Melanjutkan Perutusan: Timbang Terima Pengurus Stasi Maguwo 2023–2025 ke 2026–2028


Stasi Maguwo kembali menapaki satu langkah penting dalam perjalanan hidup menggereja melalui kegiatan Timbang Terima Pengurus Stasi Maguwo Periode 2023–2025 kepada Pengurus Periode 2026–2028, yang dilaksanakan pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Ruang Sekretariat Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, serta dihadiri langsung oleh Romo Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, Wakil Ketua II Dewan Paroki, Bapak Kartono, serta Bendahara Umum Paroki, Bapak Jumei. Kehadiran para pimpinan paroki tersebut menjadi bentuk dukungan, pendampingan, sekaligus peneguhan bagi perjalanan pelayanan umat Stasi Maguwo.

Momentum timbang terima pengurus ini menjadi saat refleksi bersama atas karya pelayanan yang telah dijalani, sekaligus peneguhan komitmen untuk melanjutkan perutusan Gereja. Pergantian kepengurusan tidak dimaknai semata sebagai perubahan struktural, melainkan sebagai bagian dari peziarahan iman umat dalam membangun Gereja yang hidup dan bertumbuh.

Dalam terang Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang, umat Stasi Maguwo terus diajak untuk mewujudkan Gereja yang “membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi”. Semangat ini menjadi dasar dalam setiap langkah pelayanan, agar Gereja sungguh hadir membawa sukacita Injil, kepedulian sosial, serta harapan bagi sesama dan masyarakat sekitar.

Pengurus Stasi Maguwo Periode 2023–2025 telah menghayati tugas pelayanan dengan penuh kesetiaan dan tanggung jawab. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, berbagai karya pastoral dan kegiatan umat dijalankan sebagai wujud nyata perutusan Gereja. Atas dedikasi, pengorbanan, dan ketulusan pelayanan tersebut, umat Stasi Maguwo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam.

Kepada Pengurus Stasi Maguwo Periode 2026–2028, disampaikan harapan dan doa agar amanah yang diterima dapat dijalankan dengan hati yang rendah, semangat kebersamaan, serta keterbukaan terhadap karya Roh Kudus. Diharapkan kepengurusan yang baru mampu melanjutkan dan mengembangkan karya pelayanan yang semakin membahagiakan umat, menyejahterakan kehidupan bersama, serta menginspirasi banyak orang.

Melalui kegiatan timbang terima ini, Stasi Maguwo meneguhkan diri untuk terus berjalan bersama sebagai umat Allah, setia pada nilai-nilai Injil, dan terbuka pada karya Roh Kudus dalam setiap langkah pelayanan.

ADVEN KE IV, Ibadat Keluarga Kudus di Lingkungan: Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan


Menjelang akhir masa Natal, umat di lingkungan-lingkungan Stasi Maguwo melaksanakan Ibadat Keluarga Kudus sebagai momen untuk kembali meneguhkan panggilan keluarga kristiani. Ibadat tahun ini mengangkat tema:
“Bersama-Sama Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan.”

Melalui ibadat sederhana namun penuh makna ini, umat diajak untuk semakin memaknai kedatangan Kristus dalam kehidupan sehari-hari—terutama dalam keluarga sebagai komunitas terkecil yang membentuk Gereja. Keluarga yang hidup dalam sukacita dan harapan akan lebih mampu menjadi inspirasi dan saluran kebaikan bagi masyarakat sekitar.


Tujuan Ibadat

Pertemuan ini bertujuan agar umat semakin menyadari bahwa kehadiran Kristus tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga dalam relasi keluarga, kebersamaan, dan hidup menggereja di lingkungan. Dengan demikian, keluarga kristiani semakin menjadi tempat:

  • tumbuhnya sukacita,
  • bertumbuhnya iman,
  • serta lahirnya tindakan kasih yang menyejahterakan sesama.


Bacaan Injil: Lukas 2:41–52

Ibadat ditopang oleh bacaan Injil tentang Yesus yang berada di Bait Allah pada usia dua belas tahun. Kisah ini menggambarkan dinamika keluarga yang pernah mengalami kehilangan, keresahan, dan pencarian, namun semuanya dijalani dengan kasih dan kesetiaan.


