Doa Lingkungan St . Monica Awal Tahun di Rumah Bapak Heri

Dalam rangka mengawali perjalanan iman di tahun yang baru, umat lingkungan St. Monica mengadakan Doa Lingkungan Awal Tahun Baru pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di rumah Bapak Heri, dan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Kegiatan doa ini menjadi sarana bagi umat untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan sekaligus memohon berkat dan perlindungan-Nya sepanjang tahun yang akan dijalani.

Acara doa berlangsung dengan khidmat dan khusyuk, dihadiri oleh sekitar 30 orang umat yang terdiri dari orang tua, kaum muda, hingga anak-anak. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa selama doa berlangsung. Kehadiran umat lintas usia ini mencerminkan semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan menggereja di lingkungan.

Setelah doa bersama selesai, acara dilanjutkan dengan kehadiran Tim dari Stasi Maguwo, yaitu Bapak Danang dan Bapak Bagio. Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan sosialisasi mengenai pembangunan Stasi Maguwo, yang saat ini telah berkembang menjadi Paroki Administratif Maguwo. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada umat sekaligus mengajak seluruh umat lingkungan agar turut mendukung dan terlibat dalam proses pembangunan serta pengembangan pelayanan gereja.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib, serta ditutup dengan sosialisasi dari Bapak Danang dan Bapak Bagio. Melalui kegiatan doa lingkungan awal tahun ini, diharapkan iman umat semakin dikuatkan, rasa kebersamaan semakin erat, dan semangat pelayanan semakin tumbuh dalam kehidupan menggereja di tahun yang baru.

Surat Gembala KAS 2026: Mengawali Perjalanan ARDAS IX


Sumber : https://kas.or.id/surat-gembala-menyambut-arah-dasar-ix-keuskupan-agung-semarang/

Keuskupan Agung Semarang mengawali tahun 2026 dengan sebuah ajakan iman yang penuh harapan melalui Surat Gembala Menyambut Arah Dasar (ARDAS) IX KAS, yang dibacakan pada Pesta Pembaptisan Tuhan, 10–11 Januari 2026. Surat gembala ini menjadi penanda dimulainya perjalanan pastoral lima tahun ke depan (2026–2030) bagi seluruh umat KAS.

Dalam surat gembala tersebut, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengajak seluruh umat untuk bersyukur atas perjalanan ARDAS VIII (2021–2025) dengan tema “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah”. Selama lima tahun terakhir, umat diajak untuk meneguhkan kembali dasar hidup beriman: membangun relasi yang hidup dengan Kristus, terutama di tengah berbagai tantangan zaman. Dari relasi inilah buah iman, harapan, kasih, kepedulian, dan semangat melayani diharapkan terus bertumbuh.

Memasuki ARDAS IX, Gereja KAS diajak melangkah lebih jauh untuk mewujudkan buah-buah iman tersebut secara nyata dalam kehidupan bersama. Tema “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan” bukan sekadar slogan, melainkan arah perjalanan bersama seluruh umat Allah. Kata “menjadi” menegaskan bahwa Gereja sedang dan terus berproses—sebuah perjalanan iman yang dinamis dan melibatkan semua orang: anak-anak, orang muda, keluarga, lansia, umat awam, biarawan-biarawati, dan para imam.

Gereja yang bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi Gereja yang hidup dalam pengharapan karena berakar pada kasih dan keselamatan Kristus. Gereja yang menginspirasi adalah Gereja yang memberi kesaksian melalui hidup yang jujur, sederhana, peduli, dan melayani. Sementara itu, Gereja yang menyejahterakan adalah Gereja yang hadir secara nyata dalam kehidupan manusia secara utuh—rohani, jasmani, sosial, dan ekologis—terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Melalui surat gembala ini, umat juga diajak untuk menghidupi ARDAS IX secara konkret:

  • di keluarga, dengan menciptakan rumah yang penuh kasih, doa, dan pengampunan;
  • di lingkungan dan paroki, dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan sinodalitas;
  • serta di tengah masyarakat, dengan menjadi saksi Kristus melalui kejujuran, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan.

Mengakhiri surat gembalanya, Bapa Uskup menegaskan bahwa sebagaimana Yesus diteguhkan oleh kasih Bapa saat pembaptisan-Nya, demikian pula seluruh umat KAS diteguhkan sebagai umat yang dikasihi Allah dan diutus oleh-Nya. Dengan penyertaan Roh Kudus, Keuskupan Agung Semarang diajak melangkah bersama untuk sungguh menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Belajar Kasih dan Kesetiaan: Kunjungan Pendamping PIA Angelus Maguwo ke Panti Asuhan PPYK Pakem


Sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepekaan sosial dan semangat berbagi, perwakilan pendamping PIA Stasi Maguwo melaksanakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Putra Putri Yesus Kristus (PPYK) yang beralamat di Pakembinangun, Pakem, Sleman. Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga untuk melihat secara langsung bagaimana kasih Kristus dihidupi dalam keseharian.

