SOSIALISASI TIM PASTORAL (PENDAMPING) KELUARGA LINGKUNGAN-TPKL 2025

Tim Pendamping Keluarga Lingkungan merubah nama menjadi Tim PASTORAL KELUARGA LINGKUNGAN, mencoba untuk makin membumikan tugas pelayannya, menjadi bukan saja pendamping namun lebih sebagai pendengar dan motor bagi keluarga-keluarga Katolik. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan Minggu 7 Maret 2025, pkl 09.30-12.00wib, merupakan kegiatan tahunan TPKS Maguwo untuk meggerakan sekaligus meberikan gambaran tentang bagaimana, apa saja tugas pelayanan Tim Pastoral Paroki, karena dirasa saat ini banyak TPKL yang belum memahami hal tersebut. Ketua Lingkungan se stasi juga dihadirkan sebagai mitra TPKL dalam menjalankan tugas pelayanannya, karena peristiwa dalam keluarga di tinggakt lingkungan Ketua pasti juga harus mengetahui. Tugas pendampingan bukan hanya menyasar keluarga yang sedang bermasalah namun lebih mengutamakan menjadi motor penggerak bagi keluarga-keluarga katholik di lingkungan. Romo Fransiskus Anggras Prijatno, MSF dan Bapak Y. Edy Setyoharjo KP sebagai Ketua dan Wakil Ketua *Komisi Keluarga Kevikepan Jogjakarta Timur sebagai nara sumber memberikan materi tentang struktur oragnisasi TPKL dari tingkat kevikepan hingga lingkungan, selain itu juga disamapaiakn trik dan solusi bagaiman pendekatan terhadap keluarga yang sedang bermasalah. Hadir kurang lebih 50an peserta ,anjadikan acar berjalan 2 jam tanpa terasa. Banyak umat yang bertanya namun karena waktu terbatas 2 jam tidak bisa terjawab semuanya. Kita nantikan seri pertemuan selanjutnya bersama nara Romo Anggras dkk.

Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan Santo Stefanus bulan Februari 2025

Pada hari Minggu, tanggal 16 Februari 2025, Paguyuban Ibu-ibu Lingkungan Santo Stefanus kembali mengadakan kegiatan rutin bulanan yang bertempat di kediaman Ibu Hendrik Legoh. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan.

Acara dimulai dengan doa Rosario yang dipimpin secara bergiliran oleh anggota, sebagai bentuk ungkapan syukur dan permohonan berkat bagi keluarga serta lingkungan. Doa bersama ini menjadi momen penguatan iman dan sarana mempererat tali persaudaraan antar ibu-ibu di lingkungan.

Setelah doa Rosario, dilanjutkan dengan kegiatan menabung serta simpan pinjam yang merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi kecil bagi anggota. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kemandirian finansial dan memperkuat solidaritas antar sesama anggota paguyuban.

Selain kegiatan rutin tersebut, pertemuan kali ini juga membahas persiapan tugas penting lingkungan, yaitu “caos dhahar Romo” yang dijadwalkan pada tanggal 2 Maret 2025. Para ibu secara bersama-sama menyusun pembagian tugas, mulai dari konsumsi, perlengkapan, hingga koordinasi dengan pihak gereja. Diskusi berlangsung aktif dan penuh semangat, menunjukkan komitmen dan tanggung jawab para ibu dalam mendukung kegiatan lingkungan dan paroki.

Pertemuan ditutup dengan ramah tamah dan santap bersama, mencerminkan semangat kasih, kebersamaan, dan pelayanan yang menjadi ciri khas Paguyuban Ibu-ibu Lingkungan Santo Stefanus.

Semoga semangat pelayanan dan persaudaraan ini terus tumbuh dan menjadi berkat bagi semua.

