Menghitung Hari Menuju Sakramen Penguatan: Triduum I, Membuka Hati untuk Tujuh Karunia Roh Kudus

Semakin dekat, hari ini menandai langkah mantap bagi para calon penerima Sakramen Krisma. Gereja Paroki Maria Marganingsih Kalasan pada Senin, 1 September 2025 melaksanakan Triduum I yang bertempat di Gereja Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo. Kegiatan tersebut mengawali Triduum menuju penerimaan Sakramen Krisma yang akan dilangsungkan pada Sabtu, 6 September 2025 nanti. Sebagai pemandu, Bapak Felix Sukardi mengajak dan membimbing calon penerima sakramen krisma untuk memohon tujuh karunia Roh Kudus.

Apa itu Triduum?

Kata “Triduum” berasal dari bahasa Latin yang merupakan gabungan dari kata “tri-” yang berarti “tiga” dan “dies” yang berarti “hari”. Secara harfiah, Triduum bermakna “tiga hari” dan dalam konteks Gereja Katolik, Triduum merujuk pada tiga hari menjelang suatu perayaan penting yang dipenuhi dengan persiapan rohani. Pada konteks Sakramen Krisma, Triduum dimaknai sebagai tiga hari persiapan rohani bagi calon penerima sakramen untuk mempersiapkan hati sebelum menerima perutusan sebagai saksi Kristus melalui Sakramen Krisma. Triduum tersebut merupakan masa penting bagi para calon penerima Sakramen Krisma karena membantu para calon penerima sakramen untuk merenungkan makna Sakramen Krisma secara lebih dalam dan memohon bimbangan serta karunia Roh Kudus dalam hati mereka.

Pada Triduum I ini, fokus utama adalah membuka hati para calon penerima Sakramen Krisma dengan mendoakan Doa Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus (PS. 93). Sebagai pemandu, Bapak Felix Sukardi mengajak calon penerima sakramen untuk memohon kehadiran Roh Kudus agar menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan kehidupan masa kini. Tujuh Karunia Roh Kudus tersebut yaitu:
1. Roh Kebijaksanaan, agar dapat memandang berbagai hal dengan terang Illahi;
2. Roh Pengertian, dalam memahami kebenaran iman dalam keseharian;
3. Roh Nasihat, untuk membimbing menuju jalan hidup seturut kehendak Allah;
4. Roh Keperkasaan, agar senantiasa teguh dalam iman;
5. Roh Pengenalan akan Allah, supaya kian dekat dengan kemuliaan-Nya;
6. Roh Kesalehan, mohon hidup dalam kasih dan hormat kepada Allah;
7. Roh Takut akan Allah, agar senantiasa tunduk dalam kuasa dan kebesaran Allah.

Kegiatan Triduum I ini berperan penting dalam memantapkan hati para calon penerima sakramen karena Sakramen Krisma tidak sebatas sebagai tahapan dalam kehidupan Gereja Katolik, melainkan sebuah perutusan untuk menjadi Garam dan Terang di dunia.

Menghitung Hari Menuju Sakramen Krisma 2025

Kegiatan menuju Sakramen Krisma telah dimulai sejak Rekoleksi yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Syantikara Youth Center sebagai momen pembuka pembinaan rohani secara intensif dalam mempersiapkan calon penerima sakramen. Selanjutnya, rangkaian dilanjutkan dengan Penguatan oleh Romo Paroki, yakni Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., dan Ujian Tulis pada Minggu, 31 Agustus 2025. Rangkaian Triduum dilaksanakan pada 1-3 September 2025 untuk mempersiapkan batin para calon penerima Sakramen Krisma secara lebih matang. Selain itu, pada Rabu, 3 September 2025 turut dilaksanakan Pembekalan Wali Krisma. Puncaknya, yakni Penerimaan Sakramen Krisma yang dilaksanakan pada Sabtu, 6 September 2025 di GMBA Maguwo.


Seluruh rangkaian menuju penerimaan Sakramen Krisma dirancang untuk membekali calon penerima secara menyeluruh baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual agar siap menerima rahmat karunia besar dalam Sakramen Krisma. Semoga melalui rangkaian tersebut, para calon penerima Sakramen Krisma dapat melangkah dengan mantap sebagai Saksi Kristus yang penuh sukacita dan tanggung jawab. Mari kita turut menyongsong sukacita dan mendoakan para calon penerima Sakramen Krisma agar dapat mengikuti dengan baik dan menjadi garam dan terang dunia, mewartakan kasih Kristus di tengah keluarga, sekolah, lingkungan kerja, maupun masyarakat luas.

