Supervisi Perdana Stasi Maguwo: Langkah Baru Menuju Pelayanan yang Semakin Tertata dan Berdaya Guna


Senin malam, 8 Desember 2025, Stasi Maguwo menorehkan langkah bersejarah melalui pelaksanaan supervisi perdana. Untuk pertama kalinya, seluruh tata di stasi Maguwo menjalani proses pendampingan, peninjauan, dan evaluasi menyeluruh dari Kevikepan Jogja Timur dan Keuskupan Agung Semarang. Supervisi ini dipimpin langsung oleh Romo Maradiyo, Pr, selaku Vikep Kevikepan Jogja Timur, bersama tim supervisi gabungan yang memiliki pengalaman luas dalam tata kelola gereja.

Hadir pula Romo Antonius Dadang Hermawan Pr Pastor Paroki Kalasan, dan Romo Yohanes Ngatmo Pr Vikaris Paroki, yang memberikan dukungan penuh bagi pengembangan Stasi Maguwo. Kehadiran kedua romo tersebut menghadirkan suasana penuh semangat dan mempertegas bahwa perjalanan pastoral Stasi Maguwo selalu mendapat pendampingan yang hangat.

Suasana Supervisi: Serius Tapi Santai, Formal Tapi Tetap Hangat

Sejak para romo dan tim supervisi tiba, suasana sudah terasa akrab. Tidak ada ketegangan, tidak ada kesan “diadili”—yang ada justru semangat dialog, belajar, dan bertumbuh bersama.

Setelah doa pembuka, supervisi dibagi ke dalam tiga kelompok tata yang dikerjakan secara paralel:

1. Tata Kelola Administrasi

Peninjauan meliputi dokumen-dokumen penting, tata arsip, alur surat-menyurat, pelaporan kegiatan, hingga sistem komunikasi internal.

2. Tata Kelola Harta Benda

Tim meninjau inventaris gereja, aset, mekanisme penggunaan dana, transparansi pengelolaan, serta perencanaan pengembangan sarana prasarana.

3. Tata Penggembalaan

Pada bagian ini, pembahasan berlangsung cukup mendalam. Bidang pewartaan menjadi sorotan khusus melalui evaluasi atas program FIBB (Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan)—apakah sudah berjalan, bagaimana pendampingannya, dan sejauh mana program ini membantu memperkuat iman umat di lingkungan.

Selain pewartaan, supervisi juga meninjau bidang:

  • Kemasyarakatan
  • Litbang
  • Liturgi dan Peribadatan
  • Paguyuban
  • Rumah Tangga Gereja

Seluruh bidang ini dievaluasi menggunakan checklist supervisi resmi, sehingga jelas mana yang sudah baik, mana yang perlu diperkuat, dan mana yang butuh pendampingan lanjutan. Prosesnya berjalan hangat, penuh tanya jawab, diselingi tawa kecil yang membuat suasana tetap ringan meskipun yang dibahas serius.

Dalam diskusi, banyak insight muncul, seperti pentingnya perencanaan pastoral yang lebih menyentuh kebutuhan umat, penguatan komunikasi antarbidang, serta penyusunan program FIBB yang lebih terarah.


Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama

Nilai utama supervisi malam itu adalah kemitraan. Tim supervisi tidak hanya menilai, tetapi juga memberi contoh, masukan, dan pengalaman terbaik. Pengurus Stasi Maguwo menyambut semua masukan dengan terbuka. Banyak catatan positif dicatat sebagai kekuatan stasi—mulai dari semangat para pengurus, kerapian data, hingga kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan umat.


Pembacaan Rekomendasi: Menyusun Arah Langkah ke Depan

Menjelang akhir, seluruh peserta berkumpul kembali untuk mendengarkan rekomendasi-rekomendasi dari ketiga tata. Rekomendasi ini menjadi pegangan penting bagi pengurus untuk menyusun langkah tindak lanjut, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Mulai dari perbaikan administrasi, penataan aset, hingga penguatan pastoral dan pengelolaan harta benda


Penutup yang Hangat: Makan Malam Bersama

Acara kemudian ditutup dengan makan malam bersama di teras depan gereja. Pengurus stasi, para romo, serta tim supervisi duduk bercampur, berbagi cerita ringan, dan menikmati suasana malam Maguwo yang sejuk. Kehangatan itu menjadi pengingat bahwa Gereja bukan hanya soal laporan dan data, tetapi komunitas yang hidup dan terus bertumbuh bersama.


