Sabtu, 9 Agustus 2025, di Ruang Sekretariat Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) dilaksanakan kegiatan penting dalam rangka mempersiapkan peningkatan status dari stasi menjadi paroki administratif.
Kegiatan ini diawali dengan simulasi visitasi, sebagai bentuk persiapan menyeluruh sebelum tim penilai resmi hadir. Simulasi ini mempresentasikan seluruh poin yang akan ditinjau dalam proses visitasi, mulai dari data administrasi, kegiatan liturgi, pelayanan umat, program pastoral, hingga kondisi sarana dan prasarana. Presentasi disampaikan oleh Bapak Andreas Keso Muda dengan durasi kurang lebih 45 menit. Pemaparan ini memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi dan capaian GMBA selama ini, sekaligus menunjukkan kesiapan stasi untuk naik status menjadi paroki administratif.
klik “play” untuk melihat video
Setelah presentasi, Romo Antonius Dadang Hermawan Pr, memberikan sejumlah masukan yang sangat berharga. Salah satunya terkait video pembuka presentasi yang disarankan agar memuat cuplikan nyata kegiatan-kegiatan GMBA, sehingga audiens dapat langsung menangkap semangat dan dinamika hidup umat. Romo juga menegaskan beberapa poin penting yang perlu diperbaiki, baik dalam struktur maupun isi, supaya materi presentasi menjadi lebih sempurna, informatif, dan menarik saat dipaparkan di hadapan tim visitasi.
Usai sesi simulasi, kegiatan dilanjutkan dengan rapat pengajuan masterplan pembangunan dan pembahasan mengenai sumber pendanaan. Rapat ini dipimpin langsung oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, dan dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Harian Stasi GMBA serta panitia inti Tim Pembangunan. Dalam rapat ini dibahas berbagai hal strategis, mulai dari rancangan pembangunan jangka panjang, prioritas fasilitas yang harus direalisasikan terlebih dahulu, hingga rencana penggalangan dana yang transparan dan terukur.
Keseluruhan kegiatan hari itu menjadi langkah penting dalam perjalanan GMBA menuju status paroki administratif. Dengan kerja sama yang solid, masukan yang membangun, dan semangat pelayanan yang terus menyala, GMBA diharapkan semakin mandiri, berkembang, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh umatnya.
Minggu, 10 Agustus 2025, dua perwakilan Orang Muda Katolik (OMK) Maguwo—Dominic Atta dan Galang Tetasjuang—mengikuti kegiatan Pembekalan Orang Muda Peduli Lansia yang diadakan di Gereja Paroki St. Alfonsus de Liguori, Nandan. Acara ini merupakan program Komisi Lansia Kevikepan Yogyakarta Timur yang mengajak kaum muda untuk lebih peka, peduli, dan terlibat dalam pelayanan bagi para lansia di lingkungan Gereja.
Sejak pagi, peserta yang hadir langsung disambut hangat dan diberi snack untuk dinikmati sebelum acara dimulai. Tepat pukul 10.00 WIB, kegiatan dibuka oleh Romo Suparman. Setelah itu, Ibu Yulianti menyampaikan materi inspiratif yang mengajak orang muda untuk memahami peran penting mereka dalam merawat, menghormati, dan mengasihi lansia—baik dalam keluarga maupun kehidupan menggereja.
Memasuki sesi interaktif, peserta dibagi menjadi kelompok dan diajak bermain team building: menyusun puzzle bergambar gereja. Pada percobaan pertama, komunikasi dilarang—hasilnya puzzle tak juga jadi. Saat percobaan diulang dengan komunikasi diizinkan, puzzle langsung tersusun rapi, menjadi pelajaran nyata bahwa kerja sama dan komunikasi adalah kunci keberhasilan.
Setelah itu, tiap kelompok berdiskusi untuk merumuskan aksi nyata yang bisa dilakukan di paroki masing-masing demi meningkatkan kepedulian kepada lansia. Beberapa ide yang muncul antara lain kunjungan rutin, misa khusus lansia, senam sehat bersama, membantu mengantar ke gereja, hingga membiasakan menyapa dan memberi salam penuh kehangatan.
