Pemusik Muda GMBA (PMG): Nada-Nada Muda yang Menyentuh Jiwa

Di balik beberapa misa, beberapa acara, dan beberapa momen spesial di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo,
ada alunan musik yang mengalir lembut, menghantar doa, membangun suasana, dan menggetarkan hati umat.
Dan siapa sosok di balik itu semua?

https://youtu.be/7SS6D_vzJTc?si=Y-QpS5A1pf6rxXkl

Mereka adalah Pemusik Muda GMBA (PMG) — generasi penerus yang memadukan bakat, semangat, dan pelayanan dalam harmoni yang indah.

Ada yang lihai memainkan gitar, menabuh drum, memetik bass, menari-nari di tuts keyboard, sampai melodi manis dari seruling dan biola.
Tidak ketinggalan para vokalis muda, yang menyanyikan lagu-lagu rohani dengan suara bening penuh perasaan.
Mereka tampil bukan untuk cari tepuk tangan, tapi untuk satu tujuan mulia: memuliakan Tuhan lewat musik.

PMG bukan hanya sekadar grup pemusik.
Mereka adalah keluarga kecil yang tumbuh dalam semangat persaudaraan.
Ada latihan bersama yang penuh tawa, ada koreksi satu sama lain yang kadang bikin manyun,
tapi semua itu justru jadi bumbu manis dalam perjalanan pelayanan mereka.
Mereka tidak hanya berbagi musik, tapi juga berbagi semangat, iman, dan persahabatan sejati.

Dengan wajah-wajah muda yang penuh keceriaan, PMG hadir sebagai bukti bahwa musik rohani tetap hidup dan berkembang,
bahwa generasi muda juga bisa menjadi saksi iman lewat talenta yang Tuhan berikan.

Terima kasih, Pemusik Muda GMBA (PMG)
Teruslah bermusik dengan hati, teruslah bernyanyi dengan jiwa, karena lewat nada-nada kalian, banyak hati umat yang dipulihkan dan dikuatkan.
Semoga pelayanan ini semakin meneguhkan langkah kalian dalam iman, harapan, dan cinta….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pesona OMK GMBA: Cantik, Ramah, dan Siap Melayani di Minggu Paskah

Minggu Paskah 2025 di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo terasa makin cerah dan semarak…
Bukan cuma karena sukacita kebangkitan Tuhan, tapi juga karena senyum manis dan keramahan para OMK GMBA yang bertugas sebagai among tamu.

Dibalut busana rapi dan penuh semangat muda, para OMK – yang katanya nih, semua cantik-cantik dan ganteng-ganteng – menyambut umat dengan senyum yang tulus.
Bukan cuma sekadar berdiri dan membagikan buku misa, tapi benar-benar menghadirkan suasana hangat, nyaman, dan penuh sukacita di setiap sudut gereja.

Dari pintu gerbang sampai pintu gereja, para among tamu muda ini sigap mengarahkan umat, membagikan sapaan hangat, dan kalau perlu, membantu umat lansia mencari tempat duduk.
Ada yang malu-malu di awal, ada juga yang ketawa-ketawa kecil karena salah sebut nama umat…
Tapi semua itu justru membuat pelayanan terasa makin hidup dan penuh warna.

Terima kasih sebesar-besarnya untuk OMK GMBA.
Bukan hanya karena tampil memesona, tapi karena sudah memberikan pelayanan yang lahir dari hati muda yang berapi-api.
Kalian membuktikan, bahwa menjadi muda bukan alasan untuk santai-santai saja — justru di tangan kalianlah, gereja kita makin hidup, makin hangat, dan makin bersinar di mata dunia.

Semoga semangat pelayanan ini terus membara, dari Minggu Paskah ini sampai sepanjang tahun, bahkan sepanjang hidup.
Karena satu senyum kecil, satu sambutan hangat, bisa jadi pintu berkat bagi banyak orang.