Dokumentasi kegiatan Triduum I Krisma 2025 dapat diakses melalui tautan berikut:

https://drive.google.com/drive/folders/1uNw2IZgCYmSK4NWIWsU9p0Bh2GMt2Uef

https://www.instagram.com/p/DOD8nvkkTmS/?img_index=9&igsh=bGc1Ymc3bXljOWE0

Persiapan Krisma 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Minggu, 31 Agustus 2025 menjadi momentum penting bagi para calon penerima Sakramen Krisma di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Sebagai bagian dari perjalanan rohani, mereka mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan yang menguatkan iman sekaligus memantapkan hati untuk menerima kepenuhan rahmat Roh Kudus.

Agenda pertama adalah Peneguhan oleh Romo Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan Pr, yang berlangsung pukul 10.00 – 11.30 WIB. Dalam suasana penuh doa dan keheningan, Romo menyapa para calon krismawan dan krismawati dengan kata-kata penguatan. Romo menegaskan kembali makna mendalam Sakramen Krisma, yakni anugerah Roh Kudus yang meneguhkan iman dan mengutus setiap orang untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat. Melalui pengajaran, doa, dan berkat, para calon Krisma diteguhkan agar semakin siap membuka hati bagi karya Roh Kudus yang hidup dan berkarya.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Ujian Tulis pada pukul 11.30 – 12.30 WIB. Ujian ini bukan sekadar evaluasi pengetahuan, melainkan juga kesempatan bagi para calon Krisma untuk merefleksikan pemahaman iman Katolik, ajaran Gereja, serta komitmen mereka dalam menghayati kehidupan Kristiani. Dengan demikian, mereka tidak hanya diperlengkapi secara intelektual, tetapi juga ditantang untuk menghidupi imannya dalam keseharian.

Melalui kedua agenda ini, para calon Krisma diajak untuk semakin menyadari bahwa penerimaan Sakramen Krisma bukan hanya sebuah ritual seremonial, melainkan sebuah panggilan untuk bertumbuh dewasa dalam iman, hidup dalam kasih, dan mewartakan Injil Kristus dengan kata serta perbuatan. Semoga Roh Kudus yang akan mereka terima kelak menjadi sumber kekuatan, peneguhan, dan sukacita dalam perjalanan hidup mereka sebagai bagian dari Gereja.

Bakti Liturgi JBS Joanes Bosco School di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Pada hari Minggu, 31 Agustus 2025, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo mendapat berkat istimewa melalui pelayanan bakti liturgi dari Joanes Bosco School (JBS). Dalam perayaan Ekaristi pagi ini, para siswa bersama para pendidik mempersembahkan talenta terbaik mereka untuk memuliakan Tuhan dan mendukung umat dalam doa serta pujian.

Koor yang dipimpin oleh Ibu Maria Verawati Alvares mengalun indah, mengangkat hati umat untuk semakin menghayati misteri Ekaristi Kudus. Suara nyanyian yang jernih dan penuh semangat iman berpadu dengan iringan musik ansambel yang dibimbing oleh Miss Desy, menghadirkan harmoni yang syahdu dan mendalam. Liturgi menjadi semakin hidup, khidmat, dan membawa umat masuk dalam suasana doa yang lebih dekat dengan Sang Sabda dan Tubuh Kristus.

Kehadiran JBS dalam bakti liturgi ini bukan hanya sebuah persembahan musik, melainkan juga ungkapan syukur dan kesaksian iman. Melalui nyanyian dan lantunan nada, mereka mewartakan kasih Allah serta mengajak umat untuk memuji dan memuliakan nama-Nya.

Semoga semangat pelayanan dari keluarga besar Joanes Bosco School ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mengabdikan talenta dan karya kita demi kemuliaan Tuhan dan pelayanan Gereja-Nya.


Kunjungan Tim Pelayanan PIUL Stasi Maguwo kepada Lansia Lingkungan St. Fransiskus Asisi


Hari ini, 30 Agustus 2025, Tim Pelayanan PIUL Stasi Maguwo kembali melaksanakan kunjungan kasih kepada para lansia. Kegiatan ini menjadi wujud nyata perhatian, kepedulian, sekaligus ungkapan syukur atas kehadiran para lansia yang telah menapaki perjalanan panjang dalam iman dan menjadi teladan bagi generasi penerus.

