Menjalani Tahun Rahmat: Ziarah Porta Sancta Lingkungan Santo Paulus


Pada Minggu, 16 November 2025, umat Lingkungan Santo Paulus melaksanakan Ziarah Porta Sancta sebagai bagian dari perjalanan rohani untuk memperdalam iman dan mengalami kembali limpahan rahmat Allah dalam Tahun Yubileum. Ziarah ini diikuti oleh umat lingkungan bersama para Suster SSpS serta para Romo SVD, sehingga nuansa kebersamaan dan semangat misioner terasa sangat kuat sepanjang perjalanan.

Perhentian pertama adalah Kerkoff Muntilan, tempat para misionaris awal—khususnya para Jesuit—dimakamkan. Di lokasi bersejarah ini, umat diajak mengenang pengorbanan dan dedikasi para pewarta Injil yang telah menanamkan dasar iman Katolik di tanah Jawa. Suasana hening dan penuh hormat menjadi momen refleksi mendalam bagi para peserta.

Ziarah kemudian berlanjut ke Gereja Santo Ignatius Magelang, sebuah gereja tua yang kaya akan spiritualitas Ignasian. Di sini umat berdoa dan memohon kekuatan untuk menjalani hidup dengan semangat discernment serta tekad untuk mencari dan menemukan Allah dalam segala hal.

Perhentian ketiga adalah Gereja Maria Penasihat Baik di Wates, tempat yang menjadi puncak pengalaman rohani bagi peserta ziarah. Di gereja ini, umat terlebih dahulu mengikuti pengakuan dosa, sebuah kesempatan untuk memurnikan hati dan mengalami kembali kasih pengampunan Tuhan. Setelah itu, umat merayakan Perayaan Ekaristi bersama tiga romo SVD: Romo Ryan, Romo Sunday, dan Romo Salu. Misa berlangsung dalam suasana penuh syukur, hangat, dan membawa kedalaman rohani bagi seluruh peserta.

Ziarah ditutup dengan kunjungan ke Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, sebuah pusat devosi yang sangat dikenal di Keuskupan Agung Semarang. Umat berdoa dalam keheningan dan kedamaian khas Ganjuran, merasakan sentuhan kasih Tuhan yang menguatkan dan menyegarkan kembali semangat iman.

Perjalanan rohani ini menjadi pengalaman yang mempererat persaudaraan umat Lingkungan Santo Paulus, memperdalam relasi dengan Tuhan, serta menghadirkan sukacita sebagai Gereja yang senantiasa berjalan bersama. Semoga ziarah ini membuahkan pembaruan hidup dan menumbuhkan semangat pelayanan dalam keseharian.

“Meresapi Sabda Tuhan: Sarasehan Kitab Suci Umat GMBA 2025”


Timpel Kerasulan dan Kitab Suci GMBA kembali menyelenggarakan sebuah kegiatan pendalaman iman melalui Sarasehan Kitab Suci pada Minggu, 16 November 2025 bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Acara ini menjadi ruang perjumpaan umat untuk menyelami Sabda Tuhan secara lebih mendalam dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

Sebanyak 43 peserta dari berbagai lingkungan ikut ambil bagian, menunjukkan antusiasme umat terhadap pembinaan rohani yang berkelanjutan. Sarasehan ini menghadirkan narasumber Fr. Bramanda R. K., yang membawa umat masuk ke dalam refleksi Kitab Suci secara hangat, komunikatif, sekaligus kaya wawasan.

Melalui pemaparan beliau, umat diajak mengenal kembali makna panggilan, pertobatan, dan misi hidup dalam terang Kitab Suci, serta bagaimana Sabda Tuhan terus menuntun umat untuk hadir sebagai pribadi yang membawa damai, kasih, dan sukacita di tengah komunitas.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan belajar, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarumat dari lingkungan-lingkungan di wilayah GMBA. Sarasehan diharapkan menjadi langkah awal hadirnya pembinaan Kitab Suci yang semakin rutin, kreatif, dan relevan bagi umat.

Senam Sehat GMBA : Sehat, Semangat, dan Penuh Sukacita di Halaman Belakang GMBA


Sabtu pagi, 8 November 2025, suasana halaman belakang Gereja Maria Bunda Allah Maguwo tampak begitu hidup dan ceria. Peserta senam dari berbagai lingkungan berkumpul untuk mengikuti Senam sehat GMBA, sebuah kegiatan rutin yang menjadi sarana menjaga kesehatan tubuh sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.

