Mengalun dalam Kasih dan Rahmat-Nya, Kami Bersatu dalam Satu Suara: Persembahan Koor Lintas Generasi Lingkungan St. Gabriel dalam Misa Kudus Hari Tuhan

Pada hari Minggu, 3 Mei, suasana di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo terasa begitu hidup dan penuh sukacita. Sesuai dengan jadwal liturgi, Lingkungan St. Gabriel mendapat kepercayaan untuk bertugas sebagai tim koor dalam misa pagi. Tugas ini tidak dijalankan secara instan, melainkan melalui proses persiapan yang matang dan penuh kebersamaan.

Di bawah koordinasi Seksi Koor lingkungan yang dipimpin oleh Ibu Intan, berbagai persiapan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Lagu-lagu liturgi dipilih dengan cermat, disesuaikan dengan tema perayaan, lalu dilatih secara intensif sebanyak enam kali pertemuan. Ibu Intan sendiri turun langsung melatih, membimbing dengan penuh kesabaran dan semangat, memastikan setiap anggota koor memahami dinamika dan makna dari setiap lagu yang akan dipersembahkan.

Yang istimewa, latihan koor ini melibatkan seluruh lapisan umat—mulai dari anak-anak PIA, remaja, OMK, hingga para orang tua. Kebersamaan lintas generasi ini menciptakan suasana latihan yang hangat dan penuh kekeluargaan. Meskipun beberapa kali latihan harus diwarnai oleh turunnya hujan, hal itu tidak menyurutkan semangat umat untuk hadir dan berlatih. Justru, di tengah keterbatasan itu, semangat pelayanan semakin terasa kuat dan tulus.

Tibalah hari yang dinanti. Sejak pukul 06.30 WIB, tim koor sudah hadir dan bersiap dengan penuh antusias. Dengan dresscode bernuansa putih dan biru muda, seluruh anggota koor tampil serasi dan rapi, mencerminkan kesederhanaan sekaligus kekhidmatan. Iringan musik dipercayakan kepada Bapak Henri Yulianto sebagai organis, yang dengan apik mengalun mengiringi setiap lagu.

Perayaan misa pun berlangsung dengan lancar dan penuh penghayatan. Lagu-lagu yang telah dilatih dengan tekun dipersembahkan dengan harmonis dan menyentuh hati. OMK turut ambil bagian sebagai dirigen, yaitu Mandriva dan Valen, yang memimpin koor dengan penuh percaya diri. Dari kalangan remaja, Aurel dipercaya sebagai pemazmur dan membawakan mazmur dengan indah serta penuh penghayatan.

Keterlibatan seluruh umat—anak-anak, remaja, OMK, hingga orang tua—menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dalam pelayanan. Koor pagi itu tidak hanya sekadar menyanyikan lagu, tetapi juga menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan melalui talenta yang dimiliki.

Setelah misa selesai, kebahagiaan dan rasa syukur terpancar dari wajah setiap anggota koor. Momen kebersamaan tersebut ditutup dengan foto bersama, sebagai kenangan indah atas pelayanan yang telah dilaksanakan dengan penuh cinta dan dedikasi.

Hari itu menjadi pengingat bahwa dalam kebersamaan, ketekunan, dan semangat melayani, setiap hal sederhana dapat menjadi persembahan yang indah bagi Tuhan.

Semoga kebersamaan yang telah terjalin ini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi pelayanan-pelayanan berikutnya. Apa yang telah dipersembahkan hari ini kiranya berkenan di hati Tuhan dan semakin meneguhkan iman serta persaudaraan seluruh umat. Dengan semangat yang sama, semoga setiap langkah kecil dalam pelayanan selalu menjadi wujud kasih yang nyata.

Menjaga Iman dalam Kebersamaan: Sembahyangan Rutin Umat YP

UUmat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan sembahyangan rutin sebagai bagian dari kehidupan doa bersama dalam lingkungan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ibu Yulia Endang bersama Lantanya R. G., yang dengan penuh penghayatan membimbing umat dalam setiap rangkaian doa. Umat yang hadir terdiri dari berbagai kalangan usia, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia.

Dalam sembahyangan rutin ini, umat juga bersama-sama mendaraskan doa Rosario. Setiap peristiwa didoakan dengan khusyuk, menghadirkan suasana yang tenang dan penuh permenungan. Doa Rosario menjadi bagian penting yang semakin memperdalam kehidupan rohani umat.

