Pelayanan Caos Dahar Romo oleh Lingkungan St. Gabriel

Pada hari Kamis, 26 Februari, Lingkungan St. Gabriel memperoleh tugas untuk menyediakan caos dahar bagi Romo di Pastoran Paroki Marganingsih Kalasan. Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab seluruh umat Paroki Marganingsih Kalasan yang dilaksanakan secara bergiliran oleh setiap lingkungan.

Paguyuban Ibu Stasi telah menyusun jadwal pelaksanaan bagi masing-masing lingkungan, termasuk penentuan daftar menu makanan yang akan disajikan. Selain itu, terdapat ketentuan mengenai jenis makanan yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan untuk disajikan kepada Romo. Dalam pelaksanaannya, penyediaan konsumsi dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan sore, dengan jumlah porsi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Menjelang hari pelaksanaan, Ketua Paguyuban Ibu Lingkungan menyusun pembagian tugas bagi para petugas, baik yang bertanggung jawab dalam proses memasak maupun yang bertugas mengantarkan makanan ke pastoran. Pada hari yang telah ditentukan, seluruh petugas melaksanakan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan kerja sama yang baik. Proses persiapan hingga pengantaran makanan ke pastoran berlangsung tertib dan lancar.

Adapun pembiayaan kegiatan ini bersumber dari iuran caos dahar Romo yang dibayarkan secara rutin setiap bulan oleh umat. Dengan terlaksananya tugas ini, Lingkungan St. Gabriel telah menjalankan tanggung jawabnya dengan baik demi mendukung pelayanan di paroki.

Kegiatan penyediaan caos dahar Romo oleh Lingkungan St. Gabriel telah dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Partisipasi aktif serta kerja sama seluruh petugas dan umat menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam mendukung pelayanan Gereja di Paroki Marganingsih Kalasan. Semoga pelayanan yang telah diberikan ini membawa berkat bagi Romo dan semakin mempererat persaudaraan serta semangat gotong royong di antara umat.

Pertemuan 1 APP Lingkungan St. Antonius Maguwo

Tanggal​​: 19 Februari 2026

Tempat ​​: Rumah Ibu Hudyono

Jumlah Peserta ​: 25 orang

Pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026 di Lingkungan Antonius telah dimulai dengan mengangkat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”. Pertemuan pertama ini mengusung subtema “Potret Kondisi dan Potensi, Dasar untuk Mengawal Aksi” dan dilaksanakan dalam suasana sarasehan yang sederhana namun penuh makna. Umat diajak menyadari bahwa APP bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah gerakan iman yang mengintegrasikan puasa, doa, dan aksi nyata demi kesejahteraan bersama, sejalan dengan arah ARDAS Keuskupan Agung Semarang 2026–2030.

Dalam pengantar dan pendalaman, umat diajak merefleksikan makna Gereja yang bahagia, inspiratif, dan mensejahterakan. Ditekankan bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari kecukupan materi, melainkan juga dari terpenuhinya kebutuhan emosional dan spiritual. Gereja dipanggil untuk berani mengambil langkah pertama, membangun jejaring kepedulian, serta menghadirkan kesejahteraan yang nyata dan tepat sasaran. Salah satu penekanan penting dalam pertemuan ini adalah pentingnya data umat yang akurat sebagai dasar perencanaan aksi sosial Gereja, agar tidak ada saudara yang terabaikan.

Dinamika pertemuan diperdalam melalui sebuah drama reflektif yang menggambarkan pergulatan iman, sikap ketidakpedulian, serta proses kesadaran akan pentingnya mati raga dan berbagi. Melalui dialog antar tokoh, umat diajak memahami bahwa puasa dan derma bukanlah beban, melainkan sarana pembinaan hati agar semakin peka terhadap sesama. Drama tersebut menegaskan bahwa dana APP dan pembaruan data umat bukan sekadar angka dan kewajiban administratif, tetapi wujud konkret perjuangan Gereja untuk memastikan setiap umat merasa diperhatikan dan didampingi dalam kesulitan hidup.

Pertemuan ditutup dengan pembacaan Kitab Suci, doa bersama, serta berkat penutup, yang meneguhkan komitmen umat untuk menjalani masa Prapaskah dengan lebih bermakna. Melalui pertemuan APP pertama ini, umat Lingkungan Antonius diajak memulai langkah kecil namun berdampak besar: membangun kepedulian, memperbarui data umat dengan tanggung jawab, serta mengisi kotak APP dengan hati yang ikhlas. Harapannya, hinggaPaskah tiba, yang sungguh bangkit bukan hanya perayaan liturgis, tetapi juga hati dan tindakan nyata umat dalam menghadirkan masyarakat yang semakin bahagia dan sejahtera.

