Doa Rosario dan Katekese Lingkungan St. Petrus: “Menjadi Apostolik”

Pada hari Kamis, 22 Mei 2025, umat Lingkungan St. Petrus berkumpul dalam semangat kekeluargaan untuk berdoa bersama dalam doa Rosario dan mendalami iman melalui katekese. Kegiatan ini dilangsungkan di rumah Ibu Tris, yang terletak di Nanggulan, dan dimulai pukul 19.00 WIB.

Meskipun malam itu diguyur hujan, antusiasme umat tidak surut. Sebanyak 14 umat hadir, menunjukkan semangat kebersamaan dan iman yang teguh. Doa Rosario dipimpin oleh Ibu Merry, yang membimbing umat dengan penuh kesungguhan dan kelembutan hati dalam setiap peristiwa yang direnungkan.

Setelah Rosario, acara dilanjutkan dengan sesi katekese yang dibawakan oleh Ibu Maya. Topik katekese malam itu adalah “Menjadi Apostolik”, sebuah tema yang mengajak umat untuk merenungkan dan memahami salah satu ciri Gereja yang kudus: sifat apostolik. Ibu Maya menjelaskan bahwa menjadi apostolik berarti melanjutkan misi para rasul, yaitu mewartakan Injil dan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Umat diajak untuk menyadari peran mereka sebagai pewarta kabar baik di tengah masyarakat, dengan tindakan nyata dalam kasih dan pelayanan.

Suasana hangat dan penuh semangat terasa sepanjang acara. Diskusi berlangsung aktif, dan umat saling berbagi pandangan serta pengalaman hidup beriman yang memperkaya satu sama lain.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali persaudaraan antarumat di lingkungan, tetapi juga memperdalam penghayatan iman Katolik. Semangat apostolik yang dikobarkan malam itu diharapkan terus menyala dalam kehidupan sehari-hari seluruh umat St. Petrus.

Doa Rosario Lingkungan Santo Petrus dan Katekese Mei: Menjadi Katolik

Pada hari Kamis, 15 Mei 2025, umat Lingkungan Santo Petrus berkumpul di rumah Bapak Bayu untuk melaksanakan Doa Rosario dan Katekese Mei yang bertemakan Menjadi Katolik. Meskipun hujan mengguyur dengan cukup deras, semangat umat untuk hadir dan berdoa bersama tetap tinggi. Tepat pukul 19.00, acara dimulai dengan penuh kekhusyukan.

Doa Rosario dipimpin oleh Ibu Wiwid yang dengan penuh penghayatan memandu setiap peristiwa Rosario. Para umat yang hadir mengikuti doa dengan khidmat, menyatukan hati dalam untaian doa kepada Bunda Maria. Hujan yang turun seakan menjadi latar alamiah yang menambah kehangatan dalam kebersamaan.

Setelah Doa Rosario, acara dilanjutkan dengan Katekese yang dibawakan oleh Bapak Heri. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Heri menjelaskan makna menjadi seorang Katolik yang sejati, termasuk pentingnya hidup dalam iman, harapan, dan kasih. Para umat yang hadir tampak antusias mendengarkan dan berdiskusi, menambah wawasan tentang penghayatan iman Katolik.

Acara ini dihadiri oleh 12 orang umat yang dengan penuh semangat dan sukacita mengikuti seluruh rangkaian doa dan katekese. Walaupun cuaca kurang bersahabat, kekhusyukan doa dan kebersamaan yang terjalin tidak berkurang sedikit pun.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, memohon berkat dan perlindungan Tuhan bagi seluruh umat Lingkungan Santo Petrus. Semoga semangat berdoa dan memperdalam iman semakin tumbuh dalam setiap hati umat.

Paskahan Wilayah Sang Timur : Bersama Kembali ke Jalan Allah

Senin, 12 Mei 2025 – Suasana hangat, meriah, dan penuh sukacita terpancar dari area dalam dan halaman Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo saat umat Wilayah Sang Timur berkumpul untuk merayakan Paskahan bersama. Acara yang digagas oleh Orang Muda Katolik (OMK) Wilayah Sang Timur ini berlangsung dari pukul 17.00 hingga 20.30 WIB, dengan mengangkat tema “Berkelana: Bersama Kembali ke Jalan Allah”.

