Tugas Tata Laksana & Among Tamu

Lingkungan Santo Stefanus – Minggu Biasa V

Pada perayaan Ekaristi Minggu Biasa ke-5 ini, Lingkungan Santo Stefanus mendapat kepercayaan untuk melayani sebagai petugas Tata Laksana dan Among Tamu. Semangat pelayanan diwujudkan dengan kehadiran para petugas 30 menit sebelum misa dimulai, menyambut umat di pintu masuk dengan senyum, sapa, dan salam, serta membantu mengarahkan umat ke tempat duduk yang masih tersedia guna menjaga ketertiban liturgi.

Selama perayaan, tim Tata Laksana Lingkungan Santo Stefanus bersiaga menjaga kekhidmatan di dalam gereja. Selanjutnya, tugas pelayanan dilanjutkan dengan kolektan, di mana petugas mengedarkan kantong kolekte dengan tertib .

Seluruh rangkaian tugas ditutup dengan penghitungan kolekte bersama. Perhitungan ini dilakukan dengan cermat dan teliti guna memastikan keakuratan jumlahnya, sebelum hasilnya kemudian dicatat dan dilaporkan secara resmi kepada bendahara gereja untuk dikelola sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan gereja, serta mendukung karya pelayanan gereja. Semoga pelayanan dari Lingkungan Santo Stefanus ini menjadi wujud nyata persekutuan yang hidup dan berkenan di hadapan-Nya.

“Pelayanan adalah bentuk syukur yang paling tulus.”

Surat Gembala Prapaskah 2026: Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera


Pada Minggu pagi, 15 Februari 2026, umat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo menerima pembacaan Surat Gembala Prapaskah 2026 dari Uskup Agung Semarang. Surat ini disampaikan oleh Romo Maradiyo, Pr, Vikaris Episkopal Kevikepan Yogyakarta Timur, dalam perayaan Ekaristi Minggu Biasa VI.

Dalam suratnya, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengajak seluruh umat memasuki Masa Prapaskah sebagai kesempatan untuk “ngresiki ati” — membersihkan hati dan memperbarui arah hidup. Prapaskah bukan sekadar puasa dan pantang secara lahiriah, tetapi pertobatan sejati yang lahir dari hati dan nyata dalam tindakan kasih.

Tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, menjadi ajakan konkret bagi seluruh umat untuk menghadirkan kebahagiaan yang utuh — tidak hanya secara materi, tetapi juga secara spiritual, sosial, dan emosional. Gereja dipanggil untuk menjadi komunitas yang menginspirasi melalui keteladanan serta menyejahterakan terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Melalui puasa, doa, dan derma, umat diajak memperdalam solidaritas: hidup lebih sederhana, semakin peka terhadap sesama yang menderita, serta berbagi dengan tulus. Dana sosial Gereja pun diharapkan dikelola secara bertanggung jawab demi mendukung pendidikan, kesehatan, bantuan bencana, dan kepedulian bagi yang membutuhkan.

Mengakhiri suratnya, Uskup Agung mengajak seluruh umat menjadikan Prapaskah sebagai jalan pertobatan pribadi dan bersama, agar Gereja sungguh hadir sebagai tanda kasih Allah di tengah masyarakat.

Semoga Masa Prapaskah ini menumbuhkan iman yang semakin teguh, harapan yang semakin kuat, dan kasih yang semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Berkah Dalem.

Wajah Kasih dalam Pelayanan : Tugas Tata Bunga dan Kerja Bakti Lingkungan Gregorius Kadisoka – GMBA

Gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan persekutuan umat yang hidup. Semangat inilah yang terpancar nyata dalam gerak pelayanan Lingkungan Gregorius Kadisoka di Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) pada sabtu tgl 7 Februari 2026. Melalui dua aksi nyata tugas tata bunga altar dan kerja bakti membersihkan lingkungan gereja, umat Gregorius membuktikan bahwa melayani Tuhan bisa dilakukan melalui ketulusan tangan dan kebersihan lingkungan Gereja.