Dan buat para OMK kece ini, ada pantun spesial nih:

Pergi ke Magelang beli serabi,
Senyum OMK bikin hati berbunga.
Tugas among tamu memanglah berbudi,
Cantik luar dalam, ramah tiada dua

Kisah Para Pahlawan Bersuara: Tim Koor Pekan Suci 2025 GMBA

Pekan Suci 2025 di Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo terasa makin megah dan menggema… semua karena ada para pahlawan bersuara emas: tim koor wilayah dan komunitas GMBA!
Mereka bukan cuma sekadar bernyanyi, bro. Mereka membungkus seluruh liturgi dengan harmoni surga, walau kadang dibalik senyum manisnya, ada suara nahan batuk atau ketegangan karena kunci nada yang mendadak naik tak terduga.

Mari kita kasih standing ovation buat mereka semua!

Minggu Palma dibuka dengan gagah berani oleh tim Koor Wilayah Don Bosco.
Suara mereka bikin prosesi daun palma serasa red carpet di surga!
Meski ada daun yang kadang nyerempet mic, mereka tetap tegar dan sopan.

Kamis Putih, giliran Wilayah Sang Timur yang turun panggung.
Mereka sukses mengubah suasana jadi syahdu dan haru.
Katanya sih, latihan mereka intens, sampai ada yang ngelantur nyanyi Ave Maria pas makan siang. (Saking terhanyutnya…)

Jumat Agung diisi dengan sangat khusyuk oleh Cantorez.
Waduh bro… harmoni suara mereka bikin merinding!
Bahkan kayu salib yang berat pun serasa lebih ringan karena diiringi lagu penuh penghayatan dari mereka.

Sabtu Vigili, malam paling sakral, dipercayakan ke Wilayah De Britto.
Tugas berat nih, dari suasana gelap sampai gegap gempita Gloria…
Tapi Wilayah De Britto menaklukkan semuanya, dengan stamina yang katanya dijaga pakai ramuan khusus: teh manis dan doa sepenuh hati!

Minggu Paskah, pentas kemuliaan, dipegang sama Wilayah Loyola.
Mereka tampil penuh semangat dan sukacita, bahkan ada umat yang bilang, “Lagu pembukaan aja udah bikin pengen joget syukur!”

Salut setinggi-tingginya untuk seluruh tim koor GMBA!
Kalianlah yang membuat Pekan Suci ini terasa hidup, megah, dan penuh getaran rohani.
Latihan tanpa lelah, koordinasi tanpa drama, suara yang naik-turun (dan kadang napas yang nyaris habis), semua jadi bagian dari pelayanan yang luar biasa indah.

Terima kasih karena sudah mempersembahkan bukan cuma suara… tapi hati.
Semoga setiap nada yang kalian lantunkan menjadi doa indah yang terbang langsung ke surga!
Kalau boleh, kita bilang:
“Koor GMBA, bukan sekadar bernyanyi, tapi mengubah misa jadi konser ilahi”

3M Buat semua….Makasih… Makasih…. Makasih…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Putra Putri Altar – Pekan Suci 2025: Dari Daun Palma sampai Lilin Paskah

Pekan Suci 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo berjalan dengan penuh makna dan semarak. Tapi ada satu tim yang patut diacungi jempol lebih dulu, yaitu pasukan kecil bersutkan jubah putih yang selalu siap siaga di altar: Putra Putri Altar GMBA

Mereka bukan cuma berdiri diam, loh. Selama Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah, hingga Minggu Paskah, merekalah yang jadi motor kecil liturgi, memastikan segalanya berjalan mulus. Tapi, biar tampil rapi di altar, perjuangannya luar biasa

Semua dimulai dari latihan yang kadang lebih rame dari nobar final bola. Ada yang ngantuk, bahkan ada yang saking semangatnya, masuk altar lebih dulu dari romo.Tapi semua tetap dikawal oleh Pak Andre, sang pelatih yang tenang tapi tegas. Ditemani para senior yang punya gaya masing-masing ada yang halus bagaikan malaikat, ada juga yang kalau ngomel, bisa bikin jubah berkibar sebelum ditiup angin.

