal dari anak-anak PIA. Dengan kepolosan, semangat, dan wajah-wajah ceria, anak-anak PIA menghadirkan sukacita Natal yang sederhana namun menyentuh hati. Persembahan ini menjadi pengingat bahwa Natal adalah perayaan kehidupan, harapan, dan kasih yang lahir dalam kesederhanaan.

Ucapan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada Panitia Natal 2025, Tim Peribadatan dan Liturgi, serta seluruh petugas dan pendukung yang telah melayani dengan sepenuh hati. Terima kasih kepada para lektor, pemazmur, among tamu, tim kesehatan, tim konsumsi, tim perlengkapan, putra-putri altar, petugas paramenta, Prodiakon, tim dekorasi dan tata bunga yang memperindah gereja dengan nuansa Natal yang khas dan penuh makna.

Apresiasi juga diberikan kepada tim PAMDAL yang menjaga keamanan perayaan, tim sound system yang memastikan kualitas suara tetap jernih dan nyaman, koster GMBA, tim usaha dana, tim listrik, tim TV monitor yang memungkinkan umat tetap mengikuti Perayaan Ekaristi meski berada di luar gereja, petugas teks misa dan counter, serta para Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan Stasi Maguwo yang turut mendukung terselenggaranya Perayaan Natal dengan baik.

Semoga melalui Perayaan Natal 2025 ini, iman umat Stasi Maguwo semakin diteguhkan, kasih semakin dihidupi, dan harapan semakin dikuatkan. Kiranya Kristus yang lahir di Betlehem sungguh hadir dan tinggal dalam hati setiap umat, serta menggerakkan kita untuk menjadi pembawa damai dan sukacita di tengah dunia.

Latihan Seru PIA Angelus GMBA: Siap Bikin Natal Pagi Makin Gemas!


Suasana GMBA belakangan ini terasa makin ceria. Bukan tanpa alasan—anak-anak PIA Angelus GMBA sedang sibuk berlatih untuk menampilkan yang terbaik dalam pentas Natal Pagi. Dari wajah serius sampai senyum malu-malu, semuanya tumpah ruah dalam latihan yang penuh semangat dan tawa.

Di bawah bimbingan Mbak Nita, Mbak Vera, Mas Atta, Mas Kaka, Mbak Rani, serta para pembimbing PIA lainnya, anak-anak belajar memadukan gerakan dan suara supaya bisa tampil kompak. Kadang gerakannya belum sama, kadang suaranya masih lari ke mana-mana, tapi justru di situlah letak keimutannya. Salah gerak? Ketawa. Lupa lagu? Senyum dulu.

Latihan demi latihan dijalani dengan penuh antusias. Anak-anak tampak berusaha mengingat gerakan, menyanyikan lagu dengan suara terbaik versi mereka, dan tentu saja… sesekali sambil bercanda. Tapi di balik semua kelucuan itu, tersimpan semangat besar untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan dan umat GMBA.

Pentas Natal nanti bukan sekadar soal tampil rapi atau hafal gerakan, tetapi tentang sukacita Natal yang keluar dari hati anak-anak. masa depan gereja yang bahagia, sejahtera, menginspirasi dengan kepolosan dan keceriaan mereka, PIA Angelus GMBA siap menghadirkan senyum, tawa, dan kehangatan Natal bagi seluruh umat.

Merangkai Keindahan, Menghadirkan Kedamaian


Dekor gereja bukan hanya tentang hiasan agar terlihat cantik, namun tentang bagaimana hiasan tersebut membuat suasana ibadah menjadi lebih adem dan tenang. Tim dekor Gereja Maria Bunda Allah yang di koordinir oleh Mas Akira Inoe atau yang kerab disapa Mas Akir ini berhasil membuat dekorasi yang memuaskan mata. Sejak Desember awal, tim dekor sudah mulai membuat dekorasi tersebut.

Tentunya ada otak dibalik keberlangsungan tim dekorasi, melalui pertukaran pikiran, ide-ide muncul dari beberapa pihak dan kerja kerasnya. Walaupun bekerja dari siang ke sore lalu sore ke malam, mereka tetap semangat menghasilkan dekorasi yang tentunya keren dan mempunyai makna.