Anak-anak muda menunjukkan antusiasme luar biasa saat mempresentasikan hasil diskusi. Semua kelompok tampil percaya diri, termasuk Dominic Atta dan Galang Tetasjuang sebagai wakil OMK Maguwo.
Acara diakhiri pada pukul 13.00 WIB dengan doa penutup yang dipimpin kembali oleh Romo Suparman. Setelah itu, seluruh peserta menikmati makan siang bersama, mempererat kebersamaan yang telah terjalin sepanjang hari.
Pembekalan ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi orang muda untuk membawa kasih dalam tindakan nyata, sehingga hidup menjadi lebih bermanfaat—seperti semangat tema kegiatan: “Berteman Yuuk!!! Supaya hidup lebih bermanfaat”
Di penghujung acara, Romo juga berpesan agar OMK berkomitmen melaksanakan apa yang telah didiskusikan dengan bekerja sama atau bersinergi dengan Tim Pelayanan PIUL. Dengan demikian, keterlibatan OMK dalam mendukung para lansia di paroki akan semakin nyata dan terasa manfaatnya bagi seluruh umat.
Sabtu pagi, 9 Agustus 2025, semangat kebersamaan dan nasionalisme terasa begitu kental di halaman depan Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Dewan Stasi GMBA bersama masyarakat sekitar dari padukuhan karangploso bergotong-royong melakukan kerja bakti mengecat pos ronda yang berdiri tepat di depan gereja. Pos ronda yang sebelumnya terlihat kusam kini disulap menjadi lebih segar dan rapi, berkat sentuhan kuas dan cat dari tangan-tangan penuh semangat.
Kegiatan ini bukanlah aksi spontan, melainkan salah satu Program Garapan Sinergitas dan Kerja sama, serta Kebangsaan yang telah disusun oleh Dewan Stasi sejak awal tahun 2025. Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat tali persaudaraan, serta menghidupkan kembali budaya gotong-royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Melalui kerja bakti seperti ini, umat gereja dan warga sekitar diajak untuk turut peduli terhadap fasilitas umum dan lingkungan bersama.
Selain memberi manfaat langsung berupa perbaikan fasilitas, kegiatan ini juga memiliki makna simbolis yang kuat. Mengecat pos ronda di bulan kemerdekaan menjadi wujud nyata partisipasi Stasi GMBA dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Warna baru pada pos ronda diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara atau hiasan bendera, tetapi juga dengan aksi nyata yang membawa kebaikan bagi masyarakat.
Kerja bakti hari itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Tawa, canda, dan obrolan hangat mengiringi setiap sapuan kuas. Anak-anak ikut berlarian di sekitar, para bapak bekerja di bagian pengecatan tinggi, sementara ibu-ibu membantu menyiapkan minuman dan makanan ringan. Semua bersatu dalam satu tujuan: membangun lingkungan yang nyaman, indah, dan penuh rasa memiliki.
Dengan selesainya kegiatan ini, pos ronda tidak hanya tampil dengan wajah baru, tetapi juga menjadi simbol persatuan antara umat Stasi GMBA dan masyarakat sekitar. Semangat Garapan Kebangsaan diharapkan terus bergulir, menginspirasi berbagai kegiatan positif lainnya demi kemajuan bersama.
Pada hari Kamis 7 Agustus 2025 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus berkumpul di rumah Bapak Priyo untuk melaksanakan doa rutin lingkungan. Kegiatan ini dihadiri oleh 22 umat yang hadir dengan penuh semangat dan kekhidmatan. Doa dipimpin oleh Bapak Hery, yang memandu umat untuk bersama-sama memanjatkan pujian, syukur, serta doa permohonan kepada Tuhan.