Selama doa berlangsung, umat mengikuti setiap bagian dengan penuh kesungguhan. Momen ini menjadi kesempatan untuk sejenak berhenti dari kesibukan sehari-hari dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Sembahyangan rutin ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperdalam iman, tetapi juga mempererat kebersamaan antarumat dalam lingkungan. Kehadiran lintas generasi menunjukkan bahwa kehidupan doa tetap hidup dan dijaga bersama.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis diharapkan terus bertumbuh dalam iman serta semakin setia dalam membangun kehidupan rohani yang kuat.

Umat YP Memimpin Doa Rosario di Gereja

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mendapat kesempatan untuk bertugas memimpin doa Rosario di gereja. Kegiatan ini dilaksanakan di area samping altar dalam suasana yang tenang dan penuh penghayatan.

Doa Rosario dipimpin oleh Bapak Bambang Sudjono bersama Bapak Agung Prasetyo, yang dengan khidmat membimbing umat dalam setiap peristiwa doa. Umat yang hadir terdiri dari berbagai kalangan usia, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia.

Selama doa berlangsung, umat mengikuti setiap bagian dengan penuh kekhusyukan. Rangkaian doa yang didaraskan bersama menjadi momen permenungan iman, sekaligus ungkapan devosi kepada Bunda Maria.

Kehadiran umat dari berbagai generasi menunjukkan semangat kebersamaan dalam kehidupan menggereja. Doa yang dipanjatkan bersama tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga mempererat persaudaraan di antara umat.

Melalui kesempatan pelayanan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis turut ambil bagian dalam menghidupkan kehidupan doa di gereja. Semoga semangat berdoa bersama ini terus tumbuh dan menjadi kekuatan iman bagi seluruh umat.

Pelayanan Among Tamu dan Hitung Kolekte Misa Jumat Pertama – Jumat 1 Mei 2026

Pelaksanaan tugas among tamu dan hitung kolekte dalam Misa Jumat Pertama di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo pada Jumat, 1 Mei 2026 berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh semangat pelayanan. Kehadiran para petugas membantu mendukung suasana misa yang nyaman dan khidmat bagi seluruh umat yang hadir.


Sebanyak tujuh orang bertugas dalam pelayanan among tamu. Dengan ramah dan penuh tanggung jawab, para petugas membantu menyambut umat, mengarahkan tempat duduk, serta menjaga ketertiban selama perayaan ekaristi berlangsung. Pelayanan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana gereja yang hangat dan penuh kebersamaan.


Ucapan terima kasih disampaikan kepada para petugas among tamu yang telah melayani dengan tulus, yaitu Mas Yance, Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, Bu Erika, dan Mas Henry. Semangat pelayanan yang diberikan menjadi teladan dalam hidup menggereja dan kebersamaan umat.


Selain itu, tugas hitung kolekte juga terlaksana dengan baik dan penuh tanggung jawab. Empat orang bertugas dalam pelayanan ini untuk membantu proses penghitungan kolekte secara tertib dan teliti setelah misa selesai.


Terima kasih juga disampaikan kepada Mbak Nana, Bu Gambit, Bu John, dan Bu Erika yang telah melayani dalam tugas hitung kolekte. Semoga pelayanan yang telah diberikan menjadi berkat bagi umat dan semakin menumbuhkan semangat untuk terus berkarya dalam pelayanan gereja.


Tuhan memberkati seluruh petugas dan umat Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Sembayangan Rutin Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Kamis 30 April 2026

Pada Kamis malam, 30 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius tetap berkumpul dalam suasana penuh iman untuk mengikuti sembahyangan rutin lingkungan. Meskipun hujan deras mengguyur sejak sore hari, semangat umat untuk hadir dan berdoa bersama tidak surut. Dengan hati penuh syukur dan ketulusan, umat mengikuti seluruh rangkaian ibadat dengan khusyuk dan penuh penghayatan.

Suasana doa terasa semakin hangat ketika umat saling menyapa dan bersama-sama memuliakan Tuhan melalui doa, pujian, serta pendalaman Sabda. Hujan yang turun deras justru menjadi lambang bahwa rahmat Tuhan selalu tercurah bagi setiap pribadi yang datang kepada-Nya dengan iman.