Setiap gladi bersih dan persiapan bukan cuma soal latihan teknis, tapi juga pembentukan karakter. Mereka belajar disiplin, kerjasama, dan tentu saja, belajar menerima teguran dengan senyum meski hati sedikit ngilu. Tapi semua itu terbayar lunas saat mereka tampil maksimal di altar.

Dan satu hal yang gak boleh dilupakan…
Mereka ini diam-diam paling sering masuk kamera loh……
Entah kenapa, setiap fotografer misa selalu aja menangkap momen mereka lagi pegang salib, nyalain lilin, atau berdiri gagah di samping romo. Kadang pas banget dapet pose serius, kadang malah dapet yang lagi nyengir atau kedip sebelah. Udah kayak influencer altar followers: seluruh umat GMBA.

Tapi di balik tawa, drama kecil, dan jepretan kamera itu, tersimpan satu hal yang tulus: cinta untuk melayani Tuhan. Karena bagi mereka, berdiri di altar bukan tentang tampil keren, tapi tentang menghadirkan keindahan dalam kesederhanaan, keteraturan dalam kekhidmatan.

Terima kasih untuk seluruh Putra Putri Altar GMBA yang telah memberikan waktu, tenaga, dan hati kalian selama Pekan Suci 2025. Kalian luar biasa, bukan hanya karena jubah putih yang kalian kenakan, tapi karena semangat dan ketulusan yang kalian bawa di dalamnya.



PAMDAL Stasi Maguwo: Di Balik Layar, Mereka Selalu Siaga

 

 

Ketika umat datang ke gereja dengan hati tenang dan nyaman, sering kali ada sekelompok orang orang yang diam-diam sudah lebih dulu bersiap. Mereka bukan imam, bukan petugas liturgi, dan bukan pula koor. Namun tanpa kehadiran mereka, rasa aman bisa jadi hilang, dan kekhidmatan misa bisa terganggu. Mereka adalah PAMDAL Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo—para penjaga ketertiban yang bekerja dalam diam, tapi berdampak besar.

Di bawah komando Bapak Antonius Sumaryono, tim PAMDAL terdiri dari para pria tangguh dan berdedikasi tinggi yang berasal dari berbagai lingkungan di Stasi. Mereka adalah umat biasa yang terpanggil untuk mengambil peran luar biasa: menjaga keamanan dan kelancaran setiap kegiatan gereja, dari misa harian hingga perayaan besar seperti Natal dan Pekan Suci.

Namun, tugas mereka tidak hanya berhenti di pengamanan saat ibadat berlangsung. Tahun 2025 ini, Tim PAMDAL aktif dalam berbagai kegiatan strategis yang menunjukkan bahwa peran mereka semakin luas dan penuh semangat kolaboratif.

Beberapa kegiatan penting yang dijalani Tim PAMDAL sepanjang tahun ini antara lain:

  1. Ikut serta dalam gladi bersih Pekan Suci 2025, memastikan alur acara berjalan tertib dan aman dari awal hingga akhir. Mereka bukan hanya hadir di hari-H, tapi juga terlibat aktif dalam persiapan.

  2. Menghadiri rapat koordinasi dengan Panitia Pekan Suci 2025, demi menyatukan persepsi, membahas potensi risiko, serta menyusun strategi teknis demi kelancaran ibadat yang melibatkan ribuan umat.

  3. Berperan dalam kolaborasi bersama BANSER DIY di Posko Mudik Kalasan 2025, sebagai bentuk solidaritas dan pengabdian lintas organisasi untuk pelayanan masyarakat yang lebih luas.