Rombongan pendamping PIA diterima dengan penuh kehangatan oleh Ketua Kongregasi, Suster Grace, Pimpinan Panti, Suster Afra, serta Suster Cresensia yang mendampingi selama kunjungan berlangsung. Sambutan sederhana namun penuh kasih langsung menghadirkan suasana kekeluargaan yang begitu terasa.

Saat ini, Panti Asuhan PPYK mengasuh 28 anak, yang terdiri dari 15 anak putri dan 13 anak putra, dengan rentang usia yang sangat beragam—mulai dari bayi berusia 6 bulan hingga remaja tingkat SMA. Dalam keseharian, anak-anak ini diasuh dan dibimbing oleh 5 suster PPYK yang dengan setia mempersembahkan hidupnya dalam pelayanan.

Yang sungguh mengharukan, anak-anak di panti ini dibiasakan untuk hidup dekat dengan Tuhan sejak dini. Setiap hari mereka mengikuti Misa harian dan Misa Mingguan di Paroki Pakem, yang dijalani dengan penuh kesederhanaan—berjalan kaki bersama-sama. Demikian pula dalam hal pendidikan, anak-anak bersekolah di sekitar wilayah Pakem dan berangkat serta pulang sekolah dengan berjalan kaki, menumbuhkan semangat kemandirian, disiplin, dan kebersamaan.

Dalam kunjungan ini, pendamping PIA juga menyerahkan bantuan untuk panti asuhan yang berasal dari Aksi Kado Natal Kanak-kanak Yesus. Bantuan tersebut merupakan persembahan kasih yang dikumpulkan oleh anak-anak usia PIA saat Misa Natal Pagi, berupa sembako, perlengkapan mandi, serta perlengkapan kebersihan dapur dan rumah tangga. Aksi sederhana ini menjadi sarana pembelajaran iman bagi anak-anak PIA untuk belajar berbagi dan peduli kepada sesama sejak dini.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donatur dari bapak dan ibu lingkungan Stasi Maguwo yang dengan tulus hati turut mendukung dan memperkuat aksi kasih ini. Melalui kebersamaan dan kepedulian banyak pihak, semangat Natal sungguh dihidupi dalam tindakan nyata.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa kasih tidak selalu diwujudkan dalam hal-hal besar, tetapi justru tampak nyata dalam kesetiaan menjalani hal-hal sederhana setiap hari. Semoga pengalaman ini semakin meneguhkan para pendamping dan anak-anak PIA untuk terus menghidupi iman melalui kepedulian, sebagaimana telah dicontohkan oleh para suster PPYK dalam pelayanan mereka.

Kiranya Tuhan senantiasa memberkati setiap karya kasih yang terus ditaburkan, dan semoga benih-benih kebaikan ini tumbuh subur dalam hati anak-anak PIA dan seluruh umat

“Pesta Panggangan Natal: Satu Api, Banyak Cerita”


Natalan OMK – RBM Stasi Maguwo di teras depan gereja terasa sangat menyenangkan karena dihadiri oleh banyak teman teman dari berbagai angkatan, suster dan pendamping. Kegiatan malam itu cukup santai, yang penting kebersamaan malam tersebut dapat di ingat sebagai kenangan bersama.

Rangkaian acara pada natalan tersebut adalah sapaan dari MC yaitu Valent dan Fira, doa oleh Susteran OP/MA dan sambutan oleh ketua OMK kita yaitu Mas Galang. Selanjutnya ada membuat kelompok yang di tentukan dari berhitung dan ada 7 kelompok. Masing masing kelompok akan mendapatkan bahan untuk di masak, jadinya ada yang membakar dan ada yang menggoreng.

Sembari memasak, ada penampilan spesial dari Helena dan Jeannette yang duet menyanyi lhoo… Acara berlangsung seru, bisa jadi saling akrab dan dapat teman baru.

Waktu yang di tunggu adalah waktu untuk makan hasil menggoreng dan membakar, semuanya bisa makan sembari mengobrol dengan teman temannya. Yang terakhir ada kuis dan pengumuman kelompok terbaik.

