Indahnya Persaudaraan Dalam Keberagaman

PERAYAAN EKARISTI – MINGGU PRAPAASKAH IV – MINGGU PANGGILAN
11 Mei 2025

Kebersamaan dalam perbedaan menjadi nyata dalam Perayaan Ekaristi Minggu Prapaskah IV – Minggu Panggilan yang diselenggarakan di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo pada 11 Mei 2025. Perayaan ini dipimpin oleh Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr., dan dimeriahkan oleh koor para suster dari tiga tarekat religius: Dominikan – Ordo Praedicatorum (OP), Servarum Spiritus Sancti (SSpS), dan Religius Maria Imakulata (RMI), yang bersama-sama mengangkat puji-pujian dalam keindahan liturgi yang khusyuk dan menggugah.

Dalam homilinya, Rm. Antonius berbagi kisah panggilan hidupnya. Ia menceritakan bagaimana benih keinginannya menjadi imam sempat memudar di masa remaja karena banyaknya kegiatan bersama teman-temannya. Namun, Tuhan memiliki cara-Nya sendiri. Sebuah peristiwa kecelakaan membuatnya harus banyak beristirahat di rumah, dan justru di situlah ia menemukan kembali suara panggilan Tuhan yang lama terpendam. Dalam keheningan dan permenungan, ia diteguhkan hingga akhirnya ditahbiskan menjadi imam. Kisah ini menjadi pengingat bahwa panggilan Tuhan bisa tumbuh bahkan dari peristiwa yang tak terduga.

Perayaan ini semakin istimewa dengan hadirnya tujuh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mereka mengikuti misa dalam rangka Observasi Kegiatan Moderasi Beragama. Di akhir misa, mereka diperkenalkan kepada umat oleh Rm. Antonius dan disambut dengan tepuk tangan meriah sebagai tanda penerimaan yang hangat.

Usai perayaan, suasana persaudaraan begitu terasa. Para mahasiswa berfoto bersama Romo dan para suster, serta menyapa umat satu per satu dalam suasana akrab dan damai. Momen ini menjadi cerminan nyata dari indahnya persaudaraan dalam keberagaman, di mana perbedaan keyakinan tidak menjadi tembok, melainkan jembatan kasih dan pengertian.

Terima kasih kepada Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr. yang telah membuka pintu Gereja dan hati bagi para mahasiswa UIN, serta kepada Dewan Pastoral Stasi Maguwo yang turut memfasilitasi. Kehadiran para mahasiswa ini menjadi simbol harapan: bahwa masa depan Indonesia bisa dibangun di atas pondasi keharmonisan, keterbukaan, dan saling menghargai antar umat beragama.

Habemus Papam! Bapa Paus Leo XIV

Dari Chicago ke Tahta Suci: Jejak Panjang Pelayan Tuhan

Setelah beberapa kali cerobong Kapel Sistina menghembuskan asap hitam—tanda bahwa para kardinal belum mencapai kesepakatan— Dengan kawalan “penjaga udara” burung camar yang selalu setia berada di depan cerobong, akhirnya pada 8 Mei 2025, langit Roma disambut asap putih yang mengepul dari Kapel Sistina.
Habemus Papam! Dunia Katolik bersukacita: seorang Paus baru telah terpilih.

Cerobong Kapel Sistina mengeluarkan asap putih

Sorak haru dan tepuk tangan membahana memenuhi Lapangan Santo Petrus, yang telah dipadati umat dari berbagai penjuru dunia. Suasana penuh kegembiraan dan kelegaan mengalir tak hanya di Vatikan, tetapi juga menjalar luas melalui media sosial—Habemus Papam pun segera menjadi trending topic global.

Dari antara para kardinal, terpilihlah Kardinal Robert Francis Prevost asal Amerika Serikat. Ia menerima panggilan luhur ini dan memilih nama Paus Leo XIV, menandai awal babak baru dalam sejarah Gereja Katolik.

Berikut adalah profil singkat beliau.

Nama Lengkap dan Asal Usul
Paus Leo XIV lahir dengan nama Robert Francis Prevost di Chicago, Amerika Serikat, pada 14 September 1955. Selain berkewarganegaraan Amerika, beliau juga menjadi warga negara Peru—negara yang begitu membentuk iman dan panggilannya sebagai gembala umat.

Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat terpilih menjadi Paus dan memilih nama Paus Leo XIV

Seorang Paus dari Ordo Agustinian
Beliau merupakan anggota Ordo Santo Agustinus (O.S.A.), sebuah komunitas religius yang mengutamakan hidup bersama, pencarian akan kebenaran, dan pelayanan kasih. Semangat Agustinian senantiasa membentuk cara berpikir dan memimpinnya.

Latar Belakang Akademik yang Kuat
Paus Leo XIV meraih gelar sarjana matematika dari Villanova University, melanjutkan studi teologi di Chicago, dan kemudian memperoleh lisensiat serta doktorat dalam hukum kanonik dari Universitas Angelicum di Roma.

Misionaris yang Mencintai Akar Rumput
Sejak 1985 hingga 1998, beliau melayani sebagai misionaris di Peru—menjadi kanselir keuskupan hingga pemimpin seminari. Dalam masa itulah, hatinya benar-benar tertambat pada kehidupan umat sederhana dan pelayanan pastoral yang nyata.

Pemimpin Tertinggi Ordo Agustinus
Dari tahun 2001 hingga 2013, ia terpilih sebagai Prior Jenderal Ordo Agustinus, memimpin ordo ini secara global selama dua belas tahun—sebuah tanda kepercayaan dan pengakuan atas kepemimpinan rohaninya.

Uskup dan Pelayan Gereja Universal
Pada tahun 2015, beliau diangkat sebagai Uskup Chiclayo, Peru. Kemudian pada 2023, Paus Fransiskus mempercayakan kepadanya jabatan Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, sebuah peran strategis dalam penunjukan para uskup di seluruh dunia.

Kardinal Robert Francis Prevost (sekarang menjadi Paus Leo XIV) bersama Paus Fransiskus

Kardinal dan Penerus Warisan Gereja
Masih di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus, pada tahun 2023 beliau masuk dalam Kolegium Kardinal—sebuah langkah penting yang memperkuat posisinya sebagai tokoh Gereja universal.

Terpilih sebagai Paus pada 8 Mei 2025
Setelah wafatnya Paus Fransiskus, Konklaf yang berlangsung dua hari menetapkan Robert F. Prevost sebagai Paus ke-267, dan beliau memilih nama Leo XIV sebagai nama kepausannya.

Makna Nama “Leo XIV”
Nama “Leo” melambangkan keberanian, kebijaksanaan, dan semangat reformasi—mewarisi warisan para pendahulu besar seperti Leo I (Santo Leo Agung) dan Leo XIII, tetapi dengan visi yang menyentuh zaman kini.

Paus Berwajah Global, Berhati Misioner
Dengan latar belakang Amerika, pengalaman pastoral di Amerika Latin, dan pelayanan di pusat Kuria Roma, Paus Leo XIV adalah gembala dengan pandangan global dan hati yang dekat dengan umat kecil. Ia hadir sebagai jembatan antar budaya dan zaman.

Semangat Baru untuk Dunia
Dari lorong-lorong seminari di Peru hingga balkon Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV datang membawa angin segar Gereja yang bersahabat, berpengharapan, dan berpijak pada realitas dunia. Dunia menantikan langkah-langkah besarnya.

Viva il Papa!