Ramainya Umat yang hadir mengikuti Paskahan Wilayah Sang Timur

Acara Paskahan tahun ini tak sekadar menjadi momentum sukacita atas kebangkitan Kristus, tetapi juga menjadi momen penyatuan umat dari empat lingkungan di bawah naungan Wilayah Sang Timur: Lingkungan St. Bartholomeus, Lingkungan St. Gregorius, Lingkungan St. Stefanus, dan Lingkungan St. Antonius. Semua bersatu dalam semangat kebersamaan, memperkuat iman, dan saling berbagi kasih dalam perayaan penuh makna ini.

Keceriaan Hadiah dan Sukacita Anak-anak

Keceriaan Seluruh Umat Wilayah Sang Timur

Keceriaan tak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang hadir. Panitia telah menyiapkan parcel Paskah khusus bagi anak-anak, berisi aneka makanan ringan, minuman ringan, yang dibungkus dengan menarik dan kids friendly. Sementara itu, acara doorprize menjadi momen yang dinanti-nanti oleh seluruh umat. Hadiah yang beragam – mulai dari peralatan rumah tangga hingga bingkisan menarik – yang dibagikan di depan panggung yang telah disiapkan di area dalam Gereja.

Sambutan Hangat dari Para Pemimpin Wilayah

Suasana syukur dan persaudaraan semakin terasa saat para tokoh wilayah memberikan sambutan. Mikael Purwanto, perwakilan dari Stasi, membuka acara dengan ucapan terima kasih dan ajakan untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam hidup menggereja. “Paskah bukan sekadar perayaan, tetapi sebuah perjalanan spiritual untuk kembali menapaki jalan Allah,” ujarnya penuh semangat.

Apresiasi dari panitia untuk Stasi GMBA Maguwo

Dilanjutkan dengan sambutan dari Mbak Dysi, Ketua OMK Wilayah Sang Timur, yang dengan antusias menyampaikan apresiasi kepada seluruh OMK yang telah bekerja keras mempersiapkan acara. “Ini bukti nyata bahwa OMK tidak hanya aktif, tapi juga kompak, solid, dan kreatif. Semangat ini harus terus dijaga,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah.

Sambutan ketua OMK Wilayah Sang Timur

Tak ketinggalan, Bu Lia selaku Ketua Wilayah Sang Timur juga menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan aktif seluruh lingkungan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya semangat ‘berkelana bersama’ sebagai panggilan untuk terus bertumbuh dalam iman dan pelayanan. “Dengan cinta dan kebersamaan, kita kembali ke jalan-Nya,” tuturnya.

Renungan yang Menyentuh Hati “Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup”

Puncak spiritualitas acara diisi oleh renungan Paskah yang dibawakan oleh dua prodiakon, Pak Paul dan Pak Tri Mulyono. Renungan malam itu mengangkat bacaan Injil dari Yohanes 14:1–6, di mana Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.”

Dengan refleksi yang mendalam, keduanya mengajak umat untuk memahami bahwa dalam hidup yang penuh tantangan dan pencarian, Yesus adalah satu-satunya jalan menuju pengharapan dan keselamatan. “Kadang kita merasa bingung, lelah, atau tersesat. Tapi Yesus sudah menunjukkan bahwa Dia adalah jalan yang pasti, jalan yang benar, dan hidup yang sejati,” ujar Pak Prodiakon, menguatkan umat yang hadir.

Renungan oleh prodiakon

Pak Paul menambahkan, “Berkelana dalam hidup iman memang tidak selalu mudah, tapi selama kita berjalan bersama Tuhan, kita tidak pernah benar-benar sendirian.” Suasana hening, penuh permenungan, menyelimuti ruangan saat umat merenungkan sabda tersebut dalam hati mereka masing-masing.

Sesi Ice Breaking & Quiz TTS : Gelak Tawa yang Mencairkan Suasana

Keseruan ice breaking yang membuat suasana lebih “hidup”

Usai renungan yang mendalam, suasana kembali cair dan penuh gelak tawa melalui sesi ice breaking yang dipandu oleh Pak Arif. Dengan caranya yang humoris dan energik, Pak Arif mengajak umat untuk bergerak bersama dalam permainan interaktif dan penuh tawa. Anak-anak, remaja, hingga para orang tua larut dalam permainan seru yang memecah keheningan, membangun kembali semangat dan energi menjelang acara puncak.

