Rapat Program Kerja Lingkungan St. Stefanus Tahun 2026

Maguwo, 23 Januari 2026 – Melanjutkan semangat baru pasca serah terima jabatan, pengurus dan tokoh umat Lingkungan St. Stefanus berkumpul di kediaman Ketua Lingkungan yang baru, Bapak Paulus Wardana. Pertemuan ini menjadi momentum bagi lingkungan untuk merumuskan arah pelayanan selama satu tahun ke depan melalui Rapat Penyusunan Program Kerja.

Sinergi dengan Program Paroki

Fokus utama dalam rapat ini adalah menyelaraskan gerak langkah lingkungan dengan kalender kegiatan yang telah ditetapkan oleh Gereja Pusat/Paroki. Bapak Paulus Wardana menekankan bahwa sebagai bagian dari tubuh gereja, Lingkungan St. Stefanus berkomitmen untuk menyukseskan program-program besar paroki, baik di bidang liturgi, kemasyarakatan, maupun pewartaan.

Poin-Poin Utama Rapat

Dalam suasana yang penuh keakraban namun tetap produktif, rapat tersebut membahas beberapa agenda penting, antara lain:

  • Integrasi Agenda Gereja: Menjadwalkan partisipasi lingkungan dalam hari-hari besar gerejawi dan kegiatan rutin paroki sepanjang tahun 2026.
  • Perencanaan Kegiatan Lokal: Menyusun detail teknis untuk kegiatan internal lingkungan seperti pertemuan doa berkala, pendalaman iman, dan aksi sosial.
  • Alokasi Sumber Daya: Memastikan kesiapan petugas dan dukungan sarana dan prasarana agar setiap program dapat berjalan dengan lancar dan melibatkan sebanyak mungkin warga.

Membangun Partisipasi Umat

kegiatan ini mengajak seluruh umat untuk aktif berkontribusi, baik dalam pemikiran maupun pelaksanaan, agar Lingkungan St. Stefanus semakin hidup dan guyub.


“Program kerja ini adalah peta jalan kita dalam melayani. Dengan dasar ketaatan pada gereja dan semangat gotong royong, mari kita jadikan tahun 2026 ini sebagai tahun yang penuh berkah bagi seluruh warga St. Stefanus.”


Satu Hati, Satu Langkah dalam Pelayanan.

Tongkat Estafet Pelayanan: Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) Ketua Lingkungan St. Stefanus Periode 2026-2028

Maguwo, 5 Januari 2026 – Suasana penuh kekeluargaan dan khidmat menyelimuti kediaman Bapak Paulus Wardana saat berlangsungnya acara serah terima jabatan (sertijab) kepengurusan Lingkungan St. Stefanus. Momen ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan lingkungan untuk masa bakti 2026-2028.

Apresiasi atas Pengabdian Bapak Frans Sarjiyana

Acara diawali dengan penyampaian kesan dan pesan dari Bapak Frans Sarjiyana, Ketua Lingkungan periode 2023-2025 yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Dalam sambutan yang menyentuh hati, beliau menyampaikan salam perpisahan sekaligus ungkapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh umat.

“Terima kasih atas segala bantuan, doa, dan kontribusi nyata seluruh warga St. Stefanus selama tiga tahun terakhir. Tanpa dukungan bapak, ibu, dan saudara sekalian, berbagai kegiatan lingkungan tidak akan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Bapak Frans.

Harapan Baru di Bawah Kepemimpinan Bapak Paulus Wardana

Acara dilanjutkan dengan sambutan perdana dari Ketua Lingkungan yang baru, Bapak Paulus Wardana. Beliau mengapresiasi dedikasi kepengurusan sebelumnya dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh umat melalui proses pemilihan.

