Pelayanan Kasih di Balik Meja Kantin: Oleh Ibu-Ibu PWK Santo Stefanus

Bulan Februari 2026 menjadi momen spesial bagi Ibu-Ibu Paguyuban Wanita Katolik (PWK) Lingkungan Santo Stefanus. Selama satu bulan penuh, mereka mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menjalankan tugas pelayanan jaga kantin di Gereja Maria Bunda Allah, Maguwo.

Sinergi dan Kebersamaan Umat

Kantin ini bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan wujud nyata ekonomi gotong royong umat. Seluruh hidangan yang tersaji merupakan hasil karya dan titipan jual dari umat Paroki Maguwo sendiri. Ibu-ibu PWK Santo Stefanus berperan sebagai garda depan yang mengelola dan melayani para pembeli dengan senyum dan keramahan khas ibu.

Aneka Hidangan yang Menggugah Selera

Meja kantin ditata apik dengan berbagai pilihan menu sehat dan lezat yang siap memanjakan lidah umat setelah mengikuti perayaan Ekaristi:

  • Makanan Siap Saji: Tersedia berbagai pilihan lauk pauk rumahan dan sayur matang yang segar.
  • Camilan & Buah: Aneka kudapan tradisional hingga buah-buahan segar tertata rapi dalam wadah-wadah bersih.
  • Minuman Segar: Berbagai pilihan minuman tersedia untuk melepas dahaga.

Melayani dengan Sukacita

Meskipun harus bertugas di sela-sela kesibukan rumah tangga, ibu-ibu Lingkungan Santo Stefanus menjalankan tugas ini dengan penuh sukacita. Semangat pelayanan ini menjadi bukti nyata bahwa bakti kepada Tuhan bisa diwujudkan melalui cara-cara sederhana, seperti menerima hasil karya dari para umat yang menitipkan dagangannya dan melayani transaksi dari para umat yang melarisi dagangan yang digelar, sambil mempererat tali silaturahmi antar-lingkungan.


“Melayani Tuhan tidak hanya di depan altar, tapi juga melalui perhatian kecil dalam melayani sesama.”

Terima kasih kepada Ibu-Ibu PWK Santo Stefanus atas dedikasinya selama bulan Februari ini. Semoga berkah Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah pelayanan kita.

Syukur dan Berkat di Kediaman Baru Mbak Giacinta-lingkungan St. Stefanus

Pada hari Kamis, 12 Februari 2026, suasana penuh sukacita menyelimuti keluarga Mbak Giacinta Canggih Ayuningati. Bertempat di hunian asri Perum Ambara Citra, Prambanan, berkumpullah umat dari Lingkungan Santo Stefanus untuk menyatukan doa dalam ibadat pemberkatan rumah.

Ibadat yang berlangsung khidmat ini dipimpin oleh Bapak Prodiakon Ignatius Sunaryo. Dalam suasana kekeluargaan, umat yang hadir tampak antusias mengikuti setiap rangkaian doa dan nyanyian pujian. Cahaya lilin yang berpijar di atas meja altar sederhana menjadi simbol kehadiran Kristus yang menerangi setiap sudut ruangan.

Dalam renungannya, Bapak Ignatius Sunaryo menekankan pentingnya menjadikan rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sebuah “Gereja Kecil” di mana kasih dan kedamaian Tuhan senantiasa bertahta bagi setiap orang yang tinggal di dalamnya maupun tamu yang datang berkunjung.

Kebersamaan Umat

Kehadiran umat Lingkungan Santo Stefanus menunjukkan eratnya tali persaudaraan (paguyuban) antarwarga. Dengan membawa buku doa dan teks nyanyian, umat turut mendoakan agar Mbak Giacinta beserta keluarga senantiasa dilindungi, diberkati kesehatan, dan dilimpahi rezeki dalam menempati rumah baru ini.

Acara diakhiri dengan percikan air suci ke seluruh ruangan sebagai simbol penyucian dan penyerahan hunian ini ke dalam perlindungan Tuhan.