SAMBUTAN PERDANA PAUS LEO XIV

Saudara-saudari terkasih, Semoga damai menyertai kalian semua! Ini adalah salam yang diucapkan pertama oleh Kristus yang Bangkit, sang Gembala baik yang memberikan nyawanya untuk kawananNya. Saya pun ingin agar salam damai ini masuk ke dalam hati kalian, menjangkau keluarga kalian, dan semua orang dimanapun mereka berada, di seluruh penjuru bumi. Damai menyertai kalian semua!
Inilah damai dari Kristus yang bangkit. Damai tanpa senjata bahkan melucuti sencata, damai yang rendah hati dan gigih bertahan, berasal dari Allah, Allah yang mencintai kita semua tanpa syarat.
Masih kita kenang, suara lemah namun selalu berani dari Paus Fransiskus yang telah memberi berkat pada kota Roma. Paus Fransiskus yang memberi berkat juga pada dunia pada pagi hari paskah yang lalu. Kini izinkan saya juga untuk meneruskan berkat yang sama… Allah mencintaimu, Allah mencintai kamu semua… kejahatan tidak akan menang, kita semua berada di tangan Allah..
Oleh karena itu tanpa rasa takut, mari kita bersatu, bergandengan tangan satu sama lain, berjalan bersama Allah, bergerak maju. Kita adalah murid-murid Kristus, Kristus akan menyertai kita. Dunia sedang membutuhkan cahayanya, kemanusiaan membutuhkanNya, mari kita bangun jembatan agar cinta kasih Allah dapat meraih mereka yang membutuhkan. Mari kita saling bahu-membahu membangun jembatan melalui dialog, melalui perjumpaan yang menyatukan kita semua menjadi satu umat, selalu dalam damai.
Terimakasih pada Paus Fransiskus, dan juga kepada para saudara kardinal yang telah memilih saya menjadi pengganti Santo Petrus dan berjalan bersama dengan kalian semua, sebagai gereja yang satu selalu mencari perdamaian, keadilan, tetap setia pada Yesus Kristus, tanpa takut mewartakan kabar sukacita sebagai misionaris.
Saya adalah putra Santo Agustinus (anggota Ordo Santo Agustinus). Ia yang pernah mengatakan. “Bersama kalian, aku seorang kristen dan untuk kalian aku dalah seorang uskup”. Demikian kita semua dapat berjalan bersama menuju tanah air yang telah disiapkan Allah bagi kita.
Salam khusus saya sampaikan juga pada Gereja Roma. Mari kita berjalan bersama menjadi gereja misionaris, gereja yang membangun jembatan, membangun dialog, gereja yang selalu terbuka untuk menerima seperti bentuk dari alun2 santo Petrus ini, dengan tangan terbuka bagi semua yang membutuhkan cinta kasih kita, kehadiran kita dan dialog kasih.
(Dalam Bahasa Spanyol) Izinkanlah saya menyapa mereka yang pernah saya layani di Keuskupan Chiclayo, Peru. Dimana umat beriman mendampingi dengan setia uskup mereka menjadikan gereja yang setia pada Yesus Kristus.
Dan kepada kalian semua saudara-saudari terkasih, yang ada di Roma, di seluruh Italia dan seluruh dunia, kita jadikan gereja kita gereja yang sinodal, Gereja yang berjalan bersama, Gereja yang selalu mencari perdamaian, mencari selalu kasih, selalu berusaha untuk dekat dengan mereka yang menderita.
Hari ini adalah peringatan Bunda maria dari Pompey. Bunda kita Maria akan selalu berjalan bersama, dekat dengan kita. Membantu kita dengan perantaraannya dan dengan cintanya. Maka saya hendak berdoa bersama kalian semua, kita berdoa untuk tugas baru ini, dan tentu saja untuk seluruh gereja, dan untuk perdamaian dunia. Dan kita mohonkan ini rahmat khusus ini dengan perantaraan Bunda Maria, Bunda kita…
Salam Maria….

 

EVALUASI PEKAN SUCI 2025 & RAPAT AKBAR PENUH DRAMA TIM SOUNDSYSTEM GMBA

Pekan Suci 2025 akhirnya selesai juga. Semua perayaan berjalan dengan lancar, tenang, dan penuh kekudusan… kecuali di area sekitar mixer, di mana kabel-kabel bersliweran seperti mie ayam level galau dan headset berpindah tangan lebih cepat dari gosip di grup WA. Tapi salut buat tim soundsystem GMBA: walau sempat ada momen “mic-nya nggak nyalaaaa!” dan “lah…volumenya belum naik……….?”, semuanya tetap bisa teratasi berkat skill, kepekaan batin, dan tentu saja, kebetulan yang sangat ilahi.

Untuk mengevaluasi semua kejadian tersebut, sekaligus menenangkan jiwa yang habis terbakar volume overload dan feedback tak terduga, maka digelarlah rapat agung nan meriah di rumah Mas Felix pada Sabtu, 3 Mei 2025. Tentu saja, rapat ini berlangsung serius… selama lima menit pertama. Sisanya? Tertawa bernyanyi , dan merencanakan konser besar-besaran yang masih belum jelas kapan dan di mana, tapi udah keburu dibayangkan bak konser Coldplay versi Katolik.