Bapak Paulus menekankan pentingnya sinergi dan gotong royong dalam menjalankan amanah ini. Dalam visi ke depannya, beliau berkomitmen untuk:

  • Melanjutkan program dan kegiatan positif yang telah berjalan selama ini.
  • Menyusun perencanaan strategis untuk kegiatan lingkungan selama tiga tahun ke depan guna mempererat iman dan persaudaraan warga.
  • Memohon doa restu serta bantuan aktif dari seluruh warga agar tugas pelayanan ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menatap Masa Depan dengan Semangat St. Stefanus

Serah terima jabatan ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan simbol keberlanjutan pelayanan di ladang Tuhan. Dengan semangat pelindung lingkungan, St. Stefanus, diharapkan kepengurusan yang baru dapat membawa kesegaran dan semangat baru dalam bersekutu, berliturgi, dan mewartakan kasih di tengah masyarakat.


“Selamat bertugas kepada Bapak Paulus Wardana dan segenap pengurus periode 2026-2028, serta terima kasih yang tulus kepada Bapak Frans Sarjiyana atas dedikasi dan pengabdiannya.”

Harmoni Iman di Awal Tahun: Pelayanan Koor Lingkungan St. Stefanus

Minggu, 11 Januari 2026, umat di Lingkungan St. Stefanus berkumpul di Gereja Maria Bunda Allah. Kehadiran mereka kali ini adalah untuk memenuhi panggilan pelayanan melalui tugas koor.

Dengan balutan busana bernuansa putih yang melambangkan ketulusan hati, para anggota lingkungan mulai dari yang muda hingga lansia berkumpul bersama di depan altar untuk mempersembahkan pujian terbaik bagi Tuhan. Kehadiran setiap pribadi dalam foto ini bukan sekadar tentang harmoni suara, melainkan wujud nyata dari semangat persekutuan (koinonia) dan dedikasi dalam melayani umat.

“Bernyanyi adalah berdoa dua kali.” — St. Agustinus

“Terima kasih kepada seluruh warga Lingkungan St. Stefanus yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan suaranya. Semoga persembahan ini menjadi berkat bagi paroki kita dan kemuliaan bagi nama Tuhan.”.

Sampai jumpa di pelayanan berikutnya! Berkah Dalem..

#StStefanus #GerejaMariaBundaAllah #PelayananKoor #KatolikIndonesia #KebersamaanIman

Ibadat Sabda Lingkungan St. Antonius Padua Sembego

Kamis, 22 Januari 2026
Pemandu Ibadat          : Bapak Murdiyana
Bacaan Injil                   : Markus 3 : 7–12
Tema                             : “Diselamatkan oleh Belas Kasih”

Tempat                          : Rumah Bapak Puspito

Umat yang hadir          : 20 0rang

Dalam ibadat sabda lingkungan yang dilaksanakan pada hari Kamis, Bapak Murdiyana menyampaikan renungan berdasarkan bacaan Injil Markus 3:7–12 dengan tema “Diselamatkan oleh Belas Kasih”.

Renungan diawali dengan penjelasan singkat mengenai situasi dalam Injil, di mana Yesus diikuti oleh banyak orang dari berbagai daerah. Mereka datang dengan berbagai latar belakang dan persoalan hidup, terutama karena mereka percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan dan membebaskan dari penderitaan.

Bapak Murdiyana menekankan bahwa dalam perikop ini, Yesus tidak hanya tampil sebagai pengajar, tetapi sebagai pribadi yang penuh belas kasih, yang mau mendekati orang-orang sakit, lemah, dan terpinggirkan. Banyak orang yang sakit berdesakan ingin menyentuh Yesus, dan mereka yang kerasukan roh jahat pun disembuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan yang diberikan Yesus lahir dari belas kasih Allah, bukan karena jasa atau kelayakan manusia.

Iman sejati bukan sekadar pengakuan di bibir bahwa Yesus adalah Tuhan, melainkan wujud ketaatan dan kasih melalui teladan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Kita diundang untuk membangun relasi pribadi yang mendalam dengan Yesus sebagai Tuhan dan Sahabat, bukan sekadar datang untuk memanfaatkan kuasa-Nya demi kepentingan egois semata. 