Melangkah Maju Bersama

Supervisi perdana ini bukan sekadar agenda formal—melainkan sebuah tonggak bagi Stasi Maguwo untuk melihat diri, memperbaiki kekurangan, dan menguatkan apa yang sudah berjalan baik. Dengan semangat yang sama, Stasi Maguwo siap melangkah menuju tata kelola, pelayanan, dan penggembalaan yang semakin tertata dan semakin melayani.

Restorasi Patung Bunda Maria Selesai: Tampilan Baru, Semangat Doa yang Baru


Kabar gembira untuk umat GMBA
Proses restorasi patung Bunda Maria yang beberapa waktu terakhir dikerjakan kini resmi selesai. Patung yang selama ini menjadi tempat umat menepi dan berdoa, sekarang tampil jauh lebih cantik, bersih, dan seperti baru kembali.

Restorasi dilakukan dengan penuh perhatian, ketelitian, dan semangat pelayanan. Hasilnya benar-benar membawa suasana baru di area devosi Bunda Maria—lebih rapi, lebih terang, dan lebih mengundang umat untuk datang berdoa.

Sebagai tambahan, di depan patung kini juga telah disediakan tempat lilin yang bisa digunakan umat Maguwo sebagai sarana berdoa dan memanjatkan intensi. Harapannya, fasilitas kecil ini bisa membantu umat semakin dekat dengan Bunda Maria dan semakin tekun dalam kehidupan rohani.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada semua pihak yang sudah mendukung proses restorasi ini—baik yang menyumbang materi, tenaga, maupun doa.

Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada Mas Dedi dan Mas Puji, para koster GMBA, yang sudah bekerja dengan telaten, penuh bakat, dan memberikan sentuhan terbaik mereka untuk memulihkan keindahan patung ini. Talenta dan pelayanan mereka sungguh menjadi berkat bagi komunitas.

Semoga kehadiran patung Bunda Maria dengan wajah yang baru ini meneguhkan iman kita dan semakin menggerakkan hati untuk datang, berdoa, dan menyerahkan hidup kita kepada penyertaan Tuhan melalui Bunda-Nya.

Pertemuan Adven I 

MENANTIKAN KRISTUS DALAM KEBAHAGIAAN IMAN

27 November 2025

Pemandu :

Bp Indarto

Bp Mikael Purwanto

Bp Djumingan

Bp FX. Larno

Ibu Titik

Dilaksanakan di rumah bpk. Arief S. dengan dihadiri kurang lebih 20 umat.

Pertemuan dibuka dengan gerak dan lagu “Hari ini kurasa bahagia”. 

Saat sharing, ada 5 bapak dan ibu yg mensharingkan saat paling bahagia dalam hidupnya kemudian ditanggapi oleh pemandu.

Pertemuan ditutup sekitar pkl. 21.00 wib.

Sosialisasi Adven 2025 – Menyongsong ARDAS IX dengan Semangat Baru


Pada Sabtu, 22 November 2025, Tim Pewarta GMBA mengadakan kegiatan Sosialisasi Adven 2025 bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai persiapan umat untuk memasuki Masa Adven 2025, sekaligus pengantar memasuki perjalanan pastoral baru Keuskupan Agung Semarang.

Tak terasa, kita segera memasuki masa Adven 2025, saat mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan-Nya di tengah-tengah kehidupan kita. Tak terasa pula kita akan menyelesaikan ARDAS KAS VIII pada akhir tahun 2025 ini. Mulai tahun 2026–2030, kita akan memasuki ARDAS IX dengan tema dan semangat baru yang menjadi pijakan perjalanan pastoral Gereja.

Bahan permenungan / katekese Adven 2025 disusun untuk menghantar dan memperkenalkan Ardas IX kepada seluruh umat di Keuskupan Agung Semarang. Ada tiga kata kunci yang akan menjadi arah penghayatan selama lima tahun ke depan, yaitu: Bahagia – Inspiratif – Menyejahterakan

Semangat ini mengajak umat Allah Keuskupan Agung Semarang untuk mewujudnyatakan dirinya sebagai:

Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Tiga kata kunci inilah yang akan mewarnai isi permenungan dan katekese Adven 2025.