Dalam kesempatan tersebut, tim bersama dr. Dysi — seorang dokter sekaligus anggota OMK Stasi Maguwo — menyambangi:

  1. Bapak FX. Radjio (81 tahun) beserta istri tercinta, Ibu Th. M. Tri Nusaningsih.
  2. Ibu Henrica Soeratmi (91 tahun), yang meski telah lanjut usia tetap setia dan bersemangat dalam kehidupan beriman.

Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tercipta sejak awal kunjungan. Para lansia yang ditemui tampak begitu gembira dan bersyukur atas perhatian yang diberikan. Bahkan, suasana menjadi haru ketika dr. Dysi berbincang penuh kelembutan dengan Ibu Soeratmi, yang menyambutnya dengan wajah berseri dan hati penuh rasa syukur.

Kegiatan ini terlaksana berkat pendampingan langsung dari Bapak Franz Sarjiana selaku Koordinator Tim PIUL Stasi Maguwo. Hadir pula Bapak Sudiharto yang dengan telaten membantu pengecekan kesehatan para lansia, Ibu Munarti yang memimpin Doa untuk lansia,ibu Sudiharto dan Bpk/Ibu Rusdiyanto selaku Pendamping Keluarga Lingkungan St Fransiskus Asisi, serta Bapak Jondith, Ketua Lingkungan St. Fransiskus Asisi, yang turut serta menemani dan menyemangati para lansia di lingkungannya.

Bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar agenda pelayanan, melainkan kesempatan untuk merajut persaudaraan, meneguhkan iman, sekaligus belajar dari ketabahan dan kesetiaan para lansia. Mereka adalah pilar doa dan sumber inspirasi bagi seluruh umat.

Semoga melalui perhatian sederhana namun tulus ini, para lansia semakin merasakan kasih Tuhan yang nyata, dan semoga semangat pelayanan Tim PIUL Stasi Maguwo terus berkembang demi mendampingi para lansia dengan penuh cinta.

Tim Pendamping Iman Keluarga Stasi Maguwo Ikuti Seminar Keluarga Katolik dan Apostolik

Sleman, Yogyakarta – Tim Pendamping Iman Keluarga (PIK) dari Stasi Maguwo yang berjumlah 10 orang turut ambil bagian dalam seminar keluarga yang diselenggarakan oleh Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aveon Jogja dengan tema “Keluarga yang Katolik dan Apostolik”, menghadirkan Romo Erwin Santoso, MSF sebagai narasumber utama.

Seminar yang diikuti sekitar 200 peserta ini menghadirkan suasana hangat dan penuh antusiasme. Romo Erwin dikenal memiliki gaya penyampaian yang cerdas, ringan, serta diselingi humor segar sehingga peserta mudah menangkap inti pesan yang dibawakan.

Dalam paparannya, Romo Erwin menekankan delapan poin penting yang perlu dijalankan oleh keluarga Katolik, yakni:

  1. Keluarga sebagai Gereja Kecil
  2. Pendidikan iman yang berkelanjutan
  3. Kesetiaan dan Sakramen Perkawinan
  4. Menghidupi nilai apostolik
  5. Komunikasi dan kerja sama dalam keluarga
  6. Partisipasi aktif dalam keuskupan dan paroki
  7. Meneladani hidup para santo, santa, dan rasul
  8. Memahami iman dan memberi kesaksian

Selain itu, Romo Erwin juga mengingatkan pentingnya pendidikan iman bagi anak-anak. Menurutnya, orang tua memiliki kewajiban mendampingi serta menanamkan iman Katolik secara berkesinambungan, baik di lingkungan rumah tangga maupun dalam hidup menggereja.

“Pendidikan iman bukanlah tugas sekali jadi, melainkan perjalanan yang terus-menerus. Anak-anak perlu melihat teladan nyata dari orang tuanya, agar iman itu benar-benar hidup dalam keseharian,” ujar Romo Erwin dalam sesi seminar.

Seminar ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menjadi ajang penguatan bagi Tim Pendamping Iman Keluarga Stasi Maguwo. Dengan bekal materi yang diterima, mereka diharapkan semakin siap dalam mendampingi keluarga-keluarga Katolik agar semakin setia pada panggilan hidup beriman dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.

Pemilihan Ketua Dewan Pastoral Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam kehidupan Gereja Katolik, keterlibatan umat beriman menjadi bagian penting dalam membangun dan menghidupkan komunitas iman. Salah satu wujud nyata partisipasi tersebut tampak dalam struktur kepengurusan stasi, yaitu komunitas umat di tingkat lingkungan atau wilayah yang berada di bawah naungan paroki.

