Hari ini, Minggu 6 Juli 2025, Gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo menjadi tempat yang penuh kehangatan dan semangat pelayanan, saat para prodiakon mengadakan pertemuan rutin bulanan. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat koordinasi, merefleksikan pelayanan yang telah berjalan, dan menyusun langkah-langkah ke depan demi pelayanan yang lebih mantap.
Pertemuan dipimpin langsung oleh Koordinator Prodiakon Stasi, Bapak Ignatius Sunaryo, dan dihadiri oleh 18 prodiakon serta 4 suster yang ikut hadir dan memberikan dukungan rohani dalam suasana persaudaraan dan kebersamaan yang akrab.
Agenda utama mencakup: Evaluasi tugas-tugas pelayanan prodiakon, baik dalam pelayanan liturgi, kunjungan umat, maupun pelayanan komuni, Pembahasan program kerja ke depan, dengan fokus pada efektivitas, semangat melayani, dan peningkatan kualitas koordinasi.
Dari diskusi yang terbuka dan penuh semangat, lahirlah berbagai masukan serta peneguhan yang membangun. Hasilnya, program kerja yang disusun menjadi lebih matang dan terarah, serta tekad bersama untuk menjadikan pelayanan prodiakon di Stasi Maguwo semakin kuat, terstruktur, dan penuh kasih.
Semoga pertemuan hari ini menjadi penguat semangat dan kesetiaan dalam pelayanan, serta menjadi wujud nyata dari iman yang bekerja dalam kasih.
St. Mary Mother of God Station, Maguwo
Today, Sunday, July 6, 2025, the gazebo of St. Mary Mother of God Church in Maguwo served as a peaceful and spirit-filled setting for the monthly meeting of Eucharistic Ministers—a moment to reflect, coordinate, and renew their commitment to ministry.
The meeting was led by Mr. Ignatius Sunaryo, Coordinator of the Eucharistic Ministers, and was attended by 18 lay ministers and 4 religious sisters who came to offer support and spiritual presence in a warm, fraternal atmosphere.
The meeting covered two key areas: Evaluation of recent ministerial duties, including liturgical service, communion distribution, and pastoral visits, Discussion of future work plans, focused on improving effectiveness, nurturing the heart of service, and building stronger coordination.
Open dialogue and shared reflection led to a clearer, more focused plan for upcoming activities. The group agreed to move forward with renewed spirit—committed to making the ministry in Maguwo more organized, intentional, and filled with compassion.
May today’s gathering strengthen not only the coordination of tasks, but also the spiritual bonds among all who serve—so that their ministry may truly reflect the love and light of Christ.
Sabtu malam, 5 Juli 2025, di ruang Gazebo Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo menjadi tempat berlangsungnya Rapat Dewan Harian Plus Stasi Maguwo, sebuah pertemuan strategis yang mempertemukan jajaran Dewan Harian, para Ketua Wilayah, serta seluruh Ketua Lingkungan di Stasi Maguwo.
Rapat ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan arah pelayanan dan memperkuat semangat sinergi di antara para penggerak umat. Dalam suasana yang hangat dan penuh keterbukaan, berbagai hal pokok disampaikan secara sistematis oleh masing-masing bidang dan tim kerja.
Agenda utama rapat meliputi: Pemaparan Program Rutin dan Program Garapan Dewan Harian Stasi Tahun 2025, yang menjadi kerangka besar arah pastoral. Presentasi Program Kerja dari Enam Bidang Pelayanan: • Liturgi – penguatan partisipasi umat dalam perayaan iman, • Litbang (Penelitian dan Pengembangan) – arah pengembangan pastoral berbasis data, • Rumah Tangga – dukungan logistik dan tata kelola sarana prasarana, • Paguyuban – penguatan komunitas dan relasi umat, • Pewartaan – pelayanan katekese dan komunikasi iman, • Kemasyarakatan – keterlibatan aktif umat dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Salah satu poin penting yang turut dipaparkan adalah buku pedoman pengelolaan dana sosial (Danpamis) yang telah dirancang oleh Bidang Kemasyarakatan, dan telah disetujui oleh Romo Paroki. Buku pedoman ini disusun khusus untuk Stasi Maguwo, sebagai panduan transparan, akuntabel, dan berbasis semangat pelayanan untuk mengelola dana sosial secara bijak.
Tak kalah penting, dalam rapat ini juga disampaikan update terkait penyusunan proposal Master Plan Gereja Stasi Maguwo, yang kini sedang dalam proses untuk dimintakan tanda tangan Bapak Uskup Keuskupan Agung Semarang. Ini menjadi langkah besar dalam merintis pembangunan fasilitas gereja yang lebih representatif dan sesuai kebutuhan umat masa kini dan masa depan.