Hangat dalam Kebersamaan: Paguyuban Ibu-Ibu YP Rayakan Pertemuan Bulanan Bernuansa Valentine

Minggu, 22 Februari 2026 pukul 15.30 WIB, Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan Yohanes Pembaptis mengadakan pertemuan bulanan yang bertempat di rumah Ibu Titus Pulunggono. Suasana penuh sukacita dan kebersamaan terasa sejak awal pertemuan dimulai.

Sebanyak 21 ibu hadir dalam kegiatan tersebut. Pertemuan kali ini mengusung tema Valentine, yang dimaknai bukan sekadar perayaan kasih secara simbolis, melainkan sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan, saling menguatkan, dan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Acara diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan agenda rutin paguyuban, yaitu pembayaran iuran bulanan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mendukung kegiatan lingkungan. Setelah itu, kegiatan diisi dengan sharing ringan dan kebersamaan yang hangat antaranggota.

Para ibu saling berbagi cerita kehidupan, pengalaman iman, serta dukungan satu sama lain sebagai bagian dari keluarga besar Lingkungan Yohanes Pembaptis. Nuansa kebersamaan semakin terasa melalui suasana santai penuh tawa, menunjukkan bahwa pertemuan paguyuban bukan hanya menjadi wadah kegiatan rohani, tetapi juga ruang untuk membangun relasi yang akrab dan penuh perhatian.

Melalui pertemuan bulanan ini, para ibu diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, pelayanan, dan kasih kepada sesama. Semangat Valentine yang dihidupi bersama menjadi pengingat bahwa kasih dapat diwujudkan melalui perhatian kecil, kebersamaan, dan kepedulian nyata di tengah komunitas.

Semoga paguyuban ibu-ibu Lingkungan Yohanes Pembaptis terus menjadi sumber sukacita dan kekuatan bagi umat serta lingkungan sekitar.

Ibadat Memule 2 Tahun Ibu Maria Waginem Budiarjo (Mbah Budi)

Pada Minggu, 22 Februari, umat Lingkungan St. Gabriel mengadakan ibadat memule untuk memperingati dua tahun meninggalnya Ibu Maria Waginem Budiarjo, yang akrab disapa Mbah Budi. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 40 umat, terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Ibadat dipimpin oleh Prodiakon Bapak Junedi, dibantu beberapa tim petugas. Acara diawali dengan lagu pembuka yang menghadirkan suasana hening dan khidmat, dilanjutkan dengan doa pembuka serta rangkaian ibadat sabda.

Dalam Bacaan I (2 Korintus 1:3-7) ditegaskan bahwa Allah adalah “Sumber Segala Penghiburan” yang penuh belas kasih dan senantiasa menguatkan kita dalam setiap penderitaan. Penghiburan dari Allah itu memampukan kita untuk turut menghibur sesama, sehingga pengalaman pergumulan hidup dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Sementara itu, dalam Bacaan Injil (Yohanes 15:9-12) umat diajak untuk tinggal di dalam kasih Kristus dengan cara saling mengasihi, sebagaimana Yesus telah lebih dahulu mengasihi kita. Kasih bukan sekadar perasaan, tetapi menjadi gaya hidup yang nyata dan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Ibadat berlangsung dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Setelah ibadat sabda, umat melanjutkan dengan doa Rosario. Seluruh rangkaian doa selesai pada pukul 20.00, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana berupa minum dan snack bersama, serta penyampaian pengumuman lingkungan.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari pihak keluarga atas kehadiran dan doa-doa umat. Umat kemudian berpamitan dalam suasana kebersamaan yang hangat.

Semoga Ibu Maria Waginem Budiarjo (Mbah Budi) beristirahat dalam damai abadi dan memperoleh kebahagiaan kekal di sisi Tuhan. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi penghiburan, kekuatan, dan berkat dalam setiap langkah kehidupan.

Doa APP Lingkungan Santo Petrus di Rumah Bapak Winarso

 

Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan Doa APP I dan II di rumah Bapak Winarso. Meskipun hujan turun sejak sore hari, semangat umat tidak surut. Sebanyak 10 orang umat tetap hadir untuk mengikuti doa bersama dengan penuh sukacita dan kebersamaan.

Pertemuan APP pertama mengangkat tema “Potret Kondisi dan Potensi untuk Mengawal Aksi.” Dalam permenungan ini, umat diajak untuk melihat secara jujur kondisi lingkungan sekitar, baik tantangan maupun peluang yang ada. Umat bersama-sama merefleksikan situasi sosial yang dihadapi serta menggali potensi yang dimiliki, agar dapat diwujudkan dalam aksi nyata selama masa APP.