Umat dengan semangat mengikuti ice breaking

Permainan sederhana namun kreatif seperti “siapa cepat dia dapat”, dan “TTS (Teka Teki Silang)” membuat seluruh hadirin terlibat dan saling mengenal satu sama lain dengan cara yang menyenangkan. Tidak hanya menghibur, sesi ini juga mempererat kebersamaan lintas usia.

Pentas Seni: Ungkapan Iman Melalui Kreativitas

Acara puncak malam itu adalah pentas seni antar lingkungan, sebuah pertunjukan yang menunjukkan betapa iman bisa diekspresikan secara kreatif dan menyenangkan. Empat lingkungan tampil dengan ciri khas dan kekayaan budaya masing-masing, menciptakan suasana yang semarak sekaligus menyentuh.

  • Lingkungan Stefanus membuka panggung dengan tembang Mocopat, membawakan lantunan puisi Jawa yang sarat makna spiritual. Suasana menjadi syahdu, mengingatkan umat akan kearifan lokal yang berpadu dengan nilai iman Katolik.
  • Lingkungan Gregorius menyuguhkan tari tradisional yang dinamis, diikuti dengan sesi menyanyi dan joget bareng yang membuat seluruh hadirin ikut bergoyang. Keceriaan menjalar ke seluruh ruangan, menghapus sekat antar generasi.
  • Lingkungan Antonius memukau penonton dengan tari balet yang anggun, dilanjutkan dengan gerak dan lagu yang menggemaskan. Penampilan ini berhasil membangkitkan rasa bangga akan keberagaman bakat anak-anak lingkungan.
  • Lingkungan Bartholomeus menutup pentas dengan drama musikal bertema kebangkitan dan tari tradisional penuh semangat. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tapi juga menyampaikan pesan rohani yang mendalam.

Setiap penampilan mendapat apresiasi luar biasa dari umat yang hadir. Tidak sedikit yang mengabadikan momen-momen tersebut melalui kamera ponsel mereka, menciptakan kenangan indah yang akan terus diingat.

Penutupan yang Mengharukan: “Kemesraan Ini Janganlah Cepat Berlalu”

Menjelang akhir acara, seluruh umat diajak menyanyikan lagu “Kemesraan” bersama-sama. Yang istimewa, seluruh lampu gereja dimatikan, dan hanya cahaya dari lampu-lampu handphone yang menerangi ruangan. Suasana menjadi begitu haru dan syahdu. Dalam balutan cahaya temaram, umat bergandengan tangan, menyanyikan lirik demi lirik dengan penuh perasaan. Momen ini menjadi penutup yang sempurna — mengikat kembali rasa cinta dan persaudaraan di antara umat Wilayah Sang Timur.

Suasana syahdu malam itu

Suksesnya Paskahan sebagai Buah Kebersamaan

Paskahan Wilayah Sang Timur tahun 2025 ini bukan hanya sekadar acara tahunan. Ia telah menjadi panggung kebersamaan, ruang pertumbuhan iman, dan bukti nyata bahwa ketika umat bersatu, segala hal menjadi mungkin. Keberhasilan acara ini tak lepas dari kerja keras OMK Wilayah Sang Timur, yang tidak hanya menunjukkan kapasitas organisasi mereka, tetapi juga kedewasaan iman yang terus bertumbuh.

Tim Konsumsi dengan sabar mempersiapkan konsumsi untuk semua hadirin

Dengan tema Berkelana: Bersama Kembali ke Jalan Allah, umat diajak tidak hanya merayakan Paskah secara lahiriah, tetapi juga menghayatinya sebagai perjalanan rohani bersama. Dalam canda, tawa, haru, dan doa, mereka kembali menemukan Tuhan dalam kebersamaan, dalam seni, dan dalam setiap wajah sesama.

OMK Wilayah Sang Timur

Semoga semangat Paskah ini terus menyala dalam kehidupan umat Wilayah Sang Timur — menuntun langkah mereka untuk terus berkelana bersama Tuhan, hari demi hari.

Bincang Sehat Gereja St. Maria Bunda Allah

Minggu, 11 Mei 2025

Di era serba cepat ini, saat semua serba online dan sibuk mengejar target harian, ada satu hal penting yang sering terlupakan: ingatan itu sendiri. Mulai dari lupa naruh kunci, lupa bawa dompet, sampai lupa kenapa tadi berdiri depan kulkas—banyak dari kita yang menganggap itu hal biasa. Tapi… benarkah semua itu cuma “pelupa wajar”?