Natalan OMK – RBM kali ini membawa suasana hangat bagi anak anak muda di Stasi Maguwo ini, dan semoga melalui acara Natalan ini, teman teman dapat lebih semangat untuk membangun solidaritas dan tetap menjadi satu kesatuan sebagai anak Allah di Stasi Maguwo.

Home » Uncategorized » Page 6

Natalan Seru PIA Angelus Stasi Maguwo: Banyak Tawa, Banyak Hadiah


Hari ini, Jumat, 3 Januari 2026, suasana di teras depan Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo rame banget dan penuh suara tawa. Soalnya, PIA Angelus Stasi Maguwo lagi mengadakan acara Natalan bareng yang super seru!

Acara Natalan ini dipandu oleh Mbak Valent, mbak Rani dan mas Atta, bersama para pendamping PIA lainnya yang selalu sabar dan penuh semangat. Yang datang juga banyak banget, lho! Ada 55 anak PIA dan teman-teman yang sedang ikut pelajaran Komper, plus 15 pendamping dari ibu-ibu, OMK, dan remaja yang siap nemenin dari awal sampai akhir.

Sejak acara dimulai, anak-anak langsung diajak menyanyi bersama. Ada yang suaranya kencang, ada yang malu-malu, tapi semuanya ikut bernyanyi dengan senyum lebar. Setelah itu, suasana makin heboh karena ada games seru yang bikin anak-anak tertawa, lompat-lompat, dan semangat banget.

Nggak cuma main, anak-anak juga diajak nonton film animasi tentang kelahiran Yesus Kristus. Filmnya lucu, ceritanya seru, dan bikin anak-anak makin tahu kenapa Natal itu istimewa. Habis nonton, anak-anak juga berkreasi dengan menghias kartu ucapan Natal. Ada yang gambarnya bintang, palungan, pohon Natal, bahkan ada yang penuh warna-warni sampai kertasnya hampir nggak kelihatan putihnya.

Keseruan makin lengkap karena ada doorprize dan pembagian hadiah juara. Wajah anak-anak langsung berbinar waktu namanya dipanggil. Tapi tenang… semua anak tetap senang, karena di akhir acara setiap anak dapat goodie bag berisi snack dan minuman, plus nasi box supaya pulangnya tetap kenyang dan bahagia.

Natalan PIA Angelus hari ini benar-benar penuh tawa, keceriaan, dan sukacita Natal. Semoga lewat acara ini, anak-anak semakin mengenal Yesus, semakin senang datang ke gereja, dan makin kompak sebagai keluarga besar PIA Angelus Stasi Maguwo.

Sampai ketemu di acara seru berikutnya ya…..

Gas Tipis Awal 2026: Touring Seru Tim Sound System GMBA


Mengawali tahun 2026, Tim Sound System GMBA memilih cara yang sederhana tapi berkesan: touring bareng. Bukan sekadar jalan-jalan, tapi momen buat rehat sejenak, ngumpul, dan mengisi ulang semangat kebersamaan setelah hari-hari pelayanan yang padat.

Perjalanan dimulai dengan tujuan Taman Doa Gantang di kaki Gunung Merapi. Udara sejuk, suasana tenang, dan pemandangan alam jadi pembuka perjalanan yang pas. Dari sana, rombongan lanjut ke Ketep Pass, menikmati panorama Merapi–Merbabu yang selalu bikin takjub dan bikin lupa capek.

Petualangan berlanjut ke Boyolali lewat jalur Selo, jalur favorit yang penuh tanjakan, tikungan, dan pemandangan kece. Tak ketinggalan, rombongan juga mampir ke Embung Manajar buat rehat sejenak, foto-foto, dan tentu saja… ngobrol ngalor-ngidul penuh tawa sebelum akhirnya kembali ke Jogja.

Sepanjang perjalanan, hujan deras sempat menemani. Tapi bukannya jadi penghalang, hujan justru jadi bumbu petualangan. Dengan motor masing-masing, tim tetap melaju dengan aman, saling jaga, dan tetap ketawa. Basah? Iya. Capek? Dikit. Tapi senang? Jelas banget.

Touring ini jadi simbol awal tahun: jalan boleh berat, cuaca boleh nggak bersahabat, tapi kalau bareng-bareng, semuanya terasa ringan. Semoga di tahun 2026 ini, Tim Sound System GMBA makin solid, makin kompak, dan makin semangat melayani. Tetap setia menjaga kualitas suara, tapi yang lebih penting—menjaga kebersamaan dan hati dalam setiap pelayanan.