Dengan dipandu oleh pak Koesno yang penuh semangat, para peserta mengikuti setiap gerakan dengan antusias. Tawa dan canda ringan mengalir di antara mereka, menciptakan suasana akrab dan hangat. dengan penuh semangat mereka tetap muda di hati—menjadi teladan bagi semua generasi tentang pentingnya merawat tubuh sebagai anugerah Tuhan.

Kegiatan senam ini tidak hanya bertujuan menyehatkan jasmani, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan dalam komunitas gereja. Di akhir acara, para peserta saling berbagi cerita, menikmati waktu santai bersama, dan meneguhkan komitmen untuk terus hidup aktif, sehat, dan bahagia dalam kasih Tuhan.

Semoga semangat bapak dan ibu GMBA ini menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk terus menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan, dan menghidupi iman dengan penuh sukacita.

Perayaan Sukacita dan Karya Amal

Di tengah situasi dunia yang kerap merongrong asa umat manusia, umat Lingkungan St. Theresia tetap tekun berdoa, memohon perlindungan dan pendampingan Bunda Maria. Dengan penuh iman, umat senantiasa memperbarui serta menumbuhkan harapan akan keselamatan dari Putranya, Yesus Kristus, melalui doa rosario sepanjang bulan Oktober.

Sebagai penutup bulan rosario dan ungkapan syukur atas rahmat Allah, sekaligus syukur atas pendampingan Santa Theresia sebagai pelindung lingkungan, umat St. Theresia mengadakan Perayaan Ekaristi Kudus dalam suasana yang khidmat dan penuh sukacita. Dalam homilinya, Rm. FX. Murdi Susanto, Pr., menegaskan bahwa Yesus memiliki kuasa atas maut dan seluruh alam semesta. Beliau mengajak umat untuk meneladani Yesus dalam berbuat baik dan berbela rasa kepada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun — tanpa batasan menurut ukuran manusia. Suasana perayaan semakin semarak ketika Rm. Murdi turut mengekspresikan kegembiraannya melalui permainan keyboard yang memukau dan penuh sukacita.

Sebagai wujud nyata kasih, sehari setelah perayaan tersebut — pada 1 November 2025 — umat St. Theresia melaksanakan karya amal dengan mengunjungi Panti Asuhan Bhakti Luhur Berbah. Saat ini, panti tersebut mengasuh 25 orang, terdiri dari 5 lansia, 6 dewasa, 8 remaja usia 12–18 tahun, 5 anak usia 5–9 tahun, dan 2 balita. Dalam sambutannya, Sr. Irma, selaku pemimpin panti, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta perhatian yang tulus dari umat St. Theresia.

Semoga melalui perayaan dan karya kasih ini, harapan umat senantiasa diperbarui, iman semakin diteguhkan, dan kasih Kristus terus hidup dalam peziarahan kita di dunia ini. Amin.

Peziarah Harapan

Lingkungan St. Theresia

Syukur Te Deum Laudamus atas berkat dan kemurahan-Nya umat St. Theresia telah menjalani rangkaian peziarahan di tahun Yubileum 2025 ini. Rangkaian peziarahan pertama dimulai tanggal 26 Oktober 2025. Cuaca mendung cenderung gelap disertai hujan yang deras tidak menyurutkan semangat umat St. Theresia untuk memulai peziarahannya yang diawali dengan mengikuti perayaan ekaristi kudus di gereja St. Antonius Padua Muntilan.

Suasana mendung dan khusyuk diiring lantunan suara anak-anak SD Kanisius Muntilan mulai mengarahkan hati umat peziarah harapan dalam memaknai peziarahannya. Sebelum memasuki Porta Sancta, para peziarah memperoleh kesempatan untuk menerima pengampunan dosa melalui berkat Rm. Danang  Bramasti, SJ. Setelah menerima pengampunan dosa, para peziarah mengikuti dengan tekun penjelasan tentang sejarah perjalanan Gereja Katolik di Jawa, khususnya di Jateng & DIY, lewat penjelasan pemandu Museum Misi Muntilan.

Kerkop Muntilan merupakan Porta Sancta pertama yang dimasuki yaitu makam para tokoh yang berperan besar dalam perkembangan Gereja Katolik di Jawa, antara lain, Rm. Richardus Kardis Sandjaja, Pr. dan  Frater Herman A. Bouwens, SJ (korban penculikan), Rm. van Lith, SJ (pendiri kompleks van Lith), Rm. Mertens, SJ (Rektor Kolese Xaverius Muntilan), Mgr. Willkens, SJ, dan Justinus Card. Darmojuwono (Kardinal Pertama Indonesia), Prof, Piet Zoetmulder SJ (Pengajar di FIB UGM), serta banyak rohaniwan lainnya. Porta Sancta yang tujuan peziarahan ke dua adalah gereja St. Ignatius Magelang.