Hari ini, Tim Pelayanan Kesehatan Gereja St. Maria Bunda Allah di bawah naungan Bidang Kemasyarakatan, mengajak kita untuk tidak lagi menyepelekan gejala tersebut lewat acara Bincang Sehat dengan tema:
“Pentingnya Deteksi Dini Dimensia atau Pikun.”

Karena dimensia bukan sekadar bagian dari proses menua. Ia adalah kondisi serius yang memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, berkomunikasi, bahkan melakukan aktivitas sehari-hari. Dan justru karena itu, deteksi dini sangat penting—agar kita bisa menyiapkan perawatan, pendampingan, dan dukungan yang terbaik sejak awal.


Acara ini dipandu oleh sosok berpengalaman dan komunikatif, dr. Tri Djoko Endro Susilo, SpPK, yang akan menjadi moderator dalam menggali informasi dari narasumber utama kita : dr. Lothar Matheus M. V., Sp.N., seorang dokter spesialis Neurologi dari RS. Siloam yang membagikan pengetahuan, pengalaman, sekaligus tips-tips penting dalam mengenali dan menghadapi dimensia dengan bijak dan penuh empati.

Yang membuat acara ini semakin istimewa adalah kehadiran teman-teman mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang tengah menyusun tugas akhir tentang keberagaman hidup beragama. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa ruang dialog antariman dan pendidikan bisa berjalan harmonis dan saling memperkaya.

Para peserta pun hadir dengan wajah cerah, hati yang senang, dan rasa penasaran yang tinggi. Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan:
“Ini aku cuma pelupa atau perlu periksa?”
“Apa tanda-tanda awal dimensia?”
“Bagaimana cara merawat orang terdekat yang mulai mengalami penurunan daya ingat?”

Pertanyaan itu muncul bukan karena takut, tapi karena peduli. Karena sehat bukan hanya tentang bebas dari penyakit, tetapi juga tentang menjaga kejernihan pikiran, kualitas hidup, dan martabat di usia lanjut.

Dan hari ini, kita belajar bersama:
Bahwa mengingat itu bukan sekadar fungsi otak—tapi juga bagian dari jati diri, hubungan sosial, dan makna kehidupan itu sendiri.

Semoga setiap informasi hari ini menjadi berkat bagi kita semua, untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Tuhan memberkati.


materi bisa di download pada link dibawah ini.

Indahnya Persaudaraan Dalam Keberagaman

PERAYAAN EKARISTI – MINGGU PRAPAASKAH IV – MINGGU PANGGILAN
11 Mei 2025

Kebersamaan dalam perbedaan menjadi nyata dalam Perayaan Ekaristi Minggu Prapaskah IV – Minggu Panggilan yang diselenggarakan di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo pada 11 Mei 2025. Perayaan ini dipimpin oleh Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr., dan dimeriahkan oleh koor para suster dari tiga tarekat religius: Dominikan – Ordo Praedicatorum (OP), Servarum Spiritus Sancti (SSpS), dan Religius Maria Imakulata (RMI), yang bersama-sama mengangkat puji-pujian dalam keindahan liturgi yang khusyuk dan menggugah.

Dalam homilinya, Rm. Antonius berbagi kisah panggilan hidupnya. Ia menceritakan bagaimana benih keinginannya menjadi imam sempat memudar di masa remaja karena banyaknya kegiatan bersama teman-temannya. Namun, Tuhan memiliki cara-Nya sendiri. Sebuah peristiwa kecelakaan membuatnya harus banyak beristirahat di rumah, dan justru di situlah ia menemukan kembali suara panggilan Tuhan yang lama terpendam. Dalam keheningan dan permenungan, ia diteguhkan hingga akhirnya ditahbiskan menjadi imam. Kisah ini menjadi pengingat bahwa panggilan Tuhan bisa tumbuh bahkan dari peristiwa yang tak terduga.

Perayaan ini semakin istimewa dengan hadirnya tujuh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mereka mengikuti misa dalam rangka Observasi Kegiatan Moderasi Beragama. Di akhir misa, mereka diperkenalkan kepada umat oleh Rm. Antonius dan disambut dengan tepuk tangan meriah sebagai tanda penerimaan yang hangat.

