Pertemuan Penanggung Jawab Koor Lingkungan Stasi Maguwo


Dalam semangat mempererat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan liturgi, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan pertemuan para Penanggung Jawab (PJ) Koor Lingkungan pada hari Minggu, 2 November 2025, bertempat di gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Pertemuan ini dihadiri oleh timpel koor lingkungan, timpel koor stasi, serta kabid liturgi, yang bersama-sama berdiskusi dan menyusun langkah konkret untuk mempersiapkan kegiatan pelayanan koor di tingkat stasi.

Agenda utama pertemuan kali ini adalah membahas rencana parade koor yang akan dilaksanakan dalam Misa Pesta Nama Stasi dan Pelantikan Pengurus pada 4 Januari 2026 mendatang. Dalam acara tersebut, koor dari 17 lingkungan akan dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing membawakan lagu yang telah ditentukan oleh tim pelaksana.

Latihan akan dilakukan secara mandiri oleh tiap kelompok, dengan biaya ditanggung masing-masing lingkungan, dan akan diakhiri dengan gladi bersih pada hari Jumat setelah misa Jumper. Lagu-lagu yang akan digunakan akan dipilihkan oleh timpel stasi, dengan tiga opsi lagu yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan karakter masing-masing kelompok.

Sebagai bentuk apresiasi bagi semangat para lingkungan dalam pelayanan koor, akan diberikan hadiah berupa buku Mazmur, yang dapat dipilih sesuai kebutuhan — apakah Mazmur Harian atau Mazmur Mingguan.

Selain pembahasan utama, pertemuan ini juga menampung berbagai usulan dan masukan dari para peserta, antara lain:

  • Penjadwalan koor misa hari raya (selain Natal dan Paskah) agar dilimpahkan ke wilayah / lingkungan,
  • Misa Jumper tetap menjadi tugas koor wilayah,
  • serta perlunya penjadwalan mazmur agar pelayanan semakin tertata dan berkesinambungan.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh semangat ini menjadi wadah kebersamaan bagi para pelayan musik liturgi. Melalui koordinasi yang baik dan semangat melayani, diharapkan pelayanan koor di Stasi Maguwo semakin hidup, kompak, dan menjadi pujian yang sungguh memuliakan nama Tuhan.

Peziarah Harapan

Lingkungan St. Theresia

Syukur Te Deum Laudamus atas berkat dan kemurahan-Nya umat St. Theresia telah menjalani rangkaian peziarahan di tahun Yubileum 2025 ini. Rangkaian peziarahan pertama dimulai tanggal 26 Oktober 2025. Cuaca mendung cenderung gelap disertai hujan yang deras tidak menyurutkan semangat umat St. Theresia untuk memulai peziarahannya yang diawali dengan mengikuti perayaan ekaristi kudus di gereja St. Antonius Padua Muntilan.

Suasana mendung dan khusyuk diiring lantunan suara anak-anak SD Kanisius Muntilan mulai mengarahkan hati umat peziarah harapan dalam memaknai peziarahannya. Sebelum memasuki Porta Sancta, para peziarah memperoleh kesempatan untuk menerima pengampunan dosa melalui berkat Rm. Danang  Bramasti, SJ. Setelah menerima pengampunan dosa, para peziarah mengikuti dengan tekun penjelasan tentang sejarah perjalanan Gereja Katolik di Jawa, khususnya di Jateng & DIY, lewat penjelasan pemandu Museum Misi Muntilan.

Kerkop Muntilan merupakan Porta Sancta pertama yang dimasuki yaitu makam para tokoh yang berperan besar dalam perkembangan Gereja Katolik di Jawa, antara lain, Rm. Richardus Kardis Sandjaja, Pr. dan  Frater Herman A. Bouwens, SJ (korban penculikan), Rm. van Lith, SJ (pendiri kompleks van Lith), Rm. Mertens, SJ (Rektor Kolese Xaverius Muntilan), Mgr. Willkens, SJ, dan Justinus Card. Darmojuwono (Kardinal Pertama Indonesia), Prof, Piet Zoetmulder SJ (Pengajar di FIB UGM), serta banyak rohaniwan lainnya. Porta Sancta yang tujuan peziarahan ke dua adalah gereja St. Ignatius Magelang.

