Menguatkan Persaudaraan Iman dalam Semangat Ekumenis


Dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan lintas gereja, Tim Pelayanan HAK Stasi Maguwo yang diwakili oleh Ibu Fitri menghadiri undangan dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) dalam rangka pentahbisan pendeta, yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Kehadiran perwakilan Tim Pelayanan HAK ini menjadi wujud nyata keterbukaan Gereja Katolik untuk terus membangun relasi yang harmonis dengan gereja-gereja lain, khususnya dalam semangat ekumenisme. Pentahbisan pendeta merupakan peristiwa iman yang sakral, tidak hanya bagi jemaat GKJ, tetapi juga menjadi momentum syukur bersama atas panggilan pelayanan yang dipercayakan Tuhan bagi umat-Nya.

Melalui kehadiran ini, diharapkan terjalin semakin kuat hubungan persaudaraan antarumat beriman, saling menghormati perbedaan, serta bersama-sama mewartakan nilai kasih, damai, dan pelayanan di tengah masyarakat. Semoga pelayanan yang akan dijalani oleh pendeta yang ditahbiskan senantiasa diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Kehadiran Tim Pelayanan HAK Stasi Maguwo dalam acara ini juga menjadi pengingat bahwa Gereja dipanggil untuk terus hadir, berjalan bersama, dan menjadi jembatan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.


Sosialisasi Lomba Video Dokumenter

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter diselenggarakan pada 6 Feb 26. Kegiatan ini bertempat di Gazebo GMBA Maguwo dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai lingkungan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, tema, serta teknis pelaksanaan lomba video dokumenter. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan terkait alur pendaftaran, ketentuan lomba, hingga kriteria penilaian yang akan digunakan oleh panitia.

Perwakilan masing-masing Lingkungan mengikuti kegiatan dengan antusias. Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan mampu mempersiapkan karya video dokumenter yang kreatif, informatif, serta sesuai dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan dalam lomba.

Dengan adanya kegiatan ini, Lingkungan-lingkungan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam lomba video dokumenter dan menjadikan media video sebagai sarana pewartaan, dokumentasi, serta pengembangan kreativitas umat.

Seruan Pastoral: Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup


Menghadapi krisis sampah yang berkepanjangan di Daerah Istimewa Yogyakarta—terutama pasca penutupan total TPA Piyungan sejak Januari 2026—Gereja Katolik di Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat mengajak seluruh umat untuk membaca tanda-tanda zaman dan menjawabnya dengan iman yang bertanggung jawab.

Ketergantungan panjang pada TPA Piyungan telah membawa DIY pada situasi darurat pengelolaan sampah. Keterbatasan kapasitas TPST di Sleman dan Bantul, serta minimnya lahan di Kota Yogyakarta, menuntut perubahan mendasar yang melibatkan seluruh warga. Kebijakan larangan membuang sampah organik ke depo sejak 1 Januari 2026 menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Dalam terang iman, Gereja menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian dari panggilan kristiani. Kitab Suci dan ensiklik Laudato Si’ mengingatkan bahwa krisis lingkungan adalah krisis kemanusiaan dan spiritual. Pengelolaan sampah menjadi wujud nyata pertobatan ekologis: perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak demi masa depan bersama.

Sebagai tanggapan konkret, Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat menggerakkan Gerakan Pastoral Ekologis “Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup.” Gerakan ini mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta pemanfaatan sampah sebagai sumber kehidupan dan keberlanjutan.

Stasi Maguwo telah menanggapi seruan pastoral ini dengan mulai mengikuti dan menerapkan arahan pengelolaan sampah secara bertahap, khususnya melalui kebiasaan memilah sampah, pengurangan sampah organik, serta edukasi umat di tingkat lingkungan. Langkah ini menjadi wujud kesediaan umat Stasi Maguwo untuk ambil bagian dalam pertobatan ekologis dan memberi teladan di tengah masyarakat sekitar.

Gerakan ini mengajak seluruh umat, komunitas, dan lembaga Gereja untuk memulai perubahan dari rumah masing-masing. Diharapkan, melalui kesetiaan pada langkah-langkah kecil namun nyata, Gereja Katolik di Yogyakarta sungguh hadir sebagai komunitas iman yang peka, solider, dan menginspirasi.