Sebagai penutup, Dewan Harian juga menginformasikan bahwa GMBA kini telah memiliki website resmi yang aktif dan menarik, sebagai media komunikasi, dokumentasi, dan pewartaan digital. Para Ketua Lingkungan dan Wilayah dimohon untuk ikut aktif menghidupkan konten web melalui partisipasi admin lingkungan, agar informasi kegiatan umat bisa tersampaikan secara luas dan terdokumentasi dengan baik.
Rapat berlangsung dengan lancar, terbuka, dan penuh semangat pelayanan. Semoga setiap butir keputusan dan arahan yang disepakati malam itu menjadi landasan kuat bagi pelayanan Stasi Maguwo yang makin tertata, kolaboratif, dan misioner di tahun-tahun mendatang.
Stasi Maguwo Core Council & Leaders Meeting – July 5, 2025
On the evening of Saturday, July 5, 2025, in the Gazebo of St. Mary Mother of God Church in Maguwo hosted an important gathering: the Core Council Plus Meeting, bringing together the Core Council of the Stasi, Area Coordinators, and all Neighborhood Leaders (Ketua Lingkungan).
This strategic meeting served as a forum for alignment, coordination, and collective reflection, strengthening the sense of unity and shared responsibility among pastoral leaders. The tone of the evening was open, warm, and focused—allowing each sector to share updates and visions for the year ahead.
Key highlights of the meeting included: A detailed presentation of routine programs and main initiatives by the 2025 Core Council, outlining the pastoral direction for the year. Program updates from six key pastoral commissions: • Liturgy – enhancing community participation in liturgical life, • Research & Development (Litbang) – fostering data-based growth, • Household Affairs – managing infrastructure and logistics, • Community Life (Paguyuban) – strengthening relationships and togetherness, • Evangelization – catechesis and spiritual communication, • Social Ministry – expanding care and social involvement within and beyond the church.
A particularly meaningful part of the meeting was the introduction of the Danpamis Handbook—a new social fund management guideline, developed specifically for Stasi Maguwo by the Social Ministry team and officially approved by the Parish Priest. This document provides a clear, responsible, and service-oriented framework for handling community-based funds.
The meeting also featured an important update on the ongoing Master Plan proposal for Stasi Maguwo Church, which is now entering the final phase before being submitted for official approval and signature by the Archbishop of Semarang. This milestone reflects the community’s vision to build a more representative, functional, and sacred space for worship and service.
Lastly, participants were encouraged to actively engage with the newly launched official GMBA website, which now serves as a digital home for parish communications, documentation, and evangelization. All local neighborhood leaders are invited to support content creation and share community updates regularly through the platform,ensuring that the vibrancy of parish life is well-documented and widely shared.
The meeting ended on a note of unity, commitment, and shared hope. May every decision and collaboration from this gathering bear fruit for a stronger, more organized, and mission-driven Stasi Maguwo in the years ahead.
With gratitude and hope, the Masterplan for the Development of Santa Maria Bunda Allah Church in Maguwo has entered a significant phase: the preparation of an official proposal together with our parish priest, as part of the submission to the Archdiocese of Semarang.
This step marks a new chapter in our long journey as a faith community—one that seeks not only to build a better physical space, but also to reflect our identity as believers, our spirit of unity, and our long-term pastoral vision.
This is more than a construction project. It is the realization of our shared longing for a church that is more alive, more open, and filled with the joy of God’s presence. Behind every line on the blueprint lies a great hope: that our community may continue to grow in fellowship and service.
We extend our deepest thanks to the planning team, our parish leaders, and all members of the community who have offered prayers and support. Please continue to pray with us, that the preparation and approval process may go smoothly, wisely, and in accordance with God’s will.
Together, we are building—not just a church—but the future of our faith.
Dengan penuh syukur dan harapan, Masterplan Pengembangan Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kini memasuki tahap penting: proses penyusunan proposal resmi bersama Romo Paroki, sebagai bagian dari pengajuan ke Keuskupan Agung Semarang.
Langkah ini menjadi babak baru dalam perjalanan panjang umat Maguwo untuk mewujudkan sebuah tempat ibadah yang tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga mampu mencerminkan jati diri iman, semangat kebersamaan, dan visi pastoral jangka panjang.
Perjalanan ini bukan sekadar proyek bangunan, melainkan wujud nyata dari kerinduan umat untuk memiliki rumah Tuhan yang lebih hidup, terbuka, dan membawa sukacita bagi semua. Di balik garis-garis rancangan dan gambar denah, tersimpan harapan besar akan tumbuhnya komunitas yang semakin kokoh dalam persekutuan dan pelayanan.
Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan umat, tim perencana, dan para pendamping yang setia mengawal proses ini. Kami mohon doa dan restu agar penyusunan proposal ini dapat berjalan lancar, penuh hikmat, dan selaras dengan kehendak Tuhan.