Melalui kesabaran, kejujuran, dan pengampunan, kita dipanggil menjadi murid Kristus yang sungguh-sungguh mengenal dan mengikuti-Nya hingga akhir, membawa terang kasih-Nya melalui kesaksian hidup yang tenang namun mendalam.

Menurut teman-teman, tantangan terbesar apa yang sering kita hadapi dalam menunjukkan kasih Yesus melalui perbuatan nyata?

Renungan ditutup dengan ajakan agar umat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo semakin menjadi komunitas yang menghadirkan kasih, penerimaan, dan pengharapan bagi siapa pun yang membutuhkan.

https://youtu.be/_mjLTRmXzUc

Pelaksanaan Pelatihan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kegiatan Gereja

Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola administrasi dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran belanja gereja, Dewan Harian Stasi Maguwo menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) bagi seluruh kegiatan pelayanan yang menggunakan dana gereja.

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pengelolaan organisasi dan transparansi keuangan gereja, serta sebagai tindak lanjut pengembangan sistem administrasi yang diinisiasi oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Stasi Maguwo. Kegiatan pelatihan dipandu dan dibimbing oleh Bapak Yohanes Suyanto selaku Kepala Bidang Litbang dibantu Bapak Andreas Keso Muda.

Materi pelatihan difokuskan pada penyusunan LPJ yang tertib, sistematis, dan akuntabel, dengan penekanan pada pengembangan sistem LPJ berbasis digital. Inisiatif ini merupakan langkah penyesuaian terhadap perkembangan teknologi informasi, dengan tujuan untuk mempermudah proses penyusunan laporan, meningkatkan keteraturan administrasi, serta mendukung proses monitoring dan evaluasi oleh bendahara gereja secara lebih efektif dan efisien.

Penerapan sistem LPJ online ini dirancang tanpa mengubah substansi, maupun alur pelaporan yang selama ini telah berjalan, sehingga tetap sejalan dengan ketentuan dan kebiasaan administrasi gereja yang berlaku. Dengan demikian, proses transisi diharapkan dapat berjalan secara bertahap dan berkesinambungan.

Peserta pelatihan terdiri dari anggota Dewan Harian Stasi Maguwo, yang selanjutnya diharapkan mampu meneruskan pemahaman dan penerapan sistem penyusunan LPJ ini kepada para koordinator tim pelayanan (timpel) di masing-masing bidang dan lingkungan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan terwujud sistem pelaporan kegiatan dan keuangan gereja yang lebih tertib, transparan, akuntabel, serta mudah dalam pengelolaan dan pengawasan, guna mendukung pelayanan Gereja yang semakin profesional dan bertanggung jawab.

Bersatu dalam Iman: Sembayangan & Pertemuan PWK Lingkungan St Gabriel

Pada Kamis, 22 Januari 2026, Lingkungan St. Gabriel menyelenggarakan sembayangan rutin sekaligus pertemuan PWK (Paguyuban Warga Katolik) di rumah keluarga Ibu Watik. Acara dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 30 umat, terdiri dari orang tua, OMK, remaja, dan anak-anak. Kegiatan dipimpin oleh Ibu Rina, Ibu Jumadi, dan Sdri. Valen, berjalan dengan tertib dan khidmat.

Pertemuan diawali dengan pembayaran arisan dan iuran wajib, termasuk prolenan, APBU, Caos Dahar Romo, dan GKH Pendidikan. Setelah semua administrasi selesai, acara dilanjutkan dengan doa sembayangan, yang diikuti oleh seluruh umat dengan penuh khidmat, menciptakan suasana rohani yang hangat dan khusyuk.