Setelah berdoa bersama dan doa pribadi, peziarahan diakhiri dengan kunjungan ke Taman Doa Maria Gantang Banyutemumpang. Taman doa yang indah dimana Patung Bunda Maria berparas jawa nampak menyatu dengan suasana alam lereng gunung Merapi. Diiringi tabuhan musik tradisional jatilan, umat peziarah mendaraskan untaian doa rosario penuh kedamaian.

Semoga Allah memberkati umat St. Theresia untuk melaksanakan rangkaian peziarahan selanjutnya. Amin

Doa Ardas IX 2026-2030 KAS


Doa ARDAS IX 2026-2030 KAS Keuskupan Agung Semarang

Allah Bapa yang Mahasetia, puji dan syukur kami haturkan kepada-Mu,
sebab melalui tuntunan Gembala Agung kami Yesus Kristus, Engkau senantiasa menguatkan kami untuk berjalan bersama serta berjuang mewujudkan hidup yang sejahtera dan bermartabat.

Kobarkanlah hati kami dengan api Roh Kudus-Mu, agar bersama seluruh masyarakat Indonesia
terus mengupayakan tatanan kehidupan berdasarkan Pancasila seraya menghadirkan Kerajaan Allah demi terwujudnya peradaban kasih.

Semoga niat dan usaha kami untuk ambil bagian dalam perutusan Kristus, dapat kami wujudkan
dengan menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.
Kiranya kami tanpa henti mengembangkan iman yang hidup dan berani mengambil langkah pertama untuk merealisasikan cita-cita hidup bersama dalam semangat belarasa serta kerjasama dengan semua pihak.
Sambil meneladan kesetiaan Santa Perawan Maria dan kegigihan Santo Paulus dalam mewujudkan kehendak-Mu, kami panjatkan doa ini dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

Amin

Misa Arwah Semua Orang Beriman – Mengenang dengan Doa dan Kasih


Pada hari Minggu, 2 November 2025, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengadakan Misa Arwah untuk Semua Orang Beriman yang dipimpin oleh Romo Yohanes Ngatmo Pr. Perayaan ini merupakan bagian dari tradisi Gereja Katolik yang secara khusus didedikasikan untuk mendoakan jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dunia, terutama mereka yang masih dalam proses penyucian di api penyucian sebelum bersatu dengan Allah dalam kemuliaan surga.

Misa Arwah sendiri adalah perayaan Ekaristi yang dipersembahkan untuk mengenang dan mendoakan arwah orang-orang beriman yang telah meninggal. Melalui misa ini, umat diajak untuk mempersembahkan doa, pengampunan, dan kasih sebagai wujud iman akan kebangkitan serta harapan akan kehidupan kekal bersama Kristus.

Sebelum misa dimulai, suasana di dalam gereja dipenuhi keheningan dan rasa haru ketika dibacakan nama-nama umat yang telah berpulang, sebanyak ±1.440 nama. Setiap nama yang disebut menjadi tanda kasih dan kenangan yang tidak pernah pudar — sebuah ungkapan bahwa mereka tetap hidup dalam doa dan ingatan umat yang masih berziarah di dunia.

Suasana misa berjalan dengan khidmat dan penuh penghayatan. Umat bersama-sama menyerahkan arwah orang-orang terkasih kepada belas kasih Allah, memohon agar mereka diterima dalam damai abadi. Dalam setiap lantunan doa dan nyanyian, tersirat keyakinan bahwa cinta kasih Tuhan melampaui batas kehidupan dan kematian.

Karena bagi orang beriman, kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan yang kekal. Dan di dalam doa yang kita panjatkan bersama, kasih itu terus hidup — menghubungkan yang telah berpulang dan yang masih berjalan dalam iman.