Gas terus 2026…..
Semoga setiap langkah, perjalanan, dan pelayanan Tim Sound System GMBA selalu dilancarkan dan diberkati

Meneguhkan Kasih dalam Terang Kristus: Penyegaran Janji Perkawinan di GMBA


Dalam suasana Natal yang masih hangat, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo mengajak pasangan suami istri untuk kembali menimba kekuatan kasih melalui penyegaran janji perkawinan yang dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi Minggu, 28 Desember 2025.

Perayaan iman ini diikuti oleh 60 pasangan suami istri yang merayakan ulang tahun perkawinan pada bulan Oktober hingga Desember. Kehadiran para pasangan menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan yang setia menyertai perjalanan hidup berkeluarga, dari tahun ke tahun.

Melalui perayaan Ekaristi ini, pasangan suami istri diajak untuk mengingat kembali, memperbarui, dan meneguhkan janji kasih yang pernah diikrarkan di hadapan Tuhan dan Gereja. Janji setia tersebut kembali dihidupi sebagai komitmen iman yang terus diperjuangkan dalam keseharian, di tengah berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.

Di hadapan altar Tuhan, para pasangan berdiri bersama, menatap kembali perjalanan rumah tangga yang telah dilalui—dengan segala suka dan duka, tawa dan air mata. Momen penyegaran janji perkawinan menjadi saat yang penuh makna, di mana kasih diperdalam, kesetiaan diteguhkan, dan harapan diperbarui dalam terang kasih Kristus.

Perayaan ini sekaligus menegaskan kembali panggilan keluarga Kristiani sebagai gereja kecil, tempat kasih Allah dihadirkan secara nyata. Dari keluarga, nilai cinta, kesetiaan, dan pengampunan terus dihidupi dan dibagikan, sehingga keluarga menjadi sumber berkat bagi Gereja dan masyarakat.

Melalui penyegaran janji perkawinan ini, Gereja berharap agar setiap pasangan semakin berakar dalam iman, bertumbuh dalam kasih, dan setia dalam pengharapan. Kiranya Kristus senantiasa menjadi pusat kehidupan berkeluarga, sehingga setiap rumah tangga sungguh menjadi sumber cinta, kesetiaan, dan berkat dalam terang kasih-Nya.

Semoga momen iman ini menjadi kekuatan baru bagi setiap pasangan suami istri untuk terus berjalan bersama, saling menguatkan, dan setia menghidupi janji kasih hingga akhir hayat

Keindahan yang Mekar Menyambut Sang Juruselamat


Dalam suasana Natal 2025 yang penuh sukacita, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo tampil begitu indah dan menenangkan. Keindahan itu bukan sekadar hasil rangkaian bunga, melainkan buah dari pelayanan iman Tim Tata Bunga GMBA yang dikerjakan dengan cinta, ketulusan, dan doa.

Setiap bunga yang dirangkai untuk Natal 2025 dipilih dan disusun dengan penuh penghayatan. Warna, bentuk, dan komposisinya diselaraskan dengan makna liturgi Natal: sukacita atas kelahiran Sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Melalui tangan-tangan yang bekerja dalam diam, bunga-bunga itu menjadi simbol syukur, harapan, dan kasih yang dipersembahkan kepada Allah.

Saat umat melangkah memasuki gereja, suasana Natal langsung terasa berbeda. Rangkaian bunga yang menghiasi altar dan sudut-sudut gereja menghadirkan kedamaian yang dalam, seolah mengajak setiap hati untuk hening dan bersujud. Gereja terasa seperti surga kecil di bumi, tempat umat merasakan kehangatan kasih Allah yang hadir melalui perayaan Natal.

Pelayanan Tim Tata Bunga GMBA adalah pelayanan yang sering kali tidak terlihat, namun kehadirannya sungguh menguatkan iman umat. Mereka hadir lebih awal, bekerja dengan setia, dan merangkai keindahan tanpa pamrih. Setiap rangkaian bunga adalah doa Natal yang terucap tanpa kata, doa tentang harapan, tentang kasih, dan tentang damai sejahtera yang lahir di palungan Betlehem.

Terima kasih yang mendalam kami sampaikan kepada Tim Tata Bunga GMBA atas pelayanan yang begitu tulus dalam Natal 2025 ini. Melalui keindahan yang panjenengan semua hadirkan, umat dibantu untuk semakin menghayati misteri Natal dan merasakan kehadiran Tuhan yang begitu dekat dan penuh kasih.