Selanjutnya, pada APP kedua dibahas tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.” Umat diajak untuk memahami pentingnya dana sosial Gereja sebagai wujud kepedulian dan solidaritas. Dana sosial tidak hanya berfungsi membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana perwujudan kasih dan tanggung jawab bersama sebagai satu tubuh Kristus. Dalam diskusi, ditegaskan bahwa dana sosial Gereja bersifat sukarela, penuh keikhlasan, dan digunakan demi kesejahteraan bersama.

Suasana doa berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban. Hujan yang turun justru semakin menguatkan rasa kebersamaan umat yang tetap setia hadir. Pertemuan ditutup dengan doa penutup dan harapan agar setiap umat mampu menghidupi semangat APP dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga melalui Doa APP ini, Lingkungan Santo Petrus semakin bertumbuh dalam iman, persaudaraan, dan kepedulian sosial.

https://www.instagram.com/reel/DVCysMBkxBc/?igsh=MTJkMjlyYzlibml2cg==

Pertemuan APP 1 Lingkungan St. Gabriel : Mengenal Kondisi, Menggerakkan Aksi

Dalam masa Prapaskah, umat Katolik diajak untuk menghayati semangat doa, mati raga, dan aksi sebagai wujud pertobatan dan solidaritas. Pada tahun 2026 ini, Panitia APP Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengangkat tema, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.” Tema ini mengajak seluruh umat untuk semakin peka terhadap kondisi sekitar serta terlibat aktif dalam membangun kesejahteraan bersama.

Pada Kamis, 19 Februari 2026, umat Lingkungan St. Gabriel melaksanakan Pertemuan APP 1 di rumah keluarga Bapak Suroso. Pertemuan dimulai pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Bapak Jiwo, Bapak Arif, serta Bapak Simbolon. Sebanyak 20 umat hadir, terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua, yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat kebersamaan.

Pertemuan APP 1 mengangkat tema “Potret Kondisi dan Potensi, Dasar untuk Mengawal Aksi.” Melalui tema ini, umat diajak menyadari pentingnya data sebagai dasar dalam merencanakan gerakan yang tepat sasaran. Dalam konteks Gereja KAS, pendataan umat melalui sistem Ecclesia yang terus diperbarui diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi umat beriman. Sistem ini perlu semakin dikenal dan dimanfaatkan, khususnya oleh para pelaku pastoral, agar setiap program dan kegiatan dapat dirancang sesuai kebutuhan riil umat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Melalui sharing dan diskusi bersama, umat saling berbagi pandangan mengenai kondisi lingkungan sekaligus menggali potensi yang dimiliki. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik untuk semakin menguatkan kebersamaan serta komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera, dimulai dari lingkungan sendiri.

Sebagai penutup, umat Lingkungan St. Gabriel berharap agar pertemuan-pertemuan APP selanjutnya semakin mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat pelayanan. Semoga melalui proses refleksi, pendataan, dan aksi nyata yang dilakukan bersama, umat semakin mampu menghadirkan Gereja yang hidup, peduli, dan membawa sukacita bagi sesama.

Setelah pertemuan APP selesai, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor sebagai persiapan ibadat memule untuk memperingati dua tahun wafatnya Ibu Maria Waginem Budiarjo. Latihan dilakukan dengan penuh kesungguhan sebagai wujud pelayanan dan dukungan kepada keluarga. Ibadat memule tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Februari 2026.

Melalui rangkaian kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gabriel semakin diteguhkan dalam kebersamaan, baik dalam refleksi iman maupun dalam pelayanan nyata di tengah lingkungan.

Kunjungan Tim Pelayanan PIUL ke lingkungan Santo Petrus

Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, Tim Pelayanan PIUL Stasi Maria Bunda Allah Maguwo melaksanakan kunjungan umat lansia ke rumah Ibu Cicilia Supartiyah. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kunjungan diawali dengan silahturahmi, berbincang bersama, serta memberikan perhatian dan dukungan rohani agar Ibu Cicilia senantiasa merasakan kasih dan kepedulian Gereja di tengah kesehariannya.

Selain ramah tamah, tim juga mengadakan pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi pengecekan tensi (tekanan darah), gula darah, asam urat, dan kolesterol. Pemeriksaan ini bertujuan untuk membantu memantau kondisi kesehatan umat lansia secara berkala. Kegiatan ini merupakan salah satu program pelayanan bidang pewarta dan evangelisasi, di mana setiap bulan tim berkunjung secara bergiliran kepada satu orang umat di masing-masing lingkungan. Melalui program ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antarumat serta terwujud pelayanan Gereja yang nyata, peduli, dan menyentuh langsung kebutuhan umat.

https://www.instagram.com/reel/DVAn38Pk0SH/?igsh=aXJpMHhodWxsdnEz

Merawat Persaudaraan Lintas Iman, Umat YP Jaga Keamanan saat Tarawih

Dalam semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mengambil bagian dalam menjaga keamanan lingkungan saat umat Muslim melaksanakan ibadah tarawih.