“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20)

Semoga kediaman Mbak Giacinta di Perum Ambara Citra menjadi tempat yang penuh berkat dan membawa sukacita bagi lingkungan sekitar.

Tugas Tata Laksana & Among Tamu

Lingkungan Santo Stefanus – Minggu Biasa V

Pada perayaan Ekaristi Minggu Biasa ke-5 ini, Lingkungan Santo Stefanus mendapat kepercayaan untuk melayani sebagai petugas Tata Laksana dan Among Tamu. Semangat pelayanan diwujudkan dengan kehadiran para petugas 30 menit sebelum misa dimulai, menyambut umat di pintu masuk dengan senyum, sapa, dan salam, serta membantu mengarahkan umat ke tempat duduk yang masih tersedia guna menjaga ketertiban liturgi.

Selama perayaan, tim Tata Laksana Lingkungan Santo Stefanus bersiaga menjaga kekhidmatan di dalam gereja. Selanjutnya, tugas pelayanan dilanjutkan dengan kolektan, di mana petugas mengedarkan kantong kolekte dengan tertib .

Seluruh rangkaian tugas ditutup dengan penghitungan kolekte bersama. Perhitungan ini dilakukan dengan cermat dan teliti guna memastikan keakuratan jumlahnya, sebelum hasilnya kemudian dicatat dan dilaporkan secara resmi kepada bendahara gereja untuk dikelola sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan gereja, serta mendukung karya pelayanan gereja. Semoga pelayanan dari Lingkungan Santo Stefanus ini menjadi wujud nyata persekutuan yang hidup dan berkenan di hadapan-Nya.

“Pelayanan adalah bentuk syukur yang paling tulus.”

Surat Gembala Prapaskah 2026: Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera


Pada Minggu pagi, 15 Februari 2026, umat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo menerima pembacaan Surat Gembala Prapaskah 2026 dari Uskup Agung Semarang. Surat ini disampaikan oleh Romo Maradiyo, Pr, Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Timur, dalam perayaan Ekaristi Minggu Biasa VI.

Dalam suratnya, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengajak seluruh umat memasuki Masa Prapaskah sebagai kesempatan untuk “ngresiki ati” — membersihkan hati dan memperbarui arah hidup. Prapaskah bukan sekadar puasa dan pantang secara lahiriah, tetapi pertobatan sejati yang lahir dari hati dan nyata dalam tindakan kasih.

Tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, menjadi ajakan konkret bagi seluruh umat untuk menghadirkan kebahagiaan yang utuh — tidak hanya secara materi, tetapi juga secara spiritual, sosial, dan emosional. Gereja dipanggil untuk menjadi komunitas yang menginspirasi melalui keteladanan serta menyejahterakan terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Melalui puasa, doa, dan derma, umat diajak memperdalam solidaritas: hidup lebih sederhana, semakin peka terhadap sesama yang menderita, serta berbagi dengan tulus. Dana sosial Gereja pun diharapkan dikelola secara bertanggung jawab demi mendukung pendidikan, kesehatan, bantuan bencana, dan kepedulian bagi yang membutuhkan.

Mengakhiri suratnya, Uskup Agung mengajak seluruh umat menjadikan Prapaskah sebagai jalan pertobatan pribadi dan bersama, agar Gereja sungguh hadir sebagai tanda kasih Allah di tengah masyarakat.

Semoga Masa Prapaskah ini menumbuhkan iman yang semakin teguh, harapan yang semakin kuat, dan kasih yang semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Berkah Dalem.

Wajah Kasih dalam Pelayanan : Tugas Tata Bunga dan Kerja Bakti Lingkungan Gregorius Kadisoka – GMBA

Gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan persekutuan umat yang hidup. Semangat inilah yang terpancar nyata dalam gerak pelayanan Lingkungan Gregorius Kadisoka di Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) pada sabtu tgl 7 Februari 2026. Melalui dua aksi nyata tugas tata bunga altar dan kerja bakti membersihkan lingkungan gereja, umat Gregorius membuktikan bahwa melayani Tuhan bisa dilakukan melalui ketulusan tangan dan kebersihan lingkungan Gereja.