Yogyakarta, 27 Januari 2026
Vikaris Episkopal
Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat
Rm. Adrianus Maradiyo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur)
Rm. AR. Yudono Suwondo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat)

Pertemuan Perdana Wil Sang Timur & Wil De Britto Membahas Kepanitiaan Paskah 2026 GMBA Maguwo

GMBA Maguwo. Selasa malam telah diadakan pertemuan koordinasi untuk membahas persiapan Perayaan Paskah 2026. Pertemuan ini melibatkan pengurus Wilayah Sang Timur dan Wilayah De Britto sebagai langkah awal dalam menyusun kepanitiaan serta perencanaan kegiatan Paskah.

Pertemuan dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 18.30 WIB, bertempat di Ruang Rapat Sekretariat GMBA Maguwo. Suasana pertemuan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab demi terselenggaranya perayaan Paskah yang baik dan bermakna.

Agenda utama dalam pertemuan ini meliputi pembahasan konsep awal Perayaan Paskah 2026, penyusunan struktur kepanitiaan, serta pembuatan time schedule kegiatan sebagai panduan pelaksanaan ke depan. Setiap peserta turut memberikan masukan dan usulan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan terkoordinasi dan tepat waktu.

Selain itu, pertemuan ini juga menjadi sarana mempererat kerja sama antarwilayah serta menyamakan visi dalam pelayanan. Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan terarah sejak awal, diharapkan setiap bidang kepanitiaan dapat menjalankan tugasnya secara optimal. Hasil pertemuan ini akan menjadi dasar untuk pertemuan lanjutan guna mematangkan persiapan teknis dan memastikan seluruh tahapan kegiatan Paskah 2026 berjalan sesuai rencana.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbentuk kepanitiaan yang solid serta perencanaan yang matang, sehingga Perayaan Paskah 2026 di GMBA Maguwo dapat dilaksanakan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh umat.

Ibadat Lingkungan St. Antonius.

Hari/tgl : Kamis, 29 Januari 2026
Tempat : Rumah Bpk. Herjunanto
Pemandu : Bpk. Mikhael Purwanto
Umat yg hadir : 20 orang.

Renungan yg disampaikan bpk. Purwanto kali ini menggabungkan dua pesan penting untuk menguatkan iman kita.
Pertama, kita belajar dr para pelayan Tuhn yg sederhana namun setia. Mereka menghadapi resiko dg hati yg gembira.
Kedua, kita diajak merenungkan kerahiman Allah. Jika Tuhan saja menerima kita tanpa memandang status, mengapa kita sering membuat sekat dg sesama?
Mari temukan kekuatan baru untuk tetap setia melayani dan mengasihi tanpa membeda-bedakan.

https://youtu.be/M_PpEtgLn64

Panggilan Baptisan: Berpartisipasi Aktif dengan Iman dan Kasih

KATEKESE LITURGI – FEBRUARI 2026

Misa Bukan Menonton, Tapi Melibatkan Diri
Pernahkah Anda merasa seperti “penonton” saat Misa? Datang, duduk, diam, lalu pulang? Padahal, kehadiran kita di Gereja bukan seperti menonton film di bioskop. Melalui Baptisan, kita semua dipanggil untuk menjadi pemeran utama dalam doa bersama Gereja.

Mengapa Kita Harus Aktif?
Berdasarkan Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR), partisipasi kita itu:

  • Adalah Hak dan Kewajiban: Karena sudah dibaptis, Anda punya “tiket resmi” dan tanggung jawab untuk ikut serta dalam ibadat. Ini adalah hak istimewa kita sebagai anak-anak Allah (PUMR 18).
  • Tuntutan Ibadat itu Sendiri: Liturgi (Misa) baru menjadi hidup jika umatnya terlibat. Tanpa umat yang ikut menyahut dan berdoa, ada sesuatu yang kurang dari perayaan tersebut.