Renungan Singkat: Tiga Makna Keluarga Kudus

Pemandu atau pemimpin ibadat mengajak umat merenungkan tiga pokok inspiratif dari Keluarga Kudus Nazaret:

1. Keluarga yang Bahagia

Keluarga Kudus tidak steril dari masalah. Mereka sempat mengalami kekhawatiran besar ketika Yesus hilang. Namun mereka menghadapinya dengan:

  • cinta kasih,
  • kepercayaan penuh,
  • komunikasi yang terbuka.

Bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi kemampuan untuk saling menopang dan bertumbuh bersama dalam setiap situasi.

2. Keluarga yang Menginspirasi

Maria dan Yosef menunjukkan ketaatan yang mendalam pada kehendak Allah. Mereka menjadi teladan keluarga sederhana yang hidup dari iman. Dari merekalah kita belajar bahwa keluarga adalah sekolah iman pertama, tempat nilai-nilai Kristiani ditanamkan secara nyata.

3. Keluarga yang Menyejahterakan

Yesus tumbuh menjadi pribadi yang “bertambah hikmat, besar, dan disukai Allah dan manusia”. Pertumbuhan itu tidak terlepas dari kesejahteraan rohani dan jasmani yang Ia terima dalam keluarga-Nya.

Keluarga yang menyejahterakan adalah keluarga yang menumbuhkan potensi tiap anggotanya sehingga mampu menjadi berkat bagi dunia, membawa damai, dan menghadirkan kebaikan.


Litani Permohonan

Dalam litani permohonan, umat bersama-sama memohon agar setiap keluarga:

  • diberi kekuatan menghadapi tantangan,
  • diteguhkan dalam cinta,
  • serta dipenuhi semangat untuk menjadi keluarga yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Doa Penutup & Berkat

Ibadat diakhiri dengan doa penutup, menyerahkan keluarga masing-masing ke dalam penyertaan Tuhan. Setelah itu, umat menerima berkat penutup yang menjadi tanda pengutusan agar setiap keluarga semakin menjadi cermin kasih Allah di tengah masyarakat.

Ibadat Tobat dan Pengakuan Dosa: Mempersiapkan Hati Menyambut Kelahiran Kristus


Pada Senin, 15 Desember 2025, umat Stasi Maguwo mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti ibadat tobat yang dilanjutkan dengan pengakuan dosa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk persiapan rohani umat dalam membersihkan hati dan batin guna menyambut kelahiran Tuhan Yesus dengan lebih siap dan penuh kesadaran iman.

Ibadat tobat mengajak umat untuk sejenak berhenti dari rutinitas, melakukan refleksi diri, serta menyadari kembali panggilan untuk hidup dalam kasih, pengampunan, dan pertobatan sejati. Dalam suasana yang khidmat dan tenang, umat diajak membuka hati dan mempercayakan diri sepenuhnya pada belas kasih Allah.


Pelayanan Sakramen Tobat oleh Para Romo Paroki Kalasan

Setelah ibadat tobat, kegiatan dilanjutkan dengan sakramen pengakuan dosa yang dilayani oleh tiga romo Paroki Kalasan, yaitu:

  • Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr
  • Romo FX Murdi Susanto, Pr
  • Romo Yohanes Ngatmo Pr

Ketiga romo dengan penuh kesabaran dan kerelaan melayani umat satu per satu, menghadirkan wajah Gereja yang penuh belas kasih dan penerimaan. Umat tampak antusias mengikuti sakramen tobat sebagai wujud nyata keinginan untuk berdamai dengan Tuhan dan sesama.


225 Umat Mengambil Langkah Pertobatan

Dari pendataan yang dilakukan, tercatat sebanyak 225 umat mengikuti pengakuan dosa pada kesempatan ini. Angka ini menunjukkan semangat dan kerinduan umat untuk mempersiapkan diri secara rohani menjelang Natal.

