Misa Lingkungan St. Clara: Sabda Bahagia untuk Umat Bahagia

Hari yang ceria bagi umat St. Clara pada Rabu, 10 September 2025 karena dapat kembali menggelar Misa Lingkungan sebagai bagian dari kegiatan paguyuban umat lingkungan St. Clara. Perayaan ekaristi bertempat di kediaman Bapak Hugo Tridjoko, dengan dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan rohani yang sederhana dan hangat, dimana pada hari itu umat St. Clara kembali merenungkan sabda bahagia yang menjadi pengingat kita akan kekuatan iman dalam menghadapi tantangan dunia.

Sebagaimana tertuang dalam bacaan Injil, yakni Lukas 6:20-26, melalui homilinya, Romo Murdi kembali menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari hal-hal yang bersifat fana, melainkan buah atas keyakinan umat Kristus dalam memuliakan penderitaan hidup. Memuliakan penderitaan bukan dimaknai sebagai hidup seadanya, tetapi menjadi sarana bagi kita, umat-Nya, untuk selalu memperkuat relasi dengan Allah. Sukacita yang lahir dari iman yang tidak tergoncangkan oleh hambatan dan tantangan hidup adalah kebahagiaan sejati dalam hidup orang beriman akan Kristus. Umat lingkungan St. Clara diajak untuk senantiasa berpegang teguh pada iman dalam menghadapi getirnya kehidupan yang silih berganti sebagai sarana penguatan diri menuju kehidupan yang beriman dan seturut kehendak-Nya.

Perayaan liturgi dapat berjalan dengan lancar dan khidmat berkat dukungan umat lingkungan yang dengan rendah hati bersuka cita untuk melayani. Dengan penuh semangat, diantaranya yaitu Bapak Catur sebagai prodiakon, Ibu Amy sebagai Lektor, Ibu Yulia sebagai pemandu lagu, dan Mas Henri sebagai organis. Tidak lupa, kontribusi yang patut diapresiasi dari anak muda yaitu Rachel yang bersama Ibu Tanti untuk menghaturkan doa umat kepada Bapa. Tentu, kehadiran segenap umat lingkungan menjadi pelengkap suasana yang hangat sehingga momen Misa Lingkungan kali ini menjadi pengalaman hangat dan penuh kebahagiaan, sebagaimana yel-yel umat lingkungan St. Clara, yaitu Clara Ceria, Bahagia, Ya! Ya! Ya! Sangat mencerminkan umat yang bahagia. Tak lupa, setiap umat memiliki peran masing-masing dalam mengupayakan momen ceria berjalan lancar, tidak hanya melalui petugas liturgi, namun juga sikap nyengkuyung mempersiapkan lokasi hingga jamuan.

Selepas perayaan ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan sesi sharing yang hangat nan santai. Salah satu topik mengemuka dalam diskusi yaitu terkait dengan Perkawinan Beda Agama. Seluruh umat mengikutinya dengan antusias, suatu isu yang cukup populer dan relevan masa kini, khususnya di kalangan anak muda. Diskusi berlangsung terbuka dan saling menghargai, membuka ruang reflektif bagi umat untuk memahami dinamika kehidupan beriman dalam konteks relasi lintas keyakinan. Melalui diskusi ini juga menjadi bentuk bagaimana kendala berupa perbedaan perlu ditanggapi dengan penuh Iman demi mewujudkan kebahagiaan kekal bersama. Selain itu, diskusi tersebut menjadi bentuk nyata semangat sabda bahagia dalam umat lingkungan St. Clara dalam membangun basis komunitas yang tidak hanya aktif secara liturgi, tetapi juga pedulu terhadap isu-isu nyata dalam kehidupan umat. Terima kasih atas partisipasi umat, semoga kebersamaan dan pembinaan iman dalam lingkungan St. Clara kian tumbuh dan menjadi berkat bagi seluruh umat maupun masyarakat. Amin.

Santa Clara? Ceria! Bahagia! Ya! Ya! Ya!

Materi Bulan Kitab Suci Nasional, September 2025


Gereja Katolik Indonesia kembali memasuki bulan kitab suci, pada bulan September 2025 ini, atau yang sering disebut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Ini merupakan kegiatan tahunan yang juga gerakan bersama Gereja Katolik untuk menggerakkan umat agar lebih mencintai Kitab Suci.

