Ibadat Memule 2 Tahun Ibu Maria Waginem Budiarjo (Mbah Budi)

Pada Minggu, 22 Februari, umat Lingkungan St. Gabriel mengadakan ibadat memule untuk memperingati dua tahun meninggalnya Ibu Maria Waginem Budiarjo, yang akrab disapa Mbah Budi. Ibadat dimulai pukul 19.00 WIB dan diikuti oleh sekitar 40 umat, terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Ibadat dipimpin oleh Prodiakon Bapak Junedi, dibantu beberapa tim petugas. Acara diawali dengan lagu pembuka yang menghadirkan suasana hening dan khidmat, dilanjutkan dengan doa pembuka serta rangkaian ibadat sabda.

Dalam Bacaan I (2 Korintus 1:3-7) ditegaskan bahwa Allah adalah “Sumber Segala Penghiburan” yang penuh belas kasih dan senantiasa menguatkan kita dalam setiap penderitaan. Penghiburan dari Allah itu memampukan kita untuk turut menghibur sesama, sehingga pengalaman pergumulan hidup dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Sementara itu, dalam Bacaan Injil (Yohanes 15:9-12) umat diajak untuk tinggal di dalam kasih Kristus dengan cara saling mengasihi, sebagaimana Yesus telah lebih dahulu mengasihi kita. Kasih bukan sekadar perasaan, tetapi menjadi gaya hidup yang nyata dan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.

Ibadat berlangsung dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Setelah ibadat sabda, umat melanjutkan dengan doa Rosario. Seluruh rangkaian doa selesai pada pukul 20.00, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana berupa minum dan snack bersama, serta penyampaian pengumuman lingkungan.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari pihak keluarga atas kehadiran dan doa-doa umat. Umat kemudian berpamitan dalam suasana kebersamaan yang hangat.

Semoga Ibu Maria Waginem Budiarjo (Mbah Budi) beristirahat dalam damai abadi dan memperoleh kebahagiaan kekal di sisi Tuhan. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi penghiburan, kekuatan, dan berkat dalam setiap langkah kehidupan.

Doa APP Lingkungan Santo Petrus di Rumah Bapak Winarso

 

Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan Doa APP I dan II di rumah Bapak Winarso. Meskipun hujan turun sejak sore hari, semangat umat tidak surut. Sebanyak 10 orang umat tetap hadir untuk mengikuti doa bersama dengan penuh sukacita dan kebersamaan.

Pertemuan APP pertama mengangkat tema “Potret Kondisi dan Potensi untuk Mengawal Aksi.” Dalam permenungan ini, umat diajak untuk melihat secara jujur kondisi lingkungan sekitar, baik tantangan maupun peluang yang ada. Umat bersama-sama merefleksikan situasi sosial yang dihadapi serta menggali potensi yang dimiliki, agar dapat diwujudkan dalam aksi nyata selama masa APP.

Selanjutnya, pada APP kedua dibahas tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.” Umat diajak untuk memahami pentingnya dana sosial Gereja sebagai wujud kepedulian dan solidaritas. Dana sosial tidak hanya berfungsi membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana perwujudan kasih dan tanggung jawab bersama sebagai satu tubuh Kristus. Dalam diskusi, ditegaskan bahwa dana sosial Gereja bersifat sukarela, penuh keikhlasan, dan digunakan demi kesejahteraan bersama.

Suasana doa berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban. Hujan yang turun justru semakin menguatkan rasa kebersamaan umat yang tetap setia hadir. Pertemuan ditutup dengan doa penutup dan harapan agar setiap umat mampu menghidupi semangat APP dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga melalui Doa APP ini, Lingkungan Santo Petrus semakin bertumbuh dalam iman, persaudaraan, dan kepedulian sosial.

https://www.instagram.com/reel/DVCysMBkxBc/?igsh=MTJkMjlyYzlibml2cg==

Kegiatan Rapat Dewan Pastoral Stasi Harian

Jumat 20 Februari 2026, dalam rangka menyampaikan dan mengevaluasi laporan kegiatan selama bulan Februari 2026, dilaksanakan Rapat Dewan Pastoral Stasi Harian Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Rapat ini dihadiri oleh Ketua Dewan Stasi beserta jajaran pengurus harian dan para ketua bidang pelayanan serta Romo Paroki, Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Pada sesi pertama, disampaikan laporan umum dari Dewan Stasi terkait pelaksanaan program kerja bulanan, koordinasi internal, serta dinamika pelayanan umat selama bulan Februari. Secara umum, kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat partisipasi aktif dari umat.