Diharapkan ke depan, semakin banyak umat yang berani dan mau mengambil langkah pertobatan melalui sakramen pengakuan dosa, sebagai tanda kerinduan untuk terus memperbarui hidup dan iman.


Menyambut Natal dengan Hati yang Baru

Melalui ibadat tobat dan pengakuan dosa ini, umat Stasi Maguwo diajak menyambut Natal bukan hanya dengan persiapan lahiriah, tetapi terutama dengan hati yang bersih, damai, dan terbuka untuk kehadiran Kristus.

Semoga rahmat pengampunan yang diterima menjadi bekal bagi umat untuk hidup semakin setia, penuh kasih, dan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan Adven ke-2

Kamis, 4 Desember 2025

Tempat : Rumah Bapak Satria

Pemandu : OMK, Bp Widjajanto, Mbak Dysi, Mas Arembha 

Dalam masa Adven ke-2 Tahun 2025, umat lingkungan St. Antonius Padua melaksanakan  kegiatan sarasehan dengan mengangkat tema “Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi”. Tema ini menegaskan panggilan gereja untuk terus hadir, melangkah bersama, dan menjadi sumber pengharapan serta teladan iman bagi sesama.

Kegiatan Sarasehan Adven ke-2 dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Desember 2025, bertempat di rumah Bapak Satria, dan diikuti oleh umat dari berbagai kelompok usia. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, diawali dengan nyanyian pembuka dan dilanjutkan doa pembuka oleh Bapak Widjajanto.

Acara berikutnya berupa Inspirasi Iman, dimana pemandu mengajak umat untuk berdinamika sederhana dengan bermain game berupa “Mengisi Kertas Kosong”. Pemandu membagi peserta menjadi 2 kelompok dimana tiap kelompok terdiri dari 10 umat. Tiap kelompok akan diberikan selembar kertas HVS kosong dan sebuah pena, tugasnya adalah menggambar sebuah bentuk. Setiap anggota harus berpartisipasi hanya dengan memberikan satu garis atau lengkung tanpa terputus. 

Permainan ini memberikan makna bahwa pada setiap karya perlu ada inisiatif pertama untuk mengisi “kertas kosong.” Melalui kerjasama ini, kita dapat mengubah kekosongan menjadi sesuatu yang penuh makna dan indah. Ini adalah gambaran tentang bagaimana setiap orang dalam sebuah komunitas (atau Gereja) memiliki peran penting untuk saling mengisi kekosongan, saling menginspirasi, dan menciptakan sebuah cerita yang utuh. Ini juga menyoroti bahwa setiap inisiatif kecil, seperti menggambar satu garis, adalah langkah awal yang penting untuk menciptakan perubahan besar 

Selanjutnya ke bagian Refleksi Iman, dimana disampaikan bahwa Gereja adalah sebuah keluarga, sebuah komunitas iman, di mana setiap anggota, dari Paus hingga umat awam, memiliki martabat yang setara dan dipanggil untuk berpartisipasi aktif. Berikutnya masuk ke Penghayatan dan Komitmen serta umat diajak secara bersama-sama membaca bacaan Kitab Suci Matius 3 : 1-12.

Melalui firman Tuhan yang disampaikan, umat diajak untuk merefleksikan makna berjalan bersama dalam kehidupan bergereja, yaitu saling menopang, menguatkan, dan menginspirasi dalam kasih Kristus. Gereja tidak berjalan sendiri, melainkan sebagai satu tubuh yang dipanggil untuk membawa terang dan damai sejahtera di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Pemandul alu mengajak melakukan pengendapan dengan hening sejenak dalam batin selama kurang lebih 2-3 menit, lalu mengajak doa umat, Doa Bapa Kami dan Doa Penutup. 

Melalui pertemuan Adven ke-2 ini, diharapkan seluruh umat semakin diteguhkan untuk terus berjalan bersama sebagai gereja yang menginspirasi, setia dalam iman, serta nyata dalam perbuatan kasih menjelang perayaan Natal.

Demikian laporan kegiatan ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi kegiatan gerejawi. Kiranya seluruh rangkaian kegiatan Pertemuan Adven ke-2 ini menjadi berkat bagi umat.