Bersama kita membangun, bukan hanya gereja—tetapi masa depan iman.
Kaliurang, 28 Juni 2025 – Dalam rangka membentuk pribadi muda Katolik yang berjiwa pemimpin dan penuh semangat pelayanan, OMK (Orang Muda Katolik) dan RBM (Remaja Bina Iman) Stasi Santa Maria Buda Allah Maguwo menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) selama dua hari, pada Jumat dan Sabtu, 27–28 Juni 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “Bertumbuh dalam Iman, Bersukacita dalam Pelayanan”, dan diikuti oleh 69 peserta dari kalangan remaja dan OMK. Pembinaan dalam Kebersamaan LKTD tahun ini menjadi wadah penting untuk membina semangat kepemimpinan Kristiani, mempererat persaudaraan, dan menggugah kesadaran para peserta akan peran mereka dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Melalui beragam sesi yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan, peserta diajak untuk mengenal jati diri, memperdalam iman, serta melatih kemampuan bekerja sama dan mengambil tanggung jawab.Hari pertama kegiatan diawali dengan sesi pengantar mengenai dasar-dasar kepemimpinan Katolik dan dinamika kelompok. Para peserta juga mengikuti sesi reflektif mengenai iman dan panggilan pelayanan. Suasana kekeluargaan dan spiritualitas yang hangat turut dirasakan dalam renungan malam dan doa bersama, yang memberi ruang untuk perenungan pribadi di hadapan Tuhan.Pelayanan Sebagai SukacitaHari kedua diisi dengan kegiatan latihan kepemimpinan interaktif, teamwork challenge, diskusi kelompok, serta penyampaian materi tentang pelayanan di lingkungan gereja. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar jabatan, tetapi lebih sebagai panggilan untuk melayani dengan sukacita dan ketulusan hati.Kegiatan ditutup dengan misa syukur, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama dua hari kegiatan berlangsung.
Peserta tampak antusias dan membawa pulang semangat baru untuk terus bertumbuh dalam iman serta terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pelayanan di stasi maupun lingkungan masing-masing. Menjadi generasi muda yang siap melayani melalui kegiatan LKTD ini, OMK dan RBM Stasi Maguwoharjo menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda Katolik yang tidak hanya cerdas dan aktif, tetapi juga berakar kuat dalam iman dan siap menjadi pelayan-pelayan yang penuh kasih. “Kami berharap setelah mengikuti LKTD ini, para peserta semakin percaya diri, memiliki semangat kebersamaan, dan menjadikan pelayanan sebagai bagian dari gaya hidup Kristiani mereka,” ungkap salah satu panitia kegiatan. Dengan semangat “Bertumbuh dalam Iman, Bersukacita dalam Pelayanan”, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan positif di tengah komunitas, menjadi terang dan garam dunia, serta menjadi teladan dalam tindakan nyata di lingkungan Gereja dan masyarakat.
Martinus Ervin Andres Rinaldi was born in Sleman, on September 21, 1995. Raised in a Catholic family rooted in simplicity, faith, and integrity, Ervin grew up in an environment where values like responsibility, service, and devotion were instilled early. From a young age, he showed an innate interest in structures and design—keenly observing spaces and sketching alternative layouts from his imagination.
He began his formal education at Kanisius Kalasan Junior High School, a school well-known for nurturing character and promoting Ignatian values. This foundation shaped his intellectual curiosity and social awareness. His passion for the built environment deepened during his time at STM Pembangunan Yogyakarta (now SMK Negeri 2 Depok), where he developed essential technical skills in construction and building design.
His path became clearer when he was admitted to the Faculty of Engineering, Architecture Department at Atma Jaya Yogyakarta University, class of 2016. During his university years, Ervin was known not only for his diligence and creativity but also for his reflective approach to architecture. To him, design is not just about aesthetics or structure—it’s about the soul of a space, the relationship between place and people, form and meaning.
As the masterplan designer for St. Mary Mother of God Church in Maguwo, Ervin was entrusted with a significant mission: to design not only a physical structure but to articulate the identity and pastoral direction of a living faith community. He approached the task with humility and depth—listening to the needs of the faithful, studying the church’s history, observing the social and environmental context, and aligning the design with the spirit of Catholic liturgy.
In his masterplan, Ervin envisioned a sacred space that harmonizes with nature and community. The spatial arrangement considers liturgical flow, natural lighting, accessibility, and movement of the congregation. He also designed supporting facilities to encourage pastoral outreach, faith education, and communal interaction. All elements are grounded in one essential principle: a church is not merely a place of prayer, but a shared home shaped and enlivened by its people.