Seni Memuliakan Tuhan melalui Tata Bunga

Pekan ini Minggu 8 Februari 2026 dengan warna Liturgi Hijau, suasana Altar Gereja Maria Bunda Allah tampak berbeda. Sentuhan tangan-tangan kreatif dari ibu-ibu dan perwakilan umat Lingkungan Gregorius Kadisoka menghadirkan rangkaian bunga yang segar dan penuh makna.

Menata bunga bukan sekadar rutinitas estetika. Ini adalah bentuk doa visual. Setiap tangkai yang dipotong dan setiap kelopak yang disusun merupakan simbol persembahan syukur atas berkat Tuhan bagi keluarga-keluarga di Stasi GMBA. Keindahan bunga-bunga ini diharapkan dapat membantu umat lain masuk dalam suasana liturgi yang lebih khusyuk dan meditatif.

Kerja Bakti: Merawat Rumah Tuhan Bersama

Tak hanya di dalam area panti imam, semangat pelayanan juga merambah ke pelataran dan sudut-sudut gereja. Sejumlah umat Lingkungan Gregorius bahu-membahu dalam kerja bakti membersihkan Gereja.

Dengan sapu dan semangat gotong royong, membersihkan area dalam Gereja, area parkir dan merapikan tanaman. Kerja bakti ini bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan momen guyub rukun. Di sela-sela menyapu daun kering, tawa dan obrolan hangat antar umat mempererat tali persaudaraan (paguyuban) yang selama ini menjadi ciri khas umat di Stasi GMBA.

“Melayani Tuhan tidak harus selalu dengan hal-hal besar. Menjaga kebersihan gereja dan mempercantik altar adalah cara sederhana kami untuk mencintai rumah Tuhan.”

Panggilan untuk Kita Semua

Kegiatan yang dilakukan oleh Lingkungan Gregorius Kadisoka menjadi pengingat bagi kita semua bahwa gereja adalah tanggung jawab bersama. Keterlibatan aktif setiap lingkungan secara bergilir merupakan napas bagi keberlangsungan hidup paroki dan stasi kita.

Terima kasih kepada seluruh umat Lingkungan Gregorius Kadisoka atas dedikasi dan kasihnya. Semoga semangat ini terus terjaga dan bertumbuh terus. Berkah Dalem

Mari Ikuti social media Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Youtube : https://youtube.com/@lingk_st.gregorius.kadisoka?si=vnRHHRD2Avdyrefc

Instagram : https://www.instagram.com/lingk.st.gregorius?igsh=MXMwejc4NDZ2cTR4dA==

Tiktok : https://www.tiktok.com/@lingk..st..gregor?_r=1&_t=ZS-93klVcckfvV

Seruan Pastoral: Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup


Menghadapi krisis sampah yang berkepanjangan di Daerah Istimewa Yogyakarta—terutama pasca penutupan total TPA Piyungan sejak Januari 2026—Gereja Katolik di Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat mengajak seluruh umat untuk membaca tanda-tanda zaman dan menjawabnya dengan iman yang bertanggung jawab.

Ketergantungan panjang pada TPA Piyungan telah membawa DIY pada situasi darurat pengelolaan sampah. Keterbatasan kapasitas TPST di Sleman dan Bantul, serta minimnya lahan di Kota Yogyakarta, menuntut perubahan mendasar yang melibatkan seluruh warga. Kebijakan larangan membuang sampah organik ke depo sejak 1 Januari 2026 menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Dalam terang iman, Gereja menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian dari panggilan kristiani. Kitab Suci dan ensiklik Laudato Si’ mengingatkan bahwa krisis lingkungan adalah krisis kemanusiaan dan spiritual. Pengelolaan sampah menjadi wujud nyata pertobatan ekologis: perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak demi masa depan bersama.

Sebagai tanggapan konkret, Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat menggerakkan Gerakan Pastoral Ekologis “Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup.” Gerakan ini mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta pemanfaatan sampah sebagai sumber kehidupan dan keberlanjutan.