Pelatihan Kontributor Lingkungan bagi web GMBA

Tim Pelayanan Lit-Bang GMBA, Minggu 9 Februari 2025, dimulai pkl 18.30wib, dalam rangka meningkatkan partisipasi lingkungan dalam mewartakan sekaligus mempublikasikan kegiatan di semua lingkungan GMBA, mengadakan pelatihan bagaimana memposting berita kegiatan lingkungannya. Para sekretaris lingkungan diharapkan menjadi ujung tombak kontribusi bagi berita-berita terkini di tingkat lingkungan seperti sembahyangan, ziarek, misa ujub dan lain sebagainya.

Syukur atas Pengharapan Iman dalam Kebersamaan: Kunjungan Kasih Lingkungan St. Clara

Semangat Adven menggugah komitmen Lingkungan St. Clara untuk merayakan iman dalam kebersamaan dan pengharapan. Sebagai bentuk implementasi dari komitmen Adven Natal, pada Senin, 27 Januari 2025 Lingkungan St. Clara mewujudkan rasa syukur atas pengharapan iman dengan mengadakan anjangsana ke Panti Werdha St. Monika LKS LU Santa Monika Yayasan Brayat Pinuji di Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo. Lingkungan St. Clara hendak berbagi kasih dan kebahagiaan bersama para lansia sekaligus mempererat tali persaudaraan dalam semangat solidaritas dan pelayanan.

Lingkungan St. Clara dengan semangat bertolak menuju Kulon Progo bersama-sama menggunakan armada 6 mobil dan 1 pick up. Setibanya di Panti Werdha St. Monika, Lingkungan St. Clara disambut dengan hangat oleh pengelola Panti Werdha St. Monika, Sr. M. Florentine, OSF. Bapak Rinto, selaku ketua lingkungan, menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan ini, diikuti dengan doa untuk mengucap syukur serta nyanyian untuk menciptakan suasana hangat nan penuh harapan. Umat lingkungan berinteraksi dengan para lansia dengan berbagi cerita, canda tawa, serta memberikan dukungan moral dan spiritual. Tak lupa, umat lingkungan turut berjoget bersama untuk menambah keceriaan dan semangat para lansia.

Sebagai bagian dari kebersamaan, diadakan sesi hiburan dipandu oleh Ibu Woro dan Ibu Amy yang melibatkan para lansia dalam berbagai aktivitas seperti membaca puisi, bernyanyi sambil berjoget, menjawab kuis, atau berbagi kisah hidup mereka. Para lansia yang berani unjuk gigi mendapatkan hadiah dari umat Lingkungan St. Clara sebagai bentuk apresiasi dan kegembiraan bersama. Meskipun sederhana, kebersamaan ini sangat menyentuh para lansia dan menggugah semangat hidup dalam Kristus. Pada akhir acara, Lingkungan St. Clara tak lupa menyerahkan tanda cinta kasih dan solidaritas misi berupa bahan makanan, kebutuhan mandi dan cuci, serta dana dukungan bagi panti sebagai wujud kepedulian terhadap para penghuni panti. Kegiatan kunjungan di Panti Werdha St. Monika ditutup dengan menyanyikan lagu “Mama”, suasana penuh haru dan hangat menjadi penutup kegiatan yang sangat indah.

Setelah kunjungan ke Panti Werdha, rombongan Lingkungan St. Clara melanjutkan perjalanan rohani dengan mengunjungi Gua Maria Jatiningsih untuk berdoa dan merenungkan kasih Tuhan. St. Clara berdoa rosario bersama dan dilanjutkan dengan makan bersama di Gua Maria Jatiningsih. Umat Lingkungan St. Clara juga mengunjungi Gua Maria Jurang Metes untuk menyapa Maria dan menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi kasih, tetapi juga memperkuat iman serta kebersamaan antarumat dalam lingkungan St. Clara. Anak-anak, OMK, dewasa, hingga lansia di Lingkungan St. Clara berdinamika dan bergembira bersama dalam kegiatan ini. Semoga semangat kebersamaan dan pelayanan ini terus terjaga dalam setiap langkah hidup kita.