Seni Memuliakan Tuhan melalui Tata Bunga

Pekan ini Minggu 8 Februari 2026 dengan warna Liturgi Hijau, suasana Altar Gereja Maria Bunda Allah tampak berbeda. Sentuhan tangan-tangan kreatif dari ibu-ibu dan perwakilan umat Lingkungan Gregorius Kadisoka menghadirkan rangkaian bunga yang segar dan penuh makna.

Menata bunga bukan sekadar rutinitas estetika. Ini adalah bentuk doa visual. Setiap tangkai yang dipotong dan setiap kelopak yang disusun merupakan simbol persembahan syukur atas berkat Tuhan bagi keluarga-keluarga di Stasi GMBA. Keindahan bunga-bunga ini diharapkan dapat membantu umat lain masuk dalam suasana liturgi yang lebih khusyuk dan meditatif.

Kerja Bakti: Merawat Rumah Tuhan Bersama

Tak hanya di dalam area panti imam, semangat pelayanan juga merambah ke pelataran dan sudut-sudut gereja. Sejumlah umat Lingkungan Gregorius bahu-membahu dalam kerja bakti membersihkan Gereja.

Dengan sapu dan semangat gotong royong, membersihkan area dalam Gereja, area parkir dan merapikan tanaman. Kerja bakti ini bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan momen guyub rukun. Di sela-sela menyapu daun kering, tawa dan obrolan hangat antar umat mempererat tali persaudaraan (paguyuban) yang selama ini menjadi ciri khas umat di Stasi GMBA.

“Melayani Tuhan tidak harus selalu dengan hal-hal besar. Menjaga kebersihan gereja dan mempercantik altar adalah cara sederhana kami untuk mencintai rumah Tuhan.”

Panggilan untuk Kita Semua

Kegiatan yang dilakukan oleh Lingkungan Gregorius Kadisoka menjadi pengingat bagi kita semua bahwa gereja adalah tanggung jawab bersama. Keterlibatan aktif setiap lingkungan secara bergilir merupakan napas bagi keberlangsungan hidup paroki dan stasi kita.

Terima kasih kepada seluruh umat Lingkungan Gregorius Kadisoka atas dedikasi dan kasihnya. Semoga semangat ini terus terjaga dan bertumbuh terus. Berkah Dalem

Mari Ikuti social media Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Youtube : https://youtube.com/@lingk_st.gregorius.kadisoka?si=vnRHHRD2Avdyrefc

Instagram : https://www.instagram.com/lingk.st.gregorius?igsh=MXMwejc4NDZ2cTR4dA==

Tiktok : https://www.tiktok.com/@lingk..st..gregor?_r=1&_t=ZS-93klVcckfvV

Seruan Pastoral: Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup


Menghadapi krisis sampah yang berkepanjangan di Daerah Istimewa Yogyakarta—terutama pasca penutupan total TPA Piyungan sejak Januari 2026—Gereja Katolik di Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat mengajak seluruh umat untuk membaca tanda-tanda zaman dan menjawabnya dengan iman yang bertanggung jawab.

Ketergantungan panjang pada TPA Piyungan telah membawa DIY pada situasi darurat pengelolaan sampah. Keterbatasan kapasitas TPST di Sleman dan Bantul, serta minimnya lahan di Kota Yogyakarta, menuntut perubahan mendasar yang melibatkan seluruh warga. Kebijakan larangan membuang sampah organik ke depo sejak 1 Januari 2026 menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Dalam terang iman, Gereja menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian dari panggilan kristiani. Kitab Suci dan ensiklik Laudato Si’ mengingatkan bahwa krisis lingkungan adalah krisis kemanusiaan dan spiritual. Pengelolaan sampah menjadi wujud nyata pertobatan ekologis: perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak demi masa depan bersama.

Sebagai tanggapan konkret, Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat menggerakkan Gerakan Pastoral Ekologis “Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup.” Gerakan ini mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta pemanfaatan sampah sebagai sumber kehidupan dan keberlanjutan.

Stasi Maguwo telah menanggapi seruan pastoral ini dengan mulai mengikuti dan menerapkan arahan pengelolaan sampah secara bertahap, khususnya melalui kebiasaan memilah sampah, pengurangan sampah organik, serta edukasi umat di tingkat lingkungan. Langkah ini menjadi wujud kesediaan umat Stasi Maguwo untuk ambil bagian dalam pertobatan ekologis dan memberi teladan di tengah masyarakat sekitar.