Agenda utama rapat:

  1. Evaluasi Pekan Suci
  2. makan malam
  3. Bahas Rencana konser (yang lebih banyak dibahas lewat mimpi)
  4. Makan lagi
  5. makan lagi
  6. makan lagi

Satu yang pasti :

tim ini makin solid, makin kocak, dan makin siap bikin konser yang nggak cuma rame sound-nya, tapi juga penuh cinta, tawa, dan mungkin sedikit kebakaran kabel (yang bisa dimaklumi).

thanks to

mas Darwanto, mas felix, mas jiwo, mas Danang stef, & mas Probo


Berkreasi Mengolah Camilan Sehat dari Pangan Lokal

Bumi Indonesia memiliki pangan lokal yang berlimpah. Berbekal kreativitas, sayur dan buah lokal juga dapat tersaji sebagai camilan modern kekinian yang sarat gizi dan kaya manfaat.

Tema ini menjadi inti pelatihan yang diselenggarakan Tim Pelayanan PSE Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo (GMBA) bekerja sama dengan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FTB UAJY) pada Sabtu, 3 Mei 2025 di Gazebo GMBA.

Dalam pelatihan ini, lima dosen Jurusan Teknologi Pangan FTB UAJY bersama dua staf laboratorium dan tiga asisten mahasiswa berbagi ilmu kepada umat GMBA. Mereka mengajak peserta berkreasi mengolah pangan lokal menjadi empat jenis camilan yang sehat, bergizi, dan lezat.

Popping boba buah naga dan semangka

Resep boba racikan tim FTB UAJY ini memanfaatkan buah naga dan semangka sebagai pewarna alami sehingga menjadi minuman yang lebih sehat sekaligus bernutrisi bagi keluarga, terutama untuk anak-anak. Ternyata, proses membuatnya pun relatif mudah. Membentuk bobanya saja yang cukup menantang. Maksud hati mau menghasilkan boba bulat, eh, jadinya kecebong :p

Membuat boba dari buah naga
Boba cantik nan bergizi sudah siap

Kue bebek mandi dan labu mandi

Dari namanya, unik dan membuat penasaran, ya? Bahan utama pangan lokal dalam kreasi kedua ini antara lain labu kuning dan ubi ungu. Cita rasa Nusantara juga hadir dalam isiannya berupa kelapa parut, gula merah, dan daun pandan. Begitu pula fla yang “merendam” kue terbuat dari santan bercampur daun pandan.

“Labu dan ubi kaya serat. Selain itu juga bisa menjadi pengganti terigu untuk yang menghindari gluten,” jelas LM. Ekawati Purwijantiningsih, S.Si., M.Si, yang akrab disapa Bu Eka. FYI, Bu Eka pernah menjadi umat GMBA, tepatnya di Lingkungan YP, lho.

Bu Eka (paling depan) membimbing praktik kelompok kue mandi
Kue mandi ini terlalu gemas untuk disantap!

Bola-bola labu

Labu kuning kembali menjadi bintang utama di sajian camilan sehat ini. Kreasi ketiga ini mirip kroket kentang sehingga ibu-ibu peserta pun dalam waktu singkat sudah bisa menguasai pembuatannya. Bola labu bisa diisi sesuai selera, seperti cokelat batang, keju cheddar, keju mozarella, dan sebagainya.

Serius menyimak tips menggoreng bola labu
Ini bukan kroket, tapi bola labu lho ^^

Nugget dan kaki naga sehat

Kaki naga? Apakah harus pindah dimensi dulu untuk berburu naga ala Harry Potter? Rupanya, namanya saja yang “seram”. Bahannya mudah dibeli di mana saja karena tinggal mencampur daging ayam, telur, tepung terigu, dan tepung tapioka ditambah bumbu-bumbu menjadi adonan. Istimewanya, nugget dan kaki naga ala FTB UAJY ini tidak menggunakan pengawet dan penambah rasa sintetis. Beda dengan buatan pabrik, ya, Bundd….

Meracik bahan nugget dan kaki naga
Kaki naga yang lezat dan enggak ada seram-seramnya

Usai praktik, bahan pangan lokal pun bertransformasi menjadi camilan sehat sarat gizi. Tampilannya juga sangat menggugah selera. Tak heran, sebagian hasil praktik sudah mendarat di perut peserta sebelum sempat ditata cantik di piring saji >.<

“Kami jadi tambah ilmunya lewat pelatihan ini. Bisa untuk mengisi acara pertemuan di lingkungan dan PKK,” puji Ibu Sulasih Andreas dari Lingkungan Asisi.