Selanjutnya, masing-masing bidang menyampaikan laporan kegiatan sebagai berikut:

Bidang Liturgi dan Peribadatan
Melaporkan pelaksanaan perayaan misa Rabu Abu, kegiatan pertemuan Lektor, pertemuan tim koor/paduan suara lingkungan, dan rapat timpel tata bunga untuk pekan suci. Evaluasi juga dilakukan terhadap keterlibatan petugas dan kedisiplinan pelayanan.

Bidang Pewarta dan Evangelisasi
Menyampaikan kegiatan katekese, kegiatan PIA/PIR/PIOM/PIUL, persiapan sakramen, Program pendalaman iman selama masa liturgi berjalan sesuai rencana.

Bidang Paguyuban dan Persaudaraan
Melaporkan kegiatan kelompok-kelompok kategorial seperti ibu-ibu stasi, Legio Maria, serta melaporkan kegiatan dan agenda OMK St. Mikhael, Maguwo.

Bidang Kemasyarakatan
Menyampaikan keterlibatan stasi melalui timpel HAK (Hubungan antar Agama dan Kepercayaan) dalam menghadiri undangan GKJ Maguwoharjo. Kegiatan tersebut sebagai wujud kehadiran Gereja di tengah lingkungan sosial.

Bidang Penelitian dan Pengembangan
Melaporkan kegiatan review data umat, serta sinkronisasi Keuskupan Agung Semarang.

Bidang Rumah Tangga
Menyampaikan laporan terkait perawatan sarana dan prasarana gereja, kebersihan lingkungan, serta kebutuhan perlengkapan pendukung kegiatan liturgi dan pastoral.

Selain kegiatan Bidang-bidang di atas, para Ketua Wilayah juga turut menyampaikan kegiatan/kondisi terkini di lingkungan-lingkungan dalam lingkup wilayahnya masing-masing.

Bendahara Stasi juga menyampaikan laporan keuangan per 31 Januari 2026, yang meliputi pemasukan, pengeluaran, dan saldo akhir kas stasi. Laporan keuangan diterima dan dicatat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan laporan dari Panitia Pembangunan Gereja yang memaparkan perkembangan pembangunan, kondisi keuangan pembangunan, serta rencana tahapan pekerjaan selanjutnya.

Di Ambang Pintu Paroki Administratif

Pada sesi akhir rapat, disampaikan Surat Keputusan dari Keuskupan Agung Semarang mengenai status Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Berdasarkan SK yang telah disetujui sejak 1 Januari 2026, Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo resmi ditetapkan menjadi Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo.

Namun, atas permintaan pengurus stasi terdahulu, pemberlakuan status sebagai paroki administratif akan efektif mulai tanggal 2 Juni 2026 agar bertepatan dengan perayaan ulang tahun gereja. Keputusan ini diharapkan menjadi momentum pertumbuhan iman, kemandirian, dan peningkatan pelayanan pastoral bagi seluruh umat.

Pertemuan APP 1 Lingkungan St. Gabriel : Mengenal Kondisi, Menggerakkan Aksi

Dalam masa Prapaskah, umat Katolik diajak untuk menghayati semangat doa, mati raga, dan aksi sebagai wujud pertobatan dan solidaritas. Pada tahun 2026 ini, Panitia APP Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengangkat tema, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.” Tema ini mengajak seluruh umat untuk semakin peka terhadap kondisi sekitar serta terlibat aktif dalam membangun kesejahteraan bersama.

Pada Kamis, 19 Februari 2026, umat Lingkungan St. Gabriel melaksanakan Pertemuan APP 1 di rumah keluarga Bapak Suroso. Pertemuan dimulai pukul 19.00 WIB dan dipimpin oleh Bapak Jiwo, Bapak Arif, serta Bapak Simbolon. Sebanyak 20 umat hadir, terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua, yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat kebersamaan.

Pertemuan APP 1 mengangkat tema “Potret Kondisi dan Potensi, Dasar untuk Mengawal Aksi.” Melalui tema ini, umat diajak menyadari pentingnya data sebagai dasar dalam merencanakan gerakan yang tepat sasaran. Dalam konteks Gereja KAS, pendataan umat melalui sistem Ecclesia yang terus diperbarui diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi umat beriman. Sistem ini perlu semakin dikenal dan dimanfaatkan, khususnya oleh para pelaku pastoral, agar setiap program dan kegiatan dapat dirancang sesuai kebutuhan riil umat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan. Melalui sharing dan diskusi bersama, umat saling berbagi pandangan mengenai kondisi lingkungan sekaligus menggali potensi yang dimiliki. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang baik untuk semakin menguatkan kebersamaan serta komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera, dimulai dari lingkungan sendiri.