Usai perayaan, suasana persaudaraan begitu terasa. Para mahasiswa berfoto bersama Romo dan para suster, serta menyapa umat satu per satu dalam suasana akrab dan damai. Momen ini menjadi cerminan nyata dari indahnya persaudaraan dalam keberagaman, di mana perbedaan keyakinan tidak menjadi tembok, melainkan jembatan kasih dan pengertian.

Terima kasih kepada Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. yang telah membuka pintu Gereja dan hati bagi para mahasiswa UIN, serta kepada Dewan Pastoral Stasi Maguwo yang turut memfasilitasi. Kehadiran para mahasiswa ini menjadi simbol harapan: bahwa masa depan Indonesia bisa dibangun di atas pondasi keharmonisan, keterbukaan, dan saling menghargai antar umat beragama.

Aksi Sosial Lingkungan St. Yusup Sambilegi Kidul

Paskahan Bersama di Makam Modinan

Minggu, 20 April 2025

Dalam semangat pelayanan dan kasih, Lingkungan St. Yusup Sambilegi Kidul mengadakan kegiatan aksi sosial dalam bentuk Paskahan Bersama Para Tukang Gali Kubur di Makam Modinan. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Lingkungan, Bapak Antonius Sugeng Riyadi, dan diisi dengan pemberian bantuan berupa uang tunai dan paket sembako kepada para tukang gali kubur yang mayoritas berprofesi sebagai buruh harian lepas.

 

Doa Rosario dan Katekese Mei: Yubileum Komunitas Pengharapan di Lingkungan Santo Petrus

Pada hari Kamis, 8 Mei 2025, di rumah Bapak Agus Marjuni, berlangsung kegiatan doa Rosario dan katekese dalam rangka Yubileum Komunitas Pengharapan di lingkungan Santo Petrus. Acara ini dipimpin oleh Ibu Enni dan dihadiri oleh 13 orang yang merupakan bagian dari komunitas dan warga lingkungan setempat.

Kegiatan diawali dengan doa Rosario bersama yang dipimpin oleh Ibu Enni. Doa Rosario merupakan rangkaian doa yang terdiri dari doa-doa pokok, yaitu Doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan. Selama doa Rosario, umat diajak untuk merenungkan peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus Kristus dan Bunda Maria, sekaligus mempersembahkan doa syukur dan permohonan bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.

Setelah doa Rosario, acara dilanjutkan dengan katekese yang berfokus pada tema Yubileum Komunitas Pengharapan. Yubileum merupakan momen khusus untuk memperbarui iman dan mempererat tali persaudaraan dalam komunitas. Dalam suasana penuh kekeluargaan, peserta berbagi cerita tentang pengalaman iman dan pengharapan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.

Acara berlangsung dengan penuh hikmat dan kekeluargaan. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan intensi doa pribadi, sehingga suasana menjadi semakin hangat dan penuh dengan rasa kebersamaan. Beberapa peserta juga menyampaikan kesan dan harapan mereka terhadap komunitas, agar semakin berkembang dan semakin dekat dengan Tuhan.

Pada akhir acara, Bapak Agus Marjuni selaku tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dan mengharapkan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk komitmen iman dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dalam doa dan persekutuan mampu memperkuat iman dan semangat persaudaraan di antara umat. Yubileum Komunitas Pengharapan di Lingkungan Santo Petrus diharapkan menjadi titik awal bagi kebangkitan iman yang lebih kokoh dan solidaritas yang lebih kuat di tengah masyarakat.

Semoga semangat pengharapan dan kasih terus tumbuh di dalam komunitas ini dan menjadi teladan bagi lingkungan lainnya.

Habemus Papam! Bapa Paus Leo XIV

Dari Chicago ke Tahta Suci: Jejak Panjang Pelayan Tuhan

Setelah beberapa kali cerobong Kapel Sistina menghembuskan asap hitam—tanda bahwa para kardinal belum mencapai kesepakatan— Dengan kawalan “penjaga udara” burung camar yang selalu setia berada di depan cerobong, akhirnya pada 8 Mei 2025, langit Roma disambut asap putih yang mengepul dari Kapel Sistina.
Habemus Papam! Dunia Katolik bersukacita: seorang Paus baru telah terpilih.