Melihat respons yang sangat positif dari peserta, ucapan terima kasih kami haturkan kepada Tim FTB UAJY yang telah berbagi ilmu kepada umat GMBA melalui program pengabdian masyarakatnya. Pelatihan hari ini yang penuh suasana keakraban dan keceriaan, menjadi cermin jalinan sinergi indah antara Gereja dan dunia pendidikan.

Tim Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Jadi, tunggu apa lagi? Mari berkreasi hadirkan camilan sehat serta bergizi, dari pangan lokal Ibu Pertiwi tercinta.

Semangat Kebersamaan dalam Outbound Tim Litbang GMBA

Dalam upaya mempererat hubungan antar anggota serta memperkuat semangat pelayanan yang tulus dan kolaboratif, tim litbang Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo mengadakan kegiatan outbound yang berlangsung di Banyu Sumilir, Pakem, Sleman, pada Kamis, 1 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan refleksi bersama bagi para anggota, sekaligus sarana penyegaran rohani dan jasmani di tengah dinamika tugas pelayanan gerejawi.

Acara dimulai pada pagi hari dengan suasana cerah dan semangat yang menggebu. Pembukaan dilakukan oleh Bapak Agung selaku Ketua Stasi Maguwo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim litbang atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendampingi program-program pengembangan stasi. Ia juga menegaskan pentingnya membangun kebersamaan dan kekompakan dalam pelayanan, karena tim yang solid akan menjadi tulang punggung gereja yang hidup dan bertumbuh.

Sambutan berikutnya diberikan oleh Bapak Andre Muda, perwakilan dari tim litbang, yang menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momen untuk membangun kembali semangat melayani dengan hati yang jujur dan terbuka. “Tim litbang bukan hanya tim teknis yang mengurus data dan perencanaan,” ujar Bapak Andre, “tetapi juga mitra strategis pastoral yang harus mampu mendengar suara umat, menanggapi kebutuhan mereka, dan menjembatani gagasan menuju aksi nyata.” Ia juga menekankan bahwa kejujuran dan komunikasi yang baik adalah fondasi utama dalam setiap bentuk kerja sama, baik dalam lingkungan tim maupun dalam pelayanan umat.

Kegiatan kemudian dipandu oleh Bapak Frans, selaku pengelola Banyu Sumilir, yang dengan ramah menyambut seluruh peserta dan memperkenalkan konsep kegiatan yang akan dijalani hari itu. Setelah sesi pengarahan singkat, peserta diarahkan ke lapangan untuk memulai sesi permainan outbound yang telah dirancang secara khusus.

Dengan dipandu oleh tim fasilitator yang berpengalaman—Pak Ari, Mbak Murni, dan Mbak Ari—seluruh peserta diajak mengikuti serangkaian permainan yang menantang namun penuh kegembiraan. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk menguji kemampuan konsentrasi, melatih koordinasi, serta membangun kepercayaan dan kekompakan antaranggota. Tawa, semangat, dan sorak-sorai terdengar bergema di antara pepohonan dan aliran air alami, menciptakan suasana akrab dan menyegarkan.

Sebanyak 32 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni Kelompok Ganjil dan Kelompok Genap yang menamakan diri “Amazon”. Pembagian ini tidak hanya menambah unsur kompetitif, tetapi juga memunculkan dinamika unik yang mendorong semua peserta untuk saling mendukung, menyusun strategi bersama, dan tetap menjaga semangat sportivitas.

Di sela permainan, beberapa peserta menyampaikan kesan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai bentuk pemulihan spiritual dan emosional dalam pelayanan yang seringkali menuntut ketahanan dan kesabaran tinggi. "Saya merasa lebih dekat dengan teman-teman satu tim. Ternyata di balik kesibukan rapat dan diskusi, ada wajah-wajah hangat yang saling menopang," ungkap salah satu peserta.

Tim litbang sendiri memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan menggereja, khususnya di lingkungan Stasi. Mereka bertugas menggali informasi, menganalisis kebutuhan umat, merancang program pengembangan, serta menjadi motor penggerak dalam penyusunan kebijakan dan agenda pastoral. Dalam konteks sinodalitas, litbang menjadi pelopor dalam mendengarkan dan merumuskan arah gerak bersama sesuai kehendak Roh Kudus.