Sejarahnya, BKSN merupakan manifestasi Konsili Vatikan II/KV II (1962-1965). Khususnya sebagai langkah nyata implementasi dokumen Dei Verbum. Dokumen ini merupakan salah satu hasil dari KV II yang berisi tentang Kitab Suci. Dokumen ini menjadi panduan bagaimana Gereja memandang Kitab Suci dalam konteks dunia modern saat ini. Dokumen ini mengajak untuk semakin banyak orang yang membaca kitab suci.

Selanjutnya pada tahun 1975 ada kesadaran untuk menyambut terbitnya Alkitab lengkap ekumenis hasil kerja sama antara Lembaga Biblika Indonesia (LBI) yang berada di Bawah Majelis Waligereja Indonesia (MAWI) dan Lembaga Alkitab Indonesia (di bawah naungan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia). Saat itu, LBI menyarankan agar setiap paroki mengadakan Misa Syukur pada bulan Agustus 1975. Bahan-bahan liturgi dan saran-saran kegiatan yang dapat dilakukan beberapa bulan sebelumnya dikirimkan ke keuskupan-keuskupan. Percobaan kedua dilakukan pada tahun 1976. Bahan Ini sebagai materi untuk Hari Minggu Kitab Suci tanggal 24/25 Juli 1976. Walaupun dua kali percobaan itu tidak menghasilkan buah melimpah seperti yang diharapkan, LBI toh meyakini bahwa Hari Minggu Kitab Suci harus diteruskan.

Dalam sidang MAWI 1977 para uskup menetapkan agar satu Hari Minggu tertentu dalam tahun gerejani ditetapkan sebagai Hari Minggu Kitab Suci Nasional. Hari Minggu yang dimaksudkan adalah Hari Minggu Pertama September.

Dalam perkembangan selanjutnya keinginan umat untuk membaca dan mendalami KS semakin berkembang. Satu Minggu dirasa tidak cukup lagi. Maka pada tahun 1978, kegiatan-kegiatan seputar Kitab Suci ini berlangsung sepanjang bulan September. Kebiasaan ini bertahan hingga sekarang yang dikenal sebagai Bulan Kitab Suci Nasional.

BKSN atau merupakan suatu tradisi gereja katolik yg selalu dilaksankan setiap bulan September oleh seluruh umat katolik di setiap Keuskupan. BKSN biasanya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang semakin mendekatkan kita dengan Kitab Suci, seperti pembacaan Kitab Suci, Renungan, ber-Mazmur dan kegiatan lainnya.

Berikut Ini Link materi dan Poster BKSN 2025 yang disiapkan Lembaga Biblika Indonesia:

Link Materi BKSN 2025 :

https://drive.google.com/drive/folders/1oKR9enMWeFBlt5kGUHW11chpaehAJb1d?usp=sharing

Umat Stasi Maguwo Laksanakan Pertemuan Pertama BKSN 2025: Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri


Memasuki bulan September, umat Katolik di seluruh Indonesia diajak untuk semakin mendalami Sabda Tuhan melalui Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025 dengan tema besar “Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3). Tema ini mengingatkan bahwa Allah selalu menghendaki umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan diri sendiri, dengan sesama, maupun dengan Allah dan seluruh ciptaan.

Di Stasi Maguwo, pertemuan pertama BKSN tahun ini dilaksanakan dengan tema khusus:
“Pembaruan Relasi dengan Diri Sendiri” (Za. 1:1-6).

Pertemuan perdana ini diadakan serentak di beberapa lingkungan, yaitu:

Lingkungan Santa Monica

Lingkungan Santo Paulus

Lingkungan Santo Stefanus

Lingkungan Santo Gregorius

Lingkungan Santo Yohanes Pembaptis

Lingkungan Santo Fransiskus Asisi

Lingkungan Santo Gabriel

Lingkungan St Petrus

Makna Tema Pertemuan

Kitab Zakharia menegaskan pentingnya berbalik kepada Tuhan. Pembaruan hidup dimulai dari dalam diri: berani mengoreksi kelemahan, menyesali kesalahan, dan membuka hati bagi kasih karunia Allah. Relasi dengan diri sendiri berarti berani jujur, berdamai dengan masa lalu, dan membangun niat untuk hidup lebih baik sesuai kehendak Allah.