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”
(Yohanes 11:25)

ARAH DASAR ( ARDAS ) IX KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG


 

MENJADI GEREJA YANG BAHAGIA, MENGINSPIRASI, DAN MENYEJAHTERAKAN

Arah Dasar ke-9 Keuskupan Agung Semarang untuk tahun 2026-2030 KAS

Umat Allah Keuskupan Agung Semarang (KAS) adalah persekutuan paguyuban-paguyuban murid Kristus yang dalam bimbingan Roh Kudus berjalan bersama melaksanakan perutusan
Yesus Sang Guru mewartakan Kerajaan Allah di dunia dengan memperjuangkan hidup yang sejahtera dan bermartabat demi terwujudnya peradaban kasih.

Saat ini bangsa Indonesia terus berjuang mewujudkan tatanan kehidupan bersama berdasarkan Pancasila, terutama mengusahakan kesejahteraan yang berkeadilan, penghormatan hak asasi manusia, kehidupan demokrasi yang partisipatif, kehidupan beragama yang inklusif, dan kelestarian lingkungan.

Dalam kesatuan dengan gerak bangsa tersebut, Umat Allah KAS melibatkan diri sebagai Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan mensejahterakan dalam seluruh gerak pastoralnya. Untuk mewujudkannya,  Umat Allah KAS dengan berbagai karisma:
a. mengembangkan formatio iman yang fundamental, eklesial, total, dan integral serta terarah kepada hidup beriman yang cerdas, tangguh, misioner, dan dialogis;
b. mengambil langkah pertama untuk mewujudkan hidup bermasyarakat yang lebih menghormati hak asasi manusia, mengedepankan aneka dialog, dan melestarikan keutuhan ciptaan;
c. membangun semangat bela rasa dan kerjasama dengan semua pihak di pelbagai bidang untuk meningkatkan mutu kehidupan bersama terutama saudara-saudari yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).
d. mengembangkan reksa pastoral yang efektif dan adaptif dengan kemajuan teknologi. Umat Allah KAS dengan tulus, setia, dan rendah hati bertekad bulat melaksanakan upaya tersebut, serta mempercayakan diri pada penyelenggaraan ilahi seturut teladan Maria, hamba Allah dan bunda Gereja.

Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6).

Senam Lansia ke-3 Bersama Tim PIUL Maguwo


Sabtu, 1 November 2025, halaman belakang Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kembali diwarnai semangat dan tawa para peserta senam lansia. Kegiatan ini merupakan senam lansia yang ke-3, diselenggarakan oleh Tim PIUL Maguwo sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jasmani sekaligus mempererat kebersamaan antarumat, khususnya para lansia.

Kegiatan kali ini mengusung konsep senam tera, yaitu gerakan peregangan dan pernapasan yang menyehatkan, menenangkan, serta mudah diikuti oleh semua kalangan usia lanjut. Dengan iringan musik ceria dan panduan instruktur ( pak Koesno )yang penuh semangat, para peserta mengikuti setiap gerakan dengan antusias sampai berkeringat. Suasana pagi itu terasa hidup — penuh energi, tawa, dan keceriaan bersama.

Selain menyehatkan tubuh, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan sarana berbagi sukacita dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Tim PIUL Maguwo berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan secara rutin, agar para lansia tetap sehat, bahagia, dan semakin aktif berpartisipasi dalam kehidupan menggereja.

Di balik gerakan sederhana dan tawa bersama, tersimpan pesan indah: bahwa semangat hidup tidak pernah mengenal usia. Selama hati tetap bersyukur dan tubuh terus digerakkan dengan sukacita, setiap hari adalah anugerah baru yang layak dirayakan.

Doa Penutupan Bulan Rosario Lingkungan Santo Petrus

Pada hari Jumat, 31 Oktober 2025, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan doa penutupan Bulan Rosario yang berlangsung di rumah Bapak Heri. Ibadat ini dipimpin oleh Ibu Eny dan dihadiri oleh 11 orang umat.