Kejujuran menjadi napas utama dalam kerja tim ini. Kejelasan data, keterbukaan terhadap masukan, serta integritas dalam menyampaikan laporan menjadi ciri khas yang dipegang teguh. Komunikasi yang baik pun menjadi kunci keberhasilan setiap langkah, terutama dalam menjembatani ide-ide antara tim kerja dan umat secara luas.

Kegiatan outbound ini pun diakhiri dengan sesi refleksi singkat, di mana masing-masing peserta diminta membagikan satu hal yang mereka pelajari dari pengalaman hari itu. Banyak yang menyoroti pentingnya saling percaya, mendengar dengan hati, dan tidak takut untuk berproses bersama meskipun penuh tantangan.

Outbound tim litbang Stasi Maguwo ini bukan sekadar kegiatan luar ruangan, tetapi merupakan perwujudan nyata dari semangat pelayanan yang dilandasi oleh kebersamaan, kejujuran, dan komunikasi yang terbuka. Harapannya, semangat ini tidak berhenti di Banyu Sumilir, tetapi terus menyala dalam setiap rapat, kegiatan, dan aksi nyata demi gereja yang semakin hidup, tanggap, dan bersinar bagi umat.

Array

Pembukaan Bulan Maria – Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo

Saudara-saudari umat Allah yang terkasih,

Hari ini, Kamis 1 Mei 2025, Bersama seluruh Gereja, kita memasuki Bulan Maria, masa penuh rahmat, ketika hati umat Katolik diarahkan secara khusus kepada Santa Perawan Maria, Bunda Tuhan kita. Dalam bulan ini, kita diajak untuk merenungkan kehadiran Bunda Maria dalam hidup kita, meneladani imannya yang total, dan membuka hati bagi karya keselamatan yang diwartakan melalui hidup dan tindakannya.

Dalam semangat iman dan devosi yang mendalam, Stasi Maria Bunda Allah memulai Bulan Maria dengan sebuah peristiwa rohani yang sungguh indah dan menyentuh: doa Rosario serentak oleh seluruh lingkungan, dilaksanakan di waktu yang sama, namun di tempat yang tersebar di tiap lingkungan masing-masing. Walau secara fisik terpisah, tetapi umat dipersatukan dalam satu semangat, satu intensi, dan satu hati di hadapan Allah, melalui perantaraan Bunda Maria.

Masing-masing lingkungan menyalakan terang devosi dari tempatnya sendiri, namun bersama-sama membentuk satu untaian doa yang harum di hadapan Tuhan. Satu demi satu, butir-butir Rosario dinaikkan sebagai persembahan cinta dan harapan, sebagai bentuk syukur dan permohonan, sebagai tanda kesetiaan umat kepada Allah melalui hati seorang ibu Maria, yang senantiasa mendoakan dan mendampingi anak-anaknya.

Inilah kekuatan Gereja: bersatu dalam doa, meskipun tak berada dalam satu ruangan. Seperti cahaya lilin di malam hari, yang terpisah namun menyatu dalam terang, demikian pula umat Stasi Maria Bunda Allah malam ini menghadirkan kehangatan iman dalam lingkup masing-masing, namun menggemakan satu suara kepada Surga.

Semoga rangkaian doa Rosario yang kita mulai malam ini menjadi sumber berkat bagi setiap keluarga, lingkungan, dan stasi kita. Semoga melalui perantaraan Bunda Maria, hidup kita pun makin dibentuk menjadi pribadi yang rendah hati, taat pada kehendak Allah, dan penuh kasih terhadap sesama.

putar audio di bawah ini, kemudian pejamkan mata anda………..

Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berlindung kepadamu.
Amin
.


Pemusik Muda GMBA (PMG): Nada-Nada Muda yang Menyentuh Jiwa

Di balik beberapa misa, beberapa acara, dan beberapa momen spesial di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo,
ada alunan musik yang mengalir lembut, menghantar doa, membangun suasana, dan menggetarkan hati umat.
Dan siapa sosok di balik itu semua?

https://youtu.be/7SS6D_vzJTc?si=Y-QpS5A1pf6rxXkl

Mereka adalah Pemusik Muda GMBA (PMG) — generasi penerus yang memadukan bakat, semangat, dan pelayanan dalam harmoni yang indah.