Gimana Sih Cara “Terlibat Aktif” Itu?
Partisipasi yang benar melibatkan dua hal utama (PUMR 386):

  1. Jiwa dan Raga (Luar & Dalam):
    • Raga: Kita ikut berdiri, berlutut, menjawab salam imam, bernyanyi, dan mendengarkan. Tubuh kita ikut berdoa.
    • Jiwa: Pikiran dan hati kita sungguh-sungguh tertuju pada apa yang sedang terjadi di altar, bukan melamunkan jemuran atau pekerjaan di rumah.
  2. Bahan Bakarnya adalah Iman, Harapan, dan Kasih: Kita aktif bukan karena terpaksa atau supaya dilihat orang, tapi karena kita percaya (Iman) pada Tuhan, berharap (Harapan) pada berkat-Nya, dan mencintai (Kasih) Allah serta sesama jemaat.

Umat yang Bahagia = Umat yang Terlibat
Apa hubungannya ikut Misa dengan kebahagiaan? Umat yang bahagia adalah umat yang merasa “memiliki” Gerejanya. Saat kita terlibat aktif—entah itu menjawab “Amin” dengan mantap, bernyanyi dengan semangat, atau sekadar tersenyum tulus saat salam damai—hati kita akan terasa lebih penuh dan damai.

Keterlibatan dalam liturgi adalah tanda bahwa iman kita sedang “menyala”.
Pertanyaan Refleksi

  1. Selama ini, apakah saya mengikuti Misa hanya sebagai kebiasaan, atau sungguh sebagai ungkapan iman karena saya sudah dibaptis?
  2. Hal sederhana apa yang bisa saya perbaiki agar partisipasi saya dalam liturgi semakin aktif, penuh perhatian, dan membawa sukacita?

Tips Sederhana Minggu Ini:

  • Matikan HP: Berikan waktu sepenuhnya untuk Tuhan tanpa gangguan.
  • Suarakan Doamu: Jangan ragu untuk menjawab doa-doa Misa dengan suara yang jelas (bukan berteriak, tapi mantap).
  • Resapi Nyanyian: Cobalah untuk ikut bernyanyi, karena bernyanyi adalah berdoa dua kali!

Senam Sehat Penghujung Januari: PIUL Bergerak, Tim Sound System Ikut Pegel


Menutup penghujung Januari 2026, tepatnya pada Sabtu, 31 Januari 2026, halaman belakang Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kembali dipenuhi suasana ceria melalui kegiatan Senam Sehat yang dimulai sejak pukul 07.00 pagi. Untuk yang kesekian kalinya, kegiatan ini dilaksanakan dan telah menjadi agenda rutin Tim PIUL Stasi Maguwo.

Yang tak kalah menarik, pada kesempatan kali ini Tim Sound System GMBA tidak hanya bertugas di balik peralatan, tetapi ikut turun langsung ke arena senam. Biasanya mengatur volume dan kabel, kali ini mereka mengatur napas dan otot yang mulai protes. Hasilnya? Suara tetap jernih, tapi rasa pegal dirasakan bersama — lengkap dan merata.

Kegiatan Senam Sehat kali ini diikuti oleh 38 peserta, sebuah angka yang mencerminkan antusiasme umat untuk bergerak bersama, menjaga kesehatan, sekaligus mempererat kebersamaan. Keringat yang bercucuran justru menjadi saksi kehangatan dan sukacita yang tercipta.

dan seperti biasa sebagai gerakan penutupadalah flashmob yang dilakukan spontan oleh peserta dengan lagu favorit : GMBA ISTIMEWA……..eh……JOGJA ISTIMEWA

Melalui kegiatan sederhana namun penuh tawa ini, Tim PIUL Stasi Maguwo terus menghadirkan ruang kebersamaan yang menyehatkan, membahagiakan, dan menyegarkan. Karena di Stasi Maguwo, olahraga bukan hanya soal gerak badan, tapi juga soal hati yang ikut senang.

“Menata Pelayanan 2026: Rapat Pleno Stasi Maguwo dalam Semangat Ardas 9”


Stasi Maguwo menyelenggarakan Rapat Pleno Tahun 2026 pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Rapat pleno ini menjadi momentum strategis untuk meneguhkan arah pelayanan Stasi Maguwo agar semakin selaras dengan Arah Dasar Gereja (Ardas) ke-9, yang mengajak Gereja untuk hadir secara membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi.

Rapat pleno dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pastoral Harian (DPH) Stasi Maguwo, seluruh koordinator tim pelayanan beserta anggota, seluruh Ketua Wilayah, serta seluruh Ketua Lingkungan Stasi Maguwo. Kehadiran seluruh unsur pelayanan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif umat dalam membangun Gereja yang hidup.