Bagian Altar dihiasi oleh bunga bunga cantik yang dibuat oleh tim tata bunga ibu-ibu dari berbagai wilayah di Stasi Maguwo. Tim tata bunga tidak asal memilih warna dan jenis bunga agar selaras dengan liturgi dan suasana perayan untuk Natal. Hasil Rangkaian bunga yang tersusun, menjadi bukti nyata bahwa kerjasama dibutuhkan dalam membuat dekorasi agar mendapatkan hasil yang memuaskan.

Terima kasih kami sampaikan kepada Tim Dekorasi dan Tata Bunga Gereja yang dengan penuh cinta dan ketekunan telah menghiasi Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo melalui dekorasi yang indah. Melalui sentuhan kreativitas dan pelayanan yang dikerjakan dengan hati, suasana gereja menjadi semakin hidup, sakral, dan membantu umat menghayati misteri Natal dengan lebih mendalam. Tuhan memberkati setiap karya dan pelayanan.

Vigili Natal 2025 GMBA: Menyambut Sang Terang yang Hadir di Tengah Umat


Perayaan Vigili Natal 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo menjadi momen iman yang mendalam bagi umat Stasi Maguwo. Pada Rabu, 24 Desember 2025 pukul 18.00 WIB, umat berkumpul dengan penuh kerinduan untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus, yang hadir membawa terang, damai, dan keselamatan bagi dunia.

Perayaan Ekaristi Vigili Natal dipimpin oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr, dan diikuti oleh 1.701 umat yang memenuhi gereja hingga area luar. Kehadiran umat yang begitu besar menjadi tanda nyata kerinduan akan perjumpaan dengan Tuhan, sekaligus ungkapan iman dan syukur atas kasih Allah yang tak pernah berkesudahan.

Suasana doa semakin terasa khidmat dengan iringan koor dari Pemusik Muda GMBA (PMG). Melalui pujian dan nyanyian Natal yang dibawakan dengan penuh penghayatan, umat diajak untuk masuk lebih dalam ke misteri inkarnasi: Allah yang rela hadir dalam kesederhanaan, menjadi manusia demi keselamatan umat-Nya.

Perayaan Vigili Natal ini dapat berlangsung dengan baik berkat kerja sama dan pelayanan tulus dari banyak pihak. Ucapan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada Panitia Natal 2025 yang diketuai oleh Sdr. Felix Ferdian, yang dengan penuh tanggung jawab dan semangat pelayanan telah mempersiapkan seluruh rangkaian perayaan Natal. Terima kasih juga kepada Tim Peribadatan dan Liturgi yang menata perayaan Ekaristi dengan rapi, indah, dan sesuai dengan makna liturgi Natal.

Apresiasi diberikan kepada seluruh petugas yang terlibat: lektor, pemazmur, among tamu, tim kesehatan, tim konsumsi, tim perlengkapan, putra-putri altar, petugas paramenta, Prodiakon, serta tim dekorasi dan tata bunga yang menghadirkan suasana gereja dengan wajah yang berbeda, lebih hangat, lebih hidup, dan penuh nuansa Natal sebagai simbol sukacita atas kelahiran Kristus.

Terima kasih juga kepada tim PAMDAL yang dengan penuh kewaspadaan dan profesionalitas menjaga keamanan selama perayaan, tim sound system yang setia memastikan setiap doa dan sabda dapat didengar dengan jelas, koster GMBA, tim usaha dana, tim listrik, serta tim TV monitor yang dengan dukungan teknologi memungkinkan umat tetap dapat mengikuti Perayaan Ekaristi secara langsung meskipun berada di luar gereja. Apresiasi juga diberikan kepada petugas teks misa, petugas counter, serta para Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan Stasi Maguwo yang turut mendukung dan mempersiapkan perayaan ini dengan sepenuh hati.

Semoga melalui Perayaan Vigili Natal 2025 ini, setiap umat semakin diteguhkan dalam iman, diperbarui dalam pengharapan, dan dikuatkan dalam kasih. Kiranya Terang Kristus yang lahir di Betlehem sungguh hadir dan tinggal dalam hati, keluarga, serta kehidupan umat Stasi Maguwo, hari ini dan selamanya.