  4. Bersinergi dengan elemen aparat keamanan dan masyarakat sekitar gereja, menunjukkan bahwa PAMDAL tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari jalinan kerja sama yang lebih besar demi menciptakan suasana ibadah yang aman, nyaman, dan tertib.

Dengan semangat pelayanan dan loyalitas yang tinggi, Tim PAMDAL tidak hanya menjadi penjaga fisik gereja, tetapi juga simbol kedewasaan iman umat, yang siap melayani secara nyata di balik layar. Mereka tidak selalu terlihat, tapi kehadiran dan peran mereka sungguh terasa.

Terima kasih, Tim PAMDAL  Stasi Maguwo. Karena kalian, umat bisa beribadah dengan tenang. Karena kalian, suasana gereja tetap kondusif dan bersahabat.

 

Tonggak Sejarah Baru: Masterplan Kawasan Gereja Santa Maria Bunda Allah Resmi Disetujui oleh Tim Pembangunan KAS

 

Hari ini, Kamis, 10 April 2025, menjadi momen yang tak terlupakan dalam perjalanan umat Stasi Maguwo. Di tengah harapan dan kerja keras yang telah dirintis sejak lama, satu langkah besar telah tercapai: Masterplan Kawasan Gereja Santa Maria Bunda Allah – Stasi Maguwo telah resmi disahkan dan disetujui oleh Tim Pembangunan Keuskupan Agung Semarang (KAS).

Momen ini adalah buah dari proses yang penuh ketekunan, refleksi, dan kolaborasi. Sebuah visi besar tentang bagaimana Gereja seharusnya hadir di tengah umat dan masyarakat telah dituangkan secara konkret ke dalam rencana yang matang dan menyeluruh—bukan sekadar menggambar bangunan, tapi merancang masa depan.

Proses pemaparan dilakukan dengan penuh semangat dan keyakinan oleh Tim Pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah, di bawah kepemimpinan Bapak Al. Bagio M., dan didampingi oleh Saudara Martinus Ervin selaku perancang masterplan. Bersama para anggota tim lainnya, mereka mempersembahkan lebih dari sekadar presentasi. Mereka mempersembahkan sebuah mimpi umat, sebuah cita-cita bersama yang lahir dari doa, diskusi, dan kerinduan untuk menjadikan Gereja sebagai rumah yang hidup.

Setelah pemaparan mendalam dan sesi tanya jawab, rombongan Tim Pembangunan KAS melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Udara pagi Maguwo menyambut langkah-langkah penuh harapan itu. Dan di tengah gereja ini yang akan menjadi pusat perjumpaan ilahi dan manusia itu, sebuah keputusan penting diambil………………………….

“Kami menyetujui masterplan ini.”

Kalimat singkat itu bukan hanya persetujuan administratif. ini adalah pengesahan atas harapan. Ini adalah jawaban atas doa. Dan ini menjadi panggilan bagi kita semua untuk melangkah ke tahap selanjutnya — bersama.

Masterplan ini memuat lebih dari sekadar gedung atau batas tanah. Ia merancang rumah Tuhan yang menumbuhkan iman, menyediakan ruang pelayanan pastoral yang membentuk karakter, dan membuka pintu sosial Gereja bagi siapa pun yang mengetuk.

Kini, saatnya kita bergerak maju. Dengan restu Keuskupan, kita diundang untuk melanjutkan proses ini dengan penuh semangat dan komitmen: mempersiapkan penggalangan dana, perencanaan teknis lanjutan, dan pelaksanaan pembangunan secara bertahap.


Perjalanan ini adalah perjalanan kita bersama.
Bukan tentang membangun dinding dan atap, tetapi membangun warisan iman bagi anak cucu kita. Bukan semata menyusun bata demi bata, tapi menyusun kasih, pengharapan, dan pelayanan dalam wajah Gereja yang nyata.