Turut hadir pula tamu dari Paroki Kalasan, yakni Wakil Ketua II, Bendahara Paroki, dan Sekretaris Paroki, sebagai wujud dukungan dan sinergi antar unit pastoral.

Agenda rapat pleno mencakup pemaparan laporan pertanggungjawaban keuangan Tahun 2025, pemaparan rencana anggaran Tahun 2026, pemaparan Program Ardas Tahun 2026, serta pemaparan program kerja masing-masing bidang pelayanan untuk Tahun 2026. Seluruh pemaparan dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pelayanan dan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Rapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pendalaman, yang berlangsung dalam suasana dialogis dan membangun. Melalui proses ini, seluruh peserta diajak untuk semakin memahami arah, tujuan, serta implementasi program pelayanan agar sungguh berdampak bagi kehidupan iman umat dan masyarakat.

Sebagai keputusan bersama, Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2026 Stasi Maguwo disahkan oleh Pastor Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, setelah seluruh peserta rapat yang hadir menyatakan persetujuan. Pengesahan ini menjadi dasar resmi pelaksanaan program dan kegiatan pelayanan Stasi Maguwo Tahun 2026, sekaligus penegasan komitmen bersama untuk mewujudkan Gereja yang semakin membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi, sejalan dengan semangat Ardas ke-9.

Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo Menghadiri Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Kevikepan Jogja Timur


Sebagai wujud tanggung jawab dan keterlibatan aktif dalam karya pewartaan Gereja, Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo, yang diwakili oleh Ibu Joana Ita Rinawati dan Bapak Paulus Haryoko, menghadiri Rapat Sosialisasi dan Koordinasi Bidang Pewartaan dan Evangelisasi tingkat Kevikepan Yogyakarta Timur.

Rapat ini diselenggarakan pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 17.00–19.00 WIB, bertempat di Aula Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi Program Komisi Kateketik Kevikepan Yogyakarta Timur Tahun 2026, sekaligus sebagai sarana koordinasi antarparoki dan stasi agar pelaksanaan karya pewartaan dan evangelisasi dapat berjalan secara terarah, terpadu, dan selaras dengan arah dasar Gereja.

Melalui forum ini, para peserta diajak untuk memahami arah kebijakan, program, serta strategi pewartaan dan evangelisasi yang akan dijalankan, sehingga dapat menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan pelayanan di tingkat paroki dan stasi. Forum koordinasi ini juga memperkuat komunikasi, kerja sama, dan sinergi dalam menjalankan tugas perutusan Gereja.

Keikutsertaan dalam rapat koordinasi dan sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat arah dan kualitas karya pewartaan dan evangelisasi di Stasi Maguwo. Hasil pertemuan ini menjadi bekal strategis bagi Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo untuk menindaklanjuti program secara terencana, selaras dengan kebijakan Gereja, serta menghadirkan pelayanan pewartaan yang komunikatif, kontekstual, dan berdaya guna bagi umat.

Wilayah Ignatius Loyola Gelar Kerja Bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap rumah bersama, Jumat 30 Januari 2026 Wilayah Ignatius Loyola yang terdiri dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis, St. Elisabet, St. Clara, St. Fransiskus Asisi, dan St. Gabriel, melaksanakan kegiatan kerja bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata partisipasi umat dalam merawat dan menjaga kebersihan lingkungan gereja, sekaligus sebagai sarana mempererat kebersamaan antar lingkungan di Wilayah Ignatius Loyola. umat dari 5 lingkungan yang tergabung di wilayah Ign Loyola lingkungan hadir dengan penuh semangat, bahu-membahu membersihkan area gereja, mulai dari halaman, taman, hingga area dalam gereja.

Kerja bakti ini tidak hanya menjadi kegiatan fisik semata, tetapi juga menjadi ungkapan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan Jumat Bersih, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah bersama yang perlu dirawat dengan penuh tanggung jawab dan cinta.

Semangat gotong royong, kebersamaan, dan sukacita tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah serta lingkungan lain untuk terus aktif berkontribusi dalam kehidupan menggereja.

melalui kerja bakti Jumat Bersih ini, Wilayah Ignatius Loyola semakin diteguhkan dalam semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian, serta mampu menghadirkan Gereja yang bersih, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh umat.