Ada yang lihai memainkan gitar, menabuh drum, memetik bass, menari-nari di tuts keyboard, sampai melodi manis dari seruling dan biola.
Tidak ketinggalan para vokalis muda, yang menyanyikan lagu-lagu rohani dengan suara bening penuh perasaan.
Mereka tampil bukan untuk cari tepuk tangan, tapi untuk satu tujuan mulia: memuliakan Tuhan lewat musik.

PMG bukan hanya sekadar grup pemusik.
Mereka adalah keluarga kecil yang tumbuh dalam semangat persaudaraan.
Ada latihan bersama yang penuh tawa, ada koreksi satu sama lain yang kadang bikin manyun,
tapi semua itu justru jadi bumbu manis dalam perjalanan pelayanan mereka.
Mereka tidak hanya berbagi musik, tapi juga berbagi semangat, iman, dan persahabatan sejati.

Dengan wajah-wajah muda yang penuh keceriaan, PMG hadir sebagai bukti bahwa musik rohani tetap hidup dan berkembang,
bahwa generasi muda juga bisa menjadi saksi iman lewat talenta yang Tuhan berikan.

Terima kasih, Pemusik Muda GMBA (PMG)
Teruslah bermusik dengan hati, teruslah bernyanyi dengan jiwa, karena lewat nada-nada kalian, banyak hati umat yang dipulihkan dan dikuatkan.
Semoga pelayanan ini semakin meneguhkan langkah kalian dalam iman, harapan, dan cinta….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pesona OMK GMBA: Cantik, Ramah, dan Siap Melayani di Minggu Paskah

Minggu Paskah 2025 di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo terasa makin cerah dan semarak…
Bukan cuma karena sukacita kebangkitan Tuhan, tapi juga karena senyum manis dan keramahan para OMK GMBA yang bertugas sebagai among tamu.

Dibalut busana rapi dan penuh semangat muda, para OMK – yang katanya nih, semua cantik-cantik dan ganteng-ganteng – menyambut umat dengan senyum yang tulus.
Bukan cuma sekadar berdiri dan membagikan buku misa, tapi benar-benar menghadirkan suasana hangat, nyaman, dan penuh sukacita di setiap sudut gereja.

Dari pintu gerbang sampai pintu gereja, para among tamu muda ini sigap mengarahkan umat, membagikan sapaan hangat, dan kalau perlu, membantu umat lansia mencari tempat duduk.
Ada yang malu-malu di awal, ada juga yang ketawa-ketawa kecil karena salah sebut nama umat…
Tapi semua itu justru membuat pelayanan terasa makin hidup dan penuh warna.

Terima kasih sebesar-besarnya untuk OMK GMBA.
Bukan hanya karena tampil memesona, tapi karena sudah memberikan pelayanan yang lahir dari hati muda yang berapi-api.
Kalian membuktikan, bahwa menjadi muda bukan alasan untuk santai-santai saja — justru di tangan kalianlah, gereja kita makin hidup, makin hangat, dan makin bersinar di mata dunia.

Semoga semangat pelayanan ini terus membara, dari Minggu Paskah ini sampai sepanjang tahun, bahkan sepanjang hidup.
Karena satu senyum kecil, satu sambutan hangat, bisa jadi pintu berkat bagi banyak orang.

Dan buat para OMK kece ini, ada pantun spesial nih:

Pergi ke Magelang beli serabi,
Senyum OMK bikin hati berbunga.
Tugas among tamu memanglah berbudi,
Cantik luar dalam, ramah tiada dua

Kisah Para Pahlawan Bersuara: Tim Koor Pekan Suci 2025 GMBA

Pekan Suci 2025 di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo terasa makin megah dan menggema… semua karena ada para pahlawan bersuara emas: tim koor wilayah dan komunitas GMBA!
Mereka bukan cuma sekadar bernyanyi, bro. Mereka membungkus seluruh liturgi dengan harmoni surga, walau kadang dibalik senyum manisnya, ada suara nahan batuk atau ketegangan karena kunci nada yang mendadak naik tak terduga.

Mari kita kasih standing ovation buat mereka semua!

Minggu Palma dibuka dengan gagah berani oleh tim Koor Wilayah Don Bosco.
Suara mereka bikin prosesi daun palma serasa red carpet di surga!
Meski ada daun yang kadang nyerempet mic, mereka tetap tegar dan sopan.