Bank Daur Ulang GMBA Kumpulkan 3,051 Ton Sampah Anorganik di 2024

Meski baru memulai perjalanannya selama setahun, Bank Daur Ulang GMBA berhasil mengumpulkan sampah anorganik yang dapat didaur ulang sebanyak 3.051,8 kg sepanjang tahun 2024. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya umat GMBA untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menjalankan Ajaran Sosial Gereja.

Dampak krisis ekologi semakin mengancam kehidupan manusia. Di Yogya sendiri, persoalan sampah terus mengemuka sejak pemerintah memutuskan menutup TPA Piyungan karena sudah tidak bisa menampung sampah.

Dengan kondisi ini, Ajaran Sosial Gereja mengenai kesadaran merawat dan menjaga Bumi sebagai rumah kita bersama menjadi kian relevan. Seruan Paus Fransiskus yang termuat dalam ensiklik Laudato Si tersebut mengajak komitmen dan keterlibatan semua pihak untuk mengatasi krisis ekologi yang terjadi.

Sebagai bentuk gerakan kolektif umat GMBA menjawab seruan Bapa Suci, Bank Daur Ulang GMBA memulai kegiatan pada Januari 2024. Setiap bulan pada minggu ke-2 dan ke-4, umat dapat mengumpulkan sampah anorganik seperti kertas, plastik, logam, kaca, dan minyak jelantah ke gereja. Semua bahan daur ulang ini kemudian diambil mitra pengepul dan diteruskan ke tempat-tempat daur ulang.

Paguyuban Ibu-Ibu Stasi memilah botol plastik dari Rumah Botol di gereja

Selain itu, Bank Daur Ulang GMBA juga menyediakan dua “Rumah Botol” yang terletak di halaman depan dan belakang gereja. Kehadiran Rumah Botol ini diharapkan dapat melatih umat terbiasa memilah sampah anorganik, dimulai dari botol plastik bekas minuman. Saat Rumah Botol sudah penuh, Paguyuban Ibu-Ibu Stasi akan mengosongkannya, memisahkan tutup serta label kemasan dari botol, sehingga botol plastik dapat memperoleh harga yang lebih tinggi dari mitra pengepul.

Kegiatan Bank Daur Ulang GMBA selalu diinformasikan melalui pengumuman di gereja dan koordinator masing-masing lingkungan. Berkat upaya ini, puji Tuhan kegiatan Bank Daur Ulang mendapat respons yang cukup positif. Hingga Desember 2024, sudah 15 lingkungan dari 17 lingkungan yang berpartisipasi mengumpulkan bahan daur ulang.

Sepanjang tahun 2024, Bank Daur Ulang GMBA berhasil mengumpulkan lebih dari 3 ton sampah anorganik untuk didaur ulang. Total keseluruhan sampah anorganik yang dikumpulkan mencapai 3.051,8 kg, terdiri dari 1.632,65 kg kertas, 772 kg plastik, 291,4 kg logam, 150,95 kg kaca, 171,5 kg jelantah, dan 33,3 kg sampah anorganik kategori lainnya (oli bekas, televisi, lampu LED).

Seluruh pengelola Bank Daur Ulang GMBA berharap di tahun 2025 semakin banyak umat yang terlibat dalam kegiatan ini, sehingga menjadi bagian solusi permasalahan sampah di Yogya dan Bumi terjaga kelestariannya. Ayo pilah sampah dari rumah, dan setorkan ke Bank Daur Ulang GMBA setiap minggu ke-2 atau ke-4 di gereja!

Pertemuan Pengurus Lingkungan Santo Stefanus Stasi Maria Bunda Allah Maguwo Paroki Marganingsih Kalasan