Setelah berdoa bersama dan doa pribadi, peziarahan diakhiri dengan kunjungan ke Taman Doa Maria Gantang Banyutemumpang. Taman doa yang indah dimana Patung Bunda Maria berparas jawa nampak menyatu dengan suasana alam lereng gunung Merapi. Diiringi tabuhan musik tradisional jatilan, umat peziarah mendaraskan untaian doa rosario penuh kedamaian.

Semoga Allah memberkati umat St. Theresia untuk melaksanakan rangkaian peziarahan selanjutnya. Amin

Senam Lansia ke-3 Bersama Tim PIUL Maguwo


Sabtu, 1 November 2025, halaman belakang Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kembali diwarnai semangat dan tawa para peserta senam lansia. Kegiatan ini merupakan senam lansia yang ke-3, diselenggarakan oleh Tim PIUL Maguwo sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jasmani sekaligus mempererat kebersamaan antarumat, khususnya para lansia.

Kegiatan kali ini mengusung konsep senam tera, yaitu gerakan peregangan dan pernapasan yang menyehatkan, menenangkan, serta mudah diikuti oleh semua kalangan usia lanjut. Dengan iringan musik ceria dan panduan instruktur ( pak Koesno )yang penuh semangat, para peserta mengikuti setiap gerakan dengan antusias sampai berkeringat. Suasana pagi itu terasa hidup — penuh energi, tawa, dan keceriaan bersama.

Selain menyehatkan tubuh, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan sarana berbagi sukacita dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Tim PIUL Maguwo berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan secara rutin, agar para lansia tetap sehat, bahagia, dan semakin aktif berpartisipasi dalam kehidupan menggereja.

Di balik gerakan sederhana dan tawa bersama, tersimpan pesan indah: bahwa semangat hidup tidak pernah mengenal usia. Selama hati tetap bersyukur dan tubuh terus digerakkan dengan sukacita, setiap hari adalah anugerah baru yang layak dirayakan.

Pertemuan dan Pembekalan Prodiakon St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo

Rabu, 29 Oktober 2025


Pertemuan rutin Prodiakon St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo kembali digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025, dimulai pukul 18.10 WIB dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Suster Vinsensia, OP. Setelah doa, acara dilanjutkan dengan pengantar dari Bapak Naryo sekaligus momen santap malam bersama yang menambah kehangatan suasana.

Dalam sesi evaluasi, beberapa hal penting dibahas untuk peningkatan pelayanan liturgi, antara lain:

  • Ucapan “Tubuh Kristus” diharapkan semakin tegas dan jelas ketika membagikan Komuni.
  • Tim kor yang baru mulai bertugas mendapat apresiasi, dan diingatkan agar petugas organis, dirigen, serta pemazmur pada latihan terakhir disamakan dengan hari pelaksanaan.
  • Prodiakon diimbau hadir di ruang sakristi paling lambat pukul 06.40 WIB sebelum bertugas.
  • Saat membagikan Komuni, petugas diharapkan menjaga ketertiban barisan umat tanpa memotong di tengah, dan bila perlu hosti dapat dituangkan ke sibori titik tersebut.
  • Penegasan mengenai busana liturgi utama: alba menjadi pakaian pokok, sementara samir dan singel sebagai pelengkap.
  • Saat membawa sibori dari tabernakel ke altar hendaknya mengenakan alba, dan tidak perlu melakukan penghormatan setelah sibori diambil.

Bagian informasi disampaikan oleh Ibu Eka dan Ibu Dewi yang baru saja mengikuti pertemuan koordinasi Prodiakon se-Paroki Kalasan. Beberapa poin penting yang dibagikan antara lain:

  • Adanya kesempatan belajar memimpin ibadat dan mengenal benda-benda liturgi.
  • Rencana rekoleksi Prodiakon Paroki Kalasan pada 26 Desember 2025 (tempat menyusul).
  • Perlu perhatian khusus bagi prodiakon yang bertugas di titik 6 (depan kor) Gereja Kalasan.
  • Kegiatan Propel Pewarta Paroki berkolaborasi dengan prodiakon pada 2 November 2025 di Wonogondang.