Sabda Tuhan yang Meneguhkan

Pada pertemuan kali ini, Bacaan Pertama diambil dari Kisah Para Rasul 13:13–25. Dalam bacaan tersebut, Paulus mengingatkan perjalanan panjang karya keselamatan Allah bagi umat Israel hingga hadirnya Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus. Tuhan selalu setia membimbing umat-Nya, bahkan ketika manusia sering jatuh dan tidak setia.

Sedangkan Bacaan Injil dari Yohanes 13:16–20 mengajak umat untuk belajar kerendahan hati dan pelayanan. Yesus menegaskan bahwa seorang hamba tidak lebih tinggi daripada tuannya. Barangsiapa menerima utusan Kristus, berarti menerima Kristus sendiri, dan menerima Kristus berarti menerima Allah yang mengutus-Nya.

Pesan Injil malam itu mengingatkan bahwa hidup beriman bukan hanya tentang doa dan kata-kata, melainkan juga tentang kesediaan melayani dengan tulus, tetap setia dalam tantangan, dan menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Renungan: Seberapa Dalam Imanku kepada Tuhan?

Dalam renungan malam itu, umat diajak untuk tidak hanya mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga melakukan refleksi pribadi melalui beberapa kuis sederhana untuk mengukur kedalaman iman masing-masing. Dari jawaban-jawaban kuis tersebut, umat diajak menyadari bahwa iman bukan diukur dari seberapa sering berbicara tentang Tuhan, tetapi dari seberapa besar kita mengandalkan Tuhan, melayani sesama, dan tetap setia dalam setiap keadaan.

Sembahyangan rutin malam itu menjadi pengingat bahwa hujan deras sekalipun tidak mampu memadamkan semangat umat untuk datang kepada Tuhan. Justru dalam kesederhanaan dan kebersamaan itulah iman semakin diteguhkan.

Semoga Sabda Tuhan yang telah direnungkan menjadi kekuatan bagi seluruh umat Lingkungan St. Gregorius untuk terus hidup dalam kasih, pelayanan, dan kesetiaan kepada Kristus.

Hal-Hal untuk Direnungkan Secara Pribadi :

  • Apakah aku mau melayani orang lain tanpa mengharap imbalan?
  • Dalam situasi sulit, mampukah aku tetap setia pada panggilan Kristus?
  • Bagaimana aku menunjukkan bahwa aku menerima Yesus dalam keseharian hidupku?

Doa Rosario bersama di GMBA stasi Maguwo

Doa Rosario bersama di Gereja Maria Bunda Allah stasi Maguwo hari Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 18.00 wib. Doa dipimpin oleh bapak ibu umat lingkungan Antonius, diawali dengan doa Ratu Surga dan diakhiri dengan bacaan BKL hari ke-2. Doa Rosario tadi dihadiri lebih dari 20 orang.

Pertemuan Lingkungan St. Antonius tanggal 30 April 2026

Pertemuan Lingkungan St. Antonius tanggal 30 April 2026 di rumah Bapak Arief S. Diisi dengan latihan koor untuk tugas misa Jumat Pertama dan penyampaian beberapa pengumuman oleh Ketua Lingkungan serta mengobrol santai dan bertukar pikiran antar umat tentang rencana-rencana yang ada di GMBA dan juga Lingkungan Antonius. Latihan koor dihadiri kurang lebih 22 umat.

Pertemuan Lingkungan St. Antonius Padua


Hari/tanggal: Kamis, 23 April 2026.
Waktu : pukul 19.15 wib.
Tempat : rumah keluarga Bapak Wiwid.
Agenda : Latihan koor untuk tugas Jumat Pertama bulan Mei.
Latihan koor dihadiri kurang lebih 4 orang tenor, 8 orang bass, 2 orang alto dan 9 orang sopran. Setelah latihan koor dilanjutkan pengumuman dari stasi oleh Ketua Lingkungan.
Pertemuan diakhiri pada pukul 21.00 wib.

Kebersamaan Ibu-ibu Lingkungan St. Gregorius Kadisoka dalam Pelayanan Kantin Gereja Maria Bunda Allah Maguwo

Selama tiga minggu berturut-turut, mulai tanggal 12 April 2026 hingga 26 April 2026, ibu-ibu umat Lingkungan St. Gregorius mengambil bagian dalam pelayanan jaga kantin di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat pelayanan dan kebersamaan umat dalam mendukung kehidupan menggereja.