Pada tanggal 15 Januari 2025, pengurus Lingkungan Santo Stefanus Stasi Maria Bunda Allah Maguwo Paroki Marganingsih Kalasan mengadakan pertemuan penting di rumah Bapak Franz Sarjiyana, Ketua Lingkungan Santo Stefanus. Pertemuan ini dihadiri oleh 13 orang pengurus lingkungan dan bertujuan untuk membahas program kerja Lingkungan Santo Stefanus sepanjang tahun 2025. Berbagai rencana kegiatan yang berfokus pada spiritualitas, pelayanan, dan tanggung jawab sosial di gereja dan masyarakat sekitar dibahas dengan penuh semangat.
Agenda Pertemuan
Pertemuan dimulai dengan sambutan dari Bapak Franz Sarjiyana, yang mengingatkan para pengurus tentang pentingnya kerjasama dan koordinasi dalam menjalankan program kerja lingkungan. Pada kesempatan ini, berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2025 dibahas secara mendetail, dan setiap pengurus diberikan penjelasan mengenai peran serta tanggung jawabnya dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
Program Kerja Lingkungan Santo Stefanus 2025
1. Ibadat Lingkungan Salah satu agenda utama yang dibahas adalah ibadat lingkungan, yang menjadi bagian penting dari kehidupan rohani di Lingkungan Santo Stefanus. Ibadat lingkungan diharapkan menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta menjadi bentuk ungkapan syukur dan doa bagi kelestarian alam.
2. Misa Lingkungan Program kerja lainnya adalah misa lingkungan yang akan dilaksanakan secara rutin. Misa lingkungan menjadi kesempatan untuk memperdalam iman sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antar anggota lingkungan.
3. Tugas-Tugas Rutin di Gereja Stasi Pengurus lingkungan juga membahas tugas-tugas rutin yang harus dijalankan di Gereja Stasi Maria Bunda Allah, seperti:
o Koor: Melaksanakan tugas sebagai koor dalam misa-misa yang diadakan di gereja.
o Among Tamu: Menyambut dan melayani tamu yang datang ke gereja.
o Scanner: Menyediakan layanan scan bagi umat yang membutuhkan.
o Jaga Teks Misa: Mengelola dan menjaga kelancaran pelaksanaan teks misa.
o Tata Bunga: Bertanggung jawab atas penataan bunga di gereja, menciptakan suasana yang indah dan penuh berkat.
o Koor Wilayah: Mengorganisir koor di tingkat wilayah untuk misa dan kegiatan lainnya.
4. Kegiatan-Kegiatan Spesial Selain kegiatan rutin, pengurus juga merencanakan berbagai kegiatan spesial untuk tahun 2025, yang diharapkan dapat memperkuat solidaritas umat, serta mengembangkan kehidupan spiritual mereka. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:
o Bulan Maria dan Bulan Rosario: Menjadi waktu khusus untuk mendoakan dan merayakan kedekatan umat dengan Bunda Maria.
o Ruwahan: Merayakan tradisi budaya lokal yang menggabungkan doa untuk leluhur dengan kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
o Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN): Mengadakan kegiatan yang berfokus pada pembacaan dan pemahaman Kitab Suci secara lebih mendalam.
o Aksi Puasa Pembangunan (APP): Melakukan aksi sosial dan penggalangan dana untuk mendukung pembangunan dan kegiatan sosial di gereja serta masyarakat.
Penutupan
Pertemuan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pengurus. Doa ini tidak hanya untuk keberhasilan program kerja yang telah direncanakan, tetapi juga untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh umat di lingkungan Santo Stefanus, agar setiap kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan berkat bagi semua.
Dengan semangat yang tinggi dan komitmen yang kuat, para pengurus Lingkungan Santo Stefanus berharap program-program yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik, membawa manfaat bagi jemaat, dan semakin mempererat hubungan antar sesama umat di Paroki Marganingsih Kalasan.

Suasana Pertemuan Pengurus Lingkungan Santo Stefanus

Kursus penulisan Konten Web

Kursus penulisan konten web ini adalah untuk memberikan bekal bagi beberapa ketua atau perwakilan paguyuban untuk bisa menjadi admin dalam web GBM. Mereka menjadi admin atau editor yang bertugas untuk membuat, menulis, dan bahkan bisa meng edit apa yang ada didalm web GBM sesuai dengan bidang paguyuban yang mewakilinya.

pelatihan ini sangat penting dan sangat bermanfaat.

terima kasih( dalam rangka praktek)