Gerakan ini mengajak seluruh umat, komunitas, dan lembaga Gereja untuk memulai perubahan dari rumah masing-masing. Diharapkan, melalui kesetiaan pada langkah-langkah kecil namun nyata, Gereja Katolik di Yogyakarta sungguh hadir sebagai komunitas iman yang peka, solider, dan menginspirasi.

Yogyakarta, 27 Januari 2026
Vikaris Episkopal
Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat
Rm. Adrianus Maradiyo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur)
Rm. AR. Yudono Suwondo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat)

Wilayah Ignatius Loyola Gelar Kerja Bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap rumah bersama, Jumat 30 Januari 2026 Wilayah Ignatius Loyola yang terdiri dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis, St. Elisabet, St. Clara, St. Fransiskus Asisi, dan St. Gabriel, melaksanakan kegiatan kerja bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata partisipasi umat dalam merawat dan menjaga kebersihan lingkungan gereja, sekaligus sebagai sarana mempererat kebersamaan antar lingkungan di Wilayah Ignatius Loyola. umat dari 5 lingkungan yang tergabung di wilayah Ign Loyola lingkungan hadir dengan penuh semangat, bahu-membahu membersihkan area gereja, mulai dari halaman, taman, hingga area dalam gereja.

Kerja bakti ini tidak hanya menjadi kegiatan fisik semata, tetapi juga menjadi ungkapan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan Jumat Bersih, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah bersama yang perlu dirawat dengan penuh tanggung jawab dan cinta.

Semangat gotong royong, kebersamaan, dan sukacita tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah serta lingkungan lain untuk terus aktif berkontribusi dalam kehidupan menggereja.

melalui kerja bakti Jumat Bersih ini, Wilayah Ignatius Loyola semakin diteguhkan dalam semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian, serta mampu menghadirkan Gereja yang bersih, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh umat.

Rapat Program Kerja Lingkungan St. Stefanus Tahun 2026

Maguwo, 23 Januari 2026 – Melanjutkan semangat baru pasca serah terima jabatan, pengurus dan tokoh umat Lingkungan St. Stefanus berkumpul di kediaman Ketua Lingkungan yang baru, Bapak Paulus Wardana. Pertemuan ini menjadi momentum bagi lingkungan untuk merumuskan arah pelayanan selama satu tahun ke depan melalui Rapat Penyusunan Program Kerja.

Sinergi dengan Program Paroki

Fokus utama dalam rapat ini adalah menyelaraskan gerak langkah lingkungan dengan kalender kegiatan yang telah ditetapkan oleh Gereja Pusat/Paroki. Bapak Paulus Wardana menekankan bahwa sebagai bagian dari tubuh gereja, Lingkungan St. Stefanus berkomitmen untuk menyukseskan program-program besar paroki, baik di bidang liturgi, kemasyarakatan, maupun pewartaan.

Poin-Poin Utama Rapat

Dalam suasana yang penuh keakraban namun tetap produktif, rapat tersebut membahas beberapa agenda penting, antara lain:

  • Integrasi Agenda Gereja: Menjadwalkan partisipasi lingkungan dalam hari-hari besar gerejawi dan kegiatan rutin paroki sepanjang tahun 2026.
  • Perencanaan Kegiatan Lokal: Menyusun detail teknis untuk kegiatan internal lingkungan seperti pertemuan doa berkala, pendalaman iman, dan aksi sosial.
  • Alokasi Sumber Daya: Memastikan kesiapan petugas dan dukungan sarana dan prasarana agar setiap program dapat berjalan dengan lancar dan melibatkan sebanyak mungkin warga.

Membangun Partisipasi Umat

kegiatan ini mengajak seluruh umat untuk aktif berkontribusi, baik dalam pemikiran maupun pelaksanaan, agar Lingkungan St. Stefanus semakin hidup dan guyub.


“Program kerja ini adalah peta jalan kita dalam melayani. Dengan dasar ketaatan pada gereja dan semangat gotong royong, mari kita jadikan tahun 2026 ini sebagai tahun yang penuh berkah bagi seluruh warga St. Stefanus.”