Sebanyak 22 ibu terlibat secara aktif dalam tugas ini, yang dilaksanakan setiap hari Minggu, yaitu pada tanggal 12, 19, dan 26 April 2026. Dengan penuh tanggung jawab dan sukacita, mereka melayani umat yang hadir, menyediakan kebutuhan konsumsi, serta menciptakan suasana hangat dan ramah di lingkungan gereja.

Partisipasi ini tidak hanya menjadi bentuk pelayanan, tetapi juga sarana untuk mempererat persaudaraan antarumat. Melalui kerja sama yang baik, ibu-ibu Lingkungan St. Gregorius menunjukkan bahwa pelayanan sederhana seperti menjaga kantin pun memiliki makna besar ketika dilakukan dengan hati yang tulus.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para ibu yang telah terlibat langsung dalam pelayanan ini, yaitu: Bu Yarnidus, Bu Tri, Bu Maria, Bu Gambit, Bu Anik, Bu Vero, Bu Anin, Bu Kamso, Bu Yohana, Bu Agnes, Bu Nur, Bu Setyo, Bu Shinta, Bu Ratih, Bu Evi, Bu Margaretha, Bu Lucia Leo, Bu Intan, Bu Nita, Bu Erika, dan Bu Ratna. Dedikasi dan kebersediaan mereka menjadi inspirasi bagi umat lainnya untuk terus ambil bagian dalam kehidupan menggereja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat pelayanan dan kebersamaan semakin tumbuh dalam Lingkungan St. Gregorius. Apa yang telah dilakukan oleh ibu-ibu ini menjadi contoh bahwa pelayanan, sekecil apa pun, adalah bagian penting dalam membangun komunitas iman yang hidup, rukun, dan penuh kasih.

Rapat Pembahasan Penerima Jadup Umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – Kamis, 16 April 2026

Pada hari Kamis, 16 April 2026, umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan rapat khusus yang membahas penentuan penerima bantuan jadup (jaminan hidup) bagi umat yang membutuhkan. Pertemuan ini dilaksanakan dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, sebagai wujud nyata perhatian lingkungan kepada anggotanya.


Dalam rapat tersebut, disepakati untuk membentuk sebuah tim kecil yang bertugas secara khusus menentukan siapa saja umat yang layak menerima bantuan jadup. Pembentukan tim ini dilakukan sebagai langkah bijaksana untuk memastikan proses penentuan berjalan secara adil, objektif, dan penuh tanggung jawab.


Tim kecil yang dibentuk terdiri dari pengurus inti lingkungan, yaitu Mas Freddy selaku Ketua Lingkungan, Bapak Harry sebagai Wakil Ketua Lingkungan, Ibu Maria sebagai Bendahara Lingkungan, dan Ibu Gambit sebagai Sekretaris Lingkungan. Selain itu, tim ini juga melibatkan beberapa umat yang dituakan dan dihormati dalam lingkungan, yaitu Bapak Kamso, Ibu Yarnidus, dan Ibu Agnes.


Keterlibatan berbagai pihak dalam tim kecil ini diharapkan mampu menghadirkan keputusan yang bijak serta mencerminkan kondisi nyata umat di lingkungan. Dengan adanya tim ini, proses pendataan dan penentuan penerima jadup dapat dilakukan dengan lebih terarah dan transparan.


Lebih dari itu, pembentukan tim kecil ini juga menjadi upaya untuk menghindari perdebatan maupun kecemburuan sosial di tengah umat terkait pembagian bantuan. Harapannya, setiap keputusan yang diambil dapat diterima dengan lapang dada karena telah melalui pertimbangan yang matang dan melibatkan perwakilan umat.


Melalui langkah ini, Lingkungan St. Gregorius terus berupaya membangun kehidupan bersama yang rukun, damai, dan saling mendukung. Semangat kebersamaan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarumat, tetapi juga mendorong pertumbuhan iman yang semakin kuat dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan adanya kepedulian dan kerja sama yang baik, umat Lingkungan St. Gregorius diharapkan dapat semakin menjadi komunitas yang hidup dalam kasih, saling memperhatikan, dan menjadi berkat bagi sesama.