Selain doa rutin, pertemuan kali ini juga diisi dengan sosialisasi pemilihan Ketua Dewan Stasi dan Ketua Lingkungan baru. Dalam sesi ini, umat diberikan informasi mengenai proses pemilihan, kriteria calon pemimpin, serta jadwal pelaksanaan pemilihan. Sosialisasi bertujuan agar umat semakin memahami perannya dalam menentukan pemimpin yang mampu melayani dengan penuh kasih, rendah hati, dan tanggung jawab.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Umat saling berbagi aspirasi dan harapan agar kepemimpinan yang terpilih nantinya dapat membawa Lingkungan Santo Petrus semakin maju dalam iman dan pelayanan. Pertemuan diakhiri dengan doa penutup, memohon berkat Tuhan atas proses pemilihan yang akan datang, agar berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang terbaik bagi umat.
Refleksi & Diskusi Lingkungan Yohanes Pembaptis – 7 Agustus 2025
Kamis malam, 7 Agustus 2025, keluarga-keluarga Lingkungan Yohanes Pembaptis berkumpul dalam suasana hangat dan penuh persaudaraan di rumah bapak Hardjito. Pertemuan kali ini mengangkat tema “Keluarga menumbuhkan dan mentradisikan kekatolikan dan semangat kerasulan“ yang mengajak umat merenungkan kembali makna janji perkawinan Katolik dan mengaitkannya dengan semangat Katakese Kebangsaan.
Diskusi diawali dengan pengingat bahwa janji perkawinan bukan hanya ikrar untuk saling setia, tetapi juga komitmen mendidik anak secara Katolik, membangun keluarga sebagai “Gereja mini”, dan menumbuhkan iman di rumah. Dari rumah yang beriman inilah lahir pribadi-pribadi yang siap melayani Gereja dan masyarakat.
Poin-poin penting yang dibahas meliputi:
Menumbuhkan dan mentradisikan kekatolikan dalam keluarga melalui doa bersama, misa, Kitab Suci, dan perayaan hari raya Gereja.
Semangat kerasulan — menjadi pewarta kasih Kristus melalui tindakan nyata di lingkungan, baik di Gereja maupun masyarakat luas.
Budaya srawung — perjumpaan interpersonal yang membangun persaudaraan dengan sesama umat dan masyarakat lintas agama, sebagai wujud nyata Katakese Kebangsaan.
Keterkaitan iman dan kebangsaan — keluarga Katolik bukan hanya membentuk anak beriman, tetapi juga warga negara yang menjunjung toleransi, menghargai keberagaman, dan peduli pada keadilan sosial.
Tantangan dan solusinya — mulai dari kesibukan, perbedaan pola didik, pengaruh lingkungan, hingga konflik rumah tangga; diatasi dengan komunikasi yang baik, pembiasaan doa, keterlibatan dalam komunitas, dan saling menguatkan dalam Tuhan.
Dalam suasana diskusi, umat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana iman Katolik yang hidup dapat menyatu dengan semangat kebangsaan. Seorang peserta menegaskan, “Kalau kita mau anak-anak kita jadi Katolik yang baik, mereka juga harus jadi warga negara yang baik. Iman dan cinta tanah air itu sejalan.”
Pertemuan ditutup dengan doa pengharapan, memohon agar Tuhan memberi kekuatan untuk setia pada janji perkawinan, mendidik anak dalam iman, serta menjadi keluarga yang membawa terang bagi Gereja dan bangsa.
National Catechesis Month – Families that Nurture and Hand Down Catholic Faith and the Apostolic Spirit
Reflection & Discussion – St. John the Baptist Community Gathering, August 7, 2025
On Thursday evening, August 7, 2025, the families of the St. John the Baptist Community gathered in a warm and fraternal atmosphere at the home of Mr. Hardjito. This meeting carried the theme “Families Nurturing and Preserving Catholicism and the Spirit of Apostleship”, inviting the faithful to reflect once again on the meaning of the Catholic marriage vows and to connect it with the spirit of National Catechesis.
The discussion began with a reminder that the marriage vow is not merely a pledge to remain faithful to one another, but also a lifelong commitment to raise children in the Catholic faith, to build the family as a “domestic church,” and to nurture faith at home. From such faith-filled homes emerge individuals ready to serve both the Church and society.
Key points discussed included:
Nurturing and preserving Catholic traditions in the family through regular prayer, attending Mass together, reading Scripture, and celebrating the liturgical feasts at home.