Dalam pertemuan ini, umat diajak merenungkan bahwa pertobatan pribadi adalah langkah pertama menuju pembaruan relasi dengan sesama dan Allah. Tanpa pembaruan dari dalam, ibadah hanya menjadi rutinitas kosong.

Suasana Pertemuan di Lingkungan

Setiap lingkungan menggelar pertemuan dengan penuh sukacita dan kekeluargaan. Umat berkumpul, berdoa, membaca Kitab Suci, dan mendalami makna pertobatan sejati. Banyak sharing iman yang menguatkan: ada yang berbagi pengalaman perjuangan mengatasi kelemahan pribadi, ada yang menuturkan bagaimana doa dan Kitab Suci menjadi penolong dalam menghadapi tantangan hidup.

Pertemuan ini juga menjadi sarana untuk saling mendukung. Umat disadarkan bahwa pembaruan diri tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan doa, semangat, dan dukungan dari sesama dalam komunitas iman.

Harapan dan Buah Rohani

Melalui pertemuan pertama BKSN ini, umat Stasi Maguwo diteguhkan untuk memulai pembaruan hidup dari dalam diri. Dengan hati yang diperbarui, umat akan semakin siap membangun relasi yang baik dengan sesama dan semakin setia kepada Allah.

Doa, sharing, dan firman Tuhan yang direnungkan bersama menjadi sumber kekuatan untuk berjalan dalam pertobatan sejati. Dengan demikian, pertemuan pertama ini menjadi fondasi yang kokoh bagi pertemuan-pertemuan BKSN selanjutnya, agar seluruh umat sungguh mengalami Allah sebagai sumber pembaruan relasi dalam hidup.

Umat Stasi Maguwo Laksanakan BKSN Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama


Setiap bulan September, Gereja Katolik di seluruh Indonesia menghidupi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebagai kesempatan khusus untuk semakin akrab dengan Sabda Allah. Tahun 2025 ini, tema besar yang diusung adalah:

“Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Za. 1:3 — “Kembalilah kepada-Ku, maka Aku pun akan kembali kepadamu”).

Tema ini mengingatkan kita semua bahwa Allah senantiasa memanggil umat-Nya untuk memperbarui relasi, baik dengan Dia, dengan sesama, maupun dengan seluruh ciptaan.

Pertemuan Kedua: Pembaruan Relasi dengan Sesama

Memasuki pertemuan kedua, umat Stasi Maguwo merenungkan tema khusus:
“Pembaruan Relasi dengan Sesama” (Za. 7:1-14).

Pertemuan ini dilaksanakan di berbagai lingkungan, yaitu

Lingkungan Bartolomeus

Yohanes Pembaptis

Lingkungan St. Elisabet

Lingkungan St. Clara

Lingkungan St. Stefanus

Lingkungan St Monica

Lingkungan St Antonius

Lingkungang St Theresia

Lingkungan St Gregorius.

Lingkungan St Petrus

Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, umat berkumpul di rumah-rumah umat untuk berdoa, membaca Kitab Suci, dan berbagi pengalaman iman. kaum muda, orangtua, hingga para lansia hadir dengan semangat yang sama: ingin semakin memahami kehendak Allah melalui firman-Nya.

Makna Pertemuan

Bacaan dari Kitab Zakharia (Za. 7:1-14) mengajak umat untuk menyadari bahwa ibadah sejati bukan hanya soal rutinitas doa atau ritual, tetapi harus melahirkan kasih yang nyata kepada sesama. Tuhan menegur umat Israel yang rajin berpuasa tetapi melupakan keadilan, belas kasih, dan kepedulian terhadap yang lemah.

Pesan ini sangat relevan dalam kehidupan kita sekarang. Relasi dengan sesama seringkali retak karena egoisme, perbedaan pendapat, atau sikap tidak peduli. Melalui pertemuan BKSN ini, umat diajak untuk memperbarui relasi tersebut dengan sikap kasih, kepedulian, dan pengampunan.