Pada hari minggu 24 Agustus 2025, umat Stasi Maguwo menggelar pemilihan Ketua Dewan Pastoral Stasi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan dan penggembalaan umat. Acara ini menjadi momen penting sekaligus sakral bagi seluruh umat karena tidak hanya memilih seorang pemimpin, tetapi juga seorang pelayan dan teladan iman.

Proses pemilihan diawali dengan doa bersama, memohon bimbingan Roh Kudus agar umat mampu menentukan pilihan yang bijak sesuai kehendak Tuhan. Suasana penuh persaudaraan semakin terasa ketika umat mendengarkan arahan dari Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr, selaku Pastor Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Dalam arahannya, Romo Dadang menegaskan bahwa seorang pemimpin Kristiani hendaknya rendah hati, mau bekerja sama, siap sakit hati, penuh kasih, serta berkomitmen pada tugas Gereja.

Pada pemilihan kali ini, umat stasi maguwo sudah mengantongi 3 nama kandidat Ketua Dewan Stasi, yaitu pada kandidat pertama ada Bapak Fransiskus Xaverius Dwi Istiya Rusiawan, kemudian yang kedua ada Bapak Yohanes Agung Prasetya Putra (sekaligus adalah Petahana), dan yang ketiga ada Bapak Yohanes Saptanto Sarwo Basuki. Merekalah orang-orang yang terpilih dan dipilih oleh umat stasi maguwo.

Setelah dilakukan penghitungan suara, ketua dewan stasi terpilih adalah Bapak Yohanes Agung Prasetya Putra, sebagai Ketua Dewan Pastoral Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo periode 2026 – 2028. Jabatan Ketua Stasi bukan hanya menjadi “pemimpin”, tetapi terutama seorang gembala kecil di tengah umat, yang membantu pastor paroki dalam mengkoordinasi kegiatan rohani maupun sosial, seperti perayaan liturgi, kunjungan pastoral, pelayanan kepada kaum miskin, dan pembinaan iman umat, kaum muda dan anak-anak. Tugas ini tentu tidak ringan, namun mulia, karena semuanya dijalankan demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan umat-Nya.

Momen pemilihan ketua dewan pastoral stasi ini juga menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin menyadari panggilan mereka sebagai Gereja yang hidup, di mana setiap orang mengambil bagian dalam perutusan Kristus. Dengan semangat kebersamaan, mereka percaya bahwa siapa pun yang dipilih adalah alat Tuhan yang diutus untuk membimbing dan menguatkan iman komunitas. Akhirnya, seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa dan harapan agar pemimpin baru mampu menjalankan tugasnya dengan rendah hati, penuh kasih, serta selalu mengandalkan kekuatan dari Tuhan.


https://www.instagram.com/komsosgmba?igsh=MTV0cmtoOHcwdHVucw==

Pengumpulan Bahan Daur Ulang sebagai Wujud Pengamalan Laudato Si


Maguwo, 24 Agustus 2025 – Ibu-ibu Stasi Maguwo bersama Tim Pelayanan KCLH kembali melaksanakan kegiatan pengumpulan Bahan Daur Ulang (BDU) pada sore hari ini. Kegiatan yang secara rutin dijalankan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan ajaran Laudato Si, ensiklik Paus Fransiskus tentang kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama.

Melalui gerakan sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin peka terhadap kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan kembali barang-barang yang bisa didaur ulang. Selain mengurangi sampah, hasil pengumpulan BDU juga menjadi sarana untuk mendukung berbagai kebutuhan pastoral di stasi.

Semangat kebersamaan ibu-ibu stasi dan timpel KCLH menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya sebatas wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata. Dengan langkah kecil yang dilakukan bersama, diharapkan tumbuh kesadaran ekologis yang semakin kuat di tengah umat, sehingga cita-cita “Gereja yang ramah lingkungan” dapat terus digelorakan.

Sehat Jiwa, Sehat Raga: Cek Kesehatan GMBA


24 Agustus 2025, di bawah naungan langit biru yang cerah, halaman Gereja Maria Bunda Allah pagi itu tidak hanya dipenuhi oleh doa dan puji-pujian, tetapi juga semangat pelayanan yang nyata. Pemandangan puluhan umat yang antusias berbaris rapi mengikuti cek kesehatan gratis. Ini adalah wujud nyata dari iman yang tidak hanya berdiam dalam hati, tetapi juga bergerak melayani sesama. Inisiatif ini digagas oleh  timpel kesehatan stasi maguwo dan didukung penuh oleh para tenaga medis dari rumah sakit Panti Rini yang bersedia menyumbangkan waktu dan keahlian mereka demi kesehatan umat maguwo.

