Misa Memule 1000 Hari Ibu Anna Maria Trihenaningsih

Pada hari Minggu, 30 November 2025, umat lingkungan Santo Petrus bersama keluarga berkumpul dalam perayaan misa memule 1000 hari mengenang almarhumah Ibu Anna Maria Trihenaningsih. Misa berlangsung pukul 19.00 di kediaman Bapak Winarso, Nanggulan, dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Sarce, dan dihadiri sekitar 30 umat dari lingkungan serta keluarga yang datang untuk mendoakan dan mengenang sosok almarhumah. Dalam homilinya, Romo Sarce mengajak umat untuk mengenang Ibu Anna Maria melalui karya-karya baik yang pernah ia lakukan semasa hidup, serta meneladani imannya yang sederhana dan setia.

Suasana doa berlangsung tenang dan penuh harapan kristiani, mengingatkan bahwa wafat bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan kekal bersama Tuhan. Umat bersama-sama memohon agar jiwa Ibu Anna Maria diterima dengan penuh cinta dalam kerahiman Allah.

Setelah misa, keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada umat yang hadir dan turut mendukung mereka dalam masa-masa duka ini. Kehadiran umat tidak hanya menjadi bentuk solidaritas, tetapi juga memperteguh iman dan persaudaraan dalam komunitas lingkungan.

Perayaan malam itu menjadi momen yang menghangatkan hati—sebuah ungkapan cinta, doa, dan pengharapan untuk almarhumah serta penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga jiwa Ibu Anna Maria Trihenaningsih beristirahat dalam damai Tuhan. Amin.

Doa Adven I Lingkungan Santo Petrus “Menantikan Kristus Dalam Kebahagiaan Iman”

Doa Adven I Lingkungan Santo Petrus berlangsung dengan penuh sukacita dan kehangatan pada hari Kamis, 27 November 2025 pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Bapak Muscapwanto. Ibadat dipimpin oleh Ibu Retno dan dihadiri oleh 16 umat yang berkumpul dalam semangat persaudaraan untuk memulai masa penantian akan kedatangan Kristus.

Dengan tema “Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman”, umat diajak untuk merenungkan bahwa sukacita sejati bukan berasal dari hal-hal duniawi, tetapi dari hati yang siap menyambut Tuhan. Lagu-lagu sederhana, suasana hening, dan untaian doa membuka pertemuan dengan nuansa damai khas masa Adven.

Salah satu bagian yang membuat kegiatan ini terasa berbeda dan lebih hidup adalah adanya permainan rohani. Setiap peserta diminta untuk menuliskan momen bahagia dalam hidup mereka, lalu membagikan pengalaman tersebut kepada umat lain. Beragam cerita mengalir—mulai dari pengalaman keluarga, peristiwa kecil yang menyentuh hati, hingga kesaksian tentang campur tangan Tuhan dalam hidup sehari-hari.
Permainan ini tidak hanya menumbuhkan rasa syukur, tetapi juga mempererat kebersamaan antarumat.

Melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Santo Petrus semakin diteguhkan bahwa menantikan Kristus bukanlah sekadar kewajiban liturgis, melainkan sebuah perjalanan iman yang penuh sukacita, saling menguatkan, dan membawa harapan baru. Doa ditutup dengan berkat penutup dan ramah tamah sederhana, menambah kehangatan kebersamaan di awal masa Adven.

Semoga sukacita iman yang dialami dalam doa Adven I ini menjadi awal yang indah untuk mempersiapkan hati menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.

Ziarah dan Rekreasi Bersama Umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi

“Bersama Asisi, Bahagia, Beriman”

Hari Minggu, 23 November 2025 menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi, Stasi Maguwo. Setelah beberapa minggu mempersiapkan acara, akhirnya kegiatan Ziarah dan Rekreasi yang sudah lama dirindukan ini dapat terlaksana. Tahun ini, rombongan mengunjungi empat lokasi sekaligus: Kerkof Muntilan, Goa Maria Pereng, Bukit Cinta Rawapening, dan Kebun Bagus Salatiga.