Stasi Maguwo telah menanggapi seruan pastoral ini dengan mulai mengikuti dan menerapkan arahan pengelolaan sampah secara bertahap, khususnya melalui kebiasaan memilah sampah, pengurangan sampah organik, serta edukasi umat di tingkat lingkungan. Langkah ini menjadi wujud kesediaan umat Stasi Maguwo untuk ambil bagian dalam pertobatan ekologis dan memberi teladan di tengah masyarakat sekitar.

Gerakan ini mengajak seluruh umat, komunitas, dan lembaga Gereja untuk memulai perubahan dari rumah masing-masing. Diharapkan, melalui kesetiaan pada langkah-langkah kecil namun nyata, Gereja Katolik di Yogyakarta sungguh hadir sebagai komunitas iman yang peka, solider, dan menginspirasi.

Yogyakarta, 27 Januari 2026
Vikaris Episkopal
Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat
Rm. Adrianus Maradiyo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur)
Rm. AR. Yudono Suwondo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat)

Wilayah Ignatius Loyola Gelar Kerja Bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap rumah bersama, Jumat 30 Januari 2026 Wilayah Ignatius Loyola yang terdiri dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis, St. Elisabet, St. Clara, St. Fransiskus Asisi, dan St. Gabriel, melaksanakan kegiatan kerja bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata partisipasi umat dalam merawat dan menjaga kebersihan lingkungan gereja, sekaligus sebagai sarana mempererat kebersamaan antar lingkungan di Wilayah Ignatius Loyola. umat dari 5 lingkungan yang tergabung di wilayah Ign Loyola lingkungan hadir dengan penuh semangat, bahu-membahu membersihkan area gereja, mulai dari halaman, taman, hingga area dalam gereja.

Kerja bakti ini tidak hanya menjadi kegiatan fisik semata, tetapi juga menjadi ungkapan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan Jumat Bersih, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah bersama yang perlu dirawat dengan penuh tanggung jawab dan cinta.

Semangat gotong royong, kebersamaan, dan sukacita tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah serta lingkungan lain untuk terus aktif berkontribusi dalam kehidupan menggereja.

melalui kerja bakti Jumat Bersih ini, Wilayah Ignatius Loyola semakin diteguhkan dalam semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian, serta mampu menghadirkan Gereja yang bersih, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh umat.

Rapat Program Kerja Lingkungan St. Stefanus Tahun 2026

Maguwo, 23 Januari 2026 – Melanjutkan semangat baru pasca serah terima jabatan, pengurus dan tokoh umat Lingkungan St. Stefanus berkumpul di kediaman Ketua Lingkungan yang baru, Bapak Paulus Wardana. Pertemuan ini menjadi momentum bagi lingkungan untuk merumuskan arah pelayanan selama satu tahun ke depan melalui Rapat Penyusunan Program Kerja.

Sinergi dengan Program Paroki

Fokus utama dalam rapat ini adalah menyelaraskan gerak langkah lingkungan dengan kalender kegiatan yang telah ditetapkan oleh Gereja Pusat/Paroki. Bapak Paulus Wardana menekankan bahwa sebagai bagian dari tubuh gereja, Lingkungan St. Stefanus berkomitmen untuk menyukseskan program-program besar paroki, baik di bidang liturgi, kemasyarakatan, maupun pewartaan.

Poin-Poin Utama Rapat

Dalam suasana yang penuh keakraban namun tetap produktif, rapat tersebut membahas beberapa agenda penting, antara lain:

  • Integrasi Agenda Gereja: Menjadwalkan partisipasi lingkungan dalam hari-hari besar gerejawi dan kegiatan rutin paroki sepanjang tahun 2026.
  • Perencanaan Kegiatan Lokal: Menyusun detail teknis untuk kegiatan internal lingkungan seperti pertemuan doa berkala, pendalaman iman, dan aksi sosial.
  • Alokasi Sumber Daya: Memastikan kesiapan petugas dan dukungan sarana dan prasarana agar setiap program dapat berjalan dengan lancar dan melibatkan sebanyak mungkin warga.