Sebagai penutup, umat Lingkungan St. Gabriel berharap agar pertemuan-pertemuan APP selanjutnya semakin mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat pelayanan. Semoga melalui proses refleksi, pendataan, dan aksi nyata yang dilakukan bersama, umat semakin mampu menghadirkan Gereja yang hidup, peduli, dan membawa sukacita bagi sesama.

Setelah pertemuan APP selesai, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor sebagai persiapan ibadat memule untuk memperingati dua tahun wafatnya Ibu Maria Waginem Budiarjo. Latihan dilakukan dengan penuh kesungguhan sebagai wujud pelayanan dan dukungan kepada keluarga. Ibadat memule tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Februari 2026.

Melalui rangkaian kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gabriel semakin diteguhkan dalam kebersamaan, baik dalam refleksi iman maupun dalam pelayanan nyata di tengah lingkungan.

Kunjungan Tim Pelayanan PIUL ke lingkungan Santo Petrus

Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, Tim Pelayanan PIUL Stasi Maria Bunda Allah Maguwo melaksanakan kunjungan umat lansia ke rumah Ibu Cicilia Supartiyah. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kunjungan diawali dengan silahturahmi, berbincang bersama, serta memberikan perhatian dan dukungan rohani agar Ibu Cicilia senantiasa merasakan kasih dan kepedulian Gereja di tengah kesehariannya.

Selain ramah tamah, tim juga mengadakan pemeriksaan kesehatan sederhana yang meliputi pengecekan tensi (tekanan darah), gula darah, asam urat, dan kolesterol. Pemeriksaan ini bertujuan untuk membantu memantau kondisi kesehatan umat lansia secara berkala. Kegiatan ini merupakan salah satu program pelayanan bidang pewarta dan evangelisasi, di mana setiap bulan tim berkunjung secara bergiliran kepada satu orang umat di masing-masing lingkungan. Melalui program ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antarumat serta terwujud pelayanan Gereja yang nyata, peduli, dan menyentuh langsung kebutuhan umat.

https://www.instagram.com/reel/DVAn38Pk0SH/?igsh=aXJpMHhodWxsdnEz

Merawat Persaudaraan Lintas Iman, Umat YP Jaga Keamanan saat Tarawih

Dalam semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mengambil bagian dalam menjaga keamanan lingkungan saat umat Muslim melaksanakan ibadah tarawih.

Kegiatan ronda ini dimulai dan akan berlangsung selama tujuh hari ke depan. Beberapa bapak-bapak umat YP secara bergantian berjaga di sekitar lingkungan, memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah malam tersebut.

Inisiatif ini menjadi wujud nyata persaudaraan dan kepedulian lintas iman. Di tengah keberagaman, umat YP menunjukkan bahwa hidup berdampingan bukan hanya tentang saling menghormati, tetapi juga tentang saling menjaga.

Kehadiran umat YP dalam ronda malam ini disambut dengan hangat oleh warga sekitar. Suasana penuh kekeluargaan terasa, memperlihatkan bahwa nilai gotong royong dan solidaritas tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan antarwarga dan menjadi kesaksian bahwa kasih dan persaudaraan dapat diwujudkan dalam tindakan sederhana namun bermakna.

Semangat Tak Surut, Umat YP Lanjut Latihan Koor Usai Pertemuan APP

Kamis, 19 Februari 2026 menjadi malam yang penuh kebersamaan bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis. Setelah menyelesaikan Pertemuan APP pertama pukul 19.00, umat tidak langsung pulang. Tepat pukul 20.00, kegiatan dilanjutkan dengan latihan koor untuk persiapan tugas Misa Jumat Pertama pada 6 Maret 2026.

Meski waktu sudah cukup malam, semangat umat tetap menyala. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan OMK duduk bersama, menyatukan suara dalam latihan yang penuh kekompakan. Nada demi nada dilatih dengan serius, namun tetap dalam suasana santai dan hangat.

Latihan ini bukan sekadar mempersiapkan lagu, tetapi juga mempererat kebersamaan antarumat. Ada tawa kecil saat nada belum kompak, ada fokus saat bagian sulit diulang bersama. Semua menyatu dalam satu tujuan: memberikan pelayanan terbaik untuk Tuhan melalui pujian.