Selain untuk memperdalam iman melalui ziarah, kegiatan ini juga dirancang agar umat lintas usia, anak-anak, OMK, dewasa, hingga para lansia bisa saling mengenal, bercengkrama, dan menikmati waktu yang penuh sukacita. Dari 50 orang yang mendaftar, sebanyak 42 umat hadir dan berangkat bersama. Meskipun jumlahnya sedikit berkurang, semangat kebersamaan tetap terasa penuh sejak pagi.

Pagi Dimulai Dengan Doa dan Sukacita

Rombongan mulai berkumpul sejak pagi di kediaman Ibu Lita. Setelah semua siap, kami memulai perjalanan panjang hari itu dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Bapak Prodiakon, Bapak Yuli.

Tak lupa, kami mengambil momen untuk berfoto bersama dan merekam video yel-yel khas lingkungan Asisi:
“Asisi, Bersama, Bahagia, Beriman!”
Suasana pagi itu terasa hangat, penuh antusiasme, seperti layaknya satu keluarga besar yang hendak berwisata bersama.

Pukul 06.45, bus besar membawa kami memulai perjalanan.

Perhentian Pertama: Kerkof Muntilan

Perjalanan menuju Muntilan berjalan lancar, dan kami tiba sekitar pukul 07.30. Cuaca cerah membuat suasana ziarah di Kerkof terasa damai. Setelah foto bersama, umat diberi waktu untuk doa pribadi di area pemakaman yang penuh sejarah ini. Masing-masing membawa doa, harapan, dan rasa syukur dalam hati.

Setelah sekitar 30 menit, kami kembali naik bus dan melanjutkan perjalanan ke Goa Maria Pereng Salatiga.

Karaoke, Kuis, dan Tawa Sepanjang Jalan

Perjalanan menuju Goa Maria Pereng memakan waktu sekitar 90 menit. Namun kebersamaan selalu membuat waktu berlalu lebih cepat.
Di dalam bus, panitia memutar lagu-lagu yang langsung disambut heboh oleh umat. Karaoke spontan pun pecah.

Panitia juga menyiapkan kuis berhadiah doorprize, yang membuat suasana makin meriah. Ada yang serius menjawab, ada yang asal tebak sambil tertawa, semuanya dinikmati dengan gembira.

Perhentian Kedua: Goa Maria Pereng, Hening Dalam Doa

Kami tiba di Goa Maria Pereng pukul 09.45. Setelah berfoto bersama, umat melaksanakan Jalan Salib dengan suasana hening dan penuh penghayatan. Setiap perhentian mengingatkan kami untuk kembali menata hati dan memaknai perjalanan hidup masing-masing.

Selesai Jalan Salib, umat diberi waktu untuk doa pribadi di sekitar goa. Tempat yang teduh dan sejuk menambah kekhusyukan. Setelah semuanya selesai, rombongan bersiap menuju destinasi berikutnya.

Perhentian Ketiga: Bukit Cinta, Piknik Sederhana yang Membahagiakan

Kami tiba di Bukit Cinta Rawapening sekitar pukul 11.50. Begitu turun dari bus, udara sejuk dan pemandangan danau langsung menyambut.

Setelah menemukan lokasi yang nyaman di bawah pepohonan, umat bersama-sama menggelar tikar. Kemudian dimulailah momen yang paling ditunggu-tunggu: makan siang bersama.

Menu sederhana, nasi putih, ayam goreng, bakmi goreng, oseng tempe, dan lotis segar satu container penuh, terasa nikmat luar biasa saat disantap ramai-ramai. Sambil bersantap, Ketua Lingkungan Bapak Jondit sempat berkata:
“Sing penting wareg lan waras, wis marai bahagia.”
Dan benar saja, siang itu semuanya makan dengan lahap dan hati bahagia.

Setelah makan, anak-anak bermain di playground kecil, beberapa umat berjalan menyusuri area danau, sementara yang lain duduk bercerita sambil menikmati angin dan pemandangan.

Acara Keakraban: Joged, Game dan Doorprize

Setelah beristirahat sejenak, acara keakraban dimulai. Dipandu dengan penuh semangat oleh Ibu Silvia dan Ibu Retno, kami semua ikut joged bersama. Para ibu menunjukkan gerakan paling luwes dan penuh energi, hingga bapak-bapak pun diberi tugas memilih siapa yang paling semangat untuk menerima doorprize.