Satu Hati, Satu Langkah dalam Pelayanan.

Rapat Pengurus Lingkungan Brayat Minulya

Rapat Pengurus Lingkungan Brayat Minulya, wilayah de Britto, stasi Maguwo, diselenggarakan pada hari Jumat 16 Januari 2026 mulai pukul 18.00 hingga 20.00 di gazebo Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Acara ini dihadiri oleh 14 orang pengurus, mulai dari remaja, orang muda, ibu-ibu dan bapak-bapak yang dipimpin langsung oleh Ketua Lingkungan Brayat Minulya periode 2026-2028 , ibu Yuliana Dwi Landari (bu Yuli Naryo). Kegiatan ini sebagai langkah koordinasi kepengurusan yang baru di periode ini.

Rapat ini membahas peran dan tugas pengurus, rencana kegiatan rutin dan non rutin, maupun hal-hal lain yang berkenaan dengan lingkungan Brayat Minulya.

Kegiatan ini diakhiri komitmen bersama, berdoa dan makan malam bersama di bawah tetesan hujan gerimis sepanjang rapat berlangsung.

Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo Berlangsung Meriah dan Penuh Sukacita

Maguwo, 16 Januari 2026 — Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo yang diselenggarakan pada Jumat siang, 16 Januari 2026 di wisma Anugerah Kaliurang, berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh sukacita. Kegiatan yang diikuti oleh umat lingkungan ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus perwujudan syukur atas kelahiran Yesus Kristus.

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara. Suasana semakin hangat saat sesi ice breaking melalui lagu “Yesus Pokok dan Kita Carang-Nya” yang dibawakan oleh Bapak Arief Subyantoro, mengajak seluruh umat untuk terlibat aktif sejak awal acara.

Rangkaian ibadah Perayaan Natal dipimpin oleh Bapak Murdiyono pada pukul 09.50 WIB. Ibadah berlangsung dengan khidmat dan sederhana, diakhiri dengan lagu penutup “Gembala Pergi Cepat-cepat” versi Jawa yang kembali dibawakan oleh Bapak Arief. Lagu tersebut menambah nuansa lokal sekaligus memperdalam makna perayaan Natal.

Selanjutnya Ketua Lingkungan menyampaikan ungkapan syukur serta terima kasih kepada seluruh umat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara. Bapak Indarto selaku Ketua Lingkungan menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat pelayanan dalam kehidupan meng-gereja di lingkungan.

Kemeriahan acara berlanjut dengan penampilan drama teatrikal berjudul “Kado di Ujung Keluh” yang dibawakan oleh Andreas, Lia, Bagus dan Veraika dimana dalam teatrikal tersebut menyiratkan pesan bahwa di jaman yang serba sulit, penuh tekanan dan penuh perjuangan ini, sebagai umat yang beriman perlu untuk terus bersyukur daripada “sambat wae”. Kemudian drama teatrikal dilanjutkan dengan flash dance. Penampilan ini mendapat sambutan antusias dari umat karena menyampaikan pesan Natal secara kreatif dan menyentuh. Berbagai permainan interaktif seperti “Tebak Gambar” dan “Kata Berangkai” turut memeriahkan suasana dan melibatkan umat lintas usia.

Selain hiburan, acara juga diisi dengan sosialisasi pembangunan Gereja Stasi yang dibawakan oleh tim Pembangunan GMBA sebagai bentuk transparansi dan ajakan partisipasi umat dalam mendukung karya pelayanan gereja ke depan.

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan sesi karaoke yang semakin mempererat keakraban antarumat. Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 13.30 WIB dengan suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur.Perayaan Natal Lingkungan Santo Antonius Maguwo tahun ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga wadah untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat saling melayani di tengah umat. (aphs)

Doa Lingkungan St . Monica Awal Tahun di Rumah Bapak Heri

Dalam rangka mengawali perjalanan iman di tahun yang baru, umat lingkungan St. Monica mengadakan Doa Lingkungan Awal Tahun Baru pada Kamis, 8 Januari 2026, bertempat di rumah Bapak Heri, dan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Kegiatan doa ini menjadi sarana bagi umat untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan sekaligus memohon berkat dan perlindungan-Nya sepanjang tahun yang akan dijalani.

