menyala gak tuh……dengan dress code warna merah, umat maguwo mengadakan senam sehat di belakang gereja GMBA.
Ayo…..yang pengen sehat, bergabung di Sabtu pagi jam 07.00
Anda sehat, kami senang…..





menyala gak tuh……dengan dress code warna merah, umat maguwo mengadakan senam sehat di belakang gereja GMBA.
Ayo…..yang pengen sehat, bergabung di Sabtu pagi jam 07.00
Anda sehat, kami senang…..





KATEKESE LITURGI – MARET 2026
Tata Gerak yang Mengguyubkan: Sikap Tubuh dan Saat Hening
Membangun Kesatuan Batin dalam Perayaan
Saudara-saudari, dalam perayaan liturgi, kita melakukan tata gerak dan sikap tubuh yang seragam. Mari kita pahami bersama bahwa sikap yang seragam menandakan kesatuan seluruh jemaat dan mencerminkan serta membangun sikap batin yang sama pula. Saat Hening menjadi bagian perayaan untuk permenungan dan menyiapkan jawaban dalam bentuk doa.
PUMR 42-46 mengarahkan kita akan pentingnya kesatuan antara sikap lahiriah dan batiniah dalam sebuah perayaan liturgi Gereja.
Pertama: Makna Sikap Tubuh yang Seragam
Tata gerak dan sikap tubuh seperti berdiri, duduk, dan berlutut yang dilakukan secara seragam bukan sekadar aturan formalitas. Sikap yang seragam ini memiliki dua fungsi utama:

Kedua: Peran Saat Hening dalam Perayaan
Saat Hening merupakan bagian integral dari perayaan yang berfungsi sebagai ruang untuk permenungan. Keheningan ini memberikan kesempatan bagi umat untuk menyiapkan jawaban atau tanggapan mereka kepada Tuhan dalam bentuk doa, dengan demikian dialog dengan Tuhan makin nyata terjadi. Saat Hening menjadijembatan batin yang menghubungkan setiap pribadi dengan Tuhan.
Penghayatan tata gerak dan keheningan ini adalah agar umat dapat menjadi pribadi yang guyub. Menyejahterakan dapat terwujud dari semangat guyub, artinya membangun kebersamaan yang positif, hidup rukun sebagai satu keluarga besar, Tubuh Kristus, serta membawa umat pada sikap yang bijaksana, yakni bertindak dan berdoa dengan penuh kesadaran.
Pertanyaan Reflektif bagi kita:
Marilah kita menghayati setiap tata gerak dan saat hening dengan penuh kesadaran, agar kebersamaan kita sungguh mencerminkan kesatuan batin yang membangun kesejahteraan bersama.
Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap umat yang membutuhkan, beberapa umat Lingkungan Yohanes Pembaptis menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dari Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo yang disalurkan melalui lingkungan.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penyaluran dilakukan melalui pengurus lingkungan agar bantuan dapat tepat sasaran dan diterima langsung oleh umat yang berhak.
Program Jaminan Hidup ini menjadi wujud nyata kehadiran Gereja dalam mendampingi umat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Bantuan yang diberikan mungkin sederhana, namun memiliki makna besar sebagai tanda solidaritas dan kasih persaudaraan dalam komunitas Gereja.
Melalui penyaluran Jadup ini, diharapkan umat yang menerima dapat merasakan dukungan serta perhatian dari keluarga besar Gereja. Semangat berbagi dan saling menopang ini menjadi bagian dari panggilan bersama untuk menghadirkan kasih Kristus secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga kepedulian yang terus dibangun melalui berbagai program sosial Gereja semakin mempererat persaudaraan dan menjadi berkat bagi seluruh umat Lingkungan Yohanes Pembaptis.
Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan latihan koor di rumah Ibu Tukimin sebagai persiapan pelayanan pada Misa Jumat Pertama yang akan dilaksanakan pada 6 Maret 2026.
Sebanyak 22 umat hadir dalam latihan tersebut, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan pelayanan yang terus hidup dalam Lingkungan Yohanes Pembaptis.
Dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan, umat bersama-sama melatih lagu-lagu liturgi yang akan dibawakan pada perayaan Ekaristi. Setiap bagian lagu dilatih dengan sungguh-sungguh, menyatukan nada dan penghayatan agar pujian yang dipersembahkan dapat membantu umat berdoa dengan lebih khusyuk.
Latihan koor tidak hanya menjadi persiapan teknis bernyanyi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarumat. Saling mendukung, belajar bersama, serta semangat melayani menjadi warna tersendiri dalam kebersamaan malam itu.
Melalui latihan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dalam Misa Jumat Pertama. Pujian yang dipersembahkan menjadi ungkapan iman dan syukur kepada Tuhan melalui talenta yang dimiliki setiap umat.
Semoga semangat pelayanan ini terus bertumbuh dan semakin memperkuat kebersamaan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis.
Tanggal : 26 Februari 2026
Tempat : Rumah Bp Rusiawan
Pemandu : Bp Rusiawan, Ibu Bagus, Ibu Nelly
Jumlah Peserta : 21 orang
Pertemuan kedua Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 dilaksanakan dengan mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya”. Dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, umat diajak untuk semakin memahami bahwa Gereja tidak hanya hadir melalui pewartaan dan doa, tetapi juga melalui pengelolaan dana sosial yang bertanggung jawab, tepat sasaran, dan berkesinambungan. Pertemuan diawali dengan doa dan nyanyian pembuka dari MB 378 “Tuhan Dikau Naungan Hidupku”, yang menyiapkan hati umat untuk masuk dalam pendalaman iman dan kepedulian sosial.
Melalui pengantar dan pendalaman materi, umat diajak mengenal berbagai potensi dana sosial Gereja yang dikelola di tingkat paroki dan keuskupan, seperti Dana APP, Dana Papa Miskin (Danpamis), Dana Pendidikan Paroki, dan dana solidaritas lainnya. Ditekankan bahwa dana sosial Gereja memiliki fungsi utama untuk menghadirkan kesejahteraan umat, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Dana-dana tersebut bersifat “siap habis” secara bertanggung jawab, tidak untuk ditimbun, serta inklusif, artinya terbuka bagi siapa pun yang sungguh membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.
Setelah pengantar dan pendalaman materi, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci. Pemahaman materi APP ke-2 ini kemudian diperdalam lagi melalui sebuah drama situasi yang menggambarkan kegelisahan umat dan pengurus lingkungan ketika berhadapan dengan kasus nyata warga yang mengalami kesulitan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Melalui dialog yang hidup dan reflektif, drama tersebut menegaskan pentingnya data umat dalam Sistem Ecclesia sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penerapan prinsip solidaritas dan subsidiaritas dalam pengelolaan dana sosial Gereja. Drama ini membantu umat melihat bahwa bantuan Gereja bukan sekadar belas kasihan sesaat, melainkan buah dari iman yang terorganisir, terarah, dan berpihak pada kebutuhan nyata umat.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama, serta berkat penutup yang meneguhkan komitmen umat untuk terlibat aktif dalam karya sosial Gereja. Melalui pertemuan APP kedua ini, umat diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan dana sosial Gereja, tetapi juga berani mengawal pemanfaatannya agar benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, Gereja semakin sungguh menghadirkan wajah kasih Allah: menyejahterakan secara nyata dan membahagiakan karena setiap umat merasa diperhatikan, didampingi, dan tidak berjuang sendirian.




Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 14.00–16.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Iman Remaja Lingkungan St. Monica yang bertempat di Focolare Movement (Rumah Focolare). Kegiatan ini merupakan pertemuan perdana dan diikuti oleh 11 remaja dari lingkungan dengan penuh semangat dan antusias.
Karena menjadi pertemuan pertama, kegiatan diawali dengan sesi perkenalan. Para peserta saling berbagi cerita tentang diri mereka, mulai dari sekolah, hobi, hingga harapan mengikuti pembinaan iman. Suasana yang awalnya masih terasa malu-malu, perlahan berubah menjadi lebih cair dan penuh keakraban. Melalui beberapa permainan (games) yang menyenangkan, para remaja semakin mengenal satu sama lain dan belajar membangun kerja sama.
Kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman Sabda Tuhan. Dalam suasana santai namun tetap khidmat, para remaja diajak untuk merefleksikan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari—di rumah, di sekolah, maupun dalam pergaulan. Mereka diberi kesempatan untuk berbagi pendapat dan pengalaman, sehingga iman tidak hanya dipahami, tetapi juga dihayati dan diwujudkan dalam tindakan nyata.
Pembinaan iman remaja ini menjadi salah satu langkah nyata Lingkungan St. Monica dalam menyiapkan regenerasi kaum muda. Harapannya, para remaja dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, dan siap terlibat aktif dalam berbagai kegiatan serta pelayanan Gereja di masa mendatang.
Pertemuan perdana ini menjadi awal yang baik dan penuh harapan. Semoga kebersamaan yang terjalin dan benih iman yang ditanamkan pada hari ini terus berkembang, sehingga kaum muda Lingkungan St. Monica semakin berani menjadi saksi kasih Tuhan di tengah masyarakat.


Pertemuan APP Pertama Lingkungan Santa Monica – Menumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Solidaritas
Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) pertama di Lingkungan Santa Monica telah dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Mery. Pertemuan ini dipimpin oleh Mas Vinsen dan dihadiri oleh umat lingkungan dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan dalam memasuki masa Prapaskah.
Dalam renungan singkat Injil, Mas Vinsen mengajak umat untuk semakin memahami makna memanggul salib dan mengikuti Kristus. Ia menyampaikan bahwa memanggul salib bukan hanya berarti ikut merasakan kesedihan atau penderitaan, tetapi juga memiliki keprihatinan dan tanggung jawab ketika lingkungan mengalami ketidaklancaran dalam berbagai kegiatan. Umat diajak untuk bersama-sama memelihara keindahan kebersamaan di Lingkungan Santa Monica, dengan tetap setia memuji dan memuliakan Tuhan serta menjalani setiap pelayanan dan kegiatan dengan sukacita.
Menindaklanjuti refleksi Sabda Tuhan tersebut, Ketua Lingkungan, Bapak Edo, mengajak umat untuk melihat data kesejahteraan umat sebagai dasar gerakan APP tahun ini. Data lingkungan dipandang bukan sekadar catatan administratif, tetapi sebagai kesempatan untuk mewujudkan solidaritas nyata. Dalam semangat masa Prapaskah, umat diajak untuk lebih peka terhadap saudara-saudari yang berada dalam situasi hidup yang membutuhkan perhatian dan bantuan tali kasih.
Sharing dan diskusi berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat. Umat saling berbagi pengalaman serta pendapat mengenai bentuk dan rencana aksi solidaritas dana APP. Melalui diskusi tersebut, tumbuh kesadaran bersama bahwa gerakan APP bukan hanya kegiatan rutin tahunan, melainkan kesempatan untuk menghidupi iman melalui tindakan kasih yang konkret.
Sebagai hasil kesepakatan bersama, seluruh anggota sepakat untuk mewujudkan aksi solidaritas dengan membantu anak-anak panti asuhan. Dana akan dikumpulkan dari lima kali kolekte pertemuan APP. Apabila ada umat yang tergerak untuk memberikan donasi tambahan, tentu akan menjadi berkat yang semakin memperluas jangkauan kasih. Namun yang terutama adalah semangat kebersamaan dalam menyatakan kasih kepada sesama yang membutuhkan.
Pertemuan diakhiri dengan doa umat yang disampaikan oleh Ibu Mery, dilanjutkan doa penutup dan berkat Tuhan. Semoga melalui pertemuan APP ini, umat Lingkungan Santa Monica semakin dipersatukan dalam iman, diperkaya dalam kasih, dan diteguhkan dalam semangat pelayanan sepanjang masa Prapaskah ini.

Semangat pelayanan dan kebersamaan kembali terlihat dalam keterlibatan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis saat menjalankan tugas jaga Kantin GMBA. Dalam kesempatan tersebut, enam umat ambil bagian, terdiri dari lima ibu-ibu lingkungan serta satu anggota OMK yang turut membantu pelayanan.