Udara di sekitar gazebo terasa hangat, bukan hanya karena mentari, tetapi juga karena interaksi penuh keakraban. Umat dengan sabar menanti giliran untuk diperiksa tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Di sudut lain setelah pemeriksaan ada umat yang bertanya tentang kondisi kesehatannya. Kegiatan ini menciptakan suasana kekeluargaan yang erat, di mana setiap orang merasa dihargai dan diperhatikan. Lebih dari sekadar pemeriksaan medis, momen ini menjadi ajang silaturahmi, berbagi cerita, dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai anugerah Tuhan. Tidak lupa juga untuk berterimakasih kepada Panti Rini yang telah membantu cek kesehatan yang dihadiri 100 umat GMBA. Cek kesehatan gratis merupakan program unggulan yang diadakan rutin oleh tim kesehatan maguwo

Cek kesehatan gratis ini ditutup dengan senyum dan rasa syukur yang terpancar dari wajah setiap orang. Gereja Maria Bunda Allah sekali lagi membuktikan perannya sebagai pusat spiritual dan sosial yang peduli. Melalui kegiatan ini, pesan iman diterjemahkan menjadi tindakan nyata: bahwa cinta kepada Tuhan dan sesama adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus diadakan, menjadi jembatan antara kebutuhan fisik dan spiritual, serta menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi kasih dalam bentuk yang paling sederhana namun bermakna.

 

 

“Wujud Kasih dan Kepedulian: Stasi Maguwo Salurkan Bantuan kepada Warga Terdampak Bencana”


Minggu, 24 September 2025, Stasi Maguwo kembali menunjukkan kepedulian terhadap sesama dengan memberikan bantuan kepada tiga keluarga warga Lingkungan Santo Yusuf yang rumahnya terdampak angin puting beliung.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Ketua Stasi Maguwo, Bapak Agung, dan disaksikan oleh Ketua Bidang Kemasyarakatan, Bapak Al Bagio, serta Ketua Lingkungan Santo Yusuf, Bapak Sugeng.

Adapun penerima bantuan adalah:

  1. Yohanes Surahmin
  2. Theresia Ngatinem
  3. Christina Waliti

Melalui kegiatan ini, Stasi Maguwo berharap dapat meringankan beban keluarga terdampak serta memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas antarumat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu proses pemulihan dan menjadi wujud nyata kasih serta perhatian gereja terhadap umatnya.

“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi pengingat bahwa kita adalah satu keluarga dalam iman dan kasih,”

Stasi Maguwo berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan kepada umat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat dan musibah.

Sosialisasi BKSN 2025 di Stasi Maguwo


Jumat, 22 Agustus 2025, umat Stasi Maguwo berkumpul dalam suasana penuh sukacita untuk mengikuti sosialisasi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan umat agar semakin siap menyambut bulan yang secara khusus didedikasikan untuk mendalami dan menghidupi Sabda Tuhan.

Acara ini dihadiri oleh Bapak/Ibu Ketua Lingkungan (Kaling), para Pewarta Lingkungan, serta turut hadir pula Suster, yang memberikan dukungan penuh dan meneguhkan semangat kebersamaan. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan dan keseriusan umat dalam memahami pesan serta arah dasar pelaksanaan BKSN tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan tema besar BKSN 2025 beserta bahan pendalaman yang akan digunakan di lingkungan. Para pewarta juga mendapat pengarahan bagaimana menyampaikan bahan bacaan secara sederhana namun mendalam, sehingga umat dapat lebih mudah memahami isi Kitab Suci dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi ini bukan sekadar teknis penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan, dialog, dan pembekalan rohani bersama. Semua yang hadir diajak untuk menyadari bahwa Bulan Kitab Suci adalah kesempatan emas untuk menimba inspirasi hidup dari Sabda Allah, baik di tengah keluarga, lingkungan, maupun masyarakat luas.

Suasana pertemuan terasa hangat, akrab, dan penuh semangat sinodalitas—semangat berjalan bersama sebagai umat beriman. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh lingkungan di Stasi Maguwo siap melaksanakan rangkaian kegiatan BKSN 2025 dengan penuh antusias, sehingga Sabda Allah sungguh hidup dan bertumbuh di tengah umat.