Suasana Pertemuan di Lingkungan

Dalam setiap pertemuan, suasana sederhana namun penuh makna selalu tercipta. Doa bersama, nyanyian pujian, dan sharing pengalaman hidup membuat pertemuan semakin hidup. Ada umat yang berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka belajar sabar dalam keluarga, ada juga yang menuturkan perjuangan untuk saling menguatkan di tengah kesulitan ekonomi. Semua itu menjadi wujud nyata bahwa firman Tuhan benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya memperdalam iman, BKSN juga mempererat ikatan persaudaraan. Pertemuan di lingkungan menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat, saling mendoakan, dan saling meneguhkan. Dari lingkup kecil inilah wajah Gereja yang penuh kasih tampak nyata.

Harapan ke Depan

Melalui pertemuan kedua BKSN 2025 ini, umat Stasi Maguwo berharap semakin diteguhkan dalam iman, khususnya dalam menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan nyata. Relasi dengan sesama hendaknya terus diperbarui, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan yang nyata: membantu yang membutuhkan, menguatkan yang lemah, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Dengan demikian, ibadah yang dijalankan bukan sekadar rutinitas, melainkan sungguh-sungguh ibadah yang menghidupkan kasih. Dari Sabda yang direnungkan, umat dikuatkan untuk mewartakan kasih Allah dalam keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

Ziarah dan Rekreasi (ZIAREK) Lingkungan St. Yohanes Pembaptis


Menguatkan Iman, Menyegarkan Semangat Pelayanan

Pada hari Minggu, 7 September 2025, umat Lingkungan St. Yohanes Pembaptis mengadakan kegiatan Ziarah dan Rekreasi (ZIAREK) sebagai wujud pembinaan iman dan penguatan kebersamaan umat. Kegiatan ini diikuti oleh 62 umat, yang antusias mengikuti rangkaian acara dari pagi hingga sore hari.

Ziarah ke Goa Maria Pereng: Dalam Hening, Iman Diteguhkan

Tujuan pertama adalah Goa Maria Pereng, sebuah tempat ziarah yang dikenal karena suasananya yang tenang dan mendukung refleksi batin. Di lokasi ini, umat bersama-sama melaksanakan:

  • Jalan Salib, mengenang penderitaan Kristus sebagai bentuk permenungan atas pengorbanan-Nya.
  • Doa pribadi, memberikan kesempatan bagi setiap umat untuk mendekatkan diri secara personal kepada Tuhan dan Bunda Maria.

Suasana doa yang khusyuk dan penuh penghayatan menjadi pengalaman spiritual yang memperkaya perjalanan iman para peserta.

Makan Siang Bersama dan Pemilihan Ketua Lingkungan Baru

Usai kegiatan rohani, seluruh peserta menikmati makan siang bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Momen ini tidak hanya menjadi waktu istirahat, tetapi juga ajang saling berbagi cerita dan keakraban antarsesama umat.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga Pemilihan Ketua Lingkungan Periode 2026-2028 dengan dipandu oleh OMK St. Lucius sebagai Panitia. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis dan tertib. Dari 32 nama umat di lingkungan yang memenuhi kriteria sebagai Ketua Lingkungan, terpilihlah 3 orang nama tertinggi untuk menjadi Calon Ketua Lingkungan. Pemilihan dilakukan dengan cara mencoblos para Calon Ketua Lingkungan pada Kertas Suara yang disediakan. Hasil pemilihan tersebut diumumkan pada hari yang sama dan dengan skor 35 suara maka Bapak Y. B Dwi Ariyono Wibowo terpilih sebagai ketua lingkungan yang baru, meneruskan kepemimpinan sebelumnya. Diharapkan, ketua baru ini dapat terus membawa semangat dan arah baru dalam pelayanan umat di lingkungan.

Rekreasi ke Rawa Pening: Menyatu dengan Alam dan Sukacita

Setelah sesi rohani dan kegiatan internal lingkungan, perjalanan dilanjutkan ke Rawa Pening, destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan dan kesejukan danau. Umat menikmati waktu santai, berfoto bersama, menaiki kapal dan menikmati panorama alam yang menyegarkan.

Perjalanan ditutup dengan membeli oleh-oleh di pedagang sekitar Rawa Pening yang menyajikan berbagai makanan tradisional dan hasil alam sekitar. ZIAREK ini menjadi bukti bahwa iman dan kebersamaan bisa berjalan beriringan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus menjadi agenda rutin yang membangun, baik secara rohani maupun sosial, bagi umat Lingkungan St. Yohanes Pembaptis.