Membangun Partisipasi Umat

kegiatan ini mengajak seluruh umat untuk aktif berkontribusi, baik dalam pemikiran maupun pelaksanaan, agar Lingkungan St. Stefanus semakin hidup dan guyub.


“Program kerja ini adalah peta jalan kita dalam melayani. Dengan dasar ketaatan pada gereja dan semangat gotong royong, mari kita jadikan tahun 2026 ini sebagai tahun yang penuh berkah bagi seluruh warga St. Stefanus.”


Satu Hati, Satu Langkah dalam Pelayanan.

Rapat Pengurus Lingkungan Brayat Minulya

Rapat Pengurus Lingkungan Brayat Minulya, wilayah de Britto, stasi Maguwo, diselenggarakan pada hari Jumat 16 Januari 2026 mulai pukul 18.00 hingga 20.00 di gazebo Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Acara ini dihadiri oleh 14 orang pengurus, mulai dari remaja, orang muda, ibu-ibu dan bapak-bapak yang dipimpin langsung oleh Ketua Lingkungan Brayat Minulya periode 2026-2028 , ibu Yuliana Dwi Landari (bu Yuli Naryo). Kegiatan ini sebagai langkah koordinasi kepengurusan yang baru di periode ini.

Rapat ini membahas peran dan tugas pengurus, rencana kegiatan rutin dan non rutin, maupun hal-hal lain yang berkenaan dengan lingkungan Brayat Minulya.

Kegiatan ini diakhiri komitmen bersama, berdoa dan makan malam bersama di bawah tetesan hujan gerimis sepanjang rapat berlangsung.

Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo Berlangsung Meriah dan Penuh Sukacita

Maguwo, 16 Januari 2026 — Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo yang diselenggarakan pada Jumat siang, 16 Januari 2026 di wisma Anugerah Kaliurang, berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh sukacita. Kegiatan yang diikuti oleh umat lingkungan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus perwujudan syukur atas kelahiran Yesus Kristus.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara. Suasana semakin hangat saat sesi ice breaking melalui lagu “Yesus Pokok dan Kita Carang-Nya” yang dibawakan oleh Bapak Arief Subyantoro, mengajak seluruh umat untuk terlibat aktif sejak awal acara.

Rangkaian ibadah Perayaan Natal dipimpin oleh Bapak Murdiyono pada pukul 09.50 WIB. Ibadah berlangsung dengan khidmat dan sederhana, diakhiri dengan lagu penutup “Gembala Pergi Cepat-cepat” versi Jawa yang kembali dibawakan oleh Bapak Arief. Lagu tersebut menambah nuansa lokal sekaligus memperdalam makna perayaan Natal.

Selanjutnya Ketua Lingkungan menyampaikan ungkapan syukur serta terima kasih kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara. Bapak Indarto selaku Ketua Lingkungan menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat pelayanan dalam kehidupan meng-gereja di lingkungan.

Kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan drama teatrikal berjudul “Kado di Ujung Keluh” yang dibawakan oleh Andreas, Lia, Bagus dan Veraika dimana dalam teatrikal tersebut menyiratkan pesan bahwa di jaman yang serba sulit, penuh tekanan dan penuh perjuangan ini, sebagai umat yang beriman perlu untuk terus bersyukur daripada “sambat wae”. Kemudian drama teatrikal dilanjutkan dengan flash dance. Penampilan ini mendapat sambutan antusias dari umat karena menyampaikan pesan Natal secara kreatif dan menyentuh. Berbagai permainan interaktif seperti “Tebak Gambar” dan “Kata Berangkai” turut memeriahkan suasana dan melibatkan umat lintas usia.

Selain hiburan, acara juga diisi dengan sosialisasi pembangunan Gereja Stasi yang dibawakan oleh tim Pembangunan GMBA sebagai bentuk transparansi dan ajakan partisipasi umat dalam mendukung karya pelayanan gereja ke depan.

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan sesi karaoke yang semakin mempererat keakraban antarumat. Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 13.30 WIB dengan suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur.Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo tahun ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga wadah untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling melayani di tengah umat. (aphs)