Selain itu, diinformasikan juga beberapa jadwal kegiatan mendatang:

  • Minggu, 2 November 2025, misa peringatan arwah orang beriman akan dilengkapi dengan dua kali percikan, yaitu percikan pengganti doa tobat oleh delapan petugas dan percikan bunga tabur oleh lima belas petugas.
  • Minggu, 9 November 2025, Gereja St. Maria Bunda Allah akan mengadakan tiga misa, termasuk Misa Penutupan Sarasehan Pendampingan Iman Keluarga pukul 14.00, serta Misa Memule pukul 19.00 WIB untuk 1000 hari almarhumah Mbak Danik dan 40 hari almarhum Mas Yuda.

Pertemuan juga diwarnai dengan pembekalan liturgis, antara lain penjelasan tentang Doa Kenduri Sur Tanah, Doa Pemberkatan Batu Nisan, dan Ibadat Syukur lainnya, sebagai bekal bagi para prodiakon dalam pelayanan pastoral di tengah umat.

Di akhir pertemuan, muncul wacana untuk mengadakan perayaan Natal bersama keluarga Prodiakon, sebagai wujud kebersamaan dan sukacita pelayanan.

Acara ditutup dengan doa bersama pada pukul 20.00 WIB, menandai berakhirnya pertemuan yang tidak hanya sarat informasi, tetapi juga mempererat semangat persaudaraan di antara para pelayan altar.

“Siapa Kita?” — Pembekalan Lektor St. Symphorian Maguwo


Sebuah pertanyaan sederhana namun penuh makna menjadi tema pembekalan lektor kali ini: “Siapa Kita?”. Pertanyaan yang mengajak setiap lektor untuk merenungkan kembali identitas dan panggilan pelayanannya sebagai pembawa Sabda Tuhan di tengah umat.

Bertempat di Gantari Laras Resto & Bakery, kegiatan ini diikuti oleh anggota lama dan anggota baru — para lektor hasil penjaringan dari lomba lektor yang diadakan sebelumnya. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan akrab sejak awal, diawali dengan sesi perkenalan antaranggota yang dikemas secara ringan dan menyenangkan.

Setelah saling mengenal, peserta diajak untuk mengikuti “kado silang”, sebuah momen sederhana namun penuh keakraban yang mempererat rasa persaudaraan di antara para pelayan Sabda. Kegiatan kemudian berlanjut dengan pengenalan tentang apa itu lektor dan tugas-tugasnya, yang disampaikan dalam format permainan interaktif melalui aplikasi Kahoot. Dengan cara yang kreatif dan seru, para peserta diajak memahami kembali hakikat pelayanan lektor sebagai pewarta Sabda yang tidak hanya membaca, tetapi juga menghidupi dan menyampaikan Firman dengan hati yang beriman.

Selain itu, terdapat penjelasan tambahan tentang komunitas Lektor St. Symphorian Maguwo, termasuk berbagai kegiatan yang selama ini dijalankan — mulai dari pelayanan rutin hingga pembinaan rohani. Suasana semakin hidup ketika beberapa lektor berbagi pengalaman pribadi mereka dalam melayani di altar Tuhan; kisah-kisah sederhana yang menguatkan dan menginspirasi satu sama lain.

Acara kemudian ditutup dengan makan bersama, di mana canda dan tawa mengalir begitu alami. Di balik suasana santai itu, terselip kesadaran yang mendalam bahwa menjadi lektor bukan sekadar tugas liturgis, melainkan panggilan untuk mewartakan Sabda Allah dengan hidup dan keteladanan.

Pertemuan ini menjadi ruang pembaruan semangat bagi para lektor St. Symphorian Maguwo — untuk semakin mengenal satu sama lain, meneguhkan panggilan, dan menjawab kembali dengan hati yang tulus:

“Kami adalah pelayan Sabda, yang dipanggil untuk bersuara bagi Firman Tuhan.”

“Harmoni Muda di Misa Konvensi Nasional”


Harmoni Pembuka di Bawah Naungan Para Gembala

Malam itu, Ballroom The Rich Hotel Jogja bertransformasi menjadi sebuah tempat kudus yang megah, menjadi saksi bisu dimulainya sebuah perjalanan rohani. Seluruh umat berkumpul, menyambut Konvensi Nasional XV yang diselenggarakan oleh Badan Pelayanan Pembaharuan Karismatik Katolik (BPPKK).