Setelah doa, kegiatan berlanjut dengan laporan dari masing-masing seksi, yang menyampaikan perkembangan program dan kegiatan yang sedang berlangsung. Dilanjutkan dengan pengumuman lingkungan, memberikan informasi penting dan menguatkan koordinasi antarumat. Sembari mendengarkan pengumuman, umat menikmati snack dan minuman yang disediakan oleh tuan rumah, menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Acara resmi ditutup pukul 20.30 WIB. Keseluruhan kegiatan berlangsung dengan lancar, menunjukkan antusiasme umat dari berbagai kelompok usia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat persaudaraan, meningkatkan koordinasi, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam komunitas Lingkungan St. Gabriel.

Inventarisasi Aset Lingkungan St. Gabriel sebagai Langkah Awal Kepengurusan Baru

Sebagai langkah awal dalam memulai masa kepengurusan yang baru, Lingkungan St. Gabriel memandang perlu dilaksanakannya inventarisasi aset lingkungan. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengenali, mendata, dan menata kembali seluruh aset yang dimiliki, baik berupa sarana, prasarana, maupun sumber daya pendukung lainnya.

Inventarisasi aset ini menjadi fondasi penting bagi kepengurusan baru agar dapat bekerja secara terarah, transparan, dan berkelanjutan. Dengan data yang jelas dan terdokumentasi, setiap aset dapat dimanfaatkan secara optimal demi menunjang kegiatan lingkungan serta pelayanan kepada seluruh anggota.

Melalui proses ini, kepengurusan baru tidak hanya melanjutkan apa yang telah ada, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan tanggung jawab menjaga dan mengembangkan aset lingkungan. Diharapkan, inventarisasi ini menjadi awal yang baik bagi terciptanya tata kelola lingkungan yang tertib, akuntabel, dan semakin solid ke depannya.

Tahap awal pelaksanaan inventarisasi dimulai dengan pendataan seluruh aset, meliputi jenis inventaris dan lokasi penyimpanannya. Selanjutnya, pengurus mengambil aset yang selama ini disimpan di rumah umat dan mengumpulkannya di satu tempat untuk dilakukan pendataan ulang. Inventaris yang terkumpul kemudian dipilah, disortir, dan diberi label sesuai dengan kategori dan fungsinya. Proses ini bertujuan agar pengelolaan aset menjadi lebih tertib, sistematis, dan mudah diawasi. Setelah pendataan dan penyortiran selesai, inventaris diserahkan kepada masing-masing seksi sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya.

Selama pelaksanaan, seluruh pengurus melaksanakan kegiatan ini secara bersama-sama, saling membantu untuk memastikan setiap tahapan berjalan dengan lancar. Kegiatan inventarisasi ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi kepengurusan baru, sehingga pengelolaan aset Lingkungan St. Gabriel dapat dilakukan secara akuntabel, efisien, dan mendukung kelancaran seluruh kegiatan lingkungan.

Ibadat Rutin Lingkungan St. Gregorius Berlangsung Khidmat

Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan ibadat rutin lingkungan pada Kamis, 22 Januari 2026. Ibadat kali ini dilaksanakan di rumah Bapak Freddy dan berlangsung dengan penuh kekhusyukan serta semangat kebersamaan.

Kegiatan ibadat dihadiri oleh 27 umat dari berbagai usia. Kehadiran umat yang cukup banyak ini menjadi wujud nyata kebersamaan dan komitmen warga lingkungan dalam menjaga kehidupan iman melalui doa bersama.

Pada kesempatan ini, ibadat juga mendapat kunjungan dari Tim Pembangunan Renovasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA). Tim menyampaikan pemaparan singkat terkait tujuan renovasi gereja, rencana pelaksanaan, serta mekanisme pendanaan yang akan dilakukan secara bertahap.

Salah satu upaya pendanaan yang disosialisasikan adalah melalui penjualan kupon “Kemurahan Hati”, yang diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif seluruh umat dalam mendukung kelancaran renovasi gereja. Penjelasan tersebut disambut dengan antusias dan perhatian dari umat yang hadir.

Melalui ibadat rutin ini, umat tidak hanya dikuatkan secara rohani, tetapi juga diajak untuk ambil bagian dalam karya bersama membangun gereja sebagai rumah iman umat. Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong ini terus tumbuh dalam kehidupan Lingkungan St. Gregorius.