Pertemuan BKSN 1 dan 2 Lingkungan St Gabriel

Bulan September dalam gereja Katholik merupakan Bulan Kitab Suci Nasional atau yang sering disingkat BKSN. LBI menetapkan tema BKSN 2025 adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup” (Belajar dari Nubuat Zakharia dan Nubuat Maleakhi). Penentuan tema ini dipengaruhi oleh bulla Paus Fransiskus berkaitan dengan Tahun Yubileum 2025 yang berjudul Spes non Confundit (Pengharapan tidak Mengecewakan). Tema BKSN 2025 ini didalami dalam empat subtema, yakni:
1. Pembaruan Relasi Dengan Diri Sendiri (Za. 1:1-6),
2. Pembaruan Relasi Dengan Sesama (Za. 7:1 -14),
3. Pembaruan Relasi Dalam Keluarga (Mal. 2:10-16),
4. Pembaruan Relasi Dengan Allah (Mal. 3:13-18).

Lingkungan St Gabriel mengadakan pertemuan BKSN 1 dan 2 pada hari Jumat tanggal 5 September 2025 bertempat di rumah keluarga Rudy Manik. Umat yang hadir dalam pertemuan ini terdiri dari bapak, ibu, remaja dan anak berjumlah 26 orang. Pertemuan BKSN 1 dipimpin oleh Jiwo, Arif, Anang dan Natra. Sedangkan pertemuan BKSN 2 dipimpin oleh Candra, Anton, Rudy dan Joseph. Pada pertemuan BKSN 1 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa Allah menghendaki manusia mengalami pembaruan relasi dengan diri sendiri,dengan bertobat dan kembali kepada jati dirinya sebagai anak Allah. Petemuan BKSN 2 kita diajak untuk semakin menyadari bahwa ibadah yang sejati kepada Allah senantiasa disertai dengan tindakan yang penuh kasih kepada sesama. Pertemuan BKSN ini ditutup pukul 21.00 WIB.

KRISMA 2025: Dikuatkan dalam Roh, Diutus sebagai Murid


Seluruh umat Paroki Kalasan patut bersukacita sebab pada Sabtu, 6 September 2025, sebanyak 288 umat yang berbahagia telah menerima sakramen penguatan di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Stasi Maguwo. Perayaan Ekaristi di GMBA kali ini memiliki nuansa berbeda karena dilangsungkan Penerimaan Sakramen Penguatan bagi calon penerima Sakramen Krisma dari seluruh wilayah Paroki Kalasan.

Perayaan Penerimaan Sakramen dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai selebran utama, didampingi oleh Pastor Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. dan Romo Yohanes Ngatmo, Pr. Ekaristi berlangsung meriah, dihadiri oleh 1.297 umat yang memenuhi bagian dalam hingga luar gereja.

Dalam homilinya, Uskup Mgr. Rubiyatmoko mengajak para umat, khususnya para penerima Sakramen Krisma untuk menghayati kehendak Allah dan membuka diri terhadap karya Roh Kudus. Ia menekankan pentingnya menanggapi panggilan Allah menjadi murid Kristus yang aktif berksaksi dalam kehidupan sehati-hari. Homili berlangsung secara interaktif, dimana Bapak Uskup berdialog langsung dengan para calon serta memberikan cincin rosario kepada mereka yang berani menjawab pertanyaan atau berbagi refleksi iman. Suasana homili yang hangat mencairkan ketegangan dalam diri calon penerima krisma agar lebih mantap dalam menerima Roh Kudus. Selain itu, momen ini turut menjadi ruang pembelajaran iman yang membekas di hati para umat yang hadir.

Rangkaian liturgi Sakramen Penguatan diawali dengan pemberkatan para wali krisma dari masing-masing wilayah agar para wali dapat menjadi teladan dan pendoa yang baik bagi krismawan dan krismawati. Selanjutnya, dilakukan pembaruan janji baptis oleh para calon dan kemudian dilanjutkan dengan pengurapan minyak krisma secara bergantian oleh Bapak Uskup. Meski jumlah penerima sakramen cukup besar, prosesi berlangsung tertib dan lancar. Mgr. Rubiyatmoko mengapresiasi semangat dan kesiapan yang terpancar dari krismawan-krismawati sehingga meski berlangsung cukup lama, menurutnya tidak terasa melelahkan.