Ervin’s design style can be described as modest yet meaningful. He avoids excessive visual grandeur, instead favoring simplicity imbued with depth and purpose. His work reflects clean geometry, inclusive spatial planning, and the thoughtful use of local materials. He skillfully incorporates symbolic elements of the Catholic faith—such as the cross, light, and altar orientation—into a design that feels both contemporary and sacred.
His involvement in this project goes beyond professional duty. Ervin is a man of faith, and for him, designing a church is a spiritual journey—one that demands prayer, reflection, and sincere dialogue. He does not design from ego, but from a heart that seeks to serve and glorify God through his talents.
Through his dedication and thoughtful design, St. Mary Mother of God Church in Maguwo will stand not only as an impressive architectural structure, but more importantly as a spiritual home—a place that gathers, nurtures, and sends forth the faithful into the world.
Martinus Ervin Andres Rinaldi is a shining example of today’s Catholic youth: talented, principled, and spiritually grounded. Through his hands and heart, he has helped shape a space where heaven touches earth, where community finds its soul, and where faith takes form in brick and light.
Martinus Ervin Andres Rinaldi: Arsitek Muda di Balik Masterplan Gereja St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo
Martinus Ervin Andres Rinaldi lahir di Sleman, 21 September 1995. Ia tumbuh besar dalam lingkungan keluarga Katolik yang sederhana namun penuh nilai, di mana iman, tanggung jawab, dan kepedulian sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sejak usia muda, Ervin menunjukkan minat pada dunia visual dan bentuk. Ia senang mengamati bangunan, menggambar denah, dan membayangkan ulang ruang-ruang hidup dalam perspektifnya sendiri.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SMP Kanisius Kalasan, sekolah yang dikenal dengan nilai-nilai pendidikan karakter dan pembentukan kepribadian. Di sinilah benih semangat intelektual dan kepedulian sosialnya mulai tumbuh. Ia kemudian melanjutkan ke STM Pembangunan Yogyakarta—kini dikenal sebagai SMK Negeri 2 Depok—dan mulai mendalami dunia teknik bangunan secara lebih spesifik. Di sini, minatnya terhadap desain bangunan semakin menguat, dan keahliannya mulai terasah secara teknis.
Langkahnya semakin mantap saat ia diterima di Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta, angkatan 2016. Selama masa kuliah, Ervin dikenal sebagai mahasiswa yang tidak hanya tekun dan kreatif, tetapi juga reflektif dalam memaknai ruang dan desain. Baginya, arsitektur bukan sekadar estetika atau struktur fisik, tetapi juga tentang jiwa dari sebuah tempat—tentang relasi antara ruang dan manusia, antara bentuk dan makna.
Sebagai desainer masterplan Gereja Santa Maria Bunda Allah di Maguwo, Ervin diamanahi sebuah tanggung jawab besar—merancang bukan hanya fisik bangunan, tetapi juga merumuskan identitas dan arah pastoral sebuah komunitas umat. Ia memulai proses ini dengan pendekatan mendalam: mendengarkan kebutuhan umat, memahami sejarah gereja, memperhatikan dinamika lingkungan, hingga menyelaraskan desain dengan semangat liturgi Katolik.
Dalam masterplan rancangannya, Ervin menghadirkan ruang ibadat yang menyatu dengan alam dan komunitas. Penataan ruang memperhatikan sirkulasi umat, tata letak liturgis, pencahayaan alami, dan aksesibilitas untuk semua kalangan. Ia juga merancang area penunjang yang mendukung kegiatan pastoral, pendidikan iman, dan interaksi sosial. Seluruh konsep berpijak pada prinsip bahwa gereja bukan hanya tempat berdoa, tetapi rumah bersama yang membentuk dan dihidupi oleh umat.
Gaya desain Ervin dapat dikatakan bersahaja namun bernas. Ia tidak mengejar kemewahan visual, tetapi lebih memilih kesederhanaan yang mendalam dan kuat secara makna. Material lokal, bentuk geometris yang bersih, dan tata ruang yang inklusif menjadi ciri khasnya. Ia juga piawai dalam memadukan elemen-elemen simbolik iman Katolik—seperti salib, cahaya, dan orientasi altar—dalam rancangan yang modern namun tetap sakral.
Keterlibatan Ervin dalam proyek ini bukan semata-mata sebagai seorang profesional, melainkan juga sebagai pribadi beriman yang ingin mempersembahkan karya terbaiknya bagi Tuhan dan Gereja. Bagi Ervin, merancang gereja adalah proses spiritual yang menuntut doa, refleksi, dan dialog yang tulus. Ia tidak datang dengan ego desain, melainkan dengan kerendahan hati dan semangat melayani.