Melanjutkan Perutusan: Timbang Terima Pengurus Stasi Maguwo 2023–2025 ke 2026–2028


Stasi Maguwo kembali menapaki satu langkah penting dalam perjalanan hidup menggereja melalui kegiatan Timbang Terima Pengurus Stasi Maguwo Periode 2023–2025 kepada Pengurus Periode 2026–2028, yang dilaksanakan pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Ruang Sekretariat Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, serta dihadiri langsung oleh Romo Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, Wakil Ketua II Dewan Paroki, Bapak Kartono, serta Bendahara Umum Paroki, Bapak Jumei. Kehadiran para pimpinan paroki tersebut menjadi bentuk dukungan, pendampingan, sekaligus peneguhan bagi perjalanan pelayanan umat Stasi Maguwo.

Momentum timbang terima pengurus ini menjadi saat refleksi bersama atas karya pelayanan yang telah dijalani, sekaligus peneguhan komitmen untuk melanjutkan perutusan Gereja. Pergantian kepengurusan tidak dimaknai semata sebagai perubahan struktural, melainkan sebagai bagian dari peziarahan iman umat dalam membangun Gereja yang hidup dan bertumbuh.

Dalam terang Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang, umat Stasi Maguwo terus diajak untuk mewujudkan Gereja yang “membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi”. Semangat ini menjadi dasar dalam setiap langkah pelayanan, agar Gereja sungguh hadir membawa sukacita Injil, kepedulian sosial, serta harapan bagi sesama dan masyarakat sekitar.

Pengurus Stasi Maguwo Periode 2023–2025 telah menghayati tugas pelayanan dengan penuh kesetiaan dan tanggung jawab. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, berbagai karya pastoral dan kegiatan umat dijalankan sebagai wujud nyata perutusan Gereja. Atas dedikasi, pengorbanan, dan ketulusan pelayanan tersebut, umat Stasi Maguwo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam.

Kepada Pengurus Stasi Maguwo Periode 2026–2028, disampaikan harapan dan doa agar amanah yang diterima dapat dijalankan dengan hati yang rendah, semangat kebersamaan, serta keterbukaan terhadap karya Roh Kudus. Diharapkan kepengurusan yang baru mampu melanjutkan dan mengembangkan karya pelayanan yang semakin membahagiakan umat, menyejahterakan kehidupan bersama, serta menginspirasi banyak orang.

Melalui kegiatan timbang terima ini, Stasi Maguwo meneguhkan diri untuk terus berjalan bersama sebagai umat Allah, setia pada nilai-nilai Injil, dan terbuka pada karya Roh Kudus dalam setiap langkah pelayanan.

ADVEN KE IV, Ibadat Keluarga Kudus di Lingkungan: Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan


Menjelang akhir masa Natal, umat di lingkungan-lingkungan Stasi Maguwo melaksanakan Ibadat Keluarga Kudus sebagai momen untuk kembali meneguhkan panggilan keluarga kristiani. Ibadat tahun ini mengangkat tema:
“Bersama-Sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”

Melalui ibadat sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin memaknai kedatangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari—terutama dalam keluarga sebagai komunitas terkecil yang membentuk Gereja. Keluarga yang hidup dalam sukacita dan harapan akan lebih mampu menjadi inspirasi dan saluran kebaikan bagi masyarakat sekitar.


Tujuan Ibadat

Pertemuan ini bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa kehadiran Kristus tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga dalam relasi keluarga, kebersamaan, dan hidup menggereja di lingkungan. Dengan demikian, keluarga kristiani semakin menjadi tempat:

  • tumbuhnya sukacita,
  • bertumbuhnya iman,
  • serta lahirnya tindakan kasih yang menyejahterakan sesama.


Bacaan Injil: Lukas 2:41–52

Ibadat ditopang oleh bacaan Injil tentang Yesus yang berada di Bait Allah pada usia dua belas tahun. Kisah ini menggambarkan dinamika keluarga yang pernah mengalami kehilangan, keresahan, dan pencarian, namun semuanya dijalani dengan kasih dan kesetiaan.


Renungan Singkat: Tiga Makna Keluarga Kudus

Pemandu atau pemimpin ibadat mengajak umat merenungkan tiga pokok inspiratif dari Keluarga Kudus Nazaret:

1. Keluarga yang Bahagia

Keluarga Kudus tidak steril dari masalah. Mereka sempat mengalami kekhawatiran besar ketika Yesus hilang. Namun mereka menghadapinya dengan:

  • cinta kasih,
  • kepercayaan penuh,
  • komunikasi yang terbuka.

Bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi kemampuan untuk saling menopang dan bertumbuh bersama dalam setiap situasi.

2. Keluarga yang Menginspirasi

Maria dan Yosef menunjukkan ketaatan yang mendalam pada kehendak Allah. Mereka menjadi teladan keluarga sederhana yang hidup dari iman. Dari merekalah kita belajar bahwa keluarga adalah sekolah iman pertama, tempat nilai-nilai Kristiani ditanamkan secara nyata.

3. Keluarga yang Menyejahterakan

Yesus tumbuh menjadi pribadi yang “bertambah hikmat, besar, dan disukai Allah dan manusia”. Pertumbuhan itu tidak terlepas dari kesejahteraan rohani dan jasmani yang Ia terima dalam keluarga-Nya.

Keluarga yang menyejahterakan adalah keluarga yang menumbuhkan potensi tiap anggotanya sehingga mampu menjadi berkat bagi dunia, membawa damai, dan menghadirkan kebaikan.


Litani Permohonan

Dalam litani permohonan, umat bersama-sama memohon agar setiap keluarga:

  • diberi kekuatan menghadapi tantangan,
  • diteguhkan dalam cinta,
  • serta dipenuhi semangat untuk menjadi keluarga yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Doa Penutup & Berkat

Ibadat diakhiri dengan doa penutup, menyerahkan keluarga masing-masing ke dalam penyertaan Tuhan. Setelah itu, umat menerima berkat penutup yang menjadi tanda pengutusan agar setiap keluarga semakin menjadi cermin kasih Allah di tengah masyarakat.

Ibadat Tobat dan Pengakuan Dosa: Mempersiapkan Hati Menyambut Kelahiran Kristus


Pada Senin, 15 Desember 2025, umat Stasi Maguwo mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti ibadat tobat yang dilanjutkan dengan pengakuan dosa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk persiapan rohani umat dalam membersihkan hati dan batin guna menyambut kelahiran Tuhan Yesus dengan lebih siap dan penuh kesadaran iman.

Ibadat tobat mengajak umat untuk sejenak berhenti dari rutinitas, melakukan refleksi diri, serta menyadari kembali panggilan untuk hidup dalam kasih, pengampunan, dan pertobatan sejati. Dalam suasana yang khidmat dan tenang, umat diajak membuka hati dan mempercayakan diri sepenuhnya pada belas kasih Allah.


Pelayanan Sakramen Tobat oleh Para Romo Paroki Kalasan

Setelah ibadat tobat, kegiatan dilanjutkan dengan sakramen pengakuan dosa yang dilayani oleh tiga romo Paroki Kalasan, yaitu:

  • Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr
  • Romo FX Murdi Susanto, Pr
  • Romo Yohanes Ngatmo Pr

Ketiga romo dengan penuh kesabaran dan kerelaan melayani umat satu per satu, menghadirkan wajah Gereja yang penuh belas kasih dan penerimaan. Umat tampak antusias mengikuti sakramen tobat sebagai wujud nyata keinginan untuk berdamai dengan Tuhan dan sesama.


225 Umat Mengambil Langkah Pertobatan

Dari pendataan yang dilakukan, tercatat sebanyak 225 umat mengikuti pengakuan dosa pada kesempatan ini. Angka ini menunjukkan semangat dan kerinduan umat untuk mempersiapkan diri secara rohani menjelang Natal.

Diharapkan ke depan, semakin banyak umat yang berani dan mau mengambil langkah pertobatan melalui sakramen pengakuan dosa, sebagai tanda kerinduan untuk terus memperbarui hidup dan iman.


Menyambut Natal dengan Hati yang Baru

Melalui ibadat tobat dan pengakuan dosa ini, umat Stasi Maguwo diajak menyambut Natal bukan hanya dengan persiapan lahiriah, tetapi terutama dengan hati yang bersih, damai, dan terbuka untuk kehadiran Kristus.

Semoga rahmat pengampunan yang diterima menjadi bekal bagi umat untuk hidup semakin setia, penuh kasih, dan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.