Jangan Lelah Melayani: Evaluasi dan Penyegaran Dewan Harian Stasi Maguwo 2023–2025


Sabtu, 13 Desember 2025, Dewan Harian Stasi Maguwo mengadakan kegiatan evaluasi dan penyegaran kepengurusan periode 2023–2025 di Kopi Banaran, Ambarawa. Dalam suasana yang santai namun penuh makna, para pengurus berkumpul di satu ruangan khusus untuk saling berbagi, merefleksikan, dan mensyukuri perjalanan pelayanan selama kurang lebih tiga tahun terakhir.

Kegiatan ini menjadi ruang jeda yang berharga—bukan sekadar pertemuan formal, tetapi momen untuk menengok ke belakang, melihat kembali langkah-langkah yang telah dilalui bersama, baik suka maupun duka dalam mengemban tugas sebagai pengurus Dewan Stasi.

Tiga Tahun Pelayanan yang Penuh Cerita

Periode 2023–2025 terasa berjalan begitu cepat. Dalam sesi sharing, para pengurus saling berbagi pengalaman: tantangan yang dihadapi, dinamika pelayanan, proses belajar bersama, hingga sukacita ketika melihat umat bertumbuh dan kegiatan gereja berjalan dengan baik.

Semua cerita itu menjadi bukti bahwa pelayanan bukanlah perjalanan yang selalu mudah, namun selalu bermakna ketika dijalani bersama, dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab.


Peneguhan dari Romo Paroki

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Romo Paroki Kalasan, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, yang memberikan peneguhan kepada seluruh pengurus. Dalam pesannya, Romo menyampaikan apresiasi atas segala bentuk pelayanan yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir.

Romo menegaskan bahwa pelayanan di Gereja sering kali tidak terlihat dan tidak selalu mendapat pujian, namun setiap usaha yang dilakukan dengan tulus tidak pernah sia-sia di hadapan Tuhan. Peneguhan ini menjadi penguat batin bagi para pengurus untuk memaknai kembali panggilan melayani dengan hati yang penuh syukur.


Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih

Di penghujung acara, Ketua Stasi 2023-2025, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah setia melayani selama periode 2023–2025, khususnya kepada:

  • Bapak Purwanto – Kabid Pewarta dan Evangelisasi
  • Bapak Arief Subyantoro – Kabid Paguyuban
  • Ibu Ita Rinawati – Kabid Liturgi dan Peribadatan
  • Bapak Pargiyono – Kabid Rumah Tangga
  • Bapak Bagio Murdianto – Kabid Kemasyarakatan
  • Bapak Andre Muda – Kabid Litbang
  • Mbak Amy dan Mbak Tinung – Sekretaris
  • Ibu Lusi, Ibu Sri Harnani, dan Ibu Nelly – Bendahara

Ucapan terima kasih ini disertai dengan harapan dan doa:
“Jangan pernah lelah melayani dan membimbing kami, para pengurus Stasi.”
Harapan yang sama juga dititipkan kepada Romo Paroki, sebagai gembala yang senantiasa mendampingi perjalanan umat Stasi Maguwo.


Menutup dengan Syukur dan Harapan

Kegiatan evaluasi dan penyegaran ini ditutup dengan rasa syukur yang mendalam. Tiga tahun pelayanan telah memberikan begitu banyak pengalaman, pembelajaran, dan kenangan yang tidak ternilai.

Dengan semangat “jangan lelah melayani”, para pengurus diajak untuk terus melangkah—entah dalam peran yang sama atau berbeda—tetap dengan hati yang terbuka, rendah hati, dan siap melayani Gereja serta umat Tuhan di Stasi Maguwo.

Supervisi Perdana Stasi Maguwo: Langkah Baru Menuju Pelayanan yang Semakin Tertata dan Berdaya Guna


Senin malam, 8 Desember 2025, Stasi Maguwo menorehkan langkah bersejarah melalui pelaksanaan supervisi perdana. Untuk pertama kalinya, seluruh tata di stasi Maguwo menjalani proses pendampingan, peninjauan, dan evaluasi menyeluruh dari Kevikepan Jogja Timur dan Keuskupan Agung Semarang. Supervisi ini dipimpin langsung oleh Romo Maradiyo, Pr, selaku Vikep Kevikepan Jogja Timur, bersama tim supervisi gabungan yang memiliki pengalaman luas dalam tata kelola gereja.