Dengan segala pemikiran dan ketekunan yang ia curahkan, Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo tidak hanya akan menjadi bangunan megah yang berdiri secara fisik, tetapi menjadi rumah rohani yang menyatukan umat, menumbuhkan iman, dan mengutus setiap orang untuk membawa terang Kristus dalam kehidupan nyata.
Martinus Ervin Andres Rinaldi adalah sosok arsitek muda yang merepresentasikan generasi Katolik masa kini: berintegritas, berbakat, dan berspiritualitas mendalam. Melalui karyanya, ia telah menorehkan sejarah, tidak hanya di atas kertas gambar, tetapi dalam hidup umat dan dalam perjalanan iman sebuah komunitas.
Pada malam Kamis, 19 Juni 2025, umat Lingkungan St. Monica berkumpul untuk mengikuti acara Doa Lingkungan yang dipandu oleh Bapak Sugiyono. Acara ini diadakan di kediaman Ibu Merry, dimulai pukul 19.00 WIB. Sebagai bagian dari acara rohani, tema utama malam itu adalah tentang “Cara Berdoa yang Baik dan Benar,” di mana umat diajak untuk lebih memahami bagaimana seharusnya berdoa dalam hidup sehari-hari.
Doa lingkungan ini, tidak hanya menjadi waktu untuk berdoa bersama, tetapi juga untuk saling memperdalam pemahaman iman, khususnya mengenai cara berdoa yang benar sesuai dengan ajaran Gereja Katolik.
Bapak Sugiyono, yang bertindak sebagai pemandu doa, membuka acara dengan penjelasan yang mendalam mengenai cara berdoa yang baik dan benar menurut ajaran Gereja. Beliau mengingatkan bahwa berdoa bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga suatu bentuk hubungan yang dalam dengan Tuhan. Salah satu poin penting yang beliau sampaikan adalah tentang pentingnya memulai doa dengan bersyukur terlebih dahulu sebelum memohon. Dalam hidup, sering kali kita terlalu fokus pada permintaan dan harapan kita kepada Tuhan, namun kita seringkali lupa untuk mengucapkan terima kasih atas segala berkat yang telah diberikan. Rasa syukur ini menjadi kunci dalam mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperkuat hubungan kita dengan-Nya.
Beliau juga menjelaskan bahwa dalam doa, kita harus mengutamakan persatuan hati dengan Tuhan, di mana kita tidak hanya meminta, tetapi juga mendengarkan apa yang Tuhan ingin katakan kepada kita. Doa yang baik bukanlah doa yang penuh dengan permintaan, tetapi doa yang dimulai dengan hati yang penuh rasa syukur. Selain itu, Bapak Sugiyono juga mengajak umat untuk lebih memahami Doa Bapa Kami, yang merupakan doa yang diajarkan langsung oleh Yesus kepada para murid-Nya. Beliau menjelaskan bahwa Doa Bapa Kami mencakup semua aspek penting dalam doa Kristen Katolik.
Selama ibadat, umat diajak untuk berdoa secara pribadi dan bersama, menyampaikan rasa syukur, permohonan, serta doa untuk umat yang membutuhkan. Kehidupan spiritual yang penuh pengharapan dan sukacita tampak jelas terlihat di wajah setiap peserta, yang mengikuti setiap langkah doa dengan sepenuh hati.
Di akhir acara doa lingkungan ini, panitia “Refresh Jiwa” Lingkungan St. Monica melaporkan pertanggungjawaban dana acara. Acara berjalan dengan lancar dan penuh berkat. Kehadiran umat yang antusias menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dalam mempererat iman umat lingkungan. Panitia yang rata-rata terdiri dari kaum muda akan terus mengadakan kegiatan serupa di masa yang akan datang, dengan tujuan untuk membantu umat terus berkembang dalam kehidupan doa dan iman. Panitia juga berencana untuk mengadakan acara serupa secara berkala.
You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂
Sukacita Sakramen Komuni Pertama di Gereja Maria Bunda Allah, MaguwoharjoMinggu, 22 Juni 2025 | Pukul 08.00 WIB Dipimpin oleh: Rm. Yohanes Ngatmo, Pr. Maguwoharjo, Sleman – Hari Minggu, 22 Juni 2025
menjadi momen istimewa dan penuh rahmat di Gereja Maria Bunda Allah, Maguwoharjo, dengan dilangsungkannya Perayaan Komuni Pertama bagi 23 anak dari komunitas umat stasi. Misa Kudus dipimpin dengan penuh sukacita dan kekhidmatan oleh Romo Yohanes Ngatmo, Pr., mulai pukul 08.00 WIB. Misa Kudus: Awal Perjalanan Iman yang Lebih DalamSejak pagi, gereja dipenuhi suasana haru dan gembira. Anak-anak penerima Komuni Pertama mengenakan busana putih sebagai lambang kemurnian hati dan kesiapan menyambut Tubuh Kristus untuk pertama kalinya. Umat yang hadir, khususnya para orang tua dan keluarga, tampak antusias dan penuh sukacita. Dalam homilinya, Romo Yohanes menegaskan pentingnya peristiwa ini sebagai awal dari kedekatan pribadi dengan Yesus: “Yesus hari ini hadir sungguh dalam hidup kalian, anak-anak. Komuni bukan hanya soal menerima roti, tetapi menerima kasih Tuhan yang hidup. Jaga selalu hubungan ini, bukan hanya hari ini, tapi setiap hari dalam doa, dalam kasih, dan dalam tindakan.”Momen Sakral dan Penuh Haru setelah konsekrasi, satu per satu anak maju ke depan altar, menerima Tubuh Kristus dengan sikap penuh hormat dan khusyuk. Momen ini menjadi puncak spiritual yang menyentuh hati banyak umat, terutama orang tua yang turut menyaksikan dengan mata berkaca-kaca.