Selain itu, misa turut dimeriahkan oleh Cantores GMBA dan Pemusik Muda GMBA (PMG) yang sepenuh hati mempersembahkan lagu-lagu pengiring. Sebanyak 29 lagu dibawakan dengan apik, diiringi alunan kendang, keyboard, violin, hingga flute. Persembahan lagu tersebut merupakan hasil kerja keras sepenuh hati yang dilakukan oleh para petugas guna mendukung suasana yang khusyuk dan meriah. Menurut Bapak Uskup, selain semangat dan kebahagiaan yang terpancar dari krismawan-krismawati, iringan lagu yang indah dan meriah menambah sukacita Perayaan Ekaristi yang tidak terasa panjang meski berlangsung kurang lebih selama 3 jam. Bapak Uskup turut mengapresiasi kelompok pemusik yang bertugas dan berharap dapat menjadi pemantik bagi kaum muda untuk terlibat dalam pelayanan Gereja.

Bravo dan proficiat kepada segenap tim yang telah bekerja bahu-membahu dengan penuh dedikasi, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan Penerimaan Sakramen Penguatan kali ini. Puji dan syukur kepada Allah karena perayaan dapat berlangsung dengan lancar, khusyuk, dan penuh sukacita. Terima kasih setulus hati kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mendukung kelancaran perayaan ini, termasuk segenap Dewan Pastoral Paroki Maria Marganingsih Kalasan, Dewan Pastoral Stasi Maria Bunda Allah, Panitia, para Katekis, serta petugas liturgi yang telah melayani sepenuh hati mulai dari misdinar, prodiakon, lektor, koor, pemusik, petugas among tamu dari Wilayah Ignasius Loyola yang cekatan dan memukau dengan dresscode pakaian adat Nusantaranya, serta tim tata bunga & tata altar yang telah menghias dengan apik dan cantik. Terima kasih secara mendalam juga kepada seluruh tim KOMSOS, AV & Monitor, Soundsystem GMBA, parkir warga Kampung Karangploso (Parjo), dan tim keamanan (PAMDAL), serta seluruh elemen yang telah membantu, yang bekerja di balik layar dan tidak dapat disebutkan satu persatu.

Perayaan Sakramen Krisma ini merupakan momen penting dalam perjalanan iman umat Paroki Kalasan. Sebagai kepenuhan inisiasi, mari kita rayakan Sakramen Krisma ini sebagai penanda semangat iman dalam kehidupan sehari-hari bahwa kita telah dikuatkan dan diteguhkan dalam Roh Kudus. Maka mari kita menanggapi panggilan-Nya untuk menjadi murid Kristus yang siap bersaksi di tengah dunia. Amin.

Dokumentasi kegiatan dapat diakses melalui tautan berikut: https://drive.google.com/drive/folders/1YLp1zVk1pkSZbB509TGl9kpkzGrCX8G_

Kamis Penuh Harap, Sabtu Siap: Triduum III Krisma, Gladi Bersama Menuju Sakramen Penguatan

Sore hari pada Kamis, 4 September 2025 terasa semakin mendebarkan bagi para calon penerima Sakramen Krisma. Gereja Paroki Maria Marganingsih Kalasan kali ini menggelar Triduum III sebagai bagian dari seluruh rangkaian persiapan penerimaan Sakramen Penguatan yang akan diterimakan pada Sabtu, 6 September 2025 secara langsung oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Kegiatan ini merupakan momen penting bagi para calon penerima sakramen sebab tidak hanya memperkuat kesiapan batin para calon, melainkan turut memberikan bekal mengenai teknis pelaksanaan penerimaan Sakramen Krisma agar nantinya berjalan dengan lancar.


Dalam suasana hening dan penuh harap, kegiatan dibuka dengan doa bersama. Para calon kembali dikuatkan untuk merenungkan makna sakramen yang akan diterima dan membuka hati untuk menerima karya Roh Kudus dalam hidup mereka. Doa bersama yang dilakukan menjadi ruang kebersamaan spiritual antar calon penerima untuk menguatkan langkah satu sama lain menuju Sabtu penuh rahmat.