Acara doa berlangsung dengan khidmat dan khusyuk, dihadiri oleh sekitar 30 orang umat yang terdiri dari orang tua, kaum muda, hingga anak-anak. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa selama doa berlangsung. Kehadiran umat lintas usia ini mencerminkan semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan menggereja di lingkungan.

Setelah doa bersama selesai, acara dilanjutkan dengan kehadiran Tim dari Stasi Maguwo, yaitu Bapak Danang dan Bapak Bagio. Dalam kesempatan tersebut, mereka menyampaikan sosialisasi mengenai pembangunan Stasi Maguwo, yang saat ini telah berkembang menjadi Paroki Administratif Maguwo. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada umat sekaligus mengajak seluruh umat lingkungan agar turut mendukung dan terlibat dalam proses pembangunan serta pengembangan pelayanan gereja.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib, serta ditutup dengan sosialisasi dari Bapak Danang dan Bapak Bagio. Melalui kegiatan doa lingkungan awal tahun ini, diharapkan iman umat semakin dikuatkan, rasa kebersamaan semakin erat, dan semangat pelayanan semakin tumbuh dalam kehidupan menggereja di tahun yang baru.

Surat Gembala KAS 2026: Mengawali Perjalanan ARDAS IX


Sumber : https://kas.or.id/surat-gembala-menyambut-arah-dasar-ix-keuskupan-agung-semarang/

Keuskupan Agung Semarang mengawali tahun 2026 dengan sebuah ajakan iman yang penuh harapan melalui Surat Gembala Menyambut Arah Dasar (ARDAS) IX KAS, yang dibacakan pada Pesta Pembaptisan Tuhan, 10–11 Januari 2026. Surat gembala ini menjadi penanda dimulainya perjalanan pastoral lima tahun ke depan (2026–2030) bagi seluruh umat KAS.

Dalam surat gembala tersebut, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengajak seluruh umat untuk bersyukur atas perjalanan ARDAS VIII (2021–2025) dengan tema “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah”. Selama lima tahun terakhir, umat diajak untuk meneguhkan kembali dasar hidup beriman: membangun relasi yang hidup dengan Kristus, terutama di tengah berbagai tantangan zaman. Dari relasi inilah buah iman, harapan, kasih, kepedulian, dan semangat melayani diharapkan terus bertumbuh.

Memasuki ARDAS IX, Gereja KAS diajak melangkah lebih jauh untuk mewujudkan buah-buah iman tersebut secara nyata dalam kehidupan bersama. Tema “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan” bukan sekadar slogan, melainkan arah perjalanan bersama seluruh umat Allah. Kata “menjadi” menegaskan bahwa Gereja sedang dan terus berproses—sebuah perjalanan iman yang dinamis dan melibatkan semua orang: anak-anak, orang muda, keluarga, lansia, umat awam, biarawan-biarawati, dan para imam.

Gereja yang bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi Gereja yang hidup dalam pengharapan karena berakar pada kasih dan keselamatan Kristus. Gereja yang menginspirasi adalah Gereja yang memberi kesaksian melalui hidup yang jujur, sederhana, peduli, dan melayani. Sementara itu, Gereja yang menyejahterakan adalah Gereja yang hadir secara nyata dalam kehidupan manusia secara utuh—rohani, jasmani, sosial, dan ekologis—terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Melalui surat gembala ini, umat juga diajak untuk menghidupi ARDAS IX secara konkret:

  • di keluarga, dengan menciptakan rumah yang penuh kasih, doa, dan pengampunan;
  • di lingkungan dan paroki, dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan sinodalitas;
  • serta di tengah masyarakat, dengan menjadi saksi Kristus melalui kejujuran, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan.

Mengakhiri surat gembalanya, Bapa Uskup menegaskan bahwa sebagaimana Yesus diteguhkan oleh kasih Bapa saat pembaptisan-Nya, demikian pula seluruh umat KAS diteguhkan sebagai umat yang dikasihi Allah dan diutus oleh-Nya. Dengan penyertaan Roh Kudus, Keuskupan Agung Semarang diajak melangkah bersama untuk sungguh menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.