Mari kita tanggapi anugerah hari ini dengan hati yang bersyukur dan tangan yang siap terulur. Sebab dengan bersama, kita bisa menghadirkan sesuatu yang besar, indah, dan bermakna—demi kemuliaan Tuhan dan pelayanan kepada sesama.

Ad maiorem Dei gloriam – Demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.


 

terima kasih kepada :
bapak Al. Bagio. M ketua tim pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah
Martinus Ervin, desainer masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah
Tim pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah



Profil Ibu Hebat Stasi Maguwo: Menabur Cinta, Menuai Kehidupan Lewat Laudato Si’

Di tengah kesibukan mengurus rumah, memasak, menemani anak belajar, bahkan mengurus kegiatan lingkungan… para ibu-ibu Stasi Maria Bunda Allah Maguwo tetap punya satu hal yang tidak pernah ketinggalan: cinta pada bumi dan ciptaan Tuhan.

Bukan hanya lewat kata-kata, mereka membuktikan kasih itu lewat tindakan nyata, terinspirasi dari ajaran Laudato Si’ karya Paus Fransiskus. Ensiklik ini mengajak seluruh umat Katolik untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama, dan para ibu hebat ini sudah lama melakukannya—dengan semangat, sukacita, dan tentunya… banyak cerita lucu di baliknya.

Bank Sampah Bukan Tempat Horor, Tapi Harapan

Salah satu program unggulan yang mereka jalankan adalah bank sampah, tempat di mana sampah bukan lagi jadi masalah, tapi jadi berkah.

Setiap bulan, para ibu mengumpulkan sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan kaleng—lalu disortir dan ditukar dengan dana kas lingkungan, bahkan sebagian dialokasikan untuk aksi sosial.

“Daripada nyampah, mending bantu sesama,” ujar salah satu ibu sambil senyum, tangannya tetap sibuk merapikan botol plastik.

Kerja Sama dengan Lingkungan, Semangatnya Luar Biasa

Yang paling keren, para ibu ini nggak jalan sendiri. Mereka menggandeng tim lingkungan, ketua lingkungan, dan bahkan generasi muda untuk ikut serta.

Dalam acara lingkungan atau pertemuan warga, mereka sering mengisi sesi edukasi kecil-kecilan:
bagaimana bikin kompos, cara mudah mengurangi plastik, bahkan demo membuat sabun dari minyak jelantah!

Mereka tidak hanya mengajak, tapi menulari semangat cinta bumi dengan kasih dan keceriaan.

Iman yang Hidup Lewat Aksi Nyata

Apa yang dilakukan para ibu ini sejatinya bukan sekadar program lingkungan. Tapi bentuk iman yang hidup dan bekerja lewat kasih, seperti yang diajarkan dalam Laudato Si’.

Dengan tangan-tangan penuh cinta dan semangat pelayanan, mereka merawat bumi ini seperti merawat keluarga sendiri—karena bagi mereka, merawat bumi = merawat masa depan anak cucu.

 

 

Terima Kasih, Ibu-Ibu Hebat Stasi Maguwo

Kisah mereka menginspirasi kita semua untuk tidak menunda kebaikan, memulai dari hal kecil, dan melakukannya dengan sukacita.

Karena bumi ini bukan milik kita sendiri—tapi warisan untuk generasi selanjutnya, yang Tuhan titipkan untuk kita pelihara bersama.

 

 



Proses Menuju Masa Depan Pembuatan dan Pengajuan Masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Membangun bukan sekadar soal mendirikan fisik, tetapi menata harapan, merancang masa depan, dan menyusun ruang-ruang yang akan menjadi tempat perjumpaan umat dengan Tuhan dan sesama. Itulah semangat yang mengiringi seluruh proses penyusunan masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo—sebuah proses panjang yang dilandasi doa, dialog, dan kerinduan akan ruang ibadah yang semakin hidup dan mendukung dinamika iman umat.