Meskipun jumlah umat yang hadir tidak terlalu banyak, suasana doa tetap berjalan dengan khusyuk dan penuh kekhidmatan. Setiap umat berdoa dengan penuh iman dan rasa syukur atas penyertaan Bunda Maria selama bulan Rosario. Melalui doa bersama ini, umat diajak untuk semakin meneladani kerendahan hati dan ketaatan Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan penutupan ini menjadi momen indah untuk mempererat persaudaraan antarumat dan meneguhkan semangat doa dalam keluarga-keluarga di Lingkungan Santo Petrus. Semoga semangat kebersamaan dan devosi kepada Bunda Maria terus tumbuh dan membawa damai bagi setiap pribadi serta keluarga.

Misa Lingkungan Santo Petrus: Mempererat Tali Silaturahmi sebagai Satu Keluarga Allah

Pada hari Rabu, 29 Oktober 2025, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan Misa Lingkungan yang dipimpin oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr. Dalam homilinya, Romo Murdi mengajak seluruh umat untuk mempererat tali silaturahmi sebagai satu keluarga Allah dan senantiasa membawa damai bagi setiap pribadi serta keluarga di lingkungan Santo Petrus.

Misa ini berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita, dihadiri oleh 31 orang umat. Kehadiran yang antusias ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan kepedulian antarumat.

Setelah perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan pemberian tali kasih kepada tujuh orang umat yang telah menerima Sakramen Krisma sebagai bentuk dukungan dan ungkapan syukur bersama atas pertumbuhan iman mereka.

Momen misa lingkungan ini diakhiri dengan foto bersama dan makan malam yang hangat dan penuh keakraban.

Semoga melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Santo Petrus semakin guyub, rukun, dan saling mendukung dalam membangun kebersamaan sebagai satu keluarga Allah yang hidup dalam kasih dan damai.

Pertemuan dan Pembekalan Prodiakon St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo

Rabu, 29 Oktober 2025


Pertemuan rutin Prodiakon St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo kembali digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025, dimulai pukul 18.10 WIB dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Suster Vinsensia, OP. Setelah doa, acara dilanjutkan dengan pengantar dari Bapak Naryo sekaligus momen santap malam bersama yang menambah kehangatan suasana.

Dalam sesi evaluasi, beberapa hal penting dibahas untuk peningkatan pelayanan liturgi, antara lain:

  • Ucapan “Tubuh Kristus” diharapkan semakin tegas dan jelas ketika membagikan Komuni.
  • Tim kor yang baru mulai bertugas mendapat apresiasi, dan diingatkan agar petugas organis, dirigen, serta pemazmur pada latihan terakhir disamakan dengan hari pelaksanaan.
  • Prodiakon diimbau hadir di ruang sakristi paling lambat pukul 06.40 WIB sebelum bertugas.
  • Saat membagikan Komuni, petugas diharapkan menjaga ketertiban barisan umat tanpa memotong di tengah, dan bila perlu hosti dapat dituangkan ke sibori titik tersebut.
  • Penegasan mengenai busana liturgi utama: alba menjadi pakaian pokok, sementara samir dan singel sebagai pelengkap.
  • Saat membawa sibori dari tabernakel ke altar hendaknya mengenakan alba, dan tidak perlu melakukan penghormatan setelah sibori diambil.

Bagian informasi disampaikan oleh Ibu Eka dan Ibu Dewi yang baru saja mengikuti pertemuan koordinasi Prodiakon se-Paroki Kalasan. Beberapa poin penting yang dibagikan antara lain:

  • Adanya kesempatan belajar memimpin ibadat dan mengenal benda-benda liturgi.
  • Rencana rekoleksi Prodiakon Paroki Kalasan pada 26 Desember 2025 (tempat menyusul).
  • Perlu perhatian khusus bagi prodiakon yang bertugas di titik 6 (depan kor) Gereja Kalasan.
  • Kegiatan Propel Pewarta Paroki berkolaborasi dengan prodiakon pada 2 November 2025 di Wonogondang.