The spirit of apostleship — being witnesses of Christ’s love through concrete actions in both Church and community life.
The culture of srawung — interpersonal encounters that foster fellowship with fellow Catholics and people of other faiths, as a living expression of National Catechesis.
The connection between faith and patriotism — a Catholic family not only forms children in faith but also as responsible citizens who value tolerance, respect diversity, and care for social justice.
Challenges and solutions — from busy schedules, different parenting styles, outside influences, to family conflicts; these can be overcome through open communication, regular prayer, active involvement in the community, and mutual encouragement in the Lord.
During the discussion, participants shared real-life experiences on how a living Catholic faith can be united with a spirit of patriotism. One participant affirmed, “If we want our children to be good Catholics, they must also be good citizens. Faith and love for the nation go hand in hand.”
The gathering concluded with a prayer of hope, asking God for strength to remain faithful to marriage vows, to raise children in faith, and to be families that bring light to both the Church and the nation.
“From faithful Catholic families come citizens of faith, compassion, and readiness to serve.”
Sakramen Baptis adalah gerbang utama menuju kehidupan Kristiani dalam Gereja Katolik. Melalui baptisan, seseorang dibersihkan dari dosa asal dan menjadi anggota resmi dalam Tubuh Kristus, yakni Gereja. Sakramen ini bukan sekadar upacara simbolis, melainkan sebuah peristiwa rohani yang mendalam, di mana Allah sendiri menyentuh dan menguduskan hidup seseorang.
Dalam tradisi Katolik, baptisan biasanya diberikan kepada bayi, sebagai tanda bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang mendahului usaha manusia. Namun, orang dewasa yang belum dibaptis juga dapat menerima sakramen ini setelah menjalani masa katekumenat, yaitu masa persiapan dan pendalaman iman. Air yang dicurahkan ke atas kepala atau dengan cara pencelupan menjadi lambang pembersihan rohani, sekaligus tanda kehidupan baru dalam Kristus.
Baptis juga menyatukan kita dengan misteri wafat dan kebangkitan Kristus. Melalui baptisan, kita mati terhadap dosa dan bangkit menjadi ciptaan baru. Oleh karena itu, setelah dibaptis, seseorang dipanggil untuk hidup dalam terang Kristus, menjadi murid yang setia, serta terlibat dalam kehidupan Gereja dan masyarakat dengan kasih, pengharapan, dan iman.
Sakramen ini menunjukkan kasih Allah yang tak terbatas, yang menyambut setiap orang tanpa syarat. Dalam keluarga Katolik, momen baptisan menjadi saat sukacita dan harapan, ketika seorang anak atau orang dewasa diterima secara penuh dalam komunitas iman, siap untuk berjalan bersama Kristus sepanjang hidupnya.
Baptis bayi di Minggu I bulan Agustus 2025 ini diterimakan oleh romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. Selamat menjadi anggota gereja Katolik anak Francis Rivaille Risardi, bertumbuhlah dalam iman akan Yesus Kristus.
Pertemuan rutin Lingk. Antonius dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Juli 2025 pada pukul 19.30 di rumah Bapak Yosep. Tidak hanya pertemuan rutin, namun kegiatan juga diisi dengan acara mendoakan arwah ayahnda dari Bapak Yosep, yang 2 tahun lalu dipanggil Tuhan. Pertemuan diawali dengan sembhayangan yang dipimpin oleh Bapak Mikhael Purwanto dilanjutkan gendu-gendu rasa membicarakan pergantian Ketua Dewan Stasi.
Bukan sekedar panggilan, namun menjadi ajang yang seru dan pendorong agar semakin dekat dengan Yesus melalui firman-Nya. Siapa bilang membaca Kitab Suci itu susah?? baca Kitab Suci mudah asal membaca dengan sepenuh hati yaaa
Hari Minggu, 27 Juli 2025, tim Lektor GMBA mengadakan lomba Lektor lhooo. Lomba ini di ikuti oleh 25 peserta dengan 2 kategori yaitu kategori dewasa dan kategori remaja serta 3 dewan juri yaitu Bapak Ignatius Sunaryo, Suster Bernadeta Nunur, RMI, dan Ibu A. Eddayari Yuliantiningsih.