Setelah itu, berbagai permainan digelar:

  • Tebak bisik untuk para uti-uti, hasilnya sangat lucu karena yang berbisik dan mendengar kadang salah menangkap kata.
  • Tebak gaya untuk bapak-bapak, ini yang paling mengundang tawa karena gaya bapak-bapak yang kelewat lucu.
  • Lalu permainan kecil untuk OMK dan anak-anak.

Semua game berlangsung santai namun penuh tawa. Kebersamaan benar-benar terasa hidup siang itu.

Acara ditutup dengan pembagian semua doorprize yang sudah disiapkan panitia.

Perhentian Keempat: Kebun Bagus, Sejuk, Segar, dan Menyenangkan

Menjelang sore, kami melanjutkan perjalanan ke Kebun Bagus Salatiga dan tiba sekitar pukul 15.30. Karena bus besar tidak dapat masuk, kami harus naik kereta odong-odong dari SPBU terdekat. Justru bagian inilah yang menjadi salah satu momen paling seru, banyak umat yang baru pertama kali naik odong-odong, dan semua langsung minta difoto!

Sesampainya di Kebun Bagus, udara sejuk dan suasana kebun yang asri membuat banyak umat spontan melepas alas kaki untuk menikmati dinginnya tanah. Ada yang langsung belanja buah segar, melon renyah manis, mangga ranum, alpukat, hingga jeruk bali.

Sebagian menikmati minuman dari mini coffee shop: jus segar, es dawet, kopi, teh, dan camilan. Anak-anak ikut memberi makan kambing, sementara beberapa umat mengikuti tur kebun yang disediakan.

Yang lain memilih duduk santai sambil menikmati pemandangan dan berbincang.
Sebelum pulang, tentu saja kami berfoto bersama dan meneriakan yel-yel Asisi sebagai kenang-kenangan.

Pulang Dengan Hati Penuh Syukur

Rombongan kembali menuju bus dengan odong-odong, dan sekali lagi, semua tampak sangat menikmati perjalanan singkat itu. Kami berangkat pulang pukul 17.00 dan tiba di Jogja sekitar pukul 18.30.

Semua peserta kembali dengan sehat, penuh sukacita, dan membawa pengalaman indah yang mempererat persaudaraan umat.

Hari itu menjadi pengingat bagi kita semua bahwa:
Bahagia itu sebenarnya sederhana, asal kita mau saling berbagi, bersyukur, dan menikmatinya bersama.

Sosialisasi Adven 2025 – Menyongsong ARDAS IX dengan Semangat Baru


Pada Sabtu, 22 November 2025, Tim Pewarta GMBA mengadakan kegiatan Sosialisasi Adven 2025 bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai persiapan umat untuk memasuki Masa Adven 2025, sekaligus pengantar memasuki perjalanan pastoral baru Keuskupan Agung Semarang.

Tak terasa, kita segera memasuki masa Adven 2025, saat mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan-Nya di tengah-tengah kehidupan kita. Tak terasa pula kita akan menyelesaikan ARDAS KAS VIII pada akhir tahun 2025 ini. Mulai tahun 2026–2030, kita akan memasuki ARDAS IX dengan tema dan semangat baru yang menjadi pijakan perjalanan pastoral Gereja.

Bahan permenungan / katekese Adven 2025 disusun untuk menghantar dan memperkenalkan Ardas IX kepada seluruh umat di Keuskupan Agung Semarang. Ada tiga kata kunci yang akan menjadi arah penghayatan selama lima tahun ke depan, yaitu: Bahagia – Inspiratif – Menyejahterakan

Semangat ini mengajak umat Allah Keuskupan Agung Semarang untuk mewujudnyatakan dirinya sebagai:

Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Tiga kata kunci inilah yang akan mewarnai isi permenungan dan katekese Adven 2025.

Tahapan Permenungan Adven 2025

Permenungan Adven dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu:

  • Minggu I: Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman
  • Minggu II: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi
  • Minggu III: Menjadi Gereja yang Menyejahterakan

Untuk Minggu IV, tidak diadakan permenungan Adven, tetapi Ibadat Keluarga Kudus di lingkungan dengan tema:

“Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan.”