Proses ini dimulai dari pertemuan-pertemuan awal, ketika umat bersama tim pastoral dan tokoh-tokoh lingkungan mulai menggagas perlunya pengembangan sarana dan prasarana gereja. Dalam diskusi yang terbuka, berbagai harapan dikumpulkan: ruang ibadat yang lebih representatif, fasilitas pastoral yang mendukung kegiatan kategorial, hingga area parkir dan ruang terbuka yang nyaman untuk beraktivitas dan bersosialisasi.

Berangkat dari semangat sinodalitas—berjalan bersama dalam mendengarkan dan merancang—dibentuklah tim perumus yang bekerja sama dengan tenaga ahli untuk mulai menyusun masterplan yang menyeluruh. Tahapan demi tahapan dijalani: mulai dari survei kondisi eksisting, studi kebutuhan umat, penyusunan konsep awal, hingga pematangan desain arsitektural dan fungsional. Seluruh proses ini tidak lepas dari berbagai revisi dan penyesuaian, yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab demi menghadirkan rencana pembangunan yang realistis, berkelanjutan, dan selaras dengan semangat liturgi serta pastoral Gereja Katolik.

Setiap masukan dari umat, dewan Stasi GMBA, hingga arahan dari pihak romo paroki menjadi bagian penting yang membentuk dan memperkaya rencana ini. Dengan semangat gotong royong, niat baik, dan kerja keras banyak pihak, masterplan akhirnya rampung dan secara resmi telah diajukan ke Keuskupan Agung Semarang untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuan.

Tahap pengajuan ini menjadi langkah besar yang menandai awal dari perjalanan berikutnya—sebuah proses yang tentu masih panjang, tetapi penuh harapan. Pengajuan ini adalah buah dari kerja kolektif seluruh komunitas stasi, dan menjadi ungkapan iman bahwa pembangunan gereja bukan semata-mata membangun bangunan, melainkan membangun hidup bersama yang semakin kuat dalam kasih dan pelayanan.

Semoga proses yang telah dilalui ini menjadi dasar yang kokoh untuk tahap selanjutnya. Dan kiranya, segala niat baik umat stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo mendapat berkat dan penyertaan Tuhan, hingga pada waktunya, masterplan ini bisa diwujudkan demi pelayanan dan pertumbuhan iman umat yang semakin hidup dan dinamis.

terima kasih untuk Tim pembangunan GMBA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Ziarah Suara dan Doa – Sebuah Perjalanan Iman

Dalam semangat kebersamaan dan iman yang terus menyala, 5 april 2025 tim soundsystem GMBA memulai perjalanan ziarah rohani ke sembilan tempat suci, menapaki jejak-jejak kasih Tuhan dalam keheningan dan doa. Ziarah ini bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan batin, menyatu dalam syukur, harapan, dan pembaruan diri.