It’s not just a simple calling — it’s an exciting moment and a great push to get closer to Jesus through His Word. Who says reading the Bible is hard?? It’s not difficult if you read it wholeheartedly!
On Sunday, July 27, 2025, the GMBA Lectors Team held a Lector Competition! This event was joined by 25 participants in two categories: adult and youth. The competition was judged by three esteemed jury members: Mr. Ignatius Sunaryo, Sister Bernadeta Nunur, RMI, and Ms. A. Eddayari Yuliantiningsih.
Sebelum lomba di mulai, ada sambutan dari Bapak Yohanes Agung Prasetya selaku Ketua Dewan Stasi dan Mbak Caroline Denis Noverly sebagai Ketua Lomba Lektor kali ini. Lalu ada peraturan yang dijelaskan oleh Ibu Vera dan di bantu dengan Tian untuk teknis lomba Lektor. Lomba ini juga di selingi oleh ice breaking dengan menggunakan gerak dan lagu “Happy ya ya ya”, “KASIH” dan “Aku Cinta Yesus” dengan penuh antusias dan agar tidak ngantuk xixixixiii…
Before the competition began, opening remarks were delivered by Mr. Yohanes Agung Prasetya as the Head of the Stasi Council, and Miss Caroline Denis Noverly as the Head of the Competition. The rules were then explained by Mrs. Vera, assisted by Tian who handled the technical side of the competition. The event also featured some fun ice-breaking activities with action songs like “Happy Ya Ya Ya,” “KASIH,” and “Aku Cinta Yesus” — full of enthusiasm and perfect to keep everyone awake and energized, xixixixiii…
Bacaan yang dibacakan dipilih random dengan mengambil 1 kertas yang berisikan 1 pilihan acak dari 3 pilihan bacaan. Lomba Lektor berjalan dengan lancar dan tentunya para peserta memiliki suara dan gaya membaca yang unik dan beragam lhoo… keren keren deh pokoknyaa!! Setelah semua selesai membaca kita adakan sesi foto peserta sebagai kenang kenangan dan apresiasi karena sudah mengikuti lomba dengan baikk.
Each reading passage was chosen randomly by drawing one slip of paper containing one of three possible Scripture readings. The competition ran smoothly, and each participant showcased their own unique voice and reading style — it was super impressive all around!
After all participants had read, we had a photo session to commemorate the moment and to appreciate everyone for joining the competition wholeheartedly.
hohohooo akhirnya waktu yang di tunggu tunggu yaitu makan sianggg sambil nunggu juri selesai menilai karena proses penilaian cukup lama. Makan siang kali ini dengan soto yang enakk.
Hohohooo, finally the moment everyone had been waiting for — lunchtime! While waiting for the judges to finalize their scores (which took quite a while), we enjoyed a delicious bowl of soto. Yum…
Selesai makan, akhirnya pengumuman juara nihhh, pengumuman juara dibacakan oleh dewan juri yaitu Bapak Sunaryo. Juri mengambil 3 pemenang dengan kategori dewasa dan 3 pemenang dari kategori remaja. Pemenang Kategori Dewasa : juara 1 : Sisilia Maria Magdalena linkungan Paulus Juara 2 : Paulus Supit lingkungan Gregorius Juara 3 : Maria Septia Lingkungan Petrus
Pemenang Kategori Remaja Juara 1 : Benecdito Deva lingkungan Bartholomeus Juara 2 : Eufrasia Lauda lingkungan Fransiskus Asisi Juara 3 : Joachim Nuansa lingkungan Maria Assumpta
After lunch, it was time to announce the winners! The results were read out by the jury, Mr. Sunaryo. There were three winners selected in each category.