Para katekis yang telah mendampingi anak-anak juga turut bersyukur atas pencapaian rohani ini. Perayaan Syukur dan KeakrabanUsai Misa, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama di halaman gereja, diiringi ramah tamah sederhana yang dihadiri para katekis, keluarga, dan umat. Ucapan selamat dan doa berlimpah untuk anak-anak yang telah menerima sakramen penting ini. Penutup: Iman yang Tumbuh dalam Keluarga Romo Yohanes Ngatmo Pr menutup perayaan dengan ajakan kepada seluruh keluarga untuk terus menjadi sekolah iman pertama bagi anak-anak. Ia juga menyampaikan harapan agar anak-anak ini semakin aktif dalam kehidupan menggereja dan tumbuh sebagai pribadi Katolik yang penuh kasih dan pelayanan. “Komuni Pertama bukanlah akhir, tapi awal dari perjalanan panjang bersama Kristus. Biarlah setiap dari kita terus bertumbuh dalam cinta-Nya.” Perayaan ini menjadi pengingat indah bahwa iman bukan hanya dibangun dalam Gereja, tetapi juga dalam keluarga dan komunitas yang saling mendukung dalam kasih. Semoga anak-anak ini terus menjadi terang Kristus di tengah dunia.
Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo – Minggu, 15 Juni 2025
Pada hari Minggu, 15 Juni 2025, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Tabungan Cinta Kasih (TCK) bersama PT BPR Shinta Daya. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Lingkungan, Pengurus TCK Lingkungan dan Stasi, Kabid Pelayanan Masyarakat, tim sekretaris, serta tim bendahara Stasi Maguwo.
Sesi pertama disampaikan oleh Ibu Lydia dan tim dari PT BPR Shinta Daya. Dalam pemaparannya, dijelaskan secara rinci mengenai arti, maksud, dan tujuan dari program TCK, yakni sebagai wadah untuk membangun semangat gotong royong dan solidaritas dalam mendukung kebutuhan pembangunan gereja melalui simpanan kolektif yang dikelola secara profesional.
Dijelaskan pula bahwa dana setoran TCK akan dimasukkan ke bank dalam bentuk deposito, dengan bunga khusus yang diberikan oleh bank: pada tahun pertama mengikuti suku bunga LPS, dan tahun-tahun berikutnya sebesar 0,5% di bawah suku bunga LPS. Jangka waktu simpanan disesuaikan dengan kesepakatan para peserta.
Sesi berikutnya diisi oleh Ibu Agnes Suratini selaku pengurus TCK Stasi Maguwo. Beliau menjelaskan mekanisme pembagian bunga tabungan untuk periode yang baru saja berakhir, yaitu 60% dialokasikan untuk dana pembangunan stasi dan 40% dibagikan ke lingkungan (dimasukkan ke kas lingkungan) berdasarkan jumlah saham masing-masing. Namun, untuk periode baru, sesuai arahan Romo Dadang dalam misa, seluruh bunga—100%—akan dialokasikan untuk mendukung dana pembangunan gereja. Kesepakatan bersama juga dicapai mengenai jangka waktu simpanan yang ditetapkan selama 24 bulan.
Dalam kesempatan yang sama, Bapak Bagio yang merupakan Kabid Kemasyarakatan juga sekaligus pimpro pembangunan Gereja Santa Maria Bunda Allah turut menegaskan pentingnya dukungan dana melalui program TCK ini. Beliau menyampaikan bahwa Stasi Maguwo saat ini telah memiliki masterplan pengembangan gereja yang tentu memerlukan biaya besar. Oleh karena itu, keputusan untuk mengarahkan seluruh hasil bunga TCK demi pembangunan gereja menjadi langkah strategis yang sangat membantu.