Setelah dilakukan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan gladi bersama yang melibatkan seluruh calon penerima sakramen, tim liturgi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA), dan Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. Gladi bersama mencakup simulasi tata perayaan sejak prosesi perarakan, pembacaan sabda, hingga momen yang sangat dinanti, yaitu prosesi penerimaan sakramen. Sebagai tuan rumah, tim liturgi GMBA telah bekerja dengan penuh semangat guna memastikan setiap elemen berjalan selaras mendukung momen penting nanti. Keterlibatan calon penerima dalam gladi juga dimaksudkan agar mereka siap baik secara teknis, maupun secara batin karena tidak hanya berlatih, melainkan turut diajak untuk menghayati setiap gerak dan ucapan sebagai bagian dari wujud iman mereka.

Triduum kali ini tidak hanya sebatas tentang persiapan, tetapi bagian dari pembentukan iman. Melalui doa bersama dan gladi bersama yang dilakukan, para calon penerima sakramen diharapkan dapat menyatukan diri secara penuh dalam semangat pelayanan dan penghayatan iman sebagai wujud karya Roh Kudus dalam diri mereka. Mari kita dukung dalam doa agar perayaan Sakramen Krisma dapat berjalan dengan khidmat dan lancar, serta menjadi momen yang hidup dan memperbarui seluruh umat Allah.

Dokumentasi kegiatan Triduum III dapat diakses melalui tautan berikut ini: https://drive.google.com/drive/folders/1H1xJSUtww2zDbTprrIHScbj6zp8pQ0Qc

Menghitung Hari Menuju Sakramen Penguatan: Triduum II, Pertobatan


Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, khususnya para calon penerima Sakramen Penguatan,

Salam damai dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

Dengan penuh sukacita dan harapan, kita menantikan saat yang sangat istimewa dalam perjalanan iman kita, yaitu penerimaan Sakramen Penguatan—sebuah anugerah agung di mana kita diteguhkan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus yang berani, setia, dan penuh kasih di tengah dunia.

Sakramen Penguatan bukanlah sekadar sebuah upacara atau tradisi Gereja. Ia adalah perjumpaan pribadi dengan Roh Kudus, yang akan memeteraikan kita dengan karunia-karunia-Nya: kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengetahuan, kesalehan, dan takut akan Allah. Oleh karena itu, Gereja mengajak kita semua, khususnya para calon penerima Krisma, untuk mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh—bukan hanya secara lahiriah, tetapi terlebih secara batiniah.

Triduum: Masa Persiapan Rohani

Dalam semangat itu, kita akan memasuki Triduum, yaitu masa persiapan rohani selama tiga hari menjelang penerimaan Sakramen Penguatan. Triduum ini adalah waktu yang sangat berharga untuk merenungkan kembali perjalanan iman kita, membuka hati terhadap karya Allah, dan membiarkan Roh Kudus membentuk kita menjadi pribadi yang baru.

Salah satu langkah penting dalam masa persiapan ini adalah menerima Sakramen Tobat atau Pengakuan Dosa, yang akan dilaksanakan pada:

 Hari/Tanggal: Selasa, 2 September 2025
 Waktu: 15.30 – selesai
 Tempat: Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Mengapa Sakramen Tobat Begitu Penting?

Sebelum menerima pencurahan Roh Kudus, kita diajak untuk terlebih dahulu membersihkan bejana hati kita dari segala dosa, luka batin, dan hal-hal yang menghalangi kasih Allah bekerja dalam hidup kita. Sakramen Tobat adalah pintu rahmat, tempat di mana kita:

  • Mengakui dengan rendah hati segala kelemahan dan kegagalan kita di hadapan Allah
  • Menerima pengampunan dan pemulihan dari Bapa yang penuh belas kasih
  • Dibebaskan dari beban dosa yang mengikat dan melemahkan jiwa
  • Memulai kembali dengan hati yang diperbarui, bersih, dan siap menerima Roh Kudus

Dalam Kitab Suci, kita melihat bagaimana para rasul dipersiapkan oleh Yesus sebelum menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta. Mereka berkumpul dalam doa, dalam pertobatan, dan dalam penantian yang penuh iman. Demikian pula kita, hendaknya mempersiapkan diri dengan semangat yang sama—dengan hati yang terbuka, penuh kerinduan, dan siap untuk diperbarui.