Adult Category Winners:
Sisilia Maria Magdalena (Paulus community)
Paulus Supit (Gregorius community)
Maria Septia (Petrus community)
Youth Category Winners:
Benecdito Deva (Bartholomeus community)
Eufrasia Lauda (Francis of Assisi community)
Joachim Nuansa (Maria Assumpta community)
Selamat yaa untuk para pemenang!!! Untuk yang belum menang jangan berkecil hati yaa, tetap semangat melayani Tuhan dengan sepenuh hati.
Sampai Jumpa di Lomba Lektor selanjunyaa Tuhan memberkati bye byeee
Congratulations to all the winners!!! For those who didn’t win this time, don’t be discouraged — keep serving the Lord with all your heart.
See you at the next Lector Competition! God bless you all. Bye byeeee……
Pada malam yang penuh semangat pelayanan, Sabtu, 27 Juli 2025, telah dilaksanakan rapat persiapan visitasi kanonik di Ruang Sekretariat Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Rapat ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam rangka meningkatkan status GMBA dari stasi menjadi Paroki Administratif, sesuai harapan dan dinamika pertumbuhan umat yang semakin hidup dan berkembang.
Maguwo, July 27, 2025
On a night filled with the spirit of service, Saturday, July 27, 2025, a preparatory meeting for the canonical visit was held at the Secretariat Room of Maria Bunda Allah (GMBA) Church in Maguwo. This meeting marks an important first step in the effort to elevate GMBA’s status from a sub-parish (stasi) to an Administrative Parish, in response to the growth and vibrancy of the community.
Rapat dipimpin oleh Dewan Stasi bersama para ketua bidang. Agenda utama membahas secara mendalam tiga unsur penting yang akan menjadi perhatian dalam visitasi, yakni:
Tata Penggembalaan Meliputi pelayanan rohani umat, kegiatan liturgi, pendampingan kategorial (anak, remaja, OMK, keluarga, lansia), serta pembinaan iman umat. Dalam sesi ini juga didiskusikan langkah-langkah penguatan komunitas basis gerejani dan program pembinaan berkelanjutan.
Tata Kelola Harta Benda Gereja Mencakup pengelolaan aset gereja, keuangan, transparansi laporan keuangan, serta perencanaan pembangunan sarana dan prasarana ke depan. Evaluasi juga dilakukan terhadap tata tertib penggunaan fasilitas gereja dan pemeliharaan lingkungan.
Tata Kelola Administrasi Fokus pada struktur organisasi stasi, dokumentasi kegiatan, pengarsipan surat dan laporan, serta pemutakhiran data umat. Hal ini menjadi penting sebagai indikator kesiapan kelembagaan dalam menjalankan fungsi administratif paroki.
The meeting was led by the Stasi Council, along with heads of ministry sectors. The main agenda focused on discussing three key components that will be assessed during the visit:
Pastoral Stewardship This includes spiritual ministry for the faithful, liturgical activities, pastoral care for various groups (children, teens, youth, families, elderly), and ongoing faith formation. The session also discussed strengthening small Christian communities and sustainable pastoral programs.
Asset and Property Management Covering church asset stewardship, financial management, transparency in financial reporting, and planning for future infrastructure development. The team also evaluated policies regarding facility usage and environmental maintenance.
Administrative Governance Focusing on organizational structure, documentation of activities, archiving official correspondence and reports, as well as updating the parishioners’ data. This area is key in demonstrating institutional readiness for administrative responsibilities.
Dalam rapat tersebut juga ditetapkan Penanggung Jawab dan PIC (Person In Charge) untuk masing-masing bidang yang akan mempersiapkan bahan presentasi, dokumen pendukung, serta mendampingi tim visitator saat kunjungan. Visitasi dari Keuskupan Agung Semarang ini direncanakan akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2025.
The meeting also finalized the Persons in Charge (PIC) and coordinators for each area, who will be responsible for preparing presentations, supporting documents, and accompanying the visitation team. The canonical visitation from the Archdiocese of Semarang is scheduled to take place on August 20, 2025.
Semangat kebersamaan, keterbukaan, dan kerinduan umat untuk menjadi paroki mandiri sungguh terasa dalam rapat ini. Harapannya, seluruh umat GMBA dapat mengambil bagian dalam proses ini, baik melalui dukungan moral, keterlibatan aktif, maupun semangat untuk terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan.