Tahapan Permenungan Adven 2025

Permenungan Adven dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu:

  • Minggu I: Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman
  • Minggu II: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi
  • Minggu III: Menjadi Gereja yang Menyejahterakan

Untuk Minggu IV, tidak diadakan permenungan Adven, tetapi Ibadat Keluarga Kudus di lingkungan dengan tema:

“Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan.”

Kepada para pemandu Adven di lingkungan, dipersilakan membaca dan mempelajari secara cermat gagasan dasar Adven 2025 pada bagian awal buku panduan. Harapannya, para pemandu sungguh menghayati kerangka dasar sehingga membantu pelaksanaan pendampingan di lingkungan.

Materi Adven bisa dilihat di :

Semoga sosialisasi ini meneguhkan persiapan umat dalam memasuki Masa Adven dengan hati yang terbuka, penuh sukacita, pengharapan, dan komitmen untuk bersama membangun Gereja yang bahagia – inspiratif – menyejahterakan.


Tuhan memberkati

“Bermazmur dengan Hati, Melayani dengan Iman”


Menjadi seorang Pemazmur adalah bagian penting dalam tugas pelayanan di Gereja. Tidak hanya sekadar bernyanyi, namun seorang Pemazmur adalah pewarta Sabda Tuhan yang menyampaikan firman lewat Mazmur Tanggapan dalam Perayaan Ekaristi. Bagi banyak orang, termasuk kami yang hadir dalam pelatihan ini, menjadi Pemazmur adalah sebuah panggilan hidup—panggilan untuk mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja sebagai bentuk kasih dan syukur atas berkat Tuhan, begitu kata Mbak Vera, salah seorang peserta pelatihan Pemazmur GMBA.

Pada tanggal 23 November, telah terlaksana kegiatan Pelatihan Pemazmur GMBA yang diselenggarakan oleh Tim Pelayanan Pemazmur Stasi Maguwo. Kegiatan ini menjadi salah satu program pengembangan yang dirancang dengan tujuan menyegarkan kembali semangat pelayanan, memperdalam pemahaman tentang tugas seorang Pemazmur, serta menambah wawasan teknik bernyanyi secara benar dan liturgis. Pelatihan ini juga dibuka bagi anggota baru dari setiap lingkungan yang ingin terlibat dalam pelayanan pewartaan melalui mazmur.

Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Antonius Gathut Bintarto, seorang pemazmur sekaligus organis di Gereja Bintaran yang telah berpengalaman memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para pelayan liturgi. Pelatihan diawali dengan latihan olah vokal serta pemahaman mengenai bagaimana seorang pemazmur mampu menyampaikan Firman Tuhan melalui nyanyian yang benar, penuh penghayatan, dan menyentuh hati umat.

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan antusias. Para peserta memperoleh banyak wawasan baru mengenai persiapan sebelum bertugas, sikap seorang pemazmur di mimbar, pemenggalan kalimat yang tepat, koordinasi dengan organis, hingga bagaimana menghadapi rasa takut, grogi, dan tantangan lain dalam pelayanan. Tidak hanya teori, Pak Gathut juga memandu praktik langsung bagaimana mendalami makna setiap kata dalam Mazmur Tanggapan, hingga mempraktikkan penyampaian firman dengan cara yang benar.

Selama kurang lebih tiga jam, seluruh peserta menikmati proses pelatihan yang inspiratif dan membangun. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang sebagai ungkapan syukur dan kegembiraan dalam kebersamaan.

Harapan kami, seluruh anggota Pemazmur Stasi Maguwo dapat menerapkan praktik baik yang telah dipelajari, terus berkembang dalam pelayanan, dan setia pada panggilan menjadi pewarta Sabda Tuhan melalui mazmur.

Mari kita berproses bersama dalam semangat pelayanan.
Mari menjadi pewarta yang setia dan memberikan yang terbaik.

Selamat dan Semangat Melayani.
Tuhan memberkati.


Rapat Program Ardas 2026 #1

Selasa, 18 November 2025 menjadi momen penuh inspirasi bagi Dewan Harian bersama para Kabid Pastoral Stasi Gereja Maria Bunda Allah. Bagaimana tidak, pada hari tersebut, sedang berlangsung Rapat Program Ardas 2026 yang pertama kali. Rapat tersebut bertempat di Sekretariat GMBA. Rapat tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menyusun arah gerak pastoral untuk periode Ardas IX.