Menyambut Roh Kudus dengan Hati yang Siap

Roh Kudus tidak memaksa masuk ke dalam hati yang tertutup. Ia hadir dalam kelembutan, dalam keheningan, dalam hati yang berserah dan percaya. Maka, mari kita jadikan masa Triduum ini sebagai titik balik dalam hidup rohani kita. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Datanglah kepada Tuhan dengan hati yang jujur. Biarkan Dia menyentuh, menyembuhkan, dan menguatkan kita.

Jangan takut untuk mengakui dosa. Jangan malu untuk kembali kepada Allah. Ia adalah Bapa yang selalu menanti kita dengan tangan terbuka. Dalam Sakramen Tobat, kita tidak hanya diampuni, tetapi juga dipulihkan dan dipersiapkan untuk menerima karunia yang jauh lebih besar: kehadiran Roh Kudus yang mengubah hidup.


Saudara-saudari terkasih,

Mari kita jalani masa Triduum ini dengan penuh kesungguhan, dengan semangat pertobatan dan pembaruan. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk semakin dekat dengan Tuhan, semakin mengenal diri, dan semakin siap untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang haus akan kasih dan kebenaran.

Semoga Roh Kudus membimbing setiap langkah kita, menerangi hati kita, dan meneguhkan kita dalam panggilan hidup sebagai murid-murid Kristus yang sejati.

Datanglah, ya Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu, dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu.

Amin.


Untuk dokumentasi lainya dapat dicek disini:

https://drive.google.com/drive/folders/1azQc0gxPSs2O0Xu8dcsTeFIsbVhuJrYH

Pesta Nama Pelindung Lingkungan Santa Monica: Jiwa Baru, Semangat Baru!

Erista Garden Asri, 31 Agustus 2025 — Suasana penuh sukacita dan semangat kebersamaan mewarnai perayaan pesta nama pelindung Lingkungan Santa Monica yang tahun ini mengangkat tema “Jiwa Baru, Semangat Baru.” Acara ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga serta memperkuat semangat pelayanan di dalam lingkungan.

Perayaan dimulai sejak pagi hari dengan berkumpulnya warga di rumah salah satu anggota lingkungan. Dalam suasana penuh keakraban, seluruh peserta kemudian berangkat bersama-sama menuju lokasi acara di Erista Garden Asri. Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, seluruh warga langsung disambut dengan berbagai kegiatan menarik yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah outbond seru yang dibagi ke dalam 4 kelompok, di mana setiap kelompok mengikuti berbagai tantangan menyenangkan yang menguji kekompakan, kreativitas, dan kerja sama tim. Gelak tawa dan semangat peserta terlihat jelas sepanjang sesi ini, mencerminkan semangat baru yang ingin dihidupkan di tengah komunitas.

Usai kegiatan outbond, acara dilanjutkan dengan *syukuran pesta nama pelindung Santa Monica. Dalam suasana yang lebih khidmat, seluruh warga bersama-sama mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dan teladan hidup Santa Monica sebagai pelindung lingkungan. Momen syukur ini ditandai dengan *pemotongan tumpeng, simbol harapan dan berkat bagi seluruh warga lingkungan.

Tak hanya itu, momen syukuran juga menjadi ajang istimewa dengan diperkenalkannya lagu lingkungan baru “Santa Monica” yang diciptakan oleh salah satu warga berbakat, Mas Iit. Lagu ini disambut antusias oleh seluruh peserta dan diharapkan menjadi simbol identitas dan semangat kebersamaan warga ke depan.

Acara ditutup dengan makan siang bersama yang penuh kehangatan serta pembagian doorprize yang menambah keceriaan seluruh peserta. Semua hadiah dibagikan secara adil dan meriah, memberikan kegembiraan terutama bagi anak-anak dan lansia yang ikut serta.

Melalui perayaan ini, Lingkungan Santa Monica menunjukkan semangat baru dalam menjalin relasi, memperkuat iman, dan membangun komunitas yang solid. Semoga semangat Santa Monica dalam ketekunan dan doa menjadi inspirasi nyata bagi setiap warga lingkungan.

Hidup Santa Monica! Jiwa Baru, Semangat Baru!