Kiranya setiap bunga yang dirangkai dan setiap pelayanan yang dipersembahkan menjadi berkat, serta Tuhan senantiasa memberkati langkah pelayanan Tim Tata Bunga GMBA, hari ini dan seterusnya

Perayaan Natal 2025 GMBA: Sukacita Kelahiran Kristus yang Menghidupkan Iman Umat


Perayaan Natal 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo berlangsung dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Pada Kamis, 25 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, umat Stasi Maguwo kembali berkumpul untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat, dalam suasana iman yang hangat dan penuh pengharapan.

Perayaan Ekaristi Natal dipimpin oleh Romo Adrianus Maradiyo, Pr, yang mengajak umat untuk mensyukuri kasih Allah yang hadir secara nyata melalui kelahiran Putra-Nya. Natal menjadi pengingat bahwa Allah tidak tinggal jauh, tetapi hadir dekat dengan manusia, menyertai setiap perjalanan hidup umat-Nya.

Suasana perayaan semakin khidmat dengan iringan koor dari Tim Cantores, yang melalui nyanyian-nyanyian Natal membantu umat menghayati misteri kelahiran Kristus dengan penuh penghayatan dan doa. Pujian yang dilantunkan mengalir lembut, meneguhkan suasana perayaan yang sakral namun tetap penuh sukacita.

Di akhir Perayaan Ekaristi, umat diajak tersenyum dan bersukacita melalui persembahan tiga lagu Natal dari anak-anak PIA. Dengan kepolosan, semangat, dan wajah-wajah ceria, anak-anak PIA menghadirkan sukacita Natal yang sederhana namun menyentuh hati. Persembahan ini menjadi pengingat bahwa Natal adalah perayaan kehidupan, harapan, dan kasih yang lahir dalam kesederhanaan.

Ucapan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada Panitia Natal 2025, Tim Peribadatan dan Liturgi, serta seluruh petugas dan pendukung yang telah melayani dengan sepenuh hati. Terima kasih kepada para lektor, pemazmur, among tamu, tim kesehatan, tim konsumsi, tim perlengkapan, putra-putri altar, petugas paramenta, Prodiakon, tim dekorasi dan tata bunga yang memperindah gereja dengan nuansa Natal yang khas dan penuh makna.

Apresiasi juga diberikan kepada tim PAMDAL yang menjaga keamanan perayaan, tim sound system yang memastikan kualitas suara tetap jernih dan nyaman, koster GMBA, tim usaha dana, tim listrik, tim TV monitor yang memungkinkan umat tetap mengikuti Perayaan Ekaristi meski berada di luar gereja, petugas teks misa dan counter, serta para Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan Stasi Maguwo yang turut mendukung terselenggaranya Perayaan Natal dengan baik.

Semoga melalui Perayaan Natal 2025 ini, iman umat Stasi Maguwo semakin diteguhkan, kasih semakin dihidupi, dan harapan semakin dikuatkan. Kiranya Kristus yang lahir di Betlehem sungguh hadir dan tinggal dalam hati setiap umat, serta menggerakkan kita untuk menjadi pembawa damai dan sukacita di tengah dunia.

Latihan Seru PIA Angelus GMBA: Siap Bikin Natal Pagi Makin Gemas!


Suasana GMBA belakangan ini terasa makin ceria. Bukan tanpa alasan—anak-anak PIA Angelus GMBA sedang sibuk berlatih untuk menampilkan yang terbaik dalam pentas Natal Pagi. Dari wajah serius sampai senyum malu-malu, semuanya tumpah ruah dalam latihan yang penuh semangat dan tawa.

Di bawah bimbingan Mbak Nita, Mbak Vera, Mas Atta, Mas Kaka, Mbak Rani, serta para pembimbing PIA lainnya, anak-anak belajar memadukan gerakan dan suara supaya bisa tampil kompak. Kadang gerakannya belum sama, kadang suaranya masih lari ke mana-mana, tapi justru di situlah letak keimutannya. Salah gerak? Ketawa. Lupa lagu? Senyum dulu.

Latihan demi latihan dijalani dengan penuh antusias. Anak-anak tampak berusaha mengingat gerakan, menyanyikan lagu dengan suara terbaik versi mereka, dan tentu saja… sesekali sambil bercanda. Tapi di balik semua kelucuan itu, tersimpan semangat besar untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan dan umat GMBA.

Pentas Natal nanti bukan sekadar soal tampil rapi atau hafal gerakan, tetapi tentang sukacita Natal yang keluar dari hati anak-anak. masa depan gereja yang bahagia, sejahtera, menginspirasi dengan kepolosan dan keceriaan mereka, PIA Angelus GMBA siap menghadirkan senyum, tawa, dan kehangatan Natal bagi seluruh umat.