Kepada para pemandu Adven di lingkungan, dipersilakan membaca dan mempelajari secara cermat gagasan dasar Adven 2025 pada bagian awal buku panduan. Harapannya, para pemandu sungguh menghayati kerangka dasar sehingga membantu pelaksanaan pendampingan di lingkungan.

Materi Adven bisa dilihat di :

Semoga sosialisasi ini meneguhkan persiapan umat dalam memasuki Masa Adven dengan hati yang terbuka, penuh sukacita, pengharapan, dan komitmen untuk bersama membangun Gereja yang bahagia – inspiratif – menyejahterakan.


Tuhan memberkati

“Bermazmur dengan Hati, Melayani dengan Iman”


Menjadi seorang Pemazmur adalah bagian penting dalam tugas pelayanan di Gereja. Tidak hanya sekadar bernyanyi, namun seorang Pemazmur adalah pewarta Sabda Tuhan yang menyampaikan firman lewat Mazmur Tanggapan dalam Perayaan Ekaristi. Bagi banyak orang, termasuk kami yang hadir dalam pelatihan ini, menjadi Pemazmur adalah sebuah panggilan hidup—panggilan untuk mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja sebagai bentuk kasih dan syukur atas berkat Tuhan, begitu kata Mbak Vera, salah seorang peserta pelatihan Pemazmur GMBA.

Pada tanggal 23 November, telah terlaksana kegiatan Pelatihan Pemazmur GMBA yang diselenggarakan oleh Tim Pelayanan Pemazmur Stasi Maguwo. Kegiatan ini menjadi salah satu program pengembangan yang dirancang dengan tujuan menyegarkan kembali semangat pelayanan, memperdalam pemahaman tentang tugas seorang Pemazmur, serta menambah wawasan teknik bernyanyi secara benar dan liturgis. Pelatihan ini juga dibuka bagi anggota baru dari setiap lingkungan yang ingin terlibat dalam pelayanan pewartaan melalui mazmur.

Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Antonius Gathut Bintarto, seorang pemazmur sekaligus organis di Gereja Bintaran yang telah berpengalaman memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para pelayan liturgi. Pelatihan diawali dengan latihan olah vokal serta pemahaman mengenai bagaimana seorang pemazmur mampu menyampaikan Firman Tuhan melalui nyanyian yang benar, penuh penghayatan, dan menyentuh hati umat.

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan antusias. Para peserta memperoleh banyak wawasan baru mengenai persiapan sebelum bertugas, sikap seorang pemazmur di mimbar, pemenggalan kalimat yang tepat, koordinasi dengan organis, hingga bagaimana menghadapi rasa takut, grogi, dan tantangan lain dalam pelayanan. Tidak hanya teori, Pak Gathut juga memandu praktik langsung bagaimana mendalami makna setiap kata dalam Mazmur Tanggapan, hingga mempraktikkan penyampaian firman dengan cara yang benar.

Selama kurang lebih tiga jam, seluruh peserta menikmati proses pelatihan yang inspiratif dan membangun. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang sebagai ungkapan syukur dan kegembiraan dalam kebersamaan.

Harapan kami, seluruh anggota Pemazmur Stasi Maguwo dapat menerapkan praktik baik yang telah dipelajari, terus berkembang dalam pelayanan, dan setia pada panggilan menjadi pewarta Sabda Tuhan melalui mazmur.

Mari kita berproses bersama dalam semangat pelayanan.
Mari menjadi pewarta yang setia dan memberikan yang terbaik.

Selamat dan Semangat Melayani.
Tuhan memberkati.


Memasuki Masa Adven 2025: Menantikan Kristus dalam Semangat Gereja yang Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan


Tak terasa kita segera memasuki masa Adven 2025, saat mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan-Nya di tengah-tengah hati kita. Tak terasa pula kita akan menyelesaikan ARDAS KAS (Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang) VIII di akhir tahun 2025 ini. Ini berarti mulai tahun 2026-2030 kita akan memasuki ARDAS IX dengan tema dan semangat baru.