Cerobong Kapel Sistina mengeluarkan asap putih

Sorak haru dan tepuk tangan membahana memenuhi Lapangan Santo Petrus, yang telah dipadati umat dari berbagai penjuru dunia. Suasana penuh kegembiraan dan kelegaan mengalir tak hanya di Vatikan, tetapi juga menjalar luas melalui media sosial—Habemus Papam pun segera menjadi trending topic global.

Dari antara para kardinal, terpilihlah Kardinal Robert Francis Prevost asal Amerika Serikat. Ia menerima panggilan luhur ini dan memilih nama Paus Leo XIV, menandai awal babak baru dalam sejarah Gereja Katolik.

Berikut adalah profil singkat beliau.

Nama Lengkap dan Asal Usul
Paus Leo XIV lahir dengan nama Robert Francis Prevost di Chicago, Amerika Serikat, pada 14 September 1955. Selain berkewarganegaraan Amerika, beliau juga menjadi warga negara Peru—negara yang begitu membentuk iman dan panggilannya sebagai gembala umat.

Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat terpilih menjadi Paus dan memilih nama Paus Leo XIV

Seorang Paus dari Ordo Agustinian
Beliau merupakan anggota Ordo Santo Agustinus (O.S.A.), sebuah komunitas religius yang mengutamakan hidup bersama, pencarian akan kebenaran, dan pelayanan kasih. Semangat Agustinian senantiasa membentuk cara berpikir dan memimpinnya.

Latar Belakang Akademik yang Kuat
Paus Leo XIV meraih gelar sarjana matematika dari Villanova University, melanjutkan studi teologi di Chicago, dan kemudian memperoleh lisensiat serta doktorat dalam hukum kanonik dari Universitas Angelicum di Roma.

Misionaris yang Mencintai Akar Rumput
Sejak 1985 hingga 1998, beliau melayani sebagai misionaris di Peru—menjadi kanselir keuskupan hingga pemimpin seminari. Dalam masa itulah, hatinya benar-benar tertambat pada kehidupan umat sederhana dan pelayanan pastoral yang nyata.

Pemimpin Tertinggi Ordo Agustinus
Dari tahun 2001 hingga 2013, ia terpilih sebagai Prior Jenderal Ordo Agustinus, memimpin ordo ini secara global selama dua belas tahun—sebuah tanda kepercayaan dan pengakuan atas kepemimpinan rohaninya.

Uskup dan Pelayan Gereja Universal
Pada tahun 2015, beliau diangkat sebagai Uskup Chiclayo, Peru. Kemudian pada 2023, Paus Fransiskus mempercayakan kepadanya jabatan Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, sebuah peran strategis dalam penunjukan para uskup di seluruh dunia.

Kardinal Robert Francis Prevost (sekarang menjadi Paus Leo XIV) bersama Paus Fransiskus

Kardinal dan Penerus Warisan Gereja
Masih di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus, pada tahun 2023 beliau masuk dalam Kolegium Kardinal—sebuah langkah penting yang memperkuat posisinya sebagai tokoh Gereja universal.

Terpilih sebagai Paus pada 8 Mei 2025
Setelah wafatnya Paus Fransiskus, Konklaf yang berlangsung dua hari menetapkan Robert F. Prevost sebagai Paus ke-267, dan beliau memilih nama Leo XIV sebagai nama kepausannya.

Makna Nama “Leo XIV”
Nama “Leo” melambangkan keberanian, kebijaksanaan, dan semangat reformasi—mewarisi warisan para pendahulu besar seperti Leo I (Santo Leo Agung) dan Leo XIII, tetapi dengan visi yang menyentuh zaman kini.

Paus Berwajah Global, Berhati Misioner
Dengan latar belakang Amerika, pengalaman pastoral di Amerika Latin, dan pelayanan di pusat Kuria Roma, Paus Leo XIV adalah gembala dengan pandangan global dan hati yang dekat dengan umat kecil. Ia hadir sebagai jembatan antar budaya dan zaman.

Semangat Baru untuk Dunia
Dari lorong-lorong seminari di Peru hingga balkon Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV datang membawa angin segar Gereja yang bersahabat, berpengharapan, dan berpijak pada realitas dunia. Dunia menantikan langkah-langkah besarnya.

Viva il Papa!

