Bukti kebesaran Tuhan terpatri pada ecoprint. Dedaunan ciptaanNya dapat menghasilkan motif indah pada selembar kain. Setiap jenis tanaman bisa memunculkan warna yang berbeda. Sungguh luar biasa!
Keunikan pembuatan motif kain dengan bahan-bahan alami ini menarik minat ibu-ibu KWT (Kelompok Wanita Tani) Mentari untuk mempelajarinya. Alhasil, KWT Mentari kemudian mengundang Ibu Sih Sujati untuk berbagi ilmu kepada para ibu.
Sebanyak 15 anggota KWT Mentari mengikuti pelatihan pembuatan ecoprint dengan teknik pengukusan bersama Ibu Sih Sujati. Pelatihan ini berlangsung pada hari Minggu, 13 Juli 2025 di Gazebo GMBA.
Olah kreativitas
Sebelum sesi praktik, Ibu Jati — sapaan akrab Ibu Sih Sujati, menjelaskan sejumlah prinsip dasar. Di antaranya, motif akan lebih mudah tercipta menggunakan daun dengan kandungan tanin tinggi.
“Misalnya daun lanang, daun jati, daun talok atau kersen, daun jarak dan daun eucalyptus. Yang banyak di sekitar kita misalnya daun kelor dan kenikir,” jelas Bu Jati.
Selain daun, bunga, akar, dan batang tanaman bertanin juga bisa dipakai menciptakan motif. Kreativitas kita akan menghasilkan motif yang berbeda-beda.
Pemrosesan kain
Adapun kain yang cocok untuk ecoprint adalah yang terbuat dari serat alami seperti katun, rayon, dan sutra. Kain harus melalui proses scouring, yaitu dibersihkan dari kotoran dengan merendamnya dalam larutan TRO (Turkish Red Oil).
Setelah scouring, kain diproses mordanting. Proses ini antara lain bertujuan mempermudah main menyerap zat warna tumbuhan. Selain itu, mordanting juga berfungsi menguatkan warna alami agar tidak mudah luntur.
Bahan-bahan mordant merupakan bahan ramah lingkungan seperti cuka, tawas, tunjung, soda kue dan soda ash. Kain direndam dalam larutan mordant sekitar 15 menit dan dikucek-kucek, kemudian diperas dan dijemur hingga kering. Setelah itu cuci kain dengan air kapur dan siap digunakan untuk mencetak motif.
Pemberdayaan perempuan
Ibu-ibu KWT Mentari mengikuti pelatihan dengan antusias. Menata daun, menginjak-injak daun di kain untuk mencetak motif, hingga menunggu hasil motif yang tercipta menjadi rangkaian aktivitas yang mengasyikkan. Selama menunggu kain dikukus, Bu Jati juga memberikan pelatihan membuat bros sederhana pada para peserta.
Pelatihan ecoprint kali ini merupakan salah satu kegiatan KWT Mentari yang bertujuan meningkatkan kapasitas para anggota. Secara rutin, KWT Mentari menyelenggarakan berbagai pelatihan mulai dari membuat olahan makanan hingga urban farming.
Peserta pelatihan-pelatihan tersebut tak hanya anggota, tapi juga masyarakat sekitar seperti ibu-ibu Padukuhan Karangploso. Selaras dengan tujuan awal pendiriannya saat masih bernama IKM Mentari, KWT Mentari berharap dapat berkontribusi pada pemberdayaan perempuan dan masyarakat.
Nah, seperti apa keseruan ibu-ibu KWT Mentari belajar membuat ecoprint? Simak di video berikut ini! Dan jangan lupa follow Instagram KWT Mentari @kwtmentari yaa 😀
kunjungi Instagram komsos GMBA : https://www.instagram.com/p/DMH8WksR5LZ/?igsh=MXR1djk3MTNkajFtNg==