Hadir pula Romo Antonius Dadang Hermawan Pr Pastor Paroki Kalasan, dan Romo Yohanes Ngatmo Pr Vikaris Paroki, yang memberikan dukungan penuh bagi pengembangan Stasi Maguwo. Kehadiran kedua romo tersebut menghadirkan suasana penuh semangat dan mempertegas bahwa perjalanan pastoral Stasi Maguwo selalu mendapat pendampingan yang hangat.

Suasana Supervisi: Serius Tapi Santai, Formal Tapi Tetap Hangat

Sejak para romo dan tim supervisi tiba, suasana sudah terasa akrab. Tidak ada ketegangan, tidak ada kesan “diadili”—yang ada justru semangat dialog, belajar, dan bertumbuh bersama.

Setelah doa pembuka, supervisi dibagi ke dalam tiga kelompok tata yang dikerjakan secara paralel:

1. Tata Kelola Administrasi

Peninjauan meliputi dokumen-dokumen penting, tata arsip, alur surat-menyurat, pelaporan kegiatan, hingga sistem komunikasi internal.

2. Tata Kelola Harta Benda

Tim meninjau inventaris gereja, aset, mekanisme penggunaan dana, transparansi pengelolaan, serta perencanaan pengembangan sarana prasarana.

3. Tata Penggembalaan

Pada bagian ini, pembahasan berlangsung cukup mendalam. Bidang pewartaan menjadi sorotan khusus melalui evaluasi atas program FIBB (Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan)—apakah sudah berjalan, bagaimana pendampingannya, dan sejauh mana program ini membantu memperkuat iman umat di lingkungan.

Selain pewartaan, supervisi juga meninjau bidang:

  • Kemasyarakatan
  • Litbang
  • Liturgi dan Peribadatan
  • Paguyuban
  • Rumah Tangga Gereja

Seluruh bidang ini dievaluasi menggunakan checklist supervisi resmi, sehingga jelas mana yang sudah baik, mana yang perlu diperkuat, dan mana yang butuh pendampingan lanjutan. Prosesnya berjalan hangat, penuh tanya jawab, diselingi tawa kecil yang membuat suasana tetap ringan meskipun yang dibahas serius.

Dalam diskusi, banyak insight muncul, seperti pentingnya perencanaan pastoral yang lebih menyentuh kebutuhan umat, penguatan komunikasi antarbidang, serta penyusunan program FIBB yang lebih terarah.


Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama

Nilai utama supervisi malam itu adalah kemitraan. Tim supervisi tidak hanya menilai, tetapi juga memberi contoh, masukan, dan pengalaman terbaik. Pengurus Stasi Maguwo menyambut semua masukan dengan terbuka. Banyak catatan positif dicatat sebagai kekuatan stasi—mulai dari semangat para pengurus, kerapian data, hingga kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan umat.


Pembacaan Rekomendasi: Menyusun Arah Langkah ke Depan

Menjelang akhir, seluruh peserta berkumpul kembali untuk mendengarkan rekomendasi-rekomendasi dari ketiga tata. Rekomendasi ini menjadi pegangan penting bagi pengurus untuk menyusun langkah tindak lanjut, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Mulai dari perbaikan administrasi, penataan aset, hingga penguatan pastoral dan pengelolaan harta benda


Penutup yang Hangat: Makan Malam Bersama

Acara kemudian ditutup dengan makan malam bersama di teras depan gereja. Pengurus stasi, para romo, serta tim supervisi duduk bercampur, berbagi cerita ringan, dan menikmati suasana malam Maguwo yang sejuk. Kehangatan itu menjadi pengingat bahwa Gereja bukan hanya soal laporan dan data, tetapi komunitas yang hidup dan terus bertumbuh bersama.