Pelayanan Lingkungan St. Gabriel: Among Tamu dan Hitung Kolekte

Pada Minggu, 18 Januari 2026, Lingkungan St. Gabriel melaksanakan tugas among tamu dan penghitungan kolekte pada Misa Minggu. Sebelum pelaksanaan, pengurus lingkungan telah melakukan koordinasi untuk menyusun daftar petugas, sehingga setiap anggota yang bertugas sudah siap saat hari H.

Para petugas hadir di gereja sejak pukul 06.00 WIB dengan pakaian rapi dan sopan. Petugas among tamu menyambut umat yang hadir, mempersilahkan mereka masuk, dan mengarahkan tempat duduk agar Misa berjalan tertib.

Sementara itu, petugas kolekte menyiapkan kantong kolekte, mengedarkan, dan mengumpulkannya selama perayaan.

Setelah Misa selesai, kotak kolekte yang sudah terkumpul dibawa ke ruangan bendahara oleh tim pamdal untuk dilakukan penghitungan. Petugas hitung kolekte dari lingkungan, berjumlah tiga orang, menghitung secara bersama-sama. Hasilnya kemudian diserahkan kepada bendahara stasi untuk dicek, dihitung ulang, dan dilaporkan.

Seluruh rangkaian tugas among tamu dan hitung kolekte berjalan dengan baik dan lancar, mencerminkan semangat kerjasama dan pelayanan anggota lingkungan dalam mendukung kelancaran Misa Minggu di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Sembayangan Perdana, Serah Terima Pengurus Lingkungan St. Gabriel, dan Sosialisasi Pembangunan Gereja GMBA Maguwo

Kamis, 8 Januari 2026, Lingkungan St. Gabriel mengawali tahun baru dengan sembayangan perdana di rumah Bapak Thobias, dimulai pukul 19.00 WIB. Sekitar 30 umat hadir, terdiri dari orang tua, remaja, dan anak-anak. Sembayangan dipimpin oleh Bapak Paul, Bapak Simbolon dan Sdr. Diego, berlangsung dalam suasana khidmat. Kegiatan ini menjadi momen doa bersama untuk memohon berkat di tahun baru serta mempererat kebersamaan umat Lingkungan St. Gabriel.

Setelah selesai doa, acara dilanjutkan dengan serah terima kepengurusan dari Ketua Lingkungan lama, Bapak Philipus Soejiwa Prasaja, kepada Ketua Lingkungan baru, Bapak Paulus Haryoko. Serah terima dilakukan melalui penandatanganan berita acara, penyerahan laporan keuangan, dan penyerahan cap lingkungan, sebagai simbol tanggung jawab resmi kepengurusan baru.

Dalam kesempatan itu, Ketua Lingkungan lama, Bapak Philipus Soejiwa Prasaja, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh umat atas kerja sama dan dukungan selama masa kepengurusannya. Beliau juga memohon maaf apabila selama pelayanan terdapat hal-hal yang kurang berkenan atau kesalahan yang dilakukan.

Selanjutnya, pertemuan dilanjutkan dengan sosialisasi pembangunan Gereja GMBA Maguwo, yang dipaparkan dengan rinci dan jelas oleh Bapak Andre dan Bapak Pangat. Umat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan gereja, karena gereja adalah milik bersama dan untuk masa depan anak cucu kita. Partisipasi dapat dilakukan melalui pembelian kupon atau sumbangan pribadi, dengan harga kupon Rp20.000 per lembar. Selain itu, setiap tiga bulan akan diadakan undian kupon sebagai bentuk apresiasi bagi umat yang berpartisipasi.

Kegiatan awal tahun ini menjadi momen penting untuk mempererat kebersamaan umat, memperkuat komitmen pengurus baru, dan mendukung pembangunan Gereja GMBA Maguwo demi keberlanjutan pelayanan dan iman umat Lingkungan St. Gabriel.