SAMBUTAN PERDANA PAUS LEO XIV

Saudara-saudari terkasih, Semoga damai menyertai kalian semua! Ini adalah salam yang diucapkan pertama oleh Kristus yang Bangkit, sang Gembala baik yang memberikan nyawanya untuk kawananNya. Saya pun ingin agar salam damai ini masuk ke dalam hati kalian, menjangkau keluarga kalian, dan semua orang dimanapun mereka berada, di seluruh penjuru bumi. Damai menyertai kalian semua!
Inilah damai dari Kristus yang bangkit. Damai tanpa senjata bahkan melucuti sencata, damai yang rendah hati dan gigih bertahan, berasal dari Allah, Allah yang mencintai kita semua tanpa syarat.
Masih kita kenang, suara lemah namun selalu berani dari Paus Fransiskus yang telah memberi berkat pada kota Roma. Paus Fransiskus yang memberi berkat juga pada dunia pada pagi hari paskah yang lalu. Kini izinkan saya juga untuk meneruskan berkat yang sama… Allah mencintaimu, Allah mencintai kamu semua… kejahatan tidak akan menang, kita semua berada di tangan Allah..
Oleh karena itu tanpa rasa takut, mari kita bersatu, bergandengan tangan satu sama lain, berjalan bersama Allah, bergerak maju. Kita adalah murid-murid Kristus, Kristus akan menyertai kita. Dunia sedang membutuhkan cahayanya, kemanusiaan membutuhkanNya, mari kita bangun jembatan agar cinta kasih Allah dapat meraih mereka yang membutuhkan. Mari kita saling bahu-membahu membangun jembatan melalui dialog, melalui perjumpaan yang menyatukan kita semua menjadi satu umat, selalu dalam damai.
Terimakasih pada Paus Fransiskus, dan juga kepada para saudara kardinal yang telah memilih saya menjadi pengganti Santo Petrus dan berjalan bersama dengan kalian semua, sebagai gereja yang satu selalu mencari perdamaian, keadilan, tetap setia pada Yesus Kristus, tanpa takut mewartakan kabar sukacita sebagai misionaris.
Saya adalah putra Santo Agustinus (anggota Ordo Santo Agustinus). Ia yang pernah mengatakan. “Bersama kalian, aku seorang kristen dan untuk kalian aku dalah seorang uskup”. Demikian kita semua dapat berjalan bersama menuju tanah air yang telah disiapkan Allah bagi kita.
Salam khusus saya sampaikan juga pada Gereja Roma. Mari kita berjalan bersama menjadi gereja misionaris, gereja yang membangun jembatan, membangun dialog, gereja yang selalu terbuka untuk menerima seperti bentuk dari alun2 santo Petrus ini, dengan tangan terbuka bagi semua yang membutuhkan cinta kasih kita, kehadiran kita dan dialog kasih.
(Dalam Bahasa Spanyol) Izinkanlah saya menyapa mereka yang pernah saya layani di Keuskupan Chiclayo, Peru. Dimana umat beriman mendampingi dengan setia uskup mereka menjadikan gereja yang setia pada Yesus Kristus.
Dan kepada kalian semua saudara-saudari terkasih, yang ada di Roma, di seluruh Italia dan seluruh dunia, kita jadikan gereja kita gereja yang sinodal, Gereja yang berjalan bersama, Gereja yang selalu mencari perdamaian, mencari selalu kasih, selalu berusaha untuk dekat dengan mereka yang menderita.
Hari ini adalah peringatan Bunda maria dari Pompey. Bunda kita Maria akan selalu berjalan bersama, dekat dengan kita. Membantu kita dengan perantaraannya dan dengan cintanya. Maka saya hendak berdoa bersama kalian semua, kita berdoa untuk tugas baru ini, dan tentu saja untuk seluruh gereja, dan untuk perdamaian dunia. Dan kita mohonkan ini rahmat khusus ini dengan perantaraan Bunda Maria, Bunda kita…
Salam Maria….

 

Emak Hebat, Emak Kuat: di balik Layar Paskah PIA 2025

Satu demi satu, jajanan favorit anak-anak dan telur asin tertata cantik lengkap dalam besek dan terbungkus rapi, tak lupa berhiaskan pita dan ucapan Happy Easter. Parsel cantik siap memeriahkan sukacita Paskah di hati anak-anak. Dengan penuh semangat, para emak-emak hebat mempersiapkan parsel-parsel itu hingga sampai di tangan anak-anak selepas Perayaan Malam Paskah. Tanpa lelah, ibu-ibu yang tergabung dalam Sahabat PIA St. Angelus GMBA berkumpul di ruang perpustakaan untuk mengemas setiap komponen menjadi parsel yang utuh.