Kegiatan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya tugas kantin bulan ini melibatkan OMK secara langsung. Kehadiran kaum muda diharapkan menjadi sarana pembelajaran, khususnya dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan, tanggung jawab, serta pengalaman melayani umat melalui kegiatan sederhana namun bermakna.
Sejak pagi hari, para petugas kantin telah mempersiapkan berbagai makanan dan minuman yang akan dijual tersebut. Beragam jajanan rumahan dan minuman segar tersaji, menghadirkan suasana hangat dan akrab bagi umat yang datang setelah mengikuti perayaan Ekaristi.
Pelayanan berlangsung dengan penuh semangat dan kerja sama yang baik. Kolaborasi lintas generasi antara ibu-ibu dan OMK menciptakan suasana pelayanan yang hidup, sekaligus menjadi ruang belajar bersama. Antusiasme umat terlihat dari ramainya pembeli, sehingga seluruh dagangan terjual dengan baik dan menghasilkan laba yang cukup menggembirakan.
Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis tidak hanya menjalankan tugas pelayanan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan, melatih kemandirian, serta menumbuhkan semangat berbagi peran dalam kehidupan menggereja.
Semoga keterlibatan OMK dalam pelayanan kantin ini menjadi langkah awal bagi semakin aktifnya kaum muda dalam berbagai kegiatan lingkungan dan paroki di masa mendatang.
Semangat kreativitas dan kebersamaan ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) St. Lucius Lingkungan Yohanes Pembaptis melalui kegiatan rapat persiapan program Paskah yang dilaksanakan di PLAI Cafe.
Sebanyak 13 anggota OMK hadir dalam pertemuan tersebut. Suasana rapat berlangsung santai namun tetap penuh semangat diskusi. Pertemuan ini secara khusus membahas rencana pembuatan dan penjualan parcel Paskah yang akan ditawarkan kepada umat menjelang perayaan Paskah mendatang.
Dalam rapat tersebut, para OMK berdiskusi mengenai konsep parcel, isi paket, pembagian tugas, hingga strategi pelaksanaan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kaum muda untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus mengembangkan kreativitas dalam pelayanan.
Melalui inisiatif ini, OMK St. Lucius ingin mengambil peran aktif dalam kehidupan lingkungan serta menghadirkan semangat pelayanan kaum muda yang nyata di tengah umat. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana diskusi ringan menunjukkan bahwa pelayanan Gereja dapat diwujudkan melalui ide-ide sederhana yang membawa manfaat bagi banyak orang.
Diharapkan, persiapan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan kegiatan penjualan parcel Paskah nantinya menjadi berkat bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis sekaligus semakin menumbuhkan semangat pelayanan OMK.
Kamis, 26 Februari 2026 pukul 20.00 WIB, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis melaksanakan latihan koor sebagai persiapan tugas pelayanan pada Misa Jumat Pertama yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2026.
Sebanyak 27 umat ambil bagian dalam latihan ini, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia. Kehadiran lintas generasi tersebut menunjukkan semangat pelayanan yang hidup dalam Lingkungan Yohanes Pembaptis, di mana setiap umat mengambil bagian sesuai talenta yang dimiliki.
Latihan koor dilaksanakan dalam suasana penuh kebersamaan. Lagu demi lagu dilatih dengan tekun, menyatukan nada, irama, dan penghayatan agar pujian yang dipersembahkan nantinya dapat membantu umat semakin khusyuk dalam perayaan Ekaristi. Tidak hanya melatih teknik bernyanyi, latihan ini juga menjadi sarana membangun kekompakan dan mempererat relasi antarumat.
Meski dilakukan setelah rangkaian kegiatan lingkungan sebelumnya, semangat peserta tetap terasa hangat. Tawa ringan, saling mendukung, serta kesediaan untuk terus belajar bersama menjadi warna tersendiri dalam latihan malam itu.
Melalui persiapan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dalam Misa Jumat Pertama nanti. Pujian yang dipersembahkan bukan sekadar nyanyian, melainkan ungkapan iman dan syukur kepada Tuhan.