  1. Ibu Maria Damparing Kawicaksanan (Turi Sleman)
    Perjalanan dimulai dengan menapaki jalan sejuk di lereng Merapi, menuju tempat yang penuh damai: Ibu Maria Damparing Kawicaksanan. Di tengah hijaunya alam, kami memulai doa, menyerahkan niat dan permohonan di bawah naungan Bunda yang penuh kebijaksanaan.
  2. Sendang Sono (Kalibawang Kulonprogo)
    Lalu kami melangkah ke “Lourdes-nya Indonesia”, Sendang Sono. Di tempat ini, kami merefleksikan sejarah iman dan ketekunan misionaris, seraya membasuh hati dengan air sendang yang menyegarkan jiwa.
  3. Bunda Maria Penolong Abadi (Minggir Sleman)
    Dalam keheningan yang teduh, kami tiba di tempat ziarah Bunda Maria Penolong Abadi. Di sini, kami membawa segala beban hidup untuk dititipkan pada Bunda yang tak pernah lelah menolong anak-anaknya.
  4. Jatiningsih (Klepu Sleman)
    Suasana syahdu menyambut di Jatiningsih. Deretan pohon jati menjadi saksi keheningan doa-doa yang kami panjatkan. Kami memohon keteguhan iman dalam menjalani panggilan hidup sehari-hari.
  5. Jurang Metes (Sedayu Bantul)
    Jurang Metes memberikan nuansa alam yang memukau. Di tengah denting air dan udara sejuk, kami merenungkan makna pertobatan dan kesetiaan dalam mengikuti Kristus, Sang Jalan, Kebenaran, dan Hidup.
  6. Candi Maria (Sedayu Bantul)
    Tak jauh dari sana, Candi Maria menawarkan keheningan khas tempat ziarah. Dalam balutan arsitektur yang unik, kami merasakan kehadiran Maria sebagai Ibu Gereja yang selalu menyertai perjalanan umatnya.
  7. Gua Maria Semanggi (Kasongan Bantul)
    Di tengah kehidupan seni Kasongan, Gua Maria Semanggi menjadi tempat hening yang membumi. Kami bersyukur atas karya-karya kami dan memohon agar setiap pelayanan kami—termasuk dalam bidang soundsystem—senantiasa menjadi berkat.
  8. Wajah Yesus (Pajangan Bantul)
    Kami kemudian menghadap Wajah Yesus di Pajangan, tempat kontemplatif yang menghadirkan kedekatan pribadi dengan Sang Penebus. Tatapan-Nya mengajak kami merenung dan memperbarui diri dalam kasih dan pengampunan.
  9. Ganjuran (Bambanglipuro Bantul)
    Ziarah ditutup di Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, simbol perjumpaan antara iman dan budaya. Di altar Jawa yang agung, kami menutup perjalanan dengan misa syukur, memohon berkat untuk karya, keluarga, dan seluruh kehidupan kami.

Ziarah ini menjadi pengalaman spiritual yang mendalam. Lewat setiap langkah, doa, dan perhentian, kami disegarkan dalam iman dan persaudaraan. Semoga kasih Tuhan yang kami alami sepanjang perjalanan ini terus memancar lewat pelayanan kami, tak hanya dalam suara yang terdengar, tapi juga dalam hati yang tersentuh.



JADWAL MISA & IBADAT PEKAN SUCI 2025


Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo

Gereja Santa Maria Maguwo akan merayakan rangkaian perayaan ekaristi dan ibadat dalam Pekan Suci yang akan diawali dengan Minggu Palma sebagai pembukaan Pekan Suci, mengenang Yesus masuk ke kota Yerusalem sebelum disalibkan.

1. Minggu Palma
Mengenang Yesus memasuki Yerusalem dengan sorak-sorai

  • Minggu, 13 April 2025
  • Jam 07.00 WIB

2. Kamis Putih
Peringatan Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya
Kamis, 17 April 2025

  • Misa Perjamuan Tuhan: 19.00 WIB
  • Adorasi Sakramen Mahakudus: 21.00 – 01.00 WIB

3. Jumat Agung
Peringatan Wafat Yesus di kayu salib
Jumat, 18 April 2025

  • Ibadat Tujuh Sabda: 08.00 WIB
  • Ibadat Jumat Agung: 15.00 WIB

4. Vigili Paskah (Sabtu Suci)
Merayakan kebangkitan Yesus dan pembaharuan janji baptis
Sabtu, 19 April 2025

  • Misa Vigili Paskah: 19.00 WIB

5. Hari Raya Paskah
Merayakan kebangkitan Kristus dan kemenangan atas maut
Minggu, 20 April 2025

  • Misa Paskah: 08.00 WIB

Seluruh umat diundang untuk hadir dan berpartisipasi dalam perayaan Pekan Suci ini dengan penuh iman dan devosi. Semoga melalui rangkaian perayaan ekaristi dan ibadat ini, kita semakin dikuatkan dalam iman akan kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus.

Tuhan memberkati!

Jadwal Tuguran