Kegiatan sosialisasi berlangsung lancar dan hangat, diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan antar peserta. Semoga semangat kebersamaan dalam membangun rumah Tuhan terus tumbuh dan mengakar dalam hati seluruh umat Stasi Maguwo.
Di tengah ritme kehidupan yang kian cepat dan padat, kita kerap tenggelam dalam rutinitas tanpa sempat bertanya: Bagaimana kabar jiwa kita hari ini? Pertanyaan sederhana itu menjadi dasar lahirnya sebuah kegiatan penuh makna yang diselenggarakan oleh Lingkungan Santa Monica, bertajuk “Refresh Jiwa”, sebuah inisiatif baru yang menghadirkan keheningan, refleksi, dan penyembuhan batin.
Perjalanan Spiritual ke Taman Doa Maria Penolong Abadi
Kegiatan ini berlangsung di Taman Doa Maria Penolong Abadi, yang berlokasi di Stasi Pojok, Paroki St. Petrus–Paulus, Minggir, Klepu. Dikelilingi suasana khas pedesaan yang alami dan tenang, tempat ini menjadi ruang yang tepat untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia, dan menyatu dalam keheningan bersama Tuhan.
Taman doa ini tidak hanya menyuguhkan keindahan fisik, tetapi juga menghadirkan kekuatan spiritual yang menyentuh. Pendopo joglo sederhana, tempat berlangsungnya prosesi, disiapkan penuh kasih, dikelilingi alam hijau, diterangi lampu remang-remang, dan ditemani patung Bunda Maria dengan sentuhan budaya Jawa. Semua elemen ini menyatu menciptakan suasana yang intim, penuh damai, dan sangat mendukung pengalaman batin yang mendalam.
Kekuatan Unsur Hypnotherapy dalam Penyembuhan Jiwa
Hal yang menjadikan kegiatan ini unik dan berkesan adalah penggunaan unsur hypnotherapy spiritual, yang dipadukan dengan metode penyembuhan menggunakan energi Ilahi. Melalui bimbingan dan teknik-teknik relaksasi serta pemusatan pikiran, para peserta diajak untuk membuka diri, menerima kasih Tuhan, dan membiarkan setiap luka batin, kekhawatiran, serta beban hidup dipulihkan dalam kehadiran-Nya.
Sekitar 50 umat, dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga para lansia, dengan penuh kesadaran dan keterbukaan mengikuti setiap proses. Mereka diajak untuk menyapa jiwa, mengendapkan emosi, menyadari kehadiran Tuhan di balik segala peristiwa hidup. Tidak sedikit peserta yang merasakan ketenangan, kesegaran jiwa, bahkan mengalami momen spiritual yang mendalam.
Diprakarsai oleh Kaum Muda yang Penuh Semangat
Salah satu keistimewaan kegiatan ini adalah keterlibatan kaum muda sebagai motor penggerak utama. Mas Wilfred, Mbak Sulis, dan Mas Vincent tampil sebagai inisiator dan fasilitator utama, dibantu Bapak Lasiman selaku Ketua Lingkungan Monica. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa semangat pelayanan dan inovasi rohani tidak mengenal usia, dan bahwa generasi muda dapat mengambil peran penting dalam membangun kehidupan menggereja yang hidup dan relevan.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa gereja bisa hadir dengan cara yang kreatif, menyentuh, dan tetap setia pada nilai-nilai spiritual yang hakiki.
Membangun Komunitas yang Guyub dan Bersemangat
“Refresh Jiwa” tidak hanya memberi pengalaman pribadi yang menguatkan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara umat. Dalam suasana yang akrab, para peserta saling mendukung, berbagi cerita, mendoakan satu sama lain. Kegiatan ini menghidupkan kembali spirit Santa Monica, pelindung lingkungan ini, yang dikenal sebagai sosok ibu penuh kasih, tabah, dan teguh dalam doa demi keselamatan keluarganya.
Melalui kegiatan ini, harapannya umat Lingkungan Monica semakin guyub, solid, dan antusias dalam keterlibatan pastoral, baik di lingkungan maupun di Stasi. Semangat melayani, semangat berbagi, dan semangat memuliakan Tuhan bersama-sama menjadi bekal penting untuk terus membangun Gereja yang hidup dan berakar dalam iman.
“Refresh Jiwa bukan hanya soal rehat sejenak, tapi tentang mendengarkan bisikan jiwa, menyentuh kasih Tuhan, dan pulang dengan semangat baru untuk mencintai lebih sungguh.”
Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lain untuk menciptakan ruang-ruang penyembuhan batin yang nyata, sederhana namun berdampak besar bagi kehidupan rohani umat.