Selain itu, diinformasikan juga beberapa jadwal kegiatan mendatang:

  • Minggu, 2 November 2025, misa peringatan arwah orang beriman akan dilengkapi dengan dua kali percikan, yaitu percikan pengganti doa tobat oleh delapan petugas dan percikan bunga tabur oleh lima belas petugas.
  • Minggu, 9 November 2025, Gereja St. Maria Bunda Allah akan mengadakan tiga misa, termasuk Misa Penutupan Sarasehan Pendampingan Iman Keluarga pukul 14.00, serta Misa Memule pukul 19.00 WIB untuk 1000 hari almarhumah Mbak Danik dan 40 hari almarhum Mas Yuda.

Pertemuan juga diwarnai dengan pembekalan liturgis, antara lain penjelasan tentang Doa Kenduri Sur Tanah, Doa Pemberkatan Batu Nisan, dan Ibadat Syukur lainnya, sebagai bekal bagi para prodiakon dalam pelayanan pastoral di tengah umat.

Di akhir pertemuan, muncul wacana untuk mengadakan perayaan Natal bersama keluarga Prodiakon, sebagai wujud kebersamaan dan sukacita pelayanan.

Acara ditutup dengan doa bersama pada pukul 20.00 WIB, menandai berakhirnya pertemuan yang tidak hanya sarat informasi, tetapi juga mempererat semangat persaudaraan di antara para pelayan altar.

“Siapa Kita?” — Pembekalan Lektor St. Symphorian Maguwo


Sebuah pertanyaan sederhana namun penuh makna menjadi tema pembekalan lektor kali ini: “Siapa Kita?”. Pertanyaan yang mengajak setiap lektor untuk merenungkan kembali identitas dan panggilan pelayanannya sebagai pembawa Sabda Tuhan di tengah umat.

Bertempat di Gantari Laras Resto & Bakery, kegiatan ini diikuti oleh anggota lama dan anggota baru — para lektor hasil penjaringan dari lomba lektor yang diadakan sebelumnya. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan akrab sejak awal, diawali dengan sesi perkenalan antaranggota yang dikemas secara ringan dan menyenangkan.

Setelah saling mengenal, peserta diajak untuk mengikuti “kado silang”, sebuah momen sederhana namun penuh keakraban yang mempererat rasa persaudaraan di antara para pelayan Sabda. Kegiatan kemudian berlanjut dengan pengenalan tentang apa itu lektor dan tugas-tugasnya, yang disampaikan dalam format permainan interaktif melalui aplikasi Kahoot. Dengan cara yang kreatif dan seru, para peserta diajak memahami kembali hakikat pelayanan lektor sebagai pewarta Sabda yang tidak hanya membaca, tetapi juga menghidupi dan menyampaikan Firman dengan hati yang beriman.

Selain itu, terdapat penjelasan tambahan tentang komunitas Lektor St. Symphorian Maguwo, termasuk berbagai kegiatan yang selama ini dijalankan — mulai dari pelayanan rutin hingga pembinaan rohani. Suasana semakin hidup ketika beberapa lektor berbagi pengalaman pribadi mereka dalam melayani di altar Tuhan; kisah-kisah sederhana yang menguatkan dan menginspirasi satu sama lain.

Acara kemudian ditutup dengan makan bersama, di mana canda dan tawa mengalir begitu alami. Di balik suasana santai itu, terselip kesadaran yang mendalam bahwa menjadi lektor bukan sekadar tugas liturgis, melainkan panggilan untuk mewartakan Sabda Allah dengan hidup dan keteladanan.

Pertemuan ini menjadi ruang pembaruan semangat bagi para lektor St. Symphorian Maguwo — untuk semakin mengenal satu sama lain, meneguhkan panggilan, dan menjawab kembali dengan hati yang tulus:

“Kami adalah pelayan Sabda, yang dipanggil untuk bersuara bagi Firman Tuhan.”