Suasana rapat berlangsung penuh ide dan kebersaamaan. Diskusi berputar pada sasaran strategis, prioritas program, strategi pelayanan gereja, serta komitmen bersama untuk mewujudkan visi besar Ardas. Melalui rumusan kali ini, diharapkan dapat mendukung tercapainya visi Ardas dalam mewujudkan jati diri umat Allah sebagai persekutuan paguyuban-paguyuban murid Kristus yang bercirikan semangat sinodalitas, sebagaimana disampaikan oleh Rm. R. Edy Purwanto, Pr. dalam Temu Pastoral Keuskupan Agung Semarang (KAS) yang diadakan secara daring pada 17 Oktober 2025 silam. Semangat pelayanan dan ide yang membuncah, tak terasa membuat rapat berjalan selama 3 jam.

Meresapi Tagline Ardas KAS 2026-2030

Mengacu pada tagline Ardas KAS 2026-2030: “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan”, rapat perdana Program Ardas 2026 ini menjadi ruang bersama untuk meresapi semangat sinodalitas. Mungkin terkesan “ruwet” karena banyak ide yang muncul dan kebutuhan yang perlu terlayani, namun justru inilah tanda hidupnya semangat kebersamaan bahwa setiap suara didengar, setiap gagasan dipertimbangkan, dan setiap langkah ditujukan pada kesejahteraan umat dan kemuliaan Allah.

Diskusi berlangsung dinamis yang menyasar 5 butir Ardas untuk tahun 2026. Gagasan dan ide yang dituangkan dimaksudkan untuk merumuskan strategi pelayanan pastoral untuk menghadirkan kebahagiaan iman bagi umat. Selain itu, brainstorming juga dilakukan untuk merancang program yang menginspirasi dan menginisiasi kebersamaan baik secara internal gereja maupun bersama masyarakat sekitar. Tak lupa, diperlukan upaya konkret mewujudkan semangat kebersaamaan dengan kebutuhan nyata umat di Stasi GMBA serta menjalin semangat kasih yang lebih erat antar umat khususnya yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD). Melalui rapat ini, Stasi GMBA menegaskan komitmennya untuk menghidupi tagline Ardas IX 2026-2030 dalam setiap program pelayanan agar berdampak nyata bagi kehidupan umat.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pastoral Stasi GMBA menuju tahun 2026, dengan harapan seluruh umat dapat turut mendukung dan berpartisipasi dalam setiap langkah yang diambil.

Misa Lingkungan St. Antonius Padua Tahun 2025

Misa Lingkungan St. Antonius dilaksanakan pd hari Selasa 18 November 2025 pkl. 19.00-20.30 wib, bertempat di rumah keluarga Bpk/Ibu Albertus Arief Subyantoro. Misa dipimpin oleh Romo Murdi Susanto, Pr dg dihadiri kurang lebih 70 orang.
Misa dimulai dg ice breaking menyanyikan gerak dan lagu “Jalan Serta Yesus”. Setelah misa, menyanyikan lagu hymne St. Antonius dan “Bapa Surgawi”. Acara dilanjutkan dg pembagian kenang2an utk para penerima krisma sebanyak 5 org, foto bersama dan tanya jawab dg romo.
Acara ditutup dg makan malam bersama.

Perayaan Ekaristi
Pemberian kenang-kenangan para penerima Sakramen Krisma
Ramah-tamah dengan Romo paroki

Menjalani Tahun Rahmat: Ziarah Porta Sancta Lingkungan Santo Paulus


Pada Minggu, 16 November 2025, umat Lingkungan Santo Paulus melaksanakan Ziarah Porta Sancta sebagai bagian dari perjalanan rohani untuk memperdalam iman dan mengalami kembali limpahan rahmat Allah dalam Tahun Yubileum. Ziarah ini diikuti oleh umat lingkungan bersama para Suster SSpS serta para Romo SVD, sehingga nuansa kebersamaan dan semangat misioner terasa sangat kuat sepanjang perjalanan.

Perhentian pertama adalah Kerkoff Muntilan, tempat para misionaris awal—khususnya para Jesuit—dimakamkan. Di lokasi bersejarah ini, umat diajak mengenang pengorbanan dan dedikasi para pewarta Injil yang telah menanamkan dasar iman Katolik di tanah Jawa. Suasana hening dan penuh hormat menjadi momen refleksi mendalam bagi para peserta.