Bahan permenungan atau katekese Adven 2025 ini disusun dalam rangka menghantar dan memperkenalkan Ardas IX kepada umat di Keuskupan Agung Semarang ini. Ada tiga (3) kata kunci yang akan menjadi penghayatan dan pergulatan selama lima (5) tahun ke depan yakni, Bahagia, Inspiratif (Menginsipasi) dan Menyejahterakan. Semangat yang mau dihidupi adalah umat Allah Keuskupan Agung Semarang mewujudnyatakan dirinya sebagai Gereja yang bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan. Tiga (3) kata kunci itu jugalah yang akan mewarnai isi dari permenungan dan ketekekese Adven 2025.

Permenungan Adven 2025 ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni:

  1. Minggu I: Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman
  2. Minggu II: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi
  3. Minggu III: Menjadi Gereja yang Menyejahterakan.
  4. Minggu IV tidak dilakukan permenungan dan ketekese Adven tetapi Ibadat Keluarga Kudus di lingkungan dengan tema, “Menghadiran Gereja yang Bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan.”

Kepada para pemandu Adven di lingkungan, dipersilakan membaca dan mempelajari secara cermat gagasan dasar Adven 2025 yang kami sajikan pada bagian awal buku panduan ini. Harapannya para pemandu sungguh memahami gagasan dan kerangka dasarnya sehingga memudahkan untuk pelaksanaan dalam pertemuannya.

Sebagai catatan akhir, buku yang tersaji ini adalah “Buku Panduan”. Para pemandu diberi keleluasaan seluas-luasnya untuk mengembangkan dan menyesuaikan panduan ini sesuai dengan situasi-kondisi umat setempat. Yang terpenting adalah pesan pokok dari permenungan Adven ini sungguh “sampai” dan dapat dimengerti serta dihayati umat. Selamat memasuki permenungan Adven 2025 ini. Berkah Dalem.

Magelang, Oktober 2025

Stepanus Istata Raharjo,Pr
(Ketua Umum Komisi Kateketik KAS)


Rapat Program Ardas 2026 #1

Selasa, 18 November 2025 menjadi momen penuh inspirasi bagi Dewan Harian bersama para Kabid Pastoral Stasi Gereja Maria Bunda Allah. Bagaimana tidak, pada hari tersebut, sedang berlangsung Rapat Program Ardas 2026 yang pertama kali. Rapat tersebut bertempat di Sekretariat GMBA. Rapat tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menyusun arah gerak pastoral untuk periode Ardas IX.

Suasana rapat berlangsung penuh ide dan kebersaamaan. Diskusi berputar pada sasaran strategis, prioritas program, strategi pelayanan gereja, serta komitmen bersama untuk mewujudkan visi besar Ardas. Melalui rumusan kali ini, diharapkan dapat mendukung tercapainya visi Ardas dalam mewujudkan jati diri umat Allah sebagai persekutuan paguyuban-paguyuban murid Kristus yang bercirikan semangat sinodalitas, sebagaimana disampaikan oleh Rm. R. Edy Purwanto, Pr. dalam Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang (KAS) yang diadakan secara daring pada 17 Oktober 2025 silam. Semangat pelayanan dan ide yang membuncah, tak terasa membuat rapat berjalan selama 3 jam.

Meresapi Tagline Ardas KAS 2026-2030

Mengacu pada tagline Ardas KAS 2026-2030: “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan”, rapat perdana Program Ardas 2026 ini menjadi ruang bersama untuk meresapi semangat sinodalitas. Mungkin terkesan “ruwet” karena banyak ide yang muncul dan kebutuhan yang perlu terlayani, namun justru inilah tanda hidupnya semangat kebersamaan bahwa setiap suara didengar, setiap gagasan dipertimbangkan, dan setiap langkah ditujukan pada kesejahteraan umat dan kemuliaan Allah.