Melangkah Maju Bersama

Supervisi perdana ini bukan sekadar agenda formal—melainkan sebuah tonggak bagi Stasi Maguwo untuk melihat diri, memperbaiki kekurangan, dan menguatkan apa yang sudah berjalan baik. Dengan semangat yang sama, Stasi Maguwo siap melangkah menuju tata kelola, pelayanan, dan penggembalaan yang semakin tertata dan semakin melayani.

Restorasi Patung Bunda Maria Selesai: Tampilan Baru, Semangat Doa yang Baru


Kabar gembira untuk umat GMBA
Proses restorasi patung Bunda Maria yang beberapa waktu terakhir dikerjakan kini resmi selesai. Patung yang selama ini menjadi tempat umat menepi dan berdoa, sekarang tampil jauh lebih cantik, bersih, dan seperti baru kembali.

Restorasi dilakukan dengan penuh perhatian, ketelitian, dan semangat pelayanan. Hasilnya benar-benar membawa suasana baru di area devosi Bunda Maria—lebih rapi, lebih terang, dan lebih mengundang umat untuk datang berdoa.

Sebagai tambahan, di depan patung kini juga telah disediakan tempat lilin yang bisa digunakan umat Maguwo sebagai sarana berdoa dan memanjatkan intensi. Harapannya, fasilitas kecil ini bisa membantu umat semakin dekat dengan Bunda Maria dan semakin tekun dalam kehidupan rohani.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada semua pihak yang sudah mendukung proses restorasi ini—baik yang menyumbang materi, tenaga, maupun doa.

Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada Mas Dedi dan Mas Puji, para koster GMBA, yang sudah bekerja dengan telaten, penuh bakat, dan memberikan sentuhan terbaik mereka untuk memulihkan keindahan patung ini. Talenta dan pelayanan mereka sungguh menjadi berkat bagi komunitas.

Semoga kehadiran patung Bunda Maria dengan wajah yang baru ini meneguhkan iman kita dan semakin menggerakkan hati untuk datang, berdoa, dan menyerahkan hidup kita kepada penyertaan Tuhan melalui Bunda-Nya.

Pertemuan Adven I 

MENANTIKAN KRISTUS DALAM KEBAHAGIAAN IMAN

27 November 2025

Pemandu :

Bp Indarto

Bp Mikael Purwanto

Bp Djumingan

Bp FX. Larno

Ibu Titik

Dilaksanakan di rumah bpk. Arief S. dengan dihadiri kurang lebih 20 umat.

Pertemuan dibuka dengan gerak dan lagu “Hari ini kurasa bahagia”. 

Saat sharing, ada 5 bapak dan ibu yg mensharingkan saat paling bahagia dalam hidupnya kemudian ditanggapi oleh pemandu.

Pertemuan ditutup sekitar pkl. 21.00 wib.

Sosialisasi Adven 2025 – Menyongsong ARDAS IX dengan Semangat Baru


Pada Sabtu, 22 November 2025, Tim Pewarta GMBA mengadakan kegiatan Sosialisasi Adven 2025 bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah (GMBA). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai persiapan umat untuk memasuki Masa Adven 2025, sekaligus pengantar memasuki perjalanan pastoral baru Keuskupan Agung Semarang.

Tak terasa, kita segera memasuki masa Adven 2025, saat mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan-Nya di tengah-tengah kehidupan kita. Tak terasa pula kita akan menyelesaikan ARDAS KAS VIII pada akhir tahun 2025 ini. Mulai tahun 2026–2030, kita akan memasuki ARDAS IX dengan tema dan semangat baru yang menjadi pijakan perjalanan pastoral Gereja.

Bahan permenungan / katekese Adven 2025 disusun untuk menghantar dan memperkenalkan Ardas IX kepada seluruh umat di Keuskupan Agung Semarang. Ada tiga kata kunci yang akan menjadi arah penghayatan selama lima tahun ke depan, yaitu: Bahagia – Inspiratif – Menyejahterakan

Semangat ini mengajak umat Allah Keuskupan Agung Semarang untuk mewujudnyatakan dirinya sebagai:

Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Tiga kata kunci inilah yang akan mewarnai isi permenungan dan katekese Adven 2025.