Ziarah kemudian berlanjut ke Gereja Santo Ignatius Magelang, sebuah gereja tua yang kaya akan spiritualitas Ignasian. Di sini umat berdoa dan memohon kekuatan untuk menjalani hidup dengan semangat discernment serta tekad untuk mencari dan menemukan Allah dalam segala hal.

Perhentian ketiga adalah Gereja Maria Penasihat Baik di Wates, tempat yang menjadi puncak pengalaman rohani bagi peserta ziarah. Di gereja ini, umat terlebih dahulu mengikuti pengakuan dosa, sebuah kesempatan untuk memurnikan hati dan mengalami kembali kasih pengampunan Tuhan. Setelah itu, umat merayakan Perayaan Ekaristi bersama tiga romo SVD: Romo Ryan, Romo Sunday, dan Romo Salu. Misa berlangsung dalam suasana penuh syukur, hangat, dan membawa kedalaman rohani bagi seluruh peserta.

Ziarah ditutup dengan kunjungan ke Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, sebuah pusat devosi yang sangat dikenal di Keuskupan Agung Semarang. Umat berdoa dalam keheningan dan kedamaian khas Ganjuran, merasakan sentuhan kasih Tuhan yang menguatkan dan menyegarkan kembali semangat iman.

Perjalanan rohani ini menjadi pengalaman yang mempererat persaudaraan umat Lingkungan Santo Paulus, memperdalam relasi dengan Tuhan, serta menghadirkan sukacita sebagai Gereja yang senantiasa berjalan bersama. Semoga ziarah ini membuahkan pembaruan hidup dan menumbuhkan semangat pelayanan dalam keseharian.

“Meresapi Sabda Tuhan: Sarasehan Kitab Suci Umat GMBA 2025”


Timpel Kerasulan dan Kitab Suci GMBA kembali menyelenggarakan sebuah kegiatan pendalaman iman melalui Sarasehan Kitab Suci pada Minggu, 16 November 2025 bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo. Acara ini menjadi ruang perjumpaan umat untuk menyelami Sabda Tuhan secara lebih mendalam dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

Sebanyak 43 peserta dari berbagai lingkungan ikut ambil bagian, menunjukkan antusiasme umat terhadap pembinaan rohani yang berkelanjutan. Sarasehan ini menghadirkan narasumber Fr. Bramanda R. K., yang membawa umat masuk ke dalam refleksi Kitab Suci secara hangat, komunikatif, sekaligus kaya wawasan.

Melalui pemaparan beliau, umat diajak mengenal kembali makna panggilan, pertobatan, dan misi hidup dalam terang Kitab Suci, serta bagaimana Sabda Tuhan terus menuntun umat untuk hadir sebagai pribadi yang membawa damai, kasih, dan sukacita di tengah komunitas.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan belajar, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antarumat dari lingkungan-lingkungan di wilayah GMBA. Sarasehan diharapkan menjadi langkah awal hadirnya pembinaan Kitab Suci yang semakin rutin, kreatif, dan relevan bagi umat.

Senam Sehat GMBA : Sehat, Semangat, dan Penuh Sukacita di Halaman Belakang GMBA


Sabtu pagi, 8 November 2025, suasana halaman belakang Gereja Maria Bunda Allah Maguwo tampak begitu hidup dan ceria. Peserta senam dari berbagai lingkungan berkumpul untuk mengikuti Senam sehat GMBA, sebuah kegiatan rutin yang menjadi sarana menjaga kesehatan tubuh sekaligus mempererat persaudaraan antarumat.

Dengan dipandu oleh pak Koesno yang penuh semangat, para peserta mengikuti setiap gerakan dengan antusias. Tawa dan canda ringan mengalir di antara mereka, menciptakan suasana akrab dan hangat. dengan penuh semangat mereka tetap muda di hati—menjadi teladan bagi semua generasi tentang pentingnya merawat tubuh sebagai anugerah Tuhan.

Kegiatan senam ini tidak hanya bertujuan menyehatkan jasmani, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan dalam komunitas gereja. Di akhir acara, para peserta saling berbagi cerita, menikmati waktu santai bersama, dan meneguhkan komitmen untuk terus hidup aktif, sehat, dan bahagia dalam kasih Tuhan.

Semoga semangat bapak dan ibu GMBA ini menjadi inspirasi bagi seluruh umat untuk terus menjaga kesehatan, mempererat persaudaraan, dan menghidupi iman dengan penuh sukacita.