Diskusi berlangsung dinamis yang menyasar 5 butir Ardas untuk tahun 2026. Gagasan dan ide yang dituangkan dimaksudkan untuk merumuskan strategi pelayanan pastoral untuk menghadirkan kebahagiaan iman bagi umat. Selain itu, brainstorming juga dilakukan untuk merancang program yang menginspirasi dan menginisiasi kebersamaan baik secara internal gereja maupun bersama masyarakat sekitar. Tak lupa, diperlukan upaya konkret mewujudkan semangat kebersaamaan dengan kebutuhan nyata umat di Stasi GMBA serta menjalin semangat kasih yang lebih erat antar umat khususnya yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD). Melalui rapat ini, Stasi GMBA menegaskan komitmennya untuk menghidupi tagline Ardas IX 2026-2030 dalam setiap program pelayanan agar berdampak nyata bagi kehidupan umat.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pastoral Stasi GMBA menuju tahun 2026, dengan harapan seluruh umat dapat turut mendukung dan berpartisipasi dalam setiap langkah yang diambil.

Misa Lingkungan St. Bartholomeus: Bersatu dalam Iman dan Persaudaraan


Rabu, 19 November 2025 · Pukul 19.00 WIB
Tempat: Kediamaan Bp. Harum, Jl. Ponpes Sunan Ampel No. 22

seluruh umat Lingkungan St. Bartolomeus untuk bersekutu dalam Misa Lingkungan yang akan dipimpin oleh Rm. Murdi Susanto, Pr pada hari Rabu, 19 November 2025 pukul 19.00 WIB. Perayaan ekaristi lingkungan ini merupakan momen penting untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta menyegarkan komitmen pelayanan antarwarga lingkungan.

Setelah misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan dialog bersama Romo, sebuah kesempatan langka untuk berdialog langsung, berbagi pengalaman iman, dan mengajukan pertanyaan seputar panggilan serta hidup berjemaat.

Dalam suasana hangat dan akrab, dialog ini diharapkan memperkaya kehidupan rohani dan membangun kebersamaan di antara peserta.

Semoga perayaan ini semakin menumbuhkan komitmen pelayanan dan memperbarui panggilan setiap pribadi untuk setia di hadapan Tuhan.
Tuhan memberkati perjalanan iman kita semua.

Senam Sehat GMBA – Sabtu, 22 November 2025


Pada hari Sabtu, 22 November 2025, Komunitas GMBA menyelenggarakan kegiatan Senam Sehat yang berlangsung di halaman belakang gereja. Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 pagi, dipimpin oleh instruktur Bu Sivia Sulasih dan Bu Munarti, serta diikuti oleh 42 peserta dari berbagai lingkungan dan usia.

Suasana ceria dan penuh semangat terasa sejak awal kegiatan. Para peserta mengikuti rangkaian gerakan pemanasan, senam inti, dan pendinginan dengan antusias. Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan persaudaraan antar umat.

Melalui program senam sehat yang rutin dilaksanakan, GMBA berharap dapat terus membangun gaya hidup aktif dan sehat serta menciptakan komunitas gereja yang bugar, kompak, dan penuh sukacita.

Sampai jumpa di Senam Sehat berikutnya—tetap semangat dan terus bergerak

Doa Rutin Lingkungan Santo Petrus

Lingkungan Santo Petrus kembali mengadakan doa bersama pada Kamis, 20 November 2025, bertempat di kediaman Ibu Enny. Ibadat ini mengusung tema “Mempersiapkan Hati Menyambut Sang Juru Selamat”, sebagai wujud kesiapsiagaan umat menyongsong masa Adven yang semakin dekat.

Doa dimulai pada pukul 19.00 dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kekhusyukan. Sebanyak 11 umat hadir dan mengikuti rangkaian doa dengan antusias. Meski jumlahnya tidak banyak, semangat kebersamaan sangat terasa melalui doa, nyanyian, dan permenungan yang dibawakan.

Dalam renungan, umat diajak untuk membuka hati, merapikan hidup, serta mempersiapkan diri secara rohani agar mampu menyambut kehadiran Kristus dengan sukacita dan kesederhanaan. Kesadaran untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menebarkan kasih menjadi penekanan utama dalam pertemuan doa ini.

Acara ditutup dengan saling mendoakan satu sama lain, memohon agar setiap keluarga diberi damai, kesehatan, dan berkat dalam menjalani masa persiapan Adven. Pertemuan sederhana ini menjadi pengingat bahwa Tuhan hadir dalam kebersamaan umat yang berkumpul dalam doa dan harapan yang tulus.