Di tengah suasana yang sarat kekhidmatan itu, kelompok paduan suara dan Pemusik Muda GMBA tampil memukau. Dengan suara yang terlantun indah dan teratur, mereka bukan sekadar pengisi acara, melainkan petugas koor yang menghidupkan liturgi, menuntun hati setiap hadirin untuk masuk lebih dalam ke dalam misteri iman. Setiap nada yang mereka bawakan terasa mengalun lembut, memeluk jiwa dan mempersiapkan hati untuk Perayaan Ekaristi Pembukaan.

Perayaan kemuliaan semakin terasa lengkap dengan kehadiran para Gembala Gereja. Perayaan Ekaristi tersebut dipengaruhi oleh kehadiran yang luar biasa, yakni lima Uskup dari berbagai Keuskupan di seluruh Indonesia, didampingi oleh lebih dari sepuluh Romo yang berdiri sebagai pelayan Kristus.

Puncak kekhidmatan terjadi saat Perayaan Ekaristi agung yang dipimpin langsung oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, yang bertindak sebagai Selebran Utama. Di sekeliling altar, bersama Uskup-uskup lainnya, beliau memimpin umat dalam perayaan kurban Kristus yang mulia. Kolaborasi imam-imam tersebut menciptakan sebuah momen persatuan Gereja yang tak terlupakan, menjadi penanda suci dan penuh berkah bagi dimulainya Konvensi Nasional XV.

Sungguh, itu adalah malam pembukaan yang diselimuti harmoni ilahi, di mana pelayanan musik PMG bertemu dengan kehadiran para Uskup, menjadikan Konvensi Nasional ini resmi dimulai dalam naungan doa dan berkat Tuhan.

KENALI APA ITU HIPERTENSI


Apa itu Hipertensi?

Hipertensi di Indonesia umumnya didefinisikan jika tekanan darah ≥140/90 mmHg pada dua kali pemeriksaan berbeda.

Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa jika dibiarkan.

Bahkan, gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, hingga kematian.

Istilah tekanan darah sendiri bisa digambarkan sebagai kekuatan dari sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh yang merupakan pembuluh darah utama.

Besarnya tekanan yang terjadi bergantung pada resistensi dari pembuluh darah dan seberapa intens jantung untuk bekerja.

Seseorang dapat mengalami tekanan darah tinggi apabila semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan akibat sempitnya pembuluh darah pada arteri.

Hipertensi dapat diketahui dengan pemeriksaan rutin pada tekanan darah. Hal ini direkomendasikan untuk dilakukan setiap tahun oleh semua orang dewasa.

Pembacaan tekanan darah dilakukan dalam satuan milimeter air raksa (mmHg). Hasil pemeriksaan akan terbagi menjadi dua nomor, yaitu:

  • Angka pertama atau sistolik mewakili tekanan dalam pembuluh darah ketika jantung berkontraksi atau berdetak. 
  • Angka kedua atau diastolik mewakili tekanan di dalam pembuluh darah ketika jantung beristirahat di antara detaknya.

Seseorang bisa dikatakan mengalami hipertensi jika angka tekanan darah sistolik dari pengukuran selama dua kali berturut-turut memperlihatkan hasil yang lebih besar dari 140 mmHg, dan/atau angka tekanan darah diastolik menunjukkan hasil yang lebih besar dari 90 mmHg.

Hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Berikut penjelasan tentang penyebab hipertensi ini:

1. Hipertensi Primer

Sering kali, penyebab terjadinya hipertensi pada kebanyakan orang dewasa tidak dapat diidentifikasi.

Hipertensi primer cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun yang akhirnya semakin parah jika tidak dilakukan penanganan.

2. Hipertensi Sekunder

Beberapa orang memiliki tekanan darah tinggi karena alami kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Hipertensi jenis ini cenderung terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi dibandingkan hipertensi primer.

Berbagai kondisi yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, antara lain:

  • Obstruktif Sleep Opnea (OSA).
  • Masalah ginjal.
  • Tumor kelenjar adrenal.
  • Masalah tiroid
  • Cacat bawaan di pembuluh darah.
  • Obat-obatan, seperti pil KB, obat flu, dekongestan, obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. 
  • Obat-obatan terlarang.

Faktor Risiko Hipertensi

Memang faktor risiko untuk alami hipertensi berbanding lurus dengan usia.

Seseorang yang memiliki usia lebih tua memiliki kemungkinan lebih besar untuk alami hipertensi.

Beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan terjadinya hipertensi adalah:

  • Memiliki usia di atas 65 tahun.
  • Sering mengonsumsi makanan tinggi garam berlebihan.
  • Alami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Adanya riwayat keluarga dengan kondisi medis yang sama.
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayuran.
  • Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga.
  • Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung kafein.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Stres. Tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara.
  • Alami kondisi kronis tertentu, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau sleep apnea.

Perlu dipahami juga terkadang kehamilan juga dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.

Selain itu, gangguan ini juga dapat terjadi pada anak-anak yang biasanya disebabkan masalah pada ginjal atau jantung.

Pengaruh gaya hidup yang buruk juga semakin memperparah masalah ini. 

Meski demikian, kamu dapat menurunkan atau bahkan mencegah risiko terjadinya hipertensi dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan mengatur pola makan secara rutin.

Pastikan untuk memenuhi asupan gizi pada tubuh agar tetap sehat, konsumsi air putih setiap hari, dan berolahraga secara teratur.

Lengkapi juga dengan mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk menjaga tubuh agar tetap sehat.

Gejala Hipertensi

Seseorang yang mengidap hipertensi akan merasakan beberapa gejala yang timbul, antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Mimisan.
  • Masalah penglihatan.
  • Nyeri dada.
  • Telinga berdengung.
  • Sesak nafas
  • Aritmia.

Untuk hipertensi yang berat gejalanya bisa berupa: 

  • Kelelahan.
  • Mual dan/atau muntah.
  • Kebingungan.
  • Merasa cemas
  • Nyeri pada dada.
  • Tremor otot.
  • Adanya darah dalam urine.

Diagnosis Hipertensi

Dokter akan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik.

Setelah itu, dokter alat untuk mengukur tekanan darah dengan menggunakan alat pengukur tekanan. 

Hasil pengukuran tekanan darah dibagi menjadi empat kategori umum:

  • Tekanan darah normal adalah tekanan darah di bawah 120/80 mmHg.
  • Prahipertensi adalah tekanan sistolik yang berkisar dari 120–139 mmHg, atau tekanan darah diastolik yang berkisar dari 80–89 mmHg. Prahipertensi cenderung dapat memburuk dari waktu ke waktu.
  • Hipertensi tahap 1 adalah tekanan sistolik berkisar 140–159 mmHg, atau tekanan diastolik berkisar 90–99 mm Hg.
  • Hipertensi tahap 2 tergolong lebih parah. Hipertensi tahap 2 adalah tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih tinggi, atau tekanan diastolik 100 mmHg atau lebih tinggi.
  • Krisis hipertensi. Hasil pengukuran tekanan darah lebih tinggi dari 180/120 mmHg. Kondisi ini termasuk situasi darurat yang memerlukan perawatan medis segera. Apabila kamu mendapatkan hasil ini saat mengukur tekanan darah di rumah, tunggu lima menit dan tes ulang. Jika alami gejala hipertensi, ada baiknya segera mendapatkan pemeriksaan di rumah sakit.

Apabila hasilnya masih samar, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis.

Metodenya dapat melalui:

  • Pemantauan rawat jalan. Tujuannya untuk memeriksa tekanan darah secara teratur selama 6 hingga 24 jam.
  • Tes kadar kolesterol. Untuk memeriksa kondisi yang dapat menyebabkan atau memperburuk tekanan darah tinggi. 
  • Tes gula darah. Tujuannya untuk mengetahui resistensi insulin yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, dan berkontribusi pada pengembangan hipertensi.
  • Elektrokardiogram (EKG). Caranya dengan mengukur aktivitas listrik jantung dan mengetahui seberapa cepat atau lambat jantung berdetak.
  • Ekokardiogram. Pemeriksaan non-invasif ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran detail detak jantung. Ini menunjukkan bagaimana darah bergerak melalui jantung dan katup jantung.
  • Pemeriksaan fungsi tiroid. Tujuannya untuk menilai fungsi kelenjar tiroid yang dapat memengaruhi tekanan darah.
  • Pemeriksaan urine. Fungsinya untuk mengidentifikasi adanya protein, darah, atau zat lain yang dapat mengindikasikan hipertensi, termasuk kerusakan ginjal.

Jika kamu sering merasakan sakit kepala, masalah penglihatan, nyeri dada, sesak napas, hingga telinga berdengung, mungkin sudah saat kamu melakukan medical check up, Tujuannya, untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sehingga masalah kesehatan dapat dideteksi secara dini.

sumber : Apa itu Hipertensi? Gejala, Penyebab & Pengobatan – Halodoc