Kegiatan ronda ini dimulai dan akan berlangsung selama tujuh hari ke depan. Beberapa bapak-bapak umat YP secara bergantian berjaga di sekitar lingkungan, memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah malam tersebut.

Inisiatif ini menjadi wujud nyata persaudaraan dan kepedulian lintas iman. Di tengah keberagaman, umat YP menunjukkan bahwa hidup berdampingan bukan hanya tentang saling menghormati, tetapi juga tentang saling menjaga.

Kehadiran umat YP dalam ronda malam ini disambut dengan hangat oleh warga sekitar. Suasana penuh kekeluargaan terasa, memperlihatkan bahwa nilai gotong royong dan solidaritas tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan antarwarga dan menjadi kesaksian bahwa kasih dan persaudaraan dapat diwujudkan dalam tindakan sederhana namun bermakna.

Semangat Tak Surut, Umat YP Lanjut Latihan Koor Usai Pertemuan APP

Kamis, 19 Februari 2026 menjadi malam yang penuh kebersamaan bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis. Setelah menyelesaikan Pertemuan APP pertama pukul 19.00, umat tidak langsung pulang. Tepat pukul 20.00, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor untuk persiapan tugas Misa Jumat Pertama pada 6 Maret 2026.

Meski waktu sudah cukup malam, semangat umat tetap menyala. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan OMK duduk bersama, menyatukan suara dalam latihan yang penuh kekompakan. Nada demi nada dilatih dengan serius, namun tetap dalam suasana santai dan hangat.

Latihan ini bukan sekadar mempersiapkan lagu, tetapi juga mempererat kebersamaan antarumat. Ada tawa kecil saat nada belum kompak, ada fokus saat bagian sulit diulang bersama. Semua menyatu dalam satu tujuan: memberikan pelayanan terbaik untuk Tuhan melalui pujian.

Kebersamaan lintas generasi yang terlihat malam itu menjadi bukti bahwa pelayanan bukan soal usia, melainkan soal hati yang mau terlibat. Dari yang muda hingga yang senior, semua mengambil bagian.

Semoga melalui latihan ini, pelayanan pada Misa Jumat Pertama nanti dapat berjalan dengan baik dan membawa umat semakin khusyuk dalam perayaan Ekaristi.

Pertemuan APP Pertama Lingkungan Yohanes Pembaptis: Mewujudkan Kepedulian Melalui Refleksi Bantuan Sosial

Kamis, 19 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, Lingkungan Yohanes Pembaptis melaksanakan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang pertama dengan tema “Potret Kondisi dan Potensi: Dasar untuk Mengawali Aksi.” Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya kepedulian sosial, khususnya dalam hal bantuan sosial (bansos).

Sebanyak 30 umat hadir dalam pertemuan tersebut, terdiri dari OMK (Orang Muda Katolik), bapak-ibu, serta para lansia. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam membangun lingkungan yang semakin peduli dan solider.

Pertemuan diawali dengan doa pembuka dan pengantar mengenai makna APP sebagai momentum pertobatan yang tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga sosial. Umat diajak untuk melihat realitas di sekitar: apakah bantuan sosial yang ada selama ini sudah sungguh menyentuh mereka yang paling membutuhkan?

Dalam sesi diskusi, umat diajak merefleksikan beberapa pertanyaan mendalam, antara lain:

  • Apakah saya atau keluarga saya termasuk penerima bantuan sosial yang sebenarnya tidak tepat sasaran?
  • Adakah anggota masyarakat di sekitar saya yang justru lebih membutuhkan bantuan tersebut?
  • Bagaimana peran saya agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan benar-benar membantu yang membutuhkan?

Diskusi berlangsung terbuka dan penuh kejujuran. Beberapa umat menyampaikan keprihatinan atas kondisi di sekitar lingkungan, di mana masih ada warga yang membutuhkan namun belum tersentuh bantuan. Ada pula refleksi pribadi mengenai pentingnya integritas dan kejujuran dalam menerima bantuan.

Melalui pertemuan ini, umat tidak hanya diajak untuk menilai situasi, tetapi juga menggali potensi yang dimiliki lingkungan, seperti semangat gotong royong, komunikasi antarwarga, serta kepedulian yang sudah tumbuh selama ini. Kesadaran bersama ini menjadi dasar untuk merancang aksi nyata selama masa APP, agar bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar menjadi wujud kasih yang konkret.

Pertemuan APP pertama ini menjadi pengingat bahwa pertobatan sejati tidak berhenti pada doa dan puasa, tetapi juga diwujudkan dalam keberanian bersikap jujur, peduli, dan bertanggung jawab terhadap sesama. Semoga semangat solidaritas yang telah tumbuh dalam pertemuan ini terus berkembang dan menjadi berkat bagi banyak orang.