Kamis Putih, giliran Wilayah Sang Timur yang turun panggung.
Mereka sukses mengubah suasana jadi syahdu dan haru.
Katanya sih, latihan mereka intens, sampai ada yang ngelantur nyanyi Ave Maria pas makan siang. (Saking terhanyutnya…)

Jumat Agung diisi dengan sangat khusyuk oleh Cantorez.
Waduh bro… harmoni suara mereka bikin merinding!
Bahkan kayu salib yang berat pun serasa lebih ringan karena diiringi lagu penuh penghayatan dari mereka.

Sabtu Vigili, malam paling sakral, dipercayakan ke Wilayah De Britto.
Tugas berat nih, dari suasana gelap sampai gegap gempita Gloria…
Tapi Wilayah De Britto menaklukkan semuanya, dengan stamina yang katanya dijaga pakai ramuan khusus: teh manis dan doa sepenuh hati!

Minggu Paskah, pentas kemuliaan, dipegang sama Wilayah Loyola.
Mereka tampil penuh semangat dan sukacita, bahkan ada umat yang bilang, “Lagu pembukaan aja udah bikin pengen joget syukur!”

Salut setinggi-tingginya untuk seluruh tim koor GMBA!
Kalianlah yang membuat Pekan Suci ini terasa hidup, megah, dan penuh getaran rohani.
Latihan tanpa lelah, koordinasi tanpa drama, suara yang naik-turun (dan kadang napas yang nyaris habis), semua jadi bagian dari pelayanan yang luar biasa indah.

Terima kasih karena sudah mempersembahkan bukan cuma suara… tapi hati.
Semoga setiap nada yang kalian lantunkan menjadi doa indah yang terbang langsung ke surga!
Kalau boleh, kita bilang:
“Koor GMBA, bukan sekadar bernyanyi, tapi mengubah misa jadi konser ilahi”

3M Buat semua….Makasih… Makasih…. Makasih…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Putra Putri Altar – Pekan Suci 2025: Dari Daun Palma sampai Lilin Paskah

Pekan Suci 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo berjalan dengan penuh makna dan semarak. Tapi ada satu tim yang patut diacungi jempol lebih dulu, yaitu pasukan kecil bersutkan jubah putih yang selalu siap siaga di altar: Putra Putri Altar GMBA

Mereka bukan cuma berdiri diam, loh. Selama Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah, hingga Minggu Paskah, merekalah yang jadi motor kecil liturgi, memastikan segalanya berjalan mulus. Tapi, biar tampil rapi di altar, perjuangannya luar biasa

Semua dimulai dari latihan yang kadang lebih rame dari nobar final bola. Ada yang ngantuk, bahkan ada yang saking semangatnya, masuk altar lebih dulu dari romo.Tapi semua tetap dikawal oleh Pak Andre, sang pelatih yang tenang tapi tegas. Ditemani para senior yang punya gaya masing-masing ada yang halus bagaikan malaikat, ada juga yang kalau ngomel, bisa bikin jubah berkibar sebelum ditiup angin.

Setiap gladi bersih dan persiapan bukan cuma soal latihan teknis, tapi juga pembentukan karakter. Mereka belajar disiplin, kerjasama, dan tentu saja, belajar menerima teguran dengan senyum meski hati sedikit ngilu. Tapi semua itu terbayar lunas saat mereka tampil maksimal di altar.

Dan satu hal yang gak boleh dilupakan…
Mereka ini diam-diam paling sering masuk kamera loh……
Entah kenapa, setiap fotografer misa selalu aja menangkap momen mereka lagi pegang salib, nyalain lilin, atau berdiri gagah di samping romo. Kadang pas banget dapet pose serius, kadang malah dapet yang lagi nyengir atau kedip sebelah. Udah kayak influencer altar followers: seluruh umat GMBA.

Tapi di balik tawa, drama kecil, dan jepretan kamera itu, tersimpan satu hal yang tulus: cinta untuk melayani Tuhan. Karena bagi mereka, berdiri di altar bukan tentang tampil keren, tapi tentang menghadirkan keindahan dalam kesederhanaan, keteraturan dalam kekhidmatan.

Terima kasih untuk seluruh Putra Putri Altar GMBA yang telah memberikan waktu, tenaga, dan hati kalian selama Pekan Suci 2025. Kalian luar biasa, bukan hanya karena jubah putih yang kalian kenakan, tapi karena semangat dan ketulusan yang kalian bawa di dalamnya.