Di antara banyak bintang muda yang bersinar, nama Helena Clarencia Cinta Prasetya patut jadi sorotan. Usianya baru 16 tahun, tapi suara dan prestasinya sudah melanglang buana ke berbagai panggung, dari festival pelajar hingga ajang bergengsi nasional. Helena, begitu ia akrab disapa, adalah salah satu putri berbakat dari Stasi Santa Maria Bunda Allah, Maguwo, yang kini menempuh pendidikan di SMA BOSA Yogyakarta.
Sejak kecil, dunia musik sudah jadi tempat yang nyaman bagi Helena. Dengan zodiak Aries yang dikenal berani dan penuh semangat, tak heran kalau ia terus melangkah pasti mengejar mimpinya menjadi penyanyi internasional. Bukan sekadar mimpi kosong, karena jejak langkahnya penuh dengan prestasi nyata yang bikin kagum siapa pun yang mengenalnya.
Bayangkan saja, sepanjang tahun 2023–2025, Helena telah mengumpulkan lebih dari 15 gelar juara dari berbagai lomba menyanyi dan festival band pelajar. Dari panggung FLS3N, Prambanan Jazz, hingga BRI Rei Property Expo, suara khas Helena sudah menemani banyak telinga, menggetarkan banyak hati. Bahkan, ia pernah tampil memukau di momen kenegaraan seperti upacara 17 Agustus di Balai Kota Yogyakarta dan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Titik Nol KM Yogyakarta. Hebat, kan?
Tapi prestasi Helena nggak berhenti di luar saja. Di lingkungan gereja, ia juga aktif melayani sebagai putri altar, pemazmur, dan vokalis dalam PMG (Pemusik Muda GMBA). Helena bukan hanya menyanyikan lagu rohani dengan suara indah, tapi juga dengan hati penuh cinta. Ia menjadikan setiap bait lagu sebagai bentuk pelayanan dan persembahan terbaik untuk Tuhan.
tau nggak apa aja prestasi Helena dari tahun 2023 sampai 2025 ? nih mimin kasih tau ya…….
Juara 1 Lomba Menyanyi Tunggal FLS3N Kotamadya Yogyakarta – 2025
Juara 3 Lomba Band Pelajar Fist Cup Fakultas Ilmu Komunikasi Atma Jaya – 2025
Juara 1 Lomba Solo Vocal IMLEK Lampion Jagad di SMA BOSA – 2025
Juara 1 Lomba Band Pelajar WJNC Fest – 2024
Juara 1 National Online Singing Competition di Politeknik AA YKPN – 2024
Juara 1 Lomba Band Padztsuri #2 di SMA 3 – 2024
Juara 2 Online Singing Competition Econofest FEB UGM – 2024
Juara 1 Festival Band Pelajar di Warung Tik Tok – 2024
Perform menyanyi di Upacara Bendera 17 Agustus di Balai Kota Yogyakarta – 2024
Perform menyanyi di Acara Hari Kesaktian Pancasila di Titik Nol Yogyakarta – 2024
Juara 1 Lomba Solo Vokal Mahardika Nada Nusantara Kesbangpol – 2024
Juara 1 Lomba Solo Vokal Amazing BRI Rei Property Expo – 2024
Juara 3 Festival Band Pelajar di SMA Santa Maria – 2024
Juara 1 Festival Band Pelajar China Town di Sleman City Hall – 2024
Juara 1 Lomba Solo Vokal Simponi Negeriku di Hotel Merapi Merbabu – 2023
Finalis 10 Besar I‘m Jazz Kids di Prambanan Jazz – 2023
Juara 1 Festival Band Pelajar di SMM – 2023
Juara 1 Festival Band Pelajar di SMA Santa Maria – 2023
The Voice Kids Indonesia Season 4 – Tim Yura Rizky – 2021
Juara 1 Lomba Menyanyi Tunggal FLS2N tingkat kecamatan UPT Utara Yogyakarta – 2015
kalah jauh lah sama mimin…..mimin mah gak ada apa apanya……..hahahaha
Buat kamu yang penasaran dengan suara Helena, yuk langsung aja mampir dan follow channel-nya:
Dan kalau ada yang mau ngajak kerja sama atau undang perform, boleh banget kontak langsung ke 081227071710 ya………………………..
Helena adalah contoh nyata bahwa talenta yang dipupuk dengan cinta dan kerja keras bisa jadi berkat besar, bukan cuma untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk banyak orang. Kita doakan bersama, semoga Helena terus bersinar dan suatu hari nanti benar-benar berdiri di panggung dunia sebagai penyanyi internasional yang membawa damai dan sukacita lewat musiknya.
Dari altar kecil di Maguwo hingga gemerlap panggung dunia, Helena adalah bintang yang tak hanya bernyanyi, tapi juga menyinari.
Keep shining, girl……………………..
Langit bukan batasmu, tapi justru panggung berikutnya…………………