Kebersamaan lintas generasi yang terlihat malam itu menjadi bukti bahwa pelayanan bukan soal usia, melainkan soal hati yang mau terlibat. Dari yang muda hingga yang senior, semua mengambil bagian.

Semoga melalui latihan ini, pelayanan pada Misa Jumat Pertama nanti dapat berjalan dengan baik dan membawa umat semakin khusyuk dalam perayaan Ekaristi.

Pertemuan APP Pertama Lingkungan Yohanes Pembaptis: Mewujudkan Kepedulian Melalui Refleksi Bantuan Sosial

Kamis, 19 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, Lingkungan Yohanes Pembaptis melaksanakan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang pertama dengan tema “Potret Kondisi dan Potensi: Dasar untuk Mengawali Aksi.” Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama akan pentingnya kepedulian sosial, khususnya dalam hal bantuan sosial (bansos).

Sebanyak 30 umat hadir dalam pertemuan tersebut, terdiri dari OMK (Orang Muda Katolik), bapak-ibu, serta para lansia. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam membangun lingkungan yang semakin peduli dan solider.

Pertemuan diawali dengan doa pembuka dan pengantar mengenai makna APP sebagai momentum pertobatan yang tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga sosial. Umat diajak untuk melihat realitas di sekitar: apakah bantuan sosial yang ada selama ini sudah sungguh menyentuh mereka yang paling membutuhkan?

Dalam sesi diskusi, umat diajak merefleksikan beberapa pertanyaan mendalam, antara lain:

  • Apakah saya atau keluarga saya termasuk penerima bantuan sosial yang sebenarnya tidak tepat sasaran?
  • Adakah anggota masyarakat di sekitar saya yang justru lebih membutuhkan bantuan tersebut?
  • Bagaimana peran saya agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan benar-benar membantu yang membutuhkan?

Diskusi berlangsung terbuka dan penuh kejujuran. Beberapa umat menyampaikan keprihatinan atas kondisi di sekitar lingkungan, di mana masih ada warga yang membutuhkan namun belum tersentuh bantuan. Ada pula refleksi pribadi mengenai pentingnya integritas dan kejujuran dalam menerima bantuan.

Melalui pertemuan ini, umat tidak hanya diajak untuk menilai situasi, tetapi juga menggali potensi yang dimiliki lingkungan, seperti semangat gotong royong, komunikasi antarwarga, serta kepedulian yang sudah tumbuh selama ini. Kesadaran bersama ini menjadi dasar untuk merancang aksi nyata selama masa APP, agar bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan benar-benar menjadi wujud kasih yang konkret.

Pertemuan APP pertama ini menjadi pengingat bahwa pertobatan sejati tidak berhenti pada doa dan puasa, tetapi juga diwujudkan dalam keberanian bersikap jujur, peduli, dan bertanggung jawab terhadap sesama. Semoga semangat solidaritas yang telah tumbuh dalam pertemuan ini terus berkembang dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Menjalin Kebersamaan dalam Kepedulian: Kunjungan Sosial Umat Lingkungan St. Gabriel

Salah satu program lingkungan St. Gabriel adalah kegiatan sosial berupa kunjungan kepada umat yang sedang sakit. Sebagai wujud kepedulian dan perhatian, umat St. Gabriel mengadakan kunjungan kepada Bapak Totok yang beberapa hari lalu mengalami musibah kecelakaan.

Pada hari Selasa, 17 Februari 2026, pukul 17.00 WIB, sebanyak 7 (tujuh) orang umat Lingkungan St. Gabriel mengunjungi Bapak Totok di kediamannya di Modinan. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian atas musibah kecelakaan yang beliau alami beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Paul selaku Ketua Lingkungan menyampaikan rasa prihatin dan simpati atas musibah kecelakaan yang menimpa Bapak Totok. Beliau juga mewakili seluruh umat mendoakan agar Bapak Totok segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Doa bersama dipimpin oleh Ibu Maria Suprapti dan berlangsung dengan khidmat.

Setelah doa bersama, Bapak Totok menyampaikan kronologi kejadian yang dialaminya. Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh kehangatan. Setelah dirasa cukup, rombongan umat berpamitan untuk kembali ke kediaman masing-masing.

Semoga melalui kegiatan ini, tali persaudaraan dan semangat saling peduli di Lingkungan St. Gabriel semakin terjalin erat.