A strong sense of unity, openness, and longing to become an independent parish was felt throughout the meeting. It is hoped that all members of the GMBA community will take part in this process—through moral support, active involvement, and a renewed commitment to grow in faith and service.
Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh umat GMBA, agar proses visitasi ini dapat berjalan lancar dan membuahkan hasil yang terbaik demi kemuliaan Tuhan dan pertumbuhan Gereja kita tercinta. Kiranya Roh Kudus sendiri yang menuntun setiap langkah kita dalam perjalanan iman ini.
We sincerely ask for the support and prayers of the entire GMBA community, so that this visitation process may go smoothly and bear the best fruits for the glory of God and the growth of our beloved Church. May the Holy Spirit guide every step of our journey in faith.
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kasih, karena atas rahmat dan penyelenggaraan-Nya, Timpel PIOD ( Pendamping Iman Orang Dewasa ) GMBA, dibawah Bidang Pewarta melaksanakan kegiatan Sarasehan Keluarga Stasi Santa Maria Bunda Allah – Maguwo dapat terselenggara dengan penuh sukacita dan kekeluargaan pada hari Sabtu, 26 Juli 2025, bertempat di Erista Garden, Pakem.
Acara ini mengambil tema yang sangat relevan dan menyentuh, yaitu: “Taman Eden di Rumah: Menciptakan Surga Kecil dalam Keluarga Katolik”. Sebuah tema yang tidak hanya memberi inspirasi, tetapi juga menjadi pengingat penting bagi seluruh umat, bahwa keluarga adalah ladang pertama dan utama dalam menanam, menumbuhkan, serta merawat cinta kasih Kristiani.
Sarasehan ini dihadiri oleh para keluarga dari berbagai lingkungan di Stasi Maguwo, dengan suasana yang hangat, penuh semangat, dan kebersamaan yang terasa sangat kental. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga menjadi sarana rekreasi rohani bersama keluarga tercinta, di tengah padatnya rutinitas dan tantangan zaman.
Kami merasa sangat diberkati karena pada kesempatan ini, hadir dua narasumber luar biasa yang memberikan pencerahan dan motivasi mendalam.
Romo Dr. Ag. Tri Edi Warsono, Pr., seorang imam dan akademisi yang memberikan refleksi teologis yang sangat menyentuh tentang makna keluarga sebagai “Gambaran Taman Eden” masa kini—sebuah tempat di mana cinta Allah dinyatakan dan dihidupi secara nyata.
Ibu F. Netty Kuswandari, S.Pd., M.Si., seorang pendidik sekaligus praktisi keluarga, yang membagikan banyak tips dan pengalaman praktis mengenai bagaimana menciptakan suasana rumah yang penuh kasih, komunikasi yang sehat, serta membina relasi yang harmonis antara suami, istri, dan anak-anak dalam terang iman Katolik.
Kegiatan ini dibalut dengan berbagai sesi interaktif seperti diskusi kelompok, tanya jawab, sharing pengalaman antar keluarga, serta games ringan yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Semua itu mempererat rasa persaudaraan dan meneguhkan kembali komitmen umat untuk menjadikan keluarga sebagai “Gereja Mini” yang hidup, berkembang, dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
Tak lupa, keindahan alam Erista Garden yang sejuk dan menenangkan menjadi pelengkap sempurna bagi acara ini. Alam yang terbuka mengajak setiap peserta untuk kembali merefleksikan keindahan ciptaan Tuhan, serta mengingatkan bahwa keharmonisan dalam keluarga pun adalah bagian dari kehendak Allah untuk menciptakan dunia yang lebih baik, dimulai dari rumah.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para narasumber, seluruh panitia, para peserta, serta semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini. Semoga sarasehan ini membawa buah yang nyata dalam kehidupan keluarga-keluarga Katolik, dan menjadi benih bagi tumbuhnya keluarga-keluarga kudus yang diberkati dan menjadi berkat.
Stasi Santa Maria Bunda Allah – Maguwo “Bersama Keluarga, Membangun Surga Kecil di Dunia”