Pada Rabu, 16 April 2025, ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Sahabat PIA (Sapi) dengan penuh semangat mengemas parsel paskah bersama-sama. Tidak tanggung-tanggung, parsel yang dikemas mencapai lebih dari 200 pcs! Parsel-parsel ini dibuat berdasarkan pesanan umat dalam rangka penggalangan dana kegiatan Paskah Bersama PIA St. Angelus di Minggu, 27 April 2025. Tidak hanya gotong-royong untuk mengumpulkan dana, kegiatan mengemas parsel ini ternyata turut menghadirkan semangat kebersamaan. Mengemas bersama, menghias bersama, hingga karaoke bersama. Ternyata pilihan lagu yang mengiringi menunjukkan ragam generasi yang terlibat, termasuk Ibu Mia dengan lagu Vina Panduwinata andalanya tentu berbeda dengan lagu Rose & Bruno Mars yang booming saat ini hahaha. Sesekali bersenda gurau sambil menyantap cemilan yang disiapkan bersama, suasana hangat tercipta hingga tak terasa waktu berjam-jam sudah berlalu.

Setelah berjibaku bersama memasukkan setiap ‘kondimen’ dalam parsel, akhirnya lebih dari 200 parsel sudah dikemas dengan cantik nan apik. Kegiatan dana usaha parsel Paskah ini dikoordinasikan oleh Koordinator Sapi, yaitu Mbak Nita & Mbak Vera.

Emak Kuat & Hebat Palugada GMBA

Terima kasih banyak kepada segenap ibu-ibu yang telah berpartisipasi, mengerahkan tenaga dan meluangkan waktu di tengah gempuran sibuknya persiapan Paskah maupun rutinitas. Sambil wira-wiri gendong anak? Tetap gass pol, ya Mbak Nita! Bahkan ada emak-emak yang masih berseragam, langsung bergegas membantu mengemas parsel! Asal jangan minta tepuk Pramuka yaa Mbak Vera, hehehe. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kegiatan PIA kedepan, serta mewujudkan pelayanan Gereja yang solid!

EVALUASI PEKAN SUCI 2025 & RAPAT AKBAR PENUH DRAMA TIM SOUNDSYSTEM GMBA

Pekan Suci 2025 akhirnya selesai juga. Semua perayaan berjalan dengan lancar, tenang, dan penuh kekudusan… kecuali di area sekitar mixer, di mana kabel-kabel bersliweran seperti mie ayam level galau dan headset berpindah tangan lebih cepat dari gosip di grup WA. Tapi salut buat tim soundsystem GMBA: walau sempat ada momen “mic-nya nggak nyalaaaa!” dan “lah…volumenya belum naik……….?”, semuanya tetap bisa teratasi berkat skill, kepekaan batin, dan tentu saja, kebetulan yang sangat ilahi.

Untuk mengevaluasi semua kejadian tersebut, sekaligus menenangkan jiwa yang habis terbakar volume overload dan feedback tak terduga, maka digelarlah rapat agung nan meriah di rumah Mas Felix pada Sabtu, 3 Mei 2025. Tentu saja, rapat ini berlangsung serius… selama lima menit pertama. Sisanya? Tertawa bernyanyi , dan merencanakan konser besar-besaran yang masih belum jelas kapan dan di mana, tapi udah keburu dibayangkan bak konser Coldplay versi Katolik.

Agenda utama rapat:

  1. Evaluasi Pekan Suci
  2. makan malam
  3. Bahas Rencana konser (yang lebih banyak dibahas lewat mimpi)
  4. Makan lagi
  5. makan lagi
  6. makan lagi

Satu yang pasti :

tim ini makin solid, makin kocak, dan makin siap bikin konser yang nggak cuma rame sound-nya, tapi juga penuh cinta, tawa, dan mungkin sedikit kebakaran kabel (yang bisa dimaklumi).

thanks to

mas Darwanto, mas felix, mas jiwo, mas Danang stef, & mas Probo