Tahapan Permenungan Adven 2025

Permenungan Adven dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu:

  • Minggu I: Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman
  • Minggu II: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi
  • Minggu III: Menjadi Gereja yang Menyejahterakan

Untuk Minggu IV, tidak diadakan permenungan Adven, tetapi Ibadat Keluarga Kudus di lingkungan dengan tema:

“Menghadirkan Gereja yang Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan.”

Kepada para pemandu Adven di lingkungan, dipersilakan membaca dan mempelajari secara cermat gagasan dasar Adven 2025 pada bagian awal buku panduan. Harapannya, para pemandu sungguh menghayati kerangka dasar sehingga membantu pelaksanaan pendampingan di lingkungan.

Materi Adven bisa dilihat di :

Semoga sosialisasi ini meneguhkan persiapan umat dalam memasuki Masa Adven dengan hati yang terbuka, penuh sukacita, pengharapan, dan komitmen untuk bersama membangun Gereja yang bahagia – inspiratif – menyejahterakan.


Tuhan memberkati

“Bermazmur dengan Hati, Melayani dengan Iman”


Menjadi seorang Pemazmur adalah bagian penting dalam tugas pelayanan di Gereja. Tidak hanya sekadar bernyanyi, namun seorang Pemazmur adalah pewarta Sabda Tuhan yang menyampaikan firman lewat Mazmur Tanggapan dalam Perayaan Ekaristi. Bagi banyak orang, termasuk kami yang hadir dalam pelatihan ini, menjadi Pemazmur adalah sebuah panggilan hidup—panggilan untuk mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja sebagai bentuk kasih dan syukur atas berkat Tuhan, begitu kata Mbak Vera, salah seorang peserta pelatihan Pemazmur GMBA.

Pada tanggal 23 November, telah terlaksana kegiatan Pelatihan Pemazmur GMBA yang diselenggarakan oleh Tim Pelayanan Pemazmur Stasi Maguwo. Kegiatan ini menjadi salah satu program pengembangan yang dirancang dengan tujuan menyegarkan kembali semangat pelayanan, memperdalam pemahaman tentang tugas seorang Pemazmur, serta menambah wawasan teknik bernyanyi secara benar dan liturgis. Pelatihan ini juga dibuka bagi anggota baru dari setiap lingkungan yang ingin terlibat dalam pelayanan pewartaan melalui mazmur.

Materi pelatihan disampaikan oleh Bapak Antonius Gathut Bintarto, seorang pemazmur sekaligus organis di Gereja Bintaran yang telah berpengalaman memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para pelayan liturgi. Pelatihan diawali dengan latihan olah vokal serta pemahaman mengenai bagaimana seorang pemazmur mampu menyampaikan Firman Tuhan melalui nyanyian yang benar, penuh penghayatan, dan menyentuh hati umat.

Suasana pelatihan berlangsung hangat dan antusias. Para peserta memperoleh banyak wawasan baru mengenai persiapan sebelum bertugas, sikap seorang pemazmur di mimbar, pemenggalan kalimat yang tepat, koordinasi dengan organis, hingga bagaimana menghadapi rasa takut, grogi, dan tantangan lain dalam pelayanan. Tidak hanya teori, Pak Gathut juga memandu praktik langsung bagaimana mendalami makna setiap kata dalam Mazmur Tanggapan, hingga mempraktikkan penyampaian firman dengan cara yang benar.

Selama kurang lebih tiga jam, seluruh peserta menikmati proses pelatihan yang inspiratif dan membangun. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang sebagai ungkapan syukur dan kegembiraan dalam kebersamaan.

Harapan kami, seluruh anggota Pemazmur Stasi Maguwo dapat menerapkan praktik baik yang telah dipelajari, terus berkembang dalam pelayanan, dan setia pada panggilan menjadi pewarta Sabda Tuhan melalui mazmur.

Mari kita berproses bersama dalam semangat pelayanan.
Mari menjadi pewarta yang setia dan memberikan yang terbaik.

Selamat